0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan13 halaman

Beton SCC dengan Agregat Keramik

Beton SCC menggunakan agregat pecahan keramik Ringkasan: 1. Penelitian menguji pengaruh penambahan pecahan keramik dan zat additive terhadap kuat tekan beton SCC 2. Zat additive digunakan untuk meningkatkan kualitas beton dan mempercepat pengerasan 3. Pecahan keramik diuji sebagai pengganti sebagian agregat kasar untuk memanfaatkan limbah dan menurunkan biaya produksi beton

Diunggah oleh

Faiz Zarkasih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan13 halaman

Beton SCC dengan Agregat Keramik

Beton SCC menggunakan agregat pecahan keramik Ringkasan: 1. Penelitian menguji pengaruh penambahan pecahan keramik dan zat additive terhadap kuat tekan beton SCC 2. Zat additive digunakan untuk meningkatkan kualitas beton dan mempercepat pengerasan 3. Pecahan keramik diuji sebagai pengganti sebagian agregat kasar untuk memanfaatkan limbah dan menurunkan biaya produksi beton

Diunggah oleh

Faiz Zarkasih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

OUTLINE PROPOSAL TUGAS AKHIR

BETON SCC MENGGUNAKAN AGREGAT PECAHAN


KERAMIK

Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Persyaratan Untuk Memperoleh


Derajat Sarjana Strata Satu Teknik Sipil Pada Fakultas Teknik
Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Oleh :

Nama : Ria Novita Sari


NPM : 18 4101 03203

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA
PURWOKERTO
2022
I. Judul Tugas Akhir :

BETON SCC MENGGUNAKAN AGREGAT PECAHAN KERAMIK

II. Peneliti :
Ria Novita Sari ( 18 4101 03203 )
III. Latar Belakang :

Beton adalah suatu material yang terdiri dari campuran semen, agregat
halus, agregat kasar, air, dan bahan tambah (admixture) apabila diperlukan.
Kebanyakan beton yang digunakan dilapangan adalah beton normal, selain
pembuatannya yang cukup mudah dan tidak membutuhkan bahan tambah
(admixture). Beton normal juga dianggap lebih ekonomis. Namun, sering juga
dalam pengerjaan dilapangan mengalami kesulitan dalam pengecoran seperti
beton yang terlalu tipis, beton yang melengkung, jarak antara tulangan yang
terlalu rapat, Sehingga beton mengalami pemisahan antara agregat halus, semen,
dan air, dengan agregat kasar (segregasi), terdapat rongga-rongga udara dalam
beton. Oleh karna itu teknologi beton terus mengalami perubahan sesuai dengan
kebutuhan konstruksi yang ada. Salah satunya yaitu dengan teknologi beton Self
Compacting Concrete (SCC). Self Compacting Concrete (SCC) adalah beton
yang mampu memadat sendiri dengan slump yang cukup tinggi. Dalam proses
penempatan pada volume bekisting (placing) dan proses pemadatannya
(compaction), SCC tidak memerlukan penggetaran seperti pada beton umumnya.
SCC mempunyai flowability yang tinggi sehingga mampu mengalir, memenuhi
bekisting, dan mencapai kepadatan tertingginya sendiri (EFNARC, 2005).

Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai


upaya untuk meningkatkan kualitas beton. Peningkatan mutu beton dapat
dilakukan dengan memberikan bahan tambah. Dari beberapa bahan tambah yang
ada diantaranya adalah limbah keramik, zat additive dan lain sebagainya.

Dalam pembuatan beton kali ini menggunakan bahan tambahan zat


additive dan penambahan pecahan keramik sebagai pengganti sebagian agregat
kasar. Pada proses penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan
beton.

Pada penelitian ini akan menggunakan zat additive sebagai bahan tambah.
Zat additive adalah material tambahan yang sering digunakan pada pembuatan
campuran beton cor readymix yang terbuat dari kimia, zat tambahan ini
dicampurkan setelah air, semen, dan kerikil, yang ditambahkan ke beton atau
mortar sebelum atau selama pencampuran. Penggunaan zat additive Sika
ViscoCrete-3115-N bertujuan untuk mempercepat pengerasan beton yang
dicampurkan dalam adukan beton. Sika ViscoCrete-3115N merupakan bahan
tambah yang dapat membantu beton meningkatkan performanya pada waktu
yang lebih cepat dan berfungsi ganda mengurangi jumlah air pencampur yang
diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan
mempercepat pengikatan beton.

Dipilihnya pecahan keramik sebagai penelitian ini dikarenakan banyak


masyarakat yang kurang maksimal memanfaatkan pecahan dari bahan keramik.
Umumnya barang-barang yang terbuat dari bahan keramik yang sudah pecah
atau rusak akan di buang sebagai limbah. Jika limbah ini dibuang secara
sembarangan tentunya akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Maka perlu upaya untuk memanfaatkan limbah yang ada sehingga dapat
mengurangi pencemaran lingkungan.
Limbah keramik merupakan bahan tambah yang digunakan sebagai bahan
campuran. Pecahan keramik merupakan jenis agregat ringan buatan. Selain itu
merupakan bahan lokal yang mudah didapat, limbah pecahan keramik juga
belum banyak dimanfaatkan. Banyak limbah pecahan keramik yang dibuang
begitu saja seperti tidak ada harga dan gunanya. Pecahan keramik dapat
dimanfaatkan sebagai agregat kasar pengganti kerikil dalam pembuatan beton.
Penggunaan limbah keramik ini diharapkan bisa menjadi bahan tambah yang
bisa berfungsi untuk menghasilkan beton yang bermutu serta bisa di aplikasikan
langsung pada campuran beton guna memperoleh beton yang berkualitas baik
tanpa mengabaikan segi kekuatan dari beton itu sendiri.

IV. Tujuan Penelitian :


1. Untuk mengetahui pengaruh penambahan pecahan keramik terhadap kuat
tekan beton.
2. Untuk mengetahui nilai slump dari beton saat dicampur bahan tambah zat
additive dan pecahan keramik pada saat pengujian slump dilakukan.
3. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan zat additive terhadap peningkatan
kuat tekan beton dengan pecahan keramik, yang berkaitan dengan waktu
pengerasan dan variasi campuran zat additive-nya.

V. Manfaat Penelitian :
a. Dapat mengurangi dampak pencemaran limbah di lingkungan sekitar.
b. Memanfaatkan limbah pecahan keramik sebagai pengganti sebagian agregat
kasar untuk campuran pembuatan beton.
c. Untuk mengetahui kualitas kuat tekan beton menggunakan zat additive
dengan presentase yang telah ditentukan sehingga nantinya dapat membantu
mendapatkan campuran beton yang kuat.
d. Apabila penelitian ini berhasil, diharapkan dapat menjadi bahan
pertimbangan untuk tahap selanjutnya, baik itu penggunaan pada tahap
pelaksanaan di lapangan dan dapat dikembangkan pada penelitian yang lebih
lanjut.
VI. Batasan Masalah :

Mengingat terlalu luas dan banyaknya permasalahan yang berhubungan


dengan beton, maka dalam penelitian ini diberikan batasan masalah yang
bertujuan untuk membatasi pembahasan agar tidak meluas dan batasannya
menjadi jelas. Adapun yang menjadi batasan masalah sebagai berikut :

a. Mix design menggunakan metode coba – coba.


b. Menguji kuat tekan.
c. Perawatan benda uji dengan cara perendaman.
d. Mutu beton yang dipakai adalah fc’ 20 Mpa.
e. Campuran beton dengan menggunakan zat additive Sika ViscoCrete-3115N,
umur 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari dengan dosis 1,6% dari berat semen.
f. Penggunaan limbah pecahan keramik yang digunakan dalam penelitian ini
limbah pecahan keramik sebagai pengganti sebagian agregat kasar dengan
presentase 0%, 10%, 20% dan 30% dari berat kerikil/split.
g. Pasir yang digunakan menggunakan pasir merapi dari Muntilan Magelang.
h. Pengujian umur 7, 14, 21, dan 28 hari, masing – masing pengujian 4 sampel.
i. Pc (Portland Cement) menggunakan merk Semen Pcc Dynamix.
j. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur Prodi S1 Teknik Sipil
Universitas Wijayakusuma Purwokerto.
k. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30
cm.
VII. Metodologi Penelitian :

Mulai

Survei Material

Persiapan Alat dan Material

Pengujian Material Agregat

Mix Design

Pengadukan Bahan dan Melakukan Pengujian Slump-flow

Pengadukan Pengadukan Pengadukan Pengadukan


PK : Kerikil PK : Kerikil PK : Kerikil PK : Kerikil
0% : 100% 10% : 90% 20% : 80% 30% : 70%
Pasir Merapi Pasir Merapi Pasir Merapi Pasir Merapi
100% 100% 100% 100%

Pencetakan Benda Uji dan


Perawatan Benda Uji

Pengujian Kuat Tekan Benda Uji


pada Umur 7 hari, 14 hari, 21 hari
dan 28 hari

Analisis Data dan Penarikan


Kesimpulan

Selesai
VIII. Penelitian kuat tekan :

No Nama Judul Hasil Penelitian

1. 1. Abd. Karim Hadi Metode Self • Dari hasil pembahasan


2. Sudarman Compacting mengenai pengaruh
Supardi Concrete (Scc) metode self compacting
Terhadap Sifat concrete (SCC) tehadap
Universitas Muslim Mekanis Beton sifat mekanis beton, maka
Indonesia diperoleh kesimpulan yaitu
penggunaan admixture
superplasticizer dapat
memperbaiki performa
campuran beton segar
SCC yang ditunjukkan
dari hasil uji slump cone
dengan metode slump
flow.
• Nilai Kuat tekan pada
beton normal mencapai
25,096 MPa menandakan
mengalami peningkatan
sebanyak 0.384 persen dari
nilai kuat tekan minimum
tahap perencanaan.
Adapun kuat tekan beton
SCC mengalami
peningkatan dari tahap
perencanaan sebesar 25
MPa menjadi 30,264 MPa
mengalami peningkatan
sebanyak 21,056 persen
pada saat pelaksanaan.
Nilai tersebut didapat dari
hasil uji beton pada umur
28 hari. Nilai kuat tarik
belah beton pada hari ke-
28, pada beton SCC adalah
3,358 Mpa atau 11,09%
dari nilai kuat tekan rata-
rata dan beton normal
sebesar 2,343 Mpa atau
9,34% dari nilai kuat tekan
rata-rata.
No Nama Judul Hasil Penelitian

2. 1. Eko Komajaya Kuat Tekan • Beton dengan rencana K-


Beton Dengan 225 tidak dapat dicapai,
Universitas Islam Menggunakan tetapi beton masih berada
Syekh Yusuf Limbah Pecahan kedalam beton kelas II,
Tangerang, Keramik yaitu mencapai K-175.
Indonesia Sebagai Bahan • Penambahan agregat kasar
Agregat Kasar sebanyak 20% tidak efektif
Ditambahkan karena membuat pasta
Dengan Zat lebih sedikit, sehingga
Aditif ditemukan beton keropos,
dan kuat tekan yang
dihasilkan tidak lebih baik
dari beton normal rencana.
• Pengurangan jumlah
agregat kasar dan
penambahan agregat kasar
tidak berpengaruh
signifikan terhadap berat
beton itu sendiri. Beton
dengan pengurangan
agregat kasar -20%
memiliki cukup banyak
pasta, tetapi kurangnya
agregat kasar, sehingga
beton cenderung rapuh.
• Beton rencana awal K-225,
yaitu beton tanpa
pengurangan 20% agregat,
dan tanpa penambahan
+20% agregat lebih kuat
terhadap kuat tekan beton.
Dari hasil uji geser Pasal
[Link] SNI 03-2847-
2002: Vs harus  2/3. f ' c
.b.d (V-4b) Jika Vs
ternyata > 2/3. f ' c .b.d,
maka ukuran balok
diperbesar.

3. 1. Revisdah Pemanfaatan • Dari penambahan limbah


2. Ririn Utari Limbah keramik kuat tekan beton
Keramik optimumya terjadi pada
Universitas Terhadap Kuat persentase limbah keramik
Muhammadiyah Tekan Beton 14%.
Palembang • Pada penambahan
persentase limbah keramik
14% didapatkan hasil
272,01 kg/cm2 , dengan
kondisi kenaikan
persentase 6,27% dari
beton normal yaitu 255,97
kg/cm2 .
• Dari hasil uji slump
diketahui bahwa seiring
dengan besarnya
penambahan limbah
keramik, maka semakin
kecil nilai slumpnya,
dikarenakan penambahan
limbah keramik
berpengaruh terhadap nilai
slump.

4. 1. R.R. Susi Pengaruh • Nilai kuat tekan beton


Riwayati Penambahan Zat karakteristik optimum
2. Roby Habibi Aditif Sika terjadi pada variasi
Viscocrete campuran Beton normal +
Universitas Terhadap Kuat Sika ViscoCrete 3% - Air
Tamansiswa Tekan Mutu 1,2 liter sebesar 346,52
Palembang Beton K-300 Kg/Cm2 .
Umur 14 Hari • Persentase peningkatan
pada variasi campuran
beton normal + Sika
ViscoCrete 3% - Air 1,2
liter sebesar 33,13%
terhadap kuat tekan beton
normal.
• Dari hasil yang telah
didapatkan ada 2 variasi
yang mencapai terget mutu
beton K-300 pada umur 14
hari yaitu pada beton
normal dengan
penambahan adiktif
sebanyak 2% dengan kuat
tekan rata-rata sebesar
315,07 Kg/Cm2 dan
perhitungan kuat tekan
karakteristiknya sebesar
307,40 Kg/Cm2 . Dan
beton normal dengan
penambahan adiktif
sebanyak 3% dengan kuat
tekan rata-rata sebesar
358,13 Kg/Cm2 dan
perhitungan kuat tekan
karakteristiknya sebesar
346,52 Kg/Cm2 pada umur
14 hari.

5. 1. Ria Novita Sari Beton Scc


Menggunakan
Universitas Agregat
Wijayakusuma Pecahan
Purwokerto Keramik
IX. Daftar Pustaka :

Abd. Karim Hadi, Sudarman Supardi METODE SELF COMPACTING


CONCRETE (SCC) TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON.

Eko Komaja KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH


PECAHAN KERAMIK SEBAGAI BAHAN AGREGAT KASAR DITAMBAH
DENGAN ZAT ADITIF.

Revisdah PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN


BETON.

R.R. Susi Riwayati PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF SIKA


VISCOCRETE TERHADAP KUAT TEKAN MUTU BETON K-300 UMUR 14
HARI.

Anda mungkin juga menyukai