Rapat Pembahasan Review Dokumen Perencanaan dan RC dengan PDAM Kota Dumai dan Pemda Kota Dumai
I. REVIEW DOKUMEN PERENCANAAN (DED) Status
1 File analisa hidrolis EPANET terbaru dan memo desain intake sumuran untuk disampaikan PDAM kepada CPMU.
2 Panjang pipa transmisi mengalami perubahan dikarenakan terdapat perubahan sistem, di mana pada lingkup kegiatan yang terbaru air baku dari intake sumuran
dialirkan menuju raw water tank dan pipa transmisi menuju reservoir eksisting kapasitas +-800 m3 merupakan pipa transmisi air bersih
3 Pembangunan raw water tank belum tercantum di dalam RAB
4 Diperlukan pendetailan gambar dan wiring diagram untuk M&E IPA dan pompa intake. Secara skematik di intake tidak terdapat panel sehingga terdapat penarikan kabel dari intake menuju IPA
5 PDAM telah menyusun justifikasi teknis untuk kebutuhan reservoir glass steel kapasitas 175 m3 dengan mempertimbangkan safety factor konstruksi maka kapasitas reservoir ditingkatkan menjadi 200 m3
6 Gambar teknis potongan melintang jalur pipa perlu diperbaiki sesuai dengan lingkup pekerjaan dari intake sumuran menuju raw water tank.
7 Diperlukan perubahan redaksi untuk grating pijakan, bukan untuk jalan masuk menuju intake.
8 Proses pembersihan lumpur di intake sumuran dilakukan secara manual, sehingga PDAM tidak mengalokasikan pompa cadangan untuk keperluan penyedotan lumpur.
9 Berikut adalah rekomendasi perbaikan dokumen perencanaan dari Balai PPW Riau :
a Diperlukan penambahan daya PDAM dari 147 kVA menjadi 200 kVA.
b Pengadaan Genset 150 kVA sebagai cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan listrik dari IPA Nanofiltrasi. Kebutuhan optimal daya listrik adalah 200 kVA, sehingga pada saat genset dioperasikan maka sebagian kompartmen
dari IPA Nanofiltrasi tetap dapat beroperasi (Daya 150 kVA berdasarkan dari pertimbangan O&M).
Diperlukan pembangunan raw water tank baru karena bak eksisting tidak layak teknis. Estimasi kebutuhan biaya untuk pembangunan raw water tank yang baru adalah +- 300 juta rupiah sehingga menyebabkan peningkatan
c
pagu menjadi Rp +- 42.6 M, dengan DED dan RAB untuk dapat ditambahkan di dalam album gambar.
d PDAM dan tim konsultan untuk membantu Balai PPW Riau dalam mencari referensi harga vendor membran nanofiltrasi agar terdapat harga pembanding dalam penentuan HPS IPA.
II. SAFEGUARD Status
1 Diperlukan revisi terhadap DPLH sesuai dengan lingkup kegiatan yang terbaru yaitu IPA Nanofilter (HFNF), karena saat ini DPLH tidak mencantumkan secara spesifik IPA Nanofilter sebagai unit pengolahan air gambut.
2 Alokasi RAB untuk K3 perlu ditambah menyesuaikan jumlah pekerja dan pengadaan masker, hand sanitizer untuk menyesuaikan dengan Inmen PU No.02/IN/M/2020 dalam mengantisipasi wabah COVID-19.
3 Best Practice untuk kebutuhan K3 pada umumnya adalah 1.5% dari nilai pagu konstruksi.
4 Tingkat kekeruhan air sungai Mesjid rendah sehingga dianggap tidak diperlukan ada nya unit pengolahan pasca operasi.
5 Dokumen spesifikasi teknis perlu disampaikan kepada CPMU.
6 Terdapat pembuangan cairan asam dan basa hasil proses produksi IPA Nanofiltrasi, sehingga perlu dipertimbangkan untuk membangun bak kontrol.
III. DOKUMEN LELANG Status
1 Spesifikasi teknis untuk IPA Nanofiltrasi perlu dibuat secara umum dan tidak menjurus pada salah satu produk.
2 Diperlukan satu lagi vendor pembanding untuk IPA HFNF dikarenakan harga IPA yang masuk RAB saat ini baru bersumber dari 1 vendor.
3 Spesifikasi teknis menggunakan pipa secara umum sesuai dengan jenisnya (HDPE, PVC, dsb). Tenaga ahli procurement di konsultan CPMU saat ini masih menggunakan referensi spektek dari Kab. Ponorogo untuk pekerjaan pipa.
4 Usulan untuk penyusunan spesifikasi teknis di bagian IPA dibagi menjadi 2 komponen:
a Komponen I: Komponen yang sifatnya luas/umum untuk disamakan dengan komponen IPA pada umumnya.
b Komponen II: pada bagian filter dijelaskan secara spesifik teknis komponen IPA Nanofiltrasi seperti membran, pompa dosing, kebutuhan Cleaning in Place (CIP) seperti dosing pump, tangka CIP, mixer, dsb.
5 Pilot plan dilakukan pada saat KPBU (Adhi dan Adaro). Diperlukan adanya dokumentasi pelaksanaan pilot plan seperti berita acara (hasil awal, hasil akhir, kesimpulan, rekomendasi) dan disampaikan kepada CPMU.
IV. REVIEW FS DAN BISNIS PLAN Status
1 Konsultan pendukung NUWSP untuk menyampaikan proyeksi permodelan finansial untuk dilengkapi oleh PDAM.
2 Biaya pemeliharaan yang digunakan oleh PDAM sangat rendah yaitu Rp26/m3, sedangkan biaya pemeliharaan PDAM secara nasional rata-rata >Rp200/m3.
Proyeksi permodelan finansial mengindikasikan bahwa untuk lingkup kegiatan pengoperasian HFNF di Kota Dumai memberikan manfaat kepada PDAM. Berdasarkan menggunakan asumsi pesimis dengan pemakaian bulanan
3 domestik 12 m3 dan biaya pemeliharaan Rp 266/m3
4 Asumsi biaya listrik PDAM terlalu rendah. Tidak ada program bidang untuk energy saving.
5 Harga air curah terlalu rendah. Harga untuk KPBU Rp5.715/m3 (Murni), sedangkan untuk SPAM Regional Durolis Rp12.000/m3 (APBN).
6 PDAM untuk membuat laporan dokumentasi dan video demonstrasi dari IPA Nanofiltrasi yang terpisah dari Laporan FS
7 Contoh strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM: setiap calon pegawai tetap harus bias membawa 125 SR baru.
8 Target output SR domestik PDAM adalah 4000 SR (2800 SR baru) sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen FS.
Rp 15,799,000
Rp 20,064,730.0
Rp 19,987,000.0
Rp 4,188,000.0 19
27%
Rp 19,985,735.00
Rp 4,186,735.0
Rp 19,985,735.0