0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Pengujian Stabilitas Marshall Aspal

Dokumen tersebut membahas percobaan Marshall untuk menentukan stabilitas dan kelelehan campuran aspal. Percobaan ini menggunakan alat Marshall untuk mengukur sifat mekanis campuran aspal dengan berbagai kadar aspal. Hasil pengukuran seperti diameter, tebal, berat, stabilitas dan kelelehan dicatat dalam tabel untuk dianalisis.

Diunggah oleh

Farida Helmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Pengujian Stabilitas Marshall Aspal

Dokumen tersebut membahas percobaan Marshall untuk menentukan stabilitas dan kelelehan campuran aspal. Percobaan ini menggunakan alat Marshall untuk mengukur sifat mekanis campuran aspal dengan berbagai kadar aspal. Hasil pengukuran seperti diameter, tebal, berat, stabilitas dan kelelehan dicatat dalam tabel untuk dianalisis.

Diunggah oleh

Farida Helmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

14.

1 PERCOBAAN MARSHALL

14.2.1 Latar Belakang


Stabilitas Marshall adalah kemampuan suatu campuran aspal untuk
menerima beban sampai terjadi alir (flow) yang dinyatakan dalam kilogram,
sedangkan alir (flow) adalah keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal yang
terjadi akibat suatu beban yang dinyatakan dalam mm. (SNI 06-2489-1991).
Stabilitas pada lapisan perkerasan harus mampu menerima beban lalu lintas tanpa
terjadi perubahan bentuk seperti gelombang, alur, ataupun bleeding. Pemeriksaan
Nilai Stabilitas Marshall merupakan suatu pemeriksaan yang dimaksudkan untuk
menentukan ketahanan (stability) terhadap kelelehan (flow) dari campuran aspal.
Agar pencampuran dan pemadatan dapat menghasilkan campuran yang baik, maka
kekentalan (viskositas) aspal harus cukup sedemikian rupa sehingga peran aspal
dalam proses pencampuran dan pemadatan dapat maksimal.

14.2.2 Tujuan Percobaan

Setelah melakukan percobaan ini, anda dapat :


1. Menentukan karakteristik aspal ditinjau dari kestabilan dan kelelehannya
bila dicampur dengan agregat.
2. Merencanakan bahan perkerasan jalan aspal.
3. Menjelaskan prosedur pelaksanaan pengujian campuran aspal dengan alat
Marshall dengan benar
4. Menggunakan peralatan dengan terampil

14.2.3 Dasar Teori


Campuran aspal dengan alat Marshall adalah pengujian karakteristik dari
campuan aspal beton terhadap stabilitas dan kelelehan. Campuran aspal beton atau
pekerasan aspal campuran panas adalah suatu konstruksi perkerasan jalan yang
terdiri dari komponen agregat atau batuan (kasar, sedang, halus dan filler), bahan
pengikat (aspal) dengan perbandingan yang teliti dan seimbang dicampur dalam
keadaan panas. Pemakaian aspal sebagai bahan pengikat dalam campuran disamping
karena sifatnya yang elastis dan dapat membuat perkerasan menjadi lentur atau
fleksibel, juga dapat menampah kekuatan perkerasan.
14.2.4 Peralatan dan Bahan
[Link] Peralatan

1 2 3 4 3

5 6
Gambar 14.1 Benda uji yang sudah dibersihkan
1. Mesin penekan lengkap dengan kepala penekan berbentuk lengkung.
2. Timbangan berkapasitas 5 kg dengan ketelitian 0,1 gram, dilengkapi
penggantung benda uji.
3. Bak perendam (water bath), lengkap dengan pengatur suhu.
4. Dua buah cetakan benda uji yang berdiameter 10 cm dan tinggi 7,5 cm,
5. Jangka Sorong
6. Penjepit

[Link] Bahan
1. Benda uji aspal hasil pemadatan job mix

Gambar 14.2 Benda Uji


14.2.5 Prosedur Pengujian
1) Bersihkan benda uji dari kotoran kotoran yang menempel

Gambar 14.3 Benda uji yang sudah dibersihkan


2) Menimbang berat setiap benda uji aspal kering permukaan dan
mencatat nya

Gambar 14. 4 menimbang berat benda uji kering


3) Rendam benda uji yang sudah ditimbang ke dalam air

Gambar 14. 5 merendam aspal ke dalam air


4) Ambil benda uji yang sudah direndam, lalu lap benda uji hingga ssd

Gambar 14. 6 Mengelap permukaan aspal


5) Mengukur diameter menggunakan jangka sorong setiap benda uji
masing- masing di keempat sisi yang berbeda dan mencatatnya

Gambar 14.7 mengukur diameter benda uji


6) Mengukur ketebalan setiap benda uji menggunakan jangka sorong
masing- masing dikeempat sisi yang berbeda dan mencatatnya

Gambar 14.8 mengukur ketebalan beda uji


7) Timbang berat ssd aspal

Gambar 14. 9 Menimbang berat ssd aspal


8) Menimbang dalam air untuk mendapatkan isi benda uji

Gambar 14.10 Menimbang aspal di dalam air

9) Merendam benda uji dalam bak perendam selama 30 menit dalam suhu
konstan 60˚C

Gambar14.11 Merendam dalam water bath


10) Mengeluarkan benda uji dari bak perendam

Gambar 14.12 mengambil dari water bath


11) Letakkan marshall pada segmen bawah kepala penekan yang sudah
diolesi dengan oli

Gambar 14.13 Meletakkan aspal di segman bawah


12) Meletakkan segmen atas kepala penekan yang telah diolesi oli

Gambar 14.14 memasang segmen atas


13) Meletakkan keseluruhan di dalam mesin penguji

Gambar 14.15 Menaruhnya pada alat uji marshall


14) Turunkan alat penekan dengan cara memutar tombol on dan menekan
tombol ke bawah hingga hampir menyentuh silinder

Gambar 14.16 Menyetting alat penguji marshall

15) Menyalakan mesin dan menyetting alat pembaca hasil uji marshall agar
mulai dari nol

Gambar 14.17 Menyetting alat penguji marshall

16) Tekan tombol ke bawah hingga bacaan load dan flow mencapai
maksimum, jika sudah mencapai maksimum hentikan penekanan
dengan memutar tombol off

Gambar 14.18 Menekan tombol ke bawah


17) Mencatat hasil yang keluar pada display

Gambar 14.19 Membaca dan mencatat hasil pengujian


18) Melepaskan mesin dengan benda uji dan mengeluarkan benda uji dari
segmen bawah kepala penekan

Gambar 14.20 Mengeluarkan aspal


14.2.6 Hasil Pengujian

Tabel 14.1 Berat Benda Uji Kering Permukaan

Benda Uji Berat


Kadar Benda (gram)
Aspal Uji
1 1169,75
4,5% 2 1184,15
1 1195,27
5,5% 2 1187,89
1 1173,34
6,5% 2 1167,03
1 1177,83
7,5% 2 1175,71
1 1153,91
8,5% 2 1172,27

Tabel 14.2 Diameter benda uji

Kadar Benda diameter (cm)


aspal Uji 1 2 3 4

1 10,19 10,13 10,11 10,12


4,5% 2 10,13 10,11 10,10 10,12
1 10,09 10,11 10,11 10,14
5,5% 2 10,11 10,12 10,13 10,12
1 10,13 10,12 10,17 10,11
6,5% 2 10,11 10,15 10,17 10,15
1 10,13 10,14 10,14 10,14
7,5% 2 10,14 10,14 10,15 10,16
1 10,11 10,13 10,12 10,12
8,5% 2 10,11 10,11 10,12 10,11

Tabel 14.3 Ketebelan benda uji

Kadar Benda Ketebalan (cm)


Aspal Uji 1 2 3 4

1 6,77 6,75 6,82 6,82


4,5% 2 6,71 6,57 6,63 6,53
1 6,63 6,59 6,57 6,45
5,5% 2 6,51 6,62 6,52 6,59
1 6,45 6.46 6,44 6,45
6,5% 2 6,34 6,32 6,36 6,37
1 6,21 6,21 6,30 6,42
7,5% 2 6,43 6,42 6,42 6,42
1 6,33 6,41 6,52 6,41
8,5% 2 6,41 6,41 6,42 6,41

Tabel 14.4 tabel stabilitas dan kelelehan aspal

Kadar Benda Bacaan Bacaan


Aspal Uji load(kg) flow(mm)

1 1299,78 2,65
4.5% 2 1450,84 2,26
1 1791,55 2,72
5.5% 2 1238,90 3,35
1 1368,53 3,22
6.5% 2 1165,43 2,05
1 1264,71 3,24
7.5% 2 1168,67 2,95
1 1163,07 2,80
8.5% 2 1063,28 3,80

14.2.7 Pembahasan

Tabel 14.5 Diameter benda uji

Kadar Benda Diameter (cm)


Aspal Uji 1 2 3 4 Rata-rata

1 10,19 10,13 10,11 10,12 10,13


4,5% 2 10,13 10,11 10,10 10,12 10,12
1 10,09 10,11 10,11 10,14 10,11
5,5% 2 10,11 10,12 10,13 10,12 10,12
1 10,13 10,12 10,17 10,11 10,13
6,5% 2 10,11 10,15 10,17 10,15 10,15
1 10,13 10,14 10,14 10,14 10,137
7,5% 2 10,14 10,14 10,15 10,16 10,147
1 10,11 10,13 10,12 10,12 10,12
8,5% 2 10,11 10,11 10,12 10,11 10,11

Table 14.6 Ketebelan benda uji

Kadar Benda Tebal (cm)


Aaspal Uji 1 2 3 4 Rata-rata

1 6,77 6,75 6,82 6,82 6,79


4,5% 2 6,71 6,57 6,63 6,53 6,61
1 6,63 6,59 6,57 6,45 6,56
5,5%

2 6,51 6,62 6,52 6,59 6,56


1 6,45 6.46 6,44 6,45 6,44
6,5% 2 6,34 6,32 6,36 6,37 6,35
1 6,21 6,21 6,30 6,42 6,29
7,5% 2 6,43 6,42 6,42 6,42 6,42
1 6,33 6,41 6,52 6,41 6,42
8,5% 2 6,41 6,41 6,42 6,41 6,41

14.2.8 Penutup
[Link] Kesimpulan
Kesimpulan dari pembahasan diatas ialah bahwasannya pengaruh
perubahan temperatur suhu pada campuran Aspal sangat berpengaruh terhadap nilai
stabilitas aspal itu sendiri. Dimana jika temperatur suhu pada campuran Aspal
melebihi atau kurang dari suhu standar maka akan terjadi penurunan nilai stabilitas
aspal.

[Link] Saran
Pada saat pengujian beberapa kondisi alat yang ada tidak dalam kondisi
baik, namun masih dapat di gunakan, perlunya dilakukan perbaikan dan perawatan
untuk beberapa peralatan lab seperti alat Marshall automatic compactor dan oven
pengatur suhu, agar didapat nilai yang lebih akurat tentang pengujian marshall.

Anda mungkin juga menyukai