0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan55 halaman

Perencanaan Struktur Asrama di Banjarbaru

Bab 4 mendiskusikan perencanaan struktur asrama. Terdiri dari data perencanaan seperti fungsi bangunan, lokasi, dimensi, mutu bahan, dan peraturan yang digunakan. Juga menjelaskan preliminary desain yang meliputi dimensi balok, kolom, dan perhitungan tebal pelat lantai. Dihitung momen inersia balok dan pelat, nilai bentang bersih, nilai β dan α yang diperlukan untuk perencanaan.

Diunggah oleh

Fedu Noor Alfio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan55 halaman

Perencanaan Struktur Asrama di Banjarbaru

Bab 4 mendiskusikan perencanaan struktur asrama. Terdiri dari data perencanaan seperti fungsi bangunan, lokasi, dimensi, mutu bahan, dan peraturan yang digunakan. Juga menjelaskan preliminary desain yang meliputi dimensi balok, kolom, dan perhitungan tebal pelat lantai. Dihitung momen inersia balok dan pelat, nilai bentang bersih, nilai β dan α yang diperlukan untuk perencanaan.

Diunggah oleh

Fedu Noor Alfio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perancangan Dibantu Komputer

BAB IV
PERENCANAAN

4.1 Data Perencanaan


Fungsi bangunan : Asrama
Lokasi : Banjarbaru
Jenis Pondasi : Pondasi Telapak dan Menerus
Luas Bangunan : 14 x 12 m
Jarak Antar portal :5m–4m–5m
Panjang Bangunan :3x4m
Mutu Bahan
fc ‘ : 28 Mpa
fy : 300 Mpa
fyh : 260 Mpa

Dirancang berdasarkan peraturan SNI 03-2847-2002

Gambar 4.1 Rencana Struktur Portal

4.2 Preliminary Desain


4.4.1 Dimensi Balok

Berdasarkan peraturan SNI-03-2847-2013 tebal minimum balok


non-prategang adalah sebagai berikut:

Kelompok 5 1
Perancangan Dibantu Komputer

Tabel tebal minimum balok non-prategang atau pelat satu arah


bila lendutan tidak dihitung

Tebal Minimum, h
Dua tumpuan Satu ujung Kedua ujung
Kantilever
Komponen sederhana menerus menerus
Struktur Komponen y ang tidak menahan atau tidak disatukan dengan
partisi atau k onstruksi lain yang mungkin rusak oleh lendutan
yang besar
Pelat masif
satu arah l/20 l/24 l/28 l/10
Balok atau
pelat rusuk
l/16 l/18,5 l/21 l/8
satu arah
Catatan

Panjang bentang dalam mm.

Nilai yang diberikan harus digunakan langsung untuk komponen struktur dengan
beton normal dan tulangan tulangan mutu 420 MPa. Untuk kondisi lain, nilai di
atas harus dimodifikasikan sebagai berikut :

(a) Untuk Struktur beton ringan dengan berat jenis di antara 1440 kg/m 3 sampai 1840
kg/m3, nilai tadi harus dikalikan dengan [1,65-(0,0003)Wc tetapi tidak kurang dari
1,09.

(b) Untuk fy selain 420 Mpa, nilainya harus dikalikan dengan (0,4 + fy/700)

❖ Portal melintang
• Balok Lantai
Untuk balok A1-A2, A3-A4 dan D1-D2, D3-D4
l 500
h= = = 22,394 ~ 25
18,5 18,5
2 2
b= h = x 25 = 15
3 3
Diambil minimal b/h = 15/25

Kelompok 5 2
Perancangan Dibantu Komputer

• Balok Dak
Untuk balok A2-A3 dan D2-D3

l 400
h= = = 17,915 ~ 20
21 18,5
2 2
b= h = x 20 = 13,3 ~ 15
3 3
Diambil minimal b/h = 15/20

❖ Portal Memanjang
• Balok Lantai
Untuk balok 1A-1B – 1C-1D

l 400
h= = = 17,915 ~ 20
18,5 18,5
2 2
b= h = x 20 = 13,3 ~ 15
3 3
Diambil minimal b/h = 15/20

• Balok Dak
Untuk balok 1B-1C
l 400
h= = = 15,782 ~ 20
21 21
2 2
b= h = x 20 = 13,3 ~ 15
3 3
Diambil minimal b/h = 15/20

4.4.2 Dimensi Kolom

Ukuran panjang dan lebar kolom adalah sama dengan atau lebih
dari lebar balok terbesar. Dimensi kolom yang digunakan adalah 30⁄30
untuk semua kolom.

Kelompok 5 3
Perancangan Dibantu Komputer

4.4.3 Perhitungan Tebal Pelat Lantai

Gambar 4.2 Nilai β Pada Pelat

• Lebar Efektif Balok L


Lebar efektif balok L diambil dari nilai yang paling kecil dari
kedua perhitungan B efektif

Ukuran Balok b = 200 mm, h = 300 mm dan tp = 120 mm (Asumsi)

Be = bw + (h-tp) Be = bw + [Link]

Be = 150 + (250-125) Be = 150 + 4.125

Be = 275 mm Be = 650

Sehingga Be yang digunakan adalah Be = 275 mm

Gambar 4.3 Balok L Pelat Lantai

Kelompok 5 4
Perancangan Dibantu Komputer

• Lebar efektif balok T


Lebar efektif balok L diambil dari nilai yang paling kecil dari
kedua perhitungan B efektif

Ukuran Balok b = 200 mm, h = 300 mm dan tp = 120 mm (Asumsi)

Be = bw + 2 (h-tp) Be = bw + [Link]

Be = 150 + 2 (250-125) Be = 150 + 8.125

Be = 400 mm Be = 1150 mm

Sehingga Be yang digunakan untuk balok T adalah Be = 400 mm

Gambar 4.4 Balok T Pelat Lantai

Momen Inersia Balok dan flens

Ki =

Balok L

Kelompok 5 5
Perancangan Dibantu Komputer

Kl =

( )( ) ( ) ( ) ( )
2 3
275 125 125 125 275 125
1+ −1 . .( 4−6. )+ 4. + −1 .( )
150 250 250 250 150 250

1+
275
150 ( )
−1 .(
125
250
)

Kl = 1,349

Balok T

( )( ) ( ) ( )( )
2 3
400 125 125 125 400 125
1+ −1 . .(4−6. )+4. + −1 .( )
150 250 250 250 150 250
Kl =
1+
400
150( )
−1 .(
125
250
)

KIt = 1,659

• Menghitung momen Inersia Balok L dan Balok T


Balok L = Ib1, Ib8, Ib13, Ib4, Ib16, Ib17, Ib12, Ib6, Ib18, lb19, lb20.

Ibl = Kl.
3
150.250
Ibl = 1,349.
12
Ibl = 263476562,5 mm4

Balok T = Ib2, Ib3, Ib4, Ib5, Ib7, Ib9,Ib10,Ib15.

Ibt = Kt.
150.2503
Ibt = 1,659.
12
Ibt = 324023437,5 mm4

• Menghitung Nilai bentang bersih Ln1 = L1 – ½


Ln Bentang arah melintang (bw1+bw2)

Kelompok 5 6
Perancangan Dibantu Komputer

Ln1= 5000 – ½(150+150)


Ln2 = L2- ½ (bw2+bw3)
Ln1= 4850 mm
Ln2 = 4000 – ½(150+150)
Ln2 = 3850 mm
Bentang arah memanjang
Ln3 = L3 – ½ (bw4+bw5) Ln4 = L4 – ½ (bw5+bw6)
Ln3 = 4000 – ½ (150+150) Ln4= 4000 – ½ (150+150)
Ln3 = 3850 mm Ln4 = 4700 mm
• Menghitung Nilai β
ln 1 4850
β Panel 1 = = = 1,26
ln 3 3850
ln 2 3850
β Panel 2 = = =1
ln 3 3850
ln 1 4850
β Panel 3 = = = 1,26
ln 3 3850
ln1 4850
β Panel 4 = = = 1,26
ln 4 3850
ln2 3850
β Panel 5 = = =1
ln 4 3850
ln 1 4850
β Panel 6 = = = 1,26
ln 3 3850
ln 3 3850
β Panel 7 = = = 0,794
ln 1 4850
ln 3 3850
β Panel 8 = = =1
ln 2 3850
ln 3 3850
β Panel 9 = = = 0,794
ln 1 4850

• Menentukan Nilai α Momen


Inersia Pelat
Untuk L = 5000 mm
I = 1/12 * (0,5*L) tp3
I = 1/12 *(0,5*5000) * 1253
I = 406901041,7 mm4
NIlai α untuk α1, α3, α6, α9, α11, α13, α15, α17, α18, α20, α22, α24

Kelompok 5 7
Perancangan Dibantu Komputer

Eb. lb 263476563
α= = = 0,64752
Es . ls 406901041,7

Nilai α untuk α2, α4, α12, α19, α7, α5, α14, α21, α10 , α8, α16, α23
Eb. lb 324023438
α= = = 0,79632
Es . ls 406901041,7

Tabel 4.1 Hasil perhitungan nilai α pada lantai

No Α Nilai No Α Nilai

1 α1 0,6475 13 α13 0,6475

2 α2 0,7963 14 α14 0,7963

3 α3 0,6475 15 α15 0,6475

4 α4 0,7963 16 α16 0,7963

5 α5 0,7963 17 α17 0,6475

6 α6 0,6475 18 α18 0,6475

7 α7 0,7963 19 α19 0,7963

8 α8 0,7963 20 α20 0,6475

9 α9 0,6475 21 α21 0,7963

10 α10 0,7963 22 α22 0,6475

11 α11 0,6475 23 α23 0,7963

12 α12 0,7963 24 α24 0,6475

αm Panel 1 = ¼ (α1 + α2 + α3 + α4)


= ¼ (0,6475+0,7963 +0,6475+0,7963)
= 0,7219

Kelompok 5 8
Perancangan Dibantu Komputer

αm Panel 2 = ¼ (α3 + α5 + α6 + α7)


= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7219
αm Panel 3 = ¼ (α6 + α8 + α9 + α10)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7219
αm Panel 4 = ¼ (α11 + α12 + α13 + α2)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
=0,7129
αm Panel 5 = ¼ (α13 + α14 + α15 + α5)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7129
αm Panel 6 = ¼ (α15 + α16 + α17 + α8)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
=0,7129
αm Panel 7 = ¼ (α18+ α19 + α20 + α12)
= ¼ (0,6475+ 0,7963+ 0,6475+ 0,7963)
= 0,7129
αm Panel 8 = ¼ (α20 + α21 + α22 + α14)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7129
αm Panel 9 = ¼ (α22 + α23 + α24 + α16)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7129

Berdasarkan SNI 03-2847-2002 Pasal 11.5.3

Untuk αm < 2,0 ..... tp min = 9 cm dan β = 1

Kelompok 5 9
Perancangan Dibantu Komputer

400
120 mm

120 mm 111,40 mm .... Oke!

Untuk αm < 2,0 ..... tp min = 9 cm dan β = 2,467

400
120 mm

120 mm
120 mm 106,87 mm .... Oke!

4.4.4 Perhitungan Tebal Pelat Dak

Gambar 4.5 Nilai β Pada Dak

• Lebar Efektif Balok L


Lebar efektif balok L diambil dari nilai yang paling kecil dari kedua
perhitungan B efektif
Ukuran Balok b = 150 mm, h = 200 mm dan tp = 100 mm (Asumsi)

Kelompok 5
10
Perancangan Dibantu Komputer

Be = bw + (h-tp) Be = bw + [Link]
Be = 150 + (200-100) Be = 150 + 4.100
Be = 300 mm Be = 550

Sehingga Be yang digunakan adalah Be = 300 mm

Gambar 4.6 Balok L Pelat Dak


• Lebar efektif balok T
Lebar efektif balok L diambil dari nilai yang paling kecil dari kedua
perhitungan B efektif
Ukuran Balok b = 150 mm, h = 200 mm dan tp = 100 mm (Asumsi)

Be = bw + 2 (h-tp) Be = bw + [Link]
Be = 200 + 2 (200-100) Be = 200+ 8.100
Be = 450 mm Be = 950 mm

Sehingga Be yang digunakan untuk balok T adalah Be = 450 mm

Gambar 4.7 Balok T Pelat Dak

Momen Inersia Balok dan flens

Kelompok 5
11
Perancangan Dibantu Komputer

Ki =

Balok L
Kl =
1+ (
300
150
−1 .
100
200 )( )
.( 4−6.
100
200 ( ) ( )(
)+ 4.
100 2 300
200
+
150
−1 .(
200 )
100 3
)

1+
300
150 ( )
−1 .(
100
200
)

Kl = 1,349
Balok T

( )( ) ( ) ( )( )
2 3
450 125 125 125 450 125
1+ −1 . .(4−6. )+4. + −1 .( )
150 250 250 250 150 250
Kt =
1+ ( )
400
150
−1 .(
125
250
)

Kt = 1,659

• Menghitung momen Inersia Balok L dan Balok T


Balok L = Ib1, Ib8, Ib13, Ib4, Ib16, Ib17, Ib12, Ib6, Ib18, lb19, lb20.

Ibl = Kl.
150.2003
Ibl = 1,349.
12
Ibl = 263476562,5 mm4

Balok T = Ib2, Ib3, Ib4, Ib5, Ib7, Ib9,Ib10,Ib15.

Ibt = Kt.
150.3003
Ibt = 1,659.
12
Ibt = 324023437,5 mm4

• Menghitung Nilai bentang bersih Ln

Kelompok 5
12
Perancangan Dibantu Komputer

Bentang arah melintang

Ln1 = L1 – ½ (bw1+bw2) Ln2 = L2- ½ (bw2+bw3)


Ln1 = 5000 – ½(150+150) Ln2 = 4000 – ½(150+150)
Ln1= 4850 mm Ln2 = 3850 mm
Bentang arah memanjang
Ln3 = L3 – ½ (bw4+bw5) Ln4 = L4 – ½ (bw5+bw6)
Ln3 = 4000 – ½ (150+150) Ln4 =4000 – ½ (150+150)
Ln3 = 3850 mm Ln4 = 3850 mm

Kelompok 5
13
Perancangan Dibantu Komputer

• Menghitung Nilai β
ln 1 4850
β Panel 1 = = = 1,26
ln 3 3850
ln 2 3850
β Panel 2 = = =1
ln 3 3850
ln 1 4850
β Panel 3 = = = 1,26
ln 3 3850
ln1 4850
β Panel 4 = = = 1,26
ln 4 3850
ln2 3850
β Panel 5 = = =1
ln 4 3850
ln 1 4850
β Panel 6 = = = 1,26
ln 3 3850
ln 3 3850
β Panel 7 = = = 0,794
ln 1 4850
ln 3 3850
β Panel 8 = = =1
ln 2 3850
ln 3 3850
β Panel 9 = = = 0,794
ln 1 4850

• Menentukan Nilai α Momen Inersia Pelat


Untuk L = 5000 mm
I = 1/12 * (0,5*L) tp3
I = 1/12 *(0,5*5000) * 1253
I = 406901041,7 mm4

NIlai α untuk α1, α3, α6, α9, α11, α13, α15, α17, α18, α20, α22, α24
Eb. lb 263476563
α= = = 0,64752
Es . ls 406901041,7

Nilai α untuk α2, α4, α12, α19, α7, α5, α14, α21, α10 , α8, α16, α23
Eb. lb 324023438
α= = = 0,79632
Es . ls 406901041,7

Tabel 4.1 Hasil perhitungan nilai α pada lantai

Kelompok 5
14
Perancangan Dibantu Komputer

No Α Nilai No Α Nilai

1 α1 0,6475 13 α13 0,6475

2 α2 0,7963 14 α14 0,7963

3 α3 0,6475 15 α15 0,6475

4 α4 0,7963 16 α16 0,7963

5 α5 0,7963 17 α17 0,6475

6 α6 0,6475 18 α18 0,6475

7 α7 0,7963 19 α19 0,7963

8 α8 0,7963 20 α20 0,6475

9 α9 0,6475 21 α21 0,7963

10 α10 0,7963 22 α22 0,6475

11 α11 0,6475 23 α23 0,7963

12 α12 0,7963 24 α24 0,6475

αm Panel 1 = ¼ (α1 + α2 + α3 + α4)


= ¼ (0,6475+0,7963 +0,6475+0,7963)
= 0,7219
αm Panel 2 = ¼ (α3 + α5 + α6 + α7)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7219
αm Panel 3 = ¼ (α6 + α8 + α9 + α10)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7219

Kelompok 5
15
Perancangan Dibantu Komputer

αm Panel 4 = ¼ (α11 + α12 + α13 + α2)


= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
=0,7129
αm Panel 5 = ¼ (α13 + α14 + α15 + α5)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7129
αm Panel 6 = ¼ (α15 + α16 + α17 + α8)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
=0,7129
αm Panel 7 = ¼ (α18+ α19 + α20 + α12)
= ¼ (0,6475+ 0,7963+ 0,6475+ 0,7963)
= 0,7129
αm Panel 8 = ¼ (α20 + α21 + α22 + α14)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7129
αm Panel 9 = ¼ (α22 + α23 + α24 + α16)
= ¼ (0,6475+ 0,7963 +0,6475+ 0,7963)
= 0,7129

Berdasarkan SNI 03-2847-2002 Pasal 11.5.3

Untuk αm < 2,0 ..... tp min = 9 cm dan β = 1

125 mm
125 mm 112,59 mm .... Oke!

Untuk αm < 2,0 ..... tp min = 9 cm dan β = 1,2105

Kelompok 5
16
Perancangan Dibantu Komputer

120 mm
120 mm 108,04 mm .... Oke!

Tabel 4.3 Hasil Preliminary Desain

No Perhitungan Dimensi

B (cm) H (cm)

1 Balok lantai 25 15

2 Balok dak 20 15

3 Kolom 30 30

4 Pelat Lantai Tebal = 12,5 Cm

5 Pelat Dak Tebal = 10 Cm

4,74 tidak sama dengan 4,596


4.3 Perhitungan Pembebanan
Perhitungan pembebanan portal arah melintang dan
memanjang

Kelompok 5
17
Perancangan Dibantu Komputer

menggunakan SNI-2847-2013.

([Link]

❖ Beban pada Balok Lantai


Pembebanan pada pelat lantai dipengaruhi oleh:

• Beban mati
Berat sendiri pelat lantai = 0,125 x 2400 = 300 kg/m2
(t=12,5 cm)
Berat sendiri ubin dan = 24 + 21 = 45 kg/m2
plesteran

Berat plafond + penggantung = 11 + 7 = 18 kg/m2

qDL = 363 kg/m2

• Beban hidup

Kelompok 5
18
Perancangan Dibantu Komputer

Beban hidup untuk Asrama = 250 kg/m2

qLL = 250 kg/m2

• Beban dinding setengah bata (h=3,5m)


Q =1,2*(q dinding setengah ata*(H lantai – H balok))

= 1,2*(250*(3,5-0,250)) = 975 kg/m

❖ Beban pada Balok Dak


Pembebanan pada pelat dak dipengaruhi
oleh:
• Beban hidup
Beban Beban air hujan = 40 kg/m2

Beban hidup = 100 kg/m2

qLL = 140 kg/m2

• Beban mati
Berat sendiri pelat dak = 0,1 x 2400 = 240 kg/m2
(t=10 cm)
Waterproofing = 0,01 x 2200 = 22 kg/m2

Berat plafond + = 11 + 7 = 18 kg/m2


penggantung

qDL = 280 kg/m2

Kelompok 5
19
Perancangan Dibantu Komputer

4.4 Perhitungan Pembebanan Dengan Sap2000 Ver.19

LANGKAH-LANGKAH DESAIN

1. Buka Program SAP 2000 versi 19.


2. Selanjutnya, ubahlah satuan dengan mengklik kotak drop-down pada
ujung kanan bawah layar SAP dari “Kip, In, F” menjadi “kgf, m, C”
terlebih dahulu agar mudah dalam menginput data.

3. Klik tombol “New Model” atau ctrl+N, lebih jelasnya lihat pada
lingkaran merah pada gambar 3.1 sebagai berikut:

Gambar 4.8 Membuat Model Baru

4. Akan tampil window “New Model” kemudian klik tombol “3D


Frames”, seperti pada gambar 4.1 berikut:

Gambar 4.9 Memilih Model Struktur

Kelompok 5
20
Perancangan Dibantu Komputer

5. Selanjutnya window 3D Frames tampil, dan editlah data sebagai


berikut:
- Conteng pada “use custom grid spacing and locate origin”
- Klik edit grid
- Isi data sesuai dengan data yang ada
- Klik tombol OK
- Kemudian hapus grid sesuai dengan tipe soal kita

Gambar 4.10 Penginputan Data

Gambar 4.11 Hasil Penginputan

Kelompok 5
21
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.12 Data Batang Sesuai Soal

6. Pilih joint 1A, 1B, 1C, 1D, 2A, 2B, 2C, 2D, 3A, 3B, 3C, 3D, 4A,
4B, 4C, 4D, 5A, 5B 5C, dan 5D.

Gambar 4.13 Pemilihan Joint

7. lalu klik menu Assign, pilih perintah Joint > Restraints kemudian
akan

Kelompok 5
22
Perancangan Dibantu Komputer

muncul window Joint restraints, klik tombol untuk memilih


kondisi jepit lalu klik tombol OK.

Gambar 4.14 Langkah Pemilihan Perletakan

Gambar 4.15 Pemilihan Perletakan

8. Klik menu Define > Materials.. untuk menampilkan Window


Define Materials.

Kelompok 5
23
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.16 Langkah Pembuatan Material

9. Pada window Define Materials, klik tombol Add new


Material. Untuk menampilkan window Material Property
Data, selanjutnya lakukan langkah-langkah berikut:

• Ubah Material Name pada kotak edit menjadi Beton.


• Ubah Material type dengan meng klik Kotak Drop-down dan pilih
Concrete.

• Ubah Satuan Unit menjadi N,mm,C


• Ketik 4700*27^0,5 pada kotak edit Modulus Elasticity dengan
satuan N, mm, C.

• Ketik 0,2 pada kotak edit Poisson’s Ratio dengan satuan N, mm, C.
• Ketik 27 pada Kotak edit Specified Concrete Compressive
Strength, f’c dengan satuan N, mm, C.

• Klik tombol OK

Kelompok 5
24
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.17 Pendefinisian Material Beton

10. Untuk membuat tulangan lentur pada window Define


Materials, klik tombol Add new Material.. untuk

Kelompok 5
25
Perancangan Dibantu Komputer

menampilkan window Material Property Data, selanjutnya


lakukan langkah-langkah berikut:

• Ubah Material Name pada kotak edit menjadi Tulangan


Lentur.
• Ubah Material type dengan meng klik Kotak Drop-down
dan pilih Rebar.

• Ketik 7850 pada kotak edit Weight per Unit Volume


dengan satuan Kgf, m, C.

• Ketik 200000 pada kotak edit Modulus Elasticity dengan


satuan N, mm, C.

• Ketik 0,3 pada kotak edit Poisson’s Ratio dengan satuan N,


mm, C.
• Ketik 210 pada kotak edit Minimum Yield Stress, Fy
dengan satuan N, mm, C.

• Ketik 315 pada kotak edit Minimum Tensile Stress, Fu


dengan satuan N, mm, C.

• Ketik 210 pada kotak edit Expected Yield Stress, Fy


dengan satuan N, mm, C.

• Ketik 315 pada kotak edit Expected Tensile Stress, Fy


dengan satuan N, mm, C.

• Ulangi proses diatas untuk pembuatan Tulangan Geser


dengan fy dan fu yang berbeda sesuai dengan data soal.

Kelompok 5
26
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.18 Mendefinisikan Material Beton

Gambar 4.19 Pemilihan Material Baja

Kelompok 5
27
Perancangan Dibantu Komputer

11. Untuk mendefinisikan Section Balok Lantai, Klik Menu


Define, lalu pilih perintah

Frame Sections… untuk menampilkan window Frame


Properties, lalu klik tombol Add new Property untuk
menampilkan window Add New Section Property,
selanjutnya lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

• Klik kotak drop-down pada Frame Section Property Type


lalu pilih Concrete,

• Klik Tombol Rectangular.

Gambar 4.20 Memilih Bentuk Batang

• Muncul Window Rectangular Section,


• Ketik Balok Lantai pada Kotak Edit Section Name,
• Klik kotak drop down pada Material, lalu pilih Beton,
• Ketik 0,4 pada kotak edit Depth ( t3 ),
• Ketik 0,3 pada kotak edit Width ( t2 )

Kelompok 5
28
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.21 Penginputan Data Balok Lantai

• Klik tombol Concrete Reinforcements.


• Muncul Window Reinforcement Data,
• Pilih Beam (M3 Design Only) pada Design Type,
• Klik tombol OK untuk menutup window Reinforcement
Data,

Gambar 4.22 Data Tulangan Balok Lantai

• Klik tombol OK untuk menutup window Rectangular


Section.

Kelompok 5
29
Perancangan Dibantu Komputer

• Lakukan langkah seperti diatas untuk pembuatan Balok Dak


dengan dimensi berbeda, sesuai dengan data soal.
12. Selanjutnya untuk mendefinisikan Section Kolom, lakukan
langkahlangkah yang sama seperti pada point ke-13, langkah
1) sampai langkah 3) dan selanjutnya sebagai berikut:

• Ketik Kolom pada Kotak Edit Section Name,


• Klik kotak drop down pada Material, lalu pilih Beton
• Ketik 0,4 pada kotak edit Depth ( t3 ),
• Ketik 0,4 pada kotak edit Width ( t2 ),

Gambar 4.23 Penginputan Data Kolom

• Klik tombol Concrete Reinforcements.


• Muncul Window Reinforcement Data,
• pilih Column (P-M2-M3 Design) pada Design Type,
• Pilih Rectangular pada Reinforcement Configuration,
• Pilih Ties pada Confinement Bars,
• Ketik 40 pada Clear Cover for Confinement Bars
• Pastikan pilih Reinforcement to be Designed pada area
Check/Design,

Kelompok 5
30
Perancangan Dibantu Komputer

• Klik tombol OK untuk menutup window Reinforcement


Data,

Gambar 4.24 Data Tulangan Kolom

• Klik tombol OK untuk menutup window Rectangular


Section
• Klik tombol OK untuk menutup window Add New Section
Property
• Untuk Menambahkan profil dak gunakan Add Copy of
Property pada profil Balok Lantai

• Bedakan nilai dengan mengubah 30/40 menjadi 25/35

Kelompok 5
31
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.25 Menyalin Data Balok

13. Selanjutnya untuk mendefinisikan Pelat Lantai dan Pelat Dak,


dikarenakan tebal plat nya sama maka hanya dibuat satu macam
Are Section, dengan cara sebagai berikut :

1) Pilih Define > Section Properties > Area Section.


2) Pilih Add New Section .
3) Edit Section Name dengan Pelat Lantai.
4) Edit Material Name dengan Beton.
5) Edit Membrane dengan 0.12 dan Bending dengan 0.12 6) Dan
klik Ok.

Gambar 4.26 Membuat Pelat Baru

Kelompok 5
32
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.27 Mendefinisikan Pelat Lantai

14. Untuk mendefinisikan beban, lakukan langkah-langkah sebagai


berikut:
1) Klik menu Define > Load Patterns
2) Muncul Window Define Loads,
3) Pada kolom Load Name ketik Beban Mati,
4) Pada kolom Type, klik kotak drop-down lalu pilih DEAD,
5) Pada kolom Self Weight Multiplier, ketik 0,
6) Klik tombol Add New Load,
7) Pada kolom Load Name ketik Beban Hidup,
8) Pada kolom Type, klik kotak drop-down lalu pilih LIVE,
9) Pada kolom Self Weight Multiplier, ketik 0,
10) Klik tombol Add New Load,
11) Klik tombol OK

Gambar 4.28 Mendefinisikan Tipe Badan

Kelompok 5
33
Perancangan Dibantu Komputer

15. Membuat kombinasi beban dengan cara sebagai berikut:


1) Klik menu Define > Load Combinations.
2) Muncul Window Define Response Combinations,
3) Klik tombol Add New Combo,

Gambar 4.29 Membuat Combo Baru

4) Muncul Window Combination Data,


5) Ketik 1,2D + 1,6L pada kotak edit Combination Name,
6) Pada kolom Case Name, klik pada kotak Drop-down lalu pilih
Dead,
7) Pada kolom Scale Factor, ketik 1,2
8) Klik tombol Add,
9) Pada kolom Case Name, klik pada kotak Drop-down lalu pilih
Live,
10) Pada kolom Scale Factor, ketik 1,6
11) Klik tombol Add,
12) Klik tombol OK
13) Klik tombol Add New Combo,
14) Ketik 1,4 D pada kotak edit Response Combination Name,
15) Klik tombol OK

Kelompok 5
34
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.30 Membuat Kombo Kombinasi 1

16. Untuk mengaplikasikan profil Balok Lantai, Balok Dak, dan


Kolom,lakukan langkah-langkah berikut ini:

1) Ganti tampilan ke mode XZ atau YZ > Klik pada frame yang


vertikal (Kolom) > Assign > Frame > Frame Section > Pilih
Kolom dan kemudian klik Ok.

2) Ganti tampilan ke mode XY > Klik pada frame yang


horizontal (RingBalk)> Assign > Frame > Frame Section >
Pilih Balok dan kemudian klik Ok.

3) Ganti tampilan ke mode XY > Klik pada frame yang


horizontal (Balok) > Assign > Frame > Frame Section > Pilih
Balok Lantai 30 x 40 dan kemudian klik Ok.

Kelompok 5
35
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.31 Profil Memanjang yang sudah di Assign

Gambar 4.32 Profil Melintang yang sudah di Assign

Kelompok 5
36
Perancangan Dibantu Komputer

17. Untuk mengaplikasikan Pelat 12 pada lantai lantai 1 dan 2,


lakukan langkah-langkah berikut ini:

1) Pada menu bar di kiri pilih Draw Rectangular Area element


dan kemudian akan muncul Properties of Object, lalu edit
Section menjadi Lantai
2) Kemudian blok kotak plat lantai dengan cara menarik kursor
dari ujung kiri atas kotak lantai plat lantai sampai ke ujung
bawah kanan kotak plat lantai dan lakukan pemblokan kotak
lantai tadi ke semua bagian kotak lantai.

Gambar 4.33 Mengaplikasikan Profil Lantai, Balok dak, dan


Kolom

18. Untuk mengaplikasikan beban pada pelat lantai, lakukan langkah-


langkah berikut:

• Ganti tampilan ke mode XY > Klik pada plat (lantai)


• Kemudian Pilih Assign > Area Loads > Uniform to frame(shell).
• Edit Load Pattern Name ke DEAD • Edit Distribution ke Two Way
• Edit Load dengan 351.
• Ganti tampilan ke mode XY > Klik pada plat (lantai)
• Kemudian Pilih Assign > Area Loads > Uniform to frame (shell).
• Edit Load Pattern Name ke LIVE. • Edit Distribution ke Two Way
• Edit Load dengan 250.
• Klik

Kelompok 5
37
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.34 Menginput Beban Mati pada Pelat Lantai

Gambar 4.35 Menginput Beban Hidup pada Pelat Lantai

Kelompok 5
38
Perancangan Dibantu Komputer

19. Untuk mengaplikasikan beban pada pelat dak, lakukan langkah-


langkah berikut:

• Ganti tampilan ke mode XY > Klik pada plat (dak)


• Kemudian Pilih Assign > Area Loads > Uniform to frame (shell).
• Edit Load Pattern Name ke DEAD.
• Edit Distribution ke Two Way
• Edit Load dengan 328.
• Pilih Select lagi > Groups > Pelat 12
• Kemudian Pilih Assign > Area Loads > Uniform to Frame.
• Edit Load Pattern Name ke LIVE.
• Edit Distribution ke Two Way
• Edit Load dengan 130.
• Klik Ok.

Kelompok 5
39
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.36 Menginput Beban Mati pada Pelat Dak

Gambar 4.37 Menginput Beban Hidup pada Pelat Dak


21. Untuk mengaplikasikan beban dinding pada balok lantai,
lakukan langkah berikut :

• Blok pada balok lantai


• Klik Assign – Frame Load – Distribute
• Masukkan 1395 pada uniform load
• Kliki Ok

Gambar 4.38 Pilih Frame Balok untuk Dinding

Kelompok 5
40
Perancangan Dibantu Komputer

Gambar 4.39 Menentukan Beban Dinding Pada Frame Dipilih

22. Klik pada tombol Run Analysis untuk menampilkan


window Set Analysis Cases to Run, pada window tersebut:

1) Klik pada Modal dalam daftar Case Name,


2) Klik tombol Run / Do Not Run Case,
3) Klik tombol Run Now. Seperti pada gambar 22.1

Gambar 4.40 Menganalisa Struktur

Kelompok 5
41
Perancangan Dibantu Komputer

23. Setelah proses analisis selesai, periksa pesan pada window


Analysis (seharusnya tidak ada warning atau error yang
terjadi) lalu klik tombol OK. hasilnya pada gambar 23.1

Gambar 4.41 Hasil Proses Analisa

Kelompok 5
42
Perancangan Dibantu Komputer

24. Klik pada menu Desain > Preferences > Concrete Frame
Design untuk menampilkan window Concrete Frame Design
Preferences, lalu lakukan langkah berikut, untuk mendekati
perencanaan SNI, maka:

1) Pilih ACI 318-14 pada kotak drop-down Design Code jika belum
terpilih.

2) Ketik 0.9 pada kotak edit Phi (Tension Controlled),


3) Ketik 0.65 pada kotak edit Phi (Compression Controlled Tied)
4) Ketik 0.7 pada kotak edit Phi (Compression Controlled Spiral)
5) Ketik 0.75 pada kotak edit Phi (Shear), 6) Klik tombol OK.

Gambar 4.42 Pengaturan Aturan Perencanaan Beton

Kelompok 5
43
Perancangan Dibantu Komputer

25. Klik pada menu Display > Show Forces/Stresses >


Frame/Cables untuk menampilkan window Member Forces
Diagram for Frames, lalu pada window tersebut:

1) Pilih DL+LL pada kotak drop-down Case/Combo Name,


2) Pada Area Component, pilih Moment 3-3 untuk menampilkan
momen yang terjadi,

3) Pada area Scaling, pilih Auto jika belum terpilih,


4) Pada area Options, pilih Show Values on Diagram,
5) Klik tombol OK,

Gambar 4.43 Diagram Momen pada portal memanjang

Kelompok 5
44
Perancangan Dibantu Komputer

26. Klik pada menu Design > Concrete Frame Design > Start
Design/ Check of Structure untuk melakukan cek desain.

Gambar 4.44 Periksa Desain Struktur

Kelompok 5
45
Perancangan Dibantu Komputer

4.5 Desain Beton Bertulang Menggunakan SAP 2000 Versi 19


4.5.1 Asumsi – Asumsi Dasar dalam perancangan
dengan Software SAP 2000
Versi 19
Pada View/Revise Preference digunakan peraturan ACI
318-99 karena peraturan perencanaan di Indonesia (SNI 03-
2847-2002) mengadopsi erauturan tersebut. Terdapat
bebarapa nilai yang diubah yaitu Phi (Bending - Tension)
= 0.8, Phi (Compression Tied) = 0.65, Phi (Compression
Spiral) = 0.7, dan Phi (Shear) = 0.75 .

4.5.2 Langkah Desain Menggunakan SAP 2000


Versi 19 Langkah pengerjaan
perancangan ini adalah:

1. Run Analisis
2. View/Revise Preference
3. Select All
4. View/Revise Overwrites (pilih Sway Ordinary)
5. Start Desain
6. Verify All Members passed
7. Jika poin 4 tidak terpenuhi, maka perlu dilakukan perubahan
padaframe section

Kelompok 5
46
Perancangan Dibantu Komputer

4.6 Hasil Output Desain


Hasil Output desain berupa As perlu tulangan yang diperlukan, yang
selengkapnya akan ditampilkan pada lampiran.

Gambar 4.45 Hasil Desain As perlu Portal Melintang Satuan dalam N/mm

Kelompok 5
47
Perancangan Dibantu Komputer

4.8 Perhitungan Jumlah Tulangan


Pada perhitungan penulangan hanya diambil satu balok,
sehingga dipilih balok lantai tepi pada portal memanjang. Telah
disebutkan sebelumnya jika pada desain akan didapatkan As
perlu penulangan, selanjutnya untuk menghitung jumlah
tulangan yang dipakai.

As perlu (hasil SAP) = 1017 mm2 (Portal 1 Melintang Lantai 1)

Diameter tulangan ( t) = 16 mm
(asumsi awal) d = h – selimut
beton – ½ᴓ

= 400 – 40 – ½ . 16
= 352 mm

▪ Perhitungan jumlah tulangan :


n

n = 5,46 buah tulangan


Sehingga n yang digunakan = 6 buah tulangan (6D16 )
As terpasang = n. 0,25.π. t2
= 6. 0,25.π.162
= 1206,37 mm2

Kelompok 5
48
Perancangan Dibantu Komputer

▪ Kontrol Kapasitas Momen

Kt =

= 0,199

Mnt = [Link].d.(1- ½.Kt)


= 1206,37*400*352*(1- ½.0,199)
= 152956134.8 Nmm
= 152,956 KNm > Mmax = 109.0008 KNm. (OK)

4.9 Perhitungan Perbandingan dengan Cara Manual


Pada perhitungan secara manual, perlu didapatkan terlebih
dahulu Momen Ultimit dari Momen Lapangan Tampak
Melintang dan Gaya Lintang yang bekerja pada balok A-B portal
1 lantai 1. Setelah mendapatkannya, kemudian didapatkan
Momen Desain, yaitu :

▪ Mdesain = Mult – .Q.a


Dimana :
Mult = Momen
ultimit (Nmm) Q
= Gaya Lintang
(Nmm)
a = 0,3
(Konstanta)
b = 300
mm h =
400 mm d
= 352
mm

Mdesain
= 108995908,4 Nmm = 108,99 KN.m

Kelompok 5
49
Perancangan Dibantu Komputer

a. Menghitung nilai
β1 β1 =
0,85 ; untuk fc’≤
30 MPa

b. Menentukan
momen nominal
maksimum (Mn1)
• Menghitung
nilai kmaks
kmaks

= 0,383
• Menghitung kapasitas momen Mn1

Mn
= 0,85.27.300. 4002. 0,383.(1- ½. 0,383)
= 341116498,8 [Link]
= 341,11 KN.m

▪ Analisis apakah perlu tulangan rangkap


Menghitung nilai momen nominal (Mn)

Mn
= 136250978.8
Mn2 = Mn – Mn1
= 136250978.8 – 341116498,8
= - 204865520
Mn2 < 0 ; cukup dipakai tulangan tunggal

c. Menghitung nilai kperlu

Kelompok 5
50
Perancangan Dibantu Komputer

kperlu

= 0,13

d. Menghitung luas tulangan tarik perlu (Asperlu)

Asperlu

e. Pilih tulangan dengan syarat Ast ≥ Asperlu


Digunakan tulangan D16

= 5.28 ... ambil 6

Jadi digunakan 6D16; Ast = 1206,37


Ast ≥ Asperlu (oke!)

f. Menghitung ρperlu

g. Menghitung nilai rasio tulangan maksimum

Kelompok 5
51
Perancangan Dibantu Komputer

• ρb

• ρmaks = 0,75 ρb
= 0,75*0,029
= 0,021

h. Menghitung nilai rasio tulangan minimum


- Untuk fc’≤ 30 MPa

= 0,0035
ρerlu > ρmin ; 0,001 > 0,0035
Jadi, ρ = 0,0035

i. Kontrol kapasitas momen, syarat: Mnt ≥ Mn

kt

Mnt = Ast*fy*d*(1 − 𝑘𝑡⁄2)


= 1206,37*400*352 (1-0,174/2)
= 155079346 Nmm
Mnt ≥ Mn ; 155079346 ≥ 136250978,8 (OK)
h. Kontrol syarat daktilitas
ρmin ≤ ρ ≤ ρmaks
0,0035 ≤ 0,001 ≤ 0,021 .......(OK)

Kelompok 5
52
Perancangan Dibantu Komputer

Pada perbandingan perhitungan secara manual didapatkan


Asperlu = 1063,39 mm2, nilai tersebut lebih kecil dari pada nilai
Asperlu yang dihasilkan oleh perhitungan menggunakan SAP2000
yaitu = 1009mm2. Terjadi sedikit selisih pada hasilnya, antara
perhitungan manual dan input. Pada data mungkin terjadi sedikit
kesalahan atau terjadi kesalahan dalam pembulatan angka saat
perhitungan manual, namun jumlah tulangan yang digunakan tetap
sama yaitu berjumlah 6 buah.

• Selisih Perhitungan
Perbedaan hasil Asperlu pada SAP 2000 Ver.19 dan Perhitungan
Manual berkisar :

Selisih = 100 % - (1017/1063,39)*100%= 4,36%.


• Sketsa tulangan balok :

h = 40 cm
6D-16

b = 30 cm

Gambar 4.46 Sketsa Tulangan Balok

Kelompok 5
53
Perancangan Dibantu Komputer

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. SAP 2000 merupakan program versi terakhir yang paling lengkap
dari seriseri program analisis struktur SAP, baik SAP80 maupun
SAP90. keunggulan program SAP 2000 antara lain ditunjukan
dengan adanya fasilitas untuk desain elemen, baik untuk material
baja maupun beton.

2. Penggunaan SAP 2000 dapat mempermudah perancangan suatu


bangunan, dan hasil yang didapat dari perhitungannya cukup
akurat, dalam perhitungan sebelumnya terdapat pembuktian
mengenai hal ini, meskipun terjadi sedikit perbedaan mengenai
As perlu namun jumlah tulangan yang digunakan tetap sama.

3. Bangunan yang dibuat dalam laporan ini adalah bangunan dengan


fungsi umum, yaitu ruko dua lantai. Jenis pondasi yang dipakai
adalah pondasi telapak menerus karena jenis tanah bangunan
adalah tanah sedang.

4. Berdasarkan perhitungan menggunakan SAP 2000 Ver.19 dengan


input beban yang sudah dihitung sebelumnya pada bab
preliminary design, didapatkan nilai Asperlu sebesar 1009 mm
pada portal 1 melintang lantai 1. Berdasarkan perhitungan
manual, didapat nilai Asperlu sebesar 1063,39 mm². Perbedaan
hasil Asperlu pada SAP 2000 Ver.19 dan manual berkisar sekitar
5,39%. Hal ini tidak masalah mengingat cek perbedaan hasilnya
masih berkisar < 10%.

5.2 Saran
Pada desain dengan menggunakan bantuan software SAP2000
harus diperhatikan mengenai preference, harus disesuaikan dengan
peraturan pembangunan yang berlaku (SNI 03-2847 -2002).

Kelompok 5
54
Perancangan Dibantu Komputer

Momen yang dihasilkan pada perhitungan analisa struktur


dalam SAP merupakan momen ultimit sehingga harus difaktorkan lagi
untuk mencari momen desain apabila hendak dilakukan perhitungan
secara manual untuk mendapatkan nilai Asperlu.

Kelompok 5
55

Anda mungkin juga menyukai