SEDIAAN LIQUIDA
FORMULASI SEDIAAN LIQUIDA ELIXIR
GOLONGAN KELOMPOK : Elixir Paracetamol
TANGGAL DISKUSI : -
DOSEN PEMBIMBING : apt. Arif Wijiyanto, M. Farm
NAMA ANGGOTA : Salsabila Santika Dea Z
(2061B0039) Formulasi 2
PRODI S1 FARMASI
FAKULTAS FAKAR
IIK STRADA INDONESIA
2022
1
TINJAUAN BAHAN AKTIF
Bahan Karakteristik
Pemerian : hablur atau serbuk hablur
Paracetamol putih, rasa pahit, tidah berbau
( Acetaminophen ) Kelarutan : larut dalam 70 bagian air,
dalam 7 bagian etanol (95%) P, dalam
13 bagian aseton P, dalam 40 bagian
gliserol P, dalam 9 bagian propilen
glikol P, larut dalam larutan
alkilhridroksida
Titik lebur : 169 °C – 172 °C
Stabilitas : terhidrolisir pada ph
minimal 4-7, stabil pada temperatur
45°C (serbuk), dapat terdegradasi oleh
gumopismium, stabil terhadap oksidasi,
menyerap uap air dala, jumlah
signifikan pada suhu 25°C dan
kelembapan 90% stabil dalam larutan
air
Penyimpanan : dalam wadah tertutup
baik, terlindungi cahaya
Kegunaan : analgetikum, antipiretikum
Inkompatibilitas : tidak tercampur
dengan senyawa yang memiliki ikatan
hidrogen dan beberapa antisida
2
TINJAUAN FARMAKOLOGI
Elixir adalah sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan bau sedap,
mengandung selain obat, juga zat tambahan seperti gula atau zat pemanis lainnya,
zat warna, zat wangi, dan zat pengawet, digunakan sebagai obat dalam. Sebagai
pelarut utama digunakan etanol yang dimaksudkan untuk mempertinggi kelarutan obat.
Dapat ditambahkan gliserol, sorbitol, dan propilenglikol, sebagai pengganti gula dapat
digunakan sirup gula.
Paracetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang
populer dan digunakan untuk meredakan sakit kepala dan nyeri ringan serta demam. Obat
digunakan sebagian besar sebagai obat resep analgesik dan flu. Obat memiliki keamanan
bagus pada dosis standar tetapi mudah terjadi overdosis karena obat muncul pada banyak
sediaan obat. Hal ini mendorong terjadinya overdosis baik sengaja maupun tidak sengaja.
3
TINJAUAN BENTUK SEDIAAN
1. Definisi elixir
Farmakope Indonesia Edisi III 1979, eliksir adalah sediaan berupa
larutan yang mempunyai rasa dan bau yang sedap, mengandung obat
dan selain obat seperti pemanis, pewangi dan pengawet, digunakan
secara oral. Pelarut utama biasanya etanol, bisa juga ditambahkan
gliserol, sorbitol, dan propilenglikol
2. Keuntungan dan kekurangan sediaan elixir
Keuntungan :
Lebih mudah ditelan darpada bentuk padat, sehingga dapat digunakan
untuk bayi, anak – anak, dan orang tua
Bersifat hidroalkohol sehingga elixir lebih mampu mempertahankan
komponen larutan yang larut dalam air dan larut dalam alkohol
dibandingkan dengan sirup
Stabilitas yang khusus dan kemudahan dalam pembuatan
Waktu absorbsi lebih cepat maka kerja obat lebih cepat ( tidak butuh
desintegrasi dahulu )
Kekurangan :
Voluminus sehingga kurang menyenangkan untuk diangkut atau
disimpan
Stabilitas dalam bentuk larutan lebih jelek dibanding bentuk tablet
atau kapsul terutama bila bahan terhidrolisis
Larutan udah ditumbuhi mikroorganisme
Ketetapan dosis tergantung pada kemampuan pasien menakar
Sediaan cair umumnya kurang stabil dibandingkan bentuk sediaan
padat
3. Jenis – jenis sediaan elixir
Medicated Elixir yaitu mengandung bahan berkhasiat obat
pemilihan cairan pembawa bagi zat aktif obat dalam sediaan
eliksir harus mempertimbangkan kelarutan dan kestabilannya
dalam air dan alkohol. Contoh medicated elixir adalah
Dexamethasone Elixir, Acetaminophen Elixir, Diphenhydramin
HCL Elixir, Reserpine Elixir, Diguxin Elixir, dan sebagainya
4
Non-Medicated Elixir yaitu sebagai zat tambahan,
ditambahkan pada sediaan dengan tujuan meningkatkan rasa,
sebagai bahan pelarut. Elixir bukan obat digunakan untuk :
menghilangkan rasa tidak enak dan untuk pengenceran eliksir
untuk obat. Dalam pengenceran eliksir untuk obat dengan elixir
bukan obat, harus diperhatikan bahwa kadar etanol sama, juga
bau dan rasanya tidak saling bertentangan dan semua zat yang
terkandung dapat saling tercampur baik secara fisika maupun
kimia. Contoh : Compound Benzaldehyde Elixir, Iso-alcoholic
Elixir, dan Aromatic Elixir.
4. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan elixir
Pertumbuhan kristal yang disebabkan oleh perubahan suhu,
keseragaman ukuran ,dll
Ketercampuran zat aktif dengan pelarut campur ataupun zat
tambahan untuk menghindari terjadinya pengendapan. Dasar
pemilihan pelarut campur : toksisitas, kelarutan, konstanta
dielektrik pelarut, ketercampuran bahan
Pemanis yang digunakan : gula, sirupus simpleks, sorbitol,
siklamat, aspartam
Sediaan elixir yang baik harus mempunyai viskositas yang
cukup untuk memudahkan penuangan. Tetapi biasanya pe;arut
campur yang digunakan cukup kental untuk memudahkan
penuangan
Untuk penambahan sirup simpleks lebih dari 30% harus
diperhatikan terjadinya cap locking pada tutup botol sediaan.
Karena itu perlu diberikan anti cap locking.
Untuk meningkatkan penerimaan perlu diberi peningkat rasa
dengan penambahan pemanis dalam sediaan, disampimg itu
ditambahkan rasa dan warna ang sesuai. Antara warna dan
essens yang ditambahkan harus ada kesesuaian
5
Bahan Tambahan
Bahan Karakteristik
Pemerian : tidak berwarna, kental,
Propilenglikol praktis tidak berbau cair, dengan rasa
manis, agak tajam menyerupai gliserin
Kelarutan : larut dengan aseton,
kloroform, etanol (95%), gliserin dan
air, larut pada 1 dalam 6 bagian eter,
tidak larut dengan minyak mineral
ringan atau minyak tetap tetapi akan
larut beberapa minyak esensial
TL : -59°C
Stabilitas : pada suhu dingin,
propilenglikol stabil dalam kondisi
tertutup rapat wadah, tetapi pada suhu
tinggi dan ditempat terbuka cenderung
teroksidasi
Kegunaan : pengawet antimikroba,
pelarut, humektan, zat penstabil
Penyimpanan : disimpan tertutup rapat
wadah, terlindungi dari cahaya
Pemerian : cairan jernih, tidak
Aquadest berwarna, tidak berbau, tidak berasa
Kelarutan : larut dengan sebagian
besar pelarut polar
TL : 0°C
Stabilitas : air secara kimiawi stabil di
semua keadaan fisik
Kegunaan : pelarut
Penyimpanan : secara khusus, sistem
penyimpanan dan distribusi harus
memastikan air dilindungi terhadap
kontaminasi ion dan organik, masing –
masing akan mengarah pada
peningkatan konduktivitas dan total
karbon organik
Pemerian :cairan tidak berwarna,
Etanol jernih, mudah menguap dan mudah
bergerak, bau khas, rasa panas, mudah
terbakar dengan memberikan nyala biru
yang tidak berasap
Kelarutan : sangat mudah larut dalam
air, dalam kloroform P dan eter
Stabilitas : larutan etanol stabil dengan
autoklaf, atau filtrasi dengan harus
6
disimpan di tempat sejuk
Inkompatibilitas : dalam kondisi asam,
etanol bereaksi dengan oksidator,
tambahan alkali dapat mengurangi
warna dan aldehida, inkompatibel
dengan konten aluminium dan beberapa
obat
TL : 78,5°C
Penyimpanan : dalam wadah tertutup
rapat, terlindung dari cahaya, di tempat
yang sejuk
Gliserin Pemerian : cairan bening, tidak
berwara, kental
Kelarutan : larut dalam air, larut dalam
etanol 95%, larut dalam eter 1:500,
dalam etil asetat 1:11, metanol, agak
larut dalam aseton, tidak larut dalam
benzene 2 kloroform
TL : 290°C—17,9°C
Penyimpanan : wadah tertutup baik
Pemerian : butir/serbuk hablur, putih,
Natrium benzoat tidak berbau / hampir tidak berbau
Kelarutan : larut dalam 2 bagian air
dan dalam 90 bagian etanol 95% P
Stabilitas : serbuk dapat rusak dalam
angin atau tempat kering
Penyimpanan : dalam wadah tertutup
baik
Sirupus simplex Pemerian : cairan jernih, tidak
berwarna, agak kental dan manis
OTT : dengan oksidator kuat
Indikasi : pemanis
Cara pemakaian : ditambahkan pada
sediaan elixir, sirup, emulsi, suspense
Sediaan lazim : 20-60%
Penyimpanan : dalam wadah tertutup
rapat di tempat sejuk
Anggur essense Pemerian : cairan jernih tidak
berwarna, wangi dan berbau anggur
dalam air
Indikasi : pengaroma dan perasa untuk
obat dan makanan
Sediaan lazim : secukupnya
Penyimpanan : dalam wadah tertutup
7
rapat
Pewarna ungu Pemerian : berwarna ungu
Indikasi : pewarna makanan dan obat
Sediaan lazim : secukupnya
Penyimpanan : dalam wadah tertutup
rapat
8
Formulasi
Formulasi
Nama Bahan
1 2 3 +
Paracetamol 250 mg/5 mg 250 mg/5 mg 250 mg/5 mg 250 mg/5 mg 250 m
Sirupus simplex 20% 20% 20% 20% 2
Etanol 90% 10% 20% 30% 40% 0
Natrium fosfat 1,50% 1,50% 1,50% 1,50% 1,
Gliserin 20% 20% 20% 20% 2
Propilen glikol 20% 20% 20% 20% 2
Natrium benzoat 0,02 0,02 0,02 0,02 0
Essense anggur qs qs qs qs
Pewarna ungu qs qs qs qs
Aquadest Ad 100% Ad 100% Ad 100% Ad 100% Ad
Skema Cara Pembuatan
9
Evaluasi Pengujian Sediaan Gel
10
1. Pengujian Organoleptis
Dilakukan dengan carapengamatan visual meliputiwarna, bentuk, tekstur,
dan bau.
2. Pengujian pH
Alat : pH meter
Cara Kerja :
1. Bersihkan elektrode yang digunakan dengan aquadest, bilas
menyuluruh. Kemudian keringkan dengan tissue.
2. pH meter dikalibrasi dengan dapar pH standart (pH = 7)
3. Ditimbang 10 gram sediaan krim, lalu ditambahkan aquades bebas
CO2 50ml (pengenceran), aduk ad homogen (perbandingan krim dan
aquades bebas CO2 1:10)
4. Masukkan elektrode pH meter ke dalam sediaan yang akan diukur
5. Tunggu sampai alat menunjukkan angka konstan, lalu catat pHnya.
6. Replikasi sebanyak 3 kali
3. Pengujian Daya Sebar
Alat : Kaca transparan
Cara Kerja :
1. Ditimbang sediaan krim 5 gram
2. Letakkan pasangan kaca transparan diatas kertas milimeter
3. Oleskan sediaan krim pada salah satu bagian kaca dibagian tengah
4. Tutup dengan kaca yang lain, kemudian diberi beban mulai dari yang
ringan sampai yang berat
5. Amati perubahan yang terjadi
6. Lakukan replikasi seperti diatas sampai beban terberat dan
memberikan diameter yang konstan
7. Catat hasil pengamatan beban vs diameter
11