SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN MOTOR MODIFIKASI (TASSI)
TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI DI DESA
WATANG KASSA KECAMATAN BATULAPPA KABUPATEN
PINRANG
HALAMAN JUDUL
PUTRI SHOLEHA
217 190 002
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2021
HALAMAN PERSETUJUAN
PENGARUH PENGGUNAAN MOTOR MODIFIKASI (TASSI)
TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI DI DESA WATANG
KASSA KECAMATAN BATULAPPA KABUPATEN PINRANG
PUTRI SHOLEHA
217 190 002
Telah diperiksa dan disetujui untuk mengikuti seminar Ujian Tutup
Parepare, 04 Agustus 2021
Komisi pembimbing
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. H. Hakzah, S.T., M.T Imam Fadly, S.T., M.T.
NBM. 938 317 NBM. 1085 861
Mengetahui
Ketua Program Studi
Mustakim, S.T,. MT.
NBM. 1034 728
LEMBAR ASISTENSI
NAMA : PUTRI SHOLEHA
NIM : 217190002
JUDUL :PENGARUH PENGGUNAAN MOTOR MODIFIKASI
(TASSI) TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI
DI DESA WATANG KASSA KECAMATAN
BATULAPPAN KABUPATEN PINRANG
PEMBIMBING I : Dr. H. HAKZAH, S.T., M,T
PEMBIMBING II : IMAM FADLY, S.T., M.T
No Hari / Tanggal Uraian dan Saran Paraf
PRAKATA
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahi rabbil’alamiin. segala puji dan syukur kita panjatkan
kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, atas ridho dan rahmat-Nya yang dilimpahkan
kepada aktifitas keseharian kita sehingga penulis dapat menyelsaikan skripsi
dengan judul “Pengaruh Penggunaan Motor Modifikasi (TASSI) Terhadap Tingkat
Pendapatan Petani Di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten
Pinrang” yang dimana skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk
menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S1) di Universitas Muhammadiyah Parepare.
Penulis menyadari banyaknya kendala dan hambatan yang dihadapi dalam
proses penyelesaian skripsi ini. Adapun penyusunan skripsi ini tidak akan selesai
tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan dan penghargaan
setinggi-tingginya kepada: Teristimewa keluarga tercinta, Ibunda Nur Cahaya,
dan Ayahanda Erdianto yang senantiasa meridhoi serta memberikan dukungan
spiritual dan materi sehingga menjadi kekuatan sampai hari ini untuk terus
berproses dalam memaksimalkan segala potensi yang penulis miliki. Bapak
Muhammad Basri, S.T.,M.T selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah Parepare. Bapak Mustakim, S.T.,M.T selaku Ketua Program
Studi Teknik Sipil yang senantiasa memberi petunjuk dan motivasi dalam
penyelesaian studi ini. Bapak Dr. H. Hakzah, S.T., M.T dan Bapak Imam Fadly,
S.T., M.T selaku Pembimbing I (satu) dan Pembimbing II (dua) yang telah
meluangkan waktu dan kesempatan untuk memberikan bimbingan, saran serta
motivasi. Para dosen Program Studi Teknik Sipil yang telah banyak membantu
dalam menyelesaikan skripsi ini, dan senantiasa ikhlas dan bijaksana dalam
mengajari serta mendistribusikan ilmunya kepada penulis. Serta Teman-teman dan
seluruh civitas akademik Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah
Parepare terkhusus buat rekan seangkatan 2017 khususnya kelas Sipil A atas
kebersamaannya selama ini dalam suka maupun duka. Dan Seluruh pihak yang
telah banyak membantu dan bersedia mendampingi penulis untuk memberikan
dorongan dan semangat serta bantuan yang tak ternilai selama ini.
Penulis menyadari penyusuan skripsi ini tidak luput dari berbagai
kekurangan. Penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan dan
perbaikan sehingga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan bisa dikembangkan
lebih lanjut lagi.
Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf apabila
dalam penulisan ini terdapat kekeliruan dan kesalahan serta kekhilafan yang
semua itu diluar dari ketidaksengajaan penulis.
Parepare, 04 Agustus 2021
Penulis
Putri Sholeha
NIM. 217 190 002
“ Jadikan Akhirat di Hatimu Dunia di Tanganmu dan Kematian di Pelupuk
Matamu ."
ABSTRAK
PUTRI SHOLEHA, Pengaruh penggunaan motor modifikasi (TASSI) terhadap
tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa
Kabupaten Pinrang. (Dibimbing oleh [Link] dan Imam Fadly).
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik masyarakat petani
di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang (2) mengetahui
pengaruh penggunaan motor modifikasi (TASSI) terhadap tingkat pendapatan
petani dengan analisis SPSS.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan cara
membagikan kuesioner sebanyak 160 kepada masyarakat petani di daerah Watang
Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.
Penelitian ini menggunakan analisis data dengan menggunakan statistik
deskriptif digunakan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi
penggunaan motor modifikasi (TASSI) terhadap tingkat pendapatan petani dengan
menggunakan program Statistic Package For The Social Sciens.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik yang lebih dominan dari setiap
variabel yaitu berusia 31-40 tahun dengan persentase 31,3%, jenis kelamin laki –
laki dengan persentase sebanyak 91,9%, dengan luas lahan >1 Ha dengan
persentase sebanyak 70,6%, dan kepemilikan lahan milik sendiri dengan
persentase sebanyak 82,5%. Hasil analisis data dengan menggunakan uji regresi
linear berganda menunjukkan faktor yang sangat mempengaruhi penggunaan
motor modifikasi (TASSI) terhadap tingkat pendapatan petani yaitu tarif/biaya.
Kata kunci : Motor modifikasi (TASSI). Karakteristik, SPSS.
ABSTRACT
PUTRI SHOLEHA, The effect of using a modified motorbike (TASSI) on the
income level of farmers in Watang Kassa Village, Batulappa District, Pinrang
Regency. (Supervised by [Link] and Imam Fadly).
This study aims to (1) determine the characteristics of the farmer community
in Watang Kassa Village, Batulappa District, Pinrang Regency (2) to determine
the effect of using a modified motorbike (TASSI) on the income level of farmers
using SPSS analysis.
This research was conducted using a survey method by distributing 160
questionnaires to farming communities in the Watang Kassa area, Batulappa
District, Pinrang Regency.
This study uses data analysis using descriptive statistics to determine what
factors influence the use of modified motorbikes (TASSI) on the income level of
farmers by using the Statistical Package for The Social Sciens program.
The results showed the more dominant characteristics of each variable, namely
31-40 years old with a percentage of 31.3%, male gender with a percentage of
91.9%, with a land area> 1 Ha with a percentage of 70.6%, and own land
ownership with a percentage of 82.5%. The results of data analysis using multiple
linear regression tests show that the factors that greatly influence the use of
modified motors (TASSI) on the level of farmer income are tariffs / fees.
Key words: Motor modification (TASSI). Characteristics, SPSS.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PERSETUJUAN ii
LEMBAR ASISTENSI iii
PRAKATA iv
DAFTAR ISI ix
DAFTAR TABEL xi
DAFTAR GAMBAR xii
DAFTAR SINGKATAN xiii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penelitian 3
D. Batasan Masalah 3
E. Manfaat Penelitian 3
F. Sistematika Penulisan4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5
A. Pengertian Transportasi 5
B. Fungsi dan Manfaat Transportasi 7
C. Transportasi Pedesaan 8
D. Peran Transportasi Terhadap Aksebilitas Wilayah Pedesaan 9
E. Modifikasi Motor 11
F. Pengaruh Motor Modifikasi 11
G. Software SPSS 14
H. Validitas 16
I. Realibilitas 17
J. Analisi Regresi Linear Berganda 18
K. Peneliti Terdahulu 20
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 23
A. Lokasi dan Waktu Penelitian 23
B. Teknik Pengumpulan Data 23
C. Penentuan Populasi dan Sampel 25
D. Teknik Analisis Data 26
E. Bagan Aliran Penelitian 29
BAB IV HASIL PENELITIAN 30
A. Karakteristik Responden 30
B. Hasil Analisis Data dengan Menggunakan SPSS 33
BAB V PENUTUP 58
A. Kesimpulan 58
B. Saran 59
DAFTAR PUSTAKA 60
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas 32
Tabel 4.2 Realibility Statistic 33
Tabel 4.3 Cronbec's Alpha 33
Tabel 4.4 Correlations 34
Tabel 4.5 Model Summary 38
Tabel 4.6 Derajat Hubungan 38
Tabel 4.7 Variables Entered/Removed 39
Tabel 4.8 Hasil Uji Koefisien Determinasi 40
Tabel 4.9 Hasil Uji Regresi Linear Berganda 41
Tabel 4.10 Hasil Uji F (Simultan) 51
Tabel 4.11 Hasil Uji T (Parsial) 52
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
Gambar 3.1 Bagan Aliran Penelitian 27
Gambar 4.1 Grafik Karakteristik Umur Responden 28
Gambar 4.2 Grafik Karakteristik Jenis Kelamin Responden 29
Gambar 4.3 Grafik Karakteristik Luas Lahan Responden 30
Gambar 4.4 Grafik Karakteristik Kepemilikan Lahan Responden 31
Gambar 4.5 Grafik Histogram 54
Gambar 4.6 Grafik Regression 54
DAFTAR SINGKATAN
Lambang/singkatan Arti dan keterangan
Km Kilometer
m Meter
% Persen
SPSS Statistical Product and Service Solutions
X Variabel bebas
Y Variabel terikat
R2 Koefisien determinasi
sig Signifikan
N Sampel
X1 Volume produksi
X2 Biaya operasional
X3 Kondisi lahan
X4 Waktu tempuh
X5 Kecepatan
Y Kesejahteraan
SMP Sekolah menegah pertama
MTs Madrasah tsanawiyah
SMA Sekolah menegah atas
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah transportasi atau perhubungan merupakan masalah yang selalu di
hadapi oleh negara-negara yang telah maju maupun negara-negara yang sedang
berkembang seperti Indonesia. Permasalahan transportasi yang sudah ada sejak
dulu (sejak tahun 1960-an) tingkat kualitas yang jauh lebih parah dan kualitas
yang lebih besar. (Ofyar [Link], 1997.143)
Salah satu faktor penghambat yang sering terjadi adalah karena pada
umunya jalan di desa merupakan jalan lokal ketika terjadi hujan akan menjadi
jalan berlumpur dan licin sehingga terkadang tidak bisa dilalui sehingga dapat
menyebabkan terlambatnya hasil produksi pertanian sampai ke tempat pemasaran.
Di desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupatrn Pinrang memiliki
potensi sumber daya alam yang alam yang harus dikelola secara baik, terutama
hasil pertanian yaitu pangan. Namum dengan demikian terdapat juga tanaman
seperti jagung, cokelat, buah-buahan, kacang tanah, sayur, dan lain-lain. Mata
pencaharian masyarakat di daerah ini sebagian besar merupakan petani, namun
dengan demikian karena kondisi jalan tanah yang sulit dilalui kendaraan dan jarak
tempuh yang jauh berdampak pada kelancaran aktivitas dalam pengangkutan hasil
pertanian ke tempat tujuan. Dengan mengingat mata pencaharian penduduk pada
dasarnya petani maka dengan transportasi yang lancar akan berdampak pada
aktivitas yang dilakukan masyarakat sehingga kendaraan roda dua merupakan
2
salah satu sarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh penduduk
setempat sehingga masyarakat di daerah ini membuat inovasi baru dengan
memodifikasi alat transportasi motor (tassi) sebagai alat pengangkut hasil
pertanian.
Di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang motor
modifikasi (tassi) dapat membantu lancarnya kegiatan produksi khususnya hasil
pertanian, disamping keunggulan dalam kemampuan membantu pergerakan arus
barang juga memberikan pengurangan waktu tempu sehingga memberikan
dampak terhadap penduduk yang dapat meningkatkan pendapatan dan
menumbuhkan kegiatan ekonomi.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengetahui pengaruh tingkat
pendapatan yang dipengaruhi oleh penggunaan motor modifikasi (tassi) dalam
pengangkutan hasil pertanian.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana karakteristik masyarakat petani di Desa Watang Kassa,
Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang ?
2. Bagaimana pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi) terhadap
tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan
Batulappa, Kabupaten Pinrang?
3
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui karakteristik masyarakat petani di Desa Watang
Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.
2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi)
terhadap tingkat pendapatan petani dengan analisi SPSS.
D. Batasan Masalah
Agar penelitian ini dapat terarah dan sesuai dengan tujuan, maka
diperlukan pembatasan masalah, yaitu sebagai berikut :
1. Lokasi penelitian utama yang ditinjau adalah masyarakat petani di
Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.
2. Permasalahan ini dibatasi pada peningkatan pendapatan masyarakat.
3. Data yang digunakan dalam penelitian adalah hasil survey kuesioner
dari responden.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah untuk menambah wawasan dan
pengetahuan serta dapat memberikan manfaat dalam perencanaan transporatasi
pedesaan dan juga merupakan salah satu syarat kelulusan Progranm Strata Satu
(S1) Jurusan Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Parepare.
4
F. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan menyampaikan penguraian atau gambaran singkat
tentang penjelasan masing-masing bab, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang menyangkut tentang
penelitian ini.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menjelaskan tahapan dan metode penelitian mengenai perkerasan
kaku (rigid pavement) menggunakan limbah beton sebagai material
perbaikan jalan.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas secara keseluruhan tentang hasil penelitian yang
dilakukan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari keseluruhan penulisan
berdasarkan dari analisa hasil.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Transportasi
Dalam meningkatkan ekonomi suatu daerah atau wilayah disamping
potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat diperlukan pola
keberadaan sarana dan prasarana yang mampu menggerakkan roda perekonomian.
Prasarana dan sarana yang tidak memadai sangat sulit untuk mengembangkan
daerah yang bersangkutan karena peran serta yang dimiliki oleh prasarana dan
sarana maka perlu aktivitas ekonomi yang terjadi pada suatu daerah di masa
sekarang maupun dimasa akan datang. Pada prinsipnya prasarana dan sarana harus
dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang dialami oleh daerah atau
wilayah terdebut. (Nur Nasution).
Tranportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang
keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian
masyarakat tak terkecuali di daerah pedesaan. Sistem transportasi yang ada
dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan sumber
daya lainnya yang dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi daerah
pedesaan. Dengan adanya transportasi harapannya dapat menghilangkan isolasi
dan memberi stimulasi ke arah perkembangan di semmua bidang kehidupan, baik
perdagangan, industri maupun sektor lainnya di daerah pedesaan.
Transportasi merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal
ke tempat tujuan. Proses pengangkutan merupakan gerakan dari tempat asal,
6
kegiatan angkutan dimulai, ke tempat tujuan, kemana kegiatan pengangkutan
diakhiri. Dalam hubungan ini terlihat bahwa unsur-unsur pengangkutan meliputi
ada muatan yang diangkut, tersedia kendaraan sebagai alat angkutnya, ada jalanan
yang dapat dilalui, ada terminal asal dan terminal tujuan, sumber daya manuasia
dan organisasi atan manajemen yang menggerakkan kegiatan transportasi tersebut.
Transportasi berarti mengangkut atau membawa (sesuatu) kesebelahan lain
atau dari suatu tempat ke tempat yang lainnya. Dengan demikian, transportasi
dapat diberi definisi sebagai usaha dan kegiatan mengangkut atau membawa
barang dan atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Usaha transportasi ini, bukan hanya berupa gerakan barang dan orang dari
suatu tempat ke tempay lain dengan cara dan kondisi yang statis tanpa perubahan,
tetapi transportasi selalu diusahakan perbaikan dan kemajuannya sesuai dengan
perkembangan peradaban teknologi. Dengan demikian, transportasi selalu
diusahakan perbaikan dan peningkatannya, sehingga akan tercapai efisiennya
yang lebih baik.
Transportasi bukan hanya penting di perkotaan, tetapi juga di daerah
pedesaan atau antar keduanya. Sarana transportasi dibutuhkan guna
menghubungkan kota dengan desa atau sebaliknya kota dengan desa.
Perbedaannya adalah terletak pada intensitas, manajemen atau pengaturan dan
kebutuhan fasilitas.
7
B. Fungsi dan Manfaat Transportasi
Transportasi berfungsi sebagai faktor penunjang dan perangsang
pembangunan dan pemberi jasa bagi perkembangan ekonomi. Kegiatan-kegiatan
ekonomi dapat berjalan jika jasa transportasi terus tersedia dalam menunjang
kegiatan ekonomi tersebut peranan transportasi bukan hanya untuk melancarkan
arus barang dan mobilitas manusia. Transportasi juga membantu tercapainya
pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara merata dan terjangkau oleh daya
beli masyarakat. (Nur Nasution, manajemen transportasi cet. 1, Jkarta:ghalia
Indonesia).
Transportasi sangat penting di daerah-daerah pedesaan, di negara-negara
yang sangat berkembang, karena menyediakan akses bagi masyarakat desa yang
memenuhi kebutuhan dan jasa sehari-hari, serta meningkatkan kehidupan sosial
ekonomi. Akses terhadap informasi, pasar dan jasa masyarakat dan likasi tertentu,
serta peluang-peluang baru kesemuanya merupakan kebutuhan yang penting
dalam proses pembangunan.
Transportasi atau aktivis bisnis dan perkembangan wilayah saling
mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Kemajuan suatu daerha membutuhkan
transportasi. Fungsi lain dari transportasi dapat sebagai pembuka isolasi daerah,
disamping sebagai perangsang pembangunan, sarana komunikasi, alat pemersatu
budaya, eknonomi dan politik, serta yang lainnya.
Transportsasi bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mencapai tujuan.
Sementara itu, kegiatan masyarakat sehari-hari bersangkut-paut dengan produksi
barang dan jasa untuk mencukupi kebutuhan yang beraneka ragam. Oleh karena
8
itu, manfaat pengangkutan dapat dilihat dari berbagai segi kehidupan masyarakat
diantaranya yaitu manfaat ekonomi, sosial, politik dan kewilayahan.
Transportasi mempunyai karaktersitik dan atribut yang menunjukkan arti
dan fungsi spesifikasinya. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan
manusia dengan tata guna lahan. Sebagai faktor integrasi dan kordinasi pada
masyarakat industri, tansportasi terlibat dalam pemidahan barang. Barang
mempunyai nilai rendah jika tidak mempunyai utilitas ruang (tempat) dan utilitas
waktu. Dalam ukuran ekonomi, berarti bahwa tersedianya barang ditempat
tertentu pada waktu sesuai dengan kapan dimana barang itu diperlukan. Kondisi
yang sama untuk manusia, dimana transportasi dapat digunakan untuk mencapai
tempat dan waktu tertentu sesuai kebtuhan manusia tersebut.
Fungsi transportasi sebagai promotor perubahan dan bukan sebagai
inisiator perubahan. Hal ini berarti kelancaran transportasi akan mengundang
sektor-sektor lain untuk berkembang terutama sektor pertanian dan sosial
ekonomi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah
pedesaan.
C. Transportasi Pedesaan
Transportasi pedesaan merupakan transportasi yang menghubungkan
sentra-sentra produksi dan berfungsi untuk memperlancar (daya jangkau)
masyarakat pedesaan di dalam melaksanakan kegiatan serta menyalurkan
informasi dan segala jasa di pedesaan.
9
Efektifitas tiap kebijakan pembangunan regional tergantung pada
bagaimana yang bersangkutan menyempurnkanan organisasi sosio-ekonominya
sebagai pusat pelayanan bagi penduduk pedesaan. Adapun kaitannya dengan
produksi pertanian pusat pelayanan kecil melaksankan tiga fungsi yaitu:
1. Bertindak sebagai suatu pasar lokal atau titik akumulasi hasil pertanian
lokal untuk konsumsi daerah.
2. Bertindak sebagai pusat koleksi hasil-hasil untuk tujuan ekspor,
sebagai mata rantai pengiriman dari daerah pertanian ke konsumen
keluar daerah.
3. Menyediakan masukan pertanian atau jasa lainnya yang mendorong
penduduk desa untuk memperkenalkan perubahan-perubahan
teknologi dalam produksi.
Sarana transportasi dan komunikasi menetukankeadaan seluruh interaksi.
Sangat sedikit pertukaran barang dapat terjadi tanpa komunikasi antar manusia,
dalam hal ini penekanannya diletakkan pada transportasi. Perbaikan kondisi
sarana transportasi dan digunakan sarana kendaraan memberkan manfaat kepada
produksi pertanian yang semula daerah pemasarannya sangat atau terbatas
menjadi lebih luas.
D. Peran Transportasi Terhadap Aksebilitas Wilayah Pedesaan
Perkembangan sistem transportasi yang ada dewasa ini masih jauh
dari yang diharapkan. Apabila diperhatikan ternyata masih banyak
10
ketimpangan yang terjadi khususnya dalam sistem transportasi pedesaan
dan perkotaan.
Transportasi sangat menguntungkan bagi kehidupan masunia, baik
keuntungan secara langsung yaitu penduduk dengan mudah mendapat
pelayanan dari fasilitas-fasilitas yang disediakan di tempati lain sehingga
kebtuhannya terpenuhi. Keuntungann secara tidak langsung yaitu
penduduk dapat menghemat biaya dan waktu karena dengan
menggunakan moda transportasi maka perkerjaan akan lebih cepat
terselesaikan. Dari sisi ekonomi transportasi dapat meningkatkan efisiensi
dan menghemat waktu serta biaya.
Transportadi dapat menjadi fasiliator bagi suatu daerah utnuk maju
dan berkembang karena transportasi meningkatkan aksebilitas suatu
daerah. Aksebilitas sering dikaitkan dengan letak strategis suatu tempat
yang merupakan faktor penentu untuk kegiatan ekonomi. Apabila suatu
daerah mempunyai aksebilitas yang baik maka akan merangsang
investasi.
Transportasi sering dikaitkan dengan aksebilitas suatu wilayah.
Dalam pembangunan pedesaan keberadaan prasarana dan sarana
transportasi tidak dapat diabaikan dalam suatu rangkaian program
pembangunan. Terjadinya proses produksi yang efisien, selalu didukung
oleh sistem transportasi yang baik, investasu dan teknologi yang memadai
sehingga terciptanya pasar dan nilai.
11
E. Modifikasi Motor
Modifikasi motor merupakan gabungan dua kata yang terdiri dari
“modifikasi” yang berarti ubah, pengubahan, dan perubahan dan kata motor yang
berarti mesin yang menjadi tenaga penggerak, atau sepeda yang digerakkan oleh
mesin sehingga dapat berjalan dengan dikendarai seseorang. (Teguh Imanto,
“Proses visualisasi modifikasi motor”, inosains, 2 (Agustus,2014), hal 95).
Apabila dua kata modifikasi dan motor digabungkan maka menimbulkan
makna yang baru yaitu pengubahan kendaraan bermotor. Makna dari pengubahan
kendaraan bermotor yaitu sepeda motor standar pabrikan dirubah menjadi bentuk
baru dengan melakukan inovasi pada bagian tertentu sesuai dengan desain atau
konsep perancangnya atau pemodifnya (Teguh Imanto, “Poses visualisasi
modifikasi motor”, inosains, 2 (Agustus,2014), hal 95).
Menurut wawan Stiawan dalam bukunya teknis praktis merawat dan
mereparasi motor, menjelaskan tentang modifikasi motor adalah mengubah motor
dari bentuk standar pabrikan menjadi bentuk baru namun dalam perubahan
tersebut tanpa mengubah kenyamanan dalam berkendara.
Menurut undang-undang adalah perubahan terhadap spesifikasi teknis
dimensi, mesin, atau kemampuan daya angkut kendaraan bermotor. ( Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 55 Tahun 2012 tentang kendaraan pasal 1).
F. Pengaruh Motor Modifikasi
Transportasi sangat penting di daerah-daerah pedesaan, di negara-
negara yang sedang berkembang, karena menyediakan akses bagi
12
masyarakat desa yang memenuhi kebutuhan dan jasa sehari-hari, serta
meningkatkan kehidupan sosial ekonomi. Akses terhadap kinerja
(jarak,waktu tempuh,kecepatan), tarif/biaya, volume produksi, kepuasan
(kemampuan, tingkat pelayanan).
1. Kinerja
Kinerja transportasi adalah kemampuan atau potensi suatu sistem
transportasi (sarana atau prasarana) untuk melayani kebutuhan
pergerakan pada suatu daerah, baik berupa transportasi barang
maupun transportasi orang. Dalam hal ini kinerja transportasi
modifikasi (tassi) meliputi:
a) Kecepatan
Kecepatan merupakan salah satu dari tiga komponen utama dari
arus lalu lintas yang meliputi kepadatan dan volume kecepatan
merupakan indikator kinerja lalu lintas, selain indikator kecepatan
ada indikator hambatan. Kecepatan dan hambatan perlu dianalisis
untuk mengetahui kinerja dan permasalahan lalu lintas. Kecepatan
merupakan parameter yang penting dalam redigsin jalan dan
sebagai informasi mengenai kondisi perjalanan.
Rumus menentukan kecepatan
(1)
Rumus menetukan jarak
13
(2)
Dimana :
V = kecepatan (km/jam, m/menit)
S = jarak (m, km)
t = waktu (jam, menit)
b) Waktu tempuh
Lamanya waktu yang terpakai dalam perjalanan untuk menempuh
suatu jarak tertentu.
Rumus menentukan waktu
(3)
Dimana :
V = kecepatan (km/jam, m/menit)
S = jarak (m, km)
t = waktu (jam, menit)
2. Volume produksi
Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah perhitungan seberapa
banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu jarak.
3. Biaya operasional
14
Semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk proses produksi,
yang dinyatakan dengan uang menurut harga pasar yang berlaku,
baik itu sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
4. Kepuasan
Suatu keadaan yang dirasakan konsumen setelah dia mengalami
suatu kinerja (hasil) yang telah memenuhi berbagai harapannya. Pada
kesempatan ini kepuasan motor modifikasi (tassi) meliputi
kemampuan motor modifikasi (tassi) dan tingkat pelayanan.
G. Software SPSS
SPSS yang merupakan kepanjangan dari Statitical Product and
Service Solution merupakan salah satu dari bebrapa program aplikasi
komputer untuk menganalisis data statistic. (Tim Statistik
Elementer.2007:1)
SPSS (Statistic Product and Service Solution) merupakan salah
salah satu dari program aplikasi komputer untuk menganalisis data
statistik. Di bawah operasi windows, SPSS menawarkan banyak
kemudahan dalam pengoperasiannya, antara lain pada menu pull down
dengan dialog Box interface, pembaca banyak dimanjakan dalam
merekam data (data entry). Memberikan perintah, dan subperintah
analisis, serta menyajikan hasil analisis. (Tim Statistika Elementer.
2007:1-2)
15
Software SPSS membantu pengurutan data kecil ke besar ataupun
sebaliknya sehingga pengamat bisa secara cepat mendapatkan nilai data
terkecil dan terbesar. Selain itu, pengguna software PSS dapat melihat
median sebagai urutan pusat data dan rentangan sebagai ukuran
penyebaran data. Penyajian tersebut tentu memudahkan perhitungan
pusat dan sebaran data, mengetahui distribusi data simetris atau tidak.
(Tim Statistik Elementer.2007:1)
Melakukan perhitungan dan analisis data seperti ini jika dilakukan
secara manual memerlukan waktu dan biaya yang besar. Dengan adanya
software SPSS, banyak kemudahan yang dapat lebih cepat, tepat, dan
efisien. SPSS digunakan oleh peneliti pasar, peneliti kesehatan,
perusahaan, survei, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi
pemasaran, dan sebagainya.
1. Statistik deskriptif tabulasi silang, frekuensi, deskripsi, penelusuran,
statistik deskripsi rasio.
2. Statistik bivariat rata-rata, t-test, anova, korelasi (bivariat, parsial,
jarak), nonparametric tests
3. Prediksi hasil numerik regresi linear
4. Prediksi untuk mengidentifikasi kelompok meliputu analisis cluster
(two-step, k-means, hierarkies) disikriminan
SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan
datasecara langsung ke dalam SPSS data editor. Bagaimana struktur dari
file data mentahnya, maka data dalam data editor SPSS harus dibentuk
16
dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variabels). Case berisi infoermasi
untuk satu unit analisis, sedangkan variabel adalah informasi yang
dikumpulkan dari masing-masing kasus.
Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS output navigator.
Kebanyakan prosedur base system menghasilkan pivot tables, dimana
kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS.
Untuk memperbaiki output, maka kita dapat memperbaiki output sesuai
dengan kebutuhan.
H. Validitas
Validitas atau kesahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu
alat ukur mampu mengukur apa yang diukur. Validitas digunakan untuk
mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner
dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk
mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Dalam suatu penelitian yang bersifat deksriptif yang melibatkan
variabel/konsep yang tidak bisa diukur secara langsung, masalah validitas
tidak sederhana, didalamnya juga menyangkut penjabaran konsep dan
tingkat teoritis sampai empiris (indikator).
1. Validitas konstruk
Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep, validitas konsep adalah
validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam
mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Menurut Jack R.
17
Fraenkel validasi konstruk (penentu validitas konstruk) merupakan
yang terluas cakupannya dibandingkan dengan validasi lainnya,
karena melibatkan banyak prosedur termasuk validaso dan validasi
kriteria.
Setelah membuat kuesioner (instrumen penelitian) langkah
selanjutnya menguji apakah kuesioner yang dibuat telah valid atau
tidak. Ada beberapa kriteria yang digunakan yaitu:
a) Jika koefisien korelasi product momen melebihi 0,3 (azwar, 1992.
Soegiyono, 1990)
b) Jika koefisien korelasi product momen >- r-tabel (ɑ ; n-2) n = jumlah
sampel
c) Nilai sig ͟< ɑ
I. Realibilitas
Relabilitas adalah untuk mengukur suatu yang merupakan indikator
dari variabel suatu kuesioner. Dinyatakan reliabel/ handal jika jawaban
seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke
waktu (Ghozali, 2006:41).
Pengukuran relabilitas dapat dilakukan dengan one shot/pengukuran
sekali saja, dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pernyataan lain
atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Uji realiblitas alat ukur
dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal,
pengujian dapat dilakukan ters-retest, equivalent, dan gabungan keduaya.
18
Secara internal, realibilitas alat ukur dapat diuji dengan menganalisis
konsisten butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu,
menurut Kaplan dan Saccuzo (1993).
Ada bebrapaa teknik yang dapat digunakan untuk mengukur
realibilitas suatu instrumen penelitian, tergantung dari skala yang
digunakan, dan yang digunakan oleh penelti saat ini sesuai dengan
karakteristik pengukuran realibilitas alpha cronbach dan spearman brown.
Teknik alpha croncbach untuk menentukan apakah suatu instrumen
penelitian reabel atau tidak, bila jawaban yang diberikan responden
berbentuk skala seperti 1-3 dan 1-5 serta 1-7 atau jawaban responden
yang menginterpresentasikan penilaian sikap.
Misalnya responden memberikan jawaban sebagai berikut :
a. Sangat Setuju (SS)
b. Setuju (S)
c. Cukup setuju (CS)
d. Tidak Setuju (TS)
e. Sangat Tidak Setuju (STS)
J. Analisi Regresi Linear Berganda
Adalah suatu analisis untuk mengetahui besarnya pengaruh antara
indevendent variable dengan dependent variable secara serentak,
dirumuskan sebagai berikut (Djarwanto dan Subagyo dalam Sunyoto,
2014)
19
(4)
Dimana:
Y = Tingkat Pendapatan (petani)
X1 = Kinerja (jarak,waktu tempuh, kecepatan,volume produksi)
X2 = Tarif/Biaya
X3 = Tingkat Kepuasan (kemampuan dan tingkat pelayanan)
1. Uji F (Pengujian secara serempak)
Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel
independen terhadao variabel dependen secara bersama. (Sunyoto,
2014). Apabila uji signifikan di atas 0,05 maka variabel bebas (variabel
X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (variabel Y),
sedangkan jika di bawah 0,05 maka variabel bebas (variabel X)
berpengaruh signifkan terhadap variabel terikat (variabel Y).
2. Uji T
Uji T digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau
pengaruh yang berarti (signifikan) antara variabel independen secara
parsial terhadap variabel dependen (Sunyoto, 2014). Apabila uji t
signifikan di bawah 0,05 maka dapat dikatakan signifikan, yaitu
terdapat pengaruh antara variabel independen yang diteliti dengan
variabel dependen. Sebaliknya jika di atas 0,05, maka dapat dikatakan
tidak signifikan.
20
K. Peneliti Terdahulu
Berdasarkan hasil yang didapat dari peneliti sebelumnya adalah
sebagai berikut:
1. Sama’ani Intakoris, Sugiono Soetomo “Perkembangan wilayah
pegunungan oleh pengaruh penggunaan sepeda motor”.
a) Tamin (2003) menyebutkan bahwa sistem transportasi terdiri dari
beberapa sistem mikro yaitu : (1) sistem kegiatan, (2) sistem
jaringan prasarana transportasi. (3) sistem pergerakan lalu lintas,
dan (4) sistem kelembagaan.
b) Donges (1999) lebih mengaitkan antara aksebilitas masyarakat di
pedesaan dan aspek ketenagakerjaan.
c) Butto (1966) dan La Ode (2004) mengatakan bahwa transportasi
sangat ber[engaruh positif pada pembangunan secara langsung
dengan pembangunan sektor transportasi.
2. Peranan transportasi perdesaan terhadap pembangunan pertanian di
Kecamatan Bulukumba Kabupaten Bulukumba. Oleh Nurfaina Syarif
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, 2010.
a) Sri Rum Giyarsih menyatakan transportasi merupakan sarana yang
sangat penting dalam mendukung kegiatan perekonomian
masyarakat tak terkecuali di daerah perdesaan.
21
b) Nur Nasution menyatakan trasnportasi berfungsi sebagai faktor
penunjang dan perangsang pembangunan dan pemberi jasa bagi
perkembangan ekonomi.
3. Arifin Asri, Lawalenna Samang, Nur Ali, dan Isran Ramli “Karakteristik
biaya operasi kendaraan sepeda motor di kota makassar”.
Studi ini menggunakan data-data hasil survei yang dilakukan oleh
Laboratorium Rekayasa Transportasi Jurusan Teknik Sipil Universitas
Hasanuddin yang bekerjasama dengan Masyarakat Transportasi
Indonesia (MTI) Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada bulan Janari
2007. Data-data yang diperoleh dari survei selanjutnya diekstraksi
dalam bentuk tabulasi sesuai dengan jenis-jenis biaya operasi
kendaraan sepeda motor, sepeerti pemakaian bahan bakar minyak
(BBM), lama pemakaian ban, biaya penggantian oli, dan lain-lain.
22
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa
Kabupaten Pinrang. Waktu yang dipergunakan untuk penelitian ini dilaksanakan
pada bulan November – Desember 2020.
B. Teknik Pengumpulan Data
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari survey secara langsung di
lapangan melalui kegiatan observasi, wawancara dan kuesioner. Adapun
teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a) Ovservasi
Observasi adalah suatu studi yang dilakukan oleh peneliti di
lapangan secara sistematis melalui penglihatan atau pengamatan
terhadap permasalahan yang terjadi saat itu. Dalam metode ini
dilakukan secara langsung untuk memperoleh data di lokasi
penelitian, dimana peneliti menggunakan seluruh indra yang ada
dan alat atau media untuk mempermudah pengambilan data untuk
menganalisis pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi)
terhadap tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa,
24
Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang, menganalisis biaya
operasi kendaraan motor modifikasi (tassi), serta karakteristik petani
dan operator motor modifikasi (tassi).
b) Wawancara
Teknik wawancara adalah memperoleh keterangan dengan cara
tanya jawab kepada petani dan pengguna motor modifikasi (tassi) di
Desa Watang Kaasa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang
untuk mendapatkan informasi atau data yang tidak diperoleh dalam
bentuk dokumen sehingga dengan metode wawancara ini akan
melengkapi data yang masih kurang.
c) Kuesioner (angket)
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk di jawabnya (Sugiyono, 2013: 199).
Kuesioner ini didisebarkan kepada masyarakat petani dan kepada
operator motor modifikasi (tassi) di Desa Watang Kassa Kecamatan
Batulappa Kabupaten Pinrang.
2. Data sekunder
Data sekunder sebagai penunjang yang diperoleh dari tulisan seperti
buku-buku teori, buku laporan, peraturan-peraturan, dan dokumen baik
yang berasal dari instansi terkait maupun hasil kajian literatur berupa
gambaran pada daerah studi.
25
C. Penentuan Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian
(Bungin,2005:99). Populasi adalah keseluruhan individu dalam ruang
lingkup yang akan diteliti.
Sehingga populasi dalam penelitian ini sebanyak 266 dimana di peroleh
dari banyaknya jumlah Kartu Keluarga masyarakat di Desa Watang
Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang yang terdaftar di
Badan Pusat Statistik.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti dan
dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran dari populasi. Sampel
adalah sejumlah anggota yang dipilih/diambil dari suatu populasi
besarnya sampel ditentukan oleh banyaknya data atau observasi dalam
sampel itu. (Arif Tirto, Dasar-Dasar Statistika(cet.7:Makassar:State
University Of Makassar Pressss,1999), [Link] penelitian ini, teknik
penarikan sampel dengan menggunakan rumus Slovin dengan
signifikan 5% berikut rumusnya:
(5)
Dimana:
26
n = Jumlah populasi yang digunakan
N = Jumlah populasi
e = Presentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan
sampel yang masih bisa ditolerir 5%.
Jadi jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak
160 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Convenience Sampling Method yaitu pengambilan anggota
sampel dari populasi dilakukan berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja
yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel,
27
bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber
data. Pengambilan sampel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan motor modifikasi (tassi) terhadap tingkat pendapatan petani.
D. Teknik Analisis Data
Moleong (Giri Harto Wiratomo, 2007:57) menyatakan bahawa yang
dimaksud analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data
kedalam pola, kategori satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan
dirumuskan hipotesis kerja seperti yang dirumuskan data.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif
menggunakan program SPSS. Analisis kuantitatif yaitu analisis yang
menggunakan perhitungan atau metode statistik untuk mengolah data yang
diperoleh (Umar dalam Sunyoto,2014).
Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan regresi
linear berganda, dimana analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk
mengukur pengahruh lebih dari satu varoabel bebas terhadap variabel terikat.
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik,
data yang telah terkumpul akan di analisis regresi linear berganda dengan bantuan
aplikasi program SPSS (Statistic Product and Servise Solution) for windows
version 24.
Teknik analisis ini digunakan untuk mengehatui pengaruh kinerja,
tarif/biaya,volume produksi,tingkat kepuasan terhadap pendapatan petani.
28
Uji t digunakan untuk membuktikan pengaruh yang signifikan masing-
masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen.
Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05). Dapat diketahui pengaruh
masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.
Jika nilai signifikan >0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak
ada pengaruh variabel independen terhadap dependen. Sedangkan jika terjadi
sebaliknya, yaitu nilai signifikan <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang
berarti bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen
(Ghozali,2011).
Pengujian hipotesis dapat menggunakan perbandingan antara thitung dan ttabel
dengan kriteria pengambilan keputusan:
1. Apabila thitung ≥ maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kondisi ini
menunjukkan bahwa variabel independennya secara parsial mampu
menjelaskan variasi pada variabel dependennya.
2. Apabila ttabel ≤ maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kondisi ini
menunjukkan bahwa variabel independennya secara parsial tidak
mampu menjelaskan variasi pada variabel dependennya.
Uji F (ANOVA) digunakan untuk menilai ketepatan fungsi regresi
sampel dalam menaksir nilai aktual yang diukur dari Goodness Of Fit
suatu model menurut (Ghozali,2011). Pengukuran hipotesis dapat
dilakukan dengan cara berikut:
1. H0: β = 0, maka tidak ada pengaruh secara simultan antara variabel
bebas X terhadap variabel terikat Y.
29
2. H1:β ≠ 0, maka ada pengaruh secara simultan antara variabel bebas
X teerhadap variabel terikat Y.
3. Level of significant (ɑ) sebesar 5%.
4. Ketentuan yang digunakan adalah (berdasarkan probabilitas):
Jika probabilitas > 0,05, maka H0 tidak berhasil ditolak
Jika probabilitas < 0,05, maka H0 berhadil ditolak.
E. Bagan Aliran Penelitian
Mulai
Rumusan Masalah dan
Tujuan
Pengumpulan Data
Data Primer Data Sekunder
- Wawancara Populasi
Penyusunan Kuesioner
Survei
Hasil
Kuesioner
Uji Data
(Uji Validitas)
Analisis Data
(Program SPSS)
Pembahasan dan
Selesai
Gambar 3.1 Kesimpulan
Bagan alur penelitian
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Karakteristik Responden
Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah para petani yang ada
di Desa Watang Kassa yang dipilih berdasarkan random sampling sebanyak 160
orang. Karaktersitik responden dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, jenis
kelamin, luas lahan, dan kepemilikan lahan. Untuk memperjelas karakteristik
responden yang dimaksud, maka disajikan tabel mengenai responden seperti
dijelaskan pada tabel berikut ini:
1. Usia responden
Gambar 4.1 Grafik karaktersitik umur responden
31
Dari data karakteristik responden berdasarkan usia pada gambar 4.1 diatas,
maka jumlah responden terbesar adalah responden yang berusia 31-40 tahun yaitu
sebanyak 31,3% atau 51 orang, dan responden yang berusia 41-50 tahun sebanyak
24,4% atau 39 orang, serta 21-30 tahun orang 21,3% atau sebanyak 34, sedangkan
yang berusia > 50 tahun 17,5% atau sebanyak 28 orang, dan responden terendah
pada usia <21 tahun sebanyak 5,6% atau 9 orang . Maka dapat disimpulkan bahwa
sebagian besar responden adalah yang berusia 31-40 tahun.
2. Jenis kelamin
Gambar 4.2 Grafik karaktersitik jenis kelamin responden
Dari data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada gambar 4.2
diatas, maka jumlah responden terbesar adalah responden yang berjenis kelamin
laki-laki yaitu sebanyak 91,9% atau 147 orang, sedangkan jumlah responden
terendah adalah responden yang berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 8,1%
atau 13 orang. Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden adalah
yang berjenis kelamin laki-laki.
32
3. Luas lahan
Gambar 4.3 Grafik karaktersitik luas lahan responden
Dari data karaktersitik berdasarkan luas lahan pada gambar 4.3, maka jumlah
responden terbesar yaitu responden dengan luas lahan >1 Ha sebanyak 70,6% atau
113 orang, sedangkan terendah adalah responden dengan luas lahan < 1 Ha orang
29,4% atau sebanyak 47 . Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian responden
iyalah yang memiliki luas lahan >1 Ha.
4. Kepemilikan lahan
Gambar 4.4 Grafik karaktersitik luas lahan responden
33
Dari data karaktersitik berdasarkan kepemilikan lahan pada tabel 4.4,
maka jumlah responden terbesar yaitu responden dengan kepemilikan lahan milik
sendiri sebanyak 132 orang atau 82,5%, sedangkan terendah adalah responden
dengan kepemilikan sebagai penggarap sebanyak 28 orang atau 17,5%. Maka
dapat disimpulkan bahwa sebagian responden iyalah dengan kepemilikan lahan
milik sendiri.
B. Hasil Analisis Data dengan Menggunakan SPSS
1. Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya
kuesioner yang dibagikan kepada responden. Untuk mengetahui suatu
kuesioner dapat dikatakan valid apabila nilai r hitung > rtabel. Dalam penelitian
ini, jumlah data yang dapat digunakan sebanyak 160 kuesioner, dengan
tingkat kepercayaan (ɑ=5%), sehingga nilai r tabel dari 160 adalah 0,1552.
Uji validitas ini menggunakan aplikasi SPSS statistic 24. Berikut hasil uji
validitasnya:
Tabel 4.1 Hasil uji validitas (Sumber: hasil uji SPSS)
Corrected Item - total
VARIABEL ITEM Correlation r-tabel keterangan
X1.1 0,256 0,1552 VALID
X1.2 0,814 0,1552 VALID
KINERJA (X1)
X1.3 0,843 0,1552 VALID
X1.4 0,594 0,1552 VALID
X2.1 0,874 0,1552 VALID
TARIF/BIAYA (X2)
X2.2 0,404 0,1552 VALID
X3.1 0,597 0,1552 VALID
KEPUASAN
X3.2 0,851 0,1552 VALID
PETANI (X3)
X3.3 0,829 0,1552 VALID
34
X3.4 0,916 0,1552 VALID
X3.5 0,744 0,1552 VALID
X3.6 0,896 0,1552 VALID
Y1 0,908 0,1552 VALID
Y2 0,906 0,1552 VALID
PENDAPATAN
Y3 0,690 0,1552 VALID
PETANI (Y)
Y4 0,166 0,1552 VALID
Y5 0,276 0,1552 VALID
Dengan melihat tabel 4.1 dapat diketahui bahwa besarnya koefisien korelasi
dari seluruh butir pertanyaan variabel-variabel penelitian. Berdasarkan hasil
perhitungan koefisien korelasi seluruh butir pertanyaan memiliki signifikan
pearson correlation lebih besar dari rtabel sebesar 0,1552 (rhitung > rtabel). Maka dari itu
dapat disimpulkan item pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan dilanjutkan
dengan uji realiabilitas.
2. Uji realibilitas
Menguji hubungan variabel menggunakan uji korelasi pearson untuk
mengetahui variable antara responden. Berdasarkan olah data SPSS
diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel Uji Validasi Item pernyataan yang telah diuji validitasnya dan
dinyatakan valid baru bisa diuji realiabilitasnya. Pengukuran realiabilitas
dilakukan one shot atau pengukuran sekali saja. SPSS memberikan
fasilitas untuk mengukur realiabilitas dengan uji statistik Cronbec’s Alpha.
Hasil uji realiabilitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut :
35
Tabel 4.2 Realibility statistic (Sumber: hasil uji SPSS)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.784 12
Tabel 4.3 Cronbec’s alpha (Sumber: hasil uji SPSS)
Cronbach's Koefisien
No Variabel Kesimpulan
Alpha Reabilitas
kinerja, tarif/biaya,
1 tingkat kepuasan, dan 0.784 0.6 Reliabel
Pendapatan.
Hasil outpot SPSS menunjukkan bahwa nilai Cronbach's Alpha
dengan nilai koefisien, lebih besar dari nilai koefisien reabilitas maka
dikatakan reliable dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
3. Uji korelasi
Analisis hubungan (uji korelasi) adalah suatu cara metode untuk
mengetahui ada atau tidaknya hubungan linear terhadap variabel. Apabila
terdapat hubungan maka perubahan-perubahan yang terjadi pada salah
satu variabel X akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel
lainnya (Y). Hasil analisis data dengan bantuan SPSS dapat kita lihat
pada tabel berikut:
36
Tabel 4.4 Corelation (Sumber: hasil uji SPSS)
Correlations
TINGKAT
KINERJA TARIF/ KEPUASAN PENDAPATAN
(X1) BIAYA (X2) (X3) PETANI (Y)
KINERJA (X1) Pearson 1 .478 **
.237**
.323**
Correlation
Sig. (2- .000 .003 .000
tailed)
N 160 160 160 160
TARIF/BIAYA (X2) Pearson .478 **
1 .246**
.708**
Correlation
Sig. (2- .000 .002 .000
tailed)
N 160 160 160 160
TINGKAT Pearson .237** .246** 1 .119
KEPUASAN (X3) Correlation
Sig. (2- .003 .002 .135
tailed)
N 160 160 160 160
PENDAPATAN Pearson .323 **
.708 **
.119 1
PETANI (Y) Correlation
Sig. (2- .000 .000 .135
tailed)
N 160 160 160 160
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Dari tabel 4.4 diperoleh hasil analisis korelasi person yang terjadi
bahwa: dapat dilihat terdapat hubungan yang lemah antara pendapatan
petani terhadap data kinerja sebesar 0,323; sedangkan tarif/biaya
terhadap pendapatan petani terdapat hubungan yang kuat yaitu sebesar
0,708; dan adapun hubungan antara tingkat kepuasan dengan
pendapatan petani terdapat hubungan yang sangat lemah sebesar 0,119.
37
Untuk membuktikan hubungan antara ke-tiga variabel independent dan
satu variabel dependent, maka dilakukan uji sebagai berikut:
1. Antara variabel X1 terhadap Y
Hipotesis terhadap kasus ini:
a. Hipotesis dalam bentuk kalimat
Ho : Tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara kinerja
terhadap pendapatan petani.
Ha : Terdapat hubungan yang siginifikan antara kinerja
terhadap pendapatan petani.
a. Menentukan resiko kesalahan α = 5% (0,05)
b. Kriteria keputusan
Jika sig < α, maka Ho ditolak
Jika sig > α, maka Ho diterima
Dari tabel 4.4 menunjukkan variabel kinerja dengan nilai sig
sebesar 0,000 untuk nilai α nya, karena menggunakan uji dua
sisi maka nilai α / 2, sehingga nila α 0,05/2 = 0,025.
c. Perbandingan nilai sig dengan α
Jika sig < α, maka Ho ditolak
Ternyata sig = 0,000 < 0,025, maka Ho ditolak
d. Keputusan
Sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara variabel
kinerja dengan pendapatan petani.
2. Antara variabel X2 dengan Y
38
Hipotesis terhadap kasus ini
a. Hipotesis dalam bentuk kalimat
Ho : Tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara tarif/biaya
terhadap pendapatan petani.
Ha : Terdapat hubungan yang siginifikan antara tarif/biaya
terhadap pendapatan petani.
b. Menetukan resioko kesalahan α = 5% (0,05)
c. Kriteria keputusan :
Jika sig < α, maka Ho ditolak
Jika sig > α, maka Ho diterima
Dari tabel 4.4 menunjukkan variabel tarif/biaya dengan nilai sig
sebesar 0,000 untuk nilai α nya, karena menggunakan uji dua
sisi maka nilai α / 2, sehingga nilai α 0,05/2 = 0,025.
d. Perbandingan nilai sig dengan α
Jika sig < α maka Ho ditolak
Nilai sig 0,000 < 0,025 Ho ditolak
e. Keputusan
Sehingga terdapat hubungan signifikan antara variabel
tarif/biaya dengan pendapatan petani.
3. Antara variabel X3 dengan Y
Hipotesis terhadap kasusu ini
39
a. Hipotesis dalam bentuk kalimat
Ho : Tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara volume
produksi terhadap pendapatan petani.
Ha : Terdapat hubungan yang siginifikan antara volume
produksi terhadap pendapatan petani.
b. Menentukan resiko kesslahan α = 5% (0,05)
c. Kriteria keputusan :
Jika sig < α, maka Ho ditolak
Jika sig > α, maka Ho diterima
Dari tabel 4.4 menunjukkan variabel dengan nilai sig sebesar
0,135 untuk nilai α nya, karena menggunakan uji dua sisi maka
nilai α / 2, sehingga nilai α 0,005/2 = 0,025.
d. Perbandingan nilai sig dengan α
Jika sig < α maka Ho ditolak
Nilai sig 0,135 > 0,025 Ho diterima
Tabel 4.5 Model summary (Sumber: hasil uji SPSS)
Model Summaryb
Change Statistics
Std. Error R F Sig. F
R Adjusted of the Square Chang Chang
Model R Square R Square Estimate Change e df1 df2 e
1 .710 a
.504 .495 2.312 .504 52.850 3 156 .000
a. Predictors: (Constant), TINGKAT KEPUASAN (X3), KINERJA (X1), TARIF/BIAYA (X2)
b. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
40
Jika nilai sig. F Change < 0,05 maka ada hubungan secara signifikan
sedangkan jika nilai sig. F Change > 0,05 maka tidak ada hubungan
secara signifikan.
Nilai sig. F Change sebesar 0,000 < (0,005) maka bisa disimpulkan
bahwa variabel kinerja (X1), tarif/biaya (X2),dan tingkat kepuasan (X3)
memiliki hubungan yang signifikan terhadap pendapatan petani (Y) secara
simultan.
Tabel 4.6 Derajat hubungan (Sumber: Sugiyono, 2007)
Nilai Person Correlation Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Lemah
0,020 – 0,399 Lemah
0,040 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat
4. Uji regresi linear berganda
Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh
lebih dari satu variabel bebas (independen) terhadap satu variabel terikat
(dependen), adapun hasil analisis regresi linear berganda data yang
diolah melalui spss for windows version 24 dapat dilihat tabel berikut:
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan spss 24, maka
diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:
41
Tabel 4.7 Varibles entered/removed (Sumber: hasil uji SPSS)
Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 TINGKAT KEPUASAN (X3), . Enter
KINERJA (X1),
TARIF/BIAYA (X2)b
a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
b. All requested variables entered.
Pada tabel 4.7 dapat kita lihat bahwa variabel yang dimasukkan pada proses
pengolahan data dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS adalah data kinerja,
tarif biaya, dan tingkat kepuasan.
Nilai R (Koefisien Korelasi) sebesar 0,710 maka bisa disimpulkan bahwa
tingkat hubungan antara kinerja (X1), tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X3)
memiliki hubungan yang signifikan terhadap pendapatan petani (Y) secara
simultan memiliki hubungan yang kuat.
Tabel 4.8 Hasil uji koefisien determinasi (Sumber: hasil uji SPSS)
Model Summaryb
Change Statistics
Std. Error R F Sig. F
R Adjusted of the Square Chang Chang
Model R Square R Square Estimate Change e df1 df2 e
1 .710 a
.504 .495 2.312 .504 52.850 3 156 .000
a. Predictors: (Constant), TINGKAT KEPUASAN (X3), KINERJA (X1), TARIF/BIAYA (X2)
b. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
42
Analisis koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa besar
presentase pengaruh kinerja, tarif/biaya, dan tingkat kepuasan terhadap
pendapatan petani.
Koefisien determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai
koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai R 2 yang rendah berarti
kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi
variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti
variabel – variabel independen memberikan hampir semua informasi yang
dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Berdasarkan uji
R2 yang dilakukan dapat dilihat pada tabel 4.7.
Korelasi R yang secara simultan bersama – sama antara variabel
kinerja (X1), tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X3) terhadap
pendapatan petani (Y) diperoleh nilai sebesar r = 0,710. Kontribusi yang
diberikan oleh semua variabel bebas terhadap variabel terikat
KP = (0,710)2 x 100% = 50.41%.
Tabel 4.9 Hasil uji regresi linear berganda (Sumber: hasil uji SPSS)
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 8.060 1.343 6.000 .000
KINERJA (X1) -.013 .076 -.011 -.175 .861
TARIF/BIAYA (X2) 1.617 .145 .727 11.188 .000
TINGKAT -.044 .045 -.058 -.980 .329
KEPUASAN (X3)
a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
43
Berdasarkan jenis data dengan menggunakan SPSS 24, maka
diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3
Dimana :
a = Konstanta regresi
Y = Tingkat pendapatan petani
X1 = Kinerja
X2 = Tarif/biaya
X3 = Tingkat kepuasan
b = Derajat kemiringan regresi
Langkah – langkah regeresi berganda adalah sebagai berikut:
a. Menduga parameter
Untuk mencari koefisien regresi a,b1,b2,b3 dapat dihitung dengan
menggunakan pendekatan matriks
44
Maka matriks A0, A1, A2, dan A3 ialah:
45
46
Maka determinan dari A0, A1,A2,A3 adalah:
= 133196 x 1011
47
= 1.07352 x 1012
48
= -1778219925
49
= 21539 x 1011
50
= -5895596625
51
Dari determinan tersebut maka diperoleh nilai ɑ, b 1, b2, b3, sebagai
berikut:
52
Sehingga diperoleh persamaan regresinya sebagai berikut:
Y = 8,060 + (-) 0,13X1 + 1,617X2 + (-) 0,44X3
Artinya dapat memprediksi nilai Y apabila X 1,X2, dan X3 diketahui serta
Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel
independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan
tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:
a. Nilai constanta adalah 8,060 artinya jika tidak terjadi perubahan
variabel kinerja, tarif/biaya, dan tingkat kepuasan (nilai X 1, X2, X3,
adalah 0) maka tingkat pendapatan di Desa Watang Kassa,
Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang adalah sebesar 8,060.
b. Koefisien regresi berganda sebesar 8,060, (-) 0,13, 1,617, dan (-)
0,44 mengindikasikan besaran penambahan tingkat pendapatan
petani setiap pertambahan jawaban responden untuk variabel
kinerja, tarif/biaya, volume produksi, dan tingkat kepuasan.
5. Uji F
Uji F dapat digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan
variabel bebas terhadap variabel terikat (Y). Jika variabel bebas memiliki
pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Uji ini, dilakukan
dengan membandingkan siginifikan nilai Fhitung > Ftabel maka model yang
dirumuskan sudah tepat. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka dapat diartikan
53
bahwa model regresi sudah tepat artinya pengaruh secara bersama,
dengan melihat nilai Ftabel = 2,66 dengan tingkat kesalahan 5%. Uji F yang
dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut:
(6)
Dimana :
n = Jumlah sampel
k = Banyaknya variabel bebas
Ftabel = 3 : 157 = 2,66
Tabel 4.10 Hasil uji F simultan (Sumber: hasil uji SPSS)
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 847.501 3 282.500 52.850 .000b
Residual 833.874 156 5.345
Total 1681.375 159
a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
b. Predictors: (Constant), TINGKAT KEPUASAN (X3), KINERJA (X1), TARIF/BIAYA (X2)
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.10 diatas dapat dilihat pada
nilai Fhitung sebesar 52,850 dengan nilai Ftabel adalah 2,66 sehingga nilai
Fhitung > Ftabel atau 52,850 > 2,66, dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05
maka Ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja (X 1), tarif/biaya
(X2), dan tingkat kepuasan (X3) secara bersamaan berpengaruh signifikan
54
terhadap tingkat pendapatan petani dan dapat digunakan untuk
memprediksi pendapatan yang di pengaruhi oleh variabel kinerja (X 1),
tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X 3) di Desa Watang Kassa,
Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.
6. Uji T
Niai Thitung digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial kinerja
(X1), tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X 3) terhadap variabel
terikatnya. Apakah variabel tersebut memiliki pengaruh yang berarti
terhadap variabel pendapatan petani (Y) atau tidak dengan tingkat
kesalahan 5%. Uji ini dilakukan dengan melihat kolom signifikan pada
masing-masing variabel independen (bebas) dengan taraf signifikan <
0,05. Uji T yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.11 Hasil uji T parsial (Sumber: hasil uji SPSS)
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 8.060 1.343 6.000 .000
KINERJA (X1) -.013 .076 -.011 -.175 .861
TARIF/BIAYA (X2) 1.617 .145 .727 11.188 .000
TINGKAT -.044 .045 -.058 -.980 .329
KEPUASAN (X3)
a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
Berdasarkan tabel 4.11 diatas dengan mengasumsi baris, kolom dan
sig bisa dijelaskan sebagai berikut:
55
a. Pengaruh variabel kinerja terhadap pendapatan petani (H 1)
Variabel kinerja (X1), tidak signifikan terhadap pendapatan petani.
Hal ini terlihat dari signifikan kinerja (X1) 0,861 > 0,05, dengan nilai
ttabel = 1,97529. Berarti thitung lebih kecil dari ttabel atau (-1.75 <
1,97529), maka Ho diterima dan H 1 ditolak. Sehingga hipotesis
yang berbunyi tidak terdapat pengaruh kinerja terhadap tingkat
pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa,
Kabupaten Pinrang.
(7)
Dimana :
α = Tingkat kepercayaan (0,05)
n = Jumlah sampel
k = Banyaknya variabel bebas
ttabel = :
56
ttabel = = 1,97529
b. Pengaruh variabel tarif/biaya terhadap pendapatan petani (H 2)
Variabel tarif/biaya (X2), signifikan terhadap pendapatan petani di
Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.
Hal ini terlihat dari signifikan tarif/biaya (X 2) 0,000 < 0,05, dengan
nilai ttabel = : = = 1,97529. Berati t hitung
lebih besar dari ttabel atau (11,188 > 1,97529), maka Ho ditolak dan
H2 diterima. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh
tarif/biaya terhadap pendapatan petani di Desa Watang Kassa,
Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.
c. Pengaruh tingkat kepuasan terhadap pendapatan petani (H 3)
Variabel tingkat kepuasan (X3) tidak signifikan terhadap
pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa,
Kabupaten Pinrang. Hal ini terlihat dari signifikan tingkat kepuasan
(X3) 329 > 0,05, dengan nilai ttabel = : =
= 1,97529. Berarti thitung lebih besar dari t tabel atau (-980 < 1,9752),
maka Ho ditolak dan H3 diterima. Sehingga hipotesis yang
berbunyi tidak terdapat pengaruh tingkat kepuasan terhadap
57
pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa,
Kabupten Pinrang.
Gambar 4.5 Grafik histogram
Gambar 4.6 Grafik regression
58
Berdasarkan tampilan output diatas kita dapat melihat grafik histogram
maupun plot. Dimana grafik histogram memberikan distribusi normal
dimana grafik mengikuti arah diagonal. Selanjutnya pada gmbar plot
terlihat titik – titik mengikuti dan mendekati garis diagonalnya sehingga
dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Jumlah responden petani sebanyak 160 orang dengan karakteristik
lebih dominan laki-laki dibandingkan perempuan, dengan usia
kebanyakan 31-40 tahun, sedangkan luas lahan yang dimiliki petani
sebesar 1 Ha, dengan kepemilikan lahan yang dominan milik sendiri
2. Dapat dilihat terdapat hubungan yang lemah antara pendapatan
petani terhadap data kinerja (X1) sebesar 0,323; sedangkan tarif/biaya
(X2) terhadap pendapatan petani terdapat hubungan yang kuat yaitu
sebesar 0,708; dan adapun hubungan antara tingkat kepuasan (X3)
denngan pendapatan petani terdapat hubungan yang sangat lemah
sebesar 0,119. Dan grafik histogram memberikan distribusi normal
dimana grafik mengikuti arah diagonal. Selanjutnya pada gmbar plot
terlihat titik – titik mengikuti dan mendekati garis diagonalnya sehingga
dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
60
B. Saran
1. Untuk penelitian yang serupa di masa yang akan datang sangat
disarankan sebelum memulai penelitian sebaiknya menyusun
kerangka acuan penelitian dengan baik, benar ,dan tersusun. Agar
tidak kebingunan dan mudah mengelola datanya. Sebaiknya harus di
pahami dari judul serta kerangka acuan penelitian dengan baik agar
mudah di pahami. Dengan demikian kami mengucapkan banyak
terima kasih bagi rekan – rekan mahasiswa yang akan datang sudi
kiranya melengkapi dan menyempurnakan apa yang kami kaji atau
apa yang kami teliti. Semoga kedepannya skripsi yang serupa lebih
sempurna adanya. Dan jadi acuan dan pedoman bagi generasi di
masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Analisis yang mengunakan perhitungan atau metode statistik untuk mengolah data
yang diperoleh ( Umar dalam Sunyoto, 2014)
Frankel, Jack R dan Norman E. Wallen. (1993). How to design and Evaluate
Research in Education. 2nd edition. New York: McGraw hill Inc
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (Edisi
Ke 4). Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Hudri, Pengaruh Moda Transportasi Motor Modifikasi (Tassi) Terhadap
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pedesaan (Studi Kasus Di
Kabupaten Sidenreng Rappang)”, Skripsi, Fak. Tek. Sip., Univ.
Muhammadiyah., Parepare, Indonesia, 2020.
Kamaluddin Rustian, H. 2003. Ekonomi Transportasi. Penerbit Ghalia Indonesia,
Jakarta
Kaplan, Robert M. & Saccuzzo, Dennis P. (1993). Phsycological Testing
principles, application, and issues; Brooks/Cole Publishing Grove,
California
Latif R, “Analisis Biaya Operasi Kendaraan (Bok) Motor Modifikasi (Tassi) Dan
Pengaruh Terhadap Peningkatan Ekonomi (Operator) Masyarakat
Pedesaan (Studi Kasus Kabupaten Sidenreng Rappang)”, Skripsi, Fak.
Tek. Sip., Univ. Muhammadiyah., Parepare, Indonesia, 2020.
Nasution Nur, M. 2004, Manajemen Transportasi. Penerbit Ghalia Indonesia,
jakarta
Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan
Sadono Sukirno,Ekonomi Pembangunan, Jakarta:Kencana,2010.
Sama’ani, dkk, 2015, kajian tentang perkembangan wilayah pegunungan oleh
pengaruh penggunaan sepeda motor, Jurusan teknik arsitektur dan
perkotaan, Universitas diponegoro semarang
Sugiyono, 2013, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.
(Bandung: ALFABETA)
Syani Abdul, Ekonomi Islam Analisis Mikro dan Makro, Yogyakarta: GrahaIlmu,
Sosiologi, Skematik, Teori dan Terapan, Jakarta: PT Bumi Angkasa,
2012.
62
Tamin, Ofyar Z. 1997.143. Permasalahan Transportasi, Perencanan
Transportasi.
Tim Statistik Elementer.2007:1
Teguh Imanto, “Proses visualisasi modifikasi motor”, inosains, 2 (Agustus,2014),
hal 9