0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan5 halaman

Budaya Kerja 5R di Puskesmas Kuta II

Budaya kerja di Puskesmas Kuta II terdiri dari 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Kelima prinsip ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang tertata, bersih, dan mendorong pegawai untuk selalu memelihara lingkungan kerja yang baik. Penerapan 5R diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja pegawai.

Diunggah oleh

Khiliyatun Nizak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan5 halaman

Budaya Kerja 5R di Puskesmas Kuta II

Budaya kerja di Puskesmas Kuta II terdiri dari 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Kelima prinsip ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang tertata, bersih, dan mendorong pegawai untuk selalu memelihara lingkungan kerja yang baik. Penerapan 5R diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja pegawai.

Diunggah oleh

Khiliyatun Nizak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Budaya Kerja Puskesmas

Budaya Kerja adalah kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh pegawai


dalam suatu organisasi, pelanggaraan terhadap kebiasaan ini memang tidak ada sangsi
tegas, namun dari pelaku organisasi secara moral telah menyepakati bahwa kebiasaan
tersebut merupakan kebiasaan yang harus ditaati dalam rangka pelaksanaan pekerjaan
untuk mencapai tujuan.
Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang
ada agar dapat meningkatkan kinerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa
yang akan datang.
Budaya kerja di UPTD. Puskesmas Kuta II adalah 5 R = Ringkes, Rapi, Resik,
Rajin dan Rawat. Masing-masing bagian dari 5 R tersebut dapat dijabarkan sebagai
berikut :

1. RINGKES
1) Prinsip ringkes adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan
menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Jika pegawai memahami
prinsip ringkes ini akan sangat berguna bagi Unit Layanan di Puskesmas, hal-hal
yang harus diketahui adalah :
 Memilah barang yang diperlukan dan yang tidak diperlukan.
 Memilah barang mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara
menyimpannya agar mudah diakses.
 Memilah barang yang sudah rusak dan barang yang masih dapat digunakan.
 Memilah barang yang harus dibuang atau tidak.
 Memilah barang yang sering digunakan atau jarang penggunaannya.
2) Manfaat yang Didapat Dalam Penerapan Ringkas :
a. Mengetahui jumlah fisik barang yang terdapat di lingkungan kerja
Dengan melakukan aktifitas ringkas secara tidak langsung maka pegawai
akan selalu melakukan cek dan ricek akan barang-barang yang ada di
lingkungan kerja. Hal ini dapat digunakan sebagai acuan dalam permintaan
barang dan meminimalisir kehilangan atau kerusakan suatu barang.
b. Tidak ada barang yang berlebihan di tempat kerja
Pemilahan terhadap barang yang diperlukan dan tidak diperlukan dapat
menimbulkan dampak positif bagi pegawai di lingkungan kerjanya yaitu rutin
melakukan pemilahan dan tidak adanya penumpukan barang yang tidak
diperlukan lagi di area kerja.
3) Standart Ringkas dapat terjaga dengan cara :
a. Pastikan barang-barang yang terdapat di area kerja
Sebelum melakukan aktifitas, pegawai melakukan pemilahan sesuai daftar
barang yang terdapat di area kerja agar petugas mengerti barang-barang
yang ada beserta jumlahnya
b. Penetapan kategori dengan menggunakan tanda
Tanda dapat digunakan untuk mempermudah petugas dalam melakukan
pemilahan. Misalnya menggunakan tanda merah untuk barang yang tidak
diperlukan, menggunakan hijau untuk barang-barang yang masih diperlukan
c. Penjadwalan aktifitas ringkas
Dengan rutin melakukan aktifitas ringkas dapat memudahkan petugas dalam
melakukan pemilahan dan mendorong semua petugas berpartisipasi
4) Langkah mudah dalam menerapkan ringkas
a. Membuat daftar barang dan jumlahnya
 Untuk memastikan ketersediaan barang-barang yang terdapat di area
kerja
 Dapat mengetahui stock barang yang ada
 Memudahkan perencanaan dalam pengajuan permintaan barang
b. Pemberian tempat khusus
 Memilah barang yang masih diperlukan dan tidak diperlukan.
 Untuk barang-barang yang diperlukan, diletakan di tempat yang paling
mudah dijangkau
 Untuk barang-barang yang tidak diperlukan bisa disimpan di tempat yang
disediakan
c. Pembuatan jadwal ringkas
Disepakati ada jadwal ringkas setiap hari atau setiap pergantian shift jaga
2. RAPI
1) Prinsip rapi adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian
adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan
mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah.
 Harus benar-benar dipikirkan dimana benda-benda harus diletakkan /
disimpan untuk mempercepat waktu dalam memperoleh barang tersebut.
 Mengurutkan peralatan/barang berdasarkan alur proses kerja.
 Menata barang berdasarkan keseringan penggunaannya, keseragaman,
fungsi dan batas waktu penggunaannya.
 Pengaturan visual supaya barang mudah ditemukan, teratur dan selalu pada
tempatnya
2) Manfaat yang didapat dalam penerapan rapi
 Lingkungan kerja menjadi tertata dengan baik, indah dilihat dan nyaman
 Terciptanya kemudahan dan kecepatan pengambilan barang saat dibutuhkan
3) Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menerapkan rapi
 Melakukan pembuatan desaign layout ruangan
Agar kita dapat memanfaatkan ruang secara maksimal sesuai dengan
kapasitasnya.
 Pemberian tanda/tulisan pada tempat penyimpanan
Agar memudahkan mencari barang-barang yang tersimpan
3. RESIK
1) Prinsip resik adalah membersihkan lingkungan tempat kerja, peralatan dan
barang-barang agar tidak terdapat debu, kotoran dan bau. Kebersihan harus
dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang mulai dari pimpinan hingga
petugas yang ada.
 Membersihkan tempat kerja dari semua kotoran, debu dan sampah.
 Menyediakan sarana dan prasarana kebersihan di tempat kerja.
 Meminimalisir sumber-sumber kotoran dan sampah.
 Memperbarui atau memperbaiki tempat kerja yang sudah usang/rusak.
2) Manfaat yang  didapat ketika menerapkan resik
 Menciptakan lingkungan yang bersih
Dengan adanya kegiatan pembersihan yang rutin dapat menciptakan tempat
kerja bebas dari debu, kotoran dan bau. Lingkungan juga dapat terbebas dari
sumber-sumber penyakit atau virus yang dibawa kotoran.
 Menciptakan tempat yang nyaman
Jika lingkungan kerja bersih dapat menumbuhkan rasa nyaman saat berada
di dalammnya serta meminimalisir stress dikarenakan penumpukan kotoran
yang ada di sekitar lingkungan pekerja
3) Standart yang Harus Dijaga Dalam Menerapkan Resik
 Ada Penanggung Jawab
 Ada alat kebersihan yang tersedia
 Ada jadwal rutin kegiatan resik rutin
4. RAWAT
1) Prinsip rawat adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada (Ringkas,
Rapi, Resik) sebelumnya dengan membakukannya (standarisasi). Prinsip ini
dapat berjalan apabila dilaksanakan bersama-sama.
2) Manfaat penerapan rawat di lingkungan kerja
 Peralatan menjadi awet dan berumur lebih lama
 Menimimalisir pengeluaran dana untuk pembelian peralatan baru
3) Standarisasi
Pembuatan standarisasi setiap pekerjaan rawat (Ringkas, Rapi, Resik) dapat
membuat petugas menjalankan kegiatan-kegiatannya secara seragam atau
terjadi kesamaan antara petugas yang satu dengan yang lain
4) Langkah-langkah dalam menerapkan rawat di lingkungan kerja
 Pembuatan SOP 3R (Ringkas, Rapi, Resik)
 Mensosialisasikan SOP
5. RAJIN
1) Prinsip rajin adalah terciptanya kebiasaan pribadi petugas untuk menjaga dan
meningkatkan apa yang sudah dicapai. Rajin di tempat kerja berarti kebiasaan
positif di tempat kerja Apa yang sudah baik harus selalu dalam keadaan prima
setiap saat. Prinsip rajin di lingkungan Puskesmas adalah “Lakukan apa yang
harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan”. Setiap
petugas harus mendisiplinkan diri untuk melakukan 4 hal di atas.
2) Manfaat Penerapan Rajin
 Pribadi-pribadi yang berdisiplin
Dengan menggunakan prinsip rajin maka dapat menjadikan karyawan
menjadi lebih disiplin diri tentang aturan-aturan dalam 5R (ringkas, rapi, resik,
rawat, rajin). Tingkah laku karyawan menjadi lebih terarah dan menjadikan
lingkungan kerja menjadi lebih tertata serta bersih
 Menjadikan 5R sebagai budaya
Kebiasaan-kebiasaan yang sudah melekat pada diri karyawan menjadikan
karyawan lebih peduli terhadap lingkungannya. Dengan kepedulian yang ada
dapat membuat karyawan saling mengingatkan antar karyawan untuk
mentaati aturan-aturan yang ada dalam 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin
3) Standart dalam rajin
 Komitmen dari semua petugas
 Teladan dari atasan
 Tindak lanjut segera dari managemen apabila ada hambatan
4) Langkah-langkah dalam menerapkan rajin
 Komitmen Bersama
5 R (ringkes, rapi, resik, rawat,rajin) dapat berjalan apabila terdapat komitmen
dari semua petugas dengan mematuhi segala aturan di lingkungan kerja dan
saling mengingatkan apabila terjadi kesalahan maupun kekurangan dalam
penerapannya
 Teladan Atasan
Hal yang paling mendasar dalam penerapan rajin adalah contoh dari atasan.
Apabila atasan tidak mampu memberikan contoh yang baik akan
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan kerjanya. Oleh karena itu
dibutuhkan contoh yang baik dari atasan agar mampu mendorong karyawan
berbuat lebih baik
 Komunikasi di Lingkungan Kerja
Dengan adanya evaluasi 5R, hal ini sebagai alat kontrol terhadap hambatan
dan bentuk perbaikan, evaluasi dapat diadakan berkala agar lebih berjalan
efektif dan tidak terlalu lama untuk perbaikan sehingga lingkungan kerja
menjadi tertata, nyaman, dan bersih. Dalam evaluasi selain bentuk perbaikan
juga dapat diberikan bentuk penghargaan terhadap petugas maupun
lingkungan yang senantiasa menerapkan 5R. Penghargaan tersebut sebagai
dorongan bagi petugas untuk meningkatkan kinerjanya dalam kerja
khususnya dalam menerapkan 5 R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin)

Manfaat menerapkan 5R :
 Membuat area kerja jadi lebih bersih, rapi, aman, dan menyenangkan.
 Meningkatkan pemanfaatan lantai kerja sebagai ruang penyimpanan.
 Meminimalisasi waktu yang terbuang untuk mencari alat kerja, material dan
dokumen.
 Mengurangi kerusakan alat karena peralatan selalu bersih dan terawat, sehingga
membuat peralatan jadi lebih awet dan tahan lama.
 Menumbuhkan tanggung jawab karyawan dan rasa memiliki di area kerja.
 Mengurangi bahkan menghilangkan potensi bahaya atau apa saja yang menjadi
penyebab umum terjadinya kecelakaan kerja.
 Meningkatkan produktivitas kerja. Dengan penataan material dan peralatan kerja
yang baik, karyawan pun bisa bekerja lebih efektif dan efisien.

Anda mungkin juga menyukai