0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan76 halaman

Dampak Motor Modifikasi pada Pendapatan Petani

Skripsi ini membahas pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi) terhadap tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik petani dan pengaruh penggunaan motor modifikasi terhadap pendapatan. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner sebanyak 160 responden. Hasil analisis menunjukkan karakteristik dominan berusia 31-40 tahun,

Diunggah oleh

Dian Mardia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan76 halaman

Dampak Motor Modifikasi pada Pendapatan Petani

Skripsi ini membahas pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi) terhadap tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik petani dan pengaruh penggunaan motor modifikasi terhadap pendapatan. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner sebanyak 160 responden. Hasil analisis menunjukkan karakteristik dominan berusia 31-40 tahun,

Diunggah oleh

Dian Mardia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN MOTOR MODIFIKASI (TASSI)


TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI DI DESA
WATANG KASSA KECAMATAN BATULAPPA KABUPATEN
PINRANG

HALAMAN JUDUL

PUTRI SHOLEHA
217 190 002

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2021
HALAMAN PERSETUJUAN

PENGARUH PENGGUNAAN MOTOR MODIFIKASI (TASSI)


TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI DI DESA WATANG
KASSA KECAMATAN BATULAPPA KABUPATEN PINRANG

PUTRI SHOLEHA
217 190 002

Telah diperiksa dan disetujui untuk mengikuti seminar Ujian Tutup

Parepare, 04 Agustus 2021


Komisi pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. H. Hakzah, S.T., M.T Imam Fadly, S.T., M.T.


NBM. 938 317 NBM. 1085 861

Mengetahui
Ketua Program Studi

Mustakim, S.T,. MT.


NBM. 1034 728
LEMBAR ASISTENSI

NAMA : PUTRI SHOLEHA

NIM : 217190002

JUDUL :PENGARUH PENGGUNAAN MOTOR MODIFIKASI


(TASSI) TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI
DI DESA WATANG KASSA KECAMATAN
BATULAPPAN KABUPATEN PINRANG

PEMBIMBING I : Dr. H. HAKZAH, S.T., M,T

PEMBIMBING II : IMAM FADLY, S.T., M.T

No Hari / Tanggal Uraian dan Saran Paraf


PRAKATA

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi rabbil’alamiin. segala puji dan syukur kita panjatkan

kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, atas ridho dan rahmat-Nya yang dilimpahkan

kepada aktifitas keseharian kita sehingga penulis dapat menyelsaikan skripsi

dengan judul “Pengaruh Penggunaan Motor Modifikasi (TASSI) Terhadap Tingkat

Pendapatan Petani Di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten

Pinrang” yang dimana skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk

menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S1) di Universitas Muhammadiyah Parepare.

Penulis menyadari banyaknya kendala dan hambatan yang dihadapi dalam

proses penyelesaian skripsi ini. Adapun penyusunan skripsi ini tidak akan selesai

tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis

ingin mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan dan penghargaan

setinggi-tingginya kepada: Teristimewa keluarga tercinta, Ibunda Nur Cahaya,

dan Ayahanda Erdianto yang senantiasa meridhoi serta memberikan dukungan

spiritual dan materi sehingga menjadi kekuatan sampai hari ini untuk terus

berproses dalam memaksimalkan segala potensi yang penulis miliki. Bapak

Muhammad Basri, S.T.,M.T selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas

Muhammadiyah Parepare. Bapak Mustakim, S.T.,M.T selaku Ketua Program

Studi Teknik Sipil yang senantiasa memberi petunjuk dan motivasi dalam

penyelesaian studi ini. Bapak Dr. H. Hakzah, S.T., M.T dan Bapak Imam Fadly,

S.T., M.T selaku Pembimbing I (satu) dan Pembimbing II (dua) yang telah

meluangkan waktu dan kesempatan untuk memberikan bimbingan, saran serta


motivasi. Para dosen Program Studi Teknik Sipil yang telah banyak membantu

dalam menyelesaikan skripsi ini, dan senantiasa ikhlas dan bijaksana dalam

mengajari serta mendistribusikan ilmunya kepada penulis. Serta Teman-teman dan

seluruh civitas akademik Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah

Parepare terkhusus buat rekan seangkatan 2017 khususnya kelas Sipil A atas

kebersamaannya selama ini dalam suka maupun duka. Dan Seluruh pihak yang

telah banyak membantu dan bersedia mendampingi penulis untuk memberikan

dorongan dan semangat serta bantuan yang tak ternilai selama ini.

Penulis menyadari penyusuan skripsi ini tidak luput dari berbagai

kekurangan. Penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan dan

perbaikan sehingga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan bisa dikembangkan

lebih lanjut lagi.

Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf apabila

dalam penulisan ini terdapat kekeliruan dan kesalahan serta kekhilafan yang

semua itu diluar dari ketidaksengajaan penulis.

Parepare, 04 Agustus 2021

Penulis

Putri Sholeha
NIM. 217 190 002
“ Jadikan Akhirat di Hatimu Dunia di Tanganmu dan Kematian di Pelupuk
Matamu ."
ABSTRAK

PUTRI SHOLEHA, Pengaruh penggunaan motor modifikasi (TASSI) terhadap


tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa
Kabupaten Pinrang. (Dibimbing oleh [Link] dan Imam Fadly).
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik masyarakat petani
di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang (2) mengetahui
pengaruh penggunaan motor modifikasi (TASSI) terhadap tingkat pendapatan
petani dengan analisis SPSS.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan cara
membagikan kuesioner sebanyak 160 kepada masyarakat petani di daerah Watang
Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.
Penelitian ini menggunakan analisis data dengan menggunakan statistik
deskriptif digunakan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi
penggunaan motor modifikasi (TASSI) terhadap tingkat pendapatan petani dengan
menggunakan program Statistic Package For The Social Sciens.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik yang lebih dominan dari setiap
variabel yaitu berusia 31-40 tahun dengan persentase 31,3%, jenis kelamin laki –
laki dengan persentase sebanyak 91,9%, dengan luas lahan >1 Ha dengan
persentase sebanyak 70,6%, dan kepemilikan lahan milik sendiri dengan
persentase sebanyak 82,5%. Hasil analisis data dengan menggunakan uji regresi
linear berganda menunjukkan faktor yang sangat mempengaruhi penggunaan
motor modifikasi (TASSI) terhadap tingkat pendapatan petani yaitu tarif/biaya.

Kata kunci : Motor modifikasi (TASSI). Karakteristik, SPSS.


ABSTRACT

PUTRI SHOLEHA, The effect of using a modified motorbike (TASSI) on the


income level of farmers in Watang Kassa Village, Batulappa District, Pinrang
Regency. (Supervised by [Link] and Imam Fadly).
This study aims to (1) determine the characteristics of the farmer community
in Watang Kassa Village, Batulappa District, Pinrang Regency (2) to determine
the effect of using a modified motorbike (TASSI) on the income level of farmers
using SPSS analysis.
This research was conducted using a survey method by distributing 160
questionnaires to farming communities in the Watang Kassa area, Batulappa
District, Pinrang Regency.
This study uses data analysis using descriptive statistics to determine what
factors influence the use of modified motorbikes (TASSI) on the income level of
farmers by using the Statistical Package for The Social Sciens program.
The results showed the more dominant characteristics of each variable, namely
31-40 years old with a percentage of 31.3%, male gender with a percentage of
91.9%, with a land area> 1 Ha with a percentage of 70.6%, and own land
ownership with a percentage of 82.5%. The results of data analysis using multiple
linear regression tests show that the factors that greatly influence the use of
modified motors (TASSI) on the level of farmer income are tariffs / fees.

Key words: Motor modification (TASSI). Characteristics, SPSS.


DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PERSETUJUAN ii

LEMBAR ASISTENSI iii

PRAKATA iv

DAFTAR ISI ix

DAFTAR TABEL xi

DAFTAR GAMBAR xii

DAFTAR SINGKATAN xiii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 2

C. Tujuan Penelitian 3

D. Batasan Masalah 3

E. Manfaat Penelitian 3

F. Sistematika Penulisan4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5

A. Pengertian Transportasi 5

B. Fungsi dan Manfaat Transportasi 7

C. Transportasi Pedesaan 8

D. Peran Transportasi Terhadap Aksebilitas Wilayah Pedesaan 9

E. Modifikasi Motor 11
F. Pengaruh Motor Modifikasi 11

G. Software SPSS 14

H. Validitas 16

I. Realibilitas 17

J. Analisi Regresi Linear Berganda 18

K. Peneliti Terdahulu 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 23

A. Lokasi dan Waktu Penelitian 23

B. Teknik Pengumpulan Data 23

C. Penentuan Populasi dan Sampel 25

D. Teknik Analisis Data 26

E. Bagan Aliran Penelitian 29

BAB IV HASIL PENELITIAN 30

A. Karakteristik Responden 30

B. Hasil Analisis Data dengan Menggunakan SPSS 33

BAB V PENUTUP 58

A. Kesimpulan 58

B. Saran 59

DAFTAR PUSTAKA 60
DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas 32

Tabel 4.2 Realibility Statistic 33

Tabel 4.3 Cronbec's Alpha 33

Tabel 4.4 Correlations 34

Tabel 4.5 Model Summary 38

Tabel 4.6 Derajat Hubungan 38

Tabel 4.7 Variables Entered/Removed 39

Tabel 4.8 Hasil Uji Koefisien Determinasi 40

Tabel 4.9 Hasil Uji Regresi Linear Berganda 41

Tabel 4.10 Hasil Uji F (Simultan) 51

Tabel 4.11 Hasil Uji T (Parsial) 52


DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman

Gambar 3.1 Bagan Aliran Penelitian 27

Gambar 4.1 Grafik Karakteristik Umur Responden 28

Gambar 4.2 Grafik Karakteristik Jenis Kelamin Responden 29

Gambar 4.3 Grafik Karakteristik Luas Lahan Responden 30

Gambar 4.4 Grafik Karakteristik Kepemilikan Lahan Responden 31

Gambar 4.5 Grafik Histogram 54

Gambar 4.6 Grafik Regression 54


DAFTAR SINGKATAN

Lambang/singkatan Arti dan keterangan

Km Kilometer

m Meter

% Persen

SPSS Statistical Product and Service Solutions

X Variabel bebas

Y Variabel terikat

R2 Koefisien determinasi

sig Signifikan

N Sampel

X1 Volume produksi

X2 Biaya operasional

X3 Kondisi lahan

X4 Waktu tempuh

X5 Kecepatan

Y Kesejahteraan

SMP Sekolah menegah pertama

MTs Madrasah tsanawiyah

SMA Sekolah menegah atas


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah transportasi atau perhubungan merupakan masalah yang selalu di

hadapi oleh negara-negara yang telah maju maupun negara-negara yang sedang

berkembang seperti Indonesia. Permasalahan transportasi yang sudah ada sejak

dulu (sejak tahun 1960-an) tingkat kualitas yang jauh lebih parah dan kualitas

yang lebih besar. (Ofyar [Link], 1997.143)

Salah satu faktor penghambat yang sering terjadi adalah karena pada

umunya jalan di desa merupakan jalan lokal ketika terjadi hujan akan menjadi

jalan berlumpur dan licin sehingga terkadang tidak bisa dilalui sehingga dapat

menyebabkan terlambatnya hasil produksi pertanian sampai ke tempat pemasaran.

Di desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa Kabupatrn Pinrang memiliki

potensi sumber daya alam yang alam yang harus dikelola secara baik, terutama

hasil pertanian yaitu pangan. Namum dengan demikian terdapat juga tanaman

seperti jagung, cokelat, buah-buahan, kacang tanah, sayur, dan lain-lain. Mata

pencaharian masyarakat di daerah ini sebagian besar merupakan petani, namun

dengan demikian karena kondisi jalan tanah yang sulit dilalui kendaraan dan jarak

tempuh yang jauh berdampak pada kelancaran aktivitas dalam pengangkutan hasil

pertanian ke tempat tujuan. Dengan mengingat mata pencaharian penduduk pada

dasarnya petani maka dengan transportasi yang lancar akan berdampak pada

aktivitas yang dilakukan masyarakat sehingga kendaraan roda dua merupakan


2

salah satu sarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh penduduk

setempat sehingga masyarakat di daerah ini membuat inovasi baru dengan

memodifikasi alat transportasi motor (tassi) sebagai alat pengangkut hasil

pertanian.

Di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang motor

modifikasi (tassi) dapat membantu lancarnya kegiatan produksi khususnya hasil

pertanian, disamping keunggulan dalam kemampuan membantu pergerakan arus

barang juga memberikan pengurangan waktu tempu sehingga memberikan

dampak terhadap penduduk yang dapat meningkatkan pendapatan dan

menumbuhkan kegiatan ekonomi.

Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengetahui pengaruh tingkat

pendapatan yang dipengaruhi oleh penggunaan motor modifikasi (tassi) dalam

pengangkutan hasil pertanian.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana karakteristik masyarakat petani di Desa Watang Kassa,

Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang ?

2. Bagaimana pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi) terhadap

tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan

Batulappa, Kabupaten Pinrang?


3

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui karakteristik masyarakat petani di Desa Watang

Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi)

terhadap tingkat pendapatan petani dengan analisi SPSS.

D. Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat terarah dan sesuai dengan tujuan, maka

diperlukan pembatasan masalah, yaitu sebagai berikut :

1. Lokasi penelitian utama yang ditinjau adalah masyarakat petani di

Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

2. Permasalahan ini dibatasi pada peningkatan pendapatan masyarakat.

3. Data yang digunakan dalam penelitian adalah hasil survey kuesioner

dari responden.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah untuk menambah wawasan dan

pengetahuan serta dapat memberikan manfaat dalam perencanaan transporatasi

pedesaan dan juga merupakan salah satu syarat kelulusan Progranm Strata Satu

(S1) Jurusan Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Parepare.


4

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan menyampaikan penguraian atau gambaran singkat

tentang penjelasan masing-masing bab, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang menyangkut tentang

penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tahapan dan metode penelitian mengenai perkerasan

kaku (rigid pavement) menggunakan limbah beton sebagai material

perbaikan jalan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas secara keseluruhan tentang hasil penelitian yang

dilakukan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari keseluruhan penulisan

berdasarkan dari analisa hasil.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Transportasi

Dalam meningkatkan ekonomi suatu daerah atau wilayah disamping

potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat diperlukan pola

keberadaan sarana dan prasarana yang mampu menggerakkan roda perekonomian.

Prasarana dan sarana yang tidak memadai sangat sulit untuk mengembangkan

daerah yang bersangkutan karena peran serta yang dimiliki oleh prasarana dan

sarana maka perlu aktivitas ekonomi yang terjadi pada suatu daerah di masa

sekarang maupun dimasa akan datang. Pada prinsipnya prasarana dan sarana harus

dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang dialami oleh daerah atau

wilayah terdebut. (Nur Nasution).

Tranportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang

keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian

masyarakat tak terkecuali di daerah pedesaan. Sistem transportasi yang ada

dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan sumber

daya lainnya yang dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi daerah

pedesaan. Dengan adanya transportasi harapannya dapat menghilangkan isolasi

dan memberi stimulasi ke arah perkembangan di semmua bidang kehidupan, baik

perdagangan, industri maupun sektor lainnya di daerah pedesaan.

Transportasi merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal

ke tempat tujuan. Proses pengangkutan merupakan gerakan dari tempat asal,


6

kegiatan angkutan dimulai, ke tempat tujuan, kemana kegiatan pengangkutan

diakhiri. Dalam hubungan ini terlihat bahwa unsur-unsur pengangkutan meliputi

ada muatan yang diangkut, tersedia kendaraan sebagai alat angkutnya, ada jalanan

yang dapat dilalui, ada terminal asal dan terminal tujuan, sumber daya manuasia

dan organisasi atan manajemen yang menggerakkan kegiatan transportasi tersebut.

Transportasi berarti mengangkut atau membawa (sesuatu) kesebelahan lain

atau dari suatu tempat ke tempat yang lainnya. Dengan demikian, transportasi

dapat diberi definisi sebagai usaha dan kegiatan mengangkut atau membawa

barang dan atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Usaha transportasi ini, bukan hanya berupa gerakan barang dan orang dari

suatu tempat ke tempay lain dengan cara dan kondisi yang statis tanpa perubahan,

tetapi transportasi selalu diusahakan perbaikan dan kemajuannya sesuai dengan

perkembangan peradaban teknologi. Dengan demikian, transportasi selalu

diusahakan perbaikan dan peningkatannya, sehingga akan tercapai efisiennya

yang lebih baik.

Transportasi bukan hanya penting di perkotaan, tetapi juga di daerah

pedesaan atau antar keduanya. Sarana transportasi dibutuhkan guna

menghubungkan kota dengan desa atau sebaliknya kota dengan desa.

Perbedaannya adalah terletak pada intensitas, manajemen atau pengaturan dan

kebutuhan fasilitas.
7

B. Fungsi dan Manfaat Transportasi

Transportasi berfungsi sebagai faktor penunjang dan perangsang

pembangunan dan pemberi jasa bagi perkembangan ekonomi. Kegiatan-kegiatan

ekonomi dapat berjalan jika jasa transportasi terus tersedia dalam menunjang

kegiatan ekonomi tersebut peranan transportasi bukan hanya untuk melancarkan

arus barang dan mobilitas manusia. Transportasi juga membantu tercapainya

pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara merata dan terjangkau oleh daya

beli masyarakat. (Nur Nasution, manajemen transportasi cet. 1, Jkarta:ghalia

Indonesia).

Transportasi sangat penting di daerah-daerah pedesaan, di negara-negara

yang sangat berkembang, karena menyediakan akses bagi masyarakat desa yang

memenuhi kebutuhan dan jasa sehari-hari, serta meningkatkan kehidupan sosial

ekonomi. Akses terhadap informasi, pasar dan jasa masyarakat dan likasi tertentu,

serta peluang-peluang baru kesemuanya merupakan kebutuhan yang penting

dalam proses pembangunan.

Transportasi atau aktivis bisnis dan perkembangan wilayah saling

mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Kemajuan suatu daerha membutuhkan

transportasi. Fungsi lain dari transportasi dapat sebagai pembuka isolasi daerah,

disamping sebagai perangsang pembangunan, sarana komunikasi, alat pemersatu

budaya, eknonomi dan politik, serta yang lainnya.

Transportsasi bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mencapai tujuan.

Sementara itu, kegiatan masyarakat sehari-hari bersangkut-paut dengan produksi

barang dan jasa untuk mencukupi kebutuhan yang beraneka ragam. Oleh karena
8

itu, manfaat pengangkutan dapat dilihat dari berbagai segi kehidupan masyarakat

diantaranya yaitu manfaat ekonomi, sosial, politik dan kewilayahan.

Transportasi mempunyai karaktersitik dan atribut yang menunjukkan arti

dan fungsi spesifikasinya. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan

manusia dengan tata guna lahan. Sebagai faktor integrasi dan kordinasi pada

masyarakat industri, tansportasi terlibat dalam pemidahan barang. Barang

mempunyai nilai rendah jika tidak mempunyai utilitas ruang (tempat) dan utilitas

waktu. Dalam ukuran ekonomi, berarti bahwa tersedianya barang ditempat

tertentu pada waktu sesuai dengan kapan dimana barang itu diperlukan. Kondisi

yang sama untuk manusia, dimana transportasi dapat digunakan untuk mencapai

tempat dan waktu tertentu sesuai kebtuhan manusia tersebut.

Fungsi transportasi sebagai promotor perubahan dan bukan sebagai

inisiator perubahan. Hal ini berarti kelancaran transportasi akan mengundang

sektor-sektor lain untuk berkembang terutama sektor pertanian dan sosial

ekonomi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah

pedesaan.

C. Transportasi Pedesaan

Transportasi pedesaan merupakan transportasi yang menghubungkan

sentra-sentra produksi dan berfungsi untuk memperlancar (daya jangkau)

masyarakat pedesaan di dalam melaksanakan kegiatan serta menyalurkan

informasi dan segala jasa di pedesaan.


9

Efektifitas tiap kebijakan pembangunan regional tergantung pada

bagaimana yang bersangkutan menyempurnkanan organisasi sosio-ekonominya

sebagai pusat pelayanan bagi penduduk pedesaan. Adapun kaitannya dengan

produksi pertanian pusat pelayanan kecil melaksankan tiga fungsi yaitu:

1. Bertindak sebagai suatu pasar lokal atau titik akumulasi hasil pertanian

lokal untuk konsumsi daerah.

2. Bertindak sebagai pusat koleksi hasil-hasil untuk tujuan ekspor,

sebagai mata rantai pengiriman dari daerah pertanian ke konsumen

keluar daerah.

3. Menyediakan masukan pertanian atau jasa lainnya yang mendorong

penduduk desa untuk memperkenalkan perubahan-perubahan

teknologi dalam produksi.

Sarana transportasi dan komunikasi menetukankeadaan seluruh interaksi.

Sangat sedikit pertukaran barang dapat terjadi tanpa komunikasi antar manusia,

dalam hal ini penekanannya diletakkan pada transportasi. Perbaikan kondisi

sarana transportasi dan digunakan sarana kendaraan memberkan manfaat kepada

produksi pertanian yang semula daerah pemasarannya sangat atau terbatas

menjadi lebih luas.

D. Peran Transportasi Terhadap Aksebilitas Wilayah Pedesaan

Perkembangan sistem transportasi yang ada dewasa ini masih jauh

dari yang diharapkan. Apabila diperhatikan ternyata masih banyak


10

ketimpangan yang terjadi khususnya dalam sistem transportasi pedesaan

dan perkotaan.

Transportasi sangat menguntungkan bagi kehidupan masunia, baik

keuntungan secara langsung yaitu penduduk dengan mudah mendapat

pelayanan dari fasilitas-fasilitas yang disediakan di tempati lain sehingga

kebtuhannya terpenuhi. Keuntungann secara tidak langsung yaitu

penduduk dapat menghemat biaya dan waktu karena dengan

menggunakan moda transportasi maka perkerjaan akan lebih cepat

terselesaikan. Dari sisi ekonomi transportasi dapat meningkatkan efisiensi

dan menghemat waktu serta biaya.

Transportadi dapat menjadi fasiliator bagi suatu daerah utnuk maju

dan berkembang karena transportasi meningkatkan aksebilitas suatu

daerah. Aksebilitas sering dikaitkan dengan letak strategis suatu tempat

yang merupakan faktor penentu untuk kegiatan ekonomi. Apabila suatu

daerah mempunyai aksebilitas yang baik maka akan merangsang

investasi.

Transportasi sering dikaitkan dengan aksebilitas suatu wilayah.

Dalam pembangunan pedesaan keberadaan prasarana dan sarana

transportasi tidak dapat diabaikan dalam suatu rangkaian program

pembangunan. Terjadinya proses produksi yang efisien, selalu didukung

oleh sistem transportasi yang baik, investasu dan teknologi yang memadai

sehingga terciptanya pasar dan nilai.


11

E. Modifikasi Motor

Modifikasi motor merupakan gabungan dua kata yang terdiri dari

“modifikasi” yang berarti ubah, pengubahan, dan perubahan dan kata motor yang

berarti mesin yang menjadi tenaga penggerak, atau sepeda yang digerakkan oleh

mesin sehingga dapat berjalan dengan dikendarai seseorang. (Teguh Imanto,

“Proses visualisasi modifikasi motor”, inosains, 2 (Agustus,2014), hal 95).

Apabila dua kata modifikasi dan motor digabungkan maka menimbulkan

makna yang baru yaitu pengubahan kendaraan bermotor. Makna dari pengubahan

kendaraan bermotor yaitu sepeda motor standar pabrikan dirubah menjadi bentuk

baru dengan melakukan inovasi pada bagian tertentu sesuai dengan desain atau

konsep perancangnya atau pemodifnya (Teguh Imanto, “Poses visualisasi

modifikasi motor”, inosains, 2 (Agustus,2014), hal 95).

Menurut wawan Stiawan dalam bukunya teknis praktis merawat dan

mereparasi motor, menjelaskan tentang modifikasi motor adalah mengubah motor

dari bentuk standar pabrikan menjadi bentuk baru namun dalam perubahan

tersebut tanpa mengubah kenyamanan dalam berkendara.

Menurut undang-undang adalah perubahan terhadap spesifikasi teknis

dimensi, mesin, atau kemampuan daya angkut kendaraan bermotor. ( Peraturan

Pemerintah Republik Indonesia No. 55 Tahun 2012 tentang kendaraan pasal 1).

F. Pengaruh Motor Modifikasi

Transportasi sangat penting di daerah-daerah pedesaan, di negara-

negara yang sedang berkembang, karena menyediakan akses bagi


12

masyarakat desa yang memenuhi kebutuhan dan jasa sehari-hari, serta

meningkatkan kehidupan sosial ekonomi. Akses terhadap kinerja

(jarak,waktu tempuh,kecepatan), tarif/biaya, volume produksi, kepuasan

(kemampuan, tingkat pelayanan).

1. Kinerja

Kinerja transportasi adalah kemampuan atau potensi suatu sistem

transportasi (sarana atau prasarana) untuk melayani kebutuhan

pergerakan pada suatu daerah, baik berupa transportasi barang

maupun transportasi orang. Dalam hal ini kinerja transportasi

modifikasi (tassi) meliputi:

a) Kecepatan

Kecepatan merupakan salah satu dari tiga komponen utama dari

arus lalu lintas yang meliputi kepadatan dan volume kecepatan

merupakan indikator kinerja lalu lintas, selain indikator kecepatan

ada indikator hambatan. Kecepatan dan hambatan perlu dianalisis

untuk mengetahui kinerja dan permasalahan lalu lintas. Kecepatan

merupakan parameter yang penting dalam redigsin jalan dan

sebagai informasi mengenai kondisi perjalanan.

Rumus menentukan kecepatan

(1)

Rumus menetukan jarak


13

(2)

Dimana :

V = kecepatan (km/jam, m/menit)

S = jarak (m, km)

t = waktu (jam, menit)

b) Waktu tempuh

Lamanya waktu yang terpakai dalam perjalanan untuk menempuh

suatu jarak tertentu.

Rumus menentukan waktu

(3)

Dimana :

V = kecepatan (km/jam, m/menit)

S = jarak (m, km)

t = waktu (jam, menit)

2. Volume produksi

Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah perhitungan seberapa

banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu jarak.

3. Biaya operasional
14

Semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk proses produksi,

yang dinyatakan dengan uang menurut harga pasar yang berlaku,

baik itu sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

4. Kepuasan

Suatu keadaan yang dirasakan konsumen setelah dia mengalami

suatu kinerja (hasil) yang telah memenuhi berbagai harapannya. Pada

kesempatan ini kepuasan motor modifikasi (tassi) meliputi

kemampuan motor modifikasi (tassi) dan tingkat pelayanan.

G. Software SPSS

SPSS yang merupakan kepanjangan dari Statitical Product and

Service Solution merupakan salah satu dari bebrapa program aplikasi

komputer untuk menganalisis data statistic. (Tim Statistik

Elementer.2007:1)

SPSS (Statistic Product and Service Solution) merupakan salah

salah satu dari program aplikasi komputer untuk menganalisis data

statistik. Di bawah operasi windows, SPSS menawarkan banyak

kemudahan dalam pengoperasiannya, antara lain pada menu pull down

dengan dialog Box interface, pembaca banyak dimanjakan dalam

merekam data (data entry). Memberikan perintah, dan subperintah

analisis, serta menyajikan hasil analisis. (Tim Statistika Elementer.

2007:1-2)
15

Software SPSS membantu pengurutan data kecil ke besar ataupun

sebaliknya sehingga pengamat bisa secara cepat mendapatkan nilai data

terkecil dan terbesar. Selain itu, pengguna software PSS dapat melihat

median sebagai urutan pusat data dan rentangan sebagai ukuran

penyebaran data. Penyajian tersebut tentu memudahkan perhitungan

pusat dan sebaran data, mengetahui distribusi data simetris atau tidak.

(Tim Statistik Elementer.2007:1)

Melakukan perhitungan dan analisis data seperti ini jika dilakukan

secara manual memerlukan waktu dan biaya yang besar. Dengan adanya

software SPSS, banyak kemudahan yang dapat lebih cepat, tepat, dan

efisien. SPSS digunakan oleh peneliti pasar, peneliti kesehatan,

perusahaan, survei, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi

pemasaran, dan sebagainya.

1. Statistik deskriptif tabulasi silang, frekuensi, deskripsi, penelusuran,

statistik deskripsi rasio.

2. Statistik bivariat rata-rata, t-test, anova, korelasi (bivariat, parsial,

jarak), nonparametric tests

3. Prediksi hasil numerik regresi linear

4. Prediksi untuk mengidentifikasi kelompok meliputu analisis cluster

(two-step, k-means, hierarkies) disikriminan

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan

datasecara langsung ke dalam SPSS data editor. Bagaimana struktur dari

file data mentahnya, maka data dalam data editor SPSS harus dibentuk
16

dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variabels). Case berisi infoermasi

untuk satu unit analisis, sedangkan variabel adalah informasi yang

dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS output navigator.

Kebanyakan prosedur base system menghasilkan pivot tables, dimana

kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS.

Untuk memperbaiki output, maka kita dapat memperbaiki output sesuai

dengan kebutuhan.

H. Validitas

Validitas atau kesahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu

alat ukur mampu mengukur apa yang diukur. Validitas digunakan untuk

mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner

dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk

mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Dalam suatu penelitian yang bersifat deksriptif yang melibatkan

variabel/konsep yang tidak bisa diukur secara langsung, masalah validitas

tidak sederhana, didalamnya juga menyangkut penjabaran konsep dan

tingkat teoritis sampai empiris (indikator).

1. Validitas konstruk

Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep, validitas konsep adalah

validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam

mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Menurut Jack R.


17

Fraenkel validasi konstruk (penentu validitas konstruk) merupakan

yang terluas cakupannya dibandingkan dengan validasi lainnya,

karena melibatkan banyak prosedur termasuk validaso dan validasi

kriteria.

Setelah membuat kuesioner (instrumen penelitian) langkah

selanjutnya menguji apakah kuesioner yang dibuat telah valid atau

tidak. Ada beberapa kriteria yang digunakan yaitu:

a) Jika koefisien korelasi product momen melebihi 0,3 (azwar, 1992.

Soegiyono, 1990)

b) Jika koefisien korelasi product momen >- r-tabel (ɑ ; n-2) n = jumlah

sampel

c) Nilai sig ͟< ɑ

I. Realibilitas

Relabilitas adalah untuk mengukur suatu yang merupakan indikator

dari variabel suatu kuesioner. Dinyatakan reliabel/ handal jika jawaban

seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke

waktu (Ghozali, 2006:41).

Pengukuran relabilitas dapat dilakukan dengan one shot/pengukuran

sekali saja, dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pernyataan lain

atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Uji realiblitas alat ukur

dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal,

pengujian dapat dilakukan ters-retest, equivalent, dan gabungan keduaya.


18

Secara internal, realibilitas alat ukur dapat diuji dengan menganalisis

konsisten butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu,

menurut Kaplan dan Saccuzo (1993).

Ada bebrapaa teknik yang dapat digunakan untuk mengukur

realibilitas suatu instrumen penelitian, tergantung dari skala yang

digunakan, dan yang digunakan oleh penelti saat ini sesuai dengan

karakteristik pengukuran realibilitas alpha cronbach dan spearman brown.

Teknik alpha croncbach untuk menentukan apakah suatu instrumen

penelitian reabel atau tidak, bila jawaban yang diberikan responden

berbentuk skala seperti 1-3 dan 1-5 serta 1-7 atau jawaban responden

yang menginterpresentasikan penilaian sikap.

Misalnya responden memberikan jawaban sebagai berikut :

a. Sangat Setuju (SS)

b. Setuju (S)

c. Cukup setuju (CS)

d. Tidak Setuju (TS)

e. Sangat Tidak Setuju (STS)

J. Analisi Regresi Linear Berganda

Adalah suatu analisis untuk mengetahui besarnya pengaruh antara

indevendent variable dengan dependent variable secara serentak,

dirumuskan sebagai berikut (Djarwanto dan Subagyo dalam Sunyoto,

2014)
19

(4)

Dimana:

Y = Tingkat Pendapatan (petani)

X1 = Kinerja (jarak,waktu tempuh, kecepatan,volume produksi)

X2 = Tarif/Biaya

X3 = Tingkat Kepuasan (kemampuan dan tingkat pelayanan)

1. Uji F (Pengujian secara serempak)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel

independen terhadao variabel dependen secara bersama. (Sunyoto,

2014). Apabila uji signifikan di atas 0,05 maka variabel bebas (variabel

X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (variabel Y),

sedangkan jika di bawah 0,05 maka variabel bebas (variabel X)

berpengaruh signifkan terhadap variabel terikat (variabel Y).

2. Uji T

Uji T digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau

pengaruh yang berarti (signifikan) antara variabel independen secara

parsial terhadap variabel dependen (Sunyoto, 2014). Apabila uji t

signifikan di bawah 0,05 maka dapat dikatakan signifikan, yaitu

terdapat pengaruh antara variabel independen yang diteliti dengan

variabel dependen. Sebaliknya jika di atas 0,05, maka dapat dikatakan

tidak signifikan.
20

K. Peneliti Terdahulu

Berdasarkan hasil yang didapat dari peneliti sebelumnya adalah

sebagai berikut:

1. Sama’ani Intakoris, Sugiono Soetomo “Perkembangan wilayah

pegunungan oleh pengaruh penggunaan sepeda motor”.

a) Tamin (2003) menyebutkan bahwa sistem transportasi terdiri dari

beberapa sistem mikro yaitu : (1) sistem kegiatan, (2) sistem

jaringan prasarana transportasi. (3) sistem pergerakan lalu lintas,

dan (4) sistem kelembagaan.

b) Donges (1999) lebih mengaitkan antara aksebilitas masyarakat di

pedesaan dan aspek ketenagakerjaan.

c) Butto (1966) dan La Ode (2004) mengatakan bahwa transportasi

sangat ber[engaruh positif pada pembangunan secara langsung

dengan pembangunan sektor transportasi.

2. Peranan transportasi perdesaan terhadap pembangunan pertanian di

Kecamatan Bulukumba Kabupaten Bulukumba. Oleh Nurfaina Syarif

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, 2010.

a) Sri Rum Giyarsih menyatakan transportasi merupakan sarana yang

sangat penting dalam mendukung kegiatan perekonomian

masyarakat tak terkecuali di daerah perdesaan.


21

b) Nur Nasution menyatakan trasnportasi berfungsi sebagai faktor

penunjang dan perangsang pembangunan dan pemberi jasa bagi

perkembangan ekonomi.

3. Arifin Asri, Lawalenna Samang, Nur Ali, dan Isran Ramli “Karakteristik

biaya operasi kendaraan sepeda motor di kota makassar”.

Studi ini menggunakan data-data hasil survei yang dilakukan oleh

Laboratorium Rekayasa Transportasi Jurusan Teknik Sipil Universitas

Hasanuddin yang bekerjasama dengan Masyarakat Transportasi

Indonesia (MTI) Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada bulan Janari

2007. Data-data yang diperoleh dari survei selanjutnya diekstraksi

dalam bentuk tabulasi sesuai dengan jenis-jenis biaya operasi

kendaraan sepeda motor, sepeerti pemakaian bahan bakar minyak

(BBM), lama pemakaian ban, biaya penggantian oli, dan lain-lain.


22
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Watang Kassa Kecamatan Batulappa

Kabupaten Pinrang. Waktu yang dipergunakan untuk penelitian ini dilaksanakan

pada bulan November – Desember 2020.

B. Teknik Pengumpulan Data

1. Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh dari survey secara langsung di

lapangan melalui kegiatan observasi, wawancara dan kuesioner. Adapun

teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a) Ovservasi

Observasi adalah suatu studi yang dilakukan oleh peneliti di

lapangan secara sistematis melalui penglihatan atau pengamatan

terhadap permasalahan yang terjadi saat itu. Dalam metode ini

dilakukan secara langsung untuk memperoleh data di lokasi

penelitian, dimana peneliti menggunakan seluruh indra yang ada

dan alat atau media untuk mempermudah pengambilan data untuk

menganalisis pengaruh penggunaan motor modifikasi (tassi)

terhadap tingkat pendapatan petani di Desa Watang Kassa,


24

Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang, menganalisis biaya

operasi kendaraan motor modifikasi (tassi), serta karakteristik petani

dan operator motor modifikasi (tassi).

b) Wawancara

Teknik wawancara adalah memperoleh keterangan dengan cara

tanya jawab kepada petani dan pengguna motor modifikasi (tassi) di

Desa Watang Kaasa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang

untuk mendapatkan informasi atau data yang tidak diperoleh dalam

bentuk dokumen sehingga dengan metode wawancara ini akan

melengkapi data yang masih kurang.

c) Kuesioner (angket)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan

tertulis kepada responden untuk di jawabnya (Sugiyono, 2013: 199).

Kuesioner ini didisebarkan kepada masyarakat petani dan kepada

operator motor modifikasi (tassi) di Desa Watang Kassa Kecamatan

Batulappa Kabupaten Pinrang.

2. Data sekunder

Data sekunder sebagai penunjang yang diperoleh dari tulisan seperti

buku-buku teori, buku laporan, peraturan-peraturan, dan dokumen baik

yang berasal dari instansi terkait maupun hasil kajian literatur berupa

gambaran pada daerah studi.


25

C. Penentuan Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian

(Bungin,2005:99). Populasi adalah keseluruhan individu dalam ruang

lingkup yang akan diteliti.

Sehingga populasi dalam penelitian ini sebanyak 266 dimana di peroleh

dari banyaknya jumlah Kartu Keluarga masyarakat di Desa Watang

Kassa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang yang terdaftar di

Badan Pusat Statistik.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti dan

dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran dari populasi. Sampel

adalah sejumlah anggota yang dipilih/diambil dari suatu populasi

besarnya sampel ditentukan oleh banyaknya data atau observasi dalam

sampel itu. (Arif Tirto, Dasar-Dasar Statistika(cet.7:Makassar:State

University Of Makassar Pressss,1999), [Link] penelitian ini, teknik

penarikan sampel dengan menggunakan rumus Slovin dengan

signifikan 5% berikut rumusnya:

(5)

Dimana:
26

n = Jumlah populasi yang digunakan

N = Jumlah populasi

e = Presentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan

sampel yang masih bisa ditolerir 5%.

Jadi jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak

160 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian

ini adalah Convenience Sampling Method yaitu pengambilan anggota

sampel dari populasi dilakukan berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja

yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel,


27

bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber

data. Pengambilan sampel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh

penggunaan motor modifikasi (tassi) terhadap tingkat pendapatan petani.

D. Teknik Analisis Data

Moleong (Giri Harto Wiratomo, 2007:57) menyatakan bahawa yang

dimaksud analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data

kedalam pola, kategori satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan

dirumuskan hipotesis kerja seperti yang dirumuskan data.

Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif

menggunakan program SPSS. Analisis kuantitatif yaitu analisis yang

menggunakan perhitungan atau metode statistik untuk mengolah data yang

diperoleh (Umar dalam Sunyoto,2014).

Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan regresi

linear berganda, dimana analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk

mengukur pengahruh lebih dari satu varoabel bebas terhadap variabel terikat.

Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik,

data yang telah terkumpul akan di analisis regresi linear berganda dengan bantuan

aplikasi program SPSS (Statistic Product and Servise Solution) for windows

version 24.

Teknik analisis ini digunakan untuk mengehatui pengaruh kinerja,

tarif/biaya,volume produksi,tingkat kepuasan terhadap pendapatan petani.


28

Uji t digunakan untuk membuktikan pengaruh yang signifikan masing-

masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen.

Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05). Dapat diketahui pengaruh

masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.

Jika nilai signifikan >0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak

ada pengaruh variabel independen terhadap dependen. Sedangkan jika terjadi

sebaliknya, yaitu nilai signifikan <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang

berarti bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen

(Ghozali,2011).

Pengujian hipotesis dapat menggunakan perbandingan antara thitung dan ttabel

dengan kriteria pengambilan keputusan:

1. Apabila thitung ≥ maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kondisi ini

menunjukkan bahwa variabel independennya secara parsial mampu

menjelaskan variasi pada variabel dependennya.

2. Apabila ttabel ≤ maka Ho diterima dan Ha ditolak. Kondisi ini

menunjukkan bahwa variabel independennya secara parsial tidak

mampu menjelaskan variasi pada variabel dependennya.

Uji F (ANOVA) digunakan untuk menilai ketepatan fungsi regresi

sampel dalam menaksir nilai aktual yang diukur dari Goodness Of Fit

suatu model menurut (Ghozali,2011). Pengukuran hipotesis dapat

dilakukan dengan cara berikut:

1. H0: β = 0, maka tidak ada pengaruh secara simultan antara variabel

bebas X terhadap variabel terikat Y.


29

2. H1:β ≠ 0, maka ada pengaruh secara simultan antara variabel bebas

X teerhadap variabel terikat Y.

3. Level of significant (ɑ) sebesar 5%.

4. Ketentuan yang digunakan adalah (berdasarkan probabilitas):

Jika probabilitas > 0,05, maka H0 tidak berhasil ditolak

Jika probabilitas < 0,05, maka H0 berhadil ditolak.

E. Bagan Aliran Penelitian

Mulai

Rumusan Masalah dan


Tujuan

Pengumpulan Data

Data Primer Data Sekunder


- Wawancara  Populasi

Penyusunan Kuesioner

Survei

Hasil

Kuesioner

Uji Data

(Uji Validitas)

Analisis Data

(Program SPSS)

Pembahasan dan
Selesai
Gambar 3.1 Kesimpulan
Bagan alur penelitian
BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Karakteristik Responden

Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah para petani yang ada

di Desa Watang Kassa yang dipilih berdasarkan random sampling sebanyak 160

orang. Karaktersitik responden dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, jenis

kelamin, luas lahan, dan kepemilikan lahan. Untuk memperjelas karakteristik

responden yang dimaksud, maka disajikan tabel mengenai responden seperti

dijelaskan pada tabel berikut ini:

1. Usia responden

Gambar 4.1 Grafik karaktersitik umur responden


31

Dari data karakteristik responden berdasarkan usia pada gambar 4.1 diatas,

maka jumlah responden terbesar adalah responden yang berusia 31-40 tahun yaitu

sebanyak 31,3% atau 51 orang, dan responden yang berusia 41-50 tahun sebanyak

24,4% atau 39 orang, serta 21-30 tahun orang 21,3% atau sebanyak 34, sedangkan

yang berusia > 50 tahun 17,5% atau sebanyak 28 orang, dan responden terendah

pada usia <21 tahun sebanyak 5,6% atau 9 orang . Maka dapat disimpulkan bahwa

sebagian besar responden adalah yang berusia 31-40 tahun.

2. Jenis kelamin

Gambar 4.2 Grafik karaktersitik jenis kelamin responden

Dari data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada gambar 4.2

diatas, maka jumlah responden terbesar adalah responden yang berjenis kelamin

laki-laki yaitu sebanyak 91,9% atau 147 orang, sedangkan jumlah responden

terendah adalah responden yang berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 8,1%

atau 13 orang. Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden adalah

yang berjenis kelamin laki-laki.


32

3. Luas lahan

Gambar 4.3 Grafik karaktersitik luas lahan responden

Dari data karaktersitik berdasarkan luas lahan pada gambar 4.3, maka jumlah

responden terbesar yaitu responden dengan luas lahan >1 Ha sebanyak 70,6% atau

113 orang, sedangkan terendah adalah responden dengan luas lahan < 1 Ha orang

29,4% atau sebanyak 47 . Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian responden

iyalah yang memiliki luas lahan >1 Ha.

4. Kepemilikan lahan

Gambar 4.4 Grafik karaktersitik luas lahan responden


33

Dari data karaktersitik berdasarkan kepemilikan lahan pada tabel 4.4,

maka jumlah responden terbesar yaitu responden dengan kepemilikan lahan milik

sendiri sebanyak 132 orang atau 82,5%, sedangkan terendah adalah responden

dengan kepemilikan sebagai penggarap sebanyak 28 orang atau 17,5%. Maka

dapat disimpulkan bahwa sebagian responden iyalah dengan kepemilikan lahan

milik sendiri.

B. Hasil Analisis Data dengan Menggunakan SPSS

1. Uji validitas

Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya

kuesioner yang dibagikan kepada responden. Untuk mengetahui suatu

kuesioner dapat dikatakan valid apabila nilai r hitung > rtabel. Dalam penelitian

ini, jumlah data yang dapat digunakan sebanyak 160 kuesioner, dengan

tingkat kepercayaan (ɑ=5%), sehingga nilai r tabel dari 160 adalah 0,1552.

Uji validitas ini menggunakan aplikasi SPSS statistic 24. Berikut hasil uji

validitasnya:

Tabel 4.1 Hasil uji validitas (Sumber: hasil uji SPSS)

Corrected Item - total


VARIABEL ITEM Correlation r-tabel keterangan

X1.1 0,256 0,1552 VALID


X1.2 0,814 0,1552 VALID
KINERJA (X1)
X1.3 0,843 0,1552 VALID
X1.4 0,594 0,1552 VALID
X2.1 0,874 0,1552 VALID
TARIF/BIAYA (X2)
X2.2 0,404 0,1552 VALID
X3.1 0,597 0,1552 VALID
KEPUASAN
X3.2 0,851 0,1552 VALID
PETANI (X3)
X3.3 0,829 0,1552 VALID
34

X3.4 0,916 0,1552 VALID


X3.5 0,744 0,1552 VALID
X3.6 0,896 0,1552 VALID
Y1 0,908 0,1552 VALID
Y2 0,906 0,1552 VALID
PENDAPATAN
Y3 0,690 0,1552 VALID
PETANI (Y)
Y4 0,166 0,1552 VALID
Y5 0,276 0,1552 VALID

Dengan melihat tabel 4.1 dapat diketahui bahwa besarnya koefisien korelasi

dari seluruh butir pertanyaan variabel-variabel penelitian. Berdasarkan hasil

perhitungan koefisien korelasi seluruh butir pertanyaan memiliki signifikan

pearson correlation lebih besar dari rtabel sebesar 0,1552 (rhitung > rtabel). Maka dari itu

dapat disimpulkan item pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan dilanjutkan

dengan uji realiabilitas.

2. Uji realibilitas

Menguji hubungan variabel menggunakan uji korelasi pearson untuk

mengetahui variable antara responden. Berdasarkan olah data SPSS

diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel Uji Validasi Item pernyataan yang telah diuji validitasnya dan

dinyatakan valid baru bisa diuji realiabilitasnya. Pengukuran realiabilitas

dilakukan one shot atau pengukuran sekali saja. SPSS memberikan

fasilitas untuk mengukur realiabilitas dengan uji statistik Cronbec’s Alpha.

Hasil uji realiabilitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut :
35

Tabel 4.2 Realibility statistic (Sumber: hasil uji SPSS)

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items


.784 12

Tabel 4.3 Cronbec’s alpha (Sumber: hasil uji SPSS)

Cronbach's Koefisien
No Variabel Kesimpulan
Alpha Reabilitas
kinerja, tarif/biaya,
1 tingkat kepuasan, dan 0.784 0.6 Reliabel
Pendapatan.

Hasil outpot SPSS menunjukkan bahwa nilai Cronbach's Alpha

dengan nilai koefisien, lebih besar dari nilai koefisien reabilitas maka

dikatakan reliable dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.

3. Uji korelasi

Analisis hubungan (uji korelasi) adalah suatu cara metode untuk

mengetahui ada atau tidaknya hubungan linear terhadap variabel. Apabila

terdapat hubungan maka perubahan-perubahan yang terjadi pada salah

satu variabel X akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel

lainnya (Y). Hasil analisis data dengan bantuan SPSS dapat kita lihat

pada tabel berikut:


36

Tabel 4.4 Corelation (Sumber: hasil uji SPSS)

Correlations
TINGKAT
KINERJA TARIF/ KEPUASAN PENDAPATAN
(X1) BIAYA (X2) (X3) PETANI (Y)
KINERJA (X1) Pearson 1 .478 **
.237**
.323**
Correlation
Sig. (2- .000 .003 .000
tailed)
N 160 160 160 160
TARIF/BIAYA (X2) Pearson .478 **
1 .246**
.708**
Correlation
Sig. (2- .000 .002 .000
tailed)
N 160 160 160 160
TINGKAT Pearson .237** .246** 1 .119
KEPUASAN (X3) Correlation
Sig. (2- .003 .002 .135
tailed)
N 160 160 160 160
PENDAPATAN Pearson .323 **
.708 **
.119 1
PETANI (Y) Correlation
Sig. (2- .000 .000 .135
tailed)
N 160 160 160 160
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari tabel 4.4 diperoleh hasil analisis korelasi person yang terjadi

bahwa: dapat dilihat terdapat hubungan yang lemah antara pendapatan

petani terhadap data kinerja sebesar 0,323; sedangkan tarif/biaya

terhadap pendapatan petani terdapat hubungan yang kuat yaitu sebesar

0,708; dan adapun hubungan antara tingkat kepuasan dengan

pendapatan petani terdapat hubungan yang sangat lemah sebesar 0,119.


37

Untuk membuktikan hubungan antara ke-tiga variabel independent dan

satu variabel dependent, maka dilakukan uji sebagai berikut:

1. Antara variabel X1 terhadap Y

Hipotesis terhadap kasus ini:

a. Hipotesis dalam bentuk kalimat

Ho : Tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara kinerja

terhadap pendapatan petani.

Ha : Terdapat hubungan yang siginifikan antara kinerja

terhadap pendapatan petani.

a. Menentukan resiko kesalahan α = 5% (0,05)

b. Kriteria keputusan

Jika sig < α, maka Ho ditolak

Jika sig > α, maka Ho diterima

Dari tabel 4.4 menunjukkan variabel kinerja dengan nilai sig

sebesar 0,000 untuk nilai α nya, karena menggunakan uji dua

sisi maka nilai α / 2, sehingga nila α 0,05/2 = 0,025.

c. Perbandingan nilai sig dengan α

Jika sig < α, maka Ho ditolak

Ternyata sig = 0,000 < 0,025, maka Ho ditolak

d. Keputusan

Sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara variabel

kinerja dengan pendapatan petani.

2. Antara variabel X2 dengan Y


38

Hipotesis terhadap kasus ini

a. Hipotesis dalam bentuk kalimat

Ho : Tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara tarif/biaya

terhadap pendapatan petani.

Ha : Terdapat hubungan yang siginifikan antara tarif/biaya

terhadap pendapatan petani.

b. Menetukan resioko kesalahan α = 5% (0,05)

c. Kriteria keputusan :

Jika sig < α, maka Ho ditolak

Jika sig > α, maka Ho diterima

Dari tabel 4.4 menunjukkan variabel tarif/biaya dengan nilai sig

sebesar 0,000 untuk nilai α nya, karena menggunakan uji dua

sisi maka nilai α / 2, sehingga nilai α 0,05/2 = 0,025.

d. Perbandingan nilai sig dengan α

Jika sig < α maka Ho ditolak

Nilai sig 0,000 < 0,025 Ho ditolak

e. Keputusan

Sehingga terdapat hubungan signifikan antara variabel

tarif/biaya dengan pendapatan petani.

3. Antara variabel X3 dengan Y

Hipotesis terhadap kasusu ini


39

a. Hipotesis dalam bentuk kalimat

Ho : Tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara volume

produksi terhadap pendapatan petani.

Ha : Terdapat hubungan yang siginifikan antara volume

produksi terhadap pendapatan petani.

b. Menentukan resiko kesslahan α = 5% (0,05)

c. Kriteria keputusan :

Jika sig < α, maka Ho ditolak

Jika sig > α, maka Ho diterima

Dari tabel 4.4 menunjukkan variabel dengan nilai sig sebesar

0,135 untuk nilai α nya, karena menggunakan uji dua sisi maka

nilai α / 2, sehingga nilai α 0,005/2 = 0,025.

d. Perbandingan nilai sig dengan α

Jika sig < α maka Ho ditolak

Nilai sig 0,135 > 0,025 Ho diterima

Tabel 4.5 Model summary (Sumber: hasil uji SPSS)

Model Summaryb
Change Statistics
Std. Error R F Sig. F
R Adjusted of the Square Chang Chang
Model R Square R Square Estimate Change e df1 df2 e
1 .710 a
.504 .495 2.312 .504 52.850 3 156 .000
a. Predictors: (Constant), TINGKAT KEPUASAN (X3), KINERJA (X1), TARIF/BIAYA (X2)
b. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
40

Jika nilai sig. F Change < 0,05 maka ada hubungan secara signifikan

sedangkan jika nilai sig. F Change > 0,05 maka tidak ada hubungan

secara signifikan.

Nilai sig. F Change sebesar 0,000 < (0,005) maka bisa disimpulkan

bahwa variabel kinerja (X1), tarif/biaya (X2),dan tingkat kepuasan (X3)

memiliki hubungan yang signifikan terhadap pendapatan petani (Y) secara

simultan.

Tabel 4.6 Derajat hubungan (Sumber: Sugiyono, 2007)

Nilai Person Correlation Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Lemah

0,020 – 0,399 Lemah

0,040 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,00 Sangat Kuat

4. Uji regresi linear berganda

Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh

lebih dari satu variabel bebas (independen) terhadap satu variabel terikat

(dependen), adapun hasil analisis regresi linear berganda data yang

diolah melalui spss for windows version 24 dapat dilihat tabel berikut:

Berdasarkan analisis data dengan menggunakan spss 24, maka

diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:


41

Tabel 4.7 Varibles entered/removed (Sumber: hasil uji SPSS)

Variables Entered/Removeda

Model Variables Entered Variables Removed Method


1 TINGKAT KEPUASAN (X3), . Enter
KINERJA (X1),
TARIF/BIAYA (X2)b

a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)


b. All requested variables entered.

Pada tabel 4.7 dapat kita lihat bahwa variabel yang dimasukkan pada proses

pengolahan data dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS adalah data kinerja,

tarif biaya, dan tingkat kepuasan.

Nilai R (Koefisien Korelasi) sebesar 0,710 maka bisa disimpulkan bahwa

tingkat hubungan antara kinerja (X1), tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X3)

memiliki hubungan yang signifikan terhadap pendapatan petani (Y) secara

simultan memiliki hubungan yang kuat.

Tabel 4.8 Hasil uji koefisien determinasi (Sumber: hasil uji SPSS)

Model Summaryb
Change Statistics
Std. Error R F Sig. F
R Adjusted of the Square Chang Chang
Model R Square R Square Estimate Change e df1 df2 e
1 .710 a
.504 .495 2.312 .504 52.850 3 156 .000
a. Predictors: (Constant), TINGKAT KEPUASAN (X3), KINERJA (X1), TARIF/BIAYA (X2)
b. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
42

Analisis koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa besar

presentase pengaruh kinerja, tarif/biaya, dan tingkat kepuasan terhadap

pendapatan petani.

Koefisien determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai

koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai R 2 yang rendah berarti

kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi

variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti

variabel – variabel independen memberikan hampir semua informasi yang

dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Berdasarkan uji

R2 yang dilakukan dapat dilihat pada tabel 4.7.

Korelasi R yang secara simultan bersama – sama antara variabel

kinerja (X1), tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X3) terhadap

pendapatan petani (Y) diperoleh nilai sebesar r = 0,710. Kontribusi yang

diberikan oleh semua variabel bebas terhadap variabel terikat

KP = (0,710)2 x 100% = 50.41%.

Tabel 4.9 Hasil uji regresi linear berganda (Sumber: hasil uji SPSS)

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 8.060 1.343 6.000 .000
KINERJA (X1) -.013 .076 -.011 -.175 .861
TARIF/BIAYA (X2) 1.617 .145 .727 11.188 .000
TINGKAT -.044 .045 -.058 -.980 .329
KEPUASAN (X3)
a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
43

Berdasarkan jenis data dengan menggunakan SPSS 24, maka

diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Dimana :

a = Konstanta regresi

Y = Tingkat pendapatan petani

X1 = Kinerja

X2 = Tarif/biaya

X3 = Tingkat kepuasan

b = Derajat kemiringan regresi

Langkah – langkah regeresi berganda adalah sebagai berikut:

a. Menduga parameter

Untuk mencari koefisien regresi a,b1,b2,b3 dapat dihitung dengan

menggunakan pendekatan matriks


44

Maka matriks A0, A1, A2, dan A3 ialah:


45
46

Maka determinan dari A0, A1,A2,A3 adalah:

= 133196 x 1011
47

= 1.07352 x 1012
48

= -1778219925
49

= 21539 x 1011
50

= -5895596625
51

Dari determinan tersebut maka diperoleh nilai ɑ, b 1, b2, b3, sebagai

berikut:
52

Sehingga diperoleh persamaan regresinya sebagai berikut:

Y = 8,060 + (-) 0,13X1 + 1,617X2 + (-) 0,44X3

Artinya dapat memprediksi nilai Y apabila X 1,X2, dan X3 diketahui serta

Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel

independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan

tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:

a. Nilai constanta adalah 8,060 artinya jika tidak terjadi perubahan

variabel kinerja, tarif/biaya, dan tingkat kepuasan (nilai X 1, X2, X3,

adalah 0) maka tingkat pendapatan di Desa Watang Kassa,

Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang adalah sebesar 8,060.

b. Koefisien regresi berganda sebesar 8,060, (-) 0,13, 1,617, dan (-)

0,44 mengindikasikan besaran penambahan tingkat pendapatan

petani setiap pertambahan jawaban responden untuk variabel

kinerja, tarif/biaya, volume produksi, dan tingkat kepuasan.

5. Uji F

Uji F dapat digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan

variabel bebas terhadap variabel terikat (Y). Jika variabel bebas memiliki

pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Uji ini, dilakukan

dengan membandingkan siginifikan nilai Fhitung > Ftabel maka model yang

dirumuskan sudah tepat. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka dapat diartikan
53

bahwa model regresi sudah tepat artinya pengaruh secara bersama,

dengan melihat nilai Ftabel = 2,66 dengan tingkat kesalahan 5%. Uji F yang

dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut:

(6)

Dimana :

n = Jumlah sampel

k = Banyaknya variabel bebas

Ftabel = 3 : 157 = 2,66

Tabel 4.10 Hasil uji F simultan (Sumber: hasil uji SPSS)

ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 847.501 3 282.500 52.850 .000b
Residual 833.874 156 5.345
Total 1681.375 159
a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)
b. Predictors: (Constant), TINGKAT KEPUASAN (X3), KINERJA (X1), TARIF/BIAYA (X2)

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.10 diatas dapat dilihat pada

nilai Fhitung sebesar 52,850 dengan nilai Ftabel adalah 2,66 sehingga nilai

Fhitung > Ftabel atau 52,850 > 2,66, dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05

maka Ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja (X 1), tarif/biaya

(X2), dan tingkat kepuasan (X3) secara bersamaan berpengaruh signifikan


54

terhadap tingkat pendapatan petani dan dapat digunakan untuk

memprediksi pendapatan yang di pengaruhi oleh variabel kinerja (X 1),

tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X 3) di Desa Watang Kassa,

Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

6. Uji T

Niai Thitung digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial kinerja

(X1), tarif/biaya (X2), dan tingkat kepuasan (X 3) terhadap variabel

terikatnya. Apakah variabel tersebut memiliki pengaruh yang berarti

terhadap variabel pendapatan petani (Y) atau tidak dengan tingkat

kesalahan 5%. Uji ini dilakukan dengan melihat kolom signifikan pada

masing-masing variabel independen (bebas) dengan taraf signifikan <

0,05. Uji T yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.11 Hasil uji T parsial (Sumber: hasil uji SPSS)

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 8.060 1.343 6.000 .000
KINERJA (X1) -.013 .076 -.011 -.175 .861
TARIF/BIAYA (X2) 1.617 .145 .727 11.188 .000
TINGKAT -.044 .045 -.058 -.980 .329
KEPUASAN (X3)
a. Dependent Variable: PENDAPATAN PETANI (Y)

Berdasarkan tabel 4.11 diatas dengan mengasumsi baris, kolom dan

sig bisa dijelaskan sebagai berikut:


55

a. Pengaruh variabel kinerja terhadap pendapatan petani (H 1)

Variabel kinerja (X1), tidak signifikan terhadap pendapatan petani.

Hal ini terlihat dari signifikan kinerja (X1) 0,861 > 0,05, dengan nilai

ttabel = 1,97529. Berarti thitung lebih kecil dari ttabel atau (-1.75 <

1,97529), maka Ho diterima dan H 1 ditolak. Sehingga hipotesis

yang berbunyi tidak terdapat pengaruh kinerja terhadap tingkat

pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa,

Kabupaten Pinrang.

(7)

Dimana :

α = Tingkat kepercayaan (0,05)

n = Jumlah sampel

k = Banyaknya variabel bebas

ttabel = :
56

ttabel = = 1,97529

b. Pengaruh variabel tarif/biaya terhadap pendapatan petani (H 2)

Variabel tarif/biaya (X2), signifikan terhadap pendapatan petani di

Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

Hal ini terlihat dari signifikan tarif/biaya (X 2) 0,000 < 0,05, dengan

nilai ttabel = : = = 1,97529. Berati t hitung

lebih besar dari ttabel atau (11,188 > 1,97529), maka Ho ditolak dan

H2 diterima. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh

tarif/biaya terhadap pendapatan petani di Desa Watang Kassa,

Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

c. Pengaruh tingkat kepuasan terhadap pendapatan petani (H 3)

Variabel tingkat kepuasan (X3) tidak signifikan terhadap

pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa,

Kabupaten Pinrang. Hal ini terlihat dari signifikan tingkat kepuasan

(X3) 329 > 0,05, dengan nilai ttabel = : =

= 1,97529. Berarti thitung lebih besar dari t tabel atau (-980 < 1,9752),

maka Ho ditolak dan H3 diterima. Sehingga hipotesis yang

berbunyi tidak terdapat pengaruh tingkat kepuasan terhadap


57

pendapatan petani di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa,

Kabupten Pinrang.

Gambar 4.5 Grafik histogram

Gambar 4.6 Grafik regression


58

Berdasarkan tampilan output diatas kita dapat melihat grafik histogram

maupun plot. Dimana grafik histogram memberikan distribusi normal

dimana grafik mengikuti arah diagonal. Selanjutnya pada gmbar plot

terlihat titik – titik mengikuti dan mendekati garis diagonalnya sehingga

dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Jumlah responden petani sebanyak 160 orang dengan karakteristik

lebih dominan laki-laki dibandingkan perempuan, dengan usia

kebanyakan 31-40 tahun, sedangkan luas lahan yang dimiliki petani

sebesar 1 Ha, dengan kepemilikan lahan yang dominan milik sendiri

2. Dapat dilihat terdapat hubungan yang lemah antara pendapatan

petani terhadap data kinerja (X1) sebesar 0,323; sedangkan tarif/biaya

(X2) terhadap pendapatan petani terdapat hubungan yang kuat yaitu

sebesar 0,708; dan adapun hubungan antara tingkat kepuasan (X3)

denngan pendapatan petani terdapat hubungan yang sangat lemah

sebesar 0,119. Dan grafik histogram memberikan distribusi normal

dimana grafik mengikuti arah diagonal. Selanjutnya pada gmbar plot

terlihat titik – titik mengikuti dan mendekati garis diagonalnya sehingga

dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.


60

B. Saran

1. Untuk penelitian yang serupa di masa yang akan datang sangat

disarankan sebelum memulai penelitian sebaiknya menyusun

kerangka acuan penelitian dengan baik, benar ,dan tersusun. Agar

tidak kebingunan dan mudah mengelola datanya. Sebaiknya harus di

pahami dari judul serta kerangka acuan penelitian dengan baik agar

mudah di pahami. Dengan demikian kami mengucapkan banyak

terima kasih bagi rekan – rekan mahasiswa yang akan datang sudi

kiranya melengkapi dan menyempurnakan apa yang kami kaji atau

apa yang kami teliti. Semoga kedepannya skripsi yang serupa lebih

sempurna adanya. Dan jadi acuan dan pedoman bagi generasi di

masa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA

Analisis yang mengunakan perhitungan atau metode statistik untuk mengolah data
yang diperoleh ( Umar dalam Sunyoto, 2014)

Frankel, Jack R dan Norman E. Wallen. (1993). How to design and Evaluate
Research in Education. 2nd edition. New York: McGraw hill Inc

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (Edisi
Ke 4). Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Hudri, Pengaruh Moda Transportasi Motor Modifikasi (Tassi) Terhadap


Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pedesaan (Studi Kasus Di
Kabupaten Sidenreng Rappang)”, Skripsi, Fak. Tek. Sip., Univ.
Muhammadiyah., Parepare, Indonesia, 2020.

Kamaluddin Rustian, H. 2003. Ekonomi Transportasi. Penerbit Ghalia Indonesia,


Jakarta

Kaplan, Robert M. & Saccuzzo, Dennis P. (1993). Phsycological Testing


principles, application, and issues; Brooks/Cole Publishing Grove,
California

Latif R, “Analisis Biaya Operasi Kendaraan (Bok) Motor Modifikasi (Tassi) Dan
Pengaruh Terhadap Peningkatan Ekonomi (Operator) Masyarakat
Pedesaan (Studi Kasus Kabupaten Sidenreng Rappang)”, Skripsi, Fak.
Tek. Sip., Univ. Muhammadiyah., Parepare, Indonesia, 2020.

Nasution Nur, M. 2004, Manajemen Transportasi. Penerbit Ghalia Indonesia,


jakarta

Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan

Sadono Sukirno,Ekonomi Pembangunan, Jakarta:Kencana,2010.

Sama’ani, dkk, 2015, kajian tentang perkembangan wilayah pegunungan oleh


pengaruh penggunaan sepeda motor, Jurusan teknik arsitektur dan
perkotaan, Universitas diponegoro semarang

Sugiyono, 2013, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.


(Bandung: ALFABETA)

Syani Abdul, Ekonomi Islam Analisis Mikro dan Makro, Yogyakarta: GrahaIlmu,
Sosiologi, Skematik, Teori dan Terapan, Jakarta: PT Bumi Angkasa,
2012.
62

Tamin, Ofyar Z. 1997.143. Permasalahan Transportasi, Perencanan


Transportasi.

Tim Statistik Elementer.2007:1

Teguh Imanto, “Proses visualisasi modifikasi motor”, inosains, 2 (Agustus,2014),


hal 9

Anda mungkin juga menyukai