Modul Pelatihan Dasar ETAP 2022
Modul Pelatihan Dasar ETAP 2022
(BASIC LEVEL)
Pengantar
Seorang Electrical Power Engineers & Students diharapkan untuk bisa memakai software
ETAP mulai dari mendesain SLD sampai menganalisa sistem secara keseluruhan. Di dalam
modul pelatihan ETAP (Basic Level) ini akan dibahas mengenai:
1. Pengenalan ETAP
2. Single Line Diagram
3. Load Flow Analysis
4. Short Circuit Analysis
5. Optimal Capacitor Placement
ETAP hanyalah alat bantu untuk mempermudah, jadi teman-teman sekalian harus sudah bisa dan
mengerti akan semua materi diatas terlebih dahulu sehingga diharapkan mempunyai kemampuan
penguasaan materi dan penguasaan software.
Semoga modul ETAP pada Training for Charity tanggal 9, 10, 16, 17 April 2022 ini bisa
bermafaat untuk menambah pengetahuan dan semangat dalam mempelajari dan memperdalam
ETAP. IAE UIN SGD Bandung akan selalu memberikan ruang dan media untuk
mengembangkan kemampuan Mahasiswa dan Alumni Teknik Elektro khususnya UIN SGD
Bandung terutama dalam bidang Ke-elektro-an.
MAHARONI
Ketua Umum
2|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
MODUL 1
PENGENALAN ETAP
Dalam perancangan dan analisa sebuah sistem tenaga listrik, sebuah software aplikasi
sangat dibutuhkan untuk merepresentasikan kondisi real sebelum sebuah sistem direalisasikan.
ETAP (Electric Transient and Analysis Program) Power Station 12.6 merupakan salah satu soft-
ware aplikasi yang digunakan untuk mensimulasikan sistem tenaga listrik.
ETAP mampu bekerja dalam keadaan offline untuk simulasi tenaga listrik, dan online
untuk pengelolaan data real-time atau digunakan untuk mengendalikan sistem secara real- time.
Fitur yang terdapat di dalamnya pun bermacam-macam antara lain fitur yang digunakan untuk
menganalisa pembangkitan tenaga listrik, sistem transmisi maupun sistem distribusi tenaga
listrik.
Analisa sistem tenaga listrik yang dapat dilakukan ETAP antara lain:
3|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
Klik OK
Pemilihan Unit System (English / Metric) akan menentukan banyak hal mulai dari standard kalku-
lasi yang digunakan, material yang digunakan, frekuensi sistem kelistrikan, satuan besaran yang
digunakan dan lain lain. Sebagai contoh, pada System Metric ukuran Panjang kabel menggunakan
satuan mm2 sedangkan pada System English menggunakan satuan AWG/kcmil (American Wire
Gauge/kilocircular mil)
Secara umum karena kita di Indonesia dengan sebagian besar manufaktur peralatan listrik kita
mengacu ke Standard Eropa (IEC), maka dapat kita pilih ke satuan Metric. Jika kita lebih suka
mengacu kepada Standard North America (ANSI) bisa memilih English.
Klik OK
4|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
Menu Bar
Select Mode
Files, Printing, Conversions, Project Standards, Settings & Options, Edit Libraries,
Set Defaults, Select Annotation Fonts, Print Libraries, Based & Revision Data, …etc
Edit Mode: Drag/Drop & Connect Elements
(Edit Toolbar)
Files, Printing, Cut, Copy, Paste, Zooming, Grid, Continuity Check, Calculator, Help, … etc. Drag & drop PT, CT, Relays, & Meters
AC Elements
(Edit
Toolbar)
DC Elements
One-Line Diagram
(Edit Toolbar)
In Edit Mode
5|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
5. Double click tombol maximize window one line diagram, tampilan menjadi seperti di bawah
ini.
6|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
MODUL 2
SINGLE LINE DIAGRAM
Dalam menganalisa sistem tenaga listrik, suatu diagram saluran tunggal (single line dia-
gram) merupakan notasi yang disederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik tiga fasa.
Sebagai ganti dari representasi saluran tiga fasa yang terpisah, digunakanlah sebuah konduktor.
Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagram maupun dalam analisa rangkaian. Elemen el-
ektrik seperti misalnya pemutus rangkaian, transformator, kapasitor, busbar maupun konduktor
lain dapat ditunjukkan dengan menggunakan simbol yang telah distandardisasi untuk diagram
saluran tunggal. Elemen pada diagram tidak mewakili ukuran fisik atau lokasi dari peralatan
listrik, tetapi merupakan konvensi umum untuk mengatur diagram dengan urutan kiri-ke-kanan
yang sama, atas-ke-bawah.
ETAP memiliki 2 macam standar yang digunakan untuk melakukan analisa kelistrikan
sebagaimana disebutkan pada halaman 4, ANSI (American National Standards Institute) dan
IEC (International Electrotechnical Commission). Pada dasarnya perbedaan yang terjadi di an-
tara kedua standar tersebut adalah frekuensi yang digunakan, yang berakibat pada perbedaan spe-
sifikasi peralatan yang sesuai dengan frekuensi tersebut. Simbol elemen listrik yang digunakan
dalam analisa dengan menggunakan ETAP pun berbeda. Jika pada standar IEC nilai frekuensi
yang digunakan adalah 50 Hz, sedangkan pada standar ANSI nilai frekuensi yang digunakan
adalah 60 Hz.
Membuat SLD
Setelah masuk di menu ETAP maka langkah untuk membuat SLD adalah sebagai berikut:
7|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
4. Klik Power Grid satu kali pada AC Element, lalu klik satu kali pada one line diagram untuk meletakannya.
8|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
5. Double click pada Power Grid, lalu isikan data pada tab Info dan Rating seperti di bawah
ini.
6. Klik HVCB satu kali pada AC element, lalu klik satu kali pada one line diagram untuk
meletakannya.
9|Page
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
7. Hubungkan Power Grid dengan HVCB dengan meng-click and drag ujung Power Grid ke
HVCB. Jika benar, warna HVCB akan berubah, tidak abu-abu lagi.
8. Double click pada HVCB, lalu isikan data pada tab Info dan Rating seperti di atas. Library
yang dipakai adalah ABB HD4-HPA24 dengan continuous ampere 1250.
10 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
10. Tempatkan 2-Winding Transformer dari AC element lalu hubungkan dengan Bus1.
11. Double click pada 2-Winding Transformer, lalu isikan data pada tab Info dan Rating seperti
di bawah ini.
11 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
12. Tempatkan LVCB dari AC element lalu hubungkan dengan T1. Library LVCB yang dipakai
adalah Scheneider Electric NSX100-B dengan continuous ampere 100.
12 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
14. Tempatkan LVCB dari AC element, lalu hubungkan dengan Bus2. Library LVCB yang
dipakai adalah Mitsubishi NF100-S dengan continuous ampere 100.
13 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
16. Double click pada Cable, lalu isikan data pada tab Info seperti di bawah ini.
17. Tempatkan Single Throw Switch dari AC element lalu hubungkan dengan Cable
14 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
18. Double click pada Single Throw Switch, lalu isikan data pada tab Info seperti berikut.
19. Tempatkan lagi Bus dan LVCB. Library LVCB yang dipakai adalah Mitsubishi NF100-S
dengan continuous ampere 100.
20. Tempatkan Induction Machine dari AC element lalu hubungkan dengan CB4.
15 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
21. Double click pada Induction Machine, lalu isikan data pada tab Nameplate seperti berikut.
22. Tempatkan LVCB dari AC element, lalu hubungkan dengan Bus2. Library LVCB yang
dipakai sama dengan CB3.
Double click CB3 kemudian pilih Copy Double click CB5 kemudian pilih Paste
23. Tempatkan Cable dari AC element lalu hubungkan dengan CB5. Isikan data Cable 2 sama
dengan Cable1.
16 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
24. Tempatkan Static Load dari AC element lalu hubungkan dengan CB5.
25. Double click pada Static Load, lalu isikan data pada tab Info dan loading seperti berikut.
26. Save
27. Basic Drawing SELESAI.
17 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
LATIHAN
KABEL LOAD
NO GI/GH/FEEDER UKURAN PANJANG NORMAL PF WBP LWBP STATIC MOTOR
JENIS
(mm2) (m) (MVA) (%) (% In) (% In) (%) (%)
1 GI SAINTEK AAAC 262 100 - - - - - -
2 PENYULANG MTK AAAC 158 15000 3 90 80 40 90 10
3 PENYULANG FISIKA AAAC 158 20000 2 90 80 50 90 10
4 PENYULANG AGROTEK AAAC 262 10000 3.5 90 60 40 80 20
5 PENYULANG KIMIA AAAC 158 17000 2.5 90 80 40 90 10
6 PENYULANG TI AAAC 158 30000 5 90 80 60 90 10
7 GH ELEKTRO AAAC 262 10000 - - - - - -
8 PENYULANG A. KUAT AAAC 158 5000 2 90 80 60 40 60
9 PENYULANG A. LEMAH AAAC 158 5500 2 90 80 60 40 60
10 PENYULANG POWER AAAC 158 6000 2 90 80 60 40 60
18 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
MODUL 3
LOAD FLOW ANALYSIS
Percobaan load flow atau aliran daya ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran daya yang
berupa pengaruh dari variasi beban dan rugi-rugi transmisi pada aliran daya dan juga mempelajari
adanya tegangan jatuh di sisi beban.
Aliran daya pada suatu sistem tenaga listrik secara garis besar adalah suatu peristiwa daya yang
mengalir berupa daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) dari suatu sistem pembangkit (sisi pengirim)
melalui suatu saluran atau jaringan transmisi hingga sampai ke sisi beban (sisi penerima). Pada kon-
disi ideal, maka daya yang diberikan oleh sisi pengirim akan sama dengan daya yang diterima
beban. Namun pada kondisi real, daya yang dikirim sisi pengirim tidak akan sama dengan yang
diterima beban. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal:
Impedansi di saluran transmisi dapat terjadi karena berbagai hal dan sudah mencakup resultan antara
hambatan resistif, induktif dan kapasitif. Hal ini yang menyebabkan rugi-rugi daya karena ter-
konversi atau terbuang menjadi energi lain dalam transfer energi.
Ada 3 tipe beban, yaitu resistif, induktif, dan kapasitif. Resultan antara besaran hambatan kapasitif
dan induktif akan mempengaruhi P.F. sehingga mempengaruhi perbandingan antara besarnya daya
yang ditransfer dengan yang diterima.
19 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
2. Klik Load Flow Study Case untuk menentukan skema operasi load
flow
Maka akan didapatkan hasil simulasi yang ditunjukan dengan huruf berwarna merah seperti pada
gambar di atas, terdapat nilai Daya Aktif dan Power Factor serta nilai Tegangan.
20 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
4. Kita dapat mengatur nilai apa yang akan ditampilkan pada simulasi, yaitu dengan cara
merubah display option dengan cara Klik display option
5. Kita juga dapat melihat kondisi hasil yang kurang bagus baik itu prosentase tegangan maupun
peralatan yang spesifikasinya kurang baik, dalam hal ini bisa overload / Undervoltage /
Overvoltage dengan menggunakan menu alert view. Dengan cara Klik alert view
Dari gambar diatas ditunjukan bahwa B-T1 mengalami undervoltage dikarenakan jaringan
terlalu Panjang dan luas penampang kabel tidak sesuai.
6. Untuk menampilkan hasil simulasi loadflow yang lengkap yaitu dengan menggunakan menu
report manager, dengan cara Klik report manager
Maka dengan mendapatkan file lengkap hasil simulasi loadflow data bisa di analisis dari
segi tegangan, arus, daya antar bus, sudut, losses, dan lain-lain.
21 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
7. Klik Load Flow Result Analyzer untuk melihat langsung hasil simulasi
loadflow.
22 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
LATIHAN
23 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
MODUL 4
Pada suatu sistem tenaga listrik tidak dapat dihindari adanya gangguan, walaupun sudah didesain
sebaik mungkin. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan isolasi pada sistem tenaga listrik ataupun
gangguan dari luar seperti dahan pohon dan sebagainya yang mengakibatkan terjadinya hubung sing-
kat. Adanya hubung singkat menimbulkan arus lebih yang pada umumnya jauh lebih besar daripada
arus pengenal peralatan dan terjadi penurunan tegangan pada sistem tenaga listrik, sehingga bila
gangguan tidak segera dihilangkan dapat merusak peralatan dalam sistem tersebut. Besarnya arus
hubung singkat yang terjadi sangat diperngaruhi oleh jumlah pembangkit yang masuk pada sistem,
letak gangguan dan jenis gangguan.
Berdasarkan jenis arus gangguannya, gangguan pada sistem tenaga listrik dibagi menjadi dua
bagian yaitu gangguan simetris dan gangguan tak simetris. Yang dimaksud dengan gangguan sime-
tris adalah gangguan yang arus gangguannya seimbang dan sebaliknya gangguan tak simetris adalah
gangguan yang arus gangguannya tak seimbang.
Dalam ETAP 12.6.0 memiliki dua jenis standar analisis hubung singkat. Analisis hubung singkat
pertama adalah analisis berdasarkan standar ANSI, sedangkan analisis jenis kedua adalah dengan
standar IEC.
Analisis hubung singkat dengan standar ANSI dapat melakukan perhitungan hubung singkat
dengan menggunakan berbagai jenis siklus. Pada setengah siklus pertama, kemudian 4 siklus, dan
terakhir dengan 30 siklus hubung singkat.
Analisis hubung singkat dengan standar IEC memiliki perbedaan dengan ANSI. Pembedaan an-
alisis tidak dilakukan berdasarkan siklus gangguan, hanya berdasarkan kontribusi peralatan dan juga
kondisi transien.
24 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
25 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
2. Pilih (klik kiri) edit study case untuk dapat mengatur skenario dan standar analisis hubung
singkat yang digunakan maka akan muncul tampilan seperti dibawah:
26 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
3. Pilih bus yang akan disimulasikan terjadinya hubung singkat dengan mengklik nomor bus
lalu klik fault.
27 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
4. Tentukan standard dengan mengklik toolbar standard kemudian pilih apakah IEC atau
ANSI.
5. Klik OK
6. Pilih simulasi gangguan apa yang terjadi, misal hubung singkat LG, LL, LLG 3-Phase Faults
3
2
Bus yang terkena gangguan akan berwarna merah dan didapatkan hasil simulasi yang dimana
Bus8 mengalami gangguan dengan besar arus 5.12 kA dan tegangan turun menjadi 3.19 kV
28 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
7. untuk menampilkan hasil laporan lengkap dengan memilih menu report seperti pada percobaan
load flow analysis.
29 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
MODUL 5
OPTIMAL CAPACITOR PLACEMENT
Permasalahan yang sering dijumpai dalam sistem transmisi tenaga listrik maupun
sistem distribusi ialah terjadinya drop tegangan sistem yang dibawah standar. Berdasarkan Per-
aturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 20 Tahun 2020 tentang
Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik (Grid Code) bahwa standar kondisi normal tegangan
sistem adalah sebagai berikut:
Drop voltage terjadi pada saluran yang sangat panjang karena impedans salurannya akan
terus bertambah besar. Ini berbahaya jika beban yang diampunya adalah beban dinamis seperti
motor yang tegangannya harus stabil dan bagus. Jika beban residensial maka indikasinya adalah
redupnya cahaya lampu.
Dalam penyaluran daya listrik diusahakan supaya tidak terjadi drop dengan cara tapping
transformator. Jika cara ini sudah tidak mampu lagi maka pada saluran yang mengalami drop
voltage perlu dipasang kapasitor sehingga profil tegangan dan faktor daya sistem semakin baik
sehingga penyaluran daya listrik menjadi semakin optimal.
Melalui simulasi optimal capacitor placement, kita dapat memperbaiki level tegangan sis-
tem dengan menambah kapasitor pada bus yang mengalami drop voltage secara otomatis. Artinya
etap akan menghitungkan berapa kapasitas kapasitornya dan berapa jumalah bank kapasitor min-
imal yang mampu memperbaiki sistem sehingga kita tidak usah menghitung secara manual.
30 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
Untuk mensimulasikan optimal capacitor placement terlebih dahulu menggambar SLD sistem
setelah itu atur LF Default.
a c
Jika bus berwarna merah artinya level tegangan dalam kondisi kritis
Jika bus berwarna ping artinya level tegangan masih dalam batas marginal
Jika bus berwarna hitam artinya level tegangan bus itu sesuai standar
4. Atau bisa juga dengan mengklik Alert View, maka akan terlihat keterangan
sebagai berikut :
Bus18 dan Bus27 Level Tegangan dalam kondisi Critical (≤ 89% Vn).
32 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
5. Perbaiki busbar yang berwarna merah dengan cara menambah kapasitor, karena prinsip
kerja dari kapasitor adalah untuk memperbaiki level tegangan.
8. Pilih kandidat busbar yang akan ditambah kapasitor kemudian klik add>>
9. Pada gambar diatas juga tersedia tabel data kapasitor yang mencakup level tegangan maksi-
mum, kapasitas, jumlah kapasitor bank, harga dan biaya operasi.
10. Klik OK
11. Run optimal capacitor placement
Secara otomatis ETAP akan mengkalkulasikan kapasitas dan banyaknya kapasitor minimal
yang dibutuhkan untuk memperbaiki level tegangan sistem.
33 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
Berdasarkan Run optimal capacitor placement dengan pemilihan candidates pada semua
Busbar 20 kV diperoleh hasil Optimal Penempatan Kapasitor dengan hasil sebagaimana
pada SLD diatas.
12. Tambah kapasitor pada Bus26, kemudian isikan rating yang sudah dihitung oleh ETAP.
34 | P a g e
MODUL PELATIHAN DASAR ETAP TANGGAL 9, 10, 16, 17 APRIL 2022 IAE UIN SGD
13. Running ulang load flow, maka akan didapatkan level tegangan sistem yang semakin baik.
Berdasarkan hasil Run Load Flow kondisi eksisting diperoleh hasil tegangan di Bus26 sebe-
sar 17.988 kV dan setelah dipasang Kapasitor pada Bus26 tegangan menjadi lebih baik
(sesuai standard) 18.471 kV.
35 | P a g e