0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
357 tayangan21 halaman

Perencanaan Struktur Tahan Gempa

Dokumen tersebut membahas konsep perencanaan struktur berbasis kinerja untuk mendesain bangunan tahan gempa. Konsep ini menggunakan kinerja struktur sebagai sasaran utama perencanaan daripada hanya mempertimbangkan kekuatan struktur. Dokumen juga membahas metode analisis pushover untuk memprediksi respon struktur non-linier akibat gempa dan mengevaluasi tingkat kinerjanya.

Diunggah oleh

Kepo Ko mah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
357 tayangan21 halaman

Perencanaan Struktur Tahan Gempa

Dokumen tersebut membahas konsep perencanaan struktur berbasis kinerja untuk mendesain bangunan tahan gempa. Konsep ini menggunakan kinerja struktur sebagai sasaran utama perencanaan daripada hanya mempertimbangkan kekuatan struktur. Dokumen juga membahas metode analisis pushover untuk memprediksi respon struktur non-linier akibat gempa dan mengevaluasi tingkat kinerjanya.

Diunggah oleh

Kepo Ko mah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kuliah ke -13 & 14

REKAYASA GEMPA
Oleh: Laode Azan M

•Pokok Materi:

KONSEP PERENCANAAN STRUKTUR BERBASIS KINERJA


(Performance Based Design)
Sub Pokok Materi

1. TINJAUAN PERENCANAAN BERBASIS KEKUATAN = Capacity Desain


= Strength Based Design.
2. FILOSOFI DESAIN BANGUNAN TAHAN GEMPA
3. TARGET LEVEL KINERJA & MATRIKS KINERJA (FEMA-303)
4. LEVEL KINERJA MENURUT ATC-40 DAN FEMA-356
5. KONSEP ANALISIS PUSHOVER (Analisis Beban Dorong Statis)

6. DAMPING RATIO TOTAL STRUKTUR AKIBAT PLASTIFIKASI ( ΒEQ)


7. DEMAND SPEKTRUM SETELAH TERJADI PLASTIFIKASI
8. METODE SPEKTRUM KAPASITAS DAN TITIK KINERJA
1. TINJAUAN PERENCANAAN STRUKTUR BERBASIS KEKUATAN
( Capacity Desain =Strength Based Design )

• Perencanaan Kapasitas (Capacity Design) merupakan perencanaan berbasis kekuatan (Strength


Based Design), Dalam konsep ini kinerja (perfomance) struktur tidak menjadi sasaran
perencanaan.
• Kenyataan, kinerja struktur terhadap beban gempa sangat bervariasi (IO, LS, CP, C) Fema 356
FEMA 273 dan ATC-40.
• Pengamatan pasca gempa besar menunjukan bhw perencanaan berbasis kekuatan berhasil
mengurangi korban jiwa, karena struktur tidak runtuh, tetapi keadaan kerusakan struktur dapat
sedemikian rupa (parah), sehingga gedung tersebut tidak dapat diperbaiki, dengan demikian bisnis
juga berhenti, paling tidak sampai di dapatkan bangunan sementara, hal ini memakan biaya
langsung maupun tidak langsung yang sangat besar.
• Berdasarkan kondisi itu, arah perkembangan desain struktur tahan gempa saat ini, beralih dari
perencanaan berbasis kekuatan menuju perencanaan berbasisi kinerja (Perfomance Based
Design) .
• Perencanaan berbasis kinerja (Perfomance Based Design) menggunakan kinerja struktur sebagai
sasaran perencanaan (bukan kekuatan).
2. FILOSOFI DESAIN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Konsep Bangunan Tahan Perbandingan tingkat kerusakan akibat gempa di


Gempa ilustrasikan seperti pada Gambar (ACI-2012)
▪ Bila terjadi gempa ringan, bangunan tidak
boleh mengalami kerusakan baik
komponen non-struktural maupun
komponen strukturalnya
▪ Bila terjadi gempa sedang, bangunan
boleh mengalami kerusakan pada
komponen non-strukturalnya akan tetapi
komponen struktural tidak boleh rusak.
▪ Bila terjadi gempa kuat, bangunan boleh
mengalami kerusakan baik komponen
non-struktural maupun komponen
strukturalnya, akan tetapi tidak boleh
runtuh
3. TARGET LEVEL KINERJA & MATRIKS KINERJA (FEMA-303)

• Perencanaan Berbasis kinerja (Perfomance Based Design) mensyaratkan taraf kinerja


(Level Perfomance) yang di inginkan untuk suatu taraf beban gempa dengan periode
ulang tertentu.
• Salah satu contoh matrik kinerja (Perfomance Matrix), FEMA 303/ NEHRP 1997, sbb:
4. LEVEL KINERJA MENURUT ATC-40 DAN MENURUT FEMA-356

▪ Mengevaluasi kinerja struktur gedung menggunakan konsep perencanaan berbasis kinerja,


konsep ini menetapkan tingkat kinerja struktur (perfomance level) yang diharapkan dapat di
capai saat struktur dilanda gempa dengan intensitas tertentu

No Tingkat Uraian
Kinerja
1 SP-1 Immediate Occupancy (Penggunaan
2 SP-2 sedang)
3 SP-3 Demage Control (control kerusakan)
4 SP-4 Life Safety (Aman untuk dihuni)
5 SP-5 Limited Safety (keamanan Terbatas)
6 SP-6 Structural Stability (Stabilitas struktur)
No Considerable (Tidak diperhitungkan)
Level Kinerja Mengacu pada FEMA- 356

Lever Kinerja Penjelasan


O (Oprational) Tidak ada kerusakan berarti pada struktur dan
nonstruktur, bangunan tetap berfungsi.
IO (Immediate Tidak ada kerusakan yang berarti pada struktur,
Occupancy) dimana kekuatan dan kekakuannya kira-kira
hampir sama dengan kondisi sebelum gempa.
Komponen nonstruktur masih berada ditempatnya
dan sebagian besar masih berfungsi. Bangunan
dapat berfungsi dan tidak terganggu dengan
masalah perbaikan.
LS (Life Safety) Terjadi kerusakan elemen struktur, kekakuan
berkurang, tetapi masih mempunyai ambang yang
cukup terhadap keruntuhan. Komponen
nonstruktur masih ada tetapi tidak berfungsi.
Dapat dipakai lagi bila sudah dilakukan
perbaikan.
CP (Collapse Kerusakan yang berarti pada komponen struktur
Prevention) dan nonstruktur. Kekuatan dan kekakuan struktur
Evaluasi Kinerja berdasarkan Perfomance Base
berkurang banyak, hampir runtuh. Kecelakaan
Design, pada prinsipnya mengevaluasi kinerja
akibat kejatuhan material bangunan yang rusak
struktur berdasarkan simpangan lateral setelah
sangat mungkin terjadi.
struktur memasuki kondisi non linier Sumber : FEMA 356, Table C1-2 Damage Control and Building Performance Levels
5. KONSEP ANALISIS PUSHOVER (ANALISIS BEBAN DORONG STATIS)

• Evaluasi Kinerja berdasarkan Perfomance Base Design,


pada prinsipnya mengevaluasi kinerja struktur berdasarkan
simpangan lateral setelah struktur memasuki kondisi non ▪ Dalam analisi ini, pengaruh beban gempa rencana
linier. terhadap struktur dianggap sebagai beban-beban
• Untuk mengetahui simpangan lateral & titik kinerja dalam
kondisi non-linier dilakukan analisis Pushover statik yang menangkap pada pusat masa masing-
masing lantai yang nilainya ditingkatkan secara
atap
berangsur-angsur hingga melampaui pembebanan
Gaya geser dasar, V (kN)

yang menyebabkan terjadinya pelelehan (sendi


plastis) pertama dalam struktur.
▪ Pada proses pushover satu sendi plastis akan
mencapai kondisi leleh pertama yang kemudian akan
Perpindahan atap, atap (m) diikuti dengan kondisi leleh pada sendi-sendi plastis
V
lainnya. Hal ini terus berlanjut sampai akhirnya
• Analisis Pushover adalah suatu teknik analisis untuk simpangan pada puncak struktur mencapai
memprediksi simpangan horizontal dan gaya geser dasar simpangan target, hal mana struktur telah memasuki
maksimum setelah struktur memasuki kondisi non linier,
serta untuk memperoleh bagian mana saja yg kritis. kondisi tidak stabil (non linier).
• Selanjutnya dapat di indentifikasi bagian2 mana saja yg
memerlukan perhatian khusus & pendetailan.
Variasi Pola Beban Dorong (FEMA-274)

▪ Distribusi gaya inersia yg berpengaruh saat


gempa, akan bervariasi sepanjang tinggi
bangunan, oleh karena itu, analisis beban
dorong statik memerlukan berbagai
kombinasi
▪ Untuk keseluruhan analisisnya sedikitnya
dua pola beban dorong lateral harus
diberikan yaitu:
1. Pola mode ke-1 dalam arah yg di tinjau
2. Distribusi merata sesuai proporsi total masa pada
lantai
TARGET PERPINDAHAN DALAM ANALISIS PUSHOVER

• Gaya dan deformasi setiap elemen dihitung terhadap “


atap
Perpindahan tertentu’ di titik kontrol yang disebut sebagai “

Gaya geser dasar, V (kN)


target perpindahan (δt)” dan dianggap sebagai perpindahan
maksimum yang terjadi saat bangunan mengalami gempa
rencana

• Untuk mendapatkan perilaku struktur pasca keruntuhan maka


perlu dibuat kurva hubungan gaya geser dasar dan perpindahan Perpindahan atap, atap (m)
V
sampai minimal 150% dari perpindahan target

• Analisis pushover dilakukan dengan memberikan beban lateral


pada pola tertentu sebagai simulasi beban gempa, dan harus Ada beberapa cara menentukan targe
diberikan bersama-sama dengan pengaruh kombinasi beban mati perpindahan:
dan tidak kurang 25% dari beban hidup. Beban tersebut diberikan
[Link] Spektrum Kapasitas ( ATC-
secara bertahap dalam satu arah
40), FEMA 274/440
• Kriteria evaluasi kinerja didasarkan pada gaya-deformasi yg
2. Metode Koefisien Perpindahan
terjadi ketika perpindahan titik kontrol sama dengan target
FEMA – 273/274, FEMA 356/440
perpindahan (δt)
6. Damping Ratio Total Struktur Akibat Plastifikasi ( βeq)

▪ Pada saat gempa kuat terjadi struktur


yang telah direncanakan akan
mengalami sendi plastis (Plastifikasi)
▪ Sendi plastis akan menaikan nilai
daktilitas dan menurunkan respon
spektra. Kenaikan daktilitas ini
sebanding dengan kenaikan redaman
struktur.
▪ Dengan demikian tidak tepat bila
spektra elastis digunakan sebagai basis
analisis. Analisis harus menggunakan
respon spektra tertentu yang berbasis
pada damping ratio total, dimana
damping ratio total struktur ( βeq)
adalah penjumlahan dari damping
elastis (viscous) dan damping hysteresis
akibat plastifikasi yaitu:
Damping Ratio Total Struktur dan kekakuan Akibat Plastifikasi ( βeq)

Sedangkan Strain Energi elastisnya di berikan oleh


luasan bidang di bawah ini
Eso = api * dpi/2
Kurva (sa, Sd) berbentuk belah ketupat disebelah
diperoleh dari kurva Kapasitas Pushover (Vb, Δ) dan
Spektrum kapasitas (Sa,T) yang dirubah menjadi
kurva bi linier seperti diabah ini, kemudian dilakukan
transformasi ke bentuk ADRS.
Damping Ratio Total Struktur Akibat Plastifikasi ( βeq)
7. Demand Spektrum Setelah Terjadi Plastifikasi

Ketika struktur menerima beban rGempa encana, akan mengalami plastifikasi (terbentuk sendi Plastis di
beberapa lokasi), akibatnya akan terjadi peningkatan redaman dalam struktur. Naiknya redaman akan
menurunkan kurva spektra acceleration.
8. METODE SPEKTRUM KAPASITAS DAN TITIK KINERJA
Konversi kurva ka[asitas ke Kurva ADRS

• Kurva Kapasitas hasil Pushover merupakan hubungan gaya geser (Vb) dan perpindahan titik pusat masa lantai

top Δatap, Sedangkan kurva spektra gempa merupakan hubungan perecepatan dan periode struktur

• Kedu a kurva ini belum dapat di perpotongkan untuk mendapat titik kinerja karena berada dalam basisi

koordinat yang berbeda. Untuk dapat di perpotongkan maka: Kurva kapasitah diubah dulu menjadi Spektruk

kapasitas dalam format ADRS melalui persamaan


Konversi kurva ka[asitas ke Kurva ADRS
CONTOH PERHITUNGAN TITIK KINERJA DENGAN METODE SPEKTRUM KAPASITAS
Jawab
Sekian & terimakasih

Anda mungkin juga menyukai