0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Analisis Durasi Injeksi Hyundai Avega

Laporan ini menganalisis data durasi injeksi mobil Hyundai Avega 2003 dengan menggunakan scan tools. Sensor MAP dan kabel injeksi dilepas untuk menimbulkan kerusakan. Data durasi injeksi, MAP, suhu, dan lainnya diukur pada berbagai putaran mesin. Analisis menunjukkan hubungan antara parameter tersebut dan dampak pelepasan sensor terhadap durasi injeksi. Laporan berisi kesimpulan bahwa scan tools berguna untuk mendeteksi kerusakan elektron

Diunggah oleh

Rico Darmawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Analisis Durasi Injeksi Hyundai Avega

Laporan ini menganalisis data durasi injeksi mobil Hyundai Avega 2003 dengan menggunakan scan tools. Sensor MAP dan kabel injeksi dilepas untuk menimbulkan kerusakan. Data durasi injeksi, MAP, suhu, dan lainnya diukur pada berbagai putaran mesin. Analisis menunjukkan hubungan antara parameter tersebut dan dampak pelepasan sensor terhadap durasi injeksi. Laporan berisi kesimpulan bahwa scan tools berguna untuk mendeteksi kerusakan elektron

Diunggah oleh

Rico Darmawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM SCAN TOOLS

MENGANALISIS DATA DURASI INJEKSI MOBIL HYUNDAI AVEGA 2003

DENGAN SCAN TOOLS

Disusun oleh:

Rico Ika Darmawan (2041223004)

POLITEKNIK NEGERI MALANG


MALANG
2022
DASAR TEORI

Scan Tool yaitu suatu alat yang digunakan untuk memindai kendaraan yang sudah di
lengkapi dengan sistem EFI (electric full injection), dengan cara mendapatkan data dari ECU
pada kendaraan tersebut dan ditampilkan pada scaner itu sendiri.

Engine scaner merupakan analisa mesin injeksi yang berfungsi untuk mencari kerusakan pada
mesin injeksi dengan cara memindai data dari unit ECU, untuk kecepatan scan tentu jauh
lebih cepat dari berfikir dengan otak kita, karena engine scanner membaca data error yang di
kirim unit ECU dengan cepat.

FUNCTION TEST/ TEST UNIT/ ACTUATION TEST, yaitu menu scanner yang berguna
untuk menjalankan test-test tertentu, misal mematikan injector, mematikan coil, menjalankan
pompa bensin, menjalankan kipas radiator, dsb. Sifat operasional dari test ini sementara,
karena hanya untuk memeriksa bahwa system tersebut kerja atau tidak. Ada beberapa mobil
yang menyediakan fungsi ini untuk mengatur CO, mengatur timing dan juga mengatur rpm.
ANALISA DATA PENGARUH IAT & MAP
PADA DURASI INJEKSI & DERAJAT PENGAPIAN
A. Alat dan bahan
1. Satu set Scan tools
2. Blower untuk pendinginan engine mobil saat mesin hidup
3. Mobil Hyundai AVEGA 2003

B. Memerikasa kerusakan
Untuk mendeksi kerusakan system electronic kendaraan terutama yang
berhubungan dengan input sensor. Sistem electronic untuk kendaraan banyak
macamnya, untuk mengetahui sensor apa yang eror kami melepas sesnor MAP dan
kabel Injeksi no 1 misalnya untuk mesin (EFI), , yaitu untuk menampilkan digital data
dari sistem yang kita periksa.

C. Langkah langkah Penggunaan sceen tool

1. Pastikan switch kontak posisi OFF


2. Lepas Sensor MAP dan Kabel Injeksi no 1
3. Siapkan peralatan scantool dan kendaraan yang akan discan
4. Pasang connector tanpa kabel VCI ( Vehicle Comunication Interface ) atau kabel
OBD 2 pada DLC ( Data Link Connector ) dibawah dashboard
5. Setelah VCI dan DCL terhubung dengan benar, kemudian kita putar switch kontak
pada posisi ON dan pastikan indicator pada dashboard menyala
6. Pilih aplikasi Launch X-431
7. Pilih kawasan mobil “ ASIA “
8. Pilih merek kendaraan “ HYUNDAI “
9. Pilih “ 16 PIN DLC “
10. Pilih “ General “
11. Pilih “ Select Menu Manually “
12. Pilih “ Accent (LC)”
13. Pilih tahun kendaraan “ 2003 “
14. Pilih jenis mesin “ G 1,5 SOHC “
15. Pilih sistem yang akan dibaca “ ECM ( Engine Control Module ) “
16. Pilih “ Leaded All “
17. Kemudian nyalakan engine
18. Pilih “ Read Vault Code “ untuk mengetahui kerusakan
19. kemudian lakukan pembersihan data dengan memilih “ Clear Vault Memory “
20. Pilih “ Read Vault Code “ untuk memsatikan code kerusakan pada sensor MAP
21. Pilih “ Read Data Stream “ centang semua kebutuhan yang akan kalian baca
ANALISA DATA PENGARUH IAT & MAP PADA DURASI INJEKSI & DERAJAT
PENGAPIAN
Tabel Pengukuran
PUTARAN MESIN DURASI INJEKSI MAP ECT IAT TIMING PENGAPIAN
NO
[RPM] [ms] [ms/menit] [mBAR] [̊
F] [̊
C] [̊
F] [̊C] ( ̊
BTDC)
1. 800,5 5,320 319,20 470,79 188,60 87,00 -39,55 -39,75 22
2. 1027,25 4,403 264,15 353,6 189,94 87,74 -39,55 -39,75 28
3. 1596,75 3,908 234,45 310,71 194,00 90,00 68,45 20,25 30
4. 2086 3,870 232,20 305,59 195,35 90,75 68,45 20,25 31
5. 2552 3,773 226,35 291,68 200,73 93,74 63,00 17,22 31
6. 3183 4,033 241,95 331,49 199,40 93,00 68,45 20,25 32
7. 3477,25 4,103 246,15 337,86 199,40 93,00 68,45 20,25 32
8. 4050,50 4,448 266,85 340,82 204,80 96,00 68,45 20,25 32

Grafik Durasi Injeksi dengan Putaran Mesin

Pada saat putran rendah (800-1000 Rpm) durasi injeksinya 5,3 ms sehingga campuran bahan
bakar menjadi kaya hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu salah satunya mesin belum
mencapai suhu kerja. Setelah putaran mesin maningkat diatas 1000 Rpm durasi injeksinya
menjadi konstan pada angka 4 ms. Hal ini terjadi karena mesin telah mencapai suhu kerja.
Bukan berarti durasi injeksi 4 ms konsumsi bahan bakar menjadi irit. Karena injector dalam 1
rpm saja durasi injeksinya 4 ms jika Rpm diatas 2000 Rpm maka konsumsi bahan bakarnya
juga semakin boros. Rpm meningkat bukan pada saat akselerasi melainkan ijakan pedal gas
tanpa beban
Hubungan Putaran Mesin Dengan MAP Sensor

Pada grafik diatas menunjukan pada saat putaran 800 rpm terjadi tekanan di intake manifold
sebesar 470 mBAR dan pada saat putaran 1000 sampai 4000 rpm terjadi tekanan di intake
manifold sekitar 300 mBAR , dikarenakan MAP berfungsi untuk mengukur jumlah udara
yang masuk berdasarkan tekanan di intake manifold. maka ECU akan menggunakan
informasi dari MAP sensor ini untuk mengatur jumlah bahan bakar yang akan disemprotkan
atau diinjeksikan. Agar performa mesin tetap optimal dan konsumsi bahan bakar dapat efisien
Hubungan Putaran Mesin Dengan ECT sensor

Dapat disimpulkan bahwa pengaruh (ECT) terhadap putaran mesin (rpm) adalah berbanding
terbalik, karena setiap kenaikan temperatur akan diikuti dengan penurunan putaran mesin
(rpm). Pada saat temperatur air pendingin masih rendah dibutuhkan tercapainya temperatur
kerja engine yang cepat (temperatur kerja air pendingin berkisar antara 80-90 °C). Untuk itu
ECU akan mengatur putaran mesin tinggi sehingga akan meningkatkan jumlah siklus
pembakaran persatuan waktu. Dengan demikian waktu pemanasan engine lebih cepat
tercapai. Dengan menggunakan metode regresi linear Penurunan putaran mesin (rpm) terjadi
pada setiap kenaikan temperatur air pendingin. dilihat dari grafik diatas bahwa pada saat
mesin berada di putaran 800 rpm suhu mesin masih menunjukan di 87 °C dan terus
meningkat dan pada saat putaran mesin di 3000 rpm suhu menurun sekitar 93°C dikarenakan
terbukanya thermostat sehingga suhu mesin menurun dan terjadi penaikan suhu lagi
dikarenakan putaran mesin yang tinggi yaitu 4000 rpm dan menunjukan suhu pada 96°C

Hubungan PutaranMesin Dengan IAT

Dilihat pada grafik mesin trouble hubungan putaran mesin dan durasi injeksi tidaksesuai
dengan kondisi mesin normal. Kondisi ini terjadi karena sensor IAT dilepas. Karena fungsi
IAT adalah mengatur tekanan dan temperature udara untuk dicampur diruang bakar. Jika IAT
terjadi trouble maka durasi bahan bakar terjadi masalah dan durasi injeksinya cenderung
meningkat sesuai peningkatan Rpm (tidak konstan). Hal ini berdampak peningkatan Rpm
meskipun pedal gas tidak di tekan
Hubungan Putaran Mesin Dengan Timing Pengapian

Pada grafik ini hubungan derajat Pengapian dengan Putaran Mesin tidak terjadi pengaruh
yang signifikan karena derajat pengapian bekerja berdasarkan Rpm mesin jika Rpm
meningkat maka derajat pengapian akan dimundurkan dari TMA (timing
pengapiandimajukan) agar mendapat daya yang maksimum.

KESIMPULAN
Disini saya coba untuk menghitung hasil lamanya penyemprotan injeksi (ms) berdasarkan
putaran mesin

Hasil lama
Cylinder cylinder cylinder Cylinder rata-
RPM Rpm di bagi penyeprotan
1 2 3 4 rata
2 injeksi (ms)
800,5 400,25 5,16 5,35 5,41 5,36 5,32 2129,33
1027,25 513,625 5,1 4 4,2 4,2 4,375 2247,11
1596,75 798,375 5,16 3,49 3,45 3,53 3,9075 3119,65
2086 1043 5,16 3,46 3,44 3,44 3,875 4041,63
2552 1276 5,15 3,31 3,31 3,31 3,77 4810,52
3183 1591,5 5,16 3,81 3,82 3,82 4,1525 6608,7
3477,25 1738,625 5,16 3,75 3,75 3,75 4,1025 7132,71
4050,5 2025,25 5,16 4,21 4,21 4,21 4,4475 9007,3
hasil rata rata
dikali setengah
putaran mesin

Dan berdasarkan praktikum yang saya lakukan, saya dapa mengetahui gejala bilamana terjadi
kerusakan terutama pada sensor MAP dan Injector dan dapat menganalisis data yang terbaca
pada scantool.

Anda mungkin juga menyukai