0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan7 halaman

Buku Sistem Kesehatan, Wiku Adisasmito, Ph. D: Tujuan

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, langkah-langkah, tujuan, manfaat, dan fungsi dari pemberdayaan masyarakat dalam konteks kesehatan. Secara khusus, dibahas pula unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam pemberdayaan masyarakat, serta sasaran dan strategi yang ditempuh."

Diunggah oleh

Riefky Ikhsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan7 halaman

Buku Sistem Kesehatan, Wiku Adisasmito, Ph. D: Tujuan

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, langkah-langkah, tujuan, manfaat, dan fungsi dari pemberdayaan masyarakat dalam konteks kesehatan. Secara khusus, dibahas pula unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam pemberdayaan masyarakat, serta sasaran dan strategi yang ditempuh."

Diunggah oleh

Riefky Ikhsan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STEP 7

1. Apa definisi dan Langkah-langkah dari pemberdayaan masyarakat? (fara)


Langkah-langkah dalam pemberdayaan masyarakat :
1) Merancang keseluruhan program,termasuk kerangka waktu kegiatan,ukuran program,serta
memberikan perhatian pada kelompok marginal.
2) Menetapkan tujuan
3) Memilih strategi pemberdayaan
4) Implementasi strategi dan manajemen.
5) Evaluasi program.

Buku Sistem Kesehatan, Wiku adisasmito, Ph. D

2. Apa tujuan dan manfaat dari pemberdayaan masyarakat? (arifah)

Tujuan:
i. Menetapkan suasana atau iklim yang memungkinkan berkembangnya potensi
yang dimilki masyarakat, baik sumber daya alam maupun sistem nilai tradisional
dalam menata kehidupan masyarakat.
ii. Memperkuat potensi yang dimilki masyarakat, baik potensi lokal yang telah
membudaya dalam menata kehidupan masyarakat melalui pemberian masukan
berupa bantuan dana, pembangunan sarana dan prasarana baik fisik (jalan,
irigasi, listrik) maupun sosial (pendidikan, kesehatan) serta pengembangan
lembaga pendanaan, penelitian dan pemasaran di daerah.
iii. Melindungi melalui pemihakan kepada masyarakat yang lemah untuk mencegah
persaingan yang tidak seimbang dan bukan berarti mengisolasi atau menutupi
dari interaksi.
Buku Sistem Kesehatan, Wiku adisasmito, Ph. D

a. Tujuan Umum
Meningkatnya kemandirian masyarakat dan keluarga dalam bidang kesehatan sehingga
masyarakat dapat memberikan andil dalam meningkatkan derajat kesehatannya.

b. Tujuan Khusus
1. Meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan
2. Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan dan peningkatan derajat
kesehatannya sendiri
3. Meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat
4. Terwujudnya pelembagaan upaya kesehatan masyarakat di lapangan.
Penggerakkan dan Pemberdayaan Masyarakat bagi Kader dan Tokoh Masyarakat. Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan.2007.

MANFAAT:

1) Menumbuhkembangkan potensi masyarakat.

2) Mengembangkan gotong-royong masyarakat.

3) Menggali kontribusi masyarakat.

4) Menjalin kemitraan.

5) Desentralisasi.

Marasabessy, N.B,. (2007). Program pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan


pemberantasan malaria dikabupaten Maluku [Link]. Universitas Gadjah Mada.

1) Mereka mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah
kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Pengetahuan tersebut meliputi
pengetahuan tentang penyakit, gizi dan makanan, perumahan dan sanitasi, serta bahaya merokok
dan zat-zat yang menimbulkan gangguan kesehatan.

2) Mereka mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dengan menggali potensi-potensi
masyarakat setempat.

3) Mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai ancaman kesehatan dengan
melakukan tindakan pencegahan.

4) Mampu meningkatkan kesehatan secara dinamis dan terus-menerus melalui berbagai macam
kegiatan seperti kelompok kebugaran, olahraga, konsultasi dan sebagainya.

Wass, A. (1995). Promoting health: the primary health [Link]: W.B. Sanders.

3. Apa fungsi dari pemberdayaan masyarakat? (rifky)

1. Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data berbentuk data base serta


analisa data untuk menyusun program kegiatan;
2. Perencanaan Strategis pada Badan Pemberdayaan Masyarakat;
3. Perumusan kebijakan teknis Bidang Pemberdayaan Masyarakat;
4. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang Pemberdayaan
Masyarakat;
5. Pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan
penyelenggaraan bidang Pemberdayaan Masyarakat;
6. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat;
7. Pembinaan Penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat;
8. Pengkoordinasian, integrasi dan sinkronisasi kegiatan di lingkungan Badan
Pemberdayaan Masyarakat;
9. Pembinaan dan pelaksanaan kerjasama dengan masyarakat, lembaga pemerintah
dan lembaga lainnya.
[Link]

4. Apa unsur unsur yg perlu diperhatikan dalam pemberdayaan masyarakat? (kiki)

Upaya pemberdayaan masyarakat perlu memperhatiakn sedikitnya empat unsur pokok,


yaitu :
 Aksestabilitas informasi, karena informasi merupakan kekuasaan baru kaitannya
dengan : peluang, layanan, penegakkan hukum, efektivitas negosiasi, dan
akuntabilitas
 Keterlibatan dan partisipasi, yang menyangkut siapa yang dilibatkan dan bagaimana
mereka terlibat dalam keseluruhan proses pembangunan
 Akuntabilitas, kaitannya dengan pertanggungjawaban publik atas segala kegiatan
yang dilakukan dengan mengatasnamakan rakyat
 Kapasitas organisasi lokal, kaitannya dengan kemampuan bekerja sama,
mengorganisasi warga masyarakat, serta memobilisasi sumber daya untuk
memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi
Buku Sistem Kesehatan, Wiku adisasmito, Ph. D
 Penggerak Pemberdayaan :
Pemerintah, masyarakat, dan swasta menjadi insiator, motivator, dan fasilitator yang mempunyai
kompetensi memadai dan dapat membangun komitmen dengan dukungan para pemmpin, baik
formal mapun non formal
 Sasaran Pemberdayaan
• Perorangan (tokoh masyarakat, tokoh agama, politisi, figur masyarakat, dsb)
• Kelompok (organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, kelompok masyarakat)
• Masyarakat luas
• Pemerintah
• Berperan sebagai agen perubahan untuk menerapkan perilaku hidup sehat (subjek
pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan)
 Kegiatan Hidup Sehat :
Kegiatan Hidup Sehat dilakukan sehari-hari oleh masyarakat, sehingga membentuk kebiasaan dan
pola hidup, tumbuh dan berkembang, serta melembaga dan mebudaya dalam kehidupan
bermasyarakat
 Sumber Daya :
Potensi yang dimiliki oleh masyarakat, swasta, dan pemerintah yang meliputi: dana, sarana dan
prasarana, budaya, metode, pedoman, dan media untuk terselengaranya proses pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan

Prof. Dr. RAVIK KARSIDI, MS Universitas Sebelas Maret

5. Apa sasaran dan srategi dari pemberdayaan masyarakat? (milen)


Sasaran :
Terciptanya keberdayaan individu, keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan yang
ditandai oleh peningkatan perilaku hidup sehat dan peran aktif dalam memelihara, meningkatkan
dan melindungi kesehatan diri dan lingkungan sesuai dengan sosial budaya setemapat, khususnya
pada masa kehamilan, masa bayi dan kanak-kanak, remaja perempuan usia produktif, dan
kelompok-kelompok lain dengan kebutuhan kesehatan khusus.
Buku Pembangunan kesehatan di indonesia, R. Hapsari Habib Rachmat

Strategi :
Upaya pemberdayaan masyarakat perlu memperhatiakn sedikitnya empat unsur pokok, yaitu :
1. Aksestabilitas informasi, karena informasi merupakan kekuasaan baru
kaitannya dengan : peluang, layanan, penegakkan hukum, efektivitas
negosiasi, dan akuntabilitas
2. Keterlibatan dan partisipasi, yang menyangkut siapa yang dilibatkan dan
bagaimana mereka terlibat dalam keseluruhan proses pembangunan
3. Akuntabilitas, kaitannya dengan pertanggungjawaban publik atas segala
kegiatan yang dilakukan dengan mengatasnamakan rakyat
4. Kapasitas organisasi lokal, kaitannya dengan kemampuan bekerja sama,
mengorganisasi warga masyarakat, serta memobilisasi sumber daya
untuk memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi
6. Apa saja sasaran dari promosi Kesehatan? (Alima)

Tabel 1. Sasaran promosi kesehatan menurut tatanan

Tatanan Sasaran primer Sasaran sekunder Sasaran tersier Program


prioritas

Rumah tangga Ibu, Anggota Kader, PKK, tokoh Kader, PKK, tokoh KIA, Gizi,
keluarga masyarakat/agama, masyarakat/agama, Kesehatan
LSM LSM Lingkungan,
gaya hidup,
JPKM

Sekolah Seluruh siswa Guru, dosen, Kepala sekolah, Kesehatan


dan mahasiswa karyawan, OSIS, dekan, pengelola lingkungan, gaya
BP3, pengelola sekolah, pemilik hidup, gizi,
kantin sekolah JPKM

Tempat kerja Seluruh Pengurus/serikat Pengelola, pemilik Kesehatan


karyawan pekerja perusahaan lingkungan, gaya
hidup

Tempat umum Pengunjung, Karyawan, Kepala daerah Kesehatan


pengguna jasa pengelola lingkungan, gaya
hidup

Sarana Petugas Organisasi profesi Pimpinan/direktur, Kesehatan


kesehatan kesehatan kesehatan, kepala daerah, lingkungan, gaya
kelompok peduli BAPPEDA, DPRD hidup
kesehatan

7. Apa strategi dari promosi Kesehatan? (kiki)


Promosi kesehatan mempunyai 3 strategi dasar, yaitu:
1. Advokasi kesehatan
Untuk menciptakan kondisi ideal untuk sehat. Merupakan perpaduan antara aksi individu dan
sosial yang dirancang untuk mendapatkan komitmen politik, dukungan kebijakan,
penerimaan sosial, dan dukungan sistem untuk tujuan kesehatan atau program kesehatan.
2. Pemberdayaan masyarakat,
untuk mencapai derajat kesehatan [Link] proses yang mengantarkan masyarakat
dalam mendapatkan kemampuan mengendalikan keputusan dan tindakannya dalam
kesehatan.
3. Mediator bagi berbagai kepentingan dalam masyarakat di bidang kesehatan.
Merupakan proses rekonsiliasi berbagai kepentingan (personal, sosial, ekonomi) dari individu
dan komunitas, dan berbagai sektor (publik dan pribadi) dalam peningkatan dan perlindungan
kesehatan.
[Link]
[Link]
Ada 3 metode, yaitu ;
1. Metode Pendidikan Individual (perorangan)
Dasar digunakannya pendekatan individual ini karena setiap orang mempunyai masalah atau
alasan yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. agar
petugas kesehatan mengetahui dengan tepat serta dapat membantunya maka perlu
menggunakan metode ini. Bentuk pendekatan ini, antara lain :
a. Bimbingan dan penyuluhan (Guidance and Counceling)
Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif. Setiap masalah yang
dihadapi oleh klien dapat diteliti dan dibantu penyelesaiannya. akhirnya klien tersebut
dengan sukarela, berdasarkan kesadaran dan penuh pengertian akan menerima perilaku
tersebut (mengubah perilaku).
a. Interview (wawancara)
Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan. Wawancara
antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau
belum menerima perubahan, apakah ia tertarik atau tidak terhadap perubahan, untuk
mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar
pengertian dan kesadaran yg kuat. apabila belum maka perlu penyuluhan yg lbh
mendalam.
2. Metode Pendidikan Kelompok
Dalam memilih metode pendidikan kelompok, harus diingat besarnya kelompok sasaran serta
tingkat pendidikan formal dari sasaran. Untuk kelompok yang besar, metodenya akan lain
dengan kelompok kecil. Efektifitas suatu metode akan tergantung pula pada besarnya sasaran
pendidikan.
 Kelompok Besar
yang dimaksud kelompok besar disini adalah apabila peserta penyuluhan itu lebih dari 15
orang. Metode yang baik untuk kelompok besar ini, antara lain ceramah dan seminar.
 Kelompok Kecil
Apabila peserta kegiatan itu kurang dari 15 orang biasanya kita sebut kelompok kecil.
Metode – metode yang cocok untuk kelompok kecil ini antara lain :
 Diskusi kelompok
Agar semua anggota kelompok dapat bebas berpartisipasi dalam diskusi maka
formasi duduk para peserta diatur sedemikian rupa sehingga mereka dapat
berhadap-hadapan atau saling memandang satu sama lain, misalnya dalam bentuk
lingkaran atau segi empat.
Untuk memulai diskusi, pemimpin diskusi harus memberikan pancingan-pancingan
yang dapat berupa pertanyaan-pertanyaan atau kasus sehubungan dengan topik
yang dibahas. Agar terjadi diskusi yang hidup maka pemimpin kelompok harus
mengarahkan dan mengatur jalannya diskusi sehingga semua orang dapat
kesempatan berbicara dan tidak menimbulkan dominasi dari salah seorang peserta.
 Curah Pendapat (brain storming)
Metode ini merupakan modifikasi metode diskusi kelompok. Prinsipnya sama
dengan metode diskusi kelompok. Bedanya pada permulaannya pemimpin
kelompok memancing dengan satu masalah dan kemudian tiap peserta memberikan
jawaban-jawaban atau tanggapan (curah endapat). Tanggapan atau jawaban-
jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart atau papan tulis. Sebelum
semua peserta mencurahkan pendapatnya, tidak boleh diberi komentar oleh
siapapun. Baru setelah semua anggota mengeluarkan pendapatnya, tiap anggota
dapat mengomentari dan akhirnya terjadi diskusi.
 Bola Salju (snow balling)
Kelompok dibagi-bagi dalam pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang). kemudian
dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah. Setelah lebih kurang 5 menit maka tiap
2 pasang bergabung menjadi satu. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut,
dan menari kesimpulannya.
Kemudian tiap-tiap pasang yg sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi
dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya sehingga akhirnya akan terjadi
diskusi seluruh anggota kelompok.
 Kelompok-kelompok kecil (buzz group)
kelompok langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yg kemudian diberi
suatu permasalahan yg sama atau tidak sama dengan kelompok lain. Masing-
masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. selanjutnya hasil dari tiap
kelompok didiskusikan kembali dan dicari kesimpulannya.
 Memainkan peranan (role play)
dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peran
tertentu untuk memainkan peranan, misalnya sebagai dokter puskesmas, sebagai
perawat atau bidan, dan sebagainya sedangkan anggota yang lain sebagai pasien
atau anggota masyarakat.
 Permainan simulasi (simulation game)
Metode ini merupakan gabungan antara role play dengan diskusi kelompok. Pesan-
pesan kesehatan disajikan dalam beberapa bentuk permainan seperti permainan
monopoli. Cara memainkannya dengan menggunakan dadu, gaco (petunjuk arah),
selain beberan atau papan main. beberapa orang enjadi pemain dan sebagian lagi
berperan sebagai narasumber.
1. Metode Pendidikan Massa
Metode pendidikan massa cocok untuk mengomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang
ditujukan kepada masyarakat. Oleh karena sasaran pendidikan ini bersifat umum
Metode :
a. Ceramah umum (public speaking)
b. Pidato-pidato / diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik, baik Tv amupun
radio, pada hakekatnya merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa.
c. Simulasi, dialog antara pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang
suatu penyakit atau masalah kesehatan disuatu media massa adalah juga merupakan
pendekatan pendidikan kesehatan.
d. Tulisan-tulisan dimajalah atau koran, baik dalam bentuk artikel amupun tanya
jawab/konsultasi tentang kesehatan dan penyakit juga merupakan bentuk pendekatan
pendidikan kesehatan massa.
e. Billboard, yg dipasang di pingir jalan, spanduk, poster dan sebagainya juga merupakan
bentuk pendidikan kesehatan massa.
( Sumber : Buku Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo,
Rineka Cipta)

Anda mungkin juga menyukai