0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan9 halaman

Analisis Kontur dan Kemiringan Jambi

Analisis data raster dilakukan untuk memperoleh informasi tentang ketinggian permukaan, kemiringan, dan arah lereng wilayah Kabupaten Merangin. Teknik analisis kontur, slope, aspect, dan hillshade digunakan untuk memetakan dan mevisualisasikan karakteristik permukaan daratan di kabupaten tersebut. Hasil analisis berguna untuk berbagai aplikasi seperti perencanaan wilayah dan studi lingkungan.

Diunggah oleh

Abdul Aziz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan9 halaman

Analisis Kontur dan Kemiringan Jambi

Analisis data raster dilakukan untuk memperoleh informasi tentang ketinggian permukaan, kemiringan, dan arah lereng wilayah Kabupaten Merangin. Teknik analisis kontur, slope, aspect, dan hillshade digunakan untuk memetakan dan mevisualisasikan karakteristik permukaan daratan di kabupaten tersebut. Hasil analisis berguna untuk berbagai aplikasi seperti perencanaan wilayah dan studi lingkungan.

Diunggah oleh

Abdul Aziz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

VII.

ANALISIS DATA RASTER

Alat dan Bahan

Alat : Personal Computer


Bahan : Shapefile Administrasi Kabupaten Merangin dan data DEM SRTM Wilayah
Provinsi Jambi

A. KONTUR

Kontur merupakan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama. Sedangkan garis
kontur (isoline) merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang memiliki
nilai ketinggian yang sama. Metode ini merupakan bentuk yang paling sering digunakan
dalam merepresentasikan perbedaan tinggi permukaan tanah.
Fungsi analisis ini adalah untuk mentrasformasikan/menginterpolasikan data
ketinggian yang dibuat dalam format grid/cell kedalam bentuk unsur-unsur spasial
bertipe garis (vektor) yang masing-masing merepresentasikan ketinggian yang sama
(dengan interval tertentu).

Prosedur yang dilakukan:


1. Add data DEM SRTM Wilayah Prov. Jambi dan shapefile Administrasi_Merangin. Ingat,
data shapefile Administrasi_Merangin masih memiliki Sistem Proyeksi Geografis
2. Data tersebut akan ditampilkan dalam Map View

3. Potong data raster DEM SRTM dengan shapefile Administrasi_Merangin dengan cara:

Pada ArcToolbox klik Spatial Analyst Tools  Extraction  Extract by Mask.


Selanjutnya akan muncul jendela “Extract by Mask”

40
Pada jendela “Extract by Mask“ isi:
Input raster = srtm_57_13.tif
Input raster or feature mask data = Polygon_Merangin (shapefile pemotong)
Output raster = SRTM_Merangin (nama file baru dan folder
penyimpanan)

4. Klik OK dan DEM SRTM yang telah dipotong tampilkan dalam Map View. Remove file
srtm_57_13.tif dan Polygon_Merangin dari Table Of Contents.
5. File SRTM_Merangin masih memiliki Sistem Proyeksi Geogrrafis. Dalam analisis ini
diperlukan Sistem Proyeksi Mercartor. Untuk itu perlu dilakukan trasformasi koordinat
data raster dengan cara:
Pada ArcToolbox klik Data Management Tools  Projections and Transformations
 Raster  Project Raster.

Selanjutnya akan muncul jendela “Project Raster” isi kolom/field sesuai data yang
diperlukan.
Pada kolom Output Coordinate Syatem isi dengan Spatial Reference Properties yang
sesuai dengan Zona Kabupaten Merangin (UTM_Zone_48S)

6. Selnjutnya klik OK.


7. Tutup semua project (close all) tanpa menyimpan dan buat “New Map File” dengan
memanggil SRTM_Merangin_UTM.tif

41
8. Pada ArcToolbox klik Spatial Analyst Tools  Suface  Contour. Selanjutnya
akan muncul jendela “Contour”

Pada jendela “ Contour “ isi:


Input raster = srtm_merangin_utm.tif
Output polyline features = Kontur_Merangin (nama file baru hasil analisis kontur)
Contour interval = 250

Dalam menentukan Interval Kontur (Contour Interval/CI), harus memperhatikan skala


peta yang akan dibuat, agar garis kontur yang dihasilkan seimbang/serasi dengan
penampilan peta. Dengan kata lain interval garis kontur tidak terlalu rapat atau terlalu
jarang, sehingga pembaca dapat dengan mudah menafsirkan/menginterpretasi kontur
yang dibuat.

Rumus umum untuk menentukan Contour Interval (CI) adalah:


Contour Interval (CI) = 1/2000 x skala peta

Misalkan Peta Kontur Kabupaten Merangin yang akan dibuat memiliki Skala
1 : 500.000, maka Contour Interval (CI) = 1/2000 x 500.000 = 250

9. Jika jendela “ Contour “ telah terisi, selanjutnya klik OK.


[Link] analisis kontur ditampilkan pada Data View
[Link] analisis kontur untuk beberapa interval kontur (50, 100, 150, dst)

Tugas : Berikan komentar anda tentang hasil analisis kontur yang anda lakukan.

- TOOLS TOPO TO RASTER

Tools ini berfungsi untuk mengconvert kontur yang memiliki format shapefile menjadi
data Raster.
1. Add data shapefile Kontur_Merangin ke dalam ArcGIS. Shapefile sudah dalam system
proyeksi UTM.

2. Pada ArcToolbox, klik 3D Analyst Tools kemudian pilih Raster Interpolation, lalu pilih Topo
To Raster
42
3. Pada Jendela Topo To Raster isi
Input Feature Data : Kontur Merangin
Output Surface Raster : simpan file raster dengan nama TopoMerangin
Output Cell Size : Ubah angka terdepan menjadi 0,1

4. Klik oke, kemudian data shapefile kontur_merangin yang telah di convert menjadi data
raster akan muncul di layer. Contohnya seperti di bawah ini

Tugas : Jelaskan mengapa terdapat perbedaan warna pada raster tersebut

B. SLOPE / KEMIRINGIAN (LERENG)

Fungsi ini pada umumnya menerima masukan data ketinggian dalam format
raster/grid untuk menghasilkan layer raster baru sebagai wujud dari nilai-nilai kemiringan
yang siap diklasifikasikan kembali. Hasil dari analisis slope lebih dikenal dengan lereng.

Prosedur yang dilakukan:


1. Add data srtm_merangin.tif
2. Pada ArcToolbox klik Spatial Analyst Tools  Suface  Slope. Selanjutnya
akan muncul jendela “Slope”

43
Pada jendela “ Slope “ isi:
Input raster = srtm_merangin_utm.tif
Output raster = Slope_merangin.tif (nama file baru hasil analisis slope dan
folder penyimpanan)
Output Measurement = PERCENT RISE (ada 2 pilihan degree atau percent rise)
Selanjutnya Klik OK.

3. Hasil analisis slope ditampilkan pada Data View

4. Peta lereng yang dihasilkan masih memiliki kelas interval lereng yang standar
(default) software. Agar mudah diinterpretasikan, sebaiknya dilakukan klasifikasi ulang
interval/kelas lereng dengan cara:

Pada ArcToolbox klik Spatial Analyst Tools  Reclass  Reclassify. Selanjutnya


akan muncul jendela “Reclassify”.

44
5. Klik Classify dan akan muncul jendela “Classification”

6. Pada “Classes”, pilih 7 (sesuai dengan jumlah kelas yang akan dibuat), misalnya 7
kelas dengan interval: 0 – 3%, 3 – 8%, 8 – 15%, 15 – 30%, 30 – 45%, 45 – 65%
dan > 65%
7. Pada “Method”, dropdown pilihan dan pilih manual.
8. Pada Break Values, isikan interval kelas yang baru dengan cara double klik dan ganti
angkanya.
9. Klik OK dan akan muncul ”Reclassification” yang baru dengan “New Values” yang
berbeda dengan sebelum diklasifikasi.

Nilai ini harus


dicatat

[Link] simpan file baru tersebut pada output raster sesuai dengan folder
penyimpanan dan klik OK.
[Link] lereng hasil reklasifikasi ditampilkan pada Data View

45
INGAT!!! Hasil klasifikasi hanya menampilkan New values, sehingga anda harus
mencatat/mengingat Old values sesuai yang anda ubah pada reclassify.

12. Untuk mengganti warna dapat dilakukan dengan meng-klik kanan


Reklasifikasi_slope_merangin.tif  Properties  Symbology  Unique Values. Pilih
warna yang sesuai selera anda. Untuk mengganti nilai pada masing-masing “Value”
dapat dilakukan dengan double klik pada value, edit sesuai dengan interval kelas
lereng yang anda buat. Jika telah selesai klik OK.

[Link] mudah dianalisis dan ditampilkan dalam Layout, data raster lereng tersebut
dapat dikonversi kedalam bentuk format data vektor dengan cara:
Pada ArcToolbox klik Conversion Tools  From Raster  Raster to Polygon. Simpan
dengan nama shapefile baru.

[Link] dalam bentuk vektor, data lereng dapat lebih mudah dianalisis lebih lanjut.
Misalnya untuk mencari luas tiap kelas lereng, overlay dengan shapefile lain,
memotong untuk ukuran 1 kecamatan dan sebagainya.

Tugas:
1. Hitung luas masing-masing kelas lereng yang anda buat!
2. Berikan komentar anda tentang hasil analisis slope yang anda lakukan, kaitkan
dengan hasil analisis kontur!

46
C. ASPECT

Fungsi analisis ini adalah mencari arah kemiringan lereng atau secara umum,
aspect mengindikasikan arah kemiringan lereng. Nilai yang dihasilkan (nilai output)
adalah arah aspect, misalnya 0 0 tepat kea rah utara, 900 tepat kearah timur, 1800 tepat
ke arah selatan 2700 tepat kearah barat dan seterusnya.

Prosedur yang dilakukan untuk analisis ini:


1. Pada ArcToolbox klik Spatial Analyst Tools  Suface  Aspect. Selanjutnya akan
muncul jendela “Aspect”

Pada jendela “ Aspect “ isi:


Input raster = srtm_merangin_utm.tif
Output raster = Aspect_merangin.tif (nama file baru hasil analisis slope dan
folder penyimpanan)
Selanjutnya Klik OK.

2. Hasil analisis slope ditampilkan pada Data View

47
D. HILLSHADE

Fungsi ini berguna untuk memprediksi iluminasi/pencahayaan sebuah


permukaan/surface untuk kegunaan analisa ataupun visualisasi. Hillshade mampu
menonjolkan relief dari surface, sehingga dapat mempermudah menginterpretasi kondisi
permuaan suatu wilayah.

1. Pada ArcToolbox klik Spatial Analyst Tools  Suface  Hillshade. Selanjutnya


akan muncul jendela “Hilshade”

Pada jendela “ Aspect “ isi:


Input raster = srtm_merangin_utm.tif
Output raster = Hillshade_Merangin.tif (nama file baru hasil analisis slope dan
folder penyimpanan)
Selanjutnya Klik OK.

2. Hasil analisis slope ditampilkan pada Data View

3. Untuk merubah warna tampilan, klik kanan pada file Hillshade_Merangin.tif 


Properties  Symbology  Stretched  pilih warna yang diinginkan.
4. Untuk merubah transparansi warna tampilan, klik kanan pada file
Hillshade_Merangin.tif  Properties  Display  Transparancy  isi dengan nilai
yang tidak sampai 100% (sesuai yang diinginkan). Warna tranparan ini dapat digunakan
ketika kita akan menganalisis secara visual dan menggunakan hasil analisis lain,
misalnya slope, kontur dan aspect. Caranya beri tanda centang pada file yang diperlukan
pada “Table Of Contents”.

Tugas : Dalam Bab Pembahasan Laporan Praktikum, berikan komentar anda tentang hasil
analisis Aspect dan Hillshade. Kaitkan dengan ilmu yang telah anda pelajari.

48

Anda mungkin juga menyukai