100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
318 tayangan25 halaman

Rencana Kerja Masyarakat Sanitasi 2022

Rencana program pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah DAK Penugasan 2022 bertujuan untuk meningkatkan sanitasi dan mengurangi pencemaran lingkungan dengan membangun tangki septik individual di Desa. Dokumen ini berisi rencana kegiatan program tersebut yang mencakup sosialisasi, pemetaan, pembentukan KSM, dan pembangunan prasarana sanitasi.

Diunggah oleh

S.fathan Mubina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
318 tayangan25 halaman

Rencana Kerja Masyarakat Sanitasi 2022

Rencana program pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah DAK Penugasan 2022 bertujuan untuk meningkatkan sanitasi dan mengurangi pencemaran lingkungan dengan membangun tangki septik individual di Desa. Dokumen ini berisi rencana kegiatan program tersebut yang mencakup sosialisasi, pemetaan, pembentukan KSM, dan pembangunan prasarana sanitasi.

Diunggah oleh

S.fathan Mubina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Rencana program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah DAK Penugasan 2022
adalah program yang mengedepankan tentang sarana sanitasi dan mengurangi pencemaran air limbah
domestik dengan prodaknya adalah pembangunan tangka septik sekala individual, Pembangunan ini
bertujuan untuk menunjang pola hidup sehat dan penuntasan stunting khusunya di Desa
………………………, buku Rencana Kerja Masyarakat ( RKM ) ini berisi seluruh yang
dipersayaraktkan oleh Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah ( DAK )
Penugasan 2022. Harapan kami dengan adanya program ini semoga warga masyarakat di Desa kami
sadar akan pentingnya sanitasi sebagai penunjang pola hidup sehat
Faktor utama yang paling urgen pentingnya program ini karena masyarakat di Desa
…………… pola buang air limbah domestiknya masih kebanyakan ke kolam yang akan berdampak
pada Kesehatan lingkungan di sekitar.
Sekian dan terima kasih.

Pusparahayu, Juni 2022


Hormat Kami,
Ketua KSM

………………….

1
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang Undang Dasar 1945 Pasal 28 H “ setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,
bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat berhak memperoleh
pelayanan kesehatan”
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik
Tahun Anggaran 2022 (Bidang Sanitasi) Mendukung Terwujudnya Layanan Sanitasi yang
berkelanjutan menuju Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Bidang Sanitasi Serta
pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Air Limbah Melalui Dukungan Pemerintah
Daerah dalam peningkatan cakupan layanan sanitasi
Maksud dan Tujuan
Dengan adanya Kegiatan DAK Sanitasi Tahun 2022 di Desa ………….. Kecamatan …………
diharapkan terwujudnya peningkatan akses sanitasi yang layak dan memadai khususnya bagi
keluarga yang belum memiliki akses sanitasi dan meningkatnya taraf pendapatan warga yang
berpenghasilan rendah karena adanya pembangunan sanitasi secara swadaya dan padat karya,
melaksanakan gotong royong serta meningkatkan kualitas pemberdayaan di desa.
Tujuan yang hendak dicapai dengan adanya Kegiatan DAK Sanitasi Tahun 2022 di Desa
………… Kecamatan …………………… adalah ;
1. Meningkatkan perluasan akses sanitasi dengan menyediakan prasarana dan sarana sanitasi
yang berkualitas, berkelanjutan ( Sustainable) dan berwawasan lingkungan sesuai dengan
kebutuhan untuk meningkatan kualitas air di Desa ………………. Kecamatan
……………...
2. Meningkatkan pemahaman tentang Sanitasi dan perilaku hidup sehat bagi masyarakat Desa
………….. Kecamatan ……………….
3. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Desa ………………. Kecamatan ……………
dan bisa memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai dengan adanya Kegiatan DAK Sanitasi adalah warga Desa
…………. Kecamatan ……………. yang tidak memiliki akases sanitasi dan mata pencaharian
tetap.
Rincian Kegiatan
Pada kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk persiapan Kegiatan DAK 2022 di Desa
…………… Kecamatan ………… yaitu mulai dari tahap sosialisasi sampai dengan
penyusunan Rencana Kerja Masyarakat. Adapun kegiatan utama yang telah dilaksanakan akan
di uraikan dibawah ini.

2
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
Sosialisasi Program Di Desa …………….. Kecamatan …………………
Sosialisasi program di Desa ……………. Kecamatan ……………….. dilaksanakan bertepatan
pada hari ………….. Tanggal ……………… Bulan ………… Tahun 2022 di aula Desa
……………, yang dihadiri oleh Fasilitator Lapangan, aparatur Desa ………….. dan
Masyarakat. Adapun di pembukaan acara sambutan oleh aparatur Desa ……………...
Sedangkan untuk pemateri oleh Tenaga Fasilitator Pemberdayaan dan Teknis .
Rembuk Kesiapan Masyarakat (Kontrak Sosial)
Rembuk Kesiapan Masyarakat (Kontrak Sosial) Di Desa ………………. dilaksanakan pada
tanggal ……………. Bulan ………..Tahun 2022 setelah dilaksanakannya sosialisasi. Kegiatan
tersebut dihadiri oleh masyarakat, tokoh masyarakat, aparatur Desa ………………..
Pemetaan Sanitasi
Kegiatan Pemetaan sanitasi dilaksanakan pada tanggal ………………. yang mana kegiatan ini
melibatkan masyarakat dan aparatur Desa ………………dan tenaga fasilitator lapangan.
Rembug Penentuan Titik Lokasi Kegiatan DAK Sanitasi DAK 2022
Rembug penentuan titik lokasi di Desa ………………bertepatan pada hari ……… Tanggal
……… Bulan ……… Tahun 2022 di Desa ………………. Adapun yang menghadiri kegiatan
tersebut adalah Kepala Desa, Perwakilan Masyarakat, Tenaga Fasilitator Lapangan dan
perwakilan aparatur Desa Pusparahayu.
Rembug Pembentukan KSM
Rembug Pembentukan KSM Desa ………………….. Kecamatan ……………….. dilaksanakan
Bertepatan pada hari Kamis Tanggal …………… Bulan ………. Tahun 2022 di Desa
…………….. Dihadiri oleh beberapa perwakilan dari setiap kampung dan aparatur desa.
Adapun pemateri saat rembug pembentukan KSM Desa …………… adalah Fasilitator
Pemberdayaan dan Teknik.

Pembentukan Tim Pengadaaan Kegiatan DAK Sanitasi 2022


Rembug pembentukan Tim Pengadaan pada Kegiatan DAK Sanitasi 2022 Di …………….
bertepatan pada ……… Bulan ……….. Tahun 2022 di Desa ………., dihadiri oleh KSM,
Tenaga Fasilitator Lapangan dan Perwakilan Aparatur Desa ………………... Adapun pemateri
saat rembug pembentuka tim pengadaan yaitu Tenaga Fasilitator Pemberdayaan dan Teknis.
Tabel Kegiatan

3
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
Berita
Tanggal Jumlah Orang yang mengikuti Acara/Lembar
Pelaksanaan Kegiatan Verifikasi
No Uraian Kegiatan
(Ada/Tidak Ada)

Mulai Selesai Pukul

1 TAHAP PERENCANAAN

Sosalisasi di Tingkat
Ada
1.1 Desa

Rembuk Kesiapan
Masyarakat Tingkat Ada
1.2 Desa

1.3 Pemetaan Sanitasi Ada

Berita
Acara/Lembar
Tanggal Jumlah Orang yang mengikuti
Verifikasi
Pelaksanaan Kegiatan
No Uraian Kegiatan (Ada/Tidak
Ada)

Mulai Selesai Pukul

1 TAHAP PERENCANAAN

Rembuk Penentuan
Ada
1.4 Titik Lokasi

Rembuk Pembentukan
Ada
1.5 KSM

4
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB II
PROFIL DAN PETA DESA

5
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB III
KETERSEDIAAN LAHAN
Kondisi lahan di Desa ……………… kontur tanah datar karena berada pada dataran rendah.
Selanjutnya, dalam hal ketersediaan lahan pembangunan infrastruktur Sanitasi di Desa
…………….saat ini sudah tersedianya lahan pribadi bukan hibah dan bebas dari sengketa sehinggga
dipastikan siap untuk menerima pembangunan sarana Tangki Septik individu bagi penerima manfaat
di Desa ……………. Untuk ketersediaan lahan yang diperlukan dalam pembangunan sarana sanitasi
dibutuhkan ±4 m2 lahan kosong untuk pembangunan fisik.

6
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI DAN KELEMBAGAAN KSM

A. Pembentukan KSM
Pembentukan KSM di Desa ……………… dilakukan melalui mekanisme musyawarah dan mufakat
dan tidak melalui penunjukan secara langsung dan sepakat di beri nama Kelompok Swadaya
Masyarakat (KSM) …………….. Berikut merupakan struktur organisasi dan kelembagaan KSM
…………………… di Desa ………………..
 Struktur Organisasi Dan Kelembagaan KSM
Sesuai dengan juknis program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Sistem Pengelolaan air limbah
domestik setempat, untuk pembentukan KSM diperlukan 7 orang pengurus dengan beberapa seksi
pekerjaan dengan struktur sebagai berikut.

SUSUNAN KEPENGURUSAN
KSM ………………

Nama Jabatan Jenis Kelamin

Ketua
Sekretaris
Bendahara
Seksi Perencana
Seksi Pengawas
Seksi pelaksana
Seksi Pengadaan barang jasa

Secara umum tugas KSM sebagai pelaksana swakelola adalah melakukan sosialisasi program kepada
warga masyarakat, menyusun perencanaan, melaksanakan fisik, mengawasi/memonitor, supervisi,
mengelola kegiatan pembangunan dan membuat laporan pertanggungjawaban. Pada tahap awal
kegiatan KSM pelaksana swakelola mengangkat tim swakelola untuk melaksanakan pekerjaan
swakelola sesuai dengan kontrak antara PPK sanitasi dan penanggungjawab swakelola yang terdiri
dari; tim perencana, tim pelaksana, tim pengawas dan panitia pengadaan.
B. Tugas KSM Antara Lain :
Susunan dan Tugas KSM sebagai pelaksana swakelola antara lain sebagai berikut:
1. Ketua:
• Mengkoordinasikan perencanaan kegiatan pembangunan.
• Memimpin pelaksanaan tugas tim yang telah dibentuk dan
kegiatan rapat-rapat.

7
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
2. Sekretaris:
• Menyusun rencana kebutuhan dan melaksanakan kegiatan
tata usaha dan dokumentasi;
• Melaksanakan surat-menyurat;
• Melaksanakan pelaporan kegiatan pembangunan secara bertahap
• Mendokumentasikan seluruh laporan kegiatan
• Membantu dalam penyuluhan kesehatan masyarakat.
3. Bendahara:
• Menerima dan menyimpan uang
• Mengeluarkan/membayar sesuai dengan realisasi sesuai
nota/kuitansi;
• Melakukan pengelolaan administrasi keuangan
• Melakukan penarikan kontribusi dari masyarakat berupa uang
• Menyusun
realisasi pembukuan serta laporan pertanggungjawaban keuangan pada tahapan konstruksi,
yaitu:
 Progres keuangan mingguan ditempel di papan ruanganSekretariat KSM dan tempat
strategis sehingga dapatdilihat dengan mudah oleh masyarakat;
 Laporan keuangan bulanan yaitu laporan penggunaandana dan laporan harian sesuai format
yang ditentukanuntuk kemudian disampaikan kepada PPK sanitasi.
4. Tim Perencana:
Tim perencana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam menyusun dokumen
Rencana Kerja Masyarakat (RKM),membuat gambar rencana kerja, spesifikasi teknis,
rincian biayapekerjaan, jadwal rencana pelaksanaan pekerjaan. Secara rincitugas tim
perencana adalah:
a. Mensosialisasikan pilihan teknologi sanitasi kepadamasyarakat;
b. Mengevaluasi dan menentukan pilihan teknologi sanitasi yang akan dibangun, sesuai
dengan pilihan, kemampuan masyarakat serta kondisi lingkungan;
c. Menyusun analisa teknis, membuat DED lengkap dengan potongan, RAB dan menyusun
analisa struktural, elektrikal, arsitektural dengan didampingi oleh TFL
d. Menyusun jadwal rencana kegiatan konstruksi
e. Melakukan inventarisasi tenaga kerja.
5. Tim Pelaksana:
Tim pelaksana mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan yang direncanakan, membuat gambar pelaksanaan serta membuat laporan
pelaksanaan pekerjaan. Secara rinci tugas tim pelaksanaadalah:

8
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
a. Melakukan rekrutmen tenaga kerja;
b. Mengatur tenaga kerja di lapangan;
c. Mengatur dan mengkoordinir material yang diperlukan;
d. Menerima dan menyetujui material/barang masuk;
e. Bertanggung jawab terhadap keamanan material selama pembangunan;
f. Membuat laporan tentang keadaan material;
g. Mengalokasikan material sesuai dengan kebutuhan pekerjaan konstruksi;
h. Mengorganisir kegiatan kampanye kesehatan di masyarakat;
i. Melakukan monitoring terhadap upaya penyehatan lingkungan;
j. Membuat As built drawing setelah pekerjaan konstruksi selesai.
6. Tim Pengawas:
Tim pengawas mempunyai tugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan
pengawasan terhadap pelaksanaan dan pelaporan, baik fisik maupun administrasi
pekerjaan swakelola. Secara rinci tugas tim pengawas adalah: Pengawasan kepada pekerja
dengan didampingi oleh TFL;
a. Bertanggung jawab terhadap pengawasan administrasi, teknis dan keuangan;
b. Didampingi oleh TFL bertanggungjawab/menilai ataskualitas dan progres pekerjaan
fisik;
c. Berkoordinasi dengan TFL menyusun laporan pekerjaanuntuk diteruskan dan/atau
ditindaklanjuti ke PPK.
7. Panitia Pengadaan:
Rencana pengadaan harus mempertimbangkan syarat teknis dan metode pelaksanaan
pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pengadaan. Tim Pengadaan diangkat oleh
penanggungjawab kelompok masyarakat (KSM) sebagai pelaksana swakelola untuk
melakukan pengadaan barang/jasa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan swakelola, dan
anggota tim Pengadaan diperbolehkan bukan PNS.
a. Bertanggung jawab dalam melaksanakan survey danmengundang supplier dan/atau
kontraktor untuk pengadaan material;
b. Melaksanakan kegiatan proses pengadaan barang atau pekerjaan konstruksi.

9
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB V
PENETAPAN CALON PENERIMA PEMANFAAT
A. Penetapan Calon Penerima Pemanfaat
Penetapan calon penerima pemanfaat diperoleh berdasarkan hasil pengumpulan data usulan dari
desa, kader, dan Kepala Dusun (kadus) setempat. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara adil,
transparan dan demokratis oleh masyarakat. Setelah diperoleh data usulan calon penerima
manfaat, dilakukan verifikasi dan survey pemetaan titik lokasi.
Sesuai dengan pedoman teknis pelaksanaan program Dana Aokasi Khusus Sanitasi Tahun 2022
tentang kriteria calon penerima manfaat serta hasil dilakukannya rembug warga, survey lokasi
dan pemetaan sosial/sanitasi.
B. Penerima Manfaat
Berikut merupakan daftar penerima manfaat yang sudah ditentukan pada saat melakukan rembug
warga dengan calon penerima manfaat, fasilitator, dan KSM
Nama-nama tersebut sebelumnya diajukan oleh dari desa, kader, dan Kepala Dusun (kadus)
setempat, serta dilakukan survey titik lokasi, dan survey kebutuhan sarana sanitasi. Berikut
merupakan tabel penerima manfaat yang sebanyak 50 Penerima manfaat.

No Nama Alamat Pekerjaan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

10
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

C. Kondisi Sosial Ekonomi Penerima Manfaat


Untuk kondisi sosial di Desa ………………. masyarakat dapat bersosialisasi dengan baik dan
terbuka dengan adanya program sanitasi perdesaan padat karya ini. Sosialisasi dilakukan setelah
adanya pertemuan antara TFL, desa, serta kader dan kadus di Desa ……………….. Setelah
dilakukan sosialisasi dan survey lokasi, ditemukan masih terdapat beberapa masyarakat yang
masih menggunakan cara tradisional dikarenakan kebiasaan dalam pembangunan dan
penggunaan sarana sanitasi seperti cubluk dan ke sungai. Hal ini juga dikarenakan masih terdapat
masyarakat yang belum sadar akan pentingnya PHBS.
Kondisi perekonomian masyarakat di Desa ………………… yang termasuk ke dalam kategori
prioritas program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Tahun 2022, adalah masyarakat yang belum

11
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
memiliki sarana sanitasi yang layak dikarenakan keterbatasan biaya. Selain itu, rata-rata jenis
pekerjaan masyarakat adalah sebagai buruh musiman, dan bertani.
Dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tersebut, dapat disimpulkan bahwa beberapa
faktor seperti kebiasaan, adat, maupun perekonomian masyarakat mempengaruhi adanya
permasalahan terkait kesehatan seperti stunting, gizi buruk, dan kesehatan lingkungan. Maka dari
itu diperlukan sosialisasi guna memberikan informasi kepada masyarakat terkait permasalahan
dan dampak dari permasalahan tersebut, serta di dukung dengan adanya pembangunan fisik.

12
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB VI
RENCAN KERJA MASYARAKAT

A. Rencana Kontruksi
Berikut ini adalah sarana & Prasarana yang dapat dikembangkan dalam perencanaan DAK :
1. Mengacu dari SNI 2398:2017 atau SNI 03-2398-2002 tentangperencanaan tangki septik
dengan sistem resapan, maka pengertian tangki septik adalah suatu ruangan yang berfungsi
untuk menampungdan mengolah air limbah domestik rumah tangga dengan kecepatan airyang
lambat, sehingga memberi kesempatan untuk terjadi pengendapan terhadap suspensi benda-
benda padat, dan kesempatan untuk penguraian penguraian bahan-bahan organik oleh
Mikroorganisme/bakteri anaerobik atau aerobik. Pilihan teknologi yang ada untuk tangki
septik sangat beragam. Salahsatunya dapat berdasarkan pada material pembuatnya seperti dari
beton atau pabrikasi yang sudah tersertifikasi SNI. Walau bentuk dan material pembuatnya
berbagai macam namun prinsip utama daritangki septik harus diutamakan yaitu :
a. Bangunan harus kedap air;
b. Mempunyai pipa udara (hawa);
c. Mempunyai lubang kontrol untuk proses penyedotan akumulasilumpur tinja yang terbentuk;
d. Mempunyai ruangan yang cukup untuk terjadi proses pengendapandan pengolahan.
Untuk di KSM ……………………. teknologi yang akan di gunakan menggunakan
tekhnologi pabrikasi sesuai kesepakatan pada musyawarah dengan alas an lebih efesien baik
dari segi biaya dan pengerjaan nya.
B. Tahap Kegiatan Yang Dilakukan Sebelum Kontruksi
Pelaksanaan persiapan kontruksi KSM didampingi TFL pada rembuk warga meliputi :
1. Mengidentifikasi pekerjaan dan pelaksana pembangunan seperti :
Tenaga terampil yang dibutuhkan, dan membuka pendaftaran calon pekerja untuk
pekerjaan yang akan dilaksanakan secara mandiri. Prioritas tenaga kerja yang akan
dilibatkan adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), baik laki – laki maupun
perempuan. Kegiatan pendaftaran tenaga kerja dapat diteruskan selama dibutuhkan
dalam pelaksanaan
2. Membentuk tim pekerja kontruksi yang terdiri dari kepala tukang dan pekerja. Tim
pekerja kontruksi tersebut diutamakan berasal dari penduduk setempat atau calon
pemanfaat.
3. Khusus untuk kepala tukang dan tukang mempunyai keahlian yang memadai. Pada
saat persiapan kontruksi, TFL bersama dengan Faskab melakukan penguatan kapasitas
kepada kepala tukang, tukang, pekerja, KPP serta masyarakat pemanfaat prasarana
dan sarana yang terbangun. Tujuan penguatan kapasitas ini untuk memberikan

13
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
pemahaman dan keterampilan dalam hal pelaksanaan kontruksi dan keberlanjutan
program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Tahun 2022. Penguatan kapasitas ini
dilakukan oleh TFL selaku tenaga pendamping masyarakat.
Materi penguatan Kapasitas yang diberikan antara lain :
1. Cara membaca gambar teknis;
2. Pengetahuan tentang spesifikasi teknis dan batasan – batasannya;
3. Tata cara pengawasan pekerjaan ( quality control ) dan cara menghitung
kemajuan kegiatan ( progress fisik );
4. Administrasi dan keuangan ( Penyusunan LPj ); dan
5. Operasional dan peraatan bangunan sarana sanitasi.
C. Pendampingan Pada Waktu Kegiatan Kontruksi
Dalam tahapan kontruksi yang akan dilaksanakan oleh KSM dan masyarakat maka TFL
harus mengawasi kegiatan kontruksi yang bertujuan untuk:
• Meminimalkan penyimpangan
• Kualitas dan kuantitas sesuai spesifikasi teknis
• Waktu penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal
• Biaya tidak membengkak.
D. Rencana Kontribusi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Kegiatan
Masyarakat yang berperan aktif dalam pelaksanaan program Dana Alokasi Khusus Sanitasi
Tahun 2022 ini boleh ikut serta dalam pelaksanaan kontruksi dengan cara menyumbangkan
tenaga, fikiran, atau keterampilan yang nantinya akan mempercepat proses kontruksi secara
signifikan.
E. Rencana O dan P Sarana Sanitasi
Dalam program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Tahun 2022, keterlibatan masyarakat khususnya
pengguna perempuan lebih diutamakan. Demikian pula halnya dalam pemeliharaan sangat
penting, karena tanggung jawab pemeliharaan tidak hanya berada pada kaum laki - laki tetapi
juga perempuan. Pelestarian Prasarana dan saraa program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Tahun
2022 sangat bergantung pada kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan,
memanfaatkan, dan memelihara prasarana dan sarana yang ada. Secara umum aspek yang perlu
diperhatikan dalam pelestarian adalah pengelolaan prasarana dan sarana, penyuluhan dan
pengelolaan.
F. SOP Operasional dan Pemeliharaan
a) Pengecekan Jenis Air Limbah yang masuk
1. Air limbah domestik yang masuk ke Tangki Septik adalah air limbah yang berasal dari
kloset ( black water ) Hindarkan memasukan bahan yang beracun seperti pestisida, bahan
pemutih, cairan pembersih keramik / lantai ( cairan antiseptic Cat thinner, busa sabun cuci

14
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
pakaian dan sejenisnya terutama dalam jumlah besar karena dapat mengganggu proses
pengolahan dan membunuh bakteri di tangki septik.
2. Hindari dari padatan atau bahan yang sulit terurai seperti potongan kain, sisa- sisa
makanan, potongan sampah, dll karena akan menyumbat aliran dan mengganggu proses
pengolahan
3. Hindarkan masuknya air hujan kedalam tangki septik
4. Pemeriksaan kondisi air limbah di bak kontrol dengan membuka tutup bak control dan
memberikan sampah – sampah atau padatan sulit terurai yang tersumbat di bak kontrol
5. Pemeriksaan kondisi air limbah di tangki septik hanya diperbolehkan melihat melalui
lubang control yang terdapat di tutup tangki.
b) Pengurasan Tangki Septik
1. Waktu Pengurasan
Waktu pengurasan untuk tangki septik dilakukan secara berkala yaitu setiap 2 –3 tahun
sekali atau cek volume lumpur secara berkala 6 – 12 bulan, kecuali ada hal- hal yang
dluar rencana, sehingga tangki septik bermasalah sebelum jadwal pengurasan.
2. Proses Pengurasan
a. Pengurasan dilakukan oleh jasa penyedotan, resmi menggunakan truk tanki
pengangkut lumpur tinja.
b. Penyedotan harus melalui lubang control Tangki Septik
c. Selang penyedotan lumpur tinja terhubung langsung dengan truk pengangkut lumpur
tinja sehingga cairan lumpur tinja tidak tercecer
d. Disarankan untuk tidak menyadot lumpur tinja sampai habis agar bakteri masih
tersedia untuk melanjutkan proses penguraian
e. Setelah penyedotan selesai maka tangki septik tersebut dapat digunakan kembali
seperti biasa
f. Sebaiknya saat akan dilakukan pengurasan, petugas dilengkapi dengan pakaian
pelindung, sepatu dan memakai sarung tangan karet untuk menghindari kontak
langsung dengan semua bahan dan limbah, termasuk untuk melindungi masuknya
kuman patogen.
G. Organisasi Pengelola
Untuk mencapai keberhasilan pemeliharaan sarana sanitasi maa dibutuhkan lembaga KPP,
KPP harus melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1. Melakukan pemantauan rutin / berkala untuk mengetahui dan memastikan kondisi
prasarana dan sarana berjlan dengan baik
2. Mengetahui kerusakan sedini mungkin agar dapat disusun rencana perawatan dan
pengelolaan yang baik
3. Melakukan rehabilitasi tepat waktu

15
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
4. Melakukan pemeliharaan sesuai Standard Operating Procedure, dan
5. Menginformasikan penggunaan pemeliharaan di papan informasi Desa.

H. Iuran dan Pendanaan dalam Kegiatan O&P


Pemeliharaan sarana yang telah dibangun program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Tahun 2022
tidak lepas dari tanggung jawab masyarakat. Pemeliharaan prasarana dan sarana dapat
berjalan dengan baik jika diwujudkan dengan rencana kerja yang nyata dan iuran
( pendanaan ) dari pemanfaat sebagai swadaya. Besaran iuran dari masyarakat dihitung
berdasarkan kesepakatan bersama sesuai kebutuhan pemeliharaan. Pendanaan dipergunakan
untuk kebutuhan seperti honorarium petugas pemelihara sarana, perbaikan komponen sarana
yang rusak dan biaya operasional lainnya yang sesuai dengan system sarana terbangun.

16
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB VII
DED DAN RAB
DED dan RAB dirancang bersama oleh KSM khususnya seksie perencana, serta pendamping yang
nantinya dilakukan pengecekan dan verifikasi oleh Tim Teknis, PPTK dan PPK di Dinas Pekerjaan
Umum Tata Ruan, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten
Tasikmalaya selaku Dinas Teknis untuk mengesahkan dokumen RAB dan Gambar .
Setelah disahkan dan disetujui oleh PPK dokumen RAB dan Gambar selanjutnya KSM Menyusun

dan mendokumenkan dalam bentuk RKM sebagai dasar KSM selaku pengelola Kegiatan Fisik untuk

melaksanakan pembangunan.

17
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB VIII
JADWAL PELAKSANAAN KONTRUKSI

1. Pelaksanaan Kontruksi
Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Pelaksanaan konstruksi infrastruktur Sanitasi yang dibangun
melalui DAK Bidang Sanitasi diselesaikan dalam satu tahun anggaran sehingga perlu 43
[Link] disusun jadwal pelaksanaan pekerjaan sejak dari dimulainya pekerjaan sampai
dengan selesainya pekerjaan.
Jadwal yang disusun sudah mempertimbangkan:
a. Beban pekerjaan dengan ketersediaan pekerja
b. Kondisi cuaca yang dapat menghambat pekerjaan
c. Hari-hari libur yang dapat memperlambat progress pekerjaan. Pekerjaan dinyatakan selesai
apabila penyedia jasa telah melaksanakan pekerjaan selesai 100% sesuai ketentuan dokumen
kontrak dan telah dinyatakan dalam berita acara penyerahan pekerjaan. Apabila penyedia jasa
tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan
penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada pengguna jasa maka pengguna jasa
melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas dengan amandemen kontrak.
2. Bahan/material Konstruksi
a. Ketersediaan bahan/material Bahan/material tersedia secara cukup sesuai dengan kuantitas
yang dibutuhkan dan disediakan tepat pada waktu pelaksanaan.
b. Kualitas bahan/material Bahan/material yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi teknis
yang telah ditentukan, terbukti aman digunakan untuk konstruksi infrastruktur air minum, dan
sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
3. Tenaga Ahli/Pekerja Konstruksi Tenaga Ahli yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan
konstruksi Sanitasi

18
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB IX
MEKANISME PENCAIRAN DANA

A. Mekanisme Pencairan Dana


SKPD yang memperoleh alokasi pagu anggaran DAK Sanitasi pada tahun anggaran berkenaan
diatas 1 milliar rupiah dapat menyesuaikan dengan mekanisme transfer yang diatur dalam
PMK/130.07/2019 dengan proses pencairan dana ke rekening kelompok masyarakat dengan
tahapan antara lain sebagai berikut:

1) Tahap I dapat dicairkan sebesar 25% apabila dokumen RKM dan kontrak kerja sama
dilaksanakan;

2) Tahap II dapat dicairkan sebesar 45% apabila progres fisik mencapai minimal 20 % disertai
dengan LPD Tahap I;

3) Tahap III dapat dicairkan sebesar 30% apabila progres fisik telah mencapai minimal 60 %
disertai dengan LPD Tahap II.

Dana bantuan pemerintah untuk pekerjaan program Dana Alokasi Khusus sanitasi dicairkan oleh
pemerintah melalui 3 tahap kepada rekening KSM Kemudia KSM akan menarik dana dari bank
untuk pelaksanaan pekerjaan tiap minggu nya sebesar rencana penarikan dana bank.
Semua pencairan dari Kas Daerah Ke rekening atas nama :
Nama Bank :
Atas Nama :
No Rekening :
Dana bantuan pemerintah untuk pekerjaan program Dana Alokasi Khusus sanitasi dicairkan oleh
pemerintah melalui 3 tahap kepada rekening KSM Kemudia KSM akan menarik dana dari bank
untuk pelaksanaan pekerjaan tiap minggu nya sebesar rencana penarikan dana bank.

19
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB X
RENCANA PENGELOLAAN DANA DAN PELAPORAN

A. Rencana Pengelolaan Dana

Rincian Detail Penggunaan Dana

Maksimal 35% untuk


upah pekerja

Minimal 60% untuk


pengadaan bahan dan
sewa alat

Maksimal 5% untuk
kegiatan non fisik selama
masa pembangunan

PENGGUNAAN DANA OPERASIONAL


MAKSIMAL 5% UNTUK KEGIATAN
NON FISIK :
1. Alat Tulis Kantor (ATK) termasuk
materai;
2. Pembuatan Dokumen LPJ KSM;
3. Perlengkapan K3;
4. Kampanye PHBS;
5. Konsumsi untuk rembuk warga;
6. Papan informasi pelaksanaan
kegiatan;
7. Spanduk, poster untuk edukasi
masyarakat;
8. Transport untuk pencairan dana di
bank, belanja material, rapat
koordinasi di kabupaten
Dana non fisik hanya untuk membiayai kegiatan yang
dilakukan setelah penandatanganan PKS

20
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
 Tahap Pengelolaan Dana
 Dana kegiatan untuk masing-masing lokasi disalurkan melalui dokumen anggaran
 Kontrak kerja atau Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh PPK pada Dinas Pekerjaan
Umum, Tata Ruang. Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya dengan KSM;
 Sebelum pembuatan Kontrak Kerja atau perjanjian kerjasama oleh PPK pada Dinas Pekerjaan
Umum, Tata Ruang. Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya maka KSM
diwajibkan membuka rekening;
 Pembukaan rekening bersama untuk Program Dana Alokasi Khusus Sanitasi dilakukan oleh
KSM. Buku Tabungan dibuat atas nama KSM ditandatangani (spesimen) oleh 3 orang (Ketua
KSM, Bendahara KSM dan satu orang dari calon penerima manfaat).
 Penyaluran dana dari KPPN ke Rekening KSM dibagi menjadi 3 tahap
 Berkas penyaluran dana disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang. Perumahan
Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Kabupaten Tasikmalaya
B. Pelaporan KSM

L P J s e b a g a i sa la h sa tu b e n tu k P e n g a w a sa n d a n P e n g e n d a lia n
P e la k sa n a a n K e g ia ta n

La p o ra n p e rta n g g u n g ja w a b a n d ib u a t o le h K S M b e rsa m a T F L.

La p o ra n p e rta n g g u n g ja w a b a n d ib u a t se ti a p ta h a p , y a itu : Lp j
ta h a p I d a n ta h a p II

LP j d isa m p a ik a n k e p a d a P P K se b a g a i p e n g a ju a n ta h a p
p e n c a ira n d a n a & se te la h p e k e rja a n fi sik se le sa i.
L a p o ra n p e la k sa n a a n / p e rta n g g u n g ja w a b a n (L P J) te rd iri d a ri 3 b a g ia n :
L a p o ra n p e la k sa n a a n fi sik
L a p o ra n a d m in istra si k e u a n g a n
n g a d a a n b a ra n g / ja sa

C. Mekanisme Pembelanjaan Barang Dan Jasa


Dalam mekanisme pembelanjaan barang KSM merujuk pada juknis bahwa pembelanjaan di
bawah angka 50 juta bisa dengan penunjukan langsung terhadap toko yang berdasarkan survey
adalah terendah, kendatipun demikian berkas persyaratan sebagai dokumen kelengkapan
pelaporan tetap dijalankan berikut Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa:
 Berita Acara Pembentukan Tim Pengadaan
 Berita Acara Survei Harga Bahan, Upah dan Sewa Alat
 Surat Pernyataan Kebenaran Usaha

21
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
 Surat Penyataan Tidak Menuntut Ganti Rugi
 Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan
 Dokumen Pengantar Barang / Faktur BarangDokumentasi

22
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
BAB XI
RENCANA PENGOPRASIAN DAN PEMELIHARAAN FASILITAS SANITASI

A. Rencana Kegiatan Pengelola


KPP diharapkan mampu menindak lanjuti pemeliharaan secara tepat. Melalui kegiatan
pemeliharaan diharapkan dapat mencapai umur teknis prasarana dan sarana sesuai dengan
target dan standar perencanaan. Dalam pelaksanaan pelestarian prasarana dan sarana,
diharapkan Pemerintah Desa dapat berperan aktif memberikan pembinaan juga dukungan dana
jika dibutuhkan oleh KPP. Untuk menjamin keberfungsian maka dibutuhkan SOP bagi
masyarakat dan KPP dalam memanfaatkan dan memelihara sarana sanitasi. SOP yang telah
disusun oleh KSM dibantu TFL menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan
prasarana dan sarana Kegiatan program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Tahun 2022
B. Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan
Untuk kegiatan yang dilaksanakan baik itu oleh KSM dan KPP di program Dana Alokasi
Khusus Sanitasi Tahun 2022 sesuai tahapan kegiatan mereka didampingi oleh TFL untuk
penguatan keterampilan dalam hal pelaksanaan kegiatan kontruksi dan pasca kontruksi, yang
diharapkan dapat meningkatkan kapasitas keterampilan dari masing – masing anggota dan
pekerja yang melaksanakan setiap tahapan kegiatan. Peran serta masyarakat dan tentunya
dukungan dari Pemerintah Desa diharapkan dapat memacu semangat dalam melaksanakan Pola
Hidup Bersih dan Sehat.
C. Rencana O dan P Sarana Sanitasi
Dalam Kegiatan DAK Sanitasi, keterlibatan masyarakat khususnya pengguna perempuan lebih
diutamakan. Demikian pula halnya dalam pemeliharaan sangat penting, karena tanggung jawab
pemeliharaan tidak hanya berada pada kaum laki - laki tetapi juga perempuan. Pelestarian
Prasarana dan sarana Kegiatan DAK Sanitasi sangat bergantung pada kemauan dan
kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan, memanfaatkan, dan memelihara prasarana dan
sarana yang ada. Secara umum aspek yang perlu diperhatikan dalam pelestarian adalah
pengelolaan prasarana dan sarana, penyuluhan dan pengelolaan.
D. SOP Operasional dan Pemeliharaan
a. Pengecekan Jenis Air Limbah yang masuk
1. Air limbah domestiK yang masuk ke Tangki Septik adalah air limbah yang berasal
dari kloset ( black water ) Hindarkan memasukan bahan yang beracun seperti
pestisida, bahan pemutih, cairan pembersih keramik / lantai ( cairan antiseptic Cat
thinner, busa sabun cuci pakaian dan sejenisnya terutama dalam jumlah besar karena
dapat mengganggu proses pengolahan dan membunuh bakteri di tangki septik.

23
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
2. Hindari dari padatan atau bahan yang sulit terurai seperti potongan kain, sisa-sisa
makanan, potongan sampah, dll karena akan menyumbat aliran dan mengganggu
proses pengolahan
3. Hindarkan masuknya air hujan kedalam tangki septik
4. Pemeriksaan kondisi air limbah di bak control dengan membuka tutup bak control dan
memberikan sampah – sampah atau padatan sulit terurai yang tersumbat di bak control
5. Pemeriksaan kondisi air limbah di tangki septik hanya diperbolehkan melihat melalui
lubang control yang terdapat di tutup tangki.
b. Pemeliharaan Toilet
Agar toilet tidak menjadi sumber penyakit, toilet sebaiknya dipelihara
dengan baik dengan cara ( Depkes : 2004 ) :
1. Lantai toilet hendaknya selalu bersih dan kering
2. Tidak ada sampah berserakan dan tersedia alat pembersih
3. Tidak ada genangan air disekitar toilet
4. Ruang toilet dalam keadaan baik dan tidak ada lalat atau kecoa
5. Tempat duduk selalu bersih dan tidak ada kotoran yang terlihat
6. Tersedia air bersih dan alat pembersih di dekat toilet
7. Bila ada bagian yang rusak harus segera diperbaiki
b. Pengurasan Tangki Septik
1. Waktu Pengurasan
Waktu pengurasan untuk tangki septik dilakukan secara berkala yaitu setiap 2 – 3
tahun sekali atau cek volume lumpur secara berkala 6 – 12 bulan, kecuali ada hal- hal
yang dluar rencana, sehingga tangki septik bermasalah sebelum jadwal pengurasan.
2. Proses Pengurasan
a. Pengurasan dilakukan oleh jasa penyedotan, resmi menggunakan truk tanki
pengangkut lumpur tinja.
b. Penyedotan harus melalui lubang control Tangki Septik
c. Selang penyedotan lumpur tinja terhubung langsung dengan truk pengangkut
lumpur tinja sehingga cairan lumpur tinja tidak tercecer
d. Disarankan untuk tidak menyadot lumpur tinja sampai habis agar bakteri masih
tersedia untuk melanjutkan proses penguraian
e. Setelah penyedotan selesai maka tangki septik tersebut dapat digunakan kembali
seperti biasa
f. Sebaiknya saat akan dilakukan pengurasan, petugas dilengkapi dengan pakaian
pelindung, sepatu dan memakai sarung tangan karet untuk menghindari kontak
langsung dengan semua bahan dan limbah, termasuk untuk melindungi masuknya
kuman patogen.

24
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022
E. Organisasi Pengelola
Untuk mencapai keberhasilan pemeliharaan sarana sanitasi maa dibutuhkan lembaga KPP, KPP
harus melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1. Melakukan pemantauan rutin / berkala untuk mengetahui dan memastikan kondisi
prasarana dan sarana berjlan dengan baik
2. Mengetahui kerusakan sedini mungkin agar dapat disusun rencana perawatan dan
pengelolaan yang baik
3. Melakukan rehabilitasi tepat waktu
4. Melakukan pemeliharaan sesuai Standard Operating Procedure, dan
5. Menginformasikan penggunaan pemeliharaan di papan informasi Desa.
 Iuran dan Pendanaan dalam Kegiatan O&P
Pemeliharaan sarana yang telah dibangun oleh kegiatan DAK Sanitasi tidak lepas dari tanggung
jawab masyarakat. Pemeliharaan prasarana dan sarana dapat berjalan dengan baik jika
diwujudkan dengan rencana kerja yang nyata dan iuran ( pendanaan ) dari pemanfaat sebagai
[Link] iuran dari masyarakat dihitung berdasarkan kesepakatan bersama sesuai
kebutuhan pemeliharaan. Pendanaan dipergunakan untuk kebutuhan seperti honorarium
petugas pemelihara sarana, perbaikan komponen sarana yang rusak dan biaya operasional
lainnya yang sesuai dengan system sarana terbangun.

25
RKM KSM ……………. DESA ………………….. KECAMATAN …………………..
INFRASTRUKTUR SANITASI (DAK PENUGASAN) T.A 2022

Anda mungkin juga menyukai