0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan6 halaman

Penandatanganan Kontrak Setelah SPPBJ

Dokumen tersebut membahas tentang prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah mulai dari pengumuman pemenang, penerbitan SPPBJ, persiapan penandatanganan kontrak, hingga penyerahan jaminan pelaksanaan. Diatur pula sanksi bagi penyedia yang tidak menerima penunjukan atau tidak menyetujui rapat persiapan penandatanganan kontrak.

Diunggah oleh

Andre Khalfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan6 halaman

Penandatanganan Kontrak Setelah SPPBJ

Dokumen tersebut membahas tentang prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah mulai dari pengumuman pemenang, penerbitan SPPBJ, persiapan penandatanganan kontrak, hingga penyerahan jaminan pelaksanaan. Diatur pula sanksi bagi penyedia yang tidak menerima penunjukan atau tidak menyetujui rapat persiapan penandatanganan kontrak.

Diunggah oleh

Andre Khalfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

- 60 -

a. masa sanggah berakhir (apabila tidak ada


sanggahan);
b. masa sanggah banding telah berakhir (apabila ada
sanggahan tetapi tidak ada sanggahan banding);
atau
c. KPA menyatakan sanggah banding salah/tidak
diterima (apabila ada sanggahan banding).

40.3 SPPBJ diterbitkan paling lambat 5 (lima) hari kerja


setelah PPK menerima Berita Acara Hasil Pemilihan
(BAHP).

40.4 Dalam hal DIPA/DPA belum terbit, SPPBJ dapat ditunda


diterbitkan sampai batas waktu penerbitan oleh otoritas
yang berwenang.

40.5 Dalam SPPBJ dicantumkan bahwa penyedia harus


menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum
penandatanganan kontrak.

40.6 SPPBJ ditembuskan kepada APIP.

40.7 Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena


tidak sependapat atas penetapan pemenang, maka:
a. PPK dapat menyampaikan penolakan apabila:
1) dalam Dokumen Pemilihan ditemukan
kesalahan atau Dokumen Pemilihan tidak sesuai
dengan ketentuan dalam Peraturan Perundang-
undangan terkait Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;
2) proses pelaksanaan pemilihan tidak sesuai
ketentuan dalam Dokumen Pemilihan;
dan/atau
3) dokumen penawaran dan data kualifikasi
pemenang dan/atau pemenang cadangan tidak
memenuhi persyaratan sesuai yang disyaratkan
dalam Dokumen Pemilihan.
b. Penolakan sebagaimana dimaksud pada huruf a
angka 1) sampai dengan angka 3) hanya
berdasarkan dokumen BAHP yang diterima (bukan
berdasarkan hasil klarifikasi/verifikasi/pembuktian
kepada peserta dan/atau pihak lain).
c. PPK menyampaikan penolakan tersebut kepada
Pokja Pemilihan disertai alasan dan bukti;
d. PPK melakukan pembahasan bersama Pokja
Pemilihan terkait perbedaan pendapat atas hasil
pemilihan penyedia;
e. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan, maka
pengambilan keputusan diserahkan kepada PA/KPA
paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah tidak
tercapai kesepakatan;
f. PA/KPA dapat memutuskan:
1) menyetujui penolakan PPK, PA/KPA
memerintahkan Pokja Pemilihan untuk
melakukan evaluasi ulang, atau tender ulang;
atau

Paraf 1 Paraf 2 Paraf 3


- 61 -

2) menyetujui hasil pemilihan penyedia, PA/KPA


memerintahkan Pejabat Penandatangan kontrak
untuk menerbitkan SPPBJ paling lambat 5
(lima) hari kerja.
g. Putusan PA/KPA bersifat final.
h. Dalam hal PA/KPA yang bertindak sebagai PPK tidak
menyetujui hasil pemilihan penyedia, PA/KPA
menyampaikan penolakan tersebut kepada Pokja
Pemilihan disertai alasan dan bukti serta
memerintahkan Pokja Pemilihan untuk melakukan
evaluasi ulang atau tender ulang paling lambat 6
(enam) hari kerja setelah menerima hasil pemilihan
penyedia.

40.8 Pejabat Penandatangan Kontrak menginputkan data


SPPBJ dan mengunggah hasil pemindaian SPPBJ yang
telah diterbitkan pada SPSE dan mengirimkan SPPBJ
tersebut melalui SPSE kepada Penyedia yang ditunjuk.

40.9 Penyedia wajib menerima penunjukan tersebut, dengan


ketentuan:
a. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri
dengan alasan yang dapat diterima secara obyektif
oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan masa
penawarannya masih berlaku, maka peserta yang
bersangkutan tidak dikenakan sanksi apapun;
b. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri
dengan alasan yang tidak dapat diterima secara
obyektif oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan
masa penawarannya masih berlaku, maka peserta
dikenakan sanksi Daftar Hitam dan Jaminan
Penawaran (apabila disyaratkan) dicairkan dan
disetorkan ke Kas Negara; atau
c. apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk
karena masa penawarannya sudah tidak berlaku,
maka peserta yang bersangkutan tidak dikenakan
sanksi apapun.

40.10 Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri,


maka dilakukanpenunjukan kepada pemenang cadangan
(apabila ada).

40.11 Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas)


hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.

40.12 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia wajib


melaksanakan Rapat Persiapan Penandatanganan
Kontrak setelah diterbitkan SPPBJ.

40.13 Dalam Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak,


paling sedikit dibahas hal-hal sebagai berikut:
a. perubahan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
dikarenakan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
ditetapkan sebelumnya akan melewati batas tahun
anggaran;
b. Dokumen Kontrak dan kelengkapan;

Paraf 1 Paraf 2 Paraf 3


- 62 -

c. Kelengkapan Rencana Keselamatan Konstruksi;


d. Rencana penandatanganan Kontrak;
e. Rencana pemberdayaan tenaga kerja
praktik/magang (bila ada);
f. Jaminan Uang Muka (ketentuan, bentuk, isi, waktu
penyerahan);
g. Jaminan Pelaksanaan (ketentuan, bentuk, isi, waktu
penyerahan);
h. Asuransi;
i. Hal yang telah diklarifikasi dan dikonfirmasi pada
saat evaluasi penawaran; dan/atau

40.14 Dalam Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak,


Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengisi
substansi rancangan kontrak dengan informasi yang
diperoleh dari dokumen penawaran penyedia dan
perubahannya yang dinyatakan dalam berita acara hasil
pemilihan dengan tidak mengubah substansi yang
ditetapkan dalam dokumen pemilihan.

40.15 Dalam Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak,


Pejabat Penandatangan Kontrak meminta Penyedia untuk
menandatangani Pakta Komitmen Keselamatan
Konstruksi (apabila Pakta Komitmen Keselamatan
Konstruksi belum ditandatangani pimpinan tertinggi
perusahaan Penyedia).

40.16 Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak dinyatakan


gagal oleh Pejabat Penandatangan Kontrak, dalam hal:
a. Penyedia tidak menyepakati dengan alasan yang
objektif dan dapat diterima oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak, maka Penyedia tidak
dikenakan sanksi apapun; dan
b. Penyedia tidak menyepakati dengan alasan yang
tidak objektif dan tidak dapat diterima oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak, maka diberikan sanksi
daftar hitam dan pencairan jaminan penawaran.

40.17 Dalam hal Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak


dinyatakan gagal sebagaimana dimaksud pada 40.16,
maka SPPBJ dan penandatanganan kontrak dibatalkan,
selanjutnya Pejabat Penandatangan Kontrak menunjuk
pemenang cadangan (apabila ada).

40.18 Pejabat Penandatangan Kontrak menginputkan data


kontrak dan mengunggah hasil pemindaian dokumen
kontrak yang telah ditandatangani pada SPSE.

41. Kerahasiaan 41.1 Proses evaluasi Dokumen Penawaran bersifat rahasia


Proses dan dilaksanakan oleh Pokja Pemilihan secara
independen.

41.2 Informasi yang berhubungan dengan penelitian,


evaluasi, klarifikasi, konfirmasi, dan usulan calon
pemenang tidak boleh diberitahukan kepada peserta,
atau orang lain yang tidak berkepentingan sampai

Paraf 1 Paraf 2 Paraf 3


- 63 -

keputusan pemenang diumumkan.

41.3 Setiap usaha peserta tender mencampuri proses evaluasi


Dokumen Penawaran atau keputusan pemenang akan
mengakibatkan ditolaknya penawaran yang
bersangkutan.

41.4 Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita


Acara Hasil Pemilihan (BAHP) oleh Pokja Pemilihan
bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman
pemenang.

I. JAMINAN PELAKSANAAN

42. Jaminan 42.1. Jaminan Pelaksanaan diberikan Penyedia sebelum


Pelaksanaan penandatanganan Kontrak.

42.2. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan kepada Penyedia


setelah:
a. penyerahan seluruh pekerjaan;
b. penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima
persen) dari harga Kontrak; dan/atau
c. pembayaran termin terakhir/bulan
terakhir/sekaligus telah dikurangi uang retensi
sebesar 5% (lima persen) dari harga Kontrak
(apabila diperlukan).

42.3. Jaminan Pelaksanaan diserahkan kepada Pejabat


Penandatangan Kontrak, memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
a. dapat diterbitkan oleh:
1) Bank Umum;
2) Perusahaan Penjaminan;
3) Perusahaan Asuransi; atau
4) Lembaga khusus yang menjalankan usaha di
bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi
untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan di bidang Lembaga pembiayaan
ekspor Indonesia.
b. Penerbit jaminan pelaksaanaan telah ditetapkan/
mendapatkan rekomendasi dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
c. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal
penandatanganan Kontrak sampai dengan serah
terima pertama pekerjaan berdasarkan Kontrak
(PHO);
d. Nama Penyedia sama dengan nama yang tercantum
dalam surat Jaminan Pelaksanaan;
e. Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang
dari yang disyaratkan;
f. Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan
dalam angka dan huruf;
g. Nama Pejabat Penandatangan Kontrak yang
menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama
Pejabat Penandatangan Kontrak yang

Paraf 1 Paraf 2 Paraf 3


- 64 -

menandatangan kontrak;
h. Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket
pekerjaan yang tercantum dalam SPPBJ;
i. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa
syarat (unconditional) sebesar nilai jaminan dalam
jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja setelah surat pernyataan wanprestasi dari
Pejabat Penandatangan Kontrak diterima oleh
penerbit Jaminan;
j. Jaminan Pelaksanaan atas nama KSO ditulis atas
nama KSO atau masing-masing anggota KSO
(apabila masing-masing mengajukan Jaminan
Pelaksanaan secara terpisah); dan
k. Memuat nama, alamat dan tanda tangan pihak
penjamin.

42.4. Pejabat Penandatangan Kontrak mengkonfirmasi dan


mengklarifikasi secara tertulis substansi dan
keabsahan/keaslian Jaminan Pelaksanaan kepada
penerbit jaminan apabila ada hal yang meragukan.

42.5. Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan


Surat Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan
penolakan untuk menandatangani Kontrak.

42.6. Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Jaminan


Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak.

J. PENANDATANGANAN KONTRAK

43. Penanda- 44.1. Penandatanganan Kontrak dilakukan setelah DIPA/DPA


tanganan ditetapkan.
Kontrak
44.2. Sebelum penandatanganan kontrak Pejabat
Penandatangan Kontrak wajib memeriksa apakah
pernyataan dalam Data Isian Kualifikasi masih berlaku.
Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak
terpenuhi, maka penandatanganan kontrak tidak dapat
dilakukan.

44.3. Penandatanganan kontrak dilakukan setelah diterbitkan


SPPBJ, dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan
Pelaksanaan, dengan ketentuan:
a. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran
terkoreksi antara 80% (delapan puluh persen)
sampai dengan 100% (seratus persen) nilai HPS
adalah sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak;
atau
b. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran
atau penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan
puluh persen) nilai HPS adalah sebesar 5% (lima
persen) dari nilai HPS.

44.4. Pejabat Penandatangan Kontrak dan penyedia tidak


diperkenankan mengubah substansi Dokumen
Pemilihan sampai dengan penandatanganan Kontrak,

Paraf 1 Paraf 2 Paraf 3


- 65 -

kecuali mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan


dikarenakan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
ditetapkan sebelumnya akan melewati batas tahun
anggaran.

44.5. Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia yang


memenuhi ketentuan Rapat Persiapan Penandatanganan
Kontrak mengisi substansi rancangan kontrak dengan
informasi yang diperoleh dari dokumen penawaran
penyedia dan perubahannya yang dinyatakan berita
acara hasil pemilihan dengan tidak mengubah substansi
yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan.

44.6. Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia yang


memenuhi ketentuan Rapat Persiapan Penandatanganan
Kontrak wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi
substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta
membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen
Kontrak.

44.7. Menetapkan urutan hierarki kontrak sebagai berikut:


a. adendum Kontrak (apabila ada);
b. Surat Perjanjian;
c. Surat Penawaran;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. spesifikasi teknis dan gambar;
g. Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan
Harga Hasil Negosiasi apabila ada negosiasi);
h. Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan
Harga Terkoreksi apabila ada koreksi aritmatik)
dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan
antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka
berlaku urutan hierarki hukum.

44.8. Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan,


yaitu:
a. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri
atas:
1) kontrak asli pertama untuk Pejabat
Penandatangan Kontrak dibubuhi meterai pada
bagian yang ditandatangani oleh penyedia; dan
2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi
meterai pada bagian yang ditandatangani oleh
Pejabat Penandatangan Kontrak.
b. rangkap kontrak lainnya (apabila diperlukan) tanpa
dibubuhi meterai.

44.9. Pihak yang berwenang menandatangani kontrak atas


nama penyedia adalah direktur utama/pimpinan
perusahaan atau yang namanya tercantum dalam Akta
Pendirian/Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

44.10. Pejabat Penandatangan Kontrak menginputkan data


kontrak dan mengunggah hasil pemindaian dokumen

Paraf 1 Paraf 2 Paraf 3

Anda mungkin juga menyukai