BAB IV
PEMBAHASAN
Apotek merupakan salah satu tempat dilakukannya pelayanan
kefarmasian yang disertai dengan unit bisnis yang melakukan pengelolaan
perbekalan kefarmasian dengan tetap menjalankan standar pelayanan
kefarmasian. Dalam pelaksanaanya, diperlukan suatu sistem pengaturan agar
bisnis dapat berjalan dengan lancar tetapi tetap mampu melakukan pelayanan
kefarmasian yang berorientasi pada pasien. Apotek merupakan tempat
dilakukannya pekerjaan kefarmasian meliputi pengendalian mutu sediaan
farmasi, pengadaan, penyimpanan, distribusi, pengelolaan obat serta tempat
pelayanan resep dokter dan pelayanan informasi mengenai obat. Apotek harus
dapat memiliki bantuan Apoteker sebagai pengelola apotek.
Apotek Kimia Farma No.382 merupakan apotek pelayanan yang
berada di wilayah Depok yang berlokasi di Jalan Akses UI Kelapa Dua
Depok, lokasinya cukup strategis karena terletak ditepi jalan raya dan mudah
dijangkau oleh masyarakat. Apotek ini dipimpin oleh seorang Apoteker
Pengelola Apotek yang bertugas memimpin dan mengkoordinasikan setiap
kegiatan, personalia di apotek serta bertanggung jawab terhadap keseluruhan
kegiatan operasional dan pencapaian target penjualan di Apotek, yang dibantu
oleh Apoteker Pendamping dan Asisten Apoteker dalam kegiatan sehari- hari.
Tata ruang dan bangunan Apotek Kimia Farma No.382 sudah sesuai
dengan Permenkes RI No 9 tahun 2017, dimana bangunan apotek telah
memenuhi persyaratan peraturan tersebut yang memiliki 2 lantai terdiri dari
ruang penerima resep, pelayanan resep dan peracikan, penyerahan sediaan
farmasi dan alat kesehatan, penyimpanan sediaan farmasi dan alat kesehatan,
arsip, ruang tunggu, ruang administrasi dan toilet yang dilengkapi dengan
sumber air yang memenuhi syarat kesehatan, penerangan yang baik, ventilasi
dan sistem sanitasi yang baik. Sedangkan lantai 2 masih tahap proses untuk
membuka klinik praktek dokter umum, gigi, dan anak. Apotek Kimia Farma
No.382 dilengkapi dengan papan nama yang memuat nama apotek, nama
APA, nomor SIA dan alamat apotek. Bangunan Apotek Kimia Farma No.382
64
65
terdiri dari counter penerimaan resep serta penyerahan obat ke pasien, ruang
peracikan obat, ruang tunggu pasien, perlengkapan penyimpanan perbekalan
farmasi seperti lemari obat dan lemari pendingin, tempat penyimpanan khusus
narkotika dan psikotropika, buku standar yang berhulungan dengan Apotek
seperti ISO, MIMS dan lain-lain. Tetapi masih ada kekurang dalam tata ruang
di apotek ini dalam penyimpanan narkotika dan psikotropika lemari yang
terletak diatas wastafel, tidak adanya ruang khusus untuk konseling dan untuk
ruang tunggu yang terlalu sempit sehingga pasien menjadi kurang nyaman.
Namun dalam keberhasilan apotek ini yaitu memiliki lokasi yang
strategis, selain itu dilakukan strategi untuk menambah pelanggan antara lain
dengan melakukan kerjasama dengan pihak BPJS dan Mandiri Inhealth, serta
adanya pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula
darah, asam urat, dan kadar kolesterol dalam darah. Pembelian di Apotek
Kimia Farma No.382 juga bias dipesan melalui ojek online dan juga melayani
pembelian obat secara pesan antar untuk wilayah sekitar apotek.
Pemesanannya dapat dilakukan melalui telepon atau pasien dapat langsung ke
apotek dan barang akan di antar kerumah.
Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kefarmasian Apotek Kimia
Farma No.382 beroperasi mulai pukul 07.00 – 23.00 WIB yang terbagi dalam
2 shift untuk setiap hari kerja, tetapi akan dilakukan perubahan waktu operasi
jam kerja menjadi 24 jam dengan adanya klinik di Apotek Kimia Farma No.
382 yang dilaksanakan pada awal November 2018. Hal ini dilakukan dalam
upaya untuk menunjukkan dedikasi yang besar dalam memberikan pelayanan
yang optimal kepada pelanggan. Kegiatan utama yang dilakukan meliputi
kegiatan teknis kefarmasian maupun non teknis kefarmasian.
Sistem administrasi Apotek Kimia Farma No.382 dilakukan oleh
Bisnis Manajer (BM) Depok yang terletak di lokasi yang berbeda tepatnya di
Jl. Nusantara Raya No. 33, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa
Barat menjadi satu bangunan gedung dengan Apotek Kimia Farma No.389
Depok. Bisnis Manajer membawahi semua Apotek Kimia Farma yang tersebar
di wilayah Kota Depok yang berjumlah 22 Apotek Kimia Farma.
66
Swalayan farmasi tersebut menjual beberapa obat bebas terbatas, obat
bebas, obat tradisional, alat kesehatan, kosmetik, suplemen makanan dan lain-
lain yang diatur sedemikian rupa dengan pemberian label berdasarkan kategori
barang sehingga memudahkan pasien atau konsumen untuk mencari atau
membeli barang yang dibutuhkan. Tetapi swalayan farmasi di Apotek Kimia
Farma No.382 sudah ada perubahan di akhir September 2018 dengan
memberikan harga barang atau obat yang tercantum pada area swalayan.
Sehingga pasien yang datang tidak lagi mengalami kesulitan untuk
mengetahui harga barang yang ingin dibeli, karena pada sebelumnya di area
swalayan kebanyakan harga barang tidak tercantum pada barang tersebut dan
hanya tercantum pada komputer sehingga pasien harus menanyakan harga
barang tersebut kepada petugas di apotek.
Bagian pembelian atau pengadaan BM memesan barang melalui PBF
resmi dengan kriteia PBF yang dipilih yaitu PBF yang terdaftar atau legal,
barang yang berkualitas, jangka waktu pembayaran yang panjang, ada
potongan harga atau bonus serta watu pengantaran yang cepat sehingga dapat
menjamin ketersediaan barang untuk kebutuhan tiap apotek.
Perencanaan Sediaan Famasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai yang dilakukan di Apotek Kimia Farma No.382 sesuai dengan peraturan
terbaru yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yaitu dalam membuat
perencanaan sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
perlu diperhatikan pola penyakit, pola konsumsi, budaya dan kemampuan
masyarakat serta untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian maka
pengadaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pengadaan diawali dengan mencatat barang yang akan dipesan melalui
buku defecta, kemudian melakukan log in melalui Kimia Farma Information
System selanjutnya data tersebut (nama barang, bentuk sediaan, ukuran dan
jumlahnya) dimasukan ke Formulir Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA)
kemudian dikirimkan ke Bisnis Manajer (BM) melalai sistem pengiriman
form BPBA tersebut dilaksanakan 2 kali dalam sebulan. Di Apotek Kimia
Farma juga ada istilah DC (Distribusi Center) yang atinya dimana BM dapat
melihat hasil penjualan di Apotek Kimia Farma No.382 selama l bulan. Sistem
67
DC juga membantu mencegah terjadinya kekosongan barang. Karena pada
saat stok barang yang terdata sudah berada di bawah buffer stock maka DC
akan mengirim kekurangan barang tersebut. Keuntungan sistem DC adalah
dapat mempermudah dan mempercepat pengadaan barang di Apotek
Pengadaan perbekalan farmasi yang sifatnya cito, diajukan dengan Bon
Permintaan Barang Apotek (BPBA) cito ke BM atau ke Apotek Kimia Farma
lain yang masih dalam satu unit BM Depok dengan cara mentelepon terlebih
dahulu. Dengan adanya koordinasi antar apotek pelayanan Kimia Fama, maka
jumlah penolakan resep pasien karena tidak tersedianya obat akan dapat
diminimalkan namun kenyataannya masih terdapat permintaan obat dari
pasien yang tidak dapat dipenuhi oleh Apotek Kimia Farma No.382
dikarenakan stock obat tersebut kosong. Sedangkan pengadaan narkotika dan
psikotropika Apotek Kimia Farma No.382 melakukan pemesanan sediaan
narkotika dilakukan secara tertulis oleh bagian pembelian dengan
menggunakan Surat Pesanan (SP) yang ditandatangani oleh APA dengan
mencantumkan nama jelas, nomor SIPA, nomor SIA, alamat dan stempel
apotek. Satu lembar SP hanya berlaku untuk satu jenis narkotika. Surat
pesanan narkotika dibuat rangkap empat yang terdiri dari satu surat pesanan
asli dan 4 lembar salinan surat pesanan, masing-masing diserahkan kepada
PBF yang bersangkutan, BM dan 1 lembar sebagai arsip di apotek. Pemesanan
dilakukan ke PBF Kimia Farma selaku distributor tunggal. Obat-obat
psikotropika dan prekusor dipesan oleh bagian pembelian dengan
menggunakan SP khusus psikotropika untuk obat psikotropika dan SP khusus
prekusor untuk obat prekusor yang ditanda tangani oleh APA, dilengkapi
dengan nomor SIPA dan stempel apotek. Satu lembar surat pesanan dapat
berisi lebih dari satu jenis psikotropika atau prekuor. Surat pesanan dibuat
rangkap 2, yang masing-masing diserahkan ke PBF yang bersangkutan dan
sebagai arsip di apotek.
Penerimaan barang Apotek Kimia Farma No.382 dilakukan oleh
Asisten Apoteker dengan sepengetahuan APA memeriksa kesesuaian jenis,
spesifikasi, jumlah, mutu, expired date antara barang yang diterima dengan
form dropping barang Apotek dari DC. Apabila ditemukan ketidaksesuaian,
68
maka petugas Apotek dapat langsung mengkonfirmasikan kepada petugas DC
dan jika sudah sesuai maka dilakukan penandatanganan bukti dropping dan
formulir serah terima barang. Kemudian faktur diterima oleh petugas
penerima barang atau Asisten Apoteker kemudian di cek kembali oleh
Apoteker ditandatangani dan diberi stampel Apotek. Faktur asli diserahkan
kembali kepada petugas pengantar barang atau distributor untuk kelengkapan
syarat dalam proses hutang dagang. Faktur umunya berjumlah 3 lembar, 1
lembar disimpan oleh apotek pelayanan sebagai arsip, sedangkan 2 lembar
disimpan oleh bisnis manager untuk kepentingan administrasi dan pembayaran
hutang dagang.
Penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma No.382 disusun
berdasarkan efek farmakologis dan bentuk sediaan obat (padat, solid, cairan,
dan obat tetes mata) serta tempat khusus lemari pendingin untuk menyimpan
obat-obat yang harus disimpan pada suhu rendah seperti suppositoria, ovula
dan insulin. Selain itu, penyimpanan obat juga dibedakan atas obat generik,
narkotika, psikotropika dan obat yang dijamin oleh Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial. Semua kelompok tersebut disusun secara alfabetis untuk
mempermudah pencarian obat. Untuk obat-obat bebas dan bebas terbatas
disusun di counter swalayan berdasarkan bentuk sediaan, khasiat dan alfabetis.
Selain itu juga terdapat tempat khusus penyimpanan alat-alat kesehatan.
Penyimpanan narkotika dan psikotropika berada dalam lemari khusus yang
tertutup dengan kunci ganda. Untuk memudahkan dalam pengontrolan obat
narkotik dan psikotropik tersebut disediakan kartu stok pada lemari
penyimpanan. Setiap obat yang masuk (baik yang berasal dari pembelian
maupun dari apotek lain) dicatat pada sistem secara komputerisasi. Hal ini
penting dilakukan untuk mempermudah dalam pengontrolan stok obat dan
kesesuaian antara jumlah fisik obat dengan jumlah obat pada kartu stok.
Namun dalam hal ini petugas terkadang mengalami kendala yaitu pada jam-
jam sibuk setelah mengambil obat, petugas tidak sempat mencatat pada kartu
stok sehingga jumlah barang yang ada seringkali tidak sesuai dengan kartu
stok. Hal ini dapat menghambat dan memperlambat kegitan stok opname yang
dilakukan setiap tiga bulan sekali stok opname juga berfungsi untuk mengecek
69
barang secara fisik apakah sesuai dengan jumlah yang ada di komputer atau
tidak. Untuk menghindari kesalahan pengambilan obat, Apotek Kimia Farma
No.382 membuat penandaan berwama dari kertas yang ditempel pada rumah
obat untuk menunjukkan pembagian obat berdasarkan farmakologi.
Pengeluaran barang-barang Apotek Kimia Farma No.382. Selain itu juga
dilakukan secara FIFO artinya barang yang datang pertama kali maka akan
dikeluarkan pertama kali dan secara FEFO artinya barang yang tanggal
kadaluarsanya lebih cepat akan dikeluarkan lebih dahulu, hal ini untuk
mencegah kerugian akibat barang belum keluar tetapi telah kadaluarsa. Serta
didukung dengan catatan penyimpanan yang untuk mengontrol sediaan
farmasi baik secara manual maupun komputerisasi.
Pemusnahan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis
Pakai serta produk lainnya yang telah rusak ataupun kadaluarsa dilakukan oleh
BM Depok. Pemusnahan tersebut dilakukan berdasarkan cara pemusnahannya
masing-masing sesuai peraturan yang berlaku dengan membuat berita acara
pemusnahan dan melibatkan saksi. Pemusnahan dilakukan dalam waktu 3
(tiga) tahun sekali untuk narkotika, psikotropika, dan prekusor. Dalam hal
obat kadaluarsa, Kimia Farma menerapkan sistem tanggung rentang atau
potong gaji bagi karyawan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan
rasa tanggung jawab karyawan dalam melakukan pelayanan farmasi yang
lebih baik. Sedangkan untuk pemusnahan resep dilakukan pada resep yang
telah disimpan melebihi jangka waktu 5 (lima) tahun sesuai dengan cara
pemusnahannya disertai berita acara dengan disaksikan oleh petugas apotek,
selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota.
Pengendalian persediaan di Apotek Kimia Farma No.382 dilakukan
baik secara elektronik dengan aplikasi KFIS (Kimia Farma Information
system) maupun secara manual dengan menggunakan karu stok. Hal ini
bertujuan untuk mempertahankan jenis dan jumlah persediaan sesuai
kebutulan pelayanan, melalui pengamanan sistem pesanan atau pengadaan,
penyimpanan dan pengeluaran serta menghindari terjadinya kelebihan,.
kekuangan, kekosongan, kerusakan, kadaluarsa, kehilangan serta
pengembalian pesanan.
70
Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma
No.382 sudah berjalan dengan baik dimana surat pesanan dan faktur
diletakkan pada buku dokumen tersendiri, begitu juga surat pesanan narkotika,
psikotropika dan prekursor diletakkan pada dokumen masing-masing.
Pencatatan penyimpanan pada kartu stok dan sistem komputerisasi,
penyerahan dalam bentuk nota ataupun struk penjualan yang dibedakan
berdasarkan resep pasien JKN dan resep pasien non-JKN yang kemudian
resep tersebut disatukan sesuai tanggal, bulan dan tahun resep dan disimpan
pada tempat pengarsipan resep. Sedangkan pelaporan terdiri dari pelaporan
internal dan eksternal. Pelaporan intermal meliputi Laporan Ikhtisar Penjualan
Harian (LIPH), laporan keuangan, dan laporan stok opname. Sedangkan
pelaporan ekstemal meliputi laporan penagihan resep kredit, laporan narkotika
dan psikotropika yang dilaporkan setiap bulannya melalui Sistem Pelaporan
Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP) secara online dengan cara terlebih
dahulu mendaftarkan Apotek dalam aplikasi SIPNAP, setelah Apotek terdaftar
atau tervalidasi, maka akan diberikan username dan password ke alamat
email instansi yang digunakan untuk mendaftar yang selanjutnya akan
digunakan untuk login saat akan mengirim laporan narkotika dan psikotropika.
Pelayanan Farmasi Klinik di Apotek meliputi: pengkajian dan
pelayanan resep, dispensing, Pelayanan Informasi obat (PIO), konseling,
pelayanan kefarmasian dirumah (Home Pharmacy Care), Pemantauan Terapi
Obat, Monitoring Efek Samping Obat dan Telefarma.
Pelayanan resep yang dilakukan di Apotek Kimia Farma No.382
terhadap pasien sudah berjalan cukup baik, hal ini dikarenakan dengan adanya
pelayanan resep yang dilakukan secara koreksi silang (cross check) artinya
kegiatan memberi harga, menyelesaikan resep dan penyerahan obat dilakukan
oleh orang yang berbeda, tujuannya untuk menghindari kesalahan dalam
pembacaan resep dan kesalahan pemberian obat, sewaktu penyerahan obat,
petugas memberikan informasi yang diperluas pasien yang berkaitan dengan
kegunaan obat. penggunaan obat, waktu pengpuraan obat, dan dosis obat.
Apotek Kimia Farma No.382 melayani resep yang dibayar secara
tunai. resep yang dibayar secara kredit, obat OWA atau UPDS (Upaya
71
Pengobatan Diri sendiri) dan penjualan bebas yung meliputi penjualan obat
bebas, oben bebas terbatas, perlengkapan bayi, kosmetik, alat kesehatan
(kecuali alat suntik) dan kebutuhan rumah tangga.
Pelayanan resep dan non resep. Penjualan obat dengan resep
pembayarannya dapat dilakukan secara tunai dan kredit. Resep kredit berasal
dari beberapa instansi yang bekeja sama dengan Apotek seperti BPJS dan
Mandiri Inhealth. Kerjasama ini didasarkan atas kesepakatan yang telah
disetujui sebelumnya, kesepakatan tersebut dapat dilakukan oleh seorang APA
dari Apotek pelayanan ataupun diatur oleh pihak BM. Kelebihan dari adanya
bentuk kerjasama ini biasanya terletak pada kelonggaran waktu piutang yang
ditawarkan oleh pihak Apotek pelayanan kepada pihak perusahaan yang
bersangkutan.
Pelayanan resep dimulai sejak petugas menerima resep dari pasien lalu
memeriksa kelengkapan dan keabsahan resep tersebut Pengkajian resep
meliputi pengkajian secara administrasi, farmasetik, dan farmasi klinis.
Pengkajian administratif dapat dilakukan oleh Asisten Apoteker yang sedang
bertugas untuk pengkajian farmasetik dan famasi klinis dibantu oleh APA.
Petugas Apotek yang sudah melakukan Pengkajian resep akan memeriksa
Persediaan obat yang diminta, bila obat yang diperlukan tersedia maka
dilakukan pemberian harga dan harga tersebut diinformasikan kepada pasien.
Setelah pasien menyetujuinya maka segera dilakukan pembayaran obat
tersebut dibagian kasir. Dalam pengkajian farmasetik belum sesuai karena
tidak adanya personalia dalam proses pengkajian farmasetik yaitu juru resep
yang tugasnya membantu AA dalam menyiapkan obat, mengerjakan obat
racikan yang bahannya telah disiapkan AA sesuai yang diminta, kemudian
melaporkan sediaan obat yang sudah jadi kepada AA Untuk menghindari
masalah yang tidak diinginkan apabila terjadi kesalahan yang baru diketahui
selelah obat diserahkan ke pasien, maka pada saat pembayaran di kasir
biasanya petugas di apotek selalu menginput atau melampirkan alamat dan
nomor telepon pasien yang dapat dihubungi kemudian diberikan struk atau
tanda bukti untuk mengmbil obat, sedangkan untuk pembayaran secara kredit,
petugas menerima resep dan persyaratan administrasi pasien seperti fotokopi
72
kartu identitas, kartu asuransi dan surat rujukan serta kartu kendali, setelah itu
petugas mencocokkan obat yang ada di resep dengan buku obat-obat yang
ditanggung oleh asuransi tersebut.
Proses selanjutnya yaitu obat disiapkan sesuai permintaan resep, untuk
resep yang membutuhkan peracikan diracik terlebih dahulu sedangkan untuk
resep non racikan langsung diberi etiket yang jelas serta obat dikemas dengan
baik. Sebelum obat diserahkan kepada pasien, dilakukan pengecekan kembali
meliputi nomor resep, nama pasien, nama obat, jumlah obat serta aturan pakai
obat oleh orang yang berbeda (cross check) yaitu oleh Apoteker dan atau
Asisten Apoteker. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam
pemberian obat. Kemudian Apoteker memberikan infomasi yang diperlukan
mengenai obat yang akan digunakan oleh pasien. Bila obat hanya diambil
sebagian maka petugas akan membuat salinan resep untuk pengambilan
sisanya. Selain itu, Apotek Kimia Farma No.382 juga menyediakan kuitansi
untuk pasien yang meminta kwitansi pembelian obat.
Pelayanan obat tanpa resep dokter di Apotek Kimia Farma No.382
meliputi penjualan bebas yaitu penjualan obat dan perbekalan famasi lainnya
yang dapat dibeli tanpa resep dokter yang terdiri dari obat bebas dan obat
bebas terbatas, kosmetik, perlengkapan bayi serta kebutuhan lainnya yang
terdapat pada swalayan farmasi. Pelayanan obat tanpa resep dokter tidak
dilakukan penulisan etiket dan salinan resep karena obal-obat tersebut sudah
dilengkapi dengan informasi yang jelas dalam brosur maupun pada
kemasannya. Umumnya pasien sudah mengetahui cara penggunaan obat
tersebut dan obat tersebut merupakan obat yang sudah rutin digunakan oleh
pasien.
Apotek Kimia Farma No.382 telah melaksanakan GPP (Good
Pharmaceutical practice), diantaranya adalah pelayanan swarmedikasi. Pasien
yang datang untuk melakukan swamedikasi kebanyakan pasien yang
mempunyai keluhan terhadap penyakit batuk, demam, pilek, diare dan lain-
lain. Dalam melakukan pelayanan swamedikasi, Apoteker berperan
memberikan produk obat yang sudah terbukti keamanan, khasiat dan
73
kualitasnya serta memberikan infomuasi yang jelas kepada pasien agar obat
digunakan secara aman tepat dan rasional.
Pelayanan informasi obat dan konseling di apotek ini masih kurang
maksimal, hal ini dikarenakan keterbatasan ruangan dan banyaknya pasien
yang berkunjung di apotek. Informasi biasanya diberikan sewaktu penyerahan
obat yang berkaitan dengan cara penggunaan obat, waktu pengunaan obat,
dosis obat dan penyimpanan obat. Keterbatasan tempat menyebabkan pasien
merasa tidak leluasa untuk menanyakan hal-hal lebih lanjut mengenai obat-
obat yang digunakan untuk swamedikasi. Selain itu hambatan untuk
melakukan pelayanan pemberi informasi obat swamedikasi maupun konseling
juga datang dari pasien itu sendiri. Kebanyakan pelanggan yang menebus obat
adalah orang yang diperintahkan pasien bukan pasien sendiri yang menebus
resep. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya kesalahan dalam penyampaian
informasi penggunaan obat pada pasien yang bersangkutan.
Kegiatan Home Pharmacy Care sudah dilaksanakan oleh Apotek
Kimia Farma No.382 yang dilakukan oleh APA atau Apoteker pendamping
dengan mengunjungi rumah pasien yang terletak disekitar daerah Depok
Kelapa Dua. Pasien yang mendapat Home Pharmacy Care akan diseleksi
berdasarkan penyakit yang diderita pasien. Kegiatan Home Pharmacy Care
meliputi pemantauan terapi obat dan pencatatan dalam medication record.
Selama pelaksanan kegitan tersebut Apotek Kimia Farma No.382 mendapat
respon baik dari pasien maupun keluarga dari pasien itu sendiri. Selain
kegiatan tersebut, Apotek Kimia Farma No.382 juga melakukan telefarma
yang merupakan suatu bentuk pelayanan kepada pasien melalui telepon.
Dimana Apoteker akan menghubungi pasien untuk memastikan obat yang
digunakan pasien memberikan efek terapi yang diharapkan dan menanyakan
ada tidaknya efek samping yang terjadi selama menggunakan obatnya, serta
hal-hal lain yang berhubungan dengan terapi obat yang digunakan pasien.
Telefarma juga difungsikan untuk pemesanan obat melalui telepon atau
layanan antar obat ke rumah pasien atau pelanggan. Dalam melakukan
pelayanan home care, Apoteker Apotek Kimia Farma No.382 menekankan
kedisiplinan pasien dalam mengkonsumsi obat, memberikan saran kepada
74
pasien akan penggunaan obat serta pola makan yang dikonsumsi pasien
tersebut. Pelayanan home care ini rutin dilakukan setiap bulan meskipun
belum berjalan optimal, misalnya pelayanan ini hanya dilakukan pada pasien
tertentu saja yang dianggap pelanggan tetap apotek. Ketika melaksanakan
kegiatan PKPA, saya diberi kesempatan oleh Apoteker pembimbing untuk
melakukan kegiatan home care yang dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2018.
Apotek Kimia Fama No 382, Depok juga menawarkan pemeriksaan
kesehatan tambahan berupa pemeriksaan tekanan darah, kolesterol total,
glukosa darah dan asam urat. Pemeriksaan dilakukan dengan baik oleh
Apoteker atau TTK yang bertugas. Apotek Kimia Farma No. 382 Depok
melakukan pelayanan dengan ramah kepada konsumen yang biasanya dimulai
dengan sapaan dan tawaran bantuan serta diakhiri dengan ucapan "terima
kasih serta ucapan semoga sehat selalu" sebagai penutup. Petugas apotek juga
bersikap santun dan informatif dengan selalu berkomunikasi secara baik dan
jelas, tanggap dan cepat menangani keluhan serta membantu menangani
kesulitan konsumen. Misalnya jika konsumen tidak mampu menebus obat
maka dicarikan obat dengan zat aktif atau khasiat sama dengan harga yang
lebih terjangkau atau ditebus sebagian dulu. Hal tersebut perlu dipertahankan
dan ditingkatkan karena karamahan petugas merupakan salah satu unsur yang
dapat meningkatkan minat pelanggan.
Evaluasi apotek di Apotek Kimia Farma No.382 terdiri dari evaluasi
internal dan eksternal. Evaluasi mutu manajerial yang diadakan yaitu berupa
audit internal serta review mengenai manajerial apotek termasuk dalam hal
keuangan apotek seperti review HPP (Harga Pokok Penjualan), omzet,
laba/rugi dan biaya-biaya yang dikeluarkan apotek. Review tersebut dilakukan
setiap per minggu, per bulan dan pertahun. Sedangkan evaluasi mutu
pelayanan farmasi klinik yaitu dengan menyebarkan kuisioner untuk
mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan apotek Kimia
Farma. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun. Kuisioner
dikaji oleh pimpinan apotek untuk selanjutnya dirapatkan dengan karyawan
apotek. Selain evaluasi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan farmasi,
75
apotek juga melakukan evaluasi mengenai perkembangan apotek, baik
evaluasi hasil penjualan serta evaluasi kinerja karyawan.