STASE KEPERAWATAN KOMUNITAS
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYAKIT DIABETES MELITUS
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek Profesi Ners
Stase Keperawatan Komunitas
Disusun Oleh:
ANDI SETIAWAN, [Link]
213203002
PROGRAM STUDI PROFESI NERS XVII
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2022
LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYAKIT DIABETES MELITUS
Telah disetujui pada
Hari :
Tanggal :
Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik
( ) ( )
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYAKIT DIABETES MELITUS
Materi : Penyakit Diabetes Melitus
Pokok Bahasan : Diabetes Melitus dan Diit Diabetes Melitus
Hari/ tanggal :
Waktu pertemuan : 30 menit
Tempat :
Pemateri : Andi Setiawan
Sasaran : Masyarakat
A. Latar Belakang
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang
ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon
insulin secara relatif maupun absolut. Pada umumnya dikenal 2 tipe diabetes,
yaitu diabetes tipe 1 (tergantung insulin), dan diabetes tipe 2 (tidak tergantung
insulin). Ada pula diabetes dalam kehamilan, dan diabetes akibat malnutrisi.
Diabetes tipe 1 biasanya dimulai pada usia anak-anak sedangkan diabetes tipe 2
dimulai pada usia dewasa pertengahan (40-50 tahun). Kasus diabetes dilaporkan
mengalami peningkatan di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia.
Jumlah penderita DM di dunia dari tahun ke tahun mengalami
peningkatan. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003,
jumlah penderita DM mencapai 194 juta jiwa dan diperkirakan meningkat
menjadi 333 juta jiwa di tahun 2025 mendatang, dan setengah dari angka
tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk negara Indonesia. Angka
kejadian DM di Indonesia menempati urutan keempat tertinggi di dunia yaitu 8,4
juta jiwa.
Distribusi penyakit ini juga menyebar pada semua tingkatan
masyarakat dari tingkat sosial ekonomi rendah sampai tinggi, pada setiap ras,
golongan etnis dan daerah geografis. Gejala DM yang bervariasi yang dapat
timbul secara perlahan-lahan sehingga penderita tidak menyadari akan adanya
perubahan seperti minum yang lebih banyak, buang air kecil lebih sering
ataupun berat badan yang menurun, gejala tersebut berlangsung lama tanpa
memperhatikan diet, olah raga, pengobatan sampai orang tersebut
memeriksakan kadar gula darahnya.
DM jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya
komplikasi pada berbagai organ tubuh seperti mata, jantung, ginjal, pembuluh
darah kaki, syaraf dan lain-lain. Penderita DM dibandingkan dengan penderita
non DM mempunyai kecenderungan 25 kali terjadi buta, 2 kali terjadi
penyakit jantung koroner, 7 kali terjadi gagal ginjal kronik, dan 5 kali
menderita ulkus diabetika. Komplikasi menahun DM di Indonesia terdiri atas
neuropati 60%, penyakit jantung koroner 20,5%, ulkus diabetika 15%,
retinopati 10%, dan nefropati 7,1%.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan masyarakat dapat mengerti
tentang diit dan perawatan pada penyakit DM
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1x30menit, masyarakat dapat
menjelaskan kembali tentang :
a) Pengertian DM?
b) Tipe DM?
c) Tanda dan Gejala DM?
d) Diit pada penderita DM
C. Kisi-Kisi Materi
1. Pengertian DM
2. Tipe DM
3. Tanda dan gejala DM
4. Diit DM
D. Metode
• Ceramah
• Tanya jawab
• Diskusi
E. MEDIA
• lefleat
C. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Penyuluh Respon Peserta Waktu
1 Pendahuluan 5 mnt
Memberi salam Menjawab salam
Memberi pertanyaan apersepsi Memberi salam
Mengkomunikasikan pokok bahasan Menyimak
Mengkomunikasikan tujuan Menyimak
2 Kegiatan Inti 20 mnt
Memberikan penjelasan tentang DM Menyimak
Memberikan kesempatan keluarga Bertanya
untuk bertanya Memperhatikan
Menjawab pertanyaan keluarga
3 Penutup 5 mnt
Menyimpulkan materi penyuluhan Memperhatikan
bersama keluarga Menjawab
Memberikan evaluasi secara lisan
Memberikan salam penutup
D. Setting tempat
Duduk saling berhadapan.
F. Evaluasi
Klien dapat menjawab pertanyaan
a) Apa pengertian DM?
b) Tipe DM?
c) Sebutkan Tanda dan Gejala DM?
d) Bagaimana pemberian diit pada penderita DM
LAMPIRAN MATERI
A. PENGERTIAN
Diabetes Mellitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai
kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai
komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah (Mansjoer dkk,
2019).
Diabetes Mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai
oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia (Smeltzer, 2018).
B. ETIOLOGI
1. Tidak diketahui secara pasti
2. Mungkin akibat faktor obesitas, usia, keturunan atau autoimun
Penyebab : kekurangan insulin, dengan determinan genetik biasanya memegang
peranan penting pada mayoritas penderita DM.
Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk
mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan
respon yang tepat terhadap insulin.
Penderita diabetes mellitus tipe I (diabetes yang tergantung kepada insulin)
menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin.
Sebagian besar diabetes mellitus tipe I terjadi sebelum usia 30 tahun.
Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (mungkin berupa infeksi virus
atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem
kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya
hal ini diperlukan kecenderungan genetik. Pada diabetes tipe I, 90% sel
penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan
insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara
teratur.
Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline
Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang
disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang
diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula
dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga
menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta yang terdapat dalam
pankreas. Pada keadaan normal, kadar insulin dalam darah akan berfluktuasi
tergantung kadar gula dalam darah. Kadar insulin akan meningkat sesaat setelah
makan dan akan menurun begitu kita tidak memakan sesuatu. Fungsi utama
insulin adalah mendistribusikan glukosa yang terdapat dalam darah ke seluruh
tubuh guna di metabolisme untuk menghasilkan energi. Bila kadar gula atau
glukosa yang ada melebihi kebutuhan maka kelebihan itu akan disimpan dalam
hati. Simpanan glukosa ini akan dilepaskan jika diperlukan misalnya saat tubuh
kita kelaparan.
Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua
kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi
insulinya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten
terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam
darah akan meningkat.
D. Tanda dan Gejala
Seseorang dapat dikatakan menderita Diabetes Mellitus apabila menderita dua
dari tiga gejala yaitu :
1. Keluhan TRIAS : banyak minum, banyak kencing dan penurunan berat badan.
2. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120 mg/dl
3. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl Selain itu,
keluhan yang sering terjadi pada penderita Diabetes Mellitus adalah: Poliuria,
Polidipsia, Polifagia, Berat badan menurun, Lemah, Kesemutan, Gatal, Visus
menurun, Bisul/luka, Keputihan.
E. Komplikasi
Beberapa komplikasi dari Diabetes Mellitus (Mansjoer dkk, 2019) adalah
1. Akut
a. Hipoglikemia dan hiperglikemia
b. Penyakit makrovaskuler : mengenai pembuluh darah besar, penyakit
jantung koroner (cerebrovaskuler, penyakit pembuluh darah kapiler).
c. Penyakit mikrovaskuler, mengenai pembuluh darah kecil, retinopati,
nefropati.
d. Neuropati saraf sensorik (berpengaruh pada ekstrimitas), saraf otonom
berpengaruh pada gastro intestinal, kardiovaskuler.
2. Komplikasi menahun Diabetes Mellitus
a. Neuropati diabetik
b. Retinopati diabetik
c. Nefropati diabetik
d. Proteinuria
e. Kelainan koroner
f. Ulkus/gangren
Terdapat lima grade ulkus diabetikum antara lain:
(a) Grade 0 : tidak ada luka
(b) Grade I : kerusakan hanya sampai pada permukaan kulit
(c) Grade II : kerusakan kulit mencapai otot dan tulang
(d) Grade III : terjadi abses
(e) Grade IV : Gangren pada kaki bagian distal
(f) Grade V : Gangren pada seluruh kaki dan tungkai bawah distal
F. PERAWATAN DM
Perawatan DM dirumah saat ini sangat dianjurkan karena pengobatan dan
perawatan DM membutuhkan waktu yang lama.
Cara Perawatan Pasien DM di Rumah :
1. minum obat secara teratur sesuai program
2. Diet yang tepat
3. Olahraga yang teratur
4. Kontrol GD teratur
5. Pencegahan komplikasi
Untuk mencegah komplikasi sebaiknya yang dilakukan adalah :
1. Diet dengan benar
2. Minum obat teratur
3. Kontrol gula darah teratur
4. Olahraga ( jalan kaki,senam,sepeda santai, dsb)
5. Bila saat aktifitas kemudian PUSING,KERINGAT DINGIN maka cepat
MINUM TEH MANIS
6. Mencegah kulit terluka : pakai alas kaki,lingkungan rumah tidak
licin,tangga ( undak-undakan tidak tinggi)
7. Cegah Kegemukan
Cara mencegah atau menghindari agar tidak terjadi luka pada kaki pada
penderita DM
1. Hindari terlalu sering merendam kaki
2. Hindari penggunaan botol panas/penghangat kaki dari listrik
3. Hindari penggunaan pisau/silet untuk memotong kuku atau
menghilangkan kalus
4. hindari kaos kaki / sepatu yang terlalu sempit
5. Hindari Rokok
Mengapa pengidap DM beresiko terhadap Ulkus Diabetik
1. Sirkulasi darah kaki kurang baik
2. Indera rasa kedua kaki berkurang sehingga kaki mudah terluka
3. Daya Tahan tubuh terhadap infeksi menurun
Tindakan yang bisa dilakukan bila kaki terluka:
1. Bila luka kecil : bersihkan dengan antiseptik, tutup luka dengan kasa steril
dan bila dalam waktu dua hari tidak sembuh segera periksa ke dokter
2. Bila luka cukup besar / kaki mengalami kelainan segera pergi ke dokter.
C. MAKANAN YANG PANTANG DAN JUGA YANG DIPERBOLEHKAN
Pantangan makanan pada DM
1. Makanan yang manis diantaranya gula pasir, gula merah dan madu.
2. makanan yang berkarbohidrat tinggi turunan tepung putih dan nasi, spt
donat, roti, kue tart, sereal manis, nasi putih dan kentang goreng.
3. Buah yang memilki jumlah kalori tinggi, seperti mangga, anggur,
cempedak, nangka, durian dan pisang raja, pisang emas, pisang tanduk.
Proporsi diet/ makanan harian yang benar bagi penderita DM :
Berdasarkan anjuran dari PERKENI ( perkumpulan Endokrinologi Indonesia )
diet harian penderita DM disusun sebagai berikut :
a. Karbohidrat : 60-70 %
b. Protein : 10-15%
c. Lemak : 20-25%
Jenis Makanan menurut Tjokroprawiro, Askandar. (2019) yang dikonsumsi
oleh penderita DM diklasifikasikan sebagai berikut :
Jenis Makanan yang TIDAK BOLEH dikonsumsi :
1. Manisan Buah
2. Gula pasir
3. Susu Kental Manis
4. Madu
5. Abon
6. Kecap
7. Sirup
8. Es Krim
Jenis makanan Yang boleh dimakan tetapi harus DIBATASI :
1. Nasi
2. Singkong
3. Roti
4. Telur
5. Tempe
6. Tahu
7. Kacang Hijau dan kacang tanah
8. Ikan
Jenis Makanan yang DIANJURKAN untuk dimakan :
1. Kol
2. Tomat
3. Kangkung
4. Bayam
5. Kacang Panjang
6. Labu Siam
7. Pepaya
8. Apel
9. Jeruk
10. Pisang (kecuali pisang raja, pisang tanduk dan pisang emas)
11. Pir
12. Alpukat
13. Strowberi
DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, Arif., et al. (2019). Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI :
Media Aescullapius.
Smeltzer SC, Bare BG. (2018). Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddart. Edisi 8. Jakarta: EGC.
Suprajitno. (2012). Asuhan Keperawatan Keluarga Aplikasi Dalam Praktek. Jakarta :
EGC.
Tjokroprawiro, Askandar. (2019). Hidup Sehat Dan Bahagia Bersama Diabetes
Mellitus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama