0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Elektrolisis untuk Menentukan Avogadro

Elektrolisis garam dapur digunakan untuk menentukan bilangan Avogadro. Massa tembaga bertambah setelah elektrolisis selama berbagai waktu akibat terbentuknya ion tembaga. Jumlah muatan yang diperlukan untuk membentuk satu mol ion tembaga diukur, dan dari sini bilangan Avogadro dapat dihitung.

Diunggah oleh

Ni Er hyun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Elektrolisis untuk Menentukan Avogadro

Elektrolisis garam dapur digunakan untuk menentukan bilangan Avogadro. Massa tembaga bertambah setelah elektrolisis selama berbagai waktu akibat terbentuknya ion tembaga. Jumlah muatan yang diperlukan untuk membentuk satu mol ion tembaga diukur, dan dari sini bilangan Avogadro dapat dihitung.

Diunggah oleh

Ni Er hyun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN AWAL KIMIA FISIKA II

“ELEKTROLISIS UNTUK MENENTUKAN BILANGAN OVOGADRO”


OBJEK VIII

OLEH:
ULFA MUTIA
1930110012

REKAN KERJA:
1. PUTRI AYU
2. SUCI RAMADHANI
3. YUSMA WULAN PH

DOSEN PENGAMPU:
RAHMA JONI, [Link]

ASISTEN DOSEN:
NADIA SAINITA

JURUSAN TADRIS KIMIA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR
2022
ELEKTROLISIS UNTUK MENENTUKAN BILANGAN AVOGADRO
OBJEK VIII

I. TUJUAN
a. Menentukan bilangan Avogadro
b. Mempraktekkan konsep bilangan Avogadro

II. TEORI
Bilangan Avogadro (lambang: L atau N0) dinamakan sebagai tetapan Avogadro atau
konstanta Avogadro. Bilangan Avogadro adalah banyaknya "entitas" (biasanya atom atau
molekul) dalam satu mol, yang merupakan jumlah atom karbon-12 dalam 12 gram (0,012
kilogram) karbon-12 dalam keadaan dasarnya.
Nilai angka ini pertama kali diperkirakan oleh Johann Josef Loschmidt, yang pada 1865
menghitung jumlah partikel dalam satu sentimeter kubik gas dalam keadaan standar. Tetapan
Loschmidt karena itu lebih tepat sebagai nama untuk nilai terakhir ini, yang dapat dikatakan
berbanding lurus dengan bilangan Avogadro. Namun dalam kepustakaan berbahasa Jerman
"tetapan Loschmidt" digunakan baik untuk nilai ini maupun jumlah entitas dalam satu mol
(Dharmawati : 2011).
Suatu tetepan yang sangat penting dalam bidang kimia adalah bilangan Avogadro (N0).
Ada macam – macam metode untuk menentukan bilangan itu. Metode yang paling tepat adalah
kristalografi sinar –X. Analisis kristalografi sinar-X hanya dilakukan para spesialis yakni
kristalografer. Pengukuran dan pemrosesan data yang diperlukan membutuhkan pengetahuan
dan pengalaman yang banyak. Sehingga kristalografi sulit dilakukan jika untuk percobaan
mahasiswa. Dalam percobaan ini, kita akan menentukan bilangan Avogadro secara elektrolisis
(Sri Wahyuni : 2011).
Elektrolisis adalah peristiwa berlangsungnya reaksi kimia oleh arus listrik. Aliran listrik
melalui suatu konduktor (penghantar) melibatkan perpindahan elektron dari potensial negatif
tinggi ke potensial lainnya yang lebih rendah. Mekanisme dari transfer ini tidak sama untuk
berbagai konduktor. Dalam penghantar elektronik, seperti padatan dan lelehan logam,
penghantaran berlangsung melalui perpindahan elektron langsung melalui penghantar dari
potensial yang diterapkan. Dalam hal ini, atom-atom penyusun penghantar listrik tidak terlibat
dalam proses tersebut. Akan tetapi penghantar elektrolistik yang mencangkup larutan elektrolit
dan lelehan garam-garam. Penghantaran berlangsung melalui perpindahan ion-ion baik positif
maupun negatif menuju elektroda-elektroda. Migrasi ini tidak hanya melibatkan perpindahan
listrik dari suatu elektroda ke elektroda lainnya tetapi juga melibatkan adanya transport materi
dari suatu bagian konduktor ke bagian lainnya (Sri Mulyati : 2003).
Alat elektrolisis terdiri atas sel elektrolitik yang berisi elektrolit (larutan atau leburan), dan
dua elektroda, anoda dan katoda. Pada anoda terjadi reaksi oksida sedangkan pada elektroda
katoda terjadi reaksi reduksi. Pada suatu percobaan elektrolisa reaksi yang terjadi pada katoda
bergantung pada kecenderungan terjadinya reaksi reduksi (Nurwachid :2006) Dasar dari
penggunaan elektrolisis adalah pada saat Faraday menyelidiki hubungan antara jumlah listrik
yang mengalir dalam sel dan kuantitas kimia yang berubah di elektroda saat 2 elektrolisis. Ia
merangkumkan hasil pengamatannya dalam dua hukum di tahun 1833(Sri Mulyati : 2003). C
(Coulomb) adalah satuan muatan listrik, dan 1 C adalah muatan yang dihasilkan bila arus 1 A
(Ampere) mengalir selama 1 s. Tetapan fundamental listrik adalah konstanta Faraday F, 9,65
x104 C, yang didefinisikan sebgai kuantitas listrik yang dibawa oleh 1 mol elektron.
Dimungkinkan untuk menghitung kuantitas mol perubahan kimia yang disebabkan oleh aliran
arus listrik yang tetap mengalir untuk rentang waktu tertentu (Sri Mulyati : 2003)
Hukum elektrolisis Faraday berbunyi :
1. Jumlah zat yang dihasilkan di elektroda sebanding dengan jumlah arus listrik yang
melalui sel.
2. Bila sejumlah tertentu arus listrik melalui sel, jumlah mol zat yang berubah di elektroda
adalah konstan tidak bergantung jenis zat. Misalnya, kuantitas listrik yang diperlukan
untuk mengendapkan 1 mol logam monovalen adalah 96 485 C(Coulomb) tidak
bergantung pada jenis logamnya (Ralph Petrucci : 2000).
Elektrolisis garam dapur dengan elektroda yang terbuat tembaga menghasilkan ion
tembaga (I) pada [Link] tembaga itu, membentu tembaga (I) oksida yang mengendap.
Jumlah listrik yang diperlukan untuk mengoksidasi satu mol atom tembaga menjadi satu ion
tembaga (I) dapat diukur. Dari jumlah muatan pada satu ion tembaga (I) kita dapat menghitung
bilangan Avogadro. Jumlah muatan pada satu ion Cu+ = 1,6.10-19 Coulomb (Sri Wahyuni :
2011).
III. PROSEDUR PERCOBAAN
a. Alat dan bahan
No Alat dan bahan Fungsi
1 Amplas besi Untuk membersihkan elektroda
tembaga
2 Kabel Penyambung arus
3 Sumber DC Sumber arus
4 Gelas piala Tempat mereaksikan zat
5 Penangas Pemanas
6 Stopwatch Untuk menghitung waktu
7 Termometer Untuk mengukur suhu
8 Plat tembaga Sebagai elektroda
9 Larutan NaCl dan NaOH Sampel
10 Aquadest Sampel

b. Langkah kerja
1) Timbang Kristal NaCl 5 gram dan dimasukkan kedalam gelas piala 100 ml
2) Tambahkan 0,05 gram NaOH dan dilarutkan dengan aquadest sampai tanda batas
3) Elektroda tembaga dibersihkan dengan amplas dan tentukan salah satu sebagai katoda
dan yang lain sebagai anoda
4) Elektroda anoda ditimbang sebagai massa awal sebelum elektrolisis
5) Kedua elektroda dimasukkan kedalam elektrolit yang telah dipanaskan (suhu 80℃ )an
dan dihubungkan dengan sumber arus. Elektroda katoda dihubungkan dengan kutub
negatif dan elektroda anoda dihubungkan dengan kutub positif.
6) Lakukan elektrolisis dengan variasi waktu, 300 detik, 600 detik, dan 900 detik. Setelah
elektrolisis selesai, matikan sumber arus.
7) Kedua elektroda diangkat dan anoda dikeringkan lalu ditimbang sebagai massa setelah
elektrolisis.
c. Skema kerja

Timbang Kristal NaCl 5 gram dan dimasukkan kedalam gelas piala


100 ml

Tambahkan 0,05 gram NaOH dan dilarutkan dengan aquadest


sampai tanda batas

Elektroda tembaga dibersihkan dengan amplas dan tentukan salah


satu sebagai katoda dan yang lain sebagai anoda

Elektroda anoda ditimbang sebagai massa awal sebelum


elektrolisis

Kedua elektroda dimasukkan kedalam elektrolit yang telah


dipanaskan (suhu 80℃ )an dan dihubungkan dengan sumber arus.

1) E
l
e 300 detik, 600 detik,
Lakukan elektrolisis dengan variasi waktu,
dan 900 detik. Setelah elektrolisis selesai, kmatikan sumber arus.
t
2) E
r
ol
Kedua elektroda diangkat dan anoda dikeringkan lalu ditimbang
ed
sebagai massa setelah elektrolisis.
ka
t
ra
on
do
ad
DAFTAR PUSTAKA

Budi Santosa, Nurwachid. 2006. KIMIA FISIKA II. Semarang: Jurusan Kimia FMIPA UNNES
Kasmadi. 2009. Kimia Dasar II. Semarang: UNNES Press.
Mulyati, Sri dan Hendrawan.2003. Kimia Fisika [Link] JICA.
Petrucci, Ralph H.2000. Kimia Dasar dan Prinsip Terapan Modern Jilid [Link]:Erlangga.
Wahyuni, Sri. 2011. Diktat Petunjuk Praktikum Kimia Fisik. Semarang: Lab Kimia FMIPA
UNNES.

Anda mungkin juga menyukai