SATUAN ACARA PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA
Pokok Bahasan : Keluarga berencana
Sub Pokok Bahasan : Penyuluhan keluarga berencana
Sasaran : Ibu hamil , nifas, dan PUS Desa Apitaik
Hari/Tanggal : 27 /06 /2022
Waktu : 1 x 30 Menit
Tempat : Desa Apitaik
A. TUJUAN
1. Tujuan umum
Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang keluarga berencana
selama 1x30 menit, pasangan usia subur dan keluarga mampu
mempersiapkan kebutuhan pada saat menggunakan KB.
2. Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan, pasangan usia subur dan keluarga
mampu :
a. Mengerti tentang MKJP
b. Mengerti tentang Nutrisi Bumil
c. Mengerti tentang Personal Hygiene Bumil
B. PELAKSANAAN KEGIATAN
No PENYULUH RESPON IBU HAMIL WAKTU
1. Pembukaan
a. Salam pembukaan a. Menjawab salam
b. Perkenalan b. Memperhatikan 5 Menit
c. Menjelaskan tujuan c. Memperhatikan
d. Menjelaskan susunan acara d. Memperhatikan
2. Kegiatan inti penyuluhan
a. Apersepsi a. Memperhatikan
b. Menjelaskan dan b. penjelasan penyuluh dengan
menguraikan materi cermat
tentang:
MKJP
Nutrisi Bumil
Personal Hygiene
c. Memberikan kesempatan
kepada peserta yang disuluh 15 Menit
untuk bertanya c. Menanyakan hal-hal yang
d. Menjawab pertanyaan belum jelas.
peserta yang disuluh yang
berkaitan dengan materi d. Memperhatikan jawaban dari
yang belum jelas penyuluh.
3. Penutup
a. Melakukan evaluasi a. Melakukan demonstrasi
penyuluhan
b. Menyimpulkan materi yang b. Memperhatikan kesimpulan 10 menit
telah disampaikan materi penyuluhan yang telah
disampaikan.
c. Mengakhiri kegiatan c. Menjawab salam
penyuluhan.
C. METODE
1. Diskusi
2. Tanya jawab
D. MEDIA DAN ALAT
1. Leaflet
E. EVALUASI
1. Apa yang dimaksud dengan MKJP?
2. Bagaimana Nutrisi dan Personal Hygiene Ibu Hamil?
LAMPIRAN MATERI
A. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
1. Pengertian
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: "Gerakan
untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi
kelahiran."
Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan
jarak anak yang di inginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka
dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda
kehamilan.
Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa KB dapat diartikan dalam
dua pengertian. Hal ini sama halnya bahwa KB ada dua macam yaitu:
a. Tahdid An-nasl (pembatasan kelahiran) adalah suatu program
nasional yang dijalankan pemerintah untuk mengurangi populasi
penduduk, karena diasumsikan pertumbuhan populasi penduduk tidak
seimbang dengan ketersediaan barang dan jasa. KB dalam hal ini
didasarkan pada teori populasi menurut Thomas Robert Malthus.
b. Tanzhim An-nasl (pengaturan kelahiran) adalah aktivitas individual
untuk mencegah kehamilan (man’u al-hamli) dengan berbagai cara
dan sarana (alat). Misalnya dengan kondom, IUD, pil KB, dan
sebagainya.
2. Cara Kerja
Pada dasarnya prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan
antara sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma) dengan cara :
a. Menekan keluarnya sel telur (ovum)
b. Menghalangi masuknya sperma ke dalam alat kelamin wanita sampai
mencapai ovum
c. Mencegah nidasi
3. Macam-macam MKJP
a. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum
wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif
dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang
menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun
kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada wanita yang ternyata belum
dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena itu, setiap calon
pemakai AKDR perlu memperoleh informasi yang lengkap tentang
seluk-beluk alat kontrasepsi ini. Jenis-jenis AKDR :
1) Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana
pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan
kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti
pembuahan) yang cukup baik.
2) Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk
memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter
batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga
(Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama
seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T.
3) Multi Load
AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan
dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.
Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi
gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau
375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load,
yaitu standar, small (kecil), dan mini.
4) Lippes Loop
AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya
seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan
kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4
jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe
A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang
hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm
(tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai
angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian
spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan
luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik.
b. Kontrasepsi Implant
Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di
bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah
kulit lengan atas sebelah dalam .Bentuknya semacam tabung-tabung
kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar
batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah
kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai. Di dalamnya
berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan
hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi
terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. Pemakaian susuk
dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap
tahun.
c. Kontrasepsi Tubektomi (Sterilisasi pada Wanita).
Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur
wanita yang mengakibatkan wanita tersebut tidak akan mendapatkan
keturunan lagi. Sterilisasi bisa dilakukan juga pada pria, yaitu
vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan telah
mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi
yang konvensional. Cara kontrasepsi ini baik sekali, karena
kemungkinan untuk menjadi hamil kecil sekali. Faktor yang paling
penting dalam pelaksanaan sterilisasi adalah kesukarelaan dari
akseptor. Dengan demikia, sterilisasi tidak boleh dilakukan kepada
wanita yang belum/tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau
hubungan perkawinan yang sewaktu-waktu terancam perceraian, dan
pasangan yang masih ragu menerima sterilisasi. Yang harus dijadikan
patokan untuk mengambil keputusan untuk sterilisasi adalah jumlah
anak dan usia istri. Misalnya, untuk usia istri 25–30 tahun, jumlah
anak yang hidup harus 3 atau lebih.
d. Kontrasepsi vasektomi
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan
kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa
deferensia alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi
tidak terjadi. Indikasi kontrasepsi vasektomi : Vasektomi merupakan
upaya untuk menghenttikan fertilis dimana fungsi reproduksi
merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan
pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.
Kondisi yang memerlukan perhatian khusus bagi tindakan vasektomi :
1) Infeksi kulit pada daerah operasi
2) Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
3) Hidrokel atau varikokel
4) Hernia inguinalis
5) Filarisasi(elephantiasis)
6) Undesensus testikularis
7) Massa intraskotalis
8) Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang
menggunakan antikoaglansia
4. TUJUAN KELUARGA BERENCANA
Tujuan keluarga berencana di Indonesia adalah:
a. Tujuan umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka
mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera)
yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan
mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya
pertambahan penduduk.
b. Tujuan khusus
1) Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat
kontrasepsi.
2) Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
3) Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara
penjarangan kelahiran
5. Manfaat Program Keluarga Berencana (KB)
Program Keluarga Berencana (KB) mempunyai banyak
keuntungan. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi
dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium. Bahkan dengan
perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan merupakan salah
satu faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian maternal. Ini
berarti program tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomi dan
kesehatan.
Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan
yang nyata, salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya
kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom dapat mencegah
penularan penyakit menular seksual, seperti HIV. Meskipun penggunaan
alat/obat kontrasepsi mempunyai efek samping dan risiko yang kadang-
kadang merugikan kesehatan, namun demikian benefit penggunaan alat/
obat kontrasepsi tersebut akan lebih besar dibanding tidak menggunakan
kontrasepsi yang memberikan risiko kesakitan dan kematian maternal.
Program KB menentukan kualitas keluarga, karena program ini
dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status
kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan,
menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain
memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan
masyarakat, KB juga membantu remaja mangambil keputusan untuk
memilih kehidupan yang lebih balk dengan merencanakan proses
reproduksinya.
Program KB, bisa meningkatkan pria untuk ikut bertanggung
jawab dalam kesehatan reproduksi mereka dan keluarganya. Ini
merupakan keuntungan seseorang mengikuti program KB.
B. Nutrisi Bagi Ibu Hamil
1. Pengertian
Nutrisi pada ibu hamil adalah makanan yang cukup mengandung zat-zat
yang dibutuhkan ibu selama kehamilan. Berdasarkan kegunaannya bagi
tubuh, zat gizi dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu :
a. Kelompok zat energi, termasuk ke dalam kelompok ini adalah :
Bahan makanan yang mengandung karbohidrat seperti beras, jagung,
gandum, ubi, roti, singkongdan lain-lain, selain itu dalam bentuk gula
seperti gula, sirup, madu dan lain-lain. Bahan makanan yang
mengandung lemak seperti minyak, santan, mentega, margarine, susu
dan hasil olahannya.
b. Kelompok zat pembangun
Kelompok ini meliputi makanan – makanan yang banyak mengandung
protein, baik protein hewani maupun nabati, seperti daging, ikan, susu,
telur, kacang-kacangan dan olahannya.
c. Kelompok zat pengatur
Kelompok ini meliputi bahan-bahan yang banyak mengandung
vitamin dan mineral, seperti buah-buahan dan sayuran.
3. Kegunaan Nutrisi Pada Ibu Hamil
a. Mengurangi resiko dan komplikasi pada ibu antara lain : Anemia dan
Preeklamsia
b. Untuk pertumbuhan jaringan sehingga bayi yang lahir memiliki BOB yang
optimal.
c. Untuk kenaikan BB yang baik bagi ibu hamil yaitu kenaikan berat badan
selama hamil antara 9-13,5 kg. Kenaikan BB dalam meliputi : hasil
konsepsi, plasenta, likuoramni, uterus, mamae, darah dan lemak
4. Kebutuhan Gizi Pada Ibu Hamil
a. Kebutuhan Energi
Kebutuhan energi pada ibu hamil 300-500 kalori. Penggunaan kalori tidak
sama selama kehamilan. Pada trimester III kalori digunakan khususnya
untuk pertumbuhan janin.
b. Kebutuhan Protein
Kebutuhan protein meningkat selama hamil guna memenuhi asam amino
untuk pertumbuhan janin. Penambahan volume darah dan pertumbuhan
mamae ibu serta jaringan uterus, kebutuhan protein pada ibu hamil 30 gr
lebih banyak dari yang tidak hamil
c. KebutuhanLemak
Lemak selain sebagai sumber kalori juga memperoleh vitamin yang larut
dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K
d. Kebutuhan Vitamin
Kebutuhan vitamin meningkat selama hamil. Vitamin dibutuhkan untuk
metabolisme karbohidrat dan protein vitamin yang dibutuhkan ibu hamil
antara lain :
Vitamin A
Penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi serta meningkatkan daya tahan
terhadap infeksi juga diperlukan untuk pemeliharaan jaringan mata
Vitamin B Komplek
Yang mengandung vitamin B1, B2, dan asam folik
Vitamin B12
Penting untuk pematangan eritrosit
e. Kebutuhan Mineral
Garam mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil antara lain kalsium atau
garam dapur, zat besi dan zat fosfor, garam kapur diperlukan untuk
pertumbuhan tulang dan gigi.
5. Sumber-sumber Nutrisi, Vitamin dan Mineral
a. Sumber makan yang mengandung hidrat arang antara lain :
Golongan padi-padian : Beras, jagung dan gandum
Golongan umbi-umbian : Kentang, ubi jalar dan ubi kayu
Lain misalnya : Sagu
b. Sumber protein :
Protein hewani : Daging, ikan, unggas, telur, kerang, dan
lain-lain
Protein nabati : Kacang-kacangan
c. Sumber vitamin A :
Hewani : Minyakikan, kuningtelur
Nabati : Wortel, sayur yang berwarnahijau, buah-
buahan yang berwarnamerahsepertitomat,
papaya
d. Sumber vitamin B1 :
Hewani : Telur, otakikan
Nabati : Beras tumbuk, kacang-kacangan, beras
merah, daun singkong, daun kacang
panjang
e. Sumber vitamin B2 :
Bermacam-macambuah, sayur, bijikacang
f. Sumber vitamin B12 :
Terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan, dan pada sel-sel hewan
6. Kebutuhan menu sehat ibu hamil sehari
Ibu hamil
Bahan
Gram URT
Beras 400 2 gelas
Lauk pauk 75 3x kotak korek api tebal
Daging 100 4x kotak korek api tebal
sayuran 300 Padat 3 gelas atau daun
6 gelas
pepaya 200 8x kotak korek api tebal
Susu 100 cc Setengah gelas
7. Contoh menu ibu hamil setiap hari
Waktu makan Menu murah Gram URT
07.00 wita 1. Nasi 200 11/4 gelas
2. sayuran 50 1 gelas
3. tempe goring 50 1 potong kecil
10.00 wita 1. Bubur kacang hijau 25 2 sdm
2. pisang kapok 100 1 buah
12.00 wita 1. Nasi 250 13/4 bagian
2. sayur bayam 75 1 gelas
3. pepes ikan 75 3 kotak korek
api tebal
4. papaya 200 8 kotak korek
api tebal
16.00 wita 1. Kue onde-onde isi 25 2 sdm
kacang hijau
2. Teh manis 15 1 ½ sdm
18.00 wita 1. Nasi 250 1 ¾ gelas
2. pecel kangkung 50 ½ gelas
3. tauge 50 ½ gelas
5. tahu goring 75 3 x kotak korek
api
6. pisang ambon 100 1 buah
Waktu makan Menu seimbang gram URT
07.00 wita 1. Nasi 200 1 ¼ gelas
100 1 gelas
2. sayur kacang panjang
50 1 potong
3. daging 50
1 potong
50
4. tempe goreng 1 butir
5. telur ceplok
10.00 wita 1. Bubur kacang hijau 25 2 sdm
2. susu 100 cc Setengah gelas
3. pisang goring 100 1 buah
12.00 wita 1. Nasi gado-gado 250 13/4 gelas
2. komplit ayam goreng 50 1 potong
3. selada papaya 200 8x kotak korek
api tebal
4. tomat 100 1 buah
16.00 wita 1. Lemper 50 1 potong
2. air jeruk 100 cc Setengah gelas
18.00 wita 1. Nasi 200 1 gelas
2. cah sawi hijau 75 ¾ gelas
50 1 potong
3. daging
50 ½ buah
5. pisang raja
50 ½ buah
6. pisang kukus
20.00 wita 1. Pisang ambon 100 1 buah
C. PERSONAL HYGIENE
1. Pengertian
Personal hygiene adalah kebersihan perorangan atau cara perawatan
diri seseorang untuk memelihara kesehatannya. Seseorang tidak dapat
melakukan perawatan diri sendiri dipengaruhi kondisi fisik atau keadaan
emosional klien. Oleh karena itu perlu bantuan orang lain. Peran perawat
dalam personal hygiene adalah untuk mempertahankan atau membantu
klien memelihara integritas kulit sehingga sel-sel kulit mendapat nutrisi
dan hidrasi yang diperlukan untuk menahan cedera dan penyakit.
2. Tujuan
a. Menghilangkan minyak yang menumpuk , keringat , sel-sel kulit yang
mati dan bakteri
b. Menghilangkan bau badan yang berlebihan
c. Memelihara integritas permukaan kulit
d. Menstimulasi sirkulasi / peredaran darah
e. Meningkatkan perasaan sembuh bagi klien
f. Memberikan kesempatan pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit
klien.
g. Meningkatkan percaya diri seseorang
h. Menciptakan keindahan
i. Meningkatkan derajat kesehatan sesorang
3. Manfaat
a. Meningkatkan kebersihan ibu
b. Meningkatkan kesehatan ibu
c. Meningkatkan kepercayaan diri pada ibu