Bab 5 AMDAL
(ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN)
Amdal (analisis mengenai dampak
lingkungan) merupakan kajian mengenai dampak Apa yang dimaksud dampak besar dan
besar dan penting terhadap lingkungan hidup, penting?
yang dibuat suatu usaha/kegiatan pada tahap Dampak besar dan penting adalah perubahan
perencanaan sebagai bahan pengambilan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang
keputusan atas pelaksanaan usaha/kegiatan diakibatkan oleh suatu usaha dan/ atau kegiatan.
tersebut.
Sebuah industri pengolahan makanan akan dibangun dengan
membuka area persawahan dan mengalirkan air buangan
industry ke sungai di sekitarnya.
Tentu saja hal ini mengganggu keseimbangan lingkungan dan
dapat menimbulkan berbagai macam polusi. Hal ini yang
disebut dampak penting. Maka indutri tersebut wajib
membuat AMDAL.
Dokumen AMDAL merupakan syarat diterbitkannya Izin
Lingkungan; dan Izin Lingkungan adalah syarat diterbitkannya
izin-izin lainnya, seperti IMB, Izin Izin Usaha Industri, dan Izin
Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi.
Jenis usaha/kegiatan yang wajib membuat AMDAL diatur dalam
Perarutan Mentri Lingkungan Hidup No. 38 Tahun 2009.
TUJUAN AMDAL : Hal-hal yang dikaji
Tujuan amdal secara umum adalah menjaga dan meningkatkan dalam proses amdal
kualitas lingkungan serta menekan timbulnya pencemaran serendah meliputi :
mungkin.
aspek fisik-kimia
Tujuan amdal sebagai intrumen pengendalian, yaitu sebagai berikut:
ekologis
1. Mengurangi atau meniadakan akibat (yang tidak direncanakan) social ekonomi,
yang tidak diinginkan atas perubahan lingkungan, khususunya sosial-budaya,
akibat yang mendasar, meluas dan berjangka panjang. dan kesehatan
2. Menemukan pemecahan yang optimal atas masalah pemanfaatan masyarakat
sumber daya, khususnya sumber daya alam.
3. Mencegah atau mengatasi konflik (konflik kepentingan, bukan sebagai pelengkap
konflik perilaku) terutama dalam pemanfaatan sumberdaya alam. studi kelayakan suatu
4. Melibatkan publik dan menjadikan sautu proses pengambilan rencana usaha dan
kegiatan.
keputusan lebih transparan.
Kegunaan amdal: Kajian AMDAL terbagi dalam
empat dokumen, yaitu :
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah. Dokumen kerangka acuan
analisis dampak lingkungan
Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan
hidup (KA-andal)
lingkungan hidup dan rencana usaha dan atau kegiatan. Dokumen analisis dampak
Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis rinci dari lingkungan (andal)
rencana usaha dan atau kegiataan. Dokumen rencana pengelolaan
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan lingkunga (RKL)
pemanfaatan lingkungan hidup. Dokumen rencana pemantauan
Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari lingkungan (RPL)
suatu rencana usaha dan atau kegiatan.
Tahapan Penyusunan AMDAL:
Proses penapisan (screening) wajib amdal
Penapisan (screening) kerap juga disebut proses seleksi wajib amdal, yaitu menentukan apakah suatu rencana
kegiatan wajib penyusunan amdal atau tidak. Jika setelah proses penapisan suatu usaha/kegitan diketahui
menghasilkan dampak penting maka wajib membuat AMDAL
Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat.
Setiap rencana kegiatan yang diwajibkan untuk membuat AMDAL wajib mengumumkan rencana kegiatannya kepada
masyarakat sebelum pemrakarsa melakukan penyusunan AMDAL. Pengumuman dilakukan oleh instansi yang
bertanggung jawab dan pemrakarsa kegiatan.
Pelingkupan (scoping)
Pelingkupan merupakan suatu proses awal (dini) untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi
dampak penting (hipotetis) yang terkait dengan rencana kegiatan
Penyusunan dan penilaian KA-andal.
Pemrakarsa mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Batas waktu maksimal penilaian KA-
ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali
dokumennya.
Penyusunan dan penilaian Andal, RKL dan RPL.
Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian
Komisi AMDAL). Setelah selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk
dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang
dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
Pihak-pihak yang terlibat dalam proses amdal adalah: “
Bagaimana dengan jenis
1. Komisi penilai amdal
Komisi penilai amdal dibentuk di tingkat pusat menteri, tingkat usaha/kegiatan yang
provinsi oleh gubernur, dan tingkat kabupaten atau kota oleh bupati tidak wajib AMDAL ?
oleh walikota.
2. Pemrakarsa Usaha/kegiatan yang tidak
Orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu
berdampak penting terhadap
rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.
lingkungan hidup tidak wajib
Pemrakarsa inilah yang berkewajiban melaksanakan kajian AMDAL.
membuat AMDAL tetapi wajib
Meskipun pemrakarsa dapat menunjuk pihak lain (seperti konsultan
lingkungan hidup) untuk membantu melaksanakan kajian AMDAL, membuat UKL (Upaya
namun tanggung jawab terhadap hasil kajian dan pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan) dan UPL
ketentuan-ketentuan AMDAL tetap di tangan pemrakarsa kegiatan. (Upaya Pemantauan Lingkungan)
3. Masyarakat yang berkepentingan atau SPPL.
Masyarakat yang berkepentingan dalam proses amdal dapat
dibedakan menjadi masyarakat yang terkena dampak dan
mayarakat pemerhati.
UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) adalah pengelolaan
dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak
BAPEDAL berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang
Badan Pengendali Dampak Lingkungan diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
Bapedal bertugas melaksanakan penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
Perencanaan,Pelaksanaan, Pengendalian, SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan
Pengawasan dan Evaluasi Kebijakan Pemantauan Lingkungan Hidup) adalah pernyataan
Daerah dibidang Perlindungan kesanggupan dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
Terkait AMDAL, Bapedal merupakan hidup dari usaha dan/atau kegiatan di luar usaha dan/atau
penanggung jawab dalam koordinasi kegiatan yang wajib Amdal atau UKL-UPL.
pelaksanaan AMDAL. Untuk menentukan jenis usaha dan/atau kegiatan apakah
Kewenangan Bapedal tersebut diatur termasuk kategori UKL-UPL atau SPPL, maka yang melakukan
dalam Keputusan Kepala BAPEDAL No. dan menetapkannya adalah Gubernur, Bupati dan Walikota
56 Tahun 1994 tentang Ukuran Dampak melalui Instansi di Bidang Lingkungan Hidup.
Penting. Sedangkan jenis usaha dan/atau kegiatan masuk kategori
AMDAL menjadi kewenangan Menteri.