0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan9 halaman

Inversi Simultan

Diunggah oleh

Awang 22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan9 halaman

Inversi Simultan

Diunggah oleh

Awang 22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
Inversi Simultan Adriansyah Geofisika Jasa Teknologi Pertamina Hulu PT. Pertamina (Persero) Abstrak Inversi data seismik refleksi zero offset untuk mendapatkan impedansi akustik yaitu perkalian antara kecepatan gelombang-P dengan densitas atau rapat masa memberi perspektif baru terhadap aplikasi teknologi inversi pada eksplorasi migas. Data impedansi akustik adalah besaran litologi_ yang berbeda dengan data amplitudo yang merupakan besaran representasi perbedaan atau kontras bidang batas antar dua lapisan. Analisa data seismik refleksi non-zero offset dengan mengamati variasi amplitudo terhadap offset merupakan basis dari metoda AVO /AVA (amplitude variation with offset/amplitude variation with angle). Informasi kecepatan gelombang-S terdapat pada lereng perubahan amplitudo terhadap offset, bersama-sama informasi kecepatan gelombang-P dapat digunakan sebagai indikasi hidrokarbon dini. . Aplikasi kedua teknologi di atas secara terpisah kadang menghasilkan kesimpulan yang tidak sinergi akibat gejala ketidak-unikan yang merupakan ukuran akurasi metoda berbasis permodelan ke belakang. Inversi simultan adalah metoda yang didisain untuk mengintegrasikan teknologi inversi pada data non-zero offset. Tetapi bukan itu yang menyebabkannya diistilahkan inversi simultan. Disebut inversi simuttan karena algoritma ini menggunakan masukan lebih dari dua offset data sefsmik refleksi yang secara bersama-sama diinversi untuk mendapatkan kecepatan gelombang-P, kecepatan gelombang-S, dan densitas. Penerapan metoda inversi simultan pada data 3-D Donggi, Sulawesi Tengah dan ‘Area Melandong, Jawa Barat memperlihatkan potensi besar yang dimiliki metoda ini untuk digunakan secara lebih intensif untuk mengurangi resiko pemboran eksplorasi atau deliniasi. Ketersediaan sumber daya manusia dan kelengkapan data penunjang merupakan kendala belum tyasnya aplikasi teknologi inversi simuttan di Pertamina (juga di Indonesia). Simultaneous Inversion Adriansyah Geophysical Technology Support Pertamina Upstream PT. Pertamina (Persero) Abstract Inversion of zero-offset seismic reflection data to get acoustic impedance, which is a multiplication between P-wave velocity and density, gives a new perspective to the application of inversion technology in the hydrocarbon exploration. Acoustic impedance is a lithology property more preferred than the conventional seismic amplitude that is a property of lithology interface contrast. Analysis of non-zero offset seismic reflection data by way of observation the variation of amplitude with offset is the basis of AVO/AVA (amplitude variation with offset/amplitude variation with angle) method. Shear wave (S- wave) velocity information is content in the slope of change in the amplitude with increasing offset, together with P-wave velocity information can be used for early hydrocarbon detection. Utilization of both the above methods independently sometimes yield non- synergy conclusions due to the non-uniqueness phenomena that measures the accuracy of inverse modeling based technology. Simultaneous inversion method is designed to integrate inversion technology into non-zero offset seismic data. However, the method is called simultaneous inversion based on its algorithm that works with input more then two sets of non-zero offset data that simultaneously inverted to get P-wave velocity, S-wave velocity, and density. Application of simultaneous inversion method to 3-D seismic data from Donggi, middle Sulawesi and Melandong Area, west Java showed its huge potential to use more intensively for reducing the risk of exploration or delineation wells. The availability of human resource and supporting data are the main constrains that prevent widely application of the simultaneous inversion method in Pertamina (also in Indonesia). Pendahuluan Impedansi akustik yang diperoleh melalui proses inversi amplitudo gelombang seismik refleksi sangat berguna bagi interpreter untuk memahami karakteristik reservoir lebih baik. Selain karena distribusinya dalam volume maupun penampang melingkupi suatu body litologi, besaran impedansi akustik merupakan besaran terukur yang adalah perkalian antara kecepatan gelombang-P (Vp) dengan densitas (p), menjadikannya besaran yang lebih intuitif bagi interpretasi. Pemakaian data impedansi akustik untuk membedakan litologi dengan porositas berbeda terutama untuk reservoir batugamping cukup bethasil akan tetapi agak terbatas pada lingkungan perselingan batupasir dan lempung. Selain itu, dengan semakin besamya resiko kegagalan pemboran baik untuk kepentingan eksplorasi maupun pengembangan dibutuhkan alat deteksi dini jenis fluida reservoir serta distribusinya. Reservoir yang tersaturasi hidrokarbon cenderung akan mengalami penurunan Vp, tentu secara otomatis juga impedansi akustik, akan tetapi phenomena ini sulit untuk dibedakan dengan perilaku serupa yang disebabkan oleh perubahan litologi atau porositas tanpa informasi kecepatan gelombang-S (Vs). Analisa AVO memanfaalkan sifat ini dengan mempelajari informasi Vs yang terdapat pada lereng perubahan amplitudo gelombang seismic terhadap penambahan jarak antaratitik tembak dengan penerima (offset). Seperti halnya teknik inversi, eplikasi analisa AVO memiliki keterbatasan sehingga hanya digunaken sebagai indikator dini keberadaan hidrokarbon. Salah satu keterbatasannya adalah amplitudo atau reflektifitas merupakan besaran yang merepresentasikan kontras impedansi pada bidang batas antar litologi. Hal ini mengakibatkan besarnya ketidak pastian apabila digunakan untuk mendapatkan informasi distribusi suatu besaran di dalam suatu lapisan litologi. ‘Metoda inversi simultan, dirancang untuk dapat mensinergikan kelebihan-kelebihan Kedua metodologi di atas. Hasil akhir Vp, Vs, dan p kemudian dapat digunakan untuk ‘menghitung besaran-besaran petrofisika seperti Poisson’s Ratio, Ap, dan up yang lebih sensitif untuk mengkarakterisasi litologi dan fluida reservoir. Metodologi Gambar (1) menunjukckan hubungan antara proses inversi konvensional dengan inversi simultan, Inversi konvensional untui mendapatkan impedansi akustik (AI) bekerja dengan masukan data amplitudo seismik zero offset. Secara teori untuk kasus pemantutan gelombang seismik yang tegak lurus bidang betas lapisan (zero offiet, tidak terdapat Konversi sebagian dari energi gelombang-P menjadi gelombang-S schingga persemaan dasar inversi: Ra) = (Al(a+1)-Al@) (AIH) FAT) @ dapat digunakan, R adalah reflektifitas, n adalah indeks lapisan. Gambar 1: Plot amplitudo versus offset yang menunjukkan erbandingan inversi Konvensional, inversi impedansi elastik dan inversi simultan. Apabila teknik inversi konvensional ini dilakukan terhadap data non-zero offset, untuk setiap offset akan didapatkan besaran turunan yang merupakan fungsi dari Vp, Vs, p, dan sudut datang gelombang-P pada bidang batas. Besaran ini disebut impedansi elastik (EI) (Connolly, 1989). Dari gambar (1) nampak bahwa apabila data seismik memiliki variasi amplitudo terhadap offset (AVO), harga-harga impedansi elastik akan berbeda dengan impedansi akustik. Dengan mengamati distribusi perbedaan ini didapat distribusi dimana terdapat anomaly AVO yang dapat dikaitkan dengan kemungkinan akumulasi hidrokarbon. Walau cukcup efektif untuk mendelineasi hidrokabon indikator, impedansi clastik tidak cukup untuk mengkarakterisasi reservoir karena besaran ini hanyalah esaran turunan, bukan besaran fisik yang terukur. Inversi simultan, bekerja dengan data masukan minimum dua penampang atau volume yang didapat dari partial stack untuk offset yang berbeda-beda yang secara bersama-sama diinversikan. Untuk data non-zero offset, persamaan dasar yang digunakan adalah persamaan lengkap Zoeppritz yang dapat disederhanakan dalam bentuk (Aki dan Richards, 1980): R(®)=P+G Sin’(®) Q Dimana R(®) reflektifitas untuk sudut datang 0 yang berasosiasi dengan offset tertentu, P adalah reflektifitas untuk offset nol yang besamnya identik dengan persamaan (1), G disebut gradient AVO yang ‘merupakan fungsi dari Vp, Vs, dan p. Detail implementasi inversi simultan diperlihatkan oleh gambar (2). Selain masukan data partial stack, data log sumur (Vp, Vs, dan p), serta horizon interpretasi dibutuhkan untuk ‘mengestimasi wavelet dari masing-masing data partial stack dan untuk membangun model geologi sebagai kontrol frekwensi rendah terhadap solusi inversi, Hasil akhir yang didapat adalah impedansi gelombang-P (perkalian antara Vp dengan p), impedansi gelombang-S (perkalian Vs dengan ), serta densitas (p). Hasil ini kemudian digunakan untuk menghitung besaran-besaran elastik lain yang lebih sensitif untuk karakterisasi reservoir seperti Poisson's Ratio, Vp/Vs, Xp, dan wp (Goodway dan kawan-kewan, 1997), Pada tulisan ini kami membatasi anelisa terhadap hasil langsung inversi simultan yaitu Vp, Vs, dan p. Gambar 2: Workflow umum inversi simultan Hasil dan Analisa Gambar (3) berturut-turut memperlihatkan horizon slice puncak reservoir karbonat berumur Miocene dari struktur Donggi, Sulawesi Tengah untuk impedansi-P, impedansi- § dan densitas hasil inversi simultan,, Data log sumur Donggi-A, Donggi-B, Anoa ‘Merah, serta Anoa Besar digunakan sebagai kontrol impedansi-P dan densitas, untuk kontrol impedansi-S juga digunakan semua data log sumur keouali Donggi-A. Untuk melakukan interpretasi karakter reservoir perlu dipahami perilaku responsnya terhedap saturasi hidrokarbon. Crossplot antara impedansi gelombang-S (ordinat) dan impedansi gelombang-P (absis) ‘untuk reservoir karbonat Miocene Donggi diperlihatkan oleh gambar (4). Untuk sumur- sumur gas Donggi-B dan Anoa Besar, pengaruh hidrokarbon menyebabken penurunan impedansi-P. Hal ini terlihat dari kelompok data bagi reservoir tersaturasi gas yang bergeser ke arah kiri (penurunan Jp) dan keluar dari garis least square fit. Sementara untuk Anoa Merah semua data cenderung berkelompok di sekitar garis representasinya. Untuk lebih meyakinkan bahwa perilaku ini dikarenakan oleh ada hidrokarbon, dilakukan permodelan dengan menggantikan fluida reservoir dari gas ke air untuk sumur Anoa Besar yang diperlihatkan pada bagian kanan bawah gambar (4). Nampak bahwa pola pengelompokan setelah fluida substitusi mendekati pola pengelompokan data sumur Anoa Merah. Gambar 3: Dari atas kebawah 30 ms horizon slice puicak karbonat miocene Donggi untuk impedansi-P, impedansi-S, dan densitas hasil inversi simultan. Dati hasi inversi simultan pada gambar (3) distribusi penurunan harga impedansi-P ‘menunjukan potensi penyebaran hidrokarbon yang lebih Iuas dari batas yang didapat dari gas-water contact (garis tebal). Hal ini juga dapat dilihat dari distribusi densitas rendah. Impedansi-S yang lebih dipengaruhi oleh jenis litologi memperlihatkan kemungkinan perbedaan fasies karbonat yang berada di sekitar sumur Donggi-A dan Donggi-B. Hal ini juga ditunjukkan oleh informasi serbuk bor (kommmnikasi personal). Hal yang cukup menarik adanya sebaran impedansi-P dan densitas yang rendah di barat daya sumur Donggi-B, meskipun berada pada ketinggian yang lebih rendah dari gas-water contact. Phenomena ini layak untuk dikaji ulang yang dapat memberikan perubahan yang cukup berarti terhadap jumlah cadangan di struktur Donggi. DONGGIS Gambar 4: Crossplot Impedansi-P terhadap Impedansi-S untuk sumur Anoa Besar-1, Donggi-B, Anoa Merah, dan Anoa Besar-I setelah fluida substitusi. Gamber (5) adalah penampang impedansi-P, impedansi-S, dan densitas hasil inversi simultan untuk area Melandong dan sekitamya di Jewa Barat. Mengingat luasnya area, inversi hanya dilakukan sepanjang lintasan yang melalui sumur-sumur Curugjati-A. (CRJ- A), Karangbaru-A (KRB-A), dan Melandong-1 (MLD-1). Karena keterbatasan data log Vs pada sumur-sumur yang dilalui, prediksi besaran ini dilakukan sebelum proses inversi. Hal ini tentu saja aan mempengaruhi tingkat kepercayean terhadap hasil yang diperoleh. Inversi simultan untuk daerah Melandong difokuskan pada reservoir yang terdapat pada formasi Talang Akar. Impedansi-P dan densitas menunjulkkan bahwa distribusi hidrokarbon pada sumur-sumur Kerangbaru-A dan Melandong-1 lebih baik daripada sumur Curugjati-A. Sedangkan pola impedansi-S mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan fasies yang berarti sepanjang lintasan inversi, Potensi tambahen cadangan untuk daerah ini yang ditunjukkkan dengan harga impedansi-P dan densitas yang rendah terdapat pada flank struktur Curugjati dan down block fault area di kiri struktur Kerangbarn. Gambar 5 : Dari atas ke bawah penampang impedansi-P, impedansi-S, dan densitas hasil inversi simultan untuk lintasan yang melalui sumur-sumur Curugjati-A (CRIA), ‘Karangbaru-A (KRB-A), dan Melandong-1 (MLD-1) di Jawa Barat. Kesimpulan dan Saran Inversi simultan memberikan hasil besaran-besaran elastik yang lebih representatif untuk mendiskripsi karakter litologi dan fluida reservoir. Tingkat akurasi hasil yang didapat sangat tergantung pada kelengkapan data pendukungnya, Di Pertamina keterbatasan yang sering dihadapi adalah keterbatasan informasi gelombang-S. Hasil-hasil dari aplikasi inversi simultan pada struktur Donggi dan area Melandong menunjukkan potensi penambahan cadangan yang perlu dipelajari lebih jauh baik dari sisi geofisika maupun geologi. Impedansi-P, impedansi-S, dan densitas dapat diproses untuk mendapatkan besaran yang secara langsung menunjukkan probabilitas akumulasi hidrokarbon. Pekerjaan ini merupakan tantangan di depan terutama bagi keperluan pengembangan lapangan-lapangan yang sudah ditemukan. Ucapan Terimakasih ‘Terima kasih penulis sampaikan kepada tim karakterisasi reservoir Lemigas-ITB-UI: Dr. Sony, Dr. Wahyu, Dr. Haris, Dr. Suprayitno M., serta rekan sejawat di Geofisika Jasa ‘Teknologi: Dr. Waluyo, Artini S. Msc. yang telah berkontribusi terhadap pengembangan teknik inversi simultan di Pertamina, Pustaka Aki, K. And Richards, P.G., 1980, Quantitative Seismology: Theory And Method: W.H. Freeman and Company, Vol 1. Connolly; P., 1999, Elastic Jmpedance: The Leading Edge, v.18,p.438-452 Goodway, B., Chen, T., and Downton, J., 1997, Improved AVO Fluid Detection and Lithology Discrimination Using Lame Petrophysical Parameter, “ap”, "up” and "Ap Fluid Stack", From P and S Inversion: CSEG Expanded Abstract, p.148-151.

Anda mungkin juga menyukai