TUGAS VII
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“PENEGAKAN HUKUM YANG
BERKEADILAN”
RAHADATUL AISY
(20037051)
PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA dan IPA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Carilah salah satu kasus yang terkait dengan penegakan hukum yang berkeadilan serta
analisis denga materi konstitusi sehingga anda dapat menemukan benang merah dari
penegakan hukum yang berkeadilan.
Inti dalam suatu penegakan hukum adalah keadilan. Indonesia dikenal sebagai
negara hukum, dalam artian setiap tindak kejahatan harus dihukum sesuai dengan aturan dan
perundang-undangan yang berlaku. Negara hukum yang diatur oleh konstitusi atau Undang-
undang Dasar atau disingkat UUD dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum
bentukan pada pemerintahan negara—biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis.
Hukum ini tidak mengatur hal-hal yang terperinci, melainkan hanya menjabarkan prinsip-prinsip
yang menjadi dasar bagi peraturan-peraturan lainnya. Dalam kasus bentukan negara, konstitusi
memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum. Istilah ini merujuk secara khusus
untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar
hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan
negara pada umumnya. Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga
masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan
fungsi pemerintahan negara.
Permasalahan hukum yang terjadi di Indonesia, sudah mencapai titik luar biasa. Hal ini
ditandai dengan sudah tidak percayanya rakyat terhadap realisasi hukum positif di Indonesia,
terutama dalam penegakan hukum positif itu sendiri. Khusus untuk Indonesia, penegakan hukum
positif dapat diakui dan ditaati dihadapan rakyat dan kalangan internasional apabila keadilan
dapat berfungsi dan selalu hidup di dalam raga hukum. Tanpa menegakkan keadilan dalam
hukum, akan menimbulkan penyimpangan dan penyalahgunaan siapa pun yang memegang
kekuasaan atau kewenangan, yang nantinya berdampak buruk bagi tatanan sosial di masyarakat,
sehingga muncul krisis sosial secara regional bahkan dapat berimplikasi secara internasional.
Contoh kasus yang sering terjadi di Indonesia adalah korupsi. Permasalahan mengenai
korupsi menjadi permasalahan yang rumit. Bahkan korupsi sepertinya sudah menjadi hal yang
biasa. Kasus korupsi sudah sering terdengar di telinga kita. Sekalipun berbagai peraturan
perundang-undangan untuk memberantasnya telah ada, tetapi sampai saat ini pemerintah belum
juga berhasil memberantas kegiatan dan pelaku korupsi. Korupsi merupakan tindakan yang
sangat melanggar pancasila dimana pelakunya harus dihukum dengan adil dan tanpa toleransi
apapun, masalah korupsi ini adalah masalah yang serius di Indonesia karena korupsi ini perlahan
demi perlahan akan merusak ketahanan nasional. Yang membuat kita prihatin, penegakan hukum
mengenai korupsi ini terkesan tidak adil. Seperti contoh, Orang biasa yang ketahuan melakukan
tindak pencurian kecil, seperti anak dibawah umur saudara Hamdani yang ‘mencuri’ sandal jepit
bolong milik perusahaan di mana ia bekerja di Tangerang, Nenek Minah yang mengambil tiga
butir kakao di Purbalingga, serta Kholil dan Basari di Kediri yang mencuri dua biji semangka
langsung ditangkap dan dihukum seberat beratnya. Sedangkan seorang pejabat negara yang
melakukan korupsi uang milyaran rupiah milik negara dapat bebas berkeliaran dengan bebasnya.
Berbeda halnya dengan kasus-kasus yang hukum dengan tersangka dan terdakwa orang-orang
yang memiliki kekusaan, jabatan dan nama. Proses hukum yang dijalankan begitu berbelit-belit
dan menunda-nunda.
Para koruptor ini haruslah dihukum dengan hukuman yang pantas dan layak, seperti
halnya dalam Undang-undang yang mengatur tentang Korupsi diantaranya yaitu undang-undang
republik indonesia nomor 31 tahun 1999, undang-undang no. 20 tahun 2001 tentang perubahan
atas uu nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, undang-undang no.
30 tahun 2002 tentang komisi pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagai pihak yang telah
mengkhianati kepercayaan rakyat, para koruptor harus dihukum berupa sanksi yang tegas serta
dicabut hak politiknya. Cara lainnya adalah dengan mensosialisasikan lebih keras lagi tentang
korupsi agar lebih menyadarkan lagi apa dampak negatif dari korupsi. Karena menurut saya
perubahan dari dalam diri sendiri merupakan hal yang dapat mempengaruhi lebih besar untuk
diri manusia daripada hal lain apapun. Dengan pengetahuan mengenai korupsi setiap orang akan
menyadari betapa merugikannya tindakan korupsi. Dan mungkin juga penegakan hukum yang
tegas juga dapat menjadi hal yang dapat menakuti setiap orang agar tidak pernah mencoba untuk
melakukan korupsi.
Pada setiap masyarakat ada sebuah hukum universal bahwa keadilan merupakan sifat
yang harus selalu melekat pada setiap pemerintahan jika ingin kelangsungan kekuasaan terus
berlanjut. Setiap pemerintahan akan selalu mendapatkan tuntutan untuk mampu menjadi
representasi kepentingan segenap rakyatnya. Oleh karena itu setiap pemerintahan harus mampu
menerapkan sistem pengaturan masyarakat yang menganut prinsip keadilan. Jika suatu
pemerintahan justru menjalankan suatu orde yang membuat mayoritas rakyatnya merasa
diposisikan secara tidak adil, maka bisa dipastikan orde pemerintahan tersebut tidak akan
berlangsung lama. Tanpa keadilan maka kemakmuran yang dicita-citakan suatu bangsa juga bisa
dipastikan akan semakin jauh dari pencapaian. Bahkan kemakmuran yang sudah mulai terbina
akan segera hancur berantakan. Atau kalaupun tercipta kemakmuran itu hanya terpusat pada
segelintir orang saja.
Pasti kita berharap yang penegak hukum berlaku adil seperti yang tecantum di UUD
1945 yang menjadi pedoman hukum kita , dan kita berharap Indonesia aman sejahtera .
Lembaga hukum harus di perbaiki agar terwujud rule breaking yaitu penerapan hukum yang
melompat ke aspek nilai-nilai keadilan dan terutama kemanusiaan dengan mengamalkan
pancasila sebagai etika dan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Kiranya aparat penegak hukum
untuk lebih memahami secara mendalam dan menyeluruh tentang hakikat dan tujuan hukum
sehingga tidak mudah terjebak dalam paradigma positivisme yang hanya bertolak kepada aturan
perundang-undangan yang berlaku mengingat begitu pesatnya perkembangan kehidupan sosial
masyarakat sehingga membutuhkan adanya penemuan-penemuan hukum yang baru dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hukum. Sehingga penegakkan hukum di Indonesia
tidak terlalu bersifat konstektual sehingga dalam pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan
budaya etika dan moral masyarakat Indonesia seiring dengan perkembangan zaman.