PEMERINTAH KOTA SUKABUMI
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BENTENG
Jalan Benteng Kidul Nomor 70
Kel. Benteng [Link] 0266 225219
Email : puskesmasbenteng16@[Link]
Kota Sukabumi 43132
MATERIAL SAFETY DATA SHEET ( MSDS )
MSDS atau singkatan dari Material Safety Data Sheet merupakan informasi
tentang bahan-bahan kimia yang biasanya akan digunakan pada saat melakukan
praktikum. Kegunaan MSDS itu sendiri adalah membantu kita untuk menghindari
kecelakaan di dalam laboratorium pada waktu praktikum yang disebabkan oleh
zat-zat kimia yang berbahaya.
1. Ethanol (C2H5OH)
KOMPOSISI BAHAN
Ethanol
SIFAT:
Sifat Fisika Kimia
Bentuk fisik: air
Bau: khas alkohol
Warna : tak berwarna
Titik didih: > 760C (168,80F)
Titik baku: -113,840C (-172,90F)
Masa jenis : 0,789 – 0,806
Densitas: 1,59 – 1,62
Tingkat penguapan: 1,7
Lof Kw: < 1 (-0,32)
Solubilitas / kelarutan: larut dalam air dingin
PENANGANAN:
Pertolongan pertama pada kecelakaan
Mata:
Bilas segera dengan air banyak minimal 15 menit cari pertolongan medis jika terjadi
iritasi
Kulit:
Bilas segera dengan air yang banyak, pisahkan pakaian dan sepatu yang
terkontaminasi, cuci pakaian sebelum digunakan kembali, bersihkan sepatu sebelum
digunakan kembali, jika iritasi berlanjut segera cari pertolongan medis
Pernapasan:
Pindahkan ke tempat yang berudara segar cari pertolongan medis
Pencernaan:
Jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut korban yang pingsan, jika bahan ini
tertelan dalam jumlah banyak segera cari pertolongan medis.
Pemadaman kebakaran
Mudah terbakar pada fase cair dan uap
Titik nyala : 11-140C (51,8-57,20F)
Batas mudah terbakar : lebih rendah > 1,3%
Produk pembakaran korban oksida (CO2 dan CO)
Bahaya ledakan / kebakaran yang tidak biasa : uap dapat menyebabkan percikan
api, membuang bahan ke saluran pembuangan dapat menyebabkan bahaya
ledakan.
Instruksi pemadam kebakaran
Api kecil: gunakan bahan kimia kering
Api besar: jangan memadamkan api ketika api terkena bahan, menjauh dari area
dan biarkan kebakaran terjadi
Pakaian pelindung pemadam kebakaran harus memakai pakaian pelindung serta
pelindung alat pernapasan yang sesuai.
Tindakan penyelamatan kecelakaan
Jika terjadi kebocoran segera hubungi bagian penyelamatan darurat, mengurangi
sumber penyalaan hentikan kebocoran jika tidak ada resiko gunakan APD
Penanganan dan Penyimpanan
Penangganan:
Jaga agar wadah selalu tertutup gunakan ventilasi yang memadai, hindarkan dari
panas dan nyala api mematikan
Penyimpanan:
Simpat di tempat terpisah jaga agar wadah tetap dingin dalam area yang berventilasi,
wadah harus tertutup dan bersegel sampai bahan siap digunakan, hindarkan dari
sumber penyalaan.
2. Asam klorida (HCl)
KOMPOSISI BAHAN
Bahan 36% berat CAS No.7647-01-0
Batas pemaparan : 5ppm ( 7,5 mg/m3 ) ( TLV-C )
SIFAT:
Bentuk: Cair
Bau: menyengat
Warna: Bening sampai agak kekuningan
Massa jenis : 2.13
Titik didih: 85 oC
Titik lebur : -20oC
Tekanan uap (20oC: 20 mbar
Kelarutan dalam Air (20 oC): terlarut 82,3 g/ 100 m
pH (20 oC) : 1
PENANGANAN:
Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Mata : Bilas dengan air mengalir sekurang-kurangnya 15 menit
Kulit : Cuci dengan air sebanyak-banyaknya. Segera lepaskan pakaian yang
terkontaminasi.
Tertelan : Bila sadar, beri minum 1 – 2 gelas untuk pengenceran. Hindari pemanis
buatan.
Terhirup : Segera pindahkan korban ke tempat yang cukup udara, berikan
pernafasan buatan atau oksigen korban segera bawa ke dokter.
Tindakan Penanggulangan Kebakaran
Pemadaman api:
Dapat dilakukan dengan pemadam api biasa. Wadah yang terpapar panas dapat di
semprot dengan air agar dingin, tetapi air tidak boleh masuk ke dalam wadah.
Bahaya khusus :
Bila kontak dengan logam akan menghasilkan gas hydrogen yang mudah terbakar
Instruksi pemadam api:
Dapat dilakukan dengan pemadam api biasa. Wadah yang terpapar panas dapat
disemprot dengan air agar dingin tetapi air tidak boleh masuk ke dalam wadah.
Pakailah pakaian pelindung diri dan alat pelindung pernafasan.
Tindakan Terhadap Tumpahan Dan Kebocoran
1. Tumpahan dan kebocoran kecil : Bila kebocoran tidak besar, tutup dengan tanah
kering, pasir kering atau material lain yang tidak terbakar diikuti dengan lembaran
plastik untuk menghindari penyebaran atau kontak dengan air hujan.
2. Tumpahan dan kebocoran besar : Penanganan kebocoran gas atau tumpahan
larutan Hcl harus memakai alat pelindung diri terutama pelindung pernafasan, kulit
(badan)
3. Alat pelindung diri : Respirator kimia penyerap HCL atau respirator udara (SCBA),
Kacamata (goggles) atau perisai muka (Full face), gloves (neoprene, nitrile).
Penyimpanan Dan Penanganan Bahan
1. Penanganan bahan : Bekerja dengan gas atau uap HCl harus dalam lemari asam.
Waspada terhadap kebocoran gas.
2. Pencegahan terhadap pemaparan : Gunakan SCBA dan pakaian pelindung
3. Tindakan pencegahan terhadap kebakaran dan peledakan
4. Penyimpanan : Simpan di tempat dingin, berventilasi dan lantai gedung harus
tahan asam.
5. Syarat khusus penyimpanan bahan : Jauhkan dari bahan oksidator dan bahan
alkali, serta sianida, sulfida, formadehid, logam natrium, merkuri sulfat dan
amonium hidroksida. Periksa kebocoran wadah asam.
Pengendalian Pemajanan Dan Alat Pelindung Diri
1. Pengendalian teknis : Gunakan Ventilasi umum yang mencakup untuk menjaga
debu ke tingkat serendah mungkin.
2. Alat pelindung Diri : Respirator kimia penyerap HCl atau respirator udara,
kacamata (goggles), Jas lab, perisai muka (full face), sarung tangan karet
(neoprene gloves)
3. Natrium Klorida (NaCl)
KOMPOSISI BAHAN
NaCl 100%
SIFAT FISIKA DAN KIMIA:
Keadaan fisik dan penampilan : Solid. (Bubuk kristal padat.)
Bau: Sedikit.
Rasanya: Asin.
Berat Molekul: 58,44 g / mol
Warna: Putih.
pH (1% soln / air): Netral 7
Titik Didih : 1413 ° C (2575,4 ° F)
Melting Point : 801 ° C (1473,8 ° F)
Spesifik Gravity: 2.165 (Air = 1)
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air.
Kelarutan: Mudah larut dalam air dingin, air panas. Larut dalam gliserol, dan amonia.
Sangat sedikit larut dalam alkohol. tidak larut dalam Asam klorida
PENANGANAN:
Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Dalam kasus terjadi kontak, segera
siram mata dengan banyak air sekurang-kurangnya 15 menit. Air dingin dapat
digunakan. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kontak Kulit :
Dalam kasus terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama
15 menit dengan mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit
yang teriritasi dengan yg sesuatu melunakkan. Air dingin mungkin dapat digunakan
[Link] sebelum digunakan kembali. benar-benar bersih sepatu sebelum
digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kulit Serius :
Cuci dengan sabun desinfektan dan menutupi kulit terkontaminasi dengan krim anti-
bakteri. Mencari medis segera
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan
buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan segera perhatian medis.
Serius Terhirup:
Evakuasi korban ke daerah yang aman secepatnya. Longgarkan pakaian yang ketat
seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. jika sulit bernapas, beri
oksigen. Jika korban tidak bernafas, lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
PERINGATAN:
Ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan lewat mulut ke mulut
(resusitasi) bila bahan dihirup adalah racun, infeksi atau korosif. Cari bantuan medis
segera.
Tertelan:
JANGAN mengusahakan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh
personel medis. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada korban
yang sadar. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau
ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika gejala muncul