SATUAN ACARA
PEMBELAJARAN
Topik : Mobilitasi (Latihan ROM)
Sub Topik : pengertian, tujuan dan manfaat ROM
Sasaran : Klien Tn.D dan keluarga
Tempat : Ruang Azalea RS H
Tanggal : 08 Februari 2021
Waktu : 09.30-10.00 WIB
Pemberi Materi : Lisdayanti
A. Latar Belakang Masalah
Mobilitas merupakan kebutuhan dasar manusia yang diperlukan
oleh individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang berupa
pergerakan sendi, sikap, gaya berjalan, latihan maupun kemampuan
aktivitas (DeLaune & Ladner, 2011). Kehilangan kapasitas dalam
melakukan gerakan akan menimbulkan dampak yang besar dalam
kehidupan seseorang (Amidei, 2012). Gangguan dalam mobilisasi sering
disebut dengan Immobilisasi. Imobilisasi mengacu pada ketidakmampuan
seseorang untuk bergerak dengan bebas. Berman et al menyebutkan bahwa
tanda-tanda yang paling jelas dari akibat imobilitas yang berkepanjangan
dapat menyerang pada sistem-sistem pada tubuh, seperti pada sistem
muskuloskeletal yang dapat mengakibatkan disuse athrophy, kontraktur,
kekakuan serta nyeri sendi dengan efek yang muncul dapat diamati bahkan
dengan hitungan hari.
Latihan range of motion(ROM) adalah latihan yang dilakukan
untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan
kemampuan menggerangkan persendian secara normal dan lengkap untuk
meningktakan massa otot dan tonus otot (Potter&Perry, 2005).
Peran perawat dalam menangani pasien dengan gangguan
mobilisasi fisik adalah dengan melakukan terapi latihan. Terapi latihan
adalah salah satu upaya pengobatan dalam fisioterapi yang pelaksanaannya
menggunakan latihan-latihan gerak tubuh, baik secara aktif maupun pasif
(Damping, 2012).
B. Tujuan
1. Tujuan instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan Tn.D dan
keluarganya mampu memahami dan mendemonstrasikan teknik
mobilisasi.
2. Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit,
Tn.D dan keluarganya mampu :
a. Mengetahui tentang pengertian ROM.
b. Mengetahui dan memahami tujuan ROM.
c. Mengetahui manfaat ROM.
d. Mengetahui dan mampu mendemonstrasikan latihan ROM.
C. Metode
1. Ceramah dan tanya jawab
Metode ini digunakan untuk menyampaikan materi melalui penjelasan
kepada klien Tn.D dan keluarga dengan cara tatap muka dan
mempertahanakan kontak mata.
2. Diskusi
Metode ini digunakan untuk saling tukar pendapat, dan dimaksudkan
untuk mengetahui sejauh mana pemahaman klien mengenai latihan
ROM yang sudah dijelaskan.
D. Strategi
1. Kontrak dengan klien dan keluarga (waktu, tempat dan topik)
2. Menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti.
3. Dengan tanya jawab langsung.
E. Media
Leaflet yang berisi tentang pengertian, tujuan dan manfaat ROM serta
petunjuk latihan ROM. .
F. Materi Pembelajaran
1. Pengetian ROM.
2. Tujuan ROM.
3. Manfaat ROM.
4. Petunjuk latihan ROM.
G. Proses Pembelajaran
NO KEGIATAN WAKT PENYAJI SASARAN
U
1. Pembukaan 3 menit a. Mengucapkan
salam.
b. Memperkenalk
an diri.
2. Penyajian bahan 15 a. Menjelaskan Mendengarkan
tentang : menit pengertian dan
ROM. mempraktekkan
a. Menjelaskan
b. Menjelaskan
pengertian
tujuan ROM.
ROM.
c. Menjelaskan
b. Menjelaskan
manfaat ROM.
tujuan ROM.
d. Menjelaskan
c. Menjelaskan
petunjuk
manfaat
latihan ROM.
ROM..
d. Menjelaskan
petunjuk
latihan ROM.
3. Evaluasi 10 a. Memberi Menjawab
menit kesempatan pertanyaan.
kepada klien
dan
keluarganya
untuk bertanya
dan untuk
mengevaluasi
apakah klien
dapat
menjelaskan
kembali materi
penkes dengan
bertanya.
b. Menyimpulkan
kembali materi
yang disajikan.
4. Penutup a. Penyajian Menjawab
mengucapkan salam.
terima kasih.
b. Mengucapkan
salam penutup
H. Evaluasi
1. Evaluasi Proses
Pendidikan berjalan lancar, klien dan keluarga kooperatif. Respon
mendengarkan dan memperhatikan penyampaian materi.
2. Evaluasi Akhir
Setelah diberikan pendidikan kesehatan klien dan keluarga dapat
menjelaskan dan mendemonstrasikan cara nafas dalam.
I. Materi Pembelajaran
A. Pengertian Range Of Motion (ROM)
Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan
untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan
kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk
meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2006).
Latihan rang of motin (ROM) merupakan istilah baku untuk
menyatakan batas atau batasan gerakan sendi yang normal dan sebagai
dasar untuk menetapkan adanya kelainan ataupun untuk menyatakan
batas gerakan sendi yang abnormal (Arif M, 2008).
Range Of Motion (ROM) adalah gerakan dalam keadaan normal
dapat dilakukan oleh sendi yang bersangkutan (Suratun dkk, 2008).
B. Tujuan Latihan ROM
Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan otot.
Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan.
Mencegah kekakuan pada sendi.
Merangsang sirkulasi darah.
[Link] bentuk, kekakuan dan kontraktur.
C. Manfaat ROM
a. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam
melakukan pergerakan.
b. Mengkaji tulang, sendi, dan otot.
c. Mencegah terjadinya kekakuan sendi.
d. Memperlancar sirkulasi darah.
e. Memperbaiki tonus otot.
f. Meningkatkan mobilisasi sendi.
g. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan.
D. Petunjuk Latihan
(1) Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Tangan Cara :
a. Jelaskan prosedur yang kan dilakukan
b. Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan siku
menekuk dengan lengan.
c. Pegang tangan pasien dengan satu tang dan tangan yang lain
memegang pergelangan tangan pasien.
d. Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin.
e. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 1. Latihan fleksi dan ekstensi pergelangan tangan
(2) Fleksi dan Ekstensi Siku Cara :
a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
b. Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dengan telapak
mengarah ke tubuhnya.
c. Letakkan tangan di atas siku pasien dan pegang tangannya mendekat
bahu.
d. Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya.
e. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 2. Latihan fleksi dan ekstensi siku
(3) Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah Cara :
a. Jelaskan Prosedur yang akan dilakukan.
b. Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku
menekuk.
c. Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan pegang
tangan pasien dengan tangan lainnya.
d. Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjauhinya.
e. Kembalikan ke posisi semula.
f. Putar lengan bawah pasien sehingga telapak tangannya menghadap
ke arahnya.
g. Kembalikan ke posisi semula.
h. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 3. Latihan pronasi dan supinasi lengan bawah
4. Pronasi Fleksi Bahu Cara :
a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
b. Atur posisi tangan pasien disisi tubuhnya.
c. Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan pegang tangan
pasien dengan tangan lainnya.
d. Angkat lengan pasien pada posisi semula.
e. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 4. Latihan pronasi fleksi bahu
5. Abduksi dan
Adduksi Bahu
Cara :
a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
b. Atur posisi lengan pasien di samping badannya.
c. Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan pegang tangan
pasien dengan tangan lainnya.
d. Gerakkan lengan pasien menjauh dari tubuhnya kearah perawat
(Abduksi).
e. Gerakkan lengan pasien mendekati tubuhnya (Adduksi)
f. Kembalikan ke posisi semula.
g. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 5. Latihan abduksi dan adduksi bahu
6. Rotasi Bahu
a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
b. Atur posisi lengan pasien menjauhi tubuh dengan siku menekuk.
c. Letakkan satu tangan perawat di lengan atas pasien dekat siku dan
pegang tangan pasien dengan tangan yang lain.
d. Gerakkan lengan bawah ke bawah sampai menyentuh tempat tidur,
telapak tangan menghadap ke bawah.
e. Kembalikan posisi lengan ke posisi semula.
f. Gerakkan lengan bawah ke belakang sampai menyentuh tempat tidur,
telapak tangan menghadap ke atas.
g. Kembalikan lengan ke posisi semula.
h. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 6. Latihan rotasi bahu
7. Fleksi dan Ekstensi Jari-
jari Cara :
a. Jelaskan prosedur yang akan di lakukan.
b. Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan, sementara tang lain
memegang kaki.
c. Bengkokkan (tekuk) jari-jari kaki ke bawah
d. Luruskan jari-jari kemudian dorong ke belakang.
e. Kembalikan ke posisi semula.
f. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 7. Latihan fleksi ekstensi jari
8. Infersi dan efersi kaki
a. Jelaskan prosedur yang akan di lakukan.
b. Pegang separuh bagian atas kaki pasien dengan satu jari dan pegang
pergelangan kaki dengan tangan satunya.
c. Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke kaki lainnya.
d. Kembalikan ke posisi semula
e. Putar kaki keluar sehingga bagian telapak kaki menjauhi kaki yang
lain.
f. Kembalikan ke posisi semula.
g. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 8. Latihan infers efersi kaki
9. Fleksi dan ekstensi pergelangan Kaki
a. Jelaskan prosedur yang akan di lakukan.
b. Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan
yang lain di atas pergelangan kaki. Jaga kaki lurus dan rilek.
c. Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki ke arah dada pasien.
d. Kembalikan ke posisi semula.
e. Tekuk pergelangan kaki menjauhi dada pasien.
f. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 9. Latihan fleksi dan ekstensi kaki
10. Fleksi dan Ekstensi lutut.
Cara :
a. Jelaskan prosedur yang akan di lakukan.
b. Letakkan satu tangan di bawah lutut pasien dan pegang tumit pasien
dengan tangan yang lain.
c. Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha.
d. Lanjutkan menekuk lutut ke arah dada sejauh mungkin.
e. Ke bawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat kaki ke atas.
f. Kembali ke posisi semula.
g. Catat perubahan yang terjadi.
Gambar 10. Latihan fleksi ekstensi lutut
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]/public/UEU-Master-11960-bab
%[Link]&ved=2ahUKEwj-
j_qAvt3uAhWQ_XMBHbcaAukQFjACegQIGhAB&usg=AOvVaw1_3NneDW9
BNJ8XnnLzHL9h (di akses 09 Februari 2021 Pukul 23.15 WIB )
[Link]
[Link]/bitstream/123456789/55047/1/
[Link]&ved=2ahUKEwjQpbLbm97uAhWWWX0KHf5qDEcQFjACegQI
BRAB&usg=AOvVaw19ZhuHbPikt10RuMlRpVeI&cshid=1612922306520 (di
akses 09 Februari 2021 Pukul 23.30 WIB)
[Link] (di akses 09 Februari 2021
Pukul 23.55 WIB)