Modul MM - 2. Pri
Modul MM - 2. Pri
DASAR-DASAR FOTOGRAFI
KOMPETENSI KEAHLIAN
USAHA PERJALANAN WISATA
PENULIS:
PRIANA RISSANTO, S. KOM
Penelaah:
Hj. Siti Khodijah Dewi Utari, ST, M. Pd
Ali Ismail, S. Kom, M. Pd
Copyright ©2022
Dilarang mengkopi sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bojonggede
LEMBAR PENGESAHAN
Pada hari ini telah disetujui dan disahkan Modul Pembelajaran bagi peserta didik yang
sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) dengan judul “Dasar-dasar
Fotografi” pada Mata Pelajaran Desain Grafis Percetakan untuk kompetensi keahlian
Multimedia (MM) kelas XI di SMK Negeri 1 Bojonggede Tahun Pelajaran 2021-2022.
Ditetapkan di : Bojonggede
Pada Tanggal : 14 November 2021
Waktu : Pukul 14.00 WIB
Disetujui,
Kepala Sekolah,
Dengan ini menyatakan bahwa saya tidak melakukan plagiat/penjiplakan hasil karya
orang lain dalam pembuatan karya tulis dibawah ini :
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
sebagian Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan Modul Dasar-dasar Fotografi
Dalam penyusunan Modul Dasar-dasar Fotografi ini, kami telah berusaha
semaksimal mungkin, walaupun tentunya masih banyak terdapat kelemahan-kelemahan
dan kekurangannya. Untuk itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun
demi perbaikan dan peningkatan dalam pembuatan Modul yang lebih baik dimasa-masa
mendatang.
Di samping itu pula kami menghaturkan ucapan terima kasih yang tidak terhingga
kepada rekan-rekan serta semua pihak yang telah banyak membantubaik secara moril
maupun spriritual dalam pembuatan modul ini.
Akhirnya hanya kepada-Nya jualah kami memohon dan berharap, semoga
kiranya Modul yang sederhana ini dapat dijadikan dasar dan pedoman serta acuan dalam
pembelajaran dasar-dasar fotografi dan dapat dimanfaatkansebagaimana mestinya.
PETA KEDUDUKAN MODUL
Modul ini merupakan modul yang dikembangkan bagi peserta didik Sekolah Menengah
Kejuruan Negeri 1 Bojong Gede, Program Keahlian Multimedia, mata pelajaran Desain
Grafis Percetakan
Dalam modul ini berisi materi mengenai: jenis jenis kamera alat tambahan
kamera, pengambilan angel kamera dan pada tahap terakhir terdapat Tes Formatif.
Dalam mempelajari modul ini, yang harus dilakukan oleh peserta didik adalah :
1. Membaca pendahuluan agar memahami latar belakang penulisan modul, tujuan
penyusunan modul, peta kompetensi dalam modul, ruang lingkup pembahasan,
serta petunjuk penggunaan modul yang termuat dalam petunjuk penggunaan
modul.
2. Membaca tujuan pembelajaran sehingga memahami target atau goal dari kegiatan
belajar.
3. Membaca indikator pencapaian kompetensi sehingga memahami obyek yang akan
dijadikan kriteria pengukuran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4. Membaca uraian materi pembelajaran sehingga memiliki pengetahuan,ketrampilan
dan sikap terhadap kompetensi yang akan dicapai.
5. Melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan petunjuk.
6. Mengerjakan latihan/soal atau tugas.
DAFTAR ISI
Halaman judul……………………………………………………………… i
Lembar Pengesahan ……………………………………………………... ii
Kata Pengantar ……………………………………………………………. iii
Peta Kedudukan Modul …………………………………………………... iv
Kerangka Belajar ………………………………………………………….. iv
Petunjuk penggunaan Modul ……………………………………………. iv
Daftar isi ……………………………………………………………………. vi
Daftar Gambar……………………………………………………………… vii
Daftar Tabel………………………………………………………………… vii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang …………………………………………........ 1
B. Deskripsi Pembelajaran …………………………………….. 1
C. Ruang Lingkup Materi ………………………………………. 2
D. Prasyarat ……………………………………………………... 2
E. Tujuan Akhir ………………………………………………….. 2
F. Rencana Belajar ……………………………………………... 3
Bab II Kegiatan Belajar
A. Tujuan Pembelajaran ………………………………………... 4
B. Materi ………………………………………………………….. 4
C. Rangkuman …………………………………………………... 31
D. Tugas…………………………………………………………... 32
E. Tes Formatif …………………………………………………... 32
Bab III Penutup 38
Daftar Pustaka 39
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
A. LATAR BELAKANG
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha kuasa karena hanya
atas petunjuk dan hidayah-Nya, penyusunan Modul Desain Grafis Percetakan
untuk SMK kelas XI ini dapat diselesaikan. Modul ini dipersiapkan untuk
mendukung kebijakan sekolah dalam kegiatan Prakerin. Kurikulum 2013 yang
tidak hanya mempertahankan Ilmu pengetahuan dalam daftar pelajaran di
sekolah, tetapi juga menegaskan pentingnya keberadaan dasar-dasar kamera
sebagai Petunjuk dan pembawa ilmu pengetahuan.
Melalui modul ini diharapkan siswa mampu memproduksi dan
menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsi sosialnya. Dalam
pembelajaran Desain Grafis Percetakan berbasis vector dan bitmap, dasar-dasar
fotografi diajarkan bukan sekadar sebagai pengetahuan bagaimana foto,
melainkan sebagai kompetensi yang dimiliki siswa dari aspek keterampilan dan
yang paling penting adalah aspek sikap . Beberapa tahun belakangan ini,
perkembangan dunia teknologi kamera sudah jauh berlari dari tren konvensional
yang selama ini kita pelajari. Tren konvensional dianggap sudah tidak mempunyai
nilai jual yang memadai; karena itu guru sebagai pendidik yang bertanggung jawab
atas kualitas anak didik yang nantinya akan mengisi dunia kerja di bidang teknologi
wajib mengikuti tren yang sedang berkembang di dunia industri masa kini. Tren
pengambilan gambar atau istilahlain Pengambilan Enggel kamera dan jenis-jenis
kamera di dunia industri masa kini adalah Teknik dasar menggunakan kamera
dimana kamera yang sedang berkembang di dunia industri dibidang teknologi
masa kini dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
B. DESKRIPSI
Seringkali orang beranggapan bahwa mengambil sebuah foto merupakan
hal yang sangat mudah, banyak yang menganggap bahwa mengambil foto itu
hanya sekedar pencet tombol lalu jadilah sebuah foto yang bagus. Padahal dalam
kenyataanya banyak sekali aspek yang harus dipelajari untuk dapat menghasilkan
sebuah foto yang bagus. Nah, kali ini mari kita pahami bersama mengenai teknik-
teknik fotografi.
Pengertian Fotografi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
fotografi diartikan sebagai seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada film
atau permukaan yang dipekakan. Sedangkan menurut Wikipedia fotografi berasal
dari Bahasa Inggris yaitu ‘photography’ yang mana berasal dari Bahasa Yunani
yaitu ‘photos’ artinya cahaya dan ‘Grafo’ yang artinya menulis atau melukis.
Sehingga secara umum fotografi dapat diartikan sebagai proses melukis atau
menulis dengan menggunakan media cahaya. Sementara itu menurut Ansel
Adams, fotografi adalah sebagai media berekspresi dan komunikasi yang kuat,
menawarkan berbagai persepsi, interpretasi,dan ekseskusi yang tak terbatas.
D. PRASYARAT
Apabila akan mempelajari modul ini hendaknya telah mempelajari unit
perspektif, Nirmala dan dwi matra.
E. TUJUAN AKHIR
▪ TUJUAN UMUM
Setelah mempelajari bahan ajar ini diharapkan peserta diklat dapat
menerapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah
tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap pada pembelajaran dasar-
dasar fotografi.
▪ TUJUAN KHUSUS
Setelah mempelajari Modul ini, diharapkan peserta didik dapat menguasa
bagaimana cara menggunakan kamera DSLR dan jenis-jenis kamera.
F. RENCANA BELAJAR
Modul ini dipakai untuk siswa kelas XI Multimedia pada mata pelajaran
Desain Grafis Percetakan semester genap. Dalam modul ini berisi materi tentang
dasar- dasar fotografi semua materi tersebut wajib dipelajari oleh setiap siswa dan
pada akhir modul terdapat Tes Formatif yang harus dikerjakan siswa.
BAB II
KEGIATAN BELAJAR
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :
1. Menjelaskan fungsi manifulasi gambar bitmap.
2. Mengintegrasikan efek fitur manipulasi pada gambar.
3. Membandingkan efek manipulasi pada gambar.
4. Menunjukkan gambar hasil manipulasi.
B. MATERI
1. Dasar-Dasar Fotografi
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani
yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses
melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum,
fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari
suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut
pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini
adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Secara sekilas melakukan potret-memotret adalah perkara yang mudah.
Beberapa tipe produk kamera saku di era tahun 80-an dan 90-an memang
disediakan untuk kalangan amatir/pemula sehingga fasilitas di dalam kamera
tersebut hampir segalanya serba otomatis, mulai dari pengukuran pencahayaan,
penghitungan kecepatan pencahayaannya, dan bukaan diafragma, sampai pada
loading/penggulungan film setelah pemotretan. Dengan kamera seperti itu, tugas
seorang pemotret tinggal membidik obyek dan jepret selesai.
Bagi pemotret yang profesional, memotret lebih diartikan sebagai “membuat”
daripada „mengambil” [Link] pemotret profesional ini telah memiliki “foto
hasilnya” sebelum memotret. Di kepala mereka sudah ada konsep total, sedangkan
proses memotret hanyalah “sentuhan akhir saja”.
Para pemula yang baru belajar fotografi , dapat mulai menanyakan kepada
diri sendiri ketika hendak menjepretkan tombol rana :
a. Mengapa saya mengambil foto ini?
b. Apa yang paling menarik dari obyek ini?
c. Apa arti tempat ini bagi saya ?
d. Apa yang menyebabkan saya memilih tempat ini untuk memotret?
e. Benarkah pemandangan ini lebih indah daripada tempat lainnya? Pertanyaan-
pertanyaan di atas bisa berkembang terus bergantung obyek,
tujuan pemotretan serta situasinya, yang pasti, dalam memotret kita
“menterjemahkan” suatu keadaan atau suatu adegan sebuah gambar yang tidak
bergerak. Adegan asli mempunyai cerita karena gerakannya, sedangkan foto kita
yang tidak bergerak harus mempunyai esensi adegan asli walau ia diam. Selain itu,
adegan asli adalah tiga dimensi,sedangkan foto kita hanya adegan dua dimensi,
dan itu pun sangat terbatas pada selembar kertas foto saja (Nugroho Adi,2010:2).
(4) (5)
(3)
(1) (2)
a. Shutter Speed/Rana
Shutter speed adalah kecepatan atau lamanya shutter membuka
sehingga cahaya mengenai sensor. Jadi, shutter speed bisa diibaratkan
lamanya kita membuka keran untuk mengisi air. Semakin lama keran dibuka,
maka akan semakin banyak air yang mengisi ember.
Shutter speed diukur dalam satuan waktu, dan kamera DSLR rata-rata
dapat menggunakan shutter speed dari 1/4000 detik hingga 30 detik. Karena
shutter speed yang digunakan kebanyakan kurang dari satu detik (pecahan),
maka biasanya yang tertulis di viewfinder kamera adalah pecahannya saja
(shutter speed 1/100 detik akan tertulis 100) di viewfinder. Satuan “detik‟
biasanya tertulis sebagai tanda kutip (“), jadi shutter speed 2 detik akan tertulis
sebagai2″. Terkadang satuan detik digunakan juga dalam pecahan,
misalnya 0.6″. Makin besar angkanya, maka gambar akan makin gelap. Faktor
pengali satu stop adalah 2x, misalnya shutter speed 1/100 akan 1 EV lebih
terang daripada shutter speed 1/200 jika scene dan settingan yang lain tetap
sama. EV adalah satuan brightness, dimana selisih 1EV berarti selisih
brightness yang disebabkan jumlah cahaya yang masuk berbeda 2x lipat. 1 EV
sering disebut juga 1 stop, istilah warisan dari jaman kamera film dulu.
Pemilihan angka kecapatan membuka rana ini bergantung pada
situasi/kondisi obyek yang hendak kita foto. Untuk menangkap/membekukan
obyek yang bergerak semisal mobil atau motor yang sedang melaju maka kita
memilih kecepatan tinggi katakankah 500 ke atas. Sebaliknya, bila hendak
menghasilkan efek benda bergerak, maka kita pilih speed lambat pada waktu
kita membidik obyek yang sedang melaju tersebut. Kecepatan bisa dipilih mulai
30 ke [Link] pemilihan speed lambat maka ketika fokus kita arahkan
pada obyek yang bergerak maka background yang tampak pada foto akan
terlihat jelas sementara obyeknya tampak blur/[Link] saja pemilihan
kecepatan ini disesuaikan dengan besar kecilnya diafragma yang kita pilih juga,
agar pembakaran film pada pemotretan tepat
b. ISO/ASA
ISO adalah sensitifitas sensor. Makin tinggi ISO, maka makin sedikit
cahaya yang dibutuhkan untuk mencapai brightness tertentu. Menaikkan ISO
bisa diibaratkan memasukkan bebatuan ke dalam ember sehingga jumlah air
yang dibutuhkan semakin sedikit. Satuan ISO adalah angka ISO. Faktor pengali
satu stop adalah 2x, di mana ISO 800 akan 1EV lebih terang daripada ISO 400.
Dalam kamera DSLR besaran ISO antara 100-1600. Angka – angka
tersebut menandakaan berapa kepekaan terhadap cahaya pada film yang
sedang kita pakai. Semakin besar angkanya maka semakin peka film tersebut
terhadap cahaya. Film-film yang umumnya kita lihat di pasaran berkisar pada
ISO 100,200,400
Gambar 5. Iso/Asa
6. Teori Pencahayaan
Fotografi artinya “melukis dengan cahaya”.Tanpa cahaya, tidak akan ada
karya [Link] agar bisa terjadi sebuah foto, film yang ada di dalam kamera
yang kedap cahaya haruslah disinari.
Pada film hitam putih, lapisan perak halida yang ada pada film akan menjadi
“hangus” setelah terkena cahaya. Hitam atau abu-abu yang terjadi pada film
bergantung pada banyaknya cahaya yang masuk. Kalau cahaya sangat kuat masuk,
pada negatif hitam putih akan terjadi warna hitam pekat, sementara kalau cahaya
hanya sedikit masuk akan terjadi warna [Link] yang sama sekali tidak
tercahayai akan berwarna bening setelah diproses (dicuci).
Pada pencetakan fotonya, warna hitam pada film akan mengahsilkan warna
putih pada kertas foto, demikian pula [Link] dari hitam, abu abu sampai
putih inilah yang akan membentuk sebuah gambar. Pada foto berwarna, proses
yang terjadi lebih rumit namun pada intinya sama dengan foto hitam putih (Nugroho
Adi,2010:6).
7. Over/Under Exposure
Sebuah film dikatakan berhasil secara pencahayaan bila semua warna yang
muncul mempunyai nada sama dengan yang diharapkan sang pemotret. Sebuah
film dikatakan over exposed (biasa disingkat over saja, “kelebihan “) yang artinya
tercahayai secara berlebihan, bila warna yang terjadi lebih hitam dari pada yang
diharapkaan. Film yang over terjadi akibat pencahayaan yang berlebihan pada saat
pemotretan.
Sedangkan sebuah film dikatakaan under exposed( biasa disingkat
under,”kekurangan”)bila kesan yang di dapat pada film itu lebih bening daripada
yang diharapkan. Foto under disebabkan kekurangan pencahayaan pada saat
pemotretan. Untuk mendapatkan pencahayaan yang tepat pada saat memotret, kita
harus mengatur dengan tepat seberapa banyaknya cahaya yang dibutuhkan untuk
keperluan kita
8. Pengaturan Diafragma
Untuk dapat mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lensa,
diafragma pada lensa kamera bisa membuka dengan besaran diameter yang bisa
dirubah. Besar kecilnya bukaan diafragma dinyatakan dalamf- number tertentu,
dimana f-number kecil menyatakan bukaaan besar dan f- number yang besar
menyatakan bukaan kecil. Selain itu, secara karakteristik optik lensa, bukaan besar
akan membuat foto yang DOFnya sempit (background bisa blur), dan bukaan kecil
akan membuat DOF lebar (background tajam).
Dari contoh di atas tampak pada 3 stops diatas referensi normal, foto tampak
amat terang (over) yang ditandai dengan banyaknya area yang wash- out (highlight-
clipping). Demikian juga pada 3 stops dibawah referensi normal, foto tampak amat
gelap (under).
9. Light Meter
Light Meter adalah pengukur cahaya yang terdapat dalam kamera DSLR,
belakangan ini beberapa kamera compact / pocket juga sudah mengadopsi light
meter. Light Meter pada kamera akan terlihat pada ruag bidik (view finder) dan
beberapa kamera yang telah memiliki teknologi live view juga dapat terlihat pada
layar LCD kamera. Light Meter ini mempunyai peranan yang sangat penting,
pemotret tidaklah perlu menebak-nebak pengaturan speed dan diafragma.
Karena tinggal tentukan saja titik light meter pada titik tengah dengan cara
memutar-mutar panel diafragma dan speed. Teknologi ini memang sangat
memudah si pemotret untuk membuat sebuah foto dengan cahaya yang normal.
Cahaya yang normal ditandai dengan point light meter berada pada angka nol.
Untuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil,
misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus) – lihat contoh foto diatas.
Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin,
misal f/2.8 – lihat contoh foto dibawah.
Konsep Depth of Field ini akan banyak berguna terutama dalam fotografi
portrait dan fotografi makro, namun sebenarnya semua spesialisasi akan
membutuhkannya. Definisi “tajam sacara layak” ini perlu ditekankan sebab secara
fakta, titik fokus sebuah lensa adalah betul-betul cuma satu bidang yang mempunyai
jarak tertentu terhadap bidang film. Namun, dengan pemilihan bukaan diafragma
yang makin kecil (angka makin besar), benda yang berada di depan atau di
belakang benda terfokus sering masih tampak tajam pada foto.
Hukum pencahayaan :
Bila diafragma dikecilkan,kecepataan harus dilambatkan Bila diafragma
dibesarkan, kecepatan harus dipercepat.
Misalkan Kalau kita sudah mengukur kombinasi pencahayaan f/5,6 dan
kecepatan1/125 detik, maka kalau kita akan mengubah bukaan diafragma dari f/5,6
f/8, kecepatan harus kita rendahkan menjadi 1/60 detik. Sebaliknya kalau kita
mengubah diafragma dari f/5,6 jadi f/1,4, kecepatannya harus kita naikkan tiga stop
sehingga menjadi 1/1000 detik.
Selain besar kecilnya bukaan, ada aktor lain yang akan mempengaruhi
dalamnya ruang tajam, yaitu panjang fokal lensa. Makin panjang suatu lensa, makin
tipis ruang tajamnya. Besar kecilnya ruang tajam juga dipengaruhi oleh jarak obyek
dengan kameranuya.
Makin jauh objek makin dalam ruang tajam di sekitar objek. Lensa yang
difokuskan ke tempat tak terhingga, mempunyai ruang tajam yang sangat panjang.
Pada sangat dekat, pemotretan mikro misalnya, bisa saja ruang tajamnya cuma
seperberapa millimeter.
12. Komposisi
Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen
dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, bentuk, warna, terang dan
gelap. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact
(sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk
berekspresi dalam foto). Dengan komposisi, foto akan tampak lebih menarik dan
enak dipandang dengan pengaturan letak dan perbandaingan objek-objek yang
mendukung dalam suatu foto. Dengan demikian perlu menata sedemikian rupa agar
tujuan dapat tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau
sesuatu mengejutkan. Dalam komposisi selalu ada satu titik perhatian yang pertama
menarik perhatian.
Jenis-Jenis Komposisi :
▪ Garis
Komposisi ini terbentuk dari pengemasan garis secara dinamis baik garis lurus,
melingkar/melengkung. Biasanya komposisi ini bisa menimbulkan kesan
kedalaman dan kesan gerak pada sebuah objek foto. Ketika garis- garis itu
digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah foto menjadi menarik perhatian.
Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa
mata keluar dari gambar. Yang penting garis- garis itu menjadi dinamis.
▪ Bentuk
Komposisi ini biasanya dipakai fotografer untuk memberikan penekanan secara
visual kualitas abstrak terhadap sebuah objek foto. Biasanya bentuk yang paling
sering dijadikan sebagai komposisi adalah kotak dan lingkaran.
▪ Warna
Warna memberikan sebuah kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto
apabila dikomposisikan dengan baik. Kadang kala komposisi warna dapat pula
memberikan kesan anggun serta mampu dengan sempurna memunculkan
“mood color” (keserasian warna) sebuah foto terutama pada foto – foto
“pictorial”(Foto yang menonjolkan unsur keindahan)
▪ Gelap dan Terang
Komposisi ini sebenarnya dipakai oleh fotografer pada era fotografi analog masih
berkembang pesat terutama pada pemotretan hitam putih. Namun, sekarang ini,
ditengah–tengah era digital komposisi ini mulai diterapkan kembali. Kini
pengkomposisian gelap dan terang digunakan sebagai penekanan visualitas
sebuah objek. Kita dapat menggunakan komposisi ini dengan baik apabila kita
mampu memperhatikan kontras sebuah objek dan harus memperhatikan
lingkungan sekitar objek yang dirasa mengganggu yang sekiranya menjadikan
permainan gelap terang sebuah foto akan hilang.
▪ Tekstur
Yaitu tatanan yang memberikan ksan tentang keadaan prmukaan suatu benda
(halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut,dsb). Tekstur akan
tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari
pencahayaan pada saat pemotretan.
2) Teknik “remote Flash”: Bila kita tidak dapat memperoleh bidang pantul apapun
misalnya ketika berada di luar rumah, maka kita memakai teknik remote flash
yakni melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkan disuatu
tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan. Dengan teknik ini maka
bukaan diafragma diukur dari jarak antara lampu kilat ke obyeknya, dan
bukannya jarak antara kamera ke obyeknya. Tentu saja penyalaan lampu kilat
menggunakan bantuan kabel sinkron.
3) Memakai beberapa lampu kilat. Dipakai bila kita memotret di dalam ruangan yang
cukup besar dengan tuntutan cakupan bidang pemotretan yang luas dengan
memakai lebih dari satu lampu maka GN yang kita jadikan patokan bukanlah
penjumlahaan GN dari beberapaa lampu kilat yang dipakai, cara menentukan
bukaan diafragma yang dipakai biasanya dengan cara mencoba- coba.
4) Teknik “Fill in”. Selain sebagai sumber cahaya buatan, lampu kilat juga bisa
dipakai sebagai sumber cahaya [Link] dilakukaan misalnya ketika kita
memotret di luar, siang hari pada pukul 12.00 saat matahari berada tegak lurus
di atas. Kondisi ini adalah kondisi pencahayaan yang paling buruk karena akan
menimbulkan bayangan tajam di wajah obyek yang manusia. Yang perlu diingat
pemotretan dengan fill ini , kita harus memakai kecepatan yang diwajibkan pada
sinkron kilat kamera kita. Dengan demikan, biasanya bukaan diafragma yaang
dipakai sangatlah kecil seperti f/16,f/22 atau bahkan lebih kecil kagi.
C. RANGKUMAN
Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini
didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", yang ditemukan
oleh Al Haitam atau Alhazen sekitar tahun 1000 Masehi, mekanisme awal untuk
memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja
kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk
mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam
dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam
suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa
membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan
memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya,
pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera
potret.
Pengukuran bidang pandang gambar. Proosedur pengukuran bidang
pandang dan sudut pengambilan gambar.
D. TUGAS
1. Buatlah contoh foto Pengambilan objek dari beberapa Enggel dan jelaskan !
(gunakan Kamera Di HP dan ambi di Sekitar Halaman Rumah)
2. Carilah contoh foto jurnalistik dari media massa yang merupakan hasil foto
berdasarkan kejadian, kemudian analisislah maksud foto tersebut!
E. TES FORMATIF
I. Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling tepat !
1. File video yang dapat di sunting oleh software penyunting video adalah:
a. MIDI d. AVI
b. DAT e. MP3
c. WAV
2. Default format file software-software penyunting video adalah:
a. MOV-WMV d. WAV-MID
b. MPEG-MOV e. AVI-MPEG
c. WMA-JPG
3. Teknik pengambilan video jika posisi kamera di baawah ketinggian mata,
sehingga kamera harus mendongak untuk merekam gambar subyek
sehingga posisi ini memberikan kesan cenderung menambah ukuran
tinggi obyek, adalah:
a. normal camera angle d. subjekctive camera
b. bird eye view angle
c. high camera angle e. low camera angle
4. Yang dimaksud dengan Bird Eye View adalah pengambilan gambar subyek
dari:
a. atas d. kanan dan kiri
b. depan e. belakang
c. bawah
5. Di bawah ini yang bukan posisi sudut pengambilan gambar atau camera
angle adalah:
a. tilting camera angle d. subjekctive camera
b. bird eye view angle
c. high camera angle e. normal camera angle
6. Gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau
sebaliknya, adalah:
a. tracking d. doly
b. pan e. tilt
c. pedestal
7. Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan
subyek yang sedang berjalan, adalah:
a. tracking b. crab
c. pedestal e. tilt
d. doly
8. Apa yang dimaksud dengan Crane?
a. gerakan kamera di atas tripot naik turun
b. gerakan kamera di atas katrol kekanan dan kekiri
c. gerakan kamera memutar mengitari obyek
d. gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek
e. gerakan kamera di atas katrol naik turun
9. Gerakan kamera mendekatkan obyek dari long shoot ke close up, adalah:
a. zoom out d. doly
b. crab e. arc
c. zoom in
10. Papan yang berguna memberikan informasi ketika melakukan shooting
dan mengeluarkan bunyi Clap disebut..
a. Clapperboard d. Spanduk
b. Papan pengumuman e. Actionboard
c. Papan info
11. Berikut adalah sudut pengambilan gambar untuk menunjukkan
superioritas subjek dalam gambar yaitu…
a. High camera angle d. Bird camera angle
b. Eye camera angle e. Subjektif camera angle
c. Low camera angle
12. Bagian kamera yang berfungsi untuk melihat hasil perekaman dengan
cara diintip adalah
a. Viewfinder d. CCD
b. LCD e. Shutter
c. Tombol record
13. Hasil bisa diedit, gambar disimpan dalam memory card merupakan ciri
dari kamera…
a. Foto d. Video
b. Analog e. Manual
c. Digital
14. Apa yang dimaksud dengan Arc?
a. gerakan kamera di atas tripot naik turun
b. gerakan kamera di atas katrol kekanan dan kekiri
c. gerakan kamera memutar mengitari obyek
d. gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek
e. gerakan kamera di atas katrol naik turun.
15. LCD kepanjangan dari:
a. Light Camera Digital c. Liquid Cristal Display
b. Light Camera Display d. Light Cristal Display
e. Led Character Display
16. Di bawah ini yang bukan digital video kamera adalah:
a. Panasonic d. DV Cam
b. Betacam SX e. CV Profesisonal
c. Mini DV
17. Kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto
sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan, disebut….
a. Kamera Saku d. Kamera Consumer
b. Kamera DSLR e. Kamera Polaroid
c. Kamera Prosumer
18. Menggunakan sistem bidik pantulan yang dipantulkan melalui prisma.
Kemampuannya selain lensa bisa diatur untuk menemukan jarak yang
tepat agar objek fokus yaitu pemotret dapat mengendalikan kecepatan
rana dan diafragma, adalah..
a. RF (range finder)
b. SLR (Single Lens Reflex)
c. Kamera Twin Lens
d. Kamera Medium Format
e. Kamera Saku
19. Kamera yang menggunakan ukuran film yang relatif besar (4x5 inci atau
8x10 inci), adalah…
a. Kamera Twin Lens
b. Kamera Medium Format
c. Kamera Format Besar
d. Kamera Saku
e. Kamera Prosumer
20. Kamera ini tidak lagi memakai film sebagai pengambil gambar tetapi
diganti dengan alat sensor peka cahaya, adalah….
a. Kamera Saku d. Kamera Consumer
b. Kamera Digital e. Kamera DSLR
c. Kamera Prosumer
21. Merupakan kamera SLR tetapi menggunakan film format 120 mm atau
220 mm. Memiliki sistem yang hampir sama dengan SLR. Karena ukuran
filmnya besar maka kamera ini lebih cocok digunakan untuk yang
menginginkan perbesaran gambar dengan kualitas maksimal, misal
membuat foto di billboard, adalah…
a. RF (range finder)
b. SLR (Single Lens Reflex)
c. Kamera Twin Lens
d. Kamera Medium Format
e. Kamera Saku
22. Fotografi berasal dari bahasa Yunani,photos artinya ….
a. Banyak d. Alat
b. Cahaya e. Gerak
c. Gambar
23. Alat yang sangat berguna terutama pada pemotretan yang berhadapan
langsung dengan arah datangnya cahaya.
a. Tudung lensa d. tripod
b. Background e. Softbox
c. Filter
24. Bentuk menyerupai corong, biasanya digunakan pada pemotretan studio
/ indoor adalah
a. Payung reflektor d. Strobo
b. Holder e. Softbox
c. Snoot
25. Medium close up,Big Close Up, Extrime close up merupakan jenis dari..
a. VCR d. SHOT
b. ZOOM e. Pencahayaan
c. Fokus
26. Semakin tinggi ISO yang kita gunakan akan mengakibatkan....
a. Kepekaan kamera terhadap cahaya semakin besar atau peka
b. Kepekaan kamera terhadap cahaya kurang
c. Kamera yang kita gunakan membutuhkan lampu blitz
d. Foto yang dihasilkan menjadi terlalu gelap
e. Foto yang dihasilkan menjadi tidak tajam
27. Di bawah ini merupakan hal-hal yang menentukannya baik tidaknya hasil
foto, kecuali ....
a. Sebuah karya seni fotografi identik dengan moment atau kejadian
b. Seorang fotografer harus memiliki jam terbang yang tinggi
c. Seorang fotografer harus pandai menentukan komposisi gambar
d. Seorang fotografer harus pandai mengambil sudut pengambilan
gambar
e. Seorang fotografer harus memiliki kamera yang bagus dan canggih
28. Ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan atau menangkap
cahaya biasa disebut ....
a. Shutter speed d. Apenture/diafragma
b. Shot e. Bandwith
c. Speedy
29. Sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih
rendah dari obyek yang akan menghasilkan gambar seolah-olah lebih
tinggi dari aslinya dan terkesan dominan, biasa disebut ....
a. High angle b. Low angle
c. Medium shot e. Extreme close up
d. Long shot
30. Jenis shot foto yang hanya menampilkan sebagian obyek, misalnya mata,
hidung, dll disebut ....
a. Long shot d. Big close up
b. Medium shot e. Extreme close up
c. Medium close up
II. ESSAY!
1. Apa yang Anda ketahui tentang tombol RANA pada kamera? Jelaskan!
2. Apa yang Anda ketahui tentang resolusi? Jelaskan!
3. Sebutkan 4 resolusi yang dimiliki oleh handy kamera digital!
4. Apayang Anda ketahui tentang ELS? Jelaskan!
5. Jelaskan tujuan pengambilan gambar dengan teknik Panning!!
BAB III
PENUTUP
Dari modul ini diharapkan akan dapat dipelajari secara teori dan praktik sesuai
jadwal yang ada diindustri. Evaluasi Mata Pelajaran dengan Kompetensi Dasar (KD)
dasar-dasar fotografi dan Kompetensi Dasar (KD) manipulassi gambar terdiri dari
Aspek Sikap (Attitude), Pengetahuan (Kognitif) dan Aspek Keterampilan
(Psychomotor), Siswa dikatakan kompeten apabila telah memenuhi ketiga aspek
dengan nilai diatas angka 78 baik secara pengetahuan maupun keterampilan.
DAFTAR PUSTAKA
Iqbal Nur Anam, 2015. Teknik Zooming dan Pannig Dalam Photography.
[Link]
[Link]
menggunakan-teknik-panning/
[Link]