ANALISA PROSES INTERAKSI
DI RUANG GATOTKOCO
RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG
PROVINSI JAWA TENGAH
Disusun oleh:
NOOR AZIZAH
2090180066
PROGRAM PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2019
ANALISA PROSES INTERAKSI
Initial klien : Tn. R
Interaksi ke : 1 (satu)
Tujuan Interaksi : Klien mampu membina hubungan saling percaya dan menyebutkan penyebab menarik diri
Tgl/Jam : 2 April 2019 jam 09.00 – 09.30
Lingkungan : Di Ruang Gatotkoco, duduk berdampingan dengan perawat
Suasana tenang, beberapa klien yang lain tampak sedang duduk & bercakap-cakap dengan perawat yang lain
Diskripsi : Klien mengenakan baju dan celana biru seragam dari RSJD, rambut rapi, diam,
duduk diantara teman-temannya.
KOMUNIKASI KOMUNUKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Selamat pagi mas, P : tersenyum dan menatap Memberikan salam dan Memberi perhatian tetapi Dengan mengucapkan
boleh duduk disini ? klien yang sedang duduk sebagai ijin untuk masih menunjukkan belum salam merupakan awal
di luar ruangan sekitar melakukan interaksi adanya kesiapan. terjadinya hubungan saling
madrim percaya klien dengan
perawat
K : menoleh dan menatap
perawat, membalas dengan
muka penuh senyuman
K : Ya, boleh mbak. K : diam, menunduk malu Memberi perhatian dan Menerima kehadiran Belum adanya tanggapan
merasa bingung, menunjukkan rasa siap perawat dengan baik dari klien menunjukkan
pandangan mata terfokus untuk berkenalan bahwa klien belum siap
ke perawat menerima kehadiran
perawat.
P : menatap klien dengan
tersenyum
P : Kenalkan mas saya P : sambil menatap klien Mengenalkan identitas dan Menerima perawat tetapi Perkenalan secara fisik
azizah, nama lengkap saya dan tersenyum keberadaan perawat sambil masih malu dapat meningkatkan
noor azizah tapi biasa di mengulurkan tangan untuk melakukan pendekatan jalinan hubungan interaksi
panggil azizah. Saya berjabat tangan secara fisik dengan klien sehingga
mahasiswa perawat dari terbentuk rasa percaya
Unissula praktik disini dengan perawat
selama 2 minggu. Mas K : menatap perawat tanpa
namanya siapa ? ekspresi kemudian diam.
K : Nama saya mas R. K : Klien menatap perawat Menghargai klien dan Menerima perkenalan dan Penjelasan tentang nama
sebentar, berjabat tangan, mempertahankan mengenalkan identitas menunjukkan kesediaan
lalu pandangan mata komunikasi klien membuka pembicaraan
kembali menatap ke depan
P : menatap klien
tersenyum dan menjaga
tetap kontak mata dan
membalas berjabat tangan
P : mas R, senang K : klien menatap perawat Mempertahankan Menerima perawat tetapi Penjelasan tentang daerah
dipanggil siapa ? dan memperhatikan komunikasi masih malu asal menunjukkan
Mas R asal daerahnya dari pertanyaan perawat keingintahuan dan
mana? kepedulian perawat
P : menatap klien sambil terhadap klien
tersenyum dan tetap
menjaga kontak mata
K : senang di panggil R. K : menatap perawat dan Menunjukkan Mencoba membuka diri Penjelasan asal daerah
saya dari Demak. tampak memperhatikan keingintahuan yang besar dengan perawat dan untuk lebih memahami dan
perawat terhadap identitas klien tampak mau menjalin mencari bahan
serta mencoba meyakinkan komunikasi dengan pembicaraan dengan klien
klien untuk di ajak perawat untuk mencuri perhatian
P : menatap klien, komunikasi klien agar mau
tersenyum pada klien berkomunikasi
sambil mengangguk
P : Bagus sekali. Mas mau P : menatap klien, Menghargai klien dan Menerima perkenalan Penghargaan atas
menerima keberadaan tersenyum, bicara lembut memperkuat penghargaan perawat. penerimaan klien terhadap
saya disini. tapi jelas, sambil menepuk serta mempertahankan perawat untuk
bahu klien komunikasi meningkatkan harga diri
klien
K : diam, menatap perawat
P : bagaimana kalau hari P : menatap klien sambil Memberikan informasi Setuju atas rencana Dengan pemberian
ini kita akan berbincang- tersenyum dan berbicara tentang tujuan pertemuan perawat informasi, klien dapat
bincang untuk lebih saling dengan suara yang lembut serta melakukan kontrak mengerti apa yang akan
mengenal selama ± 30 jelas dilakukan oleh perawat
menit, bisa tidak mas? terhadap diri klien
Dimana tempat kita K : diam, sambil terus
berbincang , Bagaimana menatap perawat, lalu
kalau sambil duduk di sini menganggukkan kepala.
saja mbak?
K.: Ya mbak , bisa….. P : kontak mata dengan Menunjukkan perhatian Menerima penjelasan dari Mendukung dan menerima
klien, tersenyum, dengan rasa senang dan perawat. informasi dengan tingkah
menganggukkan kepala, mendengarkan dengan laku yang menunjukkan
sambil membungkukan aktif penerimaan.
badan kearah klien Hubungan saling percaya
terbina
K : menatap perawat,
tersenyum sebentar, bicara
pelan, singkat jelas
P : “Bagaimana perasaan P : memelihara kontak Memberi kesempatan klien Mengerti dengan informasi Pengungkapan perasaan,
mas hari ini? Apakah mas mata, tersenyum, bicara untuk mengungkapkan yang disampaikan dengan tujuan untuk
R tahu sekarang berada jelas, bisa dipahami, perasaannya saat ini dan mendapatkan respon lebih
dimana?” mengetahui pendapat klien lanjut.
tentang keberadaannya.
K: menatap perawat, lalu
menatap Tv sebentar
K : “baik mbak, di Rumah P : menatap klien dan memberikan sikap terbuka Menjelaskan perasaannya Mengetahui tingkat
Sakit Jiwa” memperhatikan dan mengetahui pendapat saat ini dan tempat dia orientasi tempat untuk
pembicaraan klien klien tinggal sekarang menilai respon pasien
lebih lanjut
K : berbicara dengan nada
datar, pandangan mata
menatap perawat
P : bagus sekali mas, mas P : menatap klien, Memberikan sikap terbuka Memperhatikan Mencoba menggali
bisa menyebutkan nama mempertahankan kontak untuk ingin tahu perasaan pertanyaan perawat perasaan pasien lebih
tempat ini. bagaimana mata, membungkukkan pasien saat ini dalam
tidurnya semalam mas? kepala kea rah klien
Nyenyak apa enggak mas? K : menatap perawat,
pandangan kosong
K : nyenyak mbak P : menatap muka klien, Menunjukkan sikap Memberikan jawaban yang Mencoba menggali
menghadap klien dan keingintahuan pada klien sesuai dengan pertanyan masalah klien karena klien
tersenyum pada klien perawat berusaha terturup tidak
mau menceritakan
K : menatap perawat perasaannya
sambil menggelengkan
kepala
P : mas boleh cerita ke P : menatap wajah klien Siap menerima keluhan Mencoba membangun Keingintahuan untuk
saya apakah semalem ada dan berbicara dengan nada yang pasien rasakan terus dengan perawat menggali perasaan klien
yang mengganggu di lembut, sambil memegang dengan baik saat ini untuk dilakukan
pikiran mas ? bahu pasien penanganan
K : menatap perawat
sambil berkedip matanya
K : saya pengen pulang P : menatap wajah klien Memperhatikan saat klien Klien mampu
mbak . dengan penuh perhatian mengungkapkan Mengungkapkan mengungkapkan
perasaannya perasaanya yang sedang perasaanya sehingga dapat
K : berbicara dengan nada sedih dan tampak dilakukan penanganan
pelan, datar dan menatap mengekspresikan keperawatan
perawat tanpa masalahnya
memalingkan badan
P : jangan khawatir mas R, P : menatap wajah klien, Memberkan sikap terbuka Mencoba memahami Memberikan informasi
nanti kalo sudah sembuh membungkukkan badan, pada klien dan pembicaraan perawat yang sesuai pada klien
mas R pasti nanti pulang. sikap terbuka dan meyakinkan klin tentang membantu klien
memegang bahu klien pendapat perawat memecahkan masalah
yang sedang dipikirnya
K : menatap wajah perawat
dengan penuh arti, sambil
berkedip, dan terdiam
K : iya mbak P : menatap wajah klien Menanti pendapat klien Mengungkapkan ekspresi
dan tersenyum tentang penjelasanya yang datar dan tidak
banyak komunikasi
K : menatap kedepan Mencoba berpikir kembali
tentang pendapat perawat
P : kalau boleh tau mas R P : duduk berdampingan Mencoba menggali Memperhatikan Mengetahui kemampuan
dirawat disini sudah dengan klien, menatap informasi dari klien pertanyaan perawat klien untuk melakukan
berapa hari ? klien dan bicara dengan sosialisasi dengan teman-
nada lembut temannya
K : menatap wajah
perawat
K: lupa mbak P : menatap klien dengan Menunggu jawaban klien Memberikan informasi Penejlasan berapa lama di
penuh harapan jawaban dengan penuh perhatian dengan pada dan jelas rawat menentukan
klien seberapa jauh sosialisasi
klien dengan teman-
temannya
K : menatap kedepan dan
menjawab dengan nada
lembut
P : bolehkah mas cerita P : berbicara dengan nada Membuka diri untuk Tampak ragu untuk Mengetahui alasan klien
kenapa kok mas R di antar lembut, menatap wajah mendengarkan cerita klien menceritakan masalahnya masuk dan mungkin factor
ke sini ? klien dengan rasa ingin presipitas saat terjadi di
tahu rumah
K : menunduk ke bawah
K : karena saya dirumah P : menatap wajah klien, Mendengarkan dengan I Menceritakan masa lalu Menunjukkkan bahwa
sering marah-marah dan badan berpaling ke klien cerita klien nya ketika hendak di bawa klien mampu membangun
mengamuk akibatnya saya ke RS percaya dengan perawat
frustasi karena masalah K : menatap ke depan
hubungan saya dengan sesekali menatap perawat
calon istri saya ,itu yang
memuat saya brontak
mengamuk sehingga saya
mau bunuh diri dan
melukai badan saya mbak.
P : emm…begitu ya mas ? P : berbicara dengan nada Meyakinkan klien agar Mencoba mengingat masa Menggali informasi dari
sudah berapa hari marah- lembut mau menjawab pertanyaan lalunya dan klien untuk penanganan
marahnya? perawat memperhatikan pertanyaan klien
K : menatap wajah perawat perawat
dan sambil sesekali
melihat ke atas
K : kurang lebih 1 P : menatap klien sambil Menulis informasi yang Memberikan informasi Mencoba memberikan
mingguan menulis ddapatkan dari klien pada perawat informasi pada perawat
dan membangun trust
K : menatap ke depan dengan perawat
sambil berbicara
P : apa yang mas pikirkan P : menatap klien dan Meyakinkan klien dan Mencoba memperhatikan Menggali factor
kok sampai marah-marah tersenyum pada klien mempertahankan perawat predisposisi saat pertama
begitu ? atau ada hal yang keharmonisan interaksi kali yang membuat klien
membuat mas tidak K : menatap perawat dengan klien mengalami gangguan jiwa
nyaman dirumah? sambil mencoba mencerna
pertanyaan perawat
K : karena saya tidak P : menatap wajah klien Mndengarkan klien dengan Mengekspresikan Penjelasan factor
terima saya di ginikan mba dengan serius, menulis antusias dengan penuh rasa kesedihan bagi klien atas predisposisi maupun
apa salah saya, dia penjelasan klien dan ingin tahu kegagalan dan penolakan presipitasi memudahkan
memilih orang mempertahankan kontak klien menganalisa masalah
lain ,makanya saya dengan klien klien
mengamuk dan pada saat
itu bawaannya oran yang K : bercerita sambil
ada di sekitar saya anggap menunduk ke bawah
musuh dan jadi korban
amukan saya mba
P : alasannya kenapa mas? P : bertanya dengan nada Mempertahankan kontak Membangun hubungan
lembut sambil menatap dengan klien saling percaya
klien memudahkan perawat
Klien tampak mulai dalam membangun
K : menatap ke depan tapi mempercayai perawat interaksi dengan klien
tetap mendengarkan
perawat
K : tidak tau alasannya apa P : menatap klien sambil Memberikan empati pada Mendapatkan informasi
karena pada saat ini seolah menulis, badan menghadap klien secara langsung dari klien
olah bukan diri saya mba. klien tentang masa lalu klien
K : menjawab dengan nada Menunjukkan memudahkan dalam
pelan , tanpa ekspresi kesedihannya atas penanganan
sambil menunduk kegagalan yang pernah
dialaminya
P : begitu ya mas… bagus P : berbicara dengan Mencoba menunjukkan Memberikan pujian pada
ya mas sudah mau lembut , menatap wajah empati perawat pada klien klien karena mau
bercerita kepada saya. klien dan tersenyum pada dan meyakinkan klien menceritakan masa lalunya
berarti sering ngamuk- klien merupakan hal yang sangat
ngamuk seperti ini ya mas. Mencoba mendnegarkan bagus bagi klien dengan
K : menatap perawat penjelasan perawat resiko perilaku kekerasan
dengan pandangan kosong
K : iya mas P : memperhatikan klien Mempertahankan kontak Menunjukkan bahwa klien
dan menatap klien dengan klien lebih senang menyendiri
Menunjukkan dan tiba-tiba marah
K : menjawab dengan ketidaksenangan klien
jawaban singkat dan datar bergabung dengan
temannya yang lain
P : begimi mas kalau misal P : menatap klien, Meyakinkan klien akan Penjelasan kepada klien
mas masih sering menghadap klien dan pembicaraan yang sedang tentang perilaku
melakukan hal seperti itu bicara lembut di bahas kekerasan, memberikan
nantinya mas R bisa Mencoba menafsirkan informasi dengan masalah
mencederai diri sendiri, K : menatap perawat penjelasan dari perawat yang di hadapai klien
orang lain dan lingkungan. sesekali menunduk
K : tidak apa-apa mbak, P : menatap klien dengan Memperhatikan penjelasan Mengidentifikasi
yang penting saya bisa tersenyum klien kemampuan klien dalam
bebas merasa puas Menjawab pertanyaan memberikan informasi
K : menjawab dengan nada perawat
lembut dan singkat
P : mas R, saya mau P : menatap klien dan Membangun kepercayaan Mencoba menafsirkan Mengajarkan cara
ajarkan teknik mengontrol mempertahankan kontak klien terhadap perawat pertanyaan dari perawat mengontrol marah
marah supaya mas tidak mata
mudah marah?
K : memperhatikan
perawat
K : iya mbak, supaya saya P : menatap klien sambil Menantikan jawaban klien Menjawab pertanyaan Mengidentifikasi
cepat pulang. Saya bosen menulis atas pertanyaan yang perawat keuntungan dari teknik
disini diberikan napas dalam
K : menatap perawat dan
menjawab dengan nada
datar
P : begini mas caranya,, P : mengulurkan tangan Memberikan pemahaman Memperhatiakan Mengajarkan klien Tarik
pertama mas ketika merasa sambil menjelaskan cara pada klien dengan cara penjelasan perawat dan napas dalam merupakan
mau marah mas bisa tarik berkenalan, tersenyum mempraktikkan secara menunjukkan salah satu intervensi
napas lalu keluarkan dari pada klien langsung keikutsertaan klien dalam keperawatan
mulut ketika mas marah interaksi
mas coba ikutin teknik K : menatap perawat dan
pukul bantal luapkan memperhatikan penjelasan
kemarahan mas lalu mas perawat
memukul bntal sekencang
kencangnya Coba sekarang
dipraktek kan?
P : Wahh,,, gak terasa ya P : menatap klien dan Meyakinkan klien untuk Tampak memikirkan Kontrak yang akan datang
mas sudah 15 menit lebih tersenyum, sambil kontrak pertemuan permintaan dari perawat untuk membahas klien
kita ngobrol. Bagaimana meyakinkan untuk selanjutnya dengan klien mempraktikkan teknik SP
kalau besok kita lanjutkan pertemuan besok II yaitu dengan memukul
lagi mas ngobrolnya, saya bantal
akan ajarkan cara K : menatap wajah perawat
mengontrol marah yang dan tersenyum
lainnya, kira-kira besok
mas bisa ? sekitar jam
10.30. Tempatnya besok
mau dimana ya mas ?
K : iya mbak, boleh mbak, P : menatap klien dan Mempertahankan kontak Menyetujui permintaan Kontrak yang akan datang
diluar saja ya mbak. tersenyum dengan klien dari perawat untuk membahas klien
mempraktikkan teknik SP
K : berbicara sambil II yaitu dengan memukul
mengangguk bantal
P : baiklah mas, sampai P : berbicara dengan nada Mengakhiri interaksi
ketemu besok lagi ya mas, lembut dan tersenyum pertama dengan klien Mempersilahkan klien
sekarang mas bisa istirahat sambil memegang bahu untuk istirahat dan
atau ngobrol dengan klien bergabungan dengan
teman-teman yang lainnya. Menyetujui pendapat klien teman yang lain.
K : mengangguk