0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
771 tayangan13 halaman

Skema Power Supply TV Tabung

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang bagian-bagian utama dalam blok tv, termasuk regulator power supply, IF video, IC chroma, vertikal output, horizontal output, dan RGB. 2. Bagian-bagian tersebut bekerja sama untuk mengubah sinyal masukan menjadi gambar yang ditampilkan pada layar tv. 3. Kerusakan pada regulator atau bagian-bagian lain dapat menyebabkan gangguan pada gambar at

Diunggah oleh

Izzzy Kaedehara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
771 tayangan13 halaman

Skema Power Supply TV Tabung

Rangkuman dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang bagian-bagian utama dalam blok tv, termasuk regulator power supply, IF video, IC chroma, vertikal output, horizontal output, dan RGB. 2. Bagian-bagian tersebut bekerja sama untuk mengubah sinyal masukan menjadi gambar yang ditampilkan pada layar tv. 3. Kerusakan pada regulator atau bagian-bagian lain dapat menyebabkan gangguan pada gambar at

Diunggah oleh

Izzzy Kaedehara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Gambar blok tv

1. Bagian Power Supply

Regulator berfungsi untuk mensuplay tegangan keseluruh rangkaian pcb/board, juga


kerangkaian RGB dan tabung,biasanya tegangan output/sekunder pada tiap-tiap  regulator
monitor belum tentu sama,tapi pada intinya ada 3 yaitu 1. +Dc 6,5 volt untuk menyuplay
tegangan ke vilamen CRT, 2. +Dc 12>15 volt untuk menyuplay tegangan ke IC oscilator
horisontal dan vertical dan juga ke IC program,3+Dc 50> 75 volt untuk menyuplay
tegangan ke horisontal output melalui [Link]-ciri kerusakan dari regulator ialah
monitor tidak bisa nyala, kalau dinyalakan terjadi konsleting pada jalur listrik, monitor
nyala tetapi gambar ngleod/bergoyang dll.

1
Gambar 1. Blok Regulator Power Supply

- Komponen utama :

1. Rangkaian AC-Line untuk meniadakan gangguan EMF (Electrically Moment


Frequency)
2. Diode Bridge untuk mengubah AC menjadi DC
3. Kapasitor ELCO untuk filter tegangan ripple
4. Resistor PTC (Positif Temperature Coefisien) Untuk memberi/ menghasilkan arus
denyut bagi koil de gaussing
5. Transistor Power Switching untuk switch/ saklar elektronik terkendali pulsa
6. Trafo AC-Matic/ Auto TrafoUntuk distribusi tegangan terswitching
7. IC PWM 3842
8. Diode tegangan output

- Cara kerja :

Cara kerja rangkaian catu daya Televisi adalah Catu daya DC (arus searah) pada penerima
TV berwarna dihasilkan penyearahan tegangan AC (bolak-balik) jala-jala dan juga dari
penyearahan pulsa melayang kembali (flayback) defleksi horizontal dalam beberapa system
penerima TV bewarna digunakan transformator input pada jala-jala dan catu daya diambil
dari penyearahan bagian sekunder transformator input itu. Pada rangkaian daya terdapat
penyearah, regulator tegangan, lampu pilot, rangkaian pendengauss dan rangkaian pemanas
tabung gambar bewarna.
Pada penyearah, tegangan AC disearahkan, difilter dan dilewatkan regulator tegangan.
Dengan Regulator tegangan, tegangan DC output dibuat selalu tetap meskipun tegangan

jala-jala dan bebannya berubah-ubah. Tegangan output diatur dengan menggunakan


resistansi dalam transistor yang ada pada regulator
rangkaian catu daya mempunyai bagian-bagian penting yaitu penyearah dan penstabil.
Bagian Primer Trafo/Switching Regulator disebut dengan Regulator Input dan bagian
sekunder dinamakan Regulator Output.
Tegangan AC terlebih dahulu dirubah menjadi tegangan DC dengan perataan dan regulator
tegangan yang dapat mengendalikan tegangan DC ke rangkaian TV warna. Tegangan DC
yang dihasilkan ini diharapkan dapat stabil, sehingga televisi dapat bekerja dengan sempurna.
Kerusakan yang terjadi pada regulator ini akan mengakibatkan gambar pada layar televisi
mengalami gangguan demikian juga suara yang di hasilkan.

2
Prinsip Kerja :

Perangkat elektronika agar dapat dioperasikan dengan baik harus menggunakan power supply
arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu
adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi besar yang
membutuhkan catu daya lebih besar pula, sumber dari baterai tidak cukup. Sumber catu daya
yang besar adalah sumber bolak-balik AC (alternating current) dari pembangkit tenaga listrik.
Rangkaian power supply linear berfungsi untuk mengubah tegangan listrik bolak balik AC
(alternating current) menjadi tegangan searah DC (direct current). Adapun besarnya tegangan
DC yang dihasilkan harus disesuaikan dengan kebutuhan beban pada rangkaian yang akan di
supply. Didalam, rangkaian catu daya terbagi atas beberapa bagian yaitu :
[Link] tegangan
[Link] tegangan
[Link] tegangan
4. tegangan output

2. Bagian IF Video

Penguat Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat
frekwensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang berasal
dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian video detektor.
Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekwensi penguat video IF
menggunakan center pada frekwensi 38.9Mhz untuk IF sinyal pembawa gambar (video
carrier)dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound carrier)
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang berasal dari detektor video
sehingga dapat menjalankan layar kaca atau CRT (catode ray tube). Didalam rangkaian
penguat video terdapat pula rangkaian ABL (automatic brightness level) atau pengatur kuat
cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari tegangan
muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.

Bagian-bagian dari penguat video IF

 Sirkit penyesuai impedansi input , Penguat pre-amp transistor , SAW filter , Penguat
IF , AGC (Autimatic Gain Control) , AFT (Automatic Fine Tuning), PLL atau VCO
video detektor , Noise inverter, Video Indentificatio

3. IC Crhoma

Pada bagian croma ini bertugas untuk memproses sinyal yang berasal dari tuner dan
dilakukan pemisahan yang sesuai dengan alur dan fungsinya, misanya sinyal suara diberikan
kebagian suara, sinyal gambar diberikan ke bagian gambar dan sinya warna diteruskan ke
bagian warna dan sinyal sincronisasi diberikan kebagian sincronisasi. Pada bagian ini secara
fisik terdapat pada satu IC dengan nama IC croma, ada juga yang menyebutnya dengan nama
IC jungle, onechip, IC gambar dll. Bahkan untuk televisi model baru IC croma dijadikan satu
dengan IC program/control. Sehingga dalam mesin televisi hanya ada satu IC yang fisiknya
besar.

3
. IC CRHOMA
didalam ic chroma terdapat beberapa rangkaian
-rangkaian oscillator horizontal
-rangkaian oscillator vertical
-rangkaian if = gambar/suara/warna
-dll

Beberapa kerusakan yang umum terjadi pada IC Croma, antara lain, televisi mati (horizontal
oscillator tidak bekerja), gambar tidak ada (gelap), polos putih, gambar roling, gambar satu
garis  horizontal, nangkap siaran lemah (bures), warna tidak ada, warna jelek, salah satu
warna hilang, suara hilang, suara ngosos, suara ngorok dan masih banyak yang lainnya.

Gambar 3. Blok IC chroma

4. Bagian Blok Vertikal

Rangkaian vertikal adalah rangkaian yang berfungsi untuk menarik gambar ke atas dan ke
bawah.

- Cara Kerja Rangkaian Vertikal :

Sumber tegangan rangkaian vertikal ini adalah power suply terutama tegangan 12v dan -12v.
Tapi ini tidak mesti, karena tiap monitor punya karakteristik tegangan yg berbeda-beda.
Input vertikal diperoleh dari kabel VGA yaitu vertikal syncrone yang masuk ke rangkaian
syncronisasi dan diteruskan ke IC vertikal. Di dalam IC inilah semua pengaturan dan
penguatan sinyal dilakukan dengan bantuan ELCO sebagai filter tegangan. Jika ELCO ada
yang rusak maka vertikal tidak akan bekerja sempurna, misal gambar menggulung, dll.
Output blok vertikal ini juga dihasilkan oleh IC vertikal yang kemudian di umpankan ke

4
YOKE VERTIKAL. Output rangkaian vertikal ini kalau diukur tegangannya berkisar 4-10
VAC. Jadi tegangannya AC.

Gambar 4. Blok Vertikal Output

Komponen utama:
1. IC antara lain : TDA 1675, TDA 4866, TDA 8132, TDA 9302, STV 9302, dll
2. Elco : elco ini fungsinya untuk regulator / filter tegangan.

5. Bagian Blok Horizontal

Horisontal adalah bagian monitor yang sangat penting, karena rangkaian ini berfungsi untuk
membuka layar ke samping kanan dan kiri dan menyalakan fungsi flyback untuk
menghasilkan tegangan tinggi yg menyuplai tabung.

Cara kerja rangkaian Horizontal :

Tegangan kerja rangkaian ini adalah 60-90V yang disebut juga dengan tegangan B+ yang
terhubung dengan kaki kolektor dari transistor Horizontal. Sinyal input masuk melewati IC
Syncron yang kemudian diteruskan ke transistor penguat sinyal. Sinyal ini kemudian
diteruskan ke trafo sinkron untuk diturunkan tegangannya dan menghasilkan output sinyal
dan tegangan sekitar –0,01V yang diteruskan ke kaki basis Tr Horizontal sebagai input.
Dengan adanya tegangan kerja B+ maka transistor horizontal yang mendapatkan input akan
bekerja dan dengan defleksi yoke horizontal. Output transistor horizontal juga akan membuat
Fly Back bekerja dan akan menghasilkan tegangan Anoda yang sangat tinggi. Adanya
tegangan tinggi ini membuat elekron dari katoda tabung tertarik ke anoda dan terjadilah
gambar melebar kesamping kanan dan kiri pada tabung.

Bagian-bagian Blok Horizontal :

1. Transistor horisontal : berfungsi untuk menaikkan tegangan 80-125v menjadi tegangan


tinggi AC sebagai tegangan kerja flyback. Macam type transistor horisontal : C5149,
BU2508, BU2527AX, C5148, dll.

5
2. FLYBACK : berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi anoda tabung 26 kilo volt.
tiap monitor memiliki type flyback yang berbeda.
3. YOKE Horisontal : untuk membuka layar ke kanan dan ke kiri.
4. Trafo Oscilator : berfungsi untuk menghasilkan sinyal input BASIS Transistor horisontal.
5. Kondensator Mylar : berfungsi untuk mengatur lebar gambar, biasanya ukurannya 392-602
2000v
6. FET IRF 630 : berfungsi untuk mengubah tegangan 50v ke 75-125 volt yang dibutuhkan
untuk tegangan kerja transistor horisontal.

Gambar 5. Blok Horizontal Output

- Komponen utamanya adalah :


1. Transistor Horizontal
2. Trafo Oscilator
3. Transistor Oscilator
4. Flyback

6. Bagian Blok RGB

Blok ini berfungsi untuk mengolah warna yang datang dari VGA card dan dikirim ke
tabung gambar/ CRT. Video input didapatkan dari Out Put VGA Card yang memiliki 15 pin
out put. Berikut urutan pin Out Put VGA Card :

6
Gambar Output VGA Card

Urutan Pemasangan Kabel VGA :


1. Red : kalau kabel ini putus maka layar kebiru-biruan.
2. Green : kalau kabel ini putus maka layar kemerah-merahan.
3. Blue : kalau kabel ini putus maka layar kekuning-kuningan
4. Ground
5. Ground
6. Red Ground
7. Green Ground
8. Blue Ground
9. No Connection (NC)
10. Ground
11. Ground
12. No Connection (NC)
13. Horisontal Syncrone : kalau kabel ini putus maka gambar akan roling / acak
14. Vertikal Syncrone : kalau kabel ini putus maka gambar akan roling / acak
15. No Connection (NC)

Bagian Blok RGB :


1. IC Penguat Video, biasanya menggunakan seri TDA : kalau rusak maka warna akan kacau
atau bahkan tidak keuar gambar.
2. IC pengolah warna : kalau rusak maka gambar tidak akan muncul
3. Elco Regulator ukuran 47-100uF/100-160v tegangan 80 v untuk IC penguat video
: kalau rusak / kering / melembung maka layar samping kiri akan ada gangguan garis vertikal
banyak dan melengkung.
4. Kondensator milar ukuran 102-103 / 2kv : fungsinya untuk membuang kelebihan muatan
G2 (screen) : kalau rusak maka gambar terang kemudian gelap sendiri, kadang berubah-ubah
sendiri, kadang malah gelap sama sekali.
5. Elco regulator warna biasanya ada 3-6 dengan ukuran 1uF/100-160v : kalau rusak maka
tulisan akan ada bayangan mbleret merah / hijau / biru.
6. Trimpot : fungsinya untuk mengatur komposisi warna : kalau setingan tidak pas maka
warna akan tidak alami. putar-putar saja kalau mau mencoba, tidak apa-apa.
7. Kabel Fokus / G3 / G4 : kalau putus / sambungan tak sempurna maka gambar akan tidak
fokus/ kabur.
8. Kabel Screen / G2 : kalau sambungan tidak sempurna maka layar akan gelap.

7
Gambar 6. Blok RGB Video

Komponen Utama :
1. IC Penguat Video
2. Soket tabung
3. IC video
4. Soket Kabel VGA dan HSync dan V Sync.

7. Bagian Flyback

Flyback adalah komponen monitor yg berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi dan
tegangan lainnya yg dibutuhkan monitor. Flyback sebenarnya adalah trafo tapi trafo untuk
tegangan tinggi agar tabung bekerja mengeluarkan gambar.
Bagian-bagian flyback:
A. Bagian primer
B. Bagian sekunder
C. Bagian yg terpisah antara primer dan sekunder yaitu : ABL, Screen dan Fokus dan KOP
flyback.

Gambar 7. Flyback

8
B. Bagian Primer Flyback :

1. Colector : terhubung dg colector transistor horisontal. jika flyback kerja maka


pin ini akan menghasilkan tegangan tinggi. Jangan di ukur dg multitester.
2. Dioda dumper : terhubung dg dioda dumper. Tidak semua flyback memiliki
kaki ini.
3. B+ : terhubung dg tegangan B+ 55v dan FET IRF630. Ini adalah kaki untuk
tegangan kerja flyback. Jika teg B+ tdk masuk maka flyback tidak kerja dan
monitor tidak nyala. Jadi ketiga kaki ini jika diukur dengan ohm meter x1
terhubung.

B. Bagian sekunder flyback :

1. Gruond : terhubung dg ground monitor.


2. AFC : Automatic Frequency Control. tegangan 30-40 dcv Fungsinya untuk mengatur kerja
IRF630, kalau tegangan terlalu tinggi, misal butuhnya 30 vdc dikasih 40 vdc maka IRF tidak
bekerja, akibatnya tegangan B+ akan tetap 55v dan gambar monitor akan sempit kanan
kirinya. Kalau IRF kerja, maka tegangan 55v akan menjadi tegangan 90-125v tergantung
resolusi monitornya.
3. G1 : terhubung dg dioda dg posisi terbalik sehingga keluarannya adalah tegangan minus
antara – 100-175 dcv. Dan setelah dioda akan ada elco regulator yg juga terbalik, jadi kaki
positif dapat ground monitor dan kaki negatif dapat katoda dioda terbalik itu.

C. Bagian ABL
ABL : Automatic Brightness Limiter. tegangan tak terukur. Pin ini harus terhubung ke
jalurnya jika tidak maka akan keluar percikan/ loncatan api listrik. Fungsinya untuk
membatasi brightness yg menuju ke blok RGB secara otomatis.
Bagian Screen (G2):
Adalah bagian yg berfungsi untuk mengatur terang gelap gambar.
Bagian Fokus (G3/G4):
Adalah bagian yg berfungsi untuk mengatur fokus gambar (kabur tidaknya gambar)
Bagian KOP FLyback :
Adalah bagian yg menghasilkan tegangan tinggi 26kV yang menuju atas tabung.

- Prinsip Kerja Flyback

Perlu dipahami bahwa yang digunakan untuk membangkitkan tegangan tinggi pada televisi
berwarna umumnya adalah sistem flyback pada output sweep horizontal. Tegangan tinggi
dihasilkan oleh pulsa retrace horisontal pada transformator out put. Selama sedang retrace
horizontal , akan dihasilkan pulsa positif tegangan tinggi (HV) dari trafo fly back
dibangkitkan oleh transformator (flyback) . Dan transformator output ini merupakan sirkit
output penguat akhir horizontal. Cara-cara pemberian arus pada gulungan defleksi horizontal
dan penggunaan demper dihasilkan tegangan yang sama.

9
8. CRT (Catoda Ray Tube)

Televisi konvensional yang masih menggunakan layar kaca (CRT) mungkin beberapa tahun
ke depan sudah ditinggalkan. Namun, sebelum ditinggalkan, ada baiknya kita mengetahui
cara kerja tabung gambar tersebut. Untuk dapat mengerti cara tabung gambar tersebut
bekerja, perhatikanlah skema rangkaian di bawah ini.

Pada dasarnya, CRT yang digunakan pada televisi terbagi ke dalam dua bagian, yaitu CRT
leher besar pin 9 dan CRT leher kecil pin 7. Leher yang dimaksud pada lensa adalah istilah
yang biasa dipakai para teknisi televisi untuk menyebutkam bagian belakang televisi tempat
pemasangan kumparan pembelok (yoke deflection).

Bagian dari CRT yang ada pada dua skema rangkaian CRT di atas atau yang dipakai pada
televisi umumnya mulai dari 8"-34", yaitu sebagai berikut.

A. Bagian CRT leher besar:


Pin 1: NC (No Connection). Pin ini tidak dihubungkan dengan rangkaian lain.
Pin 2: GND (Ground). Digunakan untuk grounding CRT, dihubungkam dengan body
CRT itu sendiri dan grounding lainnya pada rangkaian. Ground pada CRT sangat
besar gunanya untuk menghilangkan loncatam tegangan tinggi dari anode.
Pin 3: KG (Kisi Green). Kisi warna hijau atau saluran masukan sinyal video yang
terkandung di dalamnya warna hijau.
Pin 4: G2 (Gread 2) sering juga disebut screen, dari tegangan catu 200 V dc, dari
FBT, untuk mempercepat elektron yang ditembakkan dari gun elecktron RGB.
Pin 5: KR (Kisi Red). Kisi warna merah atau saluran masukan sinyal video yang
terkandung di dalamnya warna merah.
Pin 6: H2 (Heater). Pemanas CRT yang menyala di belakang CRT saat televisi dalam
keadaan hidup. Heater diberi tegangan 6 V ac. Panas pada filamen (heater) mencapai
600° C yang berguna untuk meloncatkan elektron yang tersedia di elektron gun.
Pin 7: H1 (Ground untuk Heater). Salah satu pin heater di-ground-kan. Secara nyata,

10
walaupun terdapat di dalam CRT, heater tidak bergantungan pada elemen (pin) lain.
Begitu juga antar-pin yang ada di CRT saling menjalankan fungsinya sendiri-sendiri.
Pin 8: KB (Kisi Blue). Kisi warna biru atau saluran masukan sinyal video yang
terkandung didalamnya warna biru.
Pin 9: NC (No Connecting). Tidak dihubungkan.
Pin 10: G3 (Great 3). Dihubungkan dengan tegangan 1,5 k V dc dari FBT yamg dapat
diatur besar tegangannya.

Walaupun pada bagian dalam CRT masih ada lapisan lain, seperti kisi shadow mask, namun
dalam hal ini saya tidak membahasnya karena tidak akan ada artinya bagi teknisi sebab tidak
dapat berbuat apa pun untuk memperbaikinya

9. Bagian Tuner

berfungsi untuk memilih gelombang pemancar yang akan diterima. Didalam tuner terdapat
rangkaian penguat RF,mixer dan osilator. Penguat RF bertugas memilih pemancar yang akan
diterima kemudian diberikan ke mixer. Mixer akhirnya menghasilkan frekuensi
baru,kemudian difilter menjadi 2 frekuensi saja yang keluar yaitu 38,9 MHZ dan 33,4 MHZ.
Frekuensi 38,9 MHZ adalh frekuensi pembawa gambar Frekuensi 33,4 MHZ adalah
frekuensi pembawa suara. Kedua frekuensi tersebut kemudian diteruskan ke penguat video
IF.

Cara kerja tuner TV :


Secara mendasar tuner Tv Mempunyai 8 pin kaki yang berbeda
Fungsi ,meskipun ada yang 7 pin dan 6 pin cara kerjanya hampir
sama yaitu pada VHF low, HIGH , UhF digantikan serial data ,
dan serial clock sedangkan pada fine tuning menjadi teg, 33 V

11
- Bagian bagian tuner :

1. RF Amplifier : memperkuat sinyal yang diterima antena


2. Osilator :membangkitkan sinyal frekuensi tinggi
yang besarnya lebih besar dibandingkan frekuensi RF
yang diterima antena (FO= frekuensi RF+IF).
3. Mixer :Mencampurkan sinyal dari penguat RF dan osilator lokal sehingga menghasilkan
frekuensi menengah (IF) sebesar (IF video PAL=38,9MHz, IF Sound = 33,4 MHz) dan
NTSC= 42,75 MHz)

10. Bagian Defleksion Yoke

Defleksion yoke terbuat dari tembaga yang dililit dibatang ferit yg melingkar, defleksi yoke
terdiri dari dua bagian,yaitu lilitan horisontal dan vertikal, untuk lilitan horisontal terletak
dibagian dalam dan vertilal dibagian luar, defleki berfungsi untuk menarik elektron-elektron
didalam tabung kearah horisontal dan verikal.

ciri-ciri dari kerusakan defleksi Ialah:


1. defleksi horisontal,untuk kerusakan defleksi horisontal biasanya kebakar,atau jamuran dan
dilayar gambar tampak tapi ditengah dan kanan kiri melengkung.
[Link] vetical,ciri-ciri kerusakan defleksi vertical ialah gambar nampak ditengah dan
bergaris-garis atas bawah hitam,tetapi untuk defleksi vertical biasanya jarang sekali terjadi
kerusakan.

Proses Penyetelan Yoke

Dalam leher tabung kita kenal kumparan pembelok atau yoke defleksi, yaitu kumparan untuk
horisontal, dan kumparan untuk vertikal. Dalam kumparan untuk fokus pengaturan besar
kecilnya arus diatur oleh sebuah potensiometer. Guna pembelokan ini ialah supaya gerak
elektron yang semula menuju satu titik fokus yang harus disesuaikan dengan arah sejajar.
Telah dijelaskan bahwa pengertian sinyal horisontal dalah untuk memberi perintah pada
kumparan defleksi horisontal yang bekerja untuk menggerakan elektron dari kiri ke
kanan/scanning horisontal. Sinyal ini berguna untuk mentrigger kumparan defleksi
horisontal, supaya menjalankan gerak elektron dari kiri ke kanan pada akhir. Titik-titik
gambar secara otomatis sinyal mati dan kembali lagi ke kiri dan otomatis digeserkan ke
bawah pulsa blanking yang ditrigger oleh sinyal vertikal. Cara kerja yoke defleksi vertikal
hampir sama dengan kumparan defleksi horisontal hanya saja dalam arah yang berlainan
yaitu vertikal. Akibat adanya pembelok horisontal dan vertikal arah gerakan elektron tidak
lagi ke kanan dan ke kiri tetapi menyebar ke seluruh bidang permukaan layar tabung dengan
sama rata. Kedua kumparan ini diletakkan dalam leher tabung, akibatnya arah gerak elektron
tidak lagi vertikal atau horisontal tetapi dalam arah resultan. Hasil dari tarikan kedua

12
kumparan ini akan menyebar dengan sama rata. Di dalam prakteknya kumparan ini dijadikan
satu dan dinamai yoke defleksi atau defleksi coil.

Gambar deflection yoke

Kerusakan pada yoke biasanya mengakibatkan Raster pada satugaris, horisontal atau vertikal,
Gambar trapesium, Gambar miring ke kiri/ke kanan, warna gambar tidak fokus atau terpisah,
indikator hidup, layar [Link] adalah dengan mengganti atau menyetelnya, jangan lupa
untuk mengendurkan terlebih dahulu kunci pada leher tabung.

Mohon maaf jika dalam makalah ini terdapat kesalahan.

Saya harap bapak/ibu guru bias memakluminya.

Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.

13

Common questions

Didukung oleh AI

Defects in the vertical circuit can lead to issues like the image rolling or distortion, often due to faulty components like the ELCO which filters voltage. In the horizontal circuit, problems can arise as issues moving the screen horizontally which could involve components such as the flyback transformer or horizontal transistor. These parts work with the input signals to open the screen right and left and light up the flyback for high voltage required by the screen .

The RGB block's components include the video amplifier IC, color processing ICs, and various regulator filters like ELCOs, which handle the red, green, and blue signals respectively. Malfunctions in these components can cause color shifts, such as a red distortion if the green cable is disconnected, vertical lines on one side due to ELCO issues, or complete image failure if ICs malfunction .

The IC choma processes signals from the tuner, separating them for different functions such as image, color, sound, and synchronization. Physically, it combines multiple functionalities like IF circuits for images, sound, colors, horizontal and vertical oscillators within a single IC. Common issues include complete television failure if the horizontal oscillator is not working, image distortion like a single horizontal line, or color problems such as missing or poor colors. This comprehensive approach in IC design supports efficient signal processing but requires careful maintenance to avoid these technical issues .

The deflection yoke, consisting of horizontal and vertical coils, directs electron beams across the CRT screen by creating magnetic fields. These fields influence electrons shot from the gun assemblies, enabling them to sweep across the screen vertically and horizontally. This process forms images by scanning the entire screen uniformly, which is essential for accurate and complete image reproduction on the display .

The DC voltage in a television's power supply system is crucial for meeting the specific needs of the circuit it supplies. The power supply is structured into several key components: the voltage rectifier, voltage filter, voltage stabilizer, and outputs. These components work together to ensure the appropriate and stable DC voltage levels are achieved and maintained for proper functioning of the television's systems .

The Automatic Brightness Limiter (ABL) in CRT systems helps regulate the screen brightness by limiting the current drawn by the display tube based on brightness needs. If the ABL fails, it can lead to uncontrolled brightness which may result in picture distortions, reduced picture quality, or even damage to the CRT due to excessive power consumption .

ELCOs act as voltage filters within vertical circuits, stabilizing power supply by smoothing out any voltage fluctuations. A failure in these components can result in image quality degradation, including phenomena such as vertical image rolling, incomplete image display, or distorted vertical lines, significantly affecting the viewer's experience .

The horizontal block controls the television display output by using a B+ voltage to operate the horizontal transistor. This input signal, processed through an IC Syncron, travels to the transistor and flyback transformer, creating the horizontal deflection necessary to display the image. Essential components include the oscillator, flyback transformer, and synchronization circuits, which collectively modulate the electron beam across the CRT .

The flyback transformer is critical in a television set for generating high voltages needed to operate the CRT. It operates via pulses from the horizontal sweep, generating a high voltage pulse critical for picture tube electron beams. The transformer's ability to modulate voltage levels for other components like the screen and focus confirms its essential role in managing television picture clarity and stability .

CRT operation in traditional TVs involves electron guns in the neck firing beams toward the phosphorescent screen to create images. Key components like the heater warm up the electron, with magnetic fields from the deflection yoke guiding this flow accurately across the screen's entire face. Inputs include optimized current regulations and tuning to control electron flow so that complex images can be rendered correctly and consistently .

Anda mungkin juga menyukai