Magang K3 di PT. Semen Gresik
Magang K3 di PT. Semen Gresik
LAPORAN UMUM
Oleh :
MEITA FITRIANA
NIM R0006054
i
PENGESAHAN
dengan peneliti :
Meita Fitriana
NIM. R0006054
Pembimbing I Pembimbing II
ii
PENGESAHAN PERUSAHAAN
Disusun oleh :
Mengetahui,
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini tidak akan berhasil
tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
1. Bapak Prof. Dr. A.A Subiyanto, dr, MS selaku Dekan Fakultas Kedokteran
2. Bapak Putu Suriyasa, dr, MS, PKK, [Link] selaku Ketua Program D-III
Maret Surakarta.
3. Bapak Hardjanto, dr, MS, [Link] selaku pembimbing I yang telah banyak
4. Bapak Sarsono, Drs, Msi selaku pembimbing II atas segala bimbingan dan
5. Bapak Hendro Wartono selaku Kepala Bagian Pendidikan dan Pelatihan PT.
Semen Gresik (Persero) Tbk. beserta staf yang telah memberikan ijin kepada
iv
penulis untuk melaksanakan magang dan membantu memperlancar
6. Bapak M. Arif Rohadi selaku Kepala Seksi Keselamatan dan Kebersihan PT.
Semen Gresik (Persero) Tbk. beserta seluruh staf yang telah membantu
8. Bapak Udin selaku Peneliti Bidang Hiperkes PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
9. Bapak dan Ibu yang dengan setulus hati memberikan kasih sayang tiada tara.
10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap dapat memperoleh kritik dan saran
yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini.
Meita Fitriana
v
DAFTAR ISI
B. Tujuan ........................................................................................ 2
C. Manfaat ...................................................................................... 3
A. Persiapan .................................................................................... 5
B. Lokasi ......................................................................................... 5
C. Pelaksanaan ................................................................................ 5
vi
F. Ergonomi .................................................................................... 32
I. SMK3 .......................................................................................... 39
K. Implementasi 5R ........................................................................ 42
N. Utilitas ........................................................................................ 47
D. Ergonomi .................................................................................... 57
G. SMK3 ......................................................................................... 60
I. Implementasi 5R ........................................................................ 61
L. Utilitas ........................................................................................ 63
BAB V. PENUTUP......................................................................................... 64
vii
A. Kesimpulan ................................................................................. 64
B. Saran............................................................................................ 66
LAMPIRAN
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Persyaratan SMK3.
Lampiran 11. SK Direksi PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. tentang Sistem
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Hasil Pengukuran Kadar Debu di Unit Finish Mill dan Unit Packer.
Tabel 2. Hasil Pengukuran Kebisingan di Unit Finish Mill dan Unit Packer.
Tabel 3. Hasil Pengukuran Penerangan di Unit Finish Mill dan Unit Packer.
Tabel 4. Hasil Pengukuran Iklim Kerja di Unit Finish Mill dan Unit Packer.
x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada dasarnya perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa baik saat ini
maupun yang akan datang tidak dapat lepas dari peranan proses industrialisasi.
Sedangkan maju mundurnya suatu industri sangat ditunjang oleh peranan tenaga
kerja. Untuk membangun tenaga kerja yang produktif, sehat dan berkualitas perlu
manajemen K3 itu sendiri adalah sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan
penanggulangan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, K3
yang telah selesai dilaksanakan selama 1 bulan penuh di PT. Semen Gresik
(Persero) Tbk. Pabrik Gresik, maka penulis akan membahas mengenai program
1
2
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui faktor bahaya yang ada di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
Kerja (K3) di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik yang meliputi;
manajemen lingkungan.
Pabrik Gresik.
4. Untuk mengetahui proses water treatment yang ada di PT. Semen Gresik
5. Untuk mengetahui berbagai utilitas yang ada di PT. Semen Gresik (Persero)
C. Manfaat
1. Perusahaan
Kerja (K3), Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta
manajemen lingkungan dengan baik dan benar sehingga tingkat kecelakaan kerja
dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) serta pencemaran lingkungan baik di dalam
mengenai penerapan K3 secara nyata agar kelak dapat bersaing di dunia kerja.
mandiri yang akan membawa nama baik program D-III Hiperkes dan
bidang K3.
3. Mahasiswa
nyata.
4
A. Persiapan
pelaksanaan magang ke PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Gresik Jawa Timur
pada bulan November 2008. Kemudian setelah proposal magang dipelajari oleh
B. Lokasi
C. Pelaksanaan
tanggal 2 Februari – 27 Februari 2009 dengan 5 hari kerja mulai pukul 08.00 –
16.00 WIB dengan jadual kegiatan dapat dilihat pada lampiran 1. Adapun teknik
1. Observasi
2. Wawancara
3. Analisa Data
sudah ada.
4. Kepustakaan
laporan yang sudah ada, arsip-arsip dan sumber-sumber lain yang berada di
HASIL MAGANG
A. Profil Perusahaan
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. mempunyai 2 (dua) pabrik, yaitu Pabrik
bidang industri semen dan merupakan pabrik semen pertama yang dibangun
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. pada awalnya didirikan dengan nama NV Pabrik
Semen Gresik yang berdiri pada tanggal 25 Maret 1953 dengan Akta Notaris
Raden Mr. Soewandi No. 41, diresmikan oleh Presiden RI pertama pada tanggal 7
berubah menjadi PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. berdasarkan Akta Notaris J.N.
Pada tanggal 8 Juli 1991 PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. tercatat di Bursa
Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) pertama yang menjual sahamnya kepada masyarakat (go public)
sejak bulan Juli 1991. Komposisi kepemilikan saham pada saat itu adalah Negara
8
global industri yang terus berlangsung hingga saat ini, komposisi pemilikan saham
Negara RI 65% dan Masyarakat 35%. Tanggal 15 September 1995 PT. Semen
Gresik (Persero) Tbk. berkonsolidasi dengan Semen Padang (SP) dan Semen
Tonasa (ST), yang kemudian dikenal dengan nama Semen Gresik Group (SGG).
Cemex S.A. de C.V. sebuah perusahaan semen global yang berpusat di Mexico.
Pada tanggal 27 Juli 2006 Blue Valley Holding PTE Ltd. yang berkantor di
(147.694.848 lembar) saham PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. yang dimiliki
Cemex. Sejak saat itu komposisi kepemilikan saham berubah menjadi; Pemerintah
51,01%, Masyarakat 24,09% dan Blue Valley Holding PTE Ltd. 24,90%.
diantaranya; Semen Portland Tipe I (OPC), Semen Portland Tipe II, Semen
9
Portland Tipe III, Semen Portland Tipe V, Special Blended Cement (SBC),
B. Proses Produksi
antara lain; 80% batu kapur, 15% tanah liat, 4% pasir silika dan 1% pasir besi.
Proses produksi Semen Gresik secara garis besar terbagi menjadi 5 (lima) tahapan
Setiap tahapan di atas akan dibagi menjadi unit-unit tersendiri, dimana tiap
unit akan dihimpun oleh seorang kepala seksi. Dalam melaksanakan tanggung
kelancaran proses produksi dapat berjalan dengan baik. Berikut ini akan
dijelaskan secara rinci mengenai alur proses yang ada pada tiap bagian.
Sebagaimana diketahui bahwa bahan baku utama untuk pembuatan semen adalah
batu kapur dan tanah liat. Adapun pelaksanaan penambangan kedua bahan
penambangan batu kapur dibagi menjadi 3 kuarri yaitu; Kuarri Tuban I, Kuarri
Tuban II dan Kuarri Tuban III. Langkah-langkah penambangan batu kapur adalah:
1) Pembersihan (cleaning)
Langkah ini dilakukan pada daerah bahan galian yang ditutupi lapisan tanah
penutup.
4) Pengeboran (drilling)
meter dan jarak antar lubang 1,5 − 3 meter. Sedangkan peralatan yang dipakai
yaitu crowl air drill (alat bor) dan compressor (alat penggerak bor).
5) Peledakan (Blasting)
Langkah pertama dari peledakan ini adalah mengisi lubang yang telah dibuat
dengan bahan peledak. Lubang yang tidak diisi dengan bahan peledak
11
machine (alat peledak) dan ohmmeter (alat pengukur daya ledak). Pada saat
Diameter batu kapur yang dapat dihancurkan oleh crusser batu kapur
maksimal 1200 mm. Oleh karena itu, batuan hasil peledakan yang memiliki
diameter lebih dari 1200 mm dipecah lagi dengan menggunakan alat pemecah
Batu kapur yang telah mempunyai ukuran yang sesuai, diangkut menggunakan
dump truck.
8) Penghancuran
b. Tanah Liat
Tanah liat diambil dari daerah penambangan Sembungrejo, yang terdiri dari
penambangan batu kapur, maka penambangan tanah liat pun melalui beberapa
tahapan yaitu:
12
1) Pembersihan (cleaning)
Pada tahap ini dilakukan pembersihan kotoran dan tumbuhan yang ada di
2) Penggalian (loading)
Tahap ini merupakan tahap pengambilan tanah dari kuarri. Tanah liat diambil
dari kuarri dengan cara digali atau dikeruk menggunakan back hoe atau
3) Pengangkutan
Pada tahap ini tanah liat diangkut dari tambang ke penimbunan tanah liat di
Selain bahan baku utama batu kapur dan tanah liat tersebut, proses
pembuatan semen juga menggunakan bahan baku koreksi dan bahan baku
tambahan. Bahan baku koreksi terdiri dari pasir besi dan pasir silika. Kedua bahan
ini tidak diproduksi oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. melainkan didatangkan
dari pihak ketiga. Pasir besi dibeli dari daerah Cilacap, sedangkan pasir silika
dibeli dari Bojonegoro. Untuk bahan baku tambahan ada 2 (dua) macam yaitu
a. Gypsum
1) Gypsum sintetis, diperoleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
2) Gypsum alam, hanya sebagai cadangan yang didatangkan dari Thailand dan
Australia.
b. Trass
Merupakan semen alam dan berasal dari abu gunung berapi yang
bahan mentah yang memiliki komposisi sesuai dengan kebutuhan umpan kiln.
Penyesuaian komposisi ini dilakukan dengan menambahkan pasir silika, pasir besi
dan batu kapur berkualitas tinggi ke dalam campuran batu kapur dan tanah liat.
Unit pembakaran dan pendinginan secara umum dapat dibagi menjadi tiga
bagian yaitu pengolahan batu bara, penyiapan umpan kiln dan bagian pembuatan
terak.
Dari hopper, batu bara dibawa dengan appron conveyor dan belt conveyor untuk
disimpan di dua tempat melalui tripper gateke tempat penimbunan di area proses
dengan kapasitas 2 × 7.500 ton. Dari tempat penimbunan, batu bara mentah
diangkut dengan scrapper reclaimer dan belt conveyor yang dilengkapi dengan
metal detector untuk disimpan dalam bin batu bara mentah yang memiliki
kapasitas 250 ton. Dari bin, batu bara mentah dikeluarkan dan dipindahkan
14
dengan belt conveyor untuk disimpan di rotary feeder penggilingan batu bara
dengan laju alir 55 ton/jam. Dalam roller mill, batu bara digiling dan dikeringkan
secara bersamaan. Kebutuhan udara panas roller mill diperoleh dari gas kekuasaan
Produk roller mill yang mempunyai kehalusan 80% lolos ayakan 90 mikron,
ditangkap oleh bagian filter dan disimpan dalam bin batu bara halus yang
mempunyai kapasitas 120 ton. Dari bin ini batu bara ditransfer dengan
manggunakan pompa menuju bin batu bara halus berkapasitas 70 ton atau ke bin
batu bara halus berkapasitas 120 ton. Ketiga bin tersebut dilengkapi dengan load
Pemasukan tepung baku ke dalam setiap blending silo diatur lewat corong
distribusi, yang kemudian didistribusikan ke sepuluh buah air slide yang terdapat
di bagian dalam silo. Pengisian tepung baku dalam silo ini diatur serba bergantian
secara bergantian setiap 36 menit dan untuk memperoleh hasil pencampuran yang
baik, isi silo dijaga agar selalu terisi lebih dari separuh kapasitas silo.
melalui 2 dari 10 buah flow gate pada setiap silo. Material yang keluar dari kedua
silo diangkut ke bin umpan kiln yang berkapasitas 90 ton melalui air slide masuk
ke function box, bucket elevator dan air slide. Dari bin umpan kiln dimasukkan ke
bin kalibrasi dengan kapasitas masing-masing 50 ton. Hal ini dilakukan untuk
memudahkan pembagian material masuk aliran preheater ILC (In Line Calsiner)
15
dan SLC (Separate Line Calsiner). Keluaran material dari bin kalibrasi diatur oleh
flow meter dan dibawa dengan air slide menuju air lift untuk diteruskan ke
preheater ILC dan SLC. Gas panas untuk ILC diperoleh dari kiln dan gas panas
c. Pembuatan Terak
Umpan kiln dimasukkan ke dalam preheater ILC dan SLC pada riser duet di
siklon 1 dengan laju alir 254 ton/jam. Di dalam preheater umpan kiln terkalsinasi
sampai 96% kemudian masuk ke dalam kiln dan terkalsinasi sampai 100%. Suhu
pada preheater ±830oC, kemudian pada kalsinasi lanjutan suhunya 900 − 1000oC
pada suhu 1000 − 1200oC semua oksida aluminium bereaksi dengan kapur
pelelehan pada temperatur 1400 − 1450oC menjadi terak. Terak didinginkan dari
1450oC menjadi 300oC secara cepat dengan hembusan udara dari blower.
yang rapuh.
Reciprocating grate cooler terdiri dari gate-gate atau ayakan yang letaknya
miring dimana bagian atasnya berjalan terak panas degan temperatur ±1000oC.
Material yang keluar dari kiln jatuh ke gate-gate cooler kemudian didinginkan
secara cepat oleh udara blower dan terbentuklah clinker dengan suhu 70 − 120oC.
kurang dari 1 cm akan dibawa ke hamme mill untuk dipecah menjadi bagian yang
lebih kecil. Hasilnya bersama dengan yang lolos terbawa oleh drag conveyor
Unit penggilingan semen terbagi menjadi 2 (dua) bagian besar yaitu bagian
penggilingan yang disertai dengan penanganan bahan tambahan yaitu gypsum dan
trass dan bagian penggilingan akhir yaitu penggilingan material campuran di ball
Terak yang keluar dari cooler dibawa oleh pan conveyor yang berkapasitas
470 ton/jam menuju penimbunan terak tertutup (dome) yang berkapasitas 75.000
ton. Sedangkan terak mentah (unburn clinker) dibawa ke bin (kapasitas 1000 ton)
untuk disimpan sementara waktu karena terak mentah ini dapat dipakai lagi. Terak
mentah dikeluarkan melalui sistem pengeluaran dengan kapasitas 445 ton/jam dan
dibawa dengan dump truck ke hopper dan belt conveyor untuk dicampur dengan
terak dari dome kemudian disimpan di bin terak. Dome memiliki lubang keluaran
sebanyak 10 buah yang dilengkapi dengan aumund clinker discharge gate. Terak
keluar dari dome dengan laju 250 − 275 ton/jam, jatuh ke belt conveyor yang
berada dibawah dome dan dibawa ke bin terak menggunakan bucket elevator.
Produk penghancur dibawa dengan bucket elevator ke bin gypsum atau bin trass
Terak, gypsum dan trass (bila digunakan) keluar dari bin masing-masing,
kemudian ditimbang oleh alat penimbang dan dibawa surge bin atau ke finish mill
menggunakan belt conveyor dan bucket elevator. Belt conveyor dilengkapi dengan
metal detector untuk mengambil material asing (khususnya logam) yang ikut
terbawa. Campuran terak, gypsum dan trass sebanyak 537 ton/jam keluar dari bin
akhir dan untuk mendapatkan semen dengan kehalusan tinggi. Sebagian material
dan kompartemen II. Kompartemen I sepanjang 2,5 meter berisi bola-bola logam
Produk yang mempunyai kehalusan tinggi dibawa oleh aliran udara masuk
ke dalam siklon dan fuller plenum dust collector bercampur dengan produk siklon
dibawa ke silo semen yang berjumlah 4 buah menggunakan air slide dan bucket
18
elevator. Temperatur produk semen yang keluar dari finish mill dikendalikan oleh
penarik udara dan sistem udara semprot yang ada pada penggiling dan pemisah.
Kedua alat pengendali ini menjaga agar temperatur produk yang keluar dari
Tahap pengantongan semen dimulai dari silo penyimpan semen yaitu silo I,
II, III dan IV yang masing-masing berkapasitas 18.000 ton. Alur proses semen
dari keempat silo dibagi menjadi 2 jalur yaitu jalur 1 untuk semen yang keluar
dari silo I dan II, sedangkan jalur 2 untuk semen yang keluar dari silo III dan IV.
Material yang keluar dari silo diatur oleh pengendali aliran dengan masa ganti
pengendali 8 − 12 menit.
Dari silo semen dihembus oleh udara untuk dibawa air slide menuju 2 dari 3
asing dan dibawa ke bin pusat yang berjumlah 2 buah secara bergantian.
Aliran semen setelah melewati bin pusat terbagi menjadi 2 yaitu aliran untuk
semen curah dan semen yang akan dijual dalam bentuk kantong. Aliran semen
curah masuk ke air slide, bin semen curah dan truk yang akan membawa semen
ke konsumen. Sedangkan untuk semen kantong setelah melewati bin pusat dibawa
dengan air slide ke bin rote packer dan rotary yang diatur dengan rentang berat
49,5 − 50,75 kg. Jika berat semen <49,5 kg dikeluarkan lewat bag reject. Semen
yang tidak lolos uji akan diayak, dibawa screw conveyor dan dikembalikan ke
19
bucket elevator. Semen yang lulus uji dibawa oleh belt conveyor menuju truk
C. Faktor Bahaya
1. Debu
Pengukuran kadar debu di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
Berikut ini adalah hasil pengukuran kadar debu di unit finish mill dan unit
Tabel 1. Hasil Pengukuran Kadar Debu di Unit Finish Mill dan Unit Packer
Daya Waktu Debu di
Tanggal Jam Lokasi Serap Papar Udara Ket.
(1/menit) (menit) (mg/m3)
3-2-2009 13.18 Finish Mill 500 15 12,06 HVDS
3-2-2009 14.30 Finish Mill 5 15 -0,002 LVDS
3-2-2009 14.45 Packer 500 15 1,226 HVDS
3-2-2009 15.00 Packer 5 15 -0,002 LVDS
2. Bising
Gresik dilakukan dengan menggunakan alat Sound Level Meter, merk Rion, Tipe
menit. Berikut ini adalah hasil pengukuran intensitas kebisingan di unit finish mill
Tabel 2. Hasil Pengukuran Kebisingan di Unit Finish Mill dan Unit Packer
Bising Total
Tanggal Jam Lokasi
(dBA)
3-2-2009 13.58 Finish Mill 93,7
3-2-2009 14.30 Packer 84,5
3. Penerangan
Pabrik Gresik dilakukan dengan menggunakan alat Lux Meter, merk Hoiki, tipe
34. Berikut ini adalah hasil pengukuran intensitas penerangan di unit finish mill
Tabel 3. Hasil Pengukuran Penerangan di Unit Finish Mill dan Unit Packer
Cahaya
Tanggal Jam Lokasi
(Lux)
3-2-2009 14.00 Finish Mill-Bawah Mill 22,3
3-2-2009 14.15 Finish Mill 19,8
3-2-2009 14.27 Packer 4 27,3
3-2-2009 15.00 Packer 3 28,65
4. Iklim Kerja
Pengukuran iklim kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
Berfungsi untuk mengukur suhu kering dan suhu basah di lingkungan kerja.
Berikut ini adalah hasil pengukuran iklim kerja di unit finish mill dan packer
Tabel 4. Hasil Pengukuran Iklim Kerja di Unit Finish Mill dan Unit Packer
Kelembaban Kec.
Ta Tb Tg ISBB
Tanggal Jam Lokasi Nisbi Udara
(ºc) (ºc) (ºc) (ºc)
(%) (M/S)
3-2-2009 13.58 Finish Mill 29 25,5 30 75,5 26,85 0,1225
3-2-2009 14.27 Packer 29 25 30 72 26,5 0,09
Penyakit Akibat Kerja (PAK), bagian K3 PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
Alat Pelindung Kepala atau yang biasa disebut safety helmet merupakan alat
pelindung berbentuk helm yang harus digunakan oleh setiap orang yang
memasuki area pabrik. Semua helm yang disediakan oleh perusahaan sudah sesuai
standar yang dianjurkan (MSA). Warna safety helmet dibedakan menurut wilayah
atau area kerja. Macam-macam helm yang digunakan di PT. Semen Gresik
Helm ini digunakan oleh pimpinan, kepala seksi, kepala regu dan tamu.
Alat pelindung mata atau yang biasa disebut safety glass merupakan alat
kacamata dengan berbagai desain sesuai dengan fungsi atau kegunaannya dalam
melindungi mata dari hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan mata yang
mata yang disediakan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
diantaranya:
Kacamata ini digunakan pada daerah yang berdebu. Biasanya dipakai oleh para
Kacamata ini digunakan oleh para driver untuk bekerja di penggalian dan
pembersihan.
d. King A
e. King B
tangan dengan berbagai macam desain sesuai dengan kegunaannya yaitu untuk
melindungi tangan dari bahaya lecet akibat benda-benda kasar maupun bahaya
zat-zat kimia yang dapat merusak tangan. PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
Gresik telah menyediakan berbagai macam sarung tangan untuk para tenaga kerja
Sarung tangan ini digunakan untuk semua pekerjaan umum selain pekerjaan
panas.
Sarung tangan ini digunakan pada pekerjaan yang berhubungan dengan listrik.
24
Alat pelindung kaki atau biasa disebut safety shoes merupakan alat
pelindung berbentuk sepatu yang telah dirancang khusus sedemikian rupa dengan
melindungi kaki dari bahaya-bahaya yang dapat menimbulkan cedera dari resiko
pekerjaan. Jenis-jenis safety shoes yang disediakan oleh PT. Semen Gresik
a. Sepatu Karet
c. Sepatu hujan
kebisingan. Oleh karena itu, alat pelindung telinga ini harus digunakan oleh setiap
tenaga kerja yang berkerja atau memasuki area pabrik yang bising. PT. Semen
Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah menyediakan alat pelindung telinga
diantaranya:
Jenis alat pelindung telinga ini dapat mengurangi kebisingan dengan intensitas
30 – 40 Hertz. Ini dipakai pada alat bersuara berat seperti; bagian pendinginan,
Jenis alat pelindung telinga ini dapat mengurangi kebisingan dengan intensitas
15 – 20 Hertz. Ini dipakai untuk pekerja pada alat bersuara ringan yaitu pada
semua bagian.
pengelasan. Jenis-jenis alat pelindung kerja las yang disediakan di PT. Semen
a. Welding Helmet
Alat ini digunakan untuk melindungi kepala dan wajah dari percikan api pada
b. Welding Hand
Alat ini digunakan untuk melindungi tangan dari percikan api pada waktu
Alat ini digunakan untuk melindungi wajah dari percikan api yang banyak.
Alat ini digunakan untuk melindungi wajah dari percikan api pada waktu
menggerinda.
Alat ini digunakan untuk melindungi wajah dari percikan api yang ringan.
Alat ini digunakan untuk melindungi wajah dari percikan api yang berat atau
banyak.
7. Pakaian Keselamatan
berbagai bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan. Pakaian keselamatan ini dapat
berupa jaket, rompi, sabuk, baju dan lain sebagainya. PT. Semen Gresik (Persero)
diantaranya:
c. Overall
Merupakan alat pelindung badan dari percikan api pada waktu mengelas.
Merupakan alat pelindung badan untuk operator mesin yang sedang beroperasi.
f. Safety Belt
27
g. Jas Hujan
saluran pernafasan. Setiap tenaga kerja yang masuk di area pabrik yang berdebu
pernafasan yang ada di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
diantaranya:
Alat ini sebagai masker pelindung pernafasan dari bahaya debu yang sifatnya
3) Filter RF-706
4) Filter R-90 N
6) Respirator kain
Alat ini sebagai masker pelindung pernafasan dari bahaya debu yang sifatnya
Pabrik Gresik telah dibuat dan diorganisir sedemikian rupa agar proses
secara rutin selalu diadakan untuk membentuk tim yang solid dan siap tanggap.
Selain itu, seluruh karyawan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik juga
Setiap lay out gedung, tempat kerja dan perkantoran di PT. Semen Gresik
(Persero) Tbk. Pabrik Gresik selalu memiliki tangga darurat yang disertai dengan
petunjuk arah keluar berupa tanda panah yang ada pada beberapa anak tangga.
Nomor-nomor penting yang harus dihubungi jika terjadi bencana atau keadaan
Prosedur K3 yang telah dibuat oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
b. Menguji dan meninjau ulang prosedur keadaan darurat bersama petugas yang
berkompeten.
Sedangkan prosedur K3 yang telah dibuat oleh PT. Semen Gresik (Persero)
Tbk. Pabrik Gresik mengenai rencana pemulihan keadaan darurat antara lain:
yang terjadi.
2. Penanggulangan Kebakaran
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah menyediakan APAR di
setiap unit kerja bahkan di setiap sudut dan depan ruangan yang juga dilengkapi
dengan petunjuk dan prosedur cara penggunaanya serta sebuah kartu merah yang
menunjukkan kondisi APAR itu sendiri. Jenis-jenis APAR yang tersedia di PT.
1) AF – 11
2) CO2
3) Dry Chemical
4) BCF
5) Busa
Pemasangan APAR juga ditempatkan pada posisi yang terlihat dan mudah
dijangkau dengan ketinggian 125 cm dari lantai juga dilengkapi dengan kartu
yang berisikan tanggal pengisian dan kondisi APAR. Namun demikian, ada
belakang meja sehingga tidak terlihat. Ada pula beberapa kartu pengecekan yang
sudah penuh tetapi belum diganti. Untuk memantau apakah kondisi APAR tetap
berfungsi dengan baik, maka setiap satu minggu sekali atau biasa dilakukan pada
1) Memeriksa keadaan APAR seperti; isi tabung, tekanan, selang, segel dan lain-
lain. Namun demikian, baik telah digunakan atau tidak, setiap 1 tahun sekali
2) Mencatat keadaan APAR pada kartu check APAR yang telah tersedia di setiap
APAR.
b. Hidran
Hidran yang ada di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik dibagi
menjadi 2 macam:
1) Hidran lapangan yaitu hidran yang terletak di luar bangunan atau di halaman
pabrik.
berdiameter 2,5 inchi sebanyak 1 buah, selang berdiameter 2,5 inchi sebanyak
1 buah, kopling penyambung machino dan kunci hidran untuk membuka valve
hidran.
Fire Alarm System merupakan sistem deteksi dini apabila terjadi kebakaran
agar dapat segera diketahui secara cepat dan tepat. Jenis fire alam system yang ada
Detektor ini akan mengeluarkan bunyi bila sistem telah mendeteksi adanya
d. Mobil PMK
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah menyediakan 2 buah
kebakaran baik di lokasi dalam pabrik maupun di luar pabrik atau masyarakat
umum. Untuk perawatan mobil PMK ini hanya dengan pemanasan mesin secara
Lampiran:
F. Ergonomi
33
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah menerapkan sistem
ergonomi dengan cukup baik agar efektifitas dan efisiensi dalam bekerja dapat
1. Waktu Kerja
Waktu kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik dibagi
menjadi 2:
Waktu kerja untuk tenaga kerja non shift ditetapkan sebagai berikut:
WIB.
Waktu kerja untuk tenaga kerja non shift ditetapkan sebagai berikut:
1) Shift I (Pagi), bekerja pukul 07.30 – 16.30 WIB, istirahat pukul 12.00-13.00
WIB.
Sebagian besar tenaga kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
Gresik adalah pegawai kantor. Sedangkan tenaga kerja di unit produksi hanya
sebagian kecil saja. Oleh karena itu, sebagian besar tenaga kerja melakukan
pekerjaanya dengan sikap duduk. Demikian pula pada unit produksi yang
(Persero) Tbk. Pabrik Gresik sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari tata letak kursi
dan meja yang ergonomis serta penempatan komputer yang tepat. Selain itu, kursi
G. Gizi Kerja
1. Penyediaan Kantin
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik memiliki sebuah kantin
yang dipegang oleh Koperasi Semen Gresik. Kantin merupakan fasilitas untuk
memenuhi gizi kerja tenaga kerja. Namun demikian, sekarang ini makan siang
telah diganti dengan uang sejumlah Rp. 13000,00 per-hari. Akan tetapi, karena
menu makanan di kantin yang monoton dan ruangan kantin yang tidak begitu luas,
sebagian besar karyawan lebih memilih membeli makan di luar atau pulang ke
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik dalam memenuhi kebutuhan
air minum tenaga kerja, telah bekerja sama dengan anak perusahaan PT. Swabina
Gatra. Air minum tersebut tersedia di setiap unit kerja setiap harinya dalam bentuk
3. Gizi Tambahan
tambahan kepada tenaga kerjanya untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kalori
tambahan diberikan setiap hari dalam bentuk telur ayam 1 kg kepada tenaga kerja
H. Pelayanan Kesehatan
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah menerapkan 4 (empat)
Dalam hal ini, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah
badminton, pencak silat, fitness, senam dan olahraga selam yang semuanya
bersifat mengolah tubuh. Selain itu, ada juga dansa, reok dan tari-tarian yang
2. Preventif yaitu mencegah tenaga kerja terhindar dari penyakit yaitu dengan
kehidupan sehari-hari.
3. Kuratif yaitu bekerja sama dengan Rumah Sakit Semen Gresik terkait dengan
tenaga kerja yang mengalami penurunan fungsi faal tubuh atau ada kecacatan
telah terealisasi dengan baik. Ini terbukti dengan adanya realisasi tahunan seperti
1. Poliklinik
tenaga kerja dari pukul 08.00 − 10.00 WIB. Pelayanan kesehatan di poliklinik
didukung oleh seorang dokter dan seorang perawat yang telah sertifikasi
2. Rumah Sakit
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. memiliki sebuah rumah sakit yang kini
telah menjadi anak perusahaan yaitu Rumah Sakit Kartini yang letaknya tidak
jauh dari PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik. Rumah Sakit Kartini
telah memiliki fasilitas yang serba modern dengan didukung oleh dokter ahli atau
spesialis berbagai macam penyakit yang didatangkan dari Surabaya. Rumah Sakit
37
ini melayani segala macam penyakit dari yang ringan sampai yang kronis. Tenaga
Kerja yang mengalami kecelakaan kerja juga ditangani di rumah sakit ini. Selain
melayani pegawai dan karyawan dari PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, rumah
sakit ini juga melayani masyarakat umum. Namun demikian, pelayanan terhadap
pegawai dan karyawan dari PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. lebih diutamakan.
3. P3K
Di setiap unit kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
disediakan kotak P3K untuk menanggulangi kecelakaan kerja ringan agar tidak
terjadi infeksi dan luka bertambah parah juga agar sakit-sakit yang ringan dapat
Berikut ini merupakan daftar isi kotak P3K yang tersedia di PT. Semen Gresik
debu atau benda-benda asing lainnya dan dapat juga membasmi kuman-kuman
e. Rivanol, berfungsi untuk membersihkan luka baru agar terhindar dari infeksi.
38
f. Rheumason 20 gr, merupakan obat gosok tidak dianjurkan untuk luka dan
g. Kasa pembalut steril 10 cm 2 roll, merupakan penutup luka setelah diberi obat.
4. Pemeriksaan Kesehatan
bekerja. Bentuk pemeriksaan ini berupa pemeriksaan kesehatan calon tenaga kerja
dimana calon yang masuk seleksi diharuskan sehat dan produktif sehingga
itu, pemeriksaan kesehatan awal ini juga dimaksudkan untuk menempatkan tenaga
kerja pada kondisi yang sesuai dengan keadaan fisik dan kemampuannya masing-
pengukuran berta badan, tinggi badan, visus dan tensi darah, radilogi,
test seperti SGOT dan SGP, pemeriksaan lemak darah, pemeriksaan gula darah,
pemeriksaan urine, pemeriksaan radiologi seperti faal paru, telinga dan gigi.
(Persero) Tbk. yaitu sekitar 97% − 98% dan sisanya yang tidak melakukan check
Semen Gresik (Persero) Tbk. seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), paru-paru,
TBC, ISPA, penyakit kelainan dalam kandungan dan beberapa penyakit dalam
lainnya .
I. SMK3
diadopsi oleh Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG) pada tahun 1988. SMK3
ini telah diterapkan di seluruh unit kerja untuk menjamin keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada di lingkungan tempat
1. P2K3
berstandar Internasional. Untuk itu, pada tahun 2007 akhirnya PT. Semen Gresik
(Persero) Tbk. berusaha untuk sertifikasi OHSAS 18001 versi 2007. Akan tetapi,
2. IPDK
sisi K3-nya dengan harapan bisa menekan potensi bahaya yang akan terjadi.
terintregrasi dengan ISO 14001 yang merupakan pemenuhan persyaratan dari ISO
3. Audit SMK3
c. Menetapkan jadual dan pelaksanaan audit eksternal SMK3 oleh badan audit
2. Surat Keputusan Direksi PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. (lampiran 11)
Surat Ijin Kerja merupakan salah satu prosedur yang dibuat oleh bagian K3
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. bagi karyawan yang akan melakukan pekerjaan
yang memiliki resiko tinggi dan juga potensi dampak yang besar seperti; bekerja
yang mudah meledak, pekerjaan yang berhubungan dengan panas dan radiasi,
Surat ijin yang diberikan oleh bagian K3 perusahaan juga harus memperoleh
ijin dari Seksi Inspeksi Pemeliharaan Material (IPM). Bagian K3 selain memberi
berbahaya tersebut, seperti halnya pada pekerjaan bongkar muat bahan berbahaya
42
yang harus diawai oleh petugas K3. Berdasarkan pelaksanaannya, surat ijin kerja
a. Safety Permit
Surat ijin kerja ini digunakan untuk tenaga kerja PT. Semen Gresik (Persero)
Tbk.
b. Work Permit
Surat ijin kerja ini digunakan untuk tenaga kerja tidak tetap seperti
pemborong.
K. Implementasi 5R
1. Dokumentasi
a. Kapan dilaksanakan?
b. Kapan selesai?
b. Tanggung jawab tidak hanya pada 1 orang yang menjadi ketua di unit
d. Tidak ada sanksi bagi yang tidak dapat memenuhi target. Sanksinya hanya
(Persero) Tbk. Pabrik Gresik yaitu dengan diadakannya program kerja penerapan
5R, sehingga penerapan program yang lain juga dapat memperoleh hasil yang
maksimal.
Berikut ini adalah salah satu bentuk dari program kerja penerapan 5R di
salah satu unit kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik.
L. Manajemen Lingkungan
Standarisasi bak sampah yang ada di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
ATK, plastik, botol non eks kimia, daun, potongan dan gergajian kayu, lampu
pijar bekas, kertas sisa uji, padatan sisa uji (semen, kubus, pallet dan lain-
lain), brick bekas non magnesite chrome, castable, sisa makanan dan
sejenisnya.
2) Sampah yang berasal dari bengkel seperti; ACCU bekas, ebonite, minyak
3) Sampah yang berasal dari laboratorium seperti; limbah bahan kimia, botol
saring, filter oil, bag filter, sutera buis, potongan belt conveyor, gergajian kena
minyak pelumas bekas, hasil oil trap, solar bekas dan sejenisnya.
(A) = potongan plat, potongan pipa, sisa kawat las dan sejenisnya.
(B) = potongan kabel atau tembaga, kuningan, carbon brush dan sejenisnya.
45
(C) = gram bubut atau bor, sisa babit metal dan sejenisnya.
2. Pengelolaan Limbah
kemudian masuk ke dalam tangki. Dari analisa mix, ada pengolahan secara kimia
dan fisika. Dalam pengolahan baik secara fisika maupun kimia diadakan
pencucian. Jika tangki sudah penuh, akan dikeluarkan lagi untuk dilakukan
tersebut terdapat ikan sebagai indikator. Apabila ikan tersebut mati, berarti kadar
Untuk limbah kimia yang berasal dari bekas-bekas bahan bakar dari
pembakaran kiln di unit finish mill dan unit packer kadang-kadang digunakan
Pengelolaan limbah cair di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
tidak dilakukan di dalam pabrik. Semua limbah cair dari pabrik dikumpulkan dan
dibawa ke PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Tuban untuk dijadikan satu
dengan limbah cair yang ada di sana. Untuk proses selanjutnya ada pabrik luar
Sedangkan untuk limbah yang dihasilkan dari hasil produksi di PT. Semen
Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik ditampung di TPA dan disimpan di dalam
digabungkan dengan limbah B3 dari PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
46
Tuban. Setelah itu, limbah akan dilelang atau diserahkan ke perusahaan lain atau
kepada pihak yang berkenan untuk mengolah. Contoh limbah tersebut yaitu IDO
bekas (bekas minyak kiln) dan oli bekas atau oli trapp.
M. Water Treatment
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik memiliki 2 Reservoir yaitu
I berisi air setengah bersih yang berasal dari Gunung Sari di Surabaya, Sungai
Mas dan Telaga Ngipik di Desa Ngipik. Sedangkan Reservoir II berisi air kotor
yang berasal dari air penampungan dari got-got, perumahan dan limbah rumah
sakit.
jalan-jalan di wilayah pabrik agar debu-debu tidak berhamburan. Selain itu, air
dari Reservoir II juga digunakan oleh anak perusahaan sebagai bahan baku
produksi pembuatan ternit atau asbes serta digunakan oleh PT. Glass untuk
membuat gelas dan botol-botol yang bahan bakunya adalah pasir dan air limbah.
pengolahan air di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik yang jumlahnya
ada 4 buah. Di dalam tangki pengendap ini, ada tawas untuk menjernihkan air
serta kaporit untuk mengendapkan kotoran dan membunuh kuman. Dari tangki
pengendap, air dialirkan ke tangki filter yang jumlahnya ada 10 buah. Tangki
filter berisi 4 sap yaitu dengan urutan dari yang paling bawah; pasir, kerikil yang
paling kecil, kerikil yang ukurannya sedang dan kerikil yang paling besar. Pasir
47
dan kerikil-kerikil tersebut berguna untuk menyaring air agar lebih bersih. Setelah
itu, dari tangki filter, air masuk ke sumur yang telah berisikan klor yang berfungsi
tangki distribusi di Gunung belakang PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
Gresik yang jumlahnya ada 4 tangki tandon. Di dalam tandon tersebut air sudah
bersih dan siap dipakai untuk dialirkan ke seluruh area pabrik, Perumahan Semen
N. Utilitas
bekerja secara kontinyu. Kompresor yang berkapasitas tekanan 100 psig dan
power motor 200 HP sebanyak 10 buah digunakan untuk men-suplay udara tekan
pada proses produksi di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik.
mendistribusikan bahan bakar berupa batu bara dan IDO (minyak kiln).
Keuntungan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik memiliki bagian
penyediaan bahan bakar yaitu agar bahan bakar selalu siap tersedia saat
menunggu datangnya bahan bakar sangatlah kecil. Untuk kegunaan bahan bakar
a. Batu bara sebagai bahan bakar pada kiln, preheater ILC dan preheater SLC.
b. IDO sebagai bahan bakar kiln dan pemanas udara juga preheater ILC dan
Tenaga Listrik (PTL) sendiri yang lokasinya berada di dalam lingkungan pabrik.
PTL ini berguna untuk memenuhi keperluan akan listrik di seluruh unit kerja
4. POM Bensin
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik memiliki POM bensin yang
proses produksi seperti; forklift, truk pengangkut, mobil PMK dan lain-lain.
5. Laboratorium
agar kualitas produk yang dihasilkan bermutu tinggi. Jadi, produksi semen di PT.
hanya khusus untuk pengujian Semen Gresik saja, laboratorium ini juga
seperti Tiga Roda, Holcim dan lain-lain juga melakukan pengujian terhadap
produk semen mereka di laboratorium milik di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
ini.
6. Pelabuhan
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. memiliki pelabuhan sendiri yang lokasinya
tidak jauh dari pabrik. Pelabuhan ini berfungsi untuk mendistribusikan produk
Semen Gresik ke luar pulau yaitu dengan menggunakan kapal-kapal milik anak
PEMBAHASAN
A. Faktor Bahaya
1. Debu
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik terutama di unit finish mill dan
unit packer. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE-
01/MEN/1997 tentang Nilai Ambang Batas Bahan Kimia di Udara Tempat Kerja,
Dari hasil pengukuran debu, kadar debu di finish mill melebihi NAB yaitu
dengan hasil HVDS sebesar 12,06 mg/m3. Hal ini kemungkinan akibat kebocoran
debu semen merupakan debu filter dengan permukaan yang sangat halus karena
telah melalui pembakaran dengan suhu 1400 − 1450ºC, sehingga bakteri atau
kuman tidak mungkin dapat hidup dalam suhu setinggi itu. Hal ini terbukti bahwa
tenaga kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik yang sebagian
besar telah bekerja selama 30 tahun di unit ini tidak pernah mengalami keluhan
kesehatan yang diakibatkan oleh debu semen seperti batuk-batuk akut maupun
mg/m3. Nilai ini masih di bawah NAB untuk debu semen sebesar 10 mg/m3.
Sedangkan untuk nilai pengukuran LVDS baik di unit finish mill maupun unit
packer hanya sebesar -0,002 mg/m3. Ini menunjukkan bahwa nilai pengukuran
nol.
kerja, tetapi PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah memasang alat
Dust Collector (DC) di unit finish mill dan unit packer. Dust Collector merupakan
alat penyerap debu yang ada pada unit finish mill dan unit packer. Selain itu,
mengharuskan tenaga kerja untuk menggunakan masker pada saat memasuki area
unit finish mill dan unit packer. Namun demikian, terkadang ada pula tenaga kerja
yang tidak mau memakai masker dengan alasan ribet dan sulit bernafas. Akan
tetapi, dalam hal ini perusahaan tidak memberikan sanksi yang tegas untuk
2. Bising
Bising merupakan faktor bahaya yang tidak terhindarkan di unit finish mill
dan unit packer. Hal ini dikarenakan di kedua unit tersebut sebagian besar
dikatakan bahwa “kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang
52
bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat
untuk kebisingan yaitu sebesar 85 dBA dalam waktu 8 jam sehari atau 40 jam
8 jam 85
4 jam 88
2 jam 91
1 jam 94
30 menit 97
15 menit 100
7,5 menit 103
3,75 menit 106
1,88 menit 109
0,94 menit 112
28,12 detik 115
14,06 detik 118
7,03 detik 121
3,52 detik 124
1,76 detik 127
0,88 detik 130
0,44 detik 133
0,22 detik
136
0,11 detik
139
93,7 dBA dengan waktu pemajanan selama ±15 menit per-hari. Sedangkan
hari yaitu sebesar 100 dBA. Oleh karena itu, intensitas kebisingan di unit finish
sebesar 84,5 dBA dengan waktu pemajanan selama 8 jam per-hari. Sedangkan
Meskipun unit finish mill dan unit packer masih dalam katagori aman dari
bahaya kebisingan, tetapi PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. tetap mengharuskan
tenaga kerjanya untuk memakai ear plug pada saat memasuki area unit finish mill
3. Penerangan
perlu diperhatikan. Dengan penerangan yang cukup, maka suatu pekerjaan akan
berjalan dengan baik dan lancar. Berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan No. 7
tingkat ketelitian tinggi. Untuk hasil pengukuran penerangan di unit finish mill
didapat intensitas sebesar 22,3 lux dan 19,8 lux, sedangkan untuk unit packer
sebesar 27,3 lux dan 28,65 lux. Dari nilai pengukuran intensitas penerangan baik
di unit finish mill maupun unit packer dinyatakan masih kurang dari nilai yang
energi. Hal ini dikarenakan aktivitas di unit finish mill dilakukan melalui Control
Center Room (CCR). Namun demikian, pada saat dilakukan perbaikan, maka
penerangan di unit finish mill tersebut akan ditambah sebesar 300 lux sesuai
dengan nilai yang diperkenankan. Sedangkan di unit packer yang juga memiliki
intensitas penerangan kecil seharusnya ditambah karena di unit ini ada tenaga
kerja yang bekerja mengepak semen ke dalam sak selama 8 jam kerja dalam
sehari. Jika hal tersebut dibiarkan terus menerus akan berakibat kurang baik bagi
akibat kerja terutama yang berkaitan dengan mata dan kecelakaan kerja akibat
penglihatan yang kurang jelas sehingga bisa saja tenaga kerja terjepit alat
pengepak semen.
4. Iklim Kerja
Faktor iklim kerja sangat erat kaitannya dengan kesehatan tenaga kerja. Jika
iklim kerja di suatu tempat kerja itu buruk, maka dapat menyebabkan tenaga kerja
Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP. 51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang
Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja, dinyatakan bahwa, “iklim kerja adalah hasil
perpaduan antara suhu, kelembaban, kecepatan gerakan udara dan panas radiasi
dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh tenaga kerja sebagai akibat
Dari hasil pengukuran iklim kerja, kelembaban nisbi di unit finish mill yaitu
sebesar 75,5%. Nilai tersebut masih sesuai dengan NAB untuk kelembaban nisbi
yaitu sebesar 65 − 95%. Untuk suhu basah alami di unit finish mill yaitu sebesar
25,5ºC, juga masih sesuai dengan kriteria suhu basah alami 21 − 30ºC. Sedangkan
pada unit packer, kelembaban nisbi yang didapat sebesar 72%, masih sesuai
dengan nilai yang diperkenankan. Dan untuk suhu basah alaminya diperoleh
Meskipun tidak ada masalah mengenai iklim kerja di unit finish mill dan unit
packer, akan tetapi akan lebih baik jika ventilasi di kedua unit tersebut ditambah
Dari hasil pengamatan mengenai APD, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
untuk memberi alat-alat perlindungan diri pada para tenaga kerja”. Hal ini terbukti
dari persediaan APD di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik sudah
lengkap dan semuanya sesuai standar keselamatan (MSA). Akan tetapi, tidak
semua karyawan mau mentaati pemakaian APD pada saat sedang bekerja dengan
alasan ribet, kurang nyaman atau mengganggu pekerjaan. Hal ini ternyata tidak
terlalu ditanggapi serius oleh perusahaan dengan tidak adanya sanksi untuk
karyawan yang tidak mau mentaati pemakaian APD. Oleh karena itu, sebaiknya
56
pemakaian APD disosialisasikan lagi kepada seluruh tenaga kerja PT. Semen
Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik dan dibuat sanksi tertulis bagi yang tidak mau
memakainya.
(Persero) Tbk. Pabrik Gresik sudah cukup baik. Hal ini dapat terlihat dari lay out
gedung perkantoran atau tempat kerja yang bertingkat pasti memiliki tangga
darurat. Selain itu, ada petunjuk-petunjuk arah untuk keluar gedung dan nomor-
nomor telepon penting yang harus dihubungi pada saat keadaan darurat.
secara berkala untuk mengetahui kehandalan pada saat kejadian yang sebenarnya.
diantaranya:
menjamin bahwa pegawai yang mengalami trauma dan situasi yang dinyatakan
dalam keadaan darurat menjadi pulih kembali dalam kondisi normal secara cepat.
Gresik belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Pemeliharaan APAR, pasal 4 (1) yaitu “setiap satu atau kelompok alat pemadam
57
api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah
dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan” dan
pasal 4 (3) yaitu “tinggi pemberian tanda pemasangan tersebut (ayat 1) adalah 125
cm dari dasar lantai tepat di atas satu atau kelompok alat pemadam api ringan
bersangkutan”. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa APAR yang ditempatkan
di pojok ruangan yang tidak dapat dilihat dengan jelas karena tertutup oleh
perabotan ruangan seperti meja dan ada pula kartu pengecekan APAR yang belum
diganti meskipun sudah penuh. Selain itu, masih ada banyak APAR yang
tersebut.
D. Ergonomi
Waktu kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik sudah sesuai
(2.b) yaitu 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.
Karena waktu kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik hanya 8
jam sehari dalam 5 hari kerja yaitu Senin − Jum’at kecuali bagi yang lembur.
Sikap tubuh tenaga kerja di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
dilakukan dengan duduk karena sebagian besar tenaga kerjanya bekerja di bagian
(CCR) karena hampir seluruh proses produksi di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
Pabrik Gresik menggunakan panel dengan CCR. Di ruang CCR tersebut tenaga
58
panel dengan CCR mudah dijangkau dengan arah yang tepat sesuai dengan
E. Gizi Kerja
sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE-
01/MEN/1979 tentang pengadaan kantin dan ruang makan. Selain itu, untuk
memenuhi gizi kerja yang baik, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
juga telah menyediakan air minum bermerk “SWA” yang tersedia di setiap unit
kerja dalam bentuk botol dan gelas plastik serta memberikan gizi tambahan bagi
Dari hasil pengamatan, sebagian besar tenaga kerja tidak mau memanfaatkan
kantin pabrik untuk makan pada saat istirahat. Pihak perusahaan maupun koperasi
yang telah menyelenggarakan kantin juga tidak ada upaya untuk memperbaiki
keadaan kantin agar tenaga kerja mau memanfaatkannya kembali, semisal dengan
memperluas ruang kantin dan mengatur menu makanan agar tidak monoton dan
F. Pelayanan Kesehatan
paling sedikit 10 orang”. Jika memperhatikan isi dari pasal di atas maka jelaslah
bahwa PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik termasuk dalam kriteria
tempat kerja dengan berbagai ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak
kesehatan, tidak hanya terhadap tenaga kerja, tetapi juga terhadap orang lain yang
sakit, kotak P3K di setiap unit kerja dan pemeriksaan kesehatan awal, berkala juga
khusus, berarti PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik sudah
Selain itu, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik juga memiliki
dokter dan perawat yang telah sertifikasi memperoleh pelatihan Hiperkes dan
Keselamatan Kerja. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja
dalam bidang Higene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja”. Selain itu,
hal tersebut juga telah sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
G. SMK3
dan Kesehatan Kerja dengan baik yang berlandaskan pada Sistem Manajemen
Mutu ISO 9001, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Sistem
Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah melaksanakan tugasnya dengan baik
dilaksanakan setiap bulan. Kemudian hasil inspeksi oleh masing-masing unit kerja
menentukan apakah kegiatan tersebut efektif. Audit internal SMK3 ini dilakukan
Kekurangan yang ditemukan pada saat audit diprioritaskan dan dipantau untuk
Dengan adanya Surat Ijin Kerja sebagai salah satu prosedur dalam
melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya yang tinggi, maka PT. Semen
SMK3. Selain itu, Surat ijin kerja sangat menentukan tindakan yang harus
I. Implementasi 5R
dengan sangat baik. Penerapan 5R ini merupakan salah satu bentuk kegiatan
lingkungan kerja dan sikap kerja para tenaga kerja yaitu dengan perpaduan antara
kondisi tempat kerja yang baik dan sikap positif serta kemauan belajar untuk
unit. Namun demikian, penerapan 5R yang terbilang paling baik dan efektif yaitu
di unit bengkel mesin PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik dimana
62
mesin ini telah memperoleh Piala Emas dari kompetisi 5S Antar Perusahaan Se-
Jawa Timur untuk kategori pembentukan karakter atau tabiat kerja tenaga kerja
J. Manajemen Lingkungan
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah menerapkan prosedur
Kebersihan dan dibantu oleh anak perusahaan PT. Swabina Gatra yang bertugas
sebagai tenaga kebersihan dan PT. Swadaya Graha sebagai penyedia alat-alat
Dari hasil pengamatan, dapat terlihat bahwa setiap bak sampah yang tersedia
sesuai dengan standarisasi bak sampah yang telah ditentukan. Namun demikian,
jika dibandingkan dengan wilayah pabrik yang begitu luas. Oleh karena itu,
lingkungan pabrik tampak menjadi lebih indah dan bersih secara maksimal.
K. Water Treatment
Water treatment di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah
prosedur penanganan yang baik dan benar sehingga kebutuhan air untuk
keperluan di dalam dan di luar pabrik dapat terpenuhi secara maksimal. Selain itu,
air kotor dari Reservoir II juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang mulia
L. Utilitas
Utilitas atau sarana penunjang di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
Gresik hampir serba ada, mulai dari penyediaan udara tekan, penyediaan bahan
bakar, pembangkit tenaga listrik, POM bensin, laboratorium yang lengkap bahkan
sudah bertaraf nasional dan juga pelabuhan yang lokasinya tidak jauh dari pabrik.
Dari hasil pengamatan, seluruh sarana penunjang yang ada tersebut telah
lingkungan pabrik.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
sebagai berikut:
1. Dari hasil pengukuran faktor bahaya di unit finish mill dan unit packer PT.
Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik didapatkan hasil sebagai berikut:
a. Unit finish mill telah terpapar debu melebihi NAB yaitu dengan hasil
HVDS sebesar 12,06 mg/m3. Sedangkan pada unit packer hasil HVDS
masih di bawah NAB yaitu sebesar 1,226 mg/m3. Untuk hasil pengukuran
LVDS baik di unit finish mill maupun unit packer nilainya negatif yaitu
tenaga kerja untuk menggunakan masker pada saat memasuki area unit
b. Intensitas kebisingan di unit finish mill dan unit packer masih dibawah
NAB yaitu pada unit finish mill sebesar 93,7 dBA dengan waktu
pemajanan selama ±15 menit per-hari dan unit packer sebesar 84,5 dBA
kebisingan yang dilakukan oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik
c. Intensitas penerangan di unit finish mill yaitu sebesar 22,3 lux dan 19,8
lux, sedangkan untuk unit packer sebesar 27,3 lux dan 28,65 lux. Hasil
sebesar 50 lux. PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik belum
d. Hasil pengukuran iklim kerja didapat kelembaban nisbi di unit finish mill
sebesar 75,5% dan unit packer sebesar 72%. Nilai tersebut masih sesuai
suhu basah alami di unit finish mill yaitu sebesar 25,5ºC dan unit packer
sebesar 25ºC. Nilai ini juga masih sesuai dengan kriteria suhu basah alami
21-30ºC.
2. Secara garis besar PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah
diterapkan di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah berjalan
dengan cukup baik. Hal ini terbukti dengan rendahnya tingkat penyakit akibat
kerja dan angka kecelakaan yang terjadi di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
Pabrik Gresik.
66
4. Proses water treatment di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik
telah ditangani dengan baik dan benar oleh petugas yang berkompeten.
5. Utilitas yang ada di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik telah
di lingkungan pabrik.
B. Saran
bahayanya.
3. Sebaiknya diberikan sanksi yang tegas untuk tenaga kerja yang tidak mau
monoton dan dapat menarik tenaga kerja untuk memanfaatkan kantin kembali.
DAFTAR PUSTAKA
Departermen Tenaga Kerja RI, 1996. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.
51/MEN/1999 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisik di Tempat Kerja.
Jakarta: Depnaker RI.
Departermen Tenaga Kerja RI, 1996. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.
05/MEN/1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja. Jakarta: Depnaker RI.
PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, 2000. Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko.
Jakarta: PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.
Suma’mur, 1996. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: PT. Toko
Gunung Agung.