Asuhan Kebidanan Dismenorea Remaja
Asuhan Kebidanan Dismenorea Remaja
DISUSUN OLEH :
LUBUK PAKAM
2021
ASUHAN KEBIDANAN ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN
DISMENOREA DI KLINIK PRATAMA KELIAT
DISUSUN OLEH :
LUBUK PAKAM
2021
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Lubuk Pakam.
Disusun oleh:
Pembimbing,
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan
anugerah-Nya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan kasus “Asuhan
Kebidanan Pada Remaja Dengan Dismenorea Di Klinik Pratama Keliat”.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa proposal skripsi ini tidak dapat diselesaikan
tanpa bantuan berbagai pihak, baik dukungan moril, materil dan sumbangan pemikiran.
Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Drs. Johanes Sembiring, selaku Ketua Yayasan Akademi Medistra
Lubuk Pakan.
2. Bapak Drs. David Ginting, [Link], [Link], selaku Rektor Institut Kesehatan
Medistra Lubuk Pakam.
3. Ibu Desideria Yosepha Ginting, [Link].T, selaku Dekan Fakultas Kebidanan
Medistra Lubuk Pakam.
4. Ibu Sri Wulan, SST, [Link]., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Profesi Bidan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam.
5. Ibu Diah Evawana Anugrah, SST, [Link]..keb, selaku Dosen Pembimbing
6. Seluruh Bapak/Ibu Dosen di Istitut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam.
7. Rekan-rekan sejawat mahasiswa di Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh
karena itu, penulis menerima kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini. Semoga
Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya atas segala
kebaikan yang telah diberikan.
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................ii
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial
yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala aspek yang
adalah keadaan sejahtera baik fisik, mental, sosial, yang utuh dalam segala hal yang
berkaitan dengan fungsi, peran dari sistem reproduksi wanita. Pengetahuan kesehatan
reproduksi sebaiknya dilakukan sejak remaja, karena seseorang akan dapat mengenali
(Kinanti, 2009).
Asasi Manusia (UU HAM) dan UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU
dalam masa menstruasi merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak
wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu menstruasi.
perusahaan atau perjanjian kerja bersama. Menstruasi adalah perubahan fisiologis pada
wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon [Link] ini
penting dalam hal reproduksi, biasanya terjadi dalam setiap bulan antara remaja sampai
3
Angka kejadian nyeri menstruasi (Dismenorea) di dunia sangat [Link]-rata
lebih dari 50% perempuan di setiap negara mengalami Dismenorea. Di Amerika angka
presentasenya sekitar 90%, 10 % sampai 15% tidak bisa beraktifitas dan di Swedia
Adapun pendapat lain tentang nyeri menstruasi yang terjadi di Indonesia 60-70%
dengan 15% diantaranya mengeluh bahwa aktifitas mereka menjadi terbatas akibat
64.25% yang terdiri dari 54.89% dismenorea primer dan 9.36% dismenorea sekunder.
Peran bidan salah satunya untuk masalah gangguan reproduksi terutama pada
penyuluhan mengenai menstruasi pada remaja dan nyeri yang timbul saat menstruasi
dan paripurna , berfokus pada aspek pencegahan, penanganan dan promosi kesehatan
tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkan
pertolongan kapanpun dan dimanapun dia berada. Dari studi pendahuluan yang
dilakukan oleh peneliti di Klinik Keliat didapatkan angka kejadian dismenorea cukup
tinggi dan angka kejadian dismenorea primer cukup [Link] 18 pasien dengan
dismenorea yang terdiri dari 10 pasien menderita dismenorea primer dan 8 pasien
dengan dismenorea sekunder pada tahun 2021. Melihat masalah tersebut, maka
dilakukan penelitian asuhan kebidanan pada pasien dengan dismenorea primer di Klinik
4
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengumpulan data dasar secara subjektif dan objektif pada
c. Merumuskan diagnosa potensial dan antisipasi yang harus dilakukan bidan dari
h. Mengetahui kesenjangan antara teori dan praktek pada asuhan kebidanan pada
5
i. Memberikan alternatif pemecahan masalah terhadap kesenjangan antara teori
dan praktek pada asuhan kebidanan pada remaja dengan Dismenorea Primer.
D. MANFAAT
[Link] institusi
a. Klinik Pratama Keliat
Karya Tulis Ilmiah ini dapat sebagai masukan dalam melaksanakan
asuhan kebidanan di Klinik Keliat dalam memberikan asuhan pada Dismenorea
Primer secara tepat.
b. Mahasiswa Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
Tulis ini dapat menjadi bahan acuan dan bacaan untuk menambah
informasi serta meningkatkan pengetahuan bagi mahasiswa Stikes ‘Aisyiyah
maupun pembaca lainnya tentang kasus Dismenorea Primer.
c. Bagi Profesi Bidan
Karya Tulis Ilmiah ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan
panduan bagi tenaga kesehatan bidan dalam memberikan asuhan kebidanan
serta meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan dalam melakukan
tindakan.
E. RUANG LINGKUP
1. Ruang lingkup materi
Materi penelitian ini adalah lingkup gangguan kesehatan reproduksi pada
remaja dengan Dismenorea yang dibatasi pada kejadian Dismenorea Primer.
2. Ruang lingkup responden
Responden dalam penelitian ini yaitu remaja dengan Dismenorea Primer
3. Ruang lingkup waktu
Studi kasus asuhan kebidanan ini dilakukan dari bulan Januari sampai
dengan bulan April 2021.
4. Ruang lingkup tempat Penelitian dilaksanakan di Klinik Pratama Keliat.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Menstruasi
1. Pengertian Menstruasi
Menstruasi adalah tanda bahwa siklus masa subur telah [Link] masa ini
tingkat kesuburan seorang wanita mencapai puncaknya dan secara seksualitas sudah
siap untuk dibuahi dan memiliki [Link] terjadi saat lapisan dalam
dinding rahim luruh dan keluar dalam bentuk darah [Link] keadaan normal,
masa reproduksi dimulai ketika sudah terjadi pengeluaran sel telur yang matang
Menstruasi adalah perubahan secara fisiologis pada wanita secara berkala dan
2010).Menstruasi adalah pengeluaran darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal
merupakan bagian dari proses regular yang mempersiapkan tubuh wanita setiap
bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh
interaksi hormone yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak 11 depan
Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan [Link]
ini berperan sebagai penyongkong bagi janin yang sedang tumbuh bila seorang wanita
tersebut [Link] memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai
[Link], sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai
bergerak menuju tuba falopi terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma,
lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta dikeluarkan
melalui vagina.
7
Periode pengeluaran darah dikenal dengan periode menstruasi, berlangsung tiga
sampai tujuh hari. Pada waktu menstruasi terjadi pengelupasan dinding rahim
(endometrium), lapisan yang terkelupas akan digantikan oleh lapisan baru setelah masa
rongga rahim kembali sempurna yang artinya rahim dalam kondisi subur dan siap
menerima calon janin dan menjadi tempat kehamilan pada siklus menstruasi bulan
berikutnya. Selain itu terjadi pula pematangan sel telur yang dipengaruhi oleh hormone
progesterone. Menstruasi adalah proses alami yang datang secara berulang setiap bulan
[Link] menstruasi yang beragam selain dipengaruhi faktor fisik dan kejiwaan,
dipengaruhi juga oleh hormone yang diproduksi tubuh wanita seperti Luteinizing
tubuh itu sendiri. Menstruasi merupakan salah satu ciri kedewasaan perempuan.
Menstruasi biasanya diawali pada usia remaja 9-12 tahun tapi tidak menutup
kemungkinan juga menstruasi dialami perempuan lebih lambat yaitu 13-15 tahun.
telah mencapai kedewasaan."Baligh" diambil dari kata bahasa Arab yang secara bahasa
memiliki arti "sampai", maksudnya "telah sampainya usia seseorang pada tahap
kedewasaan".
8
a. Mengetahui, memahami dan mampu membedakan mana yang baik dan mana
yang buruk.
b. Telah mencapai usia 15 tahun ke atas atau sudah mengalami mimpi basah
( bagi laki-laki).
c. Telah mencapai usia 9 tahun ke atas atau sudah mengalami “menstruasi” ( bagi
perempuan ).
Baligh adalah satu masa di mana seorang anak dibebani kewajiban (taklif)
syari’at dan akan dihisab. Cepat atau lambatnya usia untuk mulai menstruasi sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya kesehatan pribadi perempuan yang berkaitan
2. Siklus Menstruasi
wanita yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Siklus ini dikendalikan oleh
hormone gonadotropin. Hormone ini akan merangsang hipofisis untuk melepaskan FSH
(Follicle Stimulating Hormone) atau hormone pemicu pertumbuhan folikel. Pada awal
siklus berikutnya pada hari 1-14, folikel akan melanjutkan perkembangannya karena
pengaruh FSH dalam ovarium. Setelah itu terbentuklah folikel yang sudah 14 masak
9
(Luteinizing Hormone) yang berperan untuk merangsang folikel degraaf yang telah
masak untuk melakukan ovulasi dari ovarium. Ovulasi umumnya berlangsung pada hari
ke 14 dari siklus menstruasi. Biasanya pada setiap ovulasi dihasilkan satu oosit
sekunder.
corpus atau uteum (badan kuning). Selanjutnya corpus ini menghasilkan progestron
mempersiapkan uterus untuk kemungkinan [Link] pada tahap ini siap menerima
dan memberi sel telur yang telah dibuahi (zigot).Jika tidak terjadi fertilisasi corpus
Corpus luteum berdegenerasi dan lapisan uterus bersama dinding dalam rahim
berlangsung selama 7 [Link] itu dinding uterus pulih kembali. Selanjutnya karena
tidak ada lagi progesterone yang dibentuk maka FSH dibentuk lagi kemudian terjadi
terjadi kehamilan. Namun, ada yang menyebutkan bahwa pada setiap siklus dikenal
1) Masa haid selama 2-8 hari pada waktu itu endometrium di lepas, sedangkan
10
3) Masa sekresi Terjadi perubahan dari corpus rubrum menjadi corpus luteum
Pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel sel desidua,
pembuangan dari dalam rahim yang lebih sering dikenal dengan proses menstruasi.
Menstruasi merupakan proses yang dialami tubuh dalam mempersiapkan diri untuk
produktifitas selanjutnya. Proses menstruasi yang teratur adalah tanda utama kesehatan
dan kesuburan produktifitas pada wanita. Gejala umum infeksi bakteria yang sering
a. Demam
d. Radang vagina
e. Radang servik
g. Keputihan
i. Mual, sering buang air kecil, rasa sakit saat buang air kecil, sakit pada
11
b. Menyimpan pembalut ditempat yang lembab
B. Dismenore
1. Pengertian Dismenorea
perut bagian bawah baik secara terpusat atau pada samping dan dapat menyebar ke paha
atau punggung bagian [Link] sakit, cenderung mereda secara bertahap sampai
Pada bagian awal dari siklus menstruasi tubuh wanita secara bertahap
mempersiapkan dinding rahim untuk kehamilan dengan proses penebalan lapisan dalam
rahim. Setelah ovulasi jika pembuahan tidak terjadi, lapisan dalam tersebut akan
dikeluarkan dari tubuh melalui menstruasi. Selama proses ini jaringan akan mengalami
otot rahim berkontraksi ini membantu untuk membersihkan jaringan dari rahim melalui
Namun kontraksi ini cenderung untuk membuat pembuluh darah dari rahim
rasa sakit yang luar biasa seperti kram saat [Link] nyeri saat menstruasi
cenderung berkurang dengan bertambahnya umur dan juga anak yang dilahirkan.
Namun, ketika rasa nyeri menstruasi terjadi secara berlebihan dan menyakitkan
atau mengganggu kegiatan sehari-sehari seorang wanita, maka terjadi tidak normal dan
12
a. Dismenorea merupakan kekakuan atau kejang di bagian bawah perut dan
b. Dismenorea adalah nyeri atau kram pada perut yang dirasakan sebelum
perut bawah sebelum dan selama menstruasi dan sering kali disertai rasa
(bulan) dan rrhoea yang artinya flow (aliran). Jadi Dismenorea adalah
sehari-hari.
sehari-hari.
13
a. Dismenorea spasmodic Dismenorea spasmodik yaitu nyeri yang dirasakan
dibagian bawah perut dan berawal sebelum masa menstruasi atau segera setelah masa
sangat mual, muntah bahkan pingsan. Kebanyakan yang menderita dismenorea jenis ini
adalah wanita muda, akan tetapi dijumpai pula kalangan wanita berusia di atas 40 tahun
yang mengalaminya.
dirasakan sejak beberapa hari sebelum datangnya [Link] ini disertai sakit
pada buah dada, perut kembung, sakit kepala, sakit punggung, mudah tersinggung,
gangguan tidur dan muncul memar di paha dan lengan [Link] tersebut berlangsung
antara dua atau tiga hari sampai kurang dari dua minggu sebelum datangnya menstruasi.
Secara klinis dismenorea dibagi menjadi dua, yaitu dismenorea Primer dan
tanpa kelainan anatomis alat [Link] pada usia remaja, dan dalam 2-5 tahun
setelah pertama kali menstruasi (menarche) nyeri sering timbul segera setelah mulai
menstruasi teratur. Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus, spastik, dan sering disertai
mual, muntah, diare, kelelahan, dan nyeri kepala (Manuaba, 2009). Nyeri menstruasi
primer timbul sejak menstruasi pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya
waktu. Tepatnya saat lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah
menikah dan [Link] menstruasi ini normal, namun dapat berlebihan bila
dipengaruhi oleh faktor psikis, dan fisik seperti stres, shock, penyempitan pembuluh
darah, penyakit menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang [Link] ini
14
infeksi, endometriosis, kloaka uteri, polip endometrial, polip serviks, pemakaian IUD
atau [Link] menstruasi sekunder biasanya baru muncul kemudian, jika ada
penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista/polip, tumor disekitar
kandungan kelainan kedudukan rahim yang dapat mengganggu organ dan jaringan
Dismenorea sekunder lebih sering ditemukan pada usia tua, dan setelah 2 tahun
penyakit radang panggul dan polip endometrium. Dismenorea sekunder merupakan rasa
nyeri yang terjadi saat menstruasi berkaitan dengan kelainan anatomis uterus biasa
terjadi pada pemakai IUD/AKDR. Diantara sebab-sebab kelainan anatomis yang perlu
a. Dismenorea Primer
4) Nyeri dimulai bersamaan atau hanya sesaat sebelum menstruasi dan bertahan
15
9) Cepat memberikan respon terhadap pengobatan medikamentosa.
b. Dismenorea sekunder
darah menstruasi.
menarche. Lama berlangsungnya dan jenis nyeri dismenorea dimulai beberapa jam
sebelumnya atau segera setelah permulaan menstruasi dan biasanya berlangsung setelah
48-72 jam, gejala yang menyertai yakni mual, muntah, rasa lelah, diare, nyeri pinggang
bawah ,nyeri kepala. Nyerinya seperti kejang dan biasanya paling kuat pada perut
dengan hari pertama menstruasi, terjadi pada wanita yang lebih tua dan dapat disertai
yang lebih muda, massa tubuh rendah index (BMI), merokok, menarche awal, lama atau
16
emosi dan perilaku juga dapat memperburuk siklus menstruasi dan masalah
a. Faktor kejiwaan
yang terjadi dalam siklus menstruasi pada wanita, hal ini dipengaruhi
menstruasi merupakan suatu perubahan yang luar biasa yang terjadi pada
17
keadaan ini terus berlanjut, maka mengakibatkan gangguan
pada saat menstruasi yang bersifat khas, yaitu nyeri menstruasi atau
b. Faktor konstitusi
timbulnya dismenorea.
1) Anemia
Anemia adalah defisiensi eritrosit atau hemoglobin atau dapat keduanya hingga
anemia adalah kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin,
sehingga disebut anemia kekurangan zat [Link] zat besi ini dapat
menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan baik sel tubuh maupun sel
otak dan dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang, termasuk daya tahan tubuh
2) Penyakit menahun
kehilangan terhadap suatu penyakit atau terhadap rasa nyeri. Penyakit yang termasuk
penyakit menahun dalam hal ini adalah asma dan [Link] –faktor ini (anemia,
3) Usia menarche
18
Menarche adalah menstruasi yang pertama kali datang. Gejala pemasakan
seksual pada wanita lebih nyata, yaitu datangnya menarche atau menstruasi pertama,
meskipun masih sangat sedikit untuk mencapai kemasakan yang sempurna (untuk
sebagai beban berat atau dirasakan sebagai tugas yang tidak menyenangkan dan
menimbulkan rasa enggan dan dirasa sebagai aib bagi gadis tersebut sehingga
4) Faktor genetik
ibunya dulu juga mengalami dismenorea sebanyak 7% wanita juga mengeluhkan hal
yang sama meskipun ibu wanita tersebut dulunya tidak mengalami dismenorea.
stenosis kanalis servikalis. Pada wanita dengan uterus dalam hiperantefleksi mungkin
dapat terjadi stenosis kanalis servikalis, akan tetapi hal ini sekarang tidak dianggap
kanalis dan tanpa uterus dalam [Link] tetapi banyakterdapat wanita juga
dengan tanpa keluhan dismenorea, walaupun ada stenosis servikalis dan uterus terletak
d. Faktor endokrin Pada umumnya ada anggapan bahwa kejang yang terjadi
endokrin mempunyai hubungan dengan soal tanus dan kontraktilitas otot [Link]
dan Reynolds yang melakukan penelitian pada uterus berkesimpulan bahwa hormon
mencegahnya. Tetapi teori ini tidak dapat menerangkan fakta mengapa timbul rasa
19
nyeri pada perdarahan disfungsional anovulator, yang biasanya dengan bersamaan
dismenorea, dijumpai pula efek umum, seperti diare, nausea, muntah, flushing.
etiologi dismenorea [Link] jenis dismenorea yang jarang terdapat ialah yang pada
desidua yang tebal dan kompak desidua cast sehingga sukar dihancurkan.
dismenorea yang timbul pada remaja putri merupakan dampak dari kurang
informasi tersebut sejak dini. Mereka yang memiliki informasi kurang menganggap
bahwa keadaan itu sebagai permasalahan yang dapat menyulitkan mereka. Mereka tidak
siap dalam menghadapi menstruasi dan segala hal yang akan dialami oleh remaja putri.
nyeri yang pada akhirnya membuat nyeri menstruasi menjadi lebih [Link]
yang kurang tepat membuat remaja putri selalu mengalaminya setiap siklus
20
g. Status gizi dan Olah raga Status gizi merupakan bagian penting dari
tubuh juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini berdampak pada
baik, semakin tinggi status gizi maka semakin rendah keluhan dismenore. Tindakan
terbaik untuk mengatasi nyeri mesntruasi adalah menjaga pola hidup sehat dengan
asupan vitamin dan gizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga secara teratur serta
menjaga kondisi psikologis tetap baik. Untuk meningkatkan asupan vitamin dan gizi
pembentukan sel darah merah serta mempertahankan kesehatan sistem syaraf. Vitamin
B12, berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga mencegah anemia, selain
itu vitamin B5 juga diketahui dapat mengurangi stres. Menjaga pola makan yang sehat
dapat mengurangi nyeri menstruasi. Karena beberapa dari makanan yang kita konsumsi
bahan pengawet (Purwaningsih, 2010). Rasa sakit yang dirasakan masing-masing orang
tentu berbeda, hal ini salah satunya adalah dipengaruhi oleh faktor yang mempengaruhi
nyeri itu sendiri yang diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Faktor-faktor yang
mempengaruhi persepsi nyeri : Usia, jenis kelamin, budaya, pengetahuan tentang nyeri
dan penyebabnya, makna nyeri, perhatian klien, tingkat kecemasan, tingkat stress,
tingkat energy, pengalaman sebelumnya, pola koping, dukungan keluarga dan sosial. 2)
21
toleransi terhadap nyeri adalah marah, kebosanan, depresi, kecemasan, nyeri kronis,
sakit/penderitaan
6. Patofisiologi
prostaglandin telah terbukti ditemukan pada cairan haid (menstrual fluid) pada wanita
terutama selama dua hari pertama menstruasi. Vasopressin juga memiliki peran yang
sama. Riset terbaru menunjukkan bahwa patogenesis dismenorea primer adalah karena
mengurangi aliran darah uterus dan nyeri pada penderita dismenorea primer (Elizabeth,
2009).
menstruasi pertama, tetapi yang paling sering muncul di usia 20-30 tahun. Peningkatan
prostaglandin dapat berperan pada dismenorea sekunder disertai penyakit pelvis yang
berada di luar rahim, dapat ditandai dengan nyeri menstruasi), adenomyosis (bentuk
menarche (menstruasi pertama). Onset dapat terjadi di waktu apapun setelah menarche
(umumnya setelah usia 25 tahun). Nyeri perut atau panggul bawah biasanya
22
berhubungan dengan onset aliran menstruasi dan berlangsung selama 8- 72 jam. Wanita
dapat mengeluh mengalami perubahan waktu serangan pertama nyeri selama siklus
menstruasi atau dalam intensitas nyeri. Dapat terjadi nyeri pada paha dan
dijumpai kelainan pada pemeriksaan fisik. Ada kelainan panggul (pelvic) pada
pemeriksaan fisik.
8. Pencegahan Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan menyembuhkan
nyeri menstruasi, salah satu caranya dengan memperhatikan pola dan siklus
pola makan yang teratur c. Istirahat yang cukup d. Usahakan tidak menkonsumsi obat-
obatan anti nyeri, jika semua cara pencegahan tidak mengatasi menstruasi nyeri lebih
baik segera kunjungi dokter untuk mengetahui penyebab nyeri berkepanjangan. Bisa
saja ada kelainan rahim atau penyakit lainnya. e. Hindari mengkonsumsi alkohol,
rokok, kopi karena akan memicu bertambahnya kadar estrogen. f. Gunakan heating pad
a. Konseling holistik
Holistik adalah pelayanan yang diberikan kepada sesama atau manusia secara
utuh baik secara fisik, mental, sosial, spiritual mendapat perhatian seimbang. Pelayanan
kepada seluruh manusia yaitu secara jasmani, sosial ekonomi, sosial hubungan, mental
dan spiritual Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa dismenorea adalah gangguan
23
yang tidak berbahaya untuk kesehatan, hendaknya diadakan penjelasan dan diskusi
mengenai makanan sehat, istirahat yang cukup, dan olah raga mungkin
Pada saat ini banyak beredar obat-obatan analgesic yang dapat diberikan sebagai
terapi simptomatik. Jika rasa nyerinya berat, diperlukan istirahat di tempat tidur dan
kompres hangat pada perut bawah untuk mengurangi rasa nyeri. Obat analgetik yang
paten yang beredar di pasaran antara lain novalgin, ponstan, acetaminophen dan
dan aman untuk pengobatan dismenorea primer, dibandingkan dengan obat asam
Penerapan pola hidup sehat dapat membantu dalam upaya menangani gangguan
menstruasi, khususnya [Link] termasuk dalam pola hidup sehat adalah olah
raga cukup dan teratur, mempertahankan diit seimbang seperti peningkatan pemenuhan
d. Terapi hormonal
penting pada waktu menstruasi tanpa gangguan, tujuan ini dapat dicapai dengan
24
Terapi dengan obat steroid antiprostaglandin memegang peranan makin penting
antara uterus dan susunan saraf pusat) ditambah dengan neurektomi ovarial
tindakan terakhir apabila usaha-usaha lain gagal. Selain itu menurut Taruna (2003), ada
cara pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi rasa nyeri
menstruasi yaitu:
hangat di perut bagian bawah karena dapat membantu merilekskan otot-otot dan sistem
saraf .
olah raga cukup dan teratur serta menyediakan waktu yang cukup untuk beristirahat.
Olah raga yang cukup dan teratur dapat meningkatkan kadar hormon endorfin yang
berperan sebagai natural pain killer. Penyediaan waktu dapat membuat tubuh tidak
obat analgetik yang bebas dijual di masyarakat tanpa resep dokter, namun harus tetap
muncul secara tiba-tiba saat usia dewasa dan sebelumnya tidak pernah merasakannya,
25
maka periksakan kondisi untuk mendapatkan pertolongan segera, terlebih jika
makanan yang mengandung vitamin B6. Menjaga pola makan yang sehat dapat
mengurangi nyeri [Link] beberapa dari makanan yang kita konsumsi sehari-
tinggi pada konsumen kopi, perempuan dengan perdarahan menstruasi (Alaettin, 2010).
Dari seluruh penatalaksanaan dismenorea yang ada diatas dapat diklasifikasikan sebagai
2) Terapi hormonal
1) Konseling holistik
26
4) Melakukan posisi knee chest
Pemerikasaan :
1. Fisik umum
2. Laboratorium dasar
3. Hormonal
Dismenorea Sekunder
2. Servik stenosis
3. Uterus retro-antefleksia
4. Polip endometrial
5. Mioma terlahir
6. Mioma uteri
7. Anomali uterus
8. Pemakai IUD
Pengobatan operatif
2. Presakral neurektomi
3. Histerektomi
27
DISMENOREA Anamnesis
1. Patrun menstruasi
2. Mentruasi ovulatori
a. Ep/P =1/0,01
b. Nekrosis endometrium
c. Pemakai IUCD
d. Terdapat Infeksi
3. Teori Psikologis
b. Kejiwaan labil
4. Mekanisme nyeri
a. Iskema otot
b. Kontraksi meningkat
2. Medikamentos
a. Kalsium antagonis
b. Antiprostaglandin
c. Pemberi progesteron
d. Pil oral
3. Pengobatan berhasil
28
4. Konseling psikologis
5. Evaluasi rutin
pada klien.
Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan secara lengkap dan akurat dari
berbagai sumber yang berkaitan dengan kondisi klien secara keseluruhan. Untuk
identitas.
kebidanan.
pendidikan .
29
Pekerjaan : Untuk mengetahui apakah ibu terlalu lelah dalam
tubuh.
b) Data objektif
2) Tanda-tanda vital
primer.
3) Pemeriksaan fisik
f. Mulut : untuk mengetahui gigi, gusi, dan bibir dalam keadaan normal.
30
4) Pemeriksaan penunjang laboratorium
Pemeriksaan ini dilakukan jika perlu atau jika ada terdapat kelainan saat
pemeriksaan.
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau
masalah dan kebutuhan klien, berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang
masalah atau masalah yang [Link] data terdiri dari diagnosa kebidanan,
pasien tentang rasa nyeri pada saat menstruasi, akibat rasa nyeri pada
b) Masalah
ditemukan dari hasil pengkajian atau yang ditemukan dari hasil pengkajian
[Link] ini muncul berdasarkan sudut pandang klien dengan keadaan yang
pada kasus ini yaitu dismenorea primer dengan keluhan nyeri pada perut
31
bagian bawah dan kram pada perut sebelum menstruasi dan selama
menstruasi.
c) Kebutuhan
[Link] langkah ini merupakan langkah yang bersifat antisipasi yang rasional
atau [Link] potensial pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum terjadi
dehidrasi dan penurunan berat [Link] karena perlu adanya tindakan yang dapat
32
harus mencakup setiap hal yang berkaitan dengan semua aspek 50 kesehatan dan
Langkah ini merupakan pelaksanaan dari rencana asuhan secara efisien dan
aman. Langkah ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau anggota tim kesehatan
pemberian Vit E/B6,neurogenik dan pil oral rasa nyeri pada pasien atau klien dapat
10) Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk mengkaji keefektifan dari asuhan yang sudah
sebagian belum efektif. Proses evaluasi ini dilaksanakan untuk menilai mengapa proses
asuhan tersebut.
33
c. Keadaan umum baik
1) Subjektif
2) Objektif
laboratorium dan uji diagnostic lain yang dirumuskan dalam data fokus untuk
3) Analisa
dokter, konsultasi / kolaborasi dan / atau rujukan sebagai langkah II, III,dan IV
4) Penatalaksanaan
rujukan.
34
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Dalam penyusunan Case Study Research ini penulis menggunakan metode
deskriptif dengan model studi [Link] penelitian deskriftif adalah suatu
penelitian yang di lakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau
deskriftif tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2010).
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Pengambilan penelitian ini dilakukandi Klinik Pratama Keliat dan waktu
keseluruhan yang digunakan pada penelitian ini sejak bulan Januari sampai April
tahun 2013.
C. Subjek Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi subyek adalah Nn”x” dengan dismenorea
primer, karena ingin mengetahui bagaimana asuhan yang diberikan kepada pasien
dismenorea primer yang banyak dialami remajaremaja sehingga sangat menarik
untuk dilakukan subjek penelitian
D. Jenis data
1. Data primer Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan :
a. Pemeriksaan fisik
b. Wawancara
c. Observasi
2. Data sekunder
a. Studi Dokumentasi
b. Studi Kepustakaan
c. Instrumen Penelitian
E. Teknik Pengambilan data
Dalam pengumpulan data atau informasi metode yang digunakan penulis
adalah:
1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan di
lapanganoleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan
melakukan. Data primer ini disebut juga data asli atau data baru (Iqbal, 2007).
35
a. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui
keadaan fisik pasien secara sistematis pada pasien dismenorea primer.
b. Wawancara Wawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk
mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau
pemberian informasi secara lisan dari seseorang sasaran 55 peneliti atau
bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang tersebut (Notoatmodjo,
2010).
c. Observasi Observasi yaitu teknik pengumpulan data yang berencana
anatara lain meliputi : melihat, mencatat jumlah dan taraf aktifitas
tertentu yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti
(Notoatmodjo,2005).
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang
melakukan penelitian dari sumber – sumber yang telah [Link] sekunder disebut
juga data tersedia (Iqbal, 2007).
a. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi yaitu semua bentuk sumber
informasi yang berhubungan dengan dokumentasi (Notoatmodjo,
2010).Pada studi dokumentasi ini di ambil dari laporan rekam medis
gangguan reproduksi di RS PKU Muhammadiyah Bantul pada pasien
dismenorea primer.
b. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan yaitu bahan pustaka yang sangat
penting dalam menunjang latar belakang suatu penelitian (Notoatmodjo,
2010).Pada studi kepustakaan ini mengambil hal-hal yang berhubungan
dengan penanganan pasien dismenorea primer. 56
c. Instrument Penelitian Merupakan alat atau fasilitas yang digunakan oleh
peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan
hasilnya lebih baik. Dalam arti kata lebih cermat,lengkap dan sistematis
sehingga lebih mudah di olah (Notoatmodjo, 2010).
F. Analisis data
Dilakukan secara deskriptif mengggunakan prinsip – prinsip manajemen
asuhan kebidanan menurut Varney.
36
BAB IV
A. HASIL
Hari dan tanggal Pengkajian : Senin 10 April 2021, 11.00 wib
Di Klinik : Keliat
Oleh : Peraten Natalia br Keliat
SUBJEKTIF
Biodata
Nama : Nn.S
Umur : 19 Tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawan
Alamat : [Link] Klumpang
No. Telp : 085836272839
A. Data Subjektif
1. Keluhan Utama
Pasien mengatakan saat ini sedang menstruasi hari kedua dan
merasakan nyeri hebat pada perut bagian bawah sehingga mengganggu
aktifitasnya. Setiap menstruasi pasien merasakan nyeri pada perut bagian
bawah tetapi tidak mengganggu aktifitasnya dan akan mereda apabila
diberikan kompres air hangat dan istirahat.
2. Riwayat Menstruasi
HPHT : 10 April 2021
Menarche : 11 tahun
Lama : 7 hari
Siklus : 28 hari
Keluhan : Pasien mengatakan nyeri hebat pada perut bagian bawah
3. Riwayat Perkawinan
Pasien mengatakan belum menikah
37
4. RiwayatObstetri
Pasien mengatakan belum pernah hamil, keguguran dan melahirkan
5. Riwayat Kontrasepsi yang Digunakan
Pasien mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun
6. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang:
Pasien mengatakan saat ini sedang menstruasi hari kedua dan
merasakan nyeri hebat pada perut bagian bawah sehingga mengganggu
aktifitasnya. Pasien mengatakan dirinya belum pernah mendapat
pengobatan apapun dan pasien mengatakan tidak ada alergi obat.
b. Riwayat Kesehatan yang lalu:
Pasien mengatakan tidak sedang dan tidak pernah menderita penyakit
menular, menurun dan menahun seperti dada berdebar-debar (Jantung),
sering makan, minum dan kencing (DM), sesak nafas (Asma), tekanan
darah >140/90 mmHg (Hipertensi), Sakit kuning (Hepatitis), Kejang
sampai keluar busa (Epilepsi) dan keputihan gatal-gatal (PMS). Pasien
mengatakan tidak pernah mengalami operasi apapun
c. Riwayat Kesehatan Keluarga:
Pasien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang sedang dan
pernah menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti dada
berdebar-debar (Jantung), sering makan, minum dan kencing (DM),
sesak nafas (Asma), tekanan darah >140/90 mmHg (Hipertensi), Sakit
kuning (Hepatitis), Kejang sampai keluar busa (Epilepsi) dan keputihan
gatal-gatal (PMS).
7. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari
Kebutuhan Sebelum Sakit Saat Sakit
Kebutuhan Sebelum Sakit Saat Sakit
[Link] Makan
Frekuensi Porsi 3 kali sehari 1 piring 3 kali sehari 1 piring
Jenis makanan Nasi, lauk, sayur Nasi, lauk, sayur
Makanan pantangan Tidak ada Tidak ada
Keluhan Tidak ada Tidak ada
[Link] Minum
Frekuensi 7-8 gelas/hari 7-8 gelas/hari
Porsi 1 gelas sedang 1 gelas sedang
Jenis minuman Air mineral, teh,susu Air mineral, teh,susu
Keluhan Tidak ada Tidak ada
38
[Link]
Lama tidur 7-8 jam/hari 7-8 jam/hari
Keluhan Tidak ada Tidak ada
[Link] Hygien
Mandi 2x sehari 2x sehari
Keramas 3x seminggu 3x seminggu
Sikat gigi 2x sehari 2x sehari
Ganti baju 2x sehari 2x sehari
Keluhan Tidak Ada Tidak Ada
[Link]
Frekuensi BAK 4x-5x sehari 4x-5x sehari
Warna Kuning jernih Kuning jernih
Bau Khas Khas
Keluhan Tidak ada Tidak ada
Frekuensi BAB 1x sehari 1x sehari
Warna Kecoklatan Kecoklatan
Bau Khas Khas
Keluhan Tidak ada Tidak ada
39
b. Wajah
1) Pucat : Tidak tampak Pucat
2) Cemas : iya
3) Kebersihan : Bersih
c. Mata
1) Bentuk : Simetris 63
2) Sklera : Putih
3) Konjungtiva : Merah muda
d. Hidung
1) Bentuk : Simetris
2) Kebersihan : Bersih
3) Polip : Tidak ada
4) Serumen : Tidak ada
e. Telinga
1) Bentuk : Simetris
2) Kebersihan : Bersih
3) Serumen : Tidak ada
4) Nyeri tekan : Tidak ada
f. Mulut
1) Stomatitis : Tidak ada
2) Gusi : Tidak berdarah
3) Gigi : Tidak caries
g. Leher
1) Kelenjar tiroid : Tidak ada pembesaran
2) Kelenjar Limfe: Tidak ada pembesaran
3) Vena jogularis : Tidak ada pembesaran
h. Dada : Tidak dilakukan
i. Abdomen
1) Bentuk : Simetris
2) Bekas luka : Tidak ada
3) Massa/ Tumor : Tidak ada
4) Turgor kulit : Tidak ada
5) Nyeri tekan : Terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah
40
j. Genetalia : Tidak dilakukan
k. Ekstremitas
1) Oedem : Tidak ada
2) Varices : Tidak ada
3) Reflek patella : ( Positif ) kanan, ( Positif ) kiri
4) Kuku : Pendek dan bersih
3. Pemeriksaan Penunjang Tidak dilakukan
ANALISA
Nn.S Umur 19 tahun dengan gangguan reproduksi dismenorea primer
PENATALAKSANAAN
Tanggal/jam : 10 April 2021/ 11.00 WIB
1. Memberitahu pasien bahwa pasien dalam keadaan baik dan mengalami
dismenorea primer.
- Pasien mendengarkan penjelasan petugas tetapi pasien masih merasa cemas
dengan keadaannya.
2. Menjelaskan kepada pasien tentang nyeri yang dirasakan yaitu pasien
mengalami nyeri menstruasi yang disebut dismenorea primer. Akan tetapi hal
ini normal karena nyeri menstruasi primer timbul sejak menstruasi pertama
dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. Penyebabnya tidak jelas
tetapi yang pasti selalu berhubungan dengan pelepasan sel-sel telur (ovulasi)
dan kelenjar indung telur (ovarium) sehingga dianggap berhubungan dengan
keseimbangan hormon.
- Pasien mengerti dan senang bahwa nyeri yang dirasakannya merupakan hal
yang normal. Pasien meminta saran untuk terapi obat maupun cara yang
dapat menurunkan intensitas nyerinya.
3. Menjelaskan hal-hal yang dapat menimbulkan nyeri menstruasi atau
dismenorea primer yang berlebihan yaitu faktor psikis dan fisik seperti
stres,shock,kelelahan dan kecemasan.
- Pasien mengerti dan akan menghindari hal-hal yang menimbulkan nyeri
berlebihan.
4. Menjelaskan pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi dan
menyembuhkan nyeri menstruasi yaitu menghindari stres yang menimbulkan
kecemasan, memiliki pola makan yang teratur,istirahat cukup, tidak merokok,
tidak meminum-minuman keras, olahraga teratur, mengurangi konsumsi pada
41
makanan dan minuman yang mengandung kafein, meningkatkan konsumsi
sayur, buah, daging ikan dan yang mengandung vitamin B6
- Pasien mengerti dan akan memulai menerapkan cara pencegahan untuk
menyembuhkan atau mengurangi nyeri menstruasi.
5. Menjelaskan penanganan pada nyeri menstruasi selain dengan terapi obat
yaitu Pola hidup sehat, pengompresan pada bagian yang nyeri dengan
menggunakan air hangat, melakukan posisi knee chest, mandi dengan air
hangat.
- Pasien mengerti dengan penjelasan yang diberikan
6. Memberikan motivasi pada pasien bahwa kondisinya sekarang akan baik-baik
saja. Dan menganjurkan kepada pasien agar tetap berdoa meminta
kesembuhan kepada Allah SWT.
- Pasien merasa tenang dan bersedia mengikuti anjuran untuk tetap berdoa
meminta kesembuhan kepada Allah SWT.
7. Memberikan terapi obat peroral guna untuk mengurangi rasa nyeri
menstruasi. - Memberikan terapi peroral asammefemanat 500mg 3x1 dan
vitamin C2x1 selama menstruasi berlangsung, Fe 2x1 selama menstruasi
berlangsung
8. Mendiskusikan kunjungan ulang 2 hari lagi atau jika ada keluhan dan nyeri
semakin hebat.
- Pasien bersedia melakukan kunungan ulang
9. Melakukan pendokumentasian
-Telah dilakukan pendokumentasian Klumpang , 10 April 2021 Tanda Tangan
(Nn.S)
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal : 10 April 2021 Jam : 11.00 WIB
DATA SUBJEKTIF
Pasien mengatakan rasa nyeri menstruasinya sudah tidak lagi dirasakan,
sekarang pasien sudah dapat beraktifitas seperti biasanya tanpa merasakan nyeri
pada perut bagian bawah
DATA OBJEKTIF
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmenthis
42
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Respirasi : 22 kali/menit
Suhu : 36,6ºC 68
ANALISA
Nn.S Umur 19 tahun telah sembuh dari gangguan reproduksi yaitu dismenorea
primer
PENATALAKSANAAN
1. Memberitau pasien bahwa keadaannya dalam kondisi baik
- Pasien merasa senang dengan keadaannya dan pasien sudah dapat
beraktifitas seperti biasanya
2. Menganjurkan pasien agar tetap menkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan,
ikan dan makanan bergizi lainnya serta menjaga pola makan pasien.
- Pasien mengerti dan bersedia mengikuti anjuran
3. Menganjurkan dan mengingatkan kepada pasien untuk beristirahat cukup,
mengurangi dan menghindari stress, olahraga teratur, dan hidup sehat.
- Pasien mengerti dan bersedia
4. Memberitahu pasien untuk tidak meminum obat-obatan anti nyeri dan lebih
baik segera datang kepetugas kesehatan terdekat atau kembali kesini apabila
nyeri menstruasi dirasakannya lagi karena untuk mengetahui penyebab
nyeri berkepanjangan.
- Pasien mengerti dan akan mengikuti anjuran dan saran yang diberikan
5. Menganjurkan kepada pasien untuk berucap syukur karena nyeri
menstruasinya sudah tidak lagi dia rasa.
- Pasien mengerti dan berucap syukur alhamdulillah Klumpang, 10 April
2021 (Nn.S).
B. Pembahasan
Pada bab ini membahas mengenai proses manajemen asuhan kebidanan
menurut SOAP pada Nn.S dengan gangguan reproduksi dismenorea primer secara
terperinci mulai dari langkah pertama yaitu pengkajian data sampai dengan
penatalaksanaan sebagai langkah terakhir. Pembahasan ini akan menjelaskan
mengenai faktor pendukung dan faktor penghambat proses serta kesenjangan
43
antara manajemen teori dan praktek langsung di lapangan juga alternative dari
permasalahan yang ada.
Menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data pasien meliputi
analisa melalui anamnesa sebagai langka awal [Link] subjektif pada pasien
dengan dismenorea primer di dapatkan dari hasil wawancara langsung yaitu
pasien mengatakan nyeri perut pada bagian bawah saat menstruasi yang
mengganggu aktifitasnya.
Pengkajian merupakan langkah awal dari proses asuhan kebidanan yang
penulis lakukan untuk mengumpulkan data [Link] langkah ini penulis
mengalami hambatan untuk mendapatkan data tersebut dengan waktu yang
[Link] teori dan praktek di lapangan terdapat kesenjangan dalam
melakukan pengkajian.
Menggambarkan pendokumentasian dan catatan medik pemeriksaan fisik
pasien, hasil laboratorium dan test diagnostik yang dirumuskan dalam data fokus
untuk mendukung analisa sebagai langkah awal [Link] objektif pada pasien
dengan kasus dismenorea primer adalah hasil pemeriksaan fisik, pada saat
pemeriksaan abdomen terlihat nyeri tekan pada perut bagian bawah.
Pada langkah ini perlu pemaparan mengenai kesenjangan yang ada antara
teori dan praktek dalam pemeriksaan tedapat kesenjangan karena penulis
mendapatkan hambatan pada pemeriksaan fisik selain ketidakleluasaan dalam
memeriksa pasien juga menolak untuk diperiksa pada bagian payudara dan
genetalia. Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data
subjektif dan objektif dalam suatu identifikasi masalah kebidanan serta kebutuhan
sebagai langkah ketiga, keempat dan ketujuh langkah varney.
Data subjektif dan objektif yang penulis temukan saat melakukan
pengkajian mendukung ditegakkannya analisa kebidanan pada Nn.S Umur 19
tahun dengan gangguan reproduksi dismenorea primer.
Analisa kebidanan yang ditegakkan tersebut berdasarkan hasil
pemeriksaan abdomen yang terdapat nyeri [Link] data yang berhasil
dikumpulkan, maka analisa yang muncul adalah gangguan reproduksi dengan
dimenorea primer. Sehingga masalah muncul yaitu kecemasan akan rasa nyeri
menstruasi yang dirasakan pasien sehingga dibutuhkan informasi pasien tentang
rasa nyeri yang dirasa dan memberikan motivasi mental seperti menekankan
untuk tetap tenang, berdoa kepada Allah SWT, berdzikir dan yakin akan
44
kesembuhan nyeri menstruasi yang dirasakannya. Secara teori diagnosa potensial
dari dismenore primer dapat terjadi kista
Pada langkah perencanaan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh
langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan penatalaksanaan
terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi, baik yang sifatnya
evaluasi/memeriksa kembali dan tindakan yang sifatnya follow up.
Penatalaksanaan yaitu mencatat seluruh perencanaan dan penatalaksanaan yang
sudah di lakukan seperti tindakan antisipasi, tindakan segera, tindakan secara
komprehensif, penyuluhan, dukungan, kolaborasi, evaluasi/follow [Link]
penatalaksanaan terdapat juga intervensi yaitu data subjektif, objektif berubah
atau tidak itu [Link] yang sudah ada selanjutnya di evaluasi untuk
menganalisis respon pasien terhadap intervensi yang di berikan.(Kepmenkes RI
No.938/menkes/KS/VII/2007).
Menurut teori nyeri menstruasi yang terjadi pada Nn.S merupakan
klasifikasi derajat nyeri yang berat sehingga memerlukan istirahat dan pengobatan
untuk menghilangkan rasa nyeri. Perencanaan yang terdapat dalam teori meliputi
konseling holistik, pemberian obat analgetik, pola hidup sehat, terapi hormonal,
terapi obat steroid, dilatasi kanalis servikalis, pengompresan menggunakan air
hangat pada bagian yang nyeri, menganjurkan melakukan Knee chest, istirahat
yang cukup untuk mengurangi ketegangan, menghindari makanan yang
mengandung kadar garam tinggi, meningkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan,
daging dan ikan sebagai sumber makanan yang mengandung vitamin B6,
kemudian melakukan kolaborasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi
untuk menentukan terapi obat yang diberikan. Untuk melakukan perencanaan
pada kasus dismenorea primer diperlukan asuhan kebidanan meliputi:
a. Melakukan kolaborasi dengan dokter obsgyn untuk pemberian terapi obat
b. Melakukan informed consent pada ibu dan keluarga yang berfungsi sebagai
tanda bukti bahwa ibu dan keluarga sudah menyetujui dengan tindakan yang
akan dilakukan.
c. Memberikan dukungan moril dengan menekankan kepada pasien untuk tetap
tenang, berdo’a kepada Allah SWT, berdzikir dan semangat menjalani
program perbaikan keadaan umum karena psikologis pasien berpengaruh
terhadap kesembuhan pasien
45
d. Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda vital seperti tekanan darah,
respirasi, suhu, nadi.
e. Menekankan kepada pasien untuk menjaga pola hidup sehat dan menganjurkan
pasien mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti nasi, lauk, ikan, daging,
sayur-sayuran, buah-buahan. Makanan yang mengandung kadar garam tinggi
dan kafein akan memicu rasa nyeri sehingga harus dikurangi.
f. Menekankan kepada pasien untuk menjaga kebersihan genetalia seperti
mencuci daerah kemaluan dari depan kebelakang, mengeringkan ketika selesai
Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK) supaya tidak lembab
karena rentan terhadap infeksi. Pada kasus ini telah dilakukan kolaborasi
dengan dokter obsgyn untuk pemberian terapi obat kepada pasien. Jadi penulis
menemukan kesenjangan antara teori dan praktek karena pada saat
penatalaksanaan penulis kurang leluasa untuk memberikan konseling kepada
pasien.
Asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan
apakah yang benar-benar terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah
diidentifikasikan di dalam diagnosa dan masalah. Rencana dapat dianggap efektif
jika memang benar efektif dalam pelaksanaannya. Pada kasus ini pelaksanaan
tindakan terapi terhadap pasien dismenorea primer sudah sesuai dengan rencana
asuhan yang menyeluruh. Setiap rencana dapat dilakukan dengan baik terhadap
pasien. Hal ini didukung oleh adanya kerjasama baik antara pasien, keluarga,
bidan maupun tenaga kesehatan lainnya.
Evaluasi adalah untuk mengetahui keefektifan dari asuhan yang diberikan
meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah sesuai
dengan kebutuhan sebagaimana yang telah diidentifikasi didalam diagnosa dan
masalah. Rencanan tersebut dapat dianggap efektif jika memang benar-benar
efektif dalam penatalaksanaan. Dengan memberikan asuhan kebidanan dan
menerapkan menejemen kebidanan yang baik, maka akan memberikan
kemudahan secara efektif dan efisiens dalam mengelola pasien. Pada kasus ini
telah diberikan asuhan pada Nn.S Umur 19 tahun dengan gangguan reproduksi
dismenorea primer.
46
BAB V
5.1. KESIMPULAN
Setelah dilaksanakan asuhan kebidanan secara menyeluruh dengan
menggunakan manajemen kebidanan menurut SOAP dengan pola fikir varney dan
data perkembangan soap maka penulis dapat menyimpulkan Pada pengkajian
gangguan reproduksi dengan dismenorea primerdidapatkan data subjektif dan
data [Link] subjektif di peroleh dari wawancara dengan pasien dimana
pasien mengeluh bahwa nyeri pada perut bagian bawahnya sehingga mengganggu
aktifitas pasien.
Setelah diberikan asuhan dan di berikan terapi obat peroral pasien
mengatakan nyeri pada perut bagian bawahnya berkurang dan pasien dapat
beraktifitas seperti [Link] teori dan praktek terdapat kesenjangan dalam
melakukan pengkajian data subjektif dan objektif karena pada pengkajian data
subjektif terdapat hambatan pada waktu yang terbatas. Dalam analisa data di
dapatkan diagnosa kebidanan pada Nn.S Umur 19 tahun dengan gangguan
reproduksi dismenorea [Link] yang timbul adalah pasien cemas dengan
rasa nyeri yang dirasakannya.
Pada Kasus Nn.S dengan gangguan reproduksi dismenorea primer dengan tetap
mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, ikan dan makanan bergizi
[Link] di beri terapi peroral dan konseling tentang pencegahan dan
penanganan nyeri menstruasi ketika dating serta menganjurkan untuk kunjungan
ulang dua hari setelah pasien memeriksakan dirinya.
Dalam perencanaan ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktek.
Pelaksanaan dan penatalaksanaan dalam asuhan kebidanan pada kasus ini
belumsesuai dengan yang direncanakan karena adanya dokter obsgyn sehingga
penulis tidak leluasa untuk melaksanaan tindakan perencanaan Dalam evaluasi
pada Nn.S dengan gangguan reproduksi dismenorea primer didapatkan hasil yaitu
bahwa pasien sudah tidak merasakan nyeri menstruasi pada perut bagian
bawahnya dan pasien sudah dapat beraktifitas seperti biasa.
47
5.2 SARAN
1. Bagi Lahan Praktek Klinik Pratama Keliat
Agar lebih meningkatkan professional kerja dan mutu pelayanan
dalam memberikan pelayanan kepada pasien khususnya pada pasien
dismenorea primer.
2. Bagi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
Agar menambah jumlah buku sumber khususnya materi tentang
menstruasi, siklus menstruasi, dismenorea, patofisologi dari menstruasi dan
dismenorea untuk melengkapi referensi dalam penyusunan selanjutnya.
3. Bagi Penulis
Agar lebih meningkatkan dan mengembangkan lagi pengetahuan
tentang menstruasi terutama dismenorea sehingga kedepannya dapat
memberikan asuhan yang komprehensif dan meningkatkan pelayanan
berkualitas.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Agar meningkatkan wawasan dalam bidang penelitian dan mampu
mengaplikasikan ilmu serta teori yang telah di dapat serta bisa lebih baik dari
peneliti sebelumnya
48
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link].
PGRI 1 [Link]://[Link]/2012/02/[Link].
dalam[Link]
[Link]
=view&typ=html&file=[Link]&ftyp=4&id=54753
[Link]/2007/02/[Link]+endorphin+dalam+tubuh. Hestiantoro,
Universitas Indonesia.
[Link]://dalam :[Link]
pengetahuanremaja-
49