Program Kerja PAUD Harsya Ceria
Program Kerja PAUD Harsya Ceria
Disusun Oleh:
Anggota Kelompok :
Ainun (190210054)
Dosen Pengampu:
1
KATA PENGANTAR
الر حِ يم
َّ الر حْ َم ِن
َّ ْــــــــــــــــم ِاﷲ
ِ بِ س
Puji dan syukur marilah kita curahkan kehadirat Allah SWT yang telah
menganugerahkan kepada kita kesehatan dan ilmu pengetahuan. Sehingga kita dapat
menyelesaikan Laporan ini. Shalawat dan salam semoga tetap tecurah limpahkan kepada
Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Dan juga tercurah pula kepada keluarga, sahabat dan
kepada kita sebagai umatnya.
Tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada ibu yang telah bersedia
membimbing kami untuk menyelesiakan Laporan ini. Harapan kami semoga Laporan ini
membantu menambah pengetahuan tentang tugas mata kuliah ini, sehingga kita dapat
mengetahui dan mempelajari poin-poin yang terdapat di dalamnya.
Penyusunan Laporan program kerja ini melibatkan berbagai komponen diantaranya
dari Kepala Sekolah PAUD Harsya,Guru, Staf dan Komite PAUD.
Semoga program kerja di PAUD Harsya ini dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan
program yang telah direncanakan.
(Pemakalah)
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................i
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................................................1
BAB IV : PENUTUP...........................................................................................................28
A. Kesimpulan.. ............................................................................................................28
B. Saran.. ......................................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….29
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
5
BAB II
PROFIL SEKOLAH
A. BIODATA SEKOLAH
Nama Sekolah : PAUD Harsya Ceria
Alamat : Kampung Jeulinke
Kecamatan : Syiah Kuala
Kota : Banda Aceh
Status Sekolah : Swasta
Tahun Berdiri : Juli 2021
Akreditas : Belum Terakreditas
Model Pembelajaran : Sentra
Status Gedung : Sewa
Pendiri : Buk Saprina Siregar
B. ORGANISASI SEKOLAH
Struktur Organisasi Sekolah PAUD Harsya Ceria Kota Banda Aceh :
8
BAB II
PEMBAHASAN
9
karena kita juga buat potovolio anak itu juga gada tertulis paling cuma poto
.
8. Adakah peraturan mengajar dalam guru?
Jawab :
Ada, SOP, dari anak penjelutan sampai pulang disetiap kegiatan itu
penjeputan,opening pagi, sank, mengajari kegiatan sentra itu semua ada
dilapangan
9. Apakah ada kegiatan kesenian/pentas seni?
Jawab:
Ada, semua di ikutkan, anak-anaknya semua ikut gada yang ga ikut, anak
berkebutuhan khusus kah dia semua diikutkan dan bahkan anak yang tidak
bisa berdiri itu jg kami ikutkan .
10. Adakah penerimaan murid baru?
Jawab :
Ada, itu kita tetap sebarkan tapi kita tidak harus ditahun ajaran itu selesai
enggak karena bagi kami ya semua anak usia diri itu kapan aja dia boleh
masuk, tidak ada batas
11. Bagaimana pembagian guru kelas nya ?
Jawab :
Pembagian kelas nya ada tk A, B, kls Tk, dan kelompok bermain
2. Pembahasan
PAUD Harsya merupakan salah satu sekolah yang baru berdiri 1 tahun, meski begitu
sekolah ini tak kalah bagus nya dengan sekolah lain, program kerja kepala sekolah nya
sudah sangat bagus yang dimana mengadakan rapat Bersama oang tua dan guru guna
memperbaiki hal-hal yan perlu di perbaiki, dan untuk penerimaan murid baru tidak
harus setiap tahun ajaran baru melainkan setiap hari di buka bagi siapapun yang mau
belajar di PAUD tersebut. Kepala sekolah memiliki niat yang sangat mulia membuka
PAUD Inklusi ini, ia berpendapat bahwa mereka anak berkebutuhan khusus juga layak
menadapatkan Pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya. Untuk pembuatan
PAUD ini tidak ada kontirubusi dari masyarakat ataupun pemerintah, biaya awal nya
semua dari kepala sekolah sendiri dan keluarganya.
3. Analisis
Kepala sekolah berperan sebagai perencana, pelaksana, penilai hasil
pembelajaran, membimbing dan melatih dan sekaligus melakukan
[Link] personal kepala sekolah harus memiliki kepribadian dan akhlak
mulia, pengembangan budaya keteladanan, keinginan untuk mengembangkan diri,
10
keterbukaan dan menjalankan tugas pokok dan fungsi, mengendalikan diri dalam
menjalankan tugas.1
Melihat pentingnya Pendidikan bagi anak sedini mungkin, maka pemerintah
berupaya untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan anak usia 0-4 tahundengan
berinisiatif untuk mendirikan Direktorat PAUD (saat ini disebut Direktorat PAUD)
Pada tahun 2001.2
Di PAUD Harsya Ceria menggunakan Model Pembelajaran Sentra,
dan model ini digunakan sangat baik di sekolah ini, tampaknya guru-guru di dalam
nya sudah sangat ahli dalam mengajar model sentra dan menciptakan APE yang
menarik. Yang paling menarik menurut kami di PAUD ini adalah adanya Terapi
untuk anak yang berkebutuhan khusus, seperti terapi wicara. Dan bahkan beberapa
anak juga sudah berhasil bicara setelah di terapi. Kepala sekolah juga Menyusun
kalender akademik, RPPH, RPPM dan lain sebagainya dengan sangat baik dan
memiliki ciri khas tertentu dan tidak menjiplak seperti yang dilakukan beberapa tk
lain.
Dari pembahsan di atas dapat kami simpulkan bahwa Program Kerja
Kepala Sekolah di PAUD Harsa sudah sangat bagus, kepala sekolah mengerti apa
yang harus di perhatikan dan di perbaiki. Kepala sekolah juga memiliki
pengalaman yang bangat tentang menjadi Kepala Sekolah karna dulu pernah
menjadi Kepala sekolah PAUD di sekolah lain hamper 10 tahun lamanya, hal itu
membuat kepala sekolah mengerti banyak hal tentang PAUD.
Setelah kami melakukan observasi dan wawancara Program Kerja dari Kepala
sekolah sudah sangat baik, di liat dari RPPH yang sangat bagus dan juga banyak
guru yang lulusan sarjana. Meski bukan sarjana PAUD tampak nya guru-guru
disini Ketika mengajar terlihat sangat baik dan APE yang banyak dan menarik.
12
kelompok A jadi hari Selasa dikelompok B itu mereka bertanggung
jawab masing-masing. Satu guru stu sentra
2. Pembahasan
Dalam setiap kelas maka ada 4 senta dan setiap guru bertanggung
jawab atas satu sentra, RPPH di buat setiap minggu sekaligus untuk 7 hari
kedepan begitu juga dengan RPPM.
3. Analisis
Profesionalitas guru PAUD harus terus diasah dengan terus belajar dan
terus memperbaiki diri. Guru paud yang tidak mau atau tidak bersedia
untuk mengembangkan profesionalitasnya, guru PAUD tersebut akan
tertinggal dan tergerus oleh perkembangan zaman. Guru PAUD yang
tertinggal ini tidak mampu mengikuti perkembangan, dan secara otomatis
tidak mampu memberikan pembelajaran prima dan optimal kepada anak-
anak usia dini.
13
Guru PAUD yang tidak bersedia mengembangkan keprofesional dengan
terus melakukan refleksi terhadap kinerja dan kualitas dirinya akan
menjadi pribadi-pribadi yang menjadi beban dan masalah dalam struktur
Pendidikan secara umum, bahkan dalam struktur bernegara dan kehidupan.
Maka dari itu pengembangan keprofesionalan guru PAUD secara
berkelanjutan dan dengan senantiasa melakukan Tindakan reflektif
hukumnya wajib. Berikut ini adalah bentuk pengembangan keprofesionalan
tersebut.3
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan
proses kegiatan pembelajaran di kelas antara lain sebagai berikut:
(1) cara mengidentifikasi kebutuhan peserta didik;
(2) cara merekrut calon peserta didik;
(3) cara menyusun program kegiatan pembelajaran berlangsung;
(4) cara membentuk pengembangan prilaku, pengembangan kemampuan dasar
berbahasa;
(5)menyiapkan alat dan bahan pelajaran; dan
(6) menyusun jadwal kegiatan pembelajaran.
Siklus pertama ini kepala sekolah beserta pendidik masih terbawa oleh
kebiasaan dalam melakukan perencanaan yang bersifat konfensional. Hal ini terlihat
dari cara pendidik menyampaikan materi acuan kegiatan pembelajaran masih bersifat
apa adanya, artinya tanpa memiliki persiapan yang lengkap, sebagaimana layaknya
persiapan guru yang mengajar. Oleh karena itu sebelum melakukan siklus kedua
peneliti mengajak kepala sekolah bersama pendidik melakukan diskusi serta
memberikan masukan-masukan tentang cara menyusun perencanaan acuan kegiatan
pembelajaran agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan.
Pada siklus kedua berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan bersama
kepala sekolah langsung diaplikasikan dan ternyata hasilnya cukup baik dapat dilihat
dari adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan terhadap kepala sekolah
maupun pendidik dalam menyusun perencanaan terutama, perencanaan acuan kegiatan
pembelajaran. Meskipun terdapat peningkatan pada siklus kedua bukan berarti siklus
ketiga tidak dilakukan. Sedangkan siklus ketiga dilakukan dalam rangka lebih
14
meningkatkan kemampuan perencanaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari
kegiatan sebelumnya. Setelah program direncanakan, maka langkah berikutnya adalah
pengorganisasian program.
Pengorganisasian merupakan proses membagi kerja ke dalam
tugastugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai
dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumber daya, serta
mengkoordinasikannya dalam rangka efektifitas
Berdasarkan hasil temuan di lapangan pada saat melakukan studi awal baik melalui
observasi maupun wawancara kepada guru guru di PAUD Harsya. Guru guru di PAUD
Harsya sudah sangat berkompeten, memiliki jiwa pendidik dan menyayangi anak-anak.
Memahami materi, dan membuat RPPH dan buku penilaian setiap harinya 4
Berdasarkan uraian di atas dapat kami beri simpulan bahwa guru di
PAUD Harsya sudah lah sesuai dengan guru yang seharusnya, meereka mendapat
pelatihan dan juga sama sama belajar untuk menjadi guru yang baik. Untuk lulusanya
sendiri untuk saat ini memang belum ada lulusan S1 PAUD disamping memang masih
langka juga banyak dari lulusan itu yang tidak tertarik mengajar di PAUD Inklusi.
4. Dokumentasi
4Siti Zaenab.2015. Pengembangan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Manajemen Pendidikan
Volume. 24, H 388.
15
3. PROGRAM KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN
hasil wawancara :
1. Berapakah jumlah pendidik dan bagaimana lulusan kependidikan nya ?
Jawab :
Kalau pendidik kita semua nya ada 17 itu udah mencakup semuanya, di kelas
TK ada 4 orang, di kelas Kelompok bermain ada 4 orang, di kelas SD ada 2
orang , Terapis ada 3 orang, Pengelola satu, Kepala Sekolah 1, bendahara 1,
Cleaning Servis itu 1, kalua siang sore ada tambahan pengasuh 2 orang. Untuk
latar Pendidikan kita mengutamakan yang tamatan sarjana tapi tidak focus
sekali kepada PAUD, Kenapa, susah kami mencari guru di sini, pengalaman
mungkin ada guru-guru yang sarjana Pendidikan PAUD tapi mereka tida
sanggup. Jadi kami gak patok harus PAUD ya, disini juga ada tamatan SMA
16
dan bertahan. tapi yang penting dia menerima anak berkebutuhan khusus.
Karna anak berkebutuhan khusus itu tidak kita pungkiri mereka lumayan
memancing emosi. Kalua kita gak sabar, diam makin gak suka.
2. Kurikulum Pendidikan
Jawab :
Berpatokan pada kurikulum 2013, menyesuaikan dari sekolah, untuk anak
berkebutuhan khusus menyesuaikan.
Itu di awal tahun di raker, disitu kita menyusuun prosem, program semua,
kegiatan yang dilakukan di raker kalua RPPH itu dikembalikan ke guru masing -
masing. RPPM di Kelola guru.
1. Pembahasan
Melihat dari Struktur Organi Sekolahnya bahwa Tenga pendidik dan kependidikan
nya sudah sangat lengkap yang dimana terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala
sekolah, bendahara sekertaris, petugas kebersihan, juru masak dan masi banyak
lagi. Hal ini cukup menjelaskan bahwa PAUD Harsya sudah memeiliki tenaga
kerja yang dibutuhkan. Untuk lulusan Pendidikan nya banyak yang lulusan sarjana
namun bukan sarjana PAUD dan juga ada yang dari lulusan SMA. Untuk total
keseluruhan pendidik ada 17 orang.
2. Analisis
Standar pendidik dan tenaga kependidikan menurut permendikbut 137 2014
Pasal 23
(2) Pendidik anak usia dini merupakan tenaga profesional yang bertugas
merencanakan, melaksanakan pembelajaran, dan menilai hasil
pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pelatihan, pengasuhan dan
perlindungan.
(3) Pendidik anak usia dini terdiri atas guru PAUD, guru pendamping, dan
guru pendamping muda.
(4) Tenaga kependidikan anak usia dini merupakan tenaga yang bertugas
melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan
pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan dan atau
program PAUD.
17
(5) Tenaga Kependidikan terdiri atas Pengawas TK/RA/BA, Penilik KB/
TPA/SPS, Kepala PAUD (TK/RA//BA/KB/TPA/SPS), Tenaga
Administrasi, dan tenaga penunjang lainnya.
(6) Pendidik dan Tenaga Kependidikan anak usia dini memiliki kualifikasi
akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan, sehat jasmani,
rohani/mental, dan sosial.
Pasal 25
(1) Kualifikasi Akademik Guru PAUD: a. memiliki ijazah Diploma empat (D-IV)
atau Sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini, dan kependidikan lain
yang relevan dengan sistem pendidikan anak usia dini, atau psikologi yang
diperoleh dari program studi terakreditasi, dan b. memiliki sertifikat Pendidikan
Profesi Guru (PPG) PAUD dari perguruan tinggi yang terakreditasi.
(2) Kompetensi Guru PAUD dikembangkan secara utuh mencakup kompetensi
pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sebagaimana terdapat pada
lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 26
(1) Kualifikasi Akademik Guru Pendamping: a. memiliki ijazah Diploma empat
(D-IV) atau Sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini, dan
kependidikan lain yang relevan dengan sistem pendidikan anak usia dini, atau
psikologi yang diperoleh dari program studi terakreditasi; atau b. memiliki ijazah
D-II PGTK dari Program Studi terakreditasi.
(2) Kompetensi Guru Pendamping mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian,
sosial, dan profesional, sebagaimana terdapat pada lampiran II yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 27
(1) Kualifikasi akademik Guru Pendamping Muda a. memiliki ijazah Sekolah
Menengah Atas (SMA), dan b. memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus
PAUD dari lembaga pemerintah yang kompeten.
(2) Kompetensi Guru Pendamping Muda mencakup pemahaman dasar-dasar
pengasuhan, keterampilan melaksanakan pengasuhan, bersikap dan berperilaku
18
sesuai dengan kebutuhan tingkat usia anak sebagaimana terdapat pada lampiran II
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 28
(1) Kualifikasi Akademik Pengawas atau Penilik PAUD:
a. memiliki ijazah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) Kependidikan yang
relevan dengan sistem pendidikan anak usia dini dari Perguruan Tinggi
Penyelenggara Program Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
b. memiliki pengalaman minimum 3 (tiga) tahun sebagai guru PAUD dan
minimum 2 (dua) tahun sebagai kepala satuan PAUD bagi pengawas PAUD;
c. memiliki pengalaman minimum 5 (lima) tahun sebagai Pamong belajar atau
Guru PAUD dan kepala satuan PAUD bagi penilik PAUD; - 11 –
d. memiliki pangkat minimum penata, golongan ruang III/c dan berstatus sebagai
pegawai negeri sipil;
e. memiliki usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun pada saat diangkat menjadi
pengawas atau penilik PAUD;
f. memiliki sertifikat lulus seleksi calon pengawas atau penilik PAUD dari
lembaga pemerintah yang kompeten; dan
g. memiliki sertifikat pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas atau penilik
dari lembaga pemerintah yang kompeten.
(2) Kompetensi Pengawas atau Penilik PAUD mencakup kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi penelitian dan
pengembangan, kompetensi supervisi akademik, dan kompetensi evaluasi
pendidikan sebagaimana terdapat dalam lampiran III yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 29
(1) Kualifikasi Akademik Kepala TK/RA/BA dan sejenis lainnya:
a. memiliki kualifikasi akademik sebagaimana yang dipersyaratkan pada kualifikasi
Guru;
b. memiliki usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat diangkat
menjadi kepala PAUD;
c. memiliki pengalaman minimum 3 (tiga) tahun sebagai guru PAUD;
19
d. memiliki pangkat/golongan minimum Penata Muda Tingkat I, (III/b) bagi
Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada satuan atau program PAUD dan bagi non-PNS
disetarakan dengan golongan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang
berwenang;
e. memiliki sertifikat lulus seleksi calon Kepala PAUD dari lembaga pemerintah
yang berwenang.
(2) Kualifikasi Akademik Kepala KB/TPA/SPS:
a. memiliki kualifikasi akademik sebagaimana dipersyaratkan pada kualifikasi
Guru Pendamping;
b. memiliki usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat diangkat
sebagai kepala PAUD;
c. memiliki pengalaman mengajar minimum 3 (tiga) tahun sebagai Guru
Pendamping;
d. memiliki sertifikat lulus seleksi calon Kepala KB/TPA/SPS dari lembaga
pemerintah yang kompeten; dan
e. memiliki sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepala Satuan PAUD dari lembaga
pemerintah yang berwenang.
(3) Kompetensi Kepala lembaga PAUD mencakup kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, dan
kompetensi supervisi sebagaimana terdapat pada lampiran III yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 30
(1) Kualifikasi akademik tenaga administrasi PAUD memiliki ijazah minimum
Sekolah Menegah Atas (SMA).
(2) Kompetensi Tenaga Administrasi satuan atau program PAUD
memenuhi kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi
sosial, dan kompetensi manajerial sebagaimana terdapat pada lampiran III
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Dari permendibud di atas PAUD Harsya sudah lah melengkapi semua
hal yangharus ada mulai dari tenaga kebersiha, guru, bedahara dan masih
banyak lagi, mereka juga di beri jabatan sesuai dengan kemampuan dan
lulusan nya. Hal itu membuat pekerjaan di PAUD Harsya dapat berjalan
20
dengan baik dan tepat. Selain itu mereka juga sama sama saling belajar hal
yang tidak di ketahui.
[Link]
21
4. PROGRAM KERA PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA
1. Hail Wawancara :
Ya Tidak
Ruang Kelas ✓
APE ✓
Media Pembelajaran ✓
Papan Tulis ✓
Lemari ✓
Dapur ✓
Kulkas ✓
Kamar mandi ✓
Kantor guru ✓
Permainan outdor ✓
Permainan indor ✓
22
2. Pembahasan
Untuk perbaikan sarana dan prasarana sejauh ini masih belum ada, karna
memang seluruh prasarana masih baru dan bagus. Saat ini PAUD ini masih
focus ke pengadaan yaitu pada sarana dan prasarana yang belum ada.
Namun meski begitu PAUD ini sudah di bilang cukup sangat lengkap
dalam hal sarana dan prasarana dan tentunya semuanya masih bagus.
3. Analisis
Standar Sarana dan Prasarana menurut Permendikbud 137 2014
Pasal 31
(1) Sarana dan prasarana merupakan perlengkapan dalam penyelenggaraan dan
pengelolaan kegiatan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak usia dini.
(2) Pengadaan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) perlu
disesuaikan dengan jumlah anak, usia, lingkungan sosial dan budaya lokal, serta
jenis layanan.
(3) Prinsip pengadaan sarana prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
meliputi:
a. aman, bersih, sehat, nyaman, dan indah;
b. sesuai dengan tingkat perkembangan anak;
c. memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar, dan
benda lainnya yang layak pakai serta tidak membahayakan kesehatan anak.
Pasal 32 Persyaratan sarana prasarana terdiri atas:
(1) TK/RA/BA dan sejenisnya dengan persyaratan, meliputi:
a. memiliki luas lahan minimal 300 m2 (untuk bangunan dan halaman);
b. memiliki ruang kegiatan anak yang aman dan sehat dengan rasio minimal 3 m2
per-anak dan tersedia fasilitas cuci tangan dengan air bersih;
c. memiliki ruang guru;
d. memiliki ruang kepala;
e. memiliki ruang tempat UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dengan kelengkapan
P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan);
f. memiliki jamban dengan air bersih yang mudah dijangkau oleh anak dengan
pengawasan guru;
g. memiliki ruang lainnya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan anak; h.
memiliki alat permainan edukatif yang aman dan sehat serta tidak membahayakan
bagi anak yang sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia);
i. memiliki fasilitas bermain di dalam maupun di luar ruangan yang aman dan
sehat; dan
23
j. memiliki tempat sampah yang tertutup dan tidak tercemar, dapat dikelola setiap
hari.
(2) Kelompok Bermain (KB), meliputi:
a. memiliki jumlah ruang dan luas lahan disesuaikan dengan jumlah anak, luas
minimal 3 m2 per-anak;
b. memiliki ruang dan fasilitas untuk melakukan aktivitas anak di dalam dan di
luar dapat mengembangkan tingkat pencapain perkembangan anak; c. memiliki
fasilitas cuci tangan dan kamar mandi/jamban yang mudah dijangkau oleh anak
yang memenuhi persyaratan dan mudah bagi guru dalam melakukan
pengawasan; dan
d. memiliki tempat sampah yang tertutup dan tidak tercemar.
(3) Taman Penitipan Anak (TPA), meliputi :
a. memiliki jumlah ruang dan luas lahan disesuaikan dengan jumlah anak, luas
minimal 3 m2 per peserta didik; - 13 –
b. memiliki ruangan untuk melakukan aktivitas anak didik di dalam dan luar;
c. memiliki fasilitas cuci tangan dengan air bersih;
d. memiliki kamar mandi/jamban dengan air bersih yang cukup, aman dan sehat
bagi anak serta mudah bagi melakukan pengawasan;
e. memiliki fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan yang aman dan sehat;
f. memiliki fasilitas ruang untuk tidur, makan, mandi, yang aman dan sehat;
g. memiliki tempat sampah yang tertutup dan tidak tercemar;
h. memiliki akses dengan fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit ataupun
puskesmas; dan
i. PAUD kelompok usia lahir-2 tahun, memiliki ruang pemberian ASI yang
nyaman dan sehat.
(4) Satuan PAUD Sejenis (SPS), meliputi:
a. memiliki jumlah ruang dan luas lahan disesuaikan dengan jumlah anak, luas
minimal 3 m2 per anak;
b. memiliki ruangan untuk melakukan aktivitas anak didik di dalam dan luar;
c. memiliki fasilitas cuci tangan dengan air bersih; d. memiliki kamar
mandi/jamban yang mudah dijangkau oleh anak dengan air bersih yang cukup,
aman dan sehat bagi anak, dan mudah bagi guru melakukan pengawasan;
e. memiliki fasilitas permainan di dalam dan di luar ruangan yang aman dan sehat;
f. memiliki tempat sampah yang tertutup dan tidak tercemar.5
25
3. Apakah di PAUD Harsya disini pernah mendapatkan bantuan pemerintah?
Jawaban :
Tidak ada, karena Paud Harsya ini baru pindah yayasan jadi baru satu tahun
dan belum daoat dana.
Dan PAUD Harsya ini sudah izin selama enak bulan dan tinggal menunggu
hasil nya.
4. Apakah ada kendala dari pembiayaan
Jawab :
Pembiayaan nya tentu ada kita disini kan semua operasional nya itu tergantung
dari spp anak gaji guru, kegiatan semuanya dari spp anak termaksud sewa
gedung karena kita masi sewa jadi semua pull semua dari spp anak, nah
kendala nya apa? Ada anak yang tiba-tiba keluar dan tiba-tiba cuti memang kita
ada ketentuan cuti tapi bileh satu kali selama satu tahun jadi hanya membayar
uang cuti dan spp nya tidak pull dibayar paking kendalanya iyu misalnya cuti
nya waktu kemarin bulan suci ramadhan kumayan rame padahal disitu tidak
boleh cuti tetapi banyak yang cuti jadi operasional nya kurang, dan tidak
mungkin kita mengurangi guru.
5. Siapa yang mengatur keuangan di PAUD Harsya ini ?
Jawab :
Biasanya itu kepala sekolah bendahara biasa beliau tetap mengatur tetapi
keputusanya tetap dari kepala sekolah Bagian dari tugas guru itu juga sudah
ada.
[Link]
PAUD Harsya sendiri sampai saat ini belum pernah mendapat bantuan
pemerintah, mulai dari pembangunan sekolah dan pengadaan sarana dan prasarana
mengandalkan modal pribadi dari kepala sekolah dan keluarganya. Maka dari itu
gaji guru dll sepenuhnya berasal dari SPP siswa. Untuk SPP nya sendiri senilai 700
ribu sudah termasuk snak di jam 10:30, dan makan siang. Gaji guru disini berkisar
antara 700 ribu sampai dengan 900 ribu, semakin lama guru itu bekerja maka
semakin tinggi gajinya. Dan gajinya di terima setiap sebulan sekali.
3. Analisis
Menurut Depdiknas (2000) bahwa manajemen keuangan merupakan Tindakan
pengurusan/kewirausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan,
pelaksanaan, pertanggungjawabandan pelaporan. Dengan demikian manajemen
keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitasmengatur keuangan
sekolah, mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan
26
pertanggung jawaban keuangan sekolag. Sumber keuangan dan pembiayaan pada
suatu sekolah secara garis besar dapat dikelopokkan atas tiga sumber yaitu :
1. Pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah maupun kedua duanya yang
bersifat umum atau khusus dan siperuntukkan bagi kepentingan Pendidikan
2. Orangtua pesera didik
3. Masyarakat, baik mengikat maupun tidak mengikat.
Untuk mencapai sasaran beberabagai kegiatan di bidang Pendidikan,
baik yang diselenggaran disekolah, maupun luar sekolah sangat tergantung kepada
kepada pembiayaan, guna membiayai berbagai kegiatan tersebut. Manajemen
keuangan dalam arti sempit adalah tatapengakuan, sedangkan dalam arti luas
adalah pengurusan dan peranggung jawaban dalam menggunakan keuangan baik
pemerintah pusat maupun daerah. Kegiatan ini dapat dimulai dari perencanaan
anggaran samapai dengan pengawasan dan pertanggung jawaban keuangan.
Manajemen keuangan sekolah merupakan Langkah pengelolaan
keuangan sekolah mulai dari penerimaan sampai dengan mempertanggung
jawabkan sekolah mulai dari penerimaan sampai dengan mempertanggung
jawabkan keuangan yang di gunakan secara obeyektif dan sistematis. Langkah
tersebut sangat penting sekali diperhatikan karena masalah pembiayaan adalah
menjadi sarana vital bagi mati hidupnya.6
Dari penjelasan di atas dapat kami simplkan bahwa PAUD Harsya
pembiayaan nya hanya di peroleh dari orang tua saja, tidak ada dari masyakarat
maupun pemerintah, hal itu mengakibatkan PAUD ini memiliki uang masuk yang
lumayan mahal begitupun SPP nya, walau begitu itu semua sebanding dengan apa
yang akan di dapatkan anak, terkhusus anak berkebutuhan khusus mereka
mendapatkan beberapa terapi dan metode metode untuk Sembuh ataupun
mengurangi kekurangan nya.
2. Pembahasan
Program jangka Panjang di PAUD Harysa sangatlah banyak, PAUD ini
selalu merayakan perayaan perayaan hari besar nasional, guru-guru
disana dengan kreatif membuat berbagai acara buat anak untuk
memeperingati hari hari itu. Selain itu yang tak kalah penting visi, misi
dan tujuan sekolah itu juga merupakan program jangka Panjang yang
akan menjadi target sekolah itu.
3. Analisis
Program jangka panjan adalah jenis program, yang berkelanjutan atau
berulang dalam jangka waktu yang lama7
Perencanaan dalam prespektif jangka panjangdalamberbagai jurnal sering
disebut long -range planning danjuga disebut sebagai strategic planning.
Meskipun jangka waktunya sama namun secara esensi beberapa orang
penulis artikel membedakan long range dan strategic planning.
Long Rangge planning dan konsekuensinya memiliki nama “long range
plan” muncul pada tahun 1950 dan 1960 an pada saat pengembanagan
bidang ekonomi di berbagai negara menaikkan menjadi “to the first five and
yours plan. Program jangka Panjang adalah sebuah model perencanaan yang
bersifal long rage yang kalua di terjemahkan kedalam dalam Bahasa
Indonesia adalah jangka Panjang” mengenai ukuran beberapa tahun yang
dimaksud adalah istilah long range ada berbagai pendapat sebagao berikut :
Program jangka Panjang adalah program 3-5 tahun. Apakah satu tahun, dua
tahun, tiga tahun, limatahun atau bahkan lebih dari lima tahun. 8
Mengadakan Ekstrakulikuler ✓
Mengadakan lomba ✓
Penataan kelas ✓
2. Pembahasan
A. KESIMPULAN
PAUD Harsya Ceria Banda Aceh merupakan salah satu PAUD Inklusi di Banda Aceh
yang banyak di cari oleh beberapa orang tua siswa yang memiliki anak yang Istimewa
namun meski begitu PAUD ini juga sangat cocok untuk anak kebanyakan karna
PAUD ini memiliki model pembelajaran Sentra yang sangat cocok untuk mendukung
pertumbuhan anak. Untuk program kerja yang ada di PAUD ini sudah lumayan bagus
untuk PAUD yang baru berusia 1 tahun, tentu jika makin lama kelamaan PAUD ini
akan terus menjadi lebih baik lagi kedepan nya.
B. SARAN
Melihat murid di PAUD ini sangat lah banyak, menurut saya PAUD ini harus
menyewa Gedung yang lebih besar karna tempat yang sempit membuat anak kesulitan
dalam proses pembelajaran nya, untuk yang lain nya PAUD ini sudah sangat baik.
31
DAFTAR PUSTAKA
A.A Ketut Jelantik,[Link] Kepala Sekolah Yang Profesional.2015. Yokyakarta :
Deeblish
[Link] Program Pendidikan Anak Usia [Link]
Pendidikan dan kebudayaan, Vol 16, Nomor 4
Siti Zaenab.2015. Pengembangan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal
Manajemen Pendidikan Volume. 24
Mohammad [Link] 137.2014.
Dr Syaf’at Ariful Huda dan [Link] Pendidikan
[Link]:Uwais Inspirasi Indonesia
Sekar [Link] Program Jangka [Link] Pemograman: Kalimantan
32