Studi Kasus Mengenai Perencanaan Dan Pengembangan Karier PT.
Unilever
Indonesia, Tbk
Latar Belakang
Karir merupakan bagian penting dalam kehidupan seseorang. Bahkan
sebagian besar waktu, tenaga dan pemikiran banyak tercurah ke hal-hal yang
berkaitan dengan karir. Karir secara sangat terbatas sering dikaitkan dengan
pekerjaan dan jabatan yang ujung-ujungnya memberikan [Link]
karir tidak sesederhana itu. Salah satu kunci sukses dalam berkarier adalah
perencanaan yang matang. Perencanaan tidak hanya dibuat sekali, tetapi harus
dilakukan berulang. Seperti halnya pemeriksaan kesehatan, karier pun butuh
dicek secara berkala. Apalagi jika pekerjaan yang Anda jalani tidak sesuai
ekspektasi dan tidak sesuai dengan bakat dan minat.
Dari penjelasan di atas kami mengambil salah satu contoh perusahaan
yang ternama di Indonesia yaitu PT. Unilever Indonesia. PT. Unilever Indonesia
(ULI) merupakan cabang dari perusahaan multinasional Inggris-Belanda. Dengan
mempekerjakan karyawan sebanyak 2000 orang, ULI memproduksi barang
kebutuhan sehari-hari (Consumer Goods). Sejak berdiri sampai dengan saat ini
ULI menunjukkan perkembangan usaha yang pesat dilihat dari skala usaha dan
hasil usaha. Salah satu kunci sukses ULI terletak pada strategi perencanaan
dan pengembangan karirnya, hingga menghantarkan ULI pada penghargaan-
penghargaan selama puluhan tahun.
Oleh karena itu kami memilih PT Unilever Indonesia, Tbk sebagai studi
kasus dalam makalah kami ini. Kami akan membahas bagaimana cara
perusahaan tersebut melakukan perencanaan dan pengembangan karir individu
atau karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut sehingga memberi dampak
yang positif terhadap kedua belah pihak yaitu karyawan dan perusahaan.
Pengertian Karir
Ditinjau dari satu perspektif bahwa karir adalah urutan-urutan posisi yang
diduduki selama masa hidupnya dalam bekerja. Meskipun begitu, kalau ditinjau
dari perspektif lain karir terdiri dari perubahan-perubahan nilai, sikap, dan
motivasi yang terjadi karena seseorang beranjak berubah menjadi semakin tua,
dan ini sering dikenal dengan karir yang subjektif.
Kedua perspektif tersebut, baik yang objektif maupun yang subjektif
terfokus pada individunya. Keduanya menganggap bahwa orang memiliki
beberapa tingkat pengendalian terhadap nasib mereka sehingga mereka dapat
memanipulasi peluang agar memaksimalkan keberhasilan dan kepuasan yang
berasal dari karir mereka. Perspektif tersebut jauh lebih menganggap bahwa
aktivitas-aktivitas sumber daya manusia haruslah mengenal tahap karir dan
membantu para karyawan dengan tugas-tugas pengembangan yang mereka
hadapi pada setiap tahap karir.
Berikut ini beberapa pengertian karir menurut para ahli:
a. Simamora (2001:505) karir adalah “ Urutan aktifitas-aktifitas yang
berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi
seseorang selama rentang hidup orang tersebut”.
b. Ekaningrum (2002 : 256) Karir tidak lagi diartikan sebagai
adanya penghargaan institusional dengan meningkatkan kedudukan
dalam hirarki formal yang sudah ditetapkan dalam organisasi.
Dalam paradigma tradisional, pengembangan karir sering dianggap
sinonim dengan persiapan untuk mobilitas ke jenjang lebih tinggi,
sehingga karir akan mendukung efektifitas individu dan organisasi
dalam mencapai tujuannya.
c. Dalil S (2002 : 277) Karir merupakan suatu proses yang sengaja
diciptakan perusahaan untuk membantu karyawan agar membantu
partisipasi ditempat kerja.
d. Ekaningrum (2002:258) Karir digunakan untuk menjelaskan orang-
orang pada masing-masing peran atau status. Karir adalah semua
jabatan (pekerjaan) yang mempunyai tanggung jawab individu.
Dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian atau pekerjaan
yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu yang
berkaitan dengan sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam individu.
Sistem Karir
Salah satu unsur penting dalam manajemen SDM adalah perencanaan
karier karyawan. Perencanaan karier karyawan adalah suatu proses yang
bertujuan agar karier tenaga kerja dapat dikembangkan sesuai dengan bakat
dan kemampuannya sehingga bisa berfungsi dengan baik dan optimal bagi
perusahaan.
Program pembinaan karier yang kurang baik dapat menimbulkan keresahan
dalam organisasi. Karyawan akan merasa tidak aman, merasa diperlakukan
secara tidak jujur, karyawan juga merasa tidak diberi kesempatan yang sama
untuk mengembangkan seluruh potensinya untuk kepentingan perusahaan.
Manfaat Sistem Karir
Dalam manajemen SDM, perencanaan karier adalah termasuk sebagai
bagian program pembinaan tenaga kerja. Tujuan kegiatan pembinaan ini adalah
untuk memelihara karyawan dengan cara mengembangkannya, sesuai dengan
kompetensi, bakat, dan kemampuannya agar bisa berfungsi dengan baik dan
optimal bagi perusahaan.
Fungsi pembinaan ini biasanya merupakan tanggung jawab langsung dari
para pimpinan perusahaan. Dan bilamana diterapkan dengan baik, akan dapat
membangkitkan gairah kerja dan memberikan kepuasan kerja di kalangan
karyawan, yang pada akhirnya juga akan memberikan keuntungan bagi
perusahaan. Sebagai pembina, seorang manajer harus bertanggungjawab untuk
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan bawahannya sehingga
bawahan menjadi lebih cakap dan terampil, lebih tinggi kualifikasinya dan
diharapkan suatu saat kelak dapat menggantikan posisi manajer serta
membantu pengembangan perusahaan.
Bagi karyawan maupun perusahaan, sistem karier dapat memberikan
manfaat bagi keduanya. Manfaat tersebut diantaranya :
a. Bagi Karyawan :
Mengembangkan potensi kemampuan dan keterampilannya,
Mengetahui jalur pengembangan karier karyawan dalam
organisasi,
Mendapat pelatihan yang sesuai dengan arah pengembangan
kariernya.
b. Bagi Perusahaan :
Mengendalikan tingkat keluar masuk pegawai (turn over rate),
Membantu terlaksananya program kaderisasi,
Mengetahui dan mengantisipasi keinginan dan bakat tenaga
kerja,
Mengetahui sejak awal tenaga kerja yang kurang/tidak
terampil, juga tenaga kerja yang tidak produktif sehingga
dapat diambil tindakan segera.
Proses Karir
Proses karier adalah suatu proses yang sengaja diciptakan perusahaan
untuk membantu karyawan agar lebih meningkatkan karier. Karier adalah bagian
yang penting dan akan berubah secara terus menerus terjadi dalam perjalanan
dan kehidupan karyawan yang bekerja.
Proses karier, suatu kerangka yang dibangun dalam upaya membantu
karyawan, seperti :
a. Menggambarkan secara jelas keahlian, nilai, tujuan karier serta kebutuhan
untuk pengembangan.
b. Merencanakan untuk mencapai tujuan karier
c. Secara continue mengevaluasi. Merevisi dan meningkatkan rancangan.
Untuk mencapai proses karier yang baik kita perlu memperhatikan prinsip -
prinsip ,yaitu :
a. Karyawan bertangungjawab terhadap kariernya sendiri
b. Keahlian karyawan didasarkan pada usaha perjuangannya sendiri
c. Perencanaan karier dibuat secara sadar dan sukarela
d. Menggunakan Continuos Improvement untuk menumbuhkan pribadinya
e. Sukses dijabarkan dengan baik oleh diri karyawan sendiri
Intinya proses karier adalah suatu proses kemitraan interaksi dalam tahapan
dan kerja sama antara mitra-mitra perusahaan, yaitu : perusahaan atau
manajemen, atasan langsung dan karyawan sendiri. Masing-masing mitra
mengharapkan hasil atau perolehan yang jelas manfaatnya bagi karyawan dapat
meningkatkan pertumbuhan karier. Semua perusahaan merupakan perangkat
dan sumber yang berpartisipasi aktif dalam proses karier dan
pengembangannya.
Perencanaan Sistem
Proses perancangan sistem karier diawali dengan perancangan jalur
karier kemudian dilanjutkan dengan perancangan program kaderisasi.
a. Perancangan jalur karier
Jalur karier adalah jalur yang menghubungkan satu posisi dengan posisi
yang lain. Secara visual , jalur karier menunjukkan keterkaitan antara satu
jabatan dengan jabatan lainnya. Jalur karier dikaitkan berdasarkan jabatan yang
dimiliki posisi. Artinya, jalur karier mengarahkan karier pegawai berdasarkan
urutan jabatan, profesi serta posisi dengan pertimbangan kemiripan, kesesuaian,
dan keterkaitan “task and requirement” pada posisi serta hierarki jabatan .
b. Perancangan Program Kaderisasi
Program kaderisasi dirumuskan setelah rancangan jalur karier terbentuk.
Melalui program kaderisasi, jika dalam organisasi terdapat jabatan kosong yang
perlu diisi maka dapat diketahui karyawan-karyawan yang sesuai untuk
menempati jabatan tersebut. Dari sudut pandang karyawan, program kaderisasi
dapat memberikan keterangan mengenai kemungkinan promosi ataupun mutasi
yang dapat dialami oleh seorang karyawan. Dengan adanya keterangan
tersebut perusahaan dapat mempersiapkan karyawan yang bersangkutan agar
siap
Perspektif Organisasi dalam Perencanaan Karir
Perspektif organisasi dalam perencanaan karir meliputi:
a. Mengidentifikasikan kebutuhan staffing organisasi di masa
mendatang,
b. Rencana jenjang karier,
c. Mengukur potensi individual dan kebutuhan pelatihan,
d. Mencocokkan kebutuhan organisasi dengan kemampuan individual,
e. Mengaudit dan mengembangkan sistem karier untuk organisasi
Aktivitas Perencanaan Karir
Perencanaan karir terdiri atas dua elemen utama, yaitu perencanaan karir
organisasional (organizational career planning) dan perencanaan karir individual
(individual career planning). Perencanaan karir organisasional mengintegrasikan
kebutuhan sumber daya manusia dan sejumlah aktivitas karir, dan lebih menitik
beratkan pada jenjang atau jalur karir. Sedangkan jalur karir merupakan
perangkat yang mengaitkan keluarga pekerja di dalam organisasi. Perencanaan
karir individual berbeda secara filosofis dan prosedural dari perencanaan karir
organisasional. Jenis perencanaan karir ini terfokus pada individu dan
keinginan, keahlian, dan hasrat mereka. Dan paling penting, perencanaan karir
individu meliputi latihan diagnostik dan prosedur untuk membantu orang
tersebut menentukan “siapa saya” dari segi potensi dan kemampuannya.
Prosedur ini meliputi suatu “pengecekan realitas” untuk membantu individu
menuju suatu identifikasi yang bermakna dari kekuatan dan kelemahannya dan
dorongan memimpin kekuatan dan mengoreksi kelemahan.
Berbagai tanggung jawab karyawan:
a. Menilai sendiri kemampuan, minat, dan nilai-nilai.
b. Menganalisis opsi-opsi karir.
c. Memutuskan kebutuhan dan tujuan.
d. Mengkomunikasikan preferensi pengembangan kepada manajer.
e. Merencanakan bersama manajer mengenai rencana-rencana
tindakan yang disepakati oleh kedua belah pihak.
f. Mengikuti rencana yang telah disepakati.
Berbagai tanggung jawab manajer:
a. Bertindak sebagai katalisator, membuat karyawan peka terhadap
proses perencanaan pengembangan.
b. Menilai realisme tujuan-tujuan yang dinyatakan oleh karyawan dan
kebutuhan-kebutuhan pengembangan yang dirasakan.
c. Memberikan nasihat kepada karyawan dan mengembangkan
sebuah rencana yang saling disepakati.
d. Menindak-lanjuti dan menyempurnakan rencana-rencana karyawan
bilamana sesuai dengan visi dan misi.
Berbagai tanggung jawab organisasi:
a. Memberikan sebuah model perencanaan karir, sumber daya,
konseling, dan informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan karir
individu.
b. Memberikan pelatihan dalam rencana pengembangan karir kepada
manajer dan karyawan serta konseling karir kepada para manajer.
c. Memberikan program-program pelatihan keahlian dan peluang-
peluang pengalaman pengembangan dalam pekerjaan.
Pengertian Pengembangan Karir
Pengembangan karir (career development) adalah suatu kondisi yang
menunjukkan adanya peningkatan jenjang atau status seseorang dalam
pekerjaannya. Pendapat lain mengemukakan bahwa pengembangan karier
seharusnya tidak hanya tergantung pada usaha-usaha individu saja, karena hal
itu tidak selalu sesuai dengan kepentingan organisasi ( Handoko : 2000 ).
Sebagai contoh, karyawan mungkin meminta berhenti dan pindah ke
perusahaan lain atau karyawan tidak acuh terhadap kesempatan-kesempatan
karier mereka dan kebutuhan staffing organisasi .
Hubungan Pengembangan Karir dengan Prestasi Kerja
Pengembangan karier berkaitan dengan penyusunan jalur karier yang
merupakan urutan posisi jabatan yang mungkin diduduki oleh seorang pegawai
mulai dari tingkat terendah hingga tingkatan teratas dalam struktur organisasi
( Soetjipto : 2002 ).
Terdapat dua macam jalur pengembangan karier, yaitu:
Pertama, jalur karier tradisional dimana urutannya merupakan kombinasi
dan pergerakan vertikal ke atas (promosi atau kenaikan jabatan) serta
horizontal (transfer atau perpindahan ke jabatan yang memiliki tingkatan yang
sama).
Kedua, jalur karier inovatif karena urutannya merupakan kombinasi
pergerakan vertikal ke atas, vertikal ke bawah (demosi atau penurunan jabatan)
serta horizontal. Jika tujuannya sebagai penghargaan atas prestasi kerja sumber
daya manusia, maka jalur karier tradisional merupakan pilihan yang tepat.
Adapun kebijakan pengembangan karier bertujuan untuk memberikan
pengalaman dan kesempatan yang baik kepada sumber daya manusianya
sebelum sampai ke posisi puncak, maka jalur inovatif yang patut untuk
diterapkan.
Dalam proses pengembangan karier terdapat tujuh hal penting yang perlu
diperhatikan, yaitu:
1 . Prestasi kerja yang memuaskan
Pangkal tolak pengembangan karier seseorang adalah prestasi kerjanya
melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya . Tanpa prestasi kerja yang
memuaskan, sukar bagi seorang pegawai untuk diusulkan oleh atasannya untuk
dipertimbangkan sebagai seseorang yang layak mendapat promosi jabatan.
2 . Pengenalan oleh pihak lain
Pengenalan yang dimaksud dalam poin ini adalah bahwa berbagai pihak
yang berwenang memutuskan layak tidaknya seseorang untuk dipromosikan,
seperti atasan langsung dan pimpinan personalia mengetahui kemampuan dan
prestasi kerja pegawai yang ingin merealisasikan rencana kerjanya.
3 . Kesetian pada organisasi
Kesetiaan terhadap organisasi dapat dibuktikan dengan berkarya dalam
organisasi tempatnya bekerja untuk jangka waktu yang lama. Harus diakui
bahwa mengenai kesetiaan organisasional ini dapat menempatkan seseorang
pada situasi yang dilematik. Di satu pihak, ia harus membuktikan kesetiannya
kepada organisasi agar tersedia kesempatan baginya untuk meniti karier secara
mantap. Akan tetapi di pihak lain , sukar bagi seseorang untuk menolak
tawaran dari organisasi lain apabila pekerjaan tersebut membuka kesempatan
yang lebih luas baginya untuk berkarya secara lebih produktif.
4 . Pemanfaatan sponsor
Pengalaman menunjukkan bahwa pengembangan karier seseorang sering
berlangsung dengan lebih mulus apabila ada orang lain dalam organisasi yang
dengan berbagai cara dan jalur bersedia memberikan nasihat kepadanya dalam
usaha meniti karier .
5 . Dukungan para bawahan
Bagi mereka yang sudah menduduki posisi manajerial tertentu dan
mempunyai rencana karier yang ingin diwujudkan. Dukungan para bawahan
tersebut dapat beraneka ragam bentuknya, akan tetapi semuanya berkisar pada
usaha menyukseskan tugas manajer yang bersangkutan.
6 . Pemanfaatan kesempatan untuk bertumbuh
Tanggung jawab dalam pengembangan karier sebenarnya terletak di
tangan masing-masing pegawai. Artinya, pertumbuhan karier tersebut
bergantung pada kemauan seseorang dalam memanfaatkan berbagai
kesempatan, misalnya keikutsertaan dalam program pelatihan, pendidikan di luar
jam kerja dan lain sebagainya.
7 . Berhenti atas permintaan dan kemauan sendiri
Dalam banyak hal, berhenti atas kemauan dan permintaan sendiri mungkin
pula merupakan salah satu cara terbaik untuk mewujudkan rencana karier
seseorang. Artinya, bukan hal yang mustahil bahwa dalam suatu organisasi
jenjang karier yang mungkin dinaiki demikian terbatas sehingga jalan yang
dilalui cukup sulit. Oleh karena itu, pihak manajemen perusahaan juga perlu
memperhatikan karyawan dalam hal pengembangan karier .
PEMBAHASAN
Mengenai PT. Unilever Indonesia, Tbk
Unilever merupakan sebuah perusahaan multinasional yang memproduksi
barang konsumen yang bermarkas di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini didirikan tahun
1930 memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan konsumen pribadi.
Beberapa merek terkenal milik Unilever adalah: Rinso, Sunsilk, Dove dan Clear.
Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen,
margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan
dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.
Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai
Zeepfabrieken [Link]. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi
PT Unilever Indonesia dan pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah
menjadi PT Unilever Indonesia, Tbk. Unilever Indonesia mendaftarkan 15% dari
sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981.
Sejak berdiri sampai dengan saat ini PT. Unilever Indonesia, Tbk (ULI)
menunjukkan perkembangan usaha yang pesat dilihat dari skala usaha dan
hasil [Link] satu kunci sukses ULI terletak pada strategi pengembangan
Sumber Daya Manusianya, yaitu penerapan program indonesianisasi
[Link] program ini membawa hasil yaitu diangkatnya Sri
Urip Simeon sebagai Presiden Direktur ULI, dengan jabatan ini Sri Urip Simeon
merupakan wanita yang paling senior dalam jajaran pimpinan Unilever di
seluruh [Link] diketahui bahwa Sri Urip Simeon telah mengabdikan dirinya
dan berkarier di ULI selama 25 tahun. Unilever merupakan sebuah perusahaan
multinasional, berarti Unilever memiliki pasar yang berbeda-beda karakter di
tiap-tiap negara. Hal ini mengharuskan Unilever untuk memahami kebutuhan
pelanggannya di pasar tiap negara yang berbeda. Unilever tidak selalu bisa
menawarkan produk yang sama di pasar berbeda. Banyaknya bauran produk dari
Unilever, keragaman produk ini menunjukkan bahwa Unilever ingin memenuhi
kebutuhan konsumen yang beragam pula. Dengan produk-produk yang
menyentuh kebutuhan sehari-hari, Unilever mencoba menawarkan produknya
sebagai orientasi pemenuhan kebutuhan konsumen sehari-hari.
Unilever menggunakan riset pasar, sebelum menciptakan dan
meluncurkan suatu produk. Melalui riset yang tepat, sebuah perusahaan akan
mampu memenuhi kebutuhan pasar yang telah dibidik, bahkan mampu menjadi
market leader. Itulah mengapa Unilever selalu berhasil di pasar berbagai
negara yang berbeda.
Visi dan misi ULI adalah:
1) Visi : Untuk meraih rasa cinta dan penghargaan dari Indonesia dengan
menyentuh kehidupan setiap orang Indonesia setiap harinya.
2) Misi :
a. Kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari.
b. kami membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih
menikmati hidup melalui brand dan layanan yang baik bagi mereka dan orang
lain.
c. Kami menginspirasi masyarakat untuk melakukan langkah kecil setiap harinya
yang bila digabungkan bisa mewujudkan perubahan besar bagi dunia.
d. Kami senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan
kami tumbuh dua kali lipat sambil mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Struktur Perusahaan Unilever :
a. Direksi, adalah seorang yang ditunjuk untuk memimpin Unilever Indonesia
b. Dewan Komisaris, adalah sebuah dewan yang bertugas untuk melakukan
pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan Terbatas (PT)
c. komite Audit, membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi
kepengawasannya dengan melaksanakan kajian atas integritas laporan
keuangan Uniliver Indonesia.
d. Komite Nominasi dan Remunerasi, bertanggung jawab untuk menelaah dan
merumuskan rekomendasi paket remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi serta
merencanakan pencalonan dan nominasi calon yang akan diusulkan sebagai
anggota Dewan Komisaris, Direksi atau anggota berbagai Komite lainnya
Perencanaan Karir PT Unilever Indonesia, Tbk
PT. Unilever Indonesia, Tbk membuat banyak orang ingin sekali bergabung
dengan perusahaan besar ini. Mereka membayangkan betapa kesejahteraan
dijanjikan oleh PT Uniliver kepada para pekerjanya. Hal itu dikarenakan PT
Uniliver memang tidak main-main dalam memilih pekerja yang akan berkarir di
perusahaannya dengan menggunakan sistem manajemen SDM yang tepat.
Sumber daya manusia sendiri dibagi menjadi dua macam berdasarkan fakta
kemampuan manusia dalam berfikir dan berinteraksi dengan lingkungan.
Sumber daya manusia yang pertama yaitu sumber daya fisik. Hal ini erat
kaitannya dengan kemampuan manusia mengolah energi yang dimiliki untuk
melakukan suatu pekerjaan. Yang kedua adalah sumber daya mental.
Sebenarnya, sumber daya yang kedua inilah yang sedikit memegang peranan
penting dalam sumber daya manusia di perusahaan. Kemampuan manusia
dalam berfikir, menciptakan sebuah inovasi sangat memberikan sumbangsih
besar dalam kemajuan perusahaan. Pada intinya, teknik manajemen SDM PT
Unilever terbagi menjadi tiga hal yaitu:
a. Pengadaan yaitu proses rekrutmen dan orientasi seperti program latihan kerja
yang telah dijelaskan di atas.
b. Penggunaan yaitu proses sinkronisasi antara kemampuan sumberdaya manusia
dengan tugas apa yang akan menjadi tanggung jawabnya.
c. Pemeliharaan yaitu bagaimana PT Unilever menciptakan lingkungan kerja yang
Pengembangan Karir PT Unilever Indonesia, Tbk
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan topik yang umum dibicarakan dan
menjadi perhatian utama di PT Unilever Indonesia, Tbk. Pandangan perusahaan
terhadap karyawan terwujud dalam visi perusahaan: “mengembangkan Sumber
Daya Manusia untuk pertumbuhan’. Agar perusahaan dapat terus tumbuh,
karyawan pun perlu terus dibina dan dikembangkan secara berkesinambungan.
Harus diupayakan terciptanya sinergi antara strategi perusahaan dan
perkembangan karyawan. Agar dapat mencapai hasil terbaik, strategi
perusahaan harus berdasarkan pada dinamika antara organisasi dan
manusianya. Energi inilah yang membangkitkan keunggulan perusahaan dalam
menghadapi persaingan.
Keragaman
Perusahaan bangga dengan keragaman dalam organisasi, bukan saja dari segi
gender, melainkan juga aspek lain seperti suku, latar belakang sosioekonomi,
pendidikan, usia, agama dan jabatan sewaktu bergabung. perusahaan sadar
akan perlunya keragaman pikiran dan hati yang mandiri dan berbakat untuk
membuka potensi peluang bisnis. Hanya dengan cara inilah perusahaan dapat
menciptakan sinergi sejati dalam perusahaan untuk mencapai titik puncak.
Melangkah ke depan, kami akan terus merekrut, mempekerjakan,
mengembangkan dan mempromosikan karyawan berdasarkan kemampuan,
kualifi kasi, hasil kerja dan potensi mereka.
Memupuk Kepemimpinan
Perusahaan menyadari bahwa aset yang paling penting adalah sumber daya
manusia yang tepat. Itulah sebabnya perusahaan menginvestasikan banyak
waktu dan tenaga untuk pengembangan karyawan. Pendekatan ini secara
penuh mencakup kebutuhan individu, tanggung jawab dan kinerja. Perusahaan
mengidentifikasi individu-individu dengan potensi dan hasil kerja terbaik,
kemudian mengembangkan mereka melalui penempatan di berbagai bidang
kerja serta pelatihan. Ada penekanan khusus bagi para manajer muda yang
membutuhkan program pembinaan yang sesuai. Melalui Leadership Growth
Profile, perusahaan menyusun rencana bagi program pengembangan mereka
[Link] mencapai tujuan, perusahaan terus meningkatkan standar
untuk menghapus kinerja yang buruk dan mendorong orang keluar dari “zona
kemapanan”, agar mereka tertantang dan berjuang untuk mencapai yang
terbaik.
Analisa Kinerja PT Unilever Indonesia, Tbk
Jumlah karyawan yang bekerja di PT Unilever Indonesia secara keseluruhan
pada tanggal 31 Desember 2013 mencapai 6.719 karyawan. Hal ini naik dari
tahun 2012 yang berjumlah 6.447 karyawan. Hal ini tentu saja bukan jumlah
yang sedikit dalam ukuran sebuah perusahaan. Jumlah karyawan yang banyak
ini tentu saja membutuhkan perhatian ekstra dari perusahaan Unilever tersebut
dalam mengembangkan dan melatih para SDMnya.
Di Unilever, kesempatan untuk memperoleh posisi yang lebih baik dengan
gaji yang lebih baik akan sangat tergantung pada performa kerja masing-
masing karyawan. Unilever memiliki sistem reward yang sangat fair. Ini
bercermin dari sistem reward yang diberikan kepada orang-orang yang
memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan. Sementara orang
yang underperformed (low-performer) akan memperoleh reward yang juga
rendah. Sistem ini membuat setiap manajer di Unilever berusaha memberikan
performa terbaiknya untuk mencapai target perusahaan.
Rekrutmen merupakan perjalanan awal karier. Setelah calon pemimpin
(Future Leaders) di Unilever ini direkrut, maka akan menjalani Unilever
Development Program. Keberanian Unilever untuk menetapkan entry
salary yang tinggi juga membuat Unilever dipilih dalam hal sistem remunerasi.
Sistem remunerasi perusahaan ini juga dinilai sangat atraktif dan kompetitif, dan
mampu memacu karyawan untuk maju dan berkembang.
Untuk pengembangan profesionalisme, Unilever memiliki learning
programme yang komprehensif serta terus memupuk learning culture di
perusahaan yang mendorong orang untuk dapat belajar berbagai hal di setiap
kesempatan, baik melalui sesi-sesi resmi maupun tidak resmi dimana karyawan
dapat saling sharing pengetahuan, pengalaman, kisah sukses maupun
kegagalan untuk pembelajaran rekan-rekannya. Untuk mendorong work-life
balance, Unilever menyediakan berbagai sarana seperti fasilitas gym,
Dengan mendorong karyawan untuk terus menerus mengembangkan diri
serta mempertahankan work-life balance, perusahaan dapat mengembangkan
dan mempertahankan SDM-SDM yang handal dan berkualitas. Dalam mengatasi
permasalahan SDM dalam bidang pelatihan ini perusahaan unilever secara
umum telah menyiapkan modul training yang berjumlah 2.188 modul yang telah
dinaikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 2.046 buah modul. Selain itu
dari segi peningkatan jumlah pelatih internal juga naik dari 1.416 pelatih
menjadi 1.575 pelatih. Dan peningkatan jumlah aktivitas training mencapai
12,705 training.
Hal ini dilakukan oleh PT unilever guna menjaga keselamatan dan kesehatan
para karyawannya yang dianggap paling penting.
a. General skills atau keahlian umum ini meliputi berbagai pelatihan keahlian
secara umum yang diajarkan kepada para karyawan perusahaan PT. Unilever.
Selain itu general skill ini juga digunakan untuk melatih danmemberikan training
kepada seluruh karyawan perusahaan PT unilever Indonesia dalam
mempraktekan keahlian umum mereka yang berkaitan dengan pekerjaan di
perusahaan ini.
b. Leadership skills atau yang sering disebut-sebut sebagai keahlian atau
kemampuan kepemimpinan. Keahlian ini juga diajarkan dan dilatih oleh
perusahaan PT unilever kepada para karyawannya agar memiliki tanggung
jawab dan sikap sebagai seorang pemmpin sehingga dapat ikut mengarahkan
dan mengoperasikan perusahaan sebagai layaknya pemimpin dalam masing-
masing bidang pekerjaan mereka dalam perusahaan ini tanpa harus menunggu
perintah dan bergantung dengan orang lain.
c. Professional skills merupakan kemampuan individu yang menunjukan
kemampuan profesionalnya dalam melaksanakan tanggung jawab pekerjaannya
didalam perusahaan PT unilever. Perusahaan memberikan pelatihan ini agar
seluruh karyawan perusahaan PT unilever dapat bekerja dan bertindak secara
professional didalam menjalankan bidang pekerjaannya.
d. Sharing session merupakan waktu dimana para karyawan akan dikumpulkan
dan berbagi mengenai keluh kesah yang terjadi dikalangan pegawai yang
berkaitan dengan pekerjaan mereka di perusahaan. Selain itu, para pemimpin
atau psikolog perusahaan juga dapat memberikan motivasi dan penyemangat