0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan12 halaman

Analisa Proses Interaksi Perawat-Klien

Analisa Proses Interaksi (API) membahas konsep dan tujuan dari analisis interaksi antara perawat dan pasien untuk meningkatkan komunikasi dan pemahaman diri. API melibatkan observasi terhadap komunikasi verbal dan nonverbal, interpretasi isi pembicaraan, dan evaluasi efektivitas pendekatan.

Diunggah oleh

Suti Anik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan12 halaman

Analisa Proses Interaksi Perawat-Klien

Analisa Proses Interaksi (API) membahas konsep dan tujuan dari analisis interaksi antara perawat dan pasien untuk meningkatkan komunikasi dan pemahaman diri. API melibatkan observasi terhadap komunikasi verbal dan nonverbal, interpretasi isi pembicaraan, dan evaluasi efektivitas pendekatan.

Diunggah oleh

Suti Anik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI (API )

Pengertian .

Kata interaksi dimaksudkan untuk menggambarkan hubungan dengan orang lain.

Hubungan :

1. Verbal.
2. Non verbal
Pada dasarnya interaksi berupa pertukaran sesuatu antara dua orang, sedangkan analisa adalah kegiatan mengurai. Obyek penganalisaan didalam
analisa proses interaksi tidak hanya berinteraksi dengan orang lain tetapi juga dengan diri [Link] demikian konsep analisa proses
interaksi dapat digunakan untuk mempelajari dan mengenal diri sendiri dalam menjalin hubungan dengan orang lain

Tujuan dari API yaitu :

1. Meningkatkan kemampuan perawat untuk mendengar secara aktif.


2. Meningkatkan kemampuan perawat dalam ketrampilan komunikasi.
3. Mengembangkan dasar belajar bagi perawat, hal ini merupakan alat pengkajian interaksi perawat – klien untuk memberikan instruksi,
supervisi klinis dan bimbingan klinis.
4. Meningkatkan pemahaman bagi diri perawat dan dampaknya pada orang lain
5. mempersiapkan perawat dalam melihat dinamika perilaku yang terjadi antara perawat – klien .
6. Membantu perawat dalam menyusun intervensi keperawatan.
7.
Komponen dalam analisa proses interaksi.

1. Komunikasi verbal dan non verbal dari klien dan perawat.


2. Analisa atau interpretasi dari hal – hal yang penting dalam komunikasi.
3. Mengenal perasaan – perasaan perawat dan melatih diri dalam berkomunikasi
4. Mengenal persepsi - persepsi perawat terhadap emosi klien dan memfokuskan pada komunikasi klien.
5. Evaluasi terhadap efektifitas pendekatan, berdasarkan data.
6. Alternatif keperawatan dan rasional ( alas an reoritis )
Analisa berpusat pada klien.

Pusatkan API pada komponen :

1. Tingkah laku non verbal.


2. Isi pembicaraan yang muncul dan terselubung.
3. Perasaan klien.
4. Kebutuhan klien.

Analisa berpusat pada perawat.

Pusatkan API pada komponen :

1. Perasaan sendiri.
2. Tingkah laku non verbal.
3. Isi pembicaraan yang muncul dan terselubung.
4. Tujuan interaksi.
5. Mengubah intervensi.

Analisa teoritis

Berikan alasan teoritis intervensi anda, tunjukkan peningkatan kemampuan dalam mendiskusikan tingkah laku klien.
Initial klien : Tn.K

Interaksi ke : 1 (satu)

Tujuan Interaksi : Klien mampu membina hubungan saling percaya

Tgl/Jam : 26 Pebruari 2014 jam 10.00

Lingkungan : Di Ruang Tamu R. Garuda, duduk berdampingan,

Suasana tenang, beberapa klien yang lain menonton TV didalam ruang

Diskripsi : Klien mengenakan baju dan celana kotak-kotak hitam, rambut agak acak-acakan, tanpa alas kaki

KOMUNUKASI VERBAL KOMUNUKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN

P : Selamat pagi mas P : tersenyum dan menatap Mengharap klien mau Dengan mengucapkan
klien yang sedang duduk di mengawali perkenalan salam merupakan awal
teras dengan perawat terjadinya hubungan
saling percaya klien
dengan perawat

K : menoleh dan menatap Merasa heran dengan


perawat, lalu memalingkan kehadiran perawat yang
muka lagi belum dikenali
K:- K : diam Diam tidak menanggapi Belum adanya tanggapan
perawat dari klien menunjukkan
bahwa klien belum siap
menerima kehadiran
perawat.

P : menatap klien dengan Mengharap klien dapat


tersenyum menyambut kehadiran
perawat
P : Boleh saya berkenalan P : sambil menatap klien Melakukan pendekatan Pendekatan secara fisik
dengan mas ? Perkenalkan dan tersenyum secara fisik untuk dapat meningkatkan
nama saya S, saya senang mengulurkan tangan untuk membangkitkan keakraban jalinan hubungan interaksi
dipanggil mbak S, Nama berjabat tangan dalam interaksi dengan klien
mas siapa ? mas lebih
senang dipanggil siapa?

K : menatap perawat,
kemudian memalingkan Klien ragu-ragu untuk
muka berkenalan dengan perawat

K : Tn.K K : Klien menatap perawat Klien mau menerima Klien membuka diri untuk
sebentar, lalu memalingkan perkenalan perawat berkenalan / klien mulai
muka. menerima hubungan
dengan perawat
P : Perawat menatap klien Menatap klien untuk tetap
sambil tersenyum dan mempertahankan
mendengarkan dengan komunikasi dan
kesungguhan meyakinkan klien bahwa
perawat ingin membantu
P : Saya mahasiswa STIKes P : menatap klien dengan Perawat siap untuk Dengan penjelasan secara
Hutama Abdi Husada, kesungguhan hati dan mendengarkan ungkapan jujur, terbuka akan
keberadaan saya disini berbicara dengan suara perasaan klien meningkatkan jalinan
untuk merawat dan yang lembut namun jelas hubungan interaksi
membantu mas selama perawat klien
disini, saya akan dengan
senang hati merawat
danmembantu mas disini.
Klien masih ragu-ragu dan
Kalau boleh tahu bagaiman K : diam, menatap perawat, belum siap sepenuhnya
perasaan mas saat ini? menghela nafas untuk mengungkapakan
perasaannya kepada
perawat..

P : Baiklah mas, jika mas P : menatap klien ssambil Perawat menerima klien Menerima klien apa
belum ingin brbincang- tersenyum dan berbicara apa adanya adanya merupakan suatu
bincang pada saya, dengan suara yang lembut penghargaan agar klien
mungkin besok mas mau namun jelas juga mau menerima kita,
mengatakan sesuatu kepada sehingga terbina
saya, besok saya akan hubungan dengan klien
kembali lagi kesini jam
09.00, kita berbincang–
bincang diteras ini selama
15 menit tentang perasaan
mas atau tentang apa saja
supaya kita saling
mengenal bagaimana mas
mau khan? K : diam, sambil terus
menatap perawat Setuju atas rencana perawat
Initial klien : Tn.K

Interaksi ke : 2 (dua)

Tujuan Interaksi : Klien mampu membina hubungan saling percaya

Tgl/Jam : 27 Pebruari 2014 jam 09.00

Lingkungan : Di Ruang Tamu R. Garuda, duduk berdampingan,

Suasana tenang, beberapa klien yang lain menonton TV didalam ruang

Diskripsi : Klien mengenakan baju dan celana kotak-kotak hitam, rambut rapi, tanpa alas kaki

1 2 3 4 5
P : Selamat pagi mas K masih P : tersenyum dan Perawat berharap klien Menstimulasi klien
ingat nama saya ? menatap klien yang mengingat namanya terhadap ingatan dan
sedang duduk di perhatiannya kepada
teras perawat
Menanggapi sikap perawat
K : menoleh dan dengan baik
menatap perawat

K : mbak S. K : menatap perawat, Menanggapi kehadiran Klien mengenal perawat


kontak mata lama perawat dengan baik menandakan perhatian dan
kesediaannya menerima
hubungan.
P : Menatap klien Memberi reinforcemen atas
dengan tersenyum, dan kemampuan klien
mengangguk mengingat nama perawat

P : Hari ini mas K nampak P : Menatap klien, Validasi terhadap keadaan Dengan menanyakan
lebih segar, bagaimana memperbaiki duduk pasien istirahatnya, klien merasa
istirahatnya semalam ? sambil lebih mendekat diperhatikan
kebutuhannya.
K : menatap perawat, Menanggapi sikap perawat
kemudian tersenyum dengan baik

P : Kalau boleh tahu P : Menatap klien, Berharap klien menjawab Dengan pertanyaan
bagaimana perasaan maS K mempertahankan kontak pertanyaan perawat. terbuka diharapkan
hari ini? Apa yang mas K mata, menunggu mampu mengekplorasi
rasakan ? Mas K sudah jawaban klien perasaan klien
makan? Sudah mandi?
K : menatap perawat,
kontak mata lama Ada keinginan untuk
menjawab pertanyaan
perawat.

K : baik K : menatap perawat, Meyakinkan bahwa Klien mulai membuka


berbicara dengan nada jawaban yang disampaikan dirinya dengan
ya suara pelan, namun jelas sesuai dengan kenyataan mengungkapkan
perasaannya
P : mendengarkan Meyakinkan bahwa
jawaban klien sambil jawaban klien sangat
tersenyum dibutuhkan

P : Saya senang sekali mas K P : menatap klien Berharap klien mau Mengakhiri pembicaraan
mau mengungkapkan dengan kesungguhan melanjutkan pertemuan dengan kontrak yang
perasaannya kepada saya, sambil memperhatikan disepakati akan
bagaimana kalau perbincangan respon klien mempertahankan
ini kita lnjutkan nanti jam hubungan
13.00 di teras ini tentang apa
yang menyebabkan mbak
sering menyendiri, kita
berbincang-bincang selama 15
menit, bagaimana mas K mau
setuju? Sampai ketemu besok
pagi ya mas K.

K : mengangguk
Setuju atas rencana perawat
ANALISA PROSES INTERAKSI

Initial klien : Tn. K

Interaksi ke : 3 (tiga)

Tujuan Interaksi : Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri

Tgl/Jam : 27 Pebruari 2014 jam 13.00

Lingkungan : Di Ruang tamu R. Garuda, duduk berdampingan,

Suasana tenang, beberapa klien yang lain menonton TV didalam ruang

Diskripsi : Klien mengenakan baju dan celana kotak-kotak hitam, rambut agak acak-acakan, tanpa alas kaki

1 2 3 4 5

P : Selamat siang mas K, P : tersenyum dan menatap Berharap klien ingat Dengan mengingatkan
sesuai kesepakatan kita klien dengan kontak yang telah pada pokok pembicaraan
tadi kita akan berdiskusi disepakati. maka kegiatan akan sesuai
tentang penyebab mas dengan rencana yang
sering menyendiri, disusun.
bagaimana apa mas K
masih ingat ?
K : menoleh dan menatap Menanggapi sikap perawat
perawat, kemudian dengan baik
tersenyum

K : Ya, masih K : menatap perawat Pasien kooperatif terhadap Klien mau dan kooperatif
tindakan yang akan terhadap rencana kegiatan
P : menatap klien dengan Memberi reinforcemen atas dilakukan. yang disepakati
tersenyum, dan kemauan klien
mengangguk

P : Kalau boleh tahu, P : sambil menatap klien Meyakinkan bahwa Menggali masalah klien
mengapa mas K dengan kesungguhan, nada jawaban klien sangat untuk menimbulkan rasa
sering menyendiri, suara pelan namun jelas. dibutuhkan empati.
apa yang
menyebabkannya ?

K : menatap perawat Menanggapi sikap perawat


dengan kesungguhan, dengan baik
kontak mata lama

K : malu, dengan orang lain K : berbicara pelan, namun Mengungkapkan Klien mulai membuka
jelas, memalingkan muka permasalahannya dirinya dengan
mengungkapkan
permasalahannya

P : menatap klien dengan


memberikan perhatian, Mendengarkan dengan
sambil mengangguk sungguh-sungguh,
meyakinkan klien tentang
pentingnya berdiskusi

P : Kenapa malu dengan P : memandang klien yang Berharap klien mau Jawaban yang
orang lain? sedang menunduk, mengungkapkan disampaikan menunjukkan
menunggu jawaban klien permasalahannya bahwa klien kooperatif
terhadap pertanyaan
K : diam, menghela nafas, perawat
kemudian Menatap
perawat

K: karena masalah keluarga K : Berbicara dengan nada Klien mengungkapkan


saya yang rumit , ibu saya. suara pelan, namun jelas penyebab menarik dirinya

P : mendengarkan jawaban
klien sambil tetap
mempertahankan
kontak mata sambil Memahami apa yang
sesekali mengangguk dirasakan klien

P : Selama ini mas K sering P : menatap klien dengan Mengklarifikasi pernyataan Klien kooperatif dan
menyendiri dan tidak kesungguhan klien serius terhadap
mau bergaul orang lain pembicaraan
karena malu masalah
keluarga ?
Membenarkan pernyataan
perawat
K : mengangguk

P : Saya senang sekali mas P : menatap klien sambil Senang interaksi dapat
K mau mengungkapkan tersenyum berlangsung sesuai dengan
perasaannya pada saya, kontrak
besok kita bisa berdiskusi
lagi tentang apa yang mas
K rasakan selama
menyendiri, bagaimana
kalau diruangan ini lagi
besuk jam 09.00 ? apakah
mas setuju? K : mengangguk sambil
tersenyum Setuju atas rencana perawat Terminasi yang disepakati
dapat mempertahankan
hubungan selanjutnya

Anda mungkin juga menyukai