0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan7 halaman

Kepuasan Pasien di RS Islam Kendal

1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Abu Bakar Rumah Sakit Islam Kendal. 2. Responden terdiri dari 42 orang tua/penjaga pasien berusia 21-49 tahun, mayoritas perempuan (69%) dengan pendidikan SMA (69%). 3. Semua responden (100%) menyatakan sangat puas dengan pelayanan mahasiswa praktik di ruang rawat inap.

Diunggah oleh

azida zida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan7 halaman

Kepuasan Pasien di RS Islam Kendal

1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Abu Bakar Rumah Sakit Islam Kendal. 2. Responden terdiri dari 42 orang tua/penjaga pasien berusia 21-49 tahun, mayoritas perempuan (69%) dengan pendidikan SMA (69%). 3. Semua responden (100%) menyatakan sangat puas dengan pelayanan mahasiswa praktik di ruang rawat inap.

Diunggah oleh

azida zida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KEHADIRAN MAHASISWA PRAKTIK

DI RAWAT INAP RUANG ABU BAKAR RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL


Azidatun Nasihah, Arista Ratna Putri, Dian Fazira Khoirunisa, Fina Khusnul Khoiriyah, Ifah
Dwi Rahayu, Riski Maulana Ahmad, Sri Mulyani, Uswatun Hasanah, Qurrotul Aeni, Yuda Ayu
Timorita
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal, Jalan Laut 31A Kendal, Jawa Tengah, Indonesia, 51311
ABSTRAK

Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat
atau perorangan terhadap asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar profesi yang baik.
baik dan pemanfaatan sumber daya secara efektif,efisien, dan wajar dalam keterbatasan secara
aman serta memuaskan pelanggan yang sesuai dengan norma dan etika yang baik bertujuan
untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Abu Bakar Rumah Sakit Islam
Kendal. Metode studi deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan konsekutif. Hasil penelitian
menunjukkan responden berusia berkisar antara 21 sampai 49 tahun sebanyak 42 responden
dengan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 29 responden (69%),
mayoritas responden berkerja sebagai wiraswasta dan IRT sejumlah 13 responden (31%), tingkat
pendidikan responden mayoritas SMA sebanyak 29 responden (69%). Tingkat kepuasan pasien
di ruang Abu Bakar mayoritas mengatakan sangat puas sebanyak 42 responden (100%).

Kata kunci : Kepuasan, Pasien, Rawat Inap

PATIENT SATISFACTION LEVEL WITH HOSPITAL SERVICE IN ABU BAKAR


INHERATION ROOM AT RSI KENDAL
ABSTRACT

Quality health services are part of meeting the needs of the community or individuals for nursing
care in accordance with good professional standards. aims to determine the level of patient
satisfaction in the inpatient Abu Bakar Islamic Hospital Kendal. Descriptive study method with
the type of qualitative research with a descriptive approach. The sampling technique of this study
used purposive sampling. The results showed that respondents aged between 21 to 49 years were
42 respondents with the majority of respondents being female as many as 29 respondents (69%),
the majority of respondents working as entrepreneurs and household workers as many as 13
respondents (31%), the education level of the majority of respondents being high school students
as many as 29 respondents (69%). The level of patient satisfaction in the Abu Bakar room
majority said that they were very satisfied as many as 42 respondents (100%).

Keywords : Satisfactions, Patient, Hospitalization


PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan sebuah kebutuhan dasa bagi manusia untuk dapat hidup layak dan lebih
produktif, sehingga diperlukannya sebuah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terkendali
dalam sebuah biaya dan mutu pelayanan yang diberikan. Dengan ini maka setiap keluarga,
individu dan masyarakat berhap dalam memperoleh suatu perlindungan kesehatannya dan sebuah
negara bertanggung jawab mengatur agar menjadikan hak hidup sehat bagi seluruh rakyat dapat
terpenuhi dengan baik (Hafid, 2014). Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang
kompleks dituntut untuk selalu memberikan pelayanan dan informasi kesehatan yang tepat
dengan sikap dan pelayanan sumber daya manusia merupakan elemen yang berpengaruh
terhadap pelayanan yang dihasilkan dan persepsi pasien (Jahid, Balqis, & Hamzah, 2012).
Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat
atau perorangan terhadap asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar profesi yang baik dan
pemanfaatan sumber daya secara efektif,efisien, dan wajar dalam keterbatasan secara aman serta
memuaskan pelanggan yang sesuai dengan norma dan etika yang baik (Lahaji, Wowor, &
Korompis, 2020). Menentukan sebuah mutu pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan
merupakan ukuran dari servqual/sevice quality dimana pengkuran ini sangat memperhatikan lima
dimensi mutu diantaranya empathy sebuah kemudahan dalam melakukan suatu komunikasi dan
suatu hubungan personal yang baik, assurance suatu jaminan mengucapkan kemampuan
kesopanan dan suatu sifat yang dapat dipercaya, responsiveness yang meruapakan daya tanggap,
keinginan petugas dalam memberikan pelayanan dengan sigap dan tanggap, reliability meliputi
kehendak, kemampuan yang memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan dan
tangibles sebuah bukti langsung meliputi penyediaan fasilitas yang digunakan dan penampilan
petugas (Saputro, 2015).
Kepuasan pasien adalah masalah penting bagi suatu penyedia layanan kesehatan dimana
penyedia layanan kesehatan bekerja dan bersaing secara kompetitif dalam memenuhi kepuasan
pelanggannya yang dimana suatu rumah sakit perlu meningkatkan tingkat kepuasan jika mereka
ingin tetap dalam persaingan dengan rumh sakit lainnya yang dasarnya untuk memuaskan
harapan pasien dan memahami kebutuhan mereka (Raheem, Nawaz, Fouzi, & Imamuddin,
2014). Tujuan pengukuran kepuasan pasien adalah untuk mengevaluasi kualitas pelayanan
kesehatan, mengevaluasi hasil konsultasi intervensi dan mengevaluasi efek dari perubahan
organisasi pelayanan, fungsi pemasaran, administrasi staf dan formasi etik profesional (Yunuarti,
Parjo, & Irsan, 2015)
Berdasarkan keterangan diatas peneliti merasa penting untuk melakukan penelitian dengan judul
Gambaran Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Rawat Inap Di Ruang Abu Bakar Rumah Sakit
Islam Kendal yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Abu
Bakar Rumah Sakit Islam Kendal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu
pengetahuan terkait manajemen pelayanan kesehatan dengan indikator kepuasan menjadi bahan
informasi dan evaluasi mengenai pelayanan kesehatan yang telah diberikan di ruang Abu Bakar
(Ruang Anak) di Rumah Sakit Islam Kendal sebagai pertimbangan dalam mengembangkan
kualitas pelayanan di Rumah Sakit.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif dengan
pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive
konsekutif dengan sampel sebanyak 42 informan (orangtua) yang anaknya diawat diruang Abu
Bakar RSI kendal informan yang dipilih merupakan orangtua atau pendamping pasien diruang
Abu Bakar yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga mampu mempertanggung
jawabkan apa yang telah dikemukakan. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner yang
sudah baku dari RSI Kendal, tentang tingkat kepuasaan pasien dalam pelayanan rawat inap di
Ruang Abu Bakar Rumah Sakit Islam Kendal.
HASIL

1. Karakteristik responden
Tabel 1.1
Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan usia Responden keluarga pasien
(n=42)

Mean Median Standar Minimum Maximum


31,52 31,00 6,736 21 49
Berdasarkan table 1 menunjukan bahwa usia responden penelitian di ruang abu
bakar RSI Kendal berkisar antara 21 sampai 49 tahun sebanyak 42 responden. Umur
responden rata-rata 31,52 tahun.
Tabel 1.2
Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan usia Responden keluarga pasien
(n=42)

Jenis kelamin Frekuensi (f) Prosentase (%)


Laki-laki 13 31,0
Perempuan 29 69,0
Total 42 100

Table 2 menunjukan bahwa dari 42 responden mayoritas berjenis kelamin perempuan


sebanyak 29 (69,0%) responden, dan laki-laki 13 (31,0%) responden.

Tabel 1.3
Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan tingkat pendidikan Responden
keluarga pasien (n=42)

Tingkat pendidikan Frekuensi (f) Prosentase (%)


SMP 6 14,3
SMA 29 69,0
SI 7 16,7
Total 42 100

Tabel 1.4
Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan pekerjaan Responden keluarga pasien
(n=42)

Pekerjaan Frekuensi (f) Prosentase (%)


Pns/Tni/Polri 6 14,3
Pegawai Swasta 9 21,4
Wiraswasta 13 31,0
Irt 13 31,0
Lain-Lain 1 2,4
Total 42 100,0

2. Karakteristik pelayanan keperawatan mahasiswa praktik dengan tingkat kepuasan pasien.


Tabel 2.1
Distribusi frekuensi pelayanan keperawatan mahasiswa praktik dan tingkat kepuasan (n=42)

Tingkat kepuasan pasien Frekuensi (f) Prosentase (%)


Tidak Puas 0 0%
Puas 0 0%
Sangat Puas 42 100%
PEMBAHASAN

1. Karakteristik responden
Responden dalam penelitian ini berasal dari keluarga pasien anak di ruang rawat inap anak RSI
Kendal sebanyak 42 responden. Karakteristik responden didasarkan pada beberapa hal
diantaranya jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Hasil penelitian yang telah
dilakukan di Ruang abu bakar RSI Kendal dengan 42 responden yang paling banyak responden
berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 29 responden (69.0%). Penelitian ini sejalan dengan
penelitian (Kutri Riski Ayningtiyas, 2015) yang menyatakan bahwa jumlah responden lebih
bnyak perempuan dibandingkan dengan responden laki-laki Jenis kelamin perempuan memiliki
pengaruh pada pandangan terhadap jasa pelayanan kesehatan yang diterima. Perempuan melihat
aktivitas pelayanan kesehatan dan penampilan tenaga kesehatan lebih detail daripada laki-laki
(Gunarsa, 2008, supriyatna, 2015). Jenis kelamin perempuan lebih banyak memberikan tuntutan
pelayanan kesehatan.

Rata-rata responden berumur 31,52 tahun yang merupakan usia fase dewasa awal yang mulai
membangun apa yang ada dalam dirinya, mencapi kemandirian, menikah, dan mempunyai anak
(Papalia, 2008). Dewasa ini merupakan tahap yang optimal untuk melakukan pengasuhan anak.
Mayoritas pndidikan terakhirnya adalah SMA sebanyak 29 responden (69.0%). Hal ini sejalan
dengan penelitian yang dilakukan (Kutri Riski Ayningtiyas, 2015) yang menyatakan bahwa
pendidikan responden paling banyak adalah SMA sebanyak 56%. Semakin tinggi tingkat
pendidikan masyarakat semakin banyak tuntutan dan harapan mereka, baik ada pelayanan
kesehatan atau masalah sehati-hari (Lumenta, dalam budiman dkk, 2010). Tingkat pendidikan
mempengaruhi tuntutan untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik dan harapan untuk dapat
terpenuhi kebutuhan, serta penyelesaian masalah selama dirumah sakit.

Sebagian besar pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 13 responden
(31.0%). Dalam hal ini pekerjaan tidak mempengaruhi tingkat kepuasan pasien meskipun
pasien tidak berkerja cenderung merasa lebih puas terhadap responden yang bekerja. Penelitian
ini sejalan bahwa pemberian pelayanan profesional kepada pasien dengan tidak membedakan
antara pasien bekerja maupun tidak bekerja dapat merasakan kepuasan yang sama (Hidayati,
2014). Ibu berperan melakukan pemeliharaan dan perawatan anak sehingga diharapkan anak
menjadi sehat fisik, mental, social dan spiritual (Friedman, 2010). Santrock (2007) menyatakan
bahwa ibu yang tidak bekerja dapat lebih memahami bagaimana sifat dari anak-anaknya, karena
sebagian besar waktunya dihabiskan dirumah untuk memantau kondisi perkembangan anak.

2. Tingkat kepuasan
Berdasarkan data tabel 4.2 dapat diketahui bahwa (100.0%) responden yang menyatakan sangat
puas. Dari hasil identifikasi jawaban responden pada setiap pernyataan dalam kuesioner tingkat
kepuasan pasien terhadap kehadiran mahasiswa praktik. Kategori puas dengan nilai rata-rata
jawaban sangat puas tertinggi terletak pada aspek ucapan salam, sikap dan komunikasi,
perhatian, menjaga privacy dan keberadaan membantu pelayanan. Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian (Sutari, 2017) menunjukan gambaran kepuasan responden rawat jalan yang
diukur dengan lima dimensi kepuasan pelayanan di fasilitas rumahsakit rujukan kabupaten,
rujukan regional, dan rujukan provinsi. Secara keseluruhan lebih dari 80% responden rawat jalan
puas terhadap pelayanan yang di berikan di rumah sakit. Penelitian yang yang dilakukan
(Widyasari, 2019) menyatakan puas terhadap sikap dan pendekatan perawat di rumah sakit
kepada pasien, mutu pelayanan keperawatan yang diterima pasien. Tindakan perawat dalam
penelitian ini berkaiatan dengan 6 standar keselamatan pasien.
Penelitian yang di lakukan oleh (Siti, 2015) menjelasan bahwa aspek komunikasi terdapat
hubungan dengan kepuasan pasien, semakin baik komunikasi yang dilakukan maka semakin
puas pasien dalam pelayanan keperawatan. Dalam penelitian ini bahwa komunikasi terapeutik
sangat mempengaruhi kepuasan pasien. Hasil penelitian lain milik Utama, Prihartini dan
Listiorini (2013) mengatakan bahwa kelas perawatan tidak menentukan sebuah tingkat kepuasan
pasien dimana kepuasan tersebut ditentukan oleh sebuah kinerja dari seorang perawat pemberi
pelayanan. Penelitian lain milik Batbaatar, Dorjadagva, Luvsannyam, Savino dan Amenta (2017)
mengatkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam menilai kondisi kepuasan
pelayanan keperawatan mengenai kelas rawat inap.

Berdasarkan data hasil penelitian diatas tentang kepuasan pasien diketahui bahwa sebagian besar
responden menyatakan sangat puas terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan mahasiswa
praktik di RSI Kendal. Hal ini tidak terlepas dari sudah baiknya pelayanan keperawatan
mahasiswa praktik yang telah diberikan kepada pasien anak tanpa memandang jenis kelamin,
usia, maupun kondisi kesehatannya. Kepuasan pelayanan yang diperoleh didasarkan pada proses
kinerja tenaga perawat / mahasiswa praktik berdasarkan prosedur, sikap ramah mahasiswa
menunjukan empaty yang baik dan memberi arti tersendiri bagi pelayanan. Kepuasan adalah
tingkat perasaan setelah membandingkan apa yang dirasakan dengan harapan. Harapan
pelanggan dapat dibentuk oleh pengalaman massa lampau (Aditama, 2014). Hasil penelitian
menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kepuasan tinggi. Tingkat kepuasan
merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan (Pohan, 2017).
Pelayanan keperawatan yang diterima keluarga di ruang rawat inap anak RSI Kendal sesuai
dengan keinginan atau harapan keluarga.

SIMPULAN
Penelitian ini berasal dari keluarga pasien anak di ruang rawat inap anak RSI Kendal sebanyak
42 responden. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Ruang abu bakar RSI Kendal dengan 42
responden yang paling banyak responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 29
responden (69.0%). Sebagian besar pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak
13 responden (31.0%). bahwa (100.0%) responden yang menyatakan sangat puas. Dari hasil
identifikasi jawaban responden pada setiap pernyataan dalam kuesioner kepuasan pasien
terhadap kehadiran mahasiswa praktik.
DAFTAR PUSTAKA
Batbaatar, E., Dorjdagva, J., Luvannyam, A., Savino, M.M., & Amenta, P. (2017). Determinants
Of Patient Satisfaction: A Systematic Review. Perpect Public Health, Vol. 2, No. 2, 89-
102. [Link]

Danim, S. (2013). Menjadi Penelitain Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hafid, M. (2014). Hubungan Kinerja Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna
Yakestis Dalam Pelayanan Keperawatan Di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Giwa. Jurnal
Kesehatan , Vol. 7, No. 2, 368-375.

Hidayati, S. S. (2014). Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Pelayanan Rawat Jalan
Semarang Eye Senter Rumahsakit Sultan Agung Semarang. Jurnal Kesehatan
Masyarakat, 9-14.

Jahid, H., Balqis, & Hamzah, A. (2012). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan
Pasien Peserta Jamkesmas Pada Ruang Rawat Inap Di Rumah Sakit Elim Rantepao
Kabupaten Toraja Utara. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Hasanuddin.

Kutri Riski Ayningtiyas, M. T. (2015). Tingkat Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Keperawatan
di Rumah Sakit. Jurnal Pendidikan Kesehatan, volume 4 No.2 hal 83-90.

Lahaji, L. C., Wowor, R. E., & Korompis, G. E. (2020). Hubungan Antara Mutu Jasa Pelayanan
Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Pukesmas. Indonesia Journal Of
Public Health and Community Medicine , Vol. 1, No. 2. DOI:
[Link]

Meleong, L. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Raheem, A., Nawaz, A., Fouzi, N., & Imamuddin, K. (2014). Patients' Satisfaction and Quality
Health Service: An Investigation From Private Hospitals Of Karachi, Pakistan. Research
Journal Of Recent Sciences, Vol. 3, No. 7, 34-38.

Saputro, A. D. (2015). Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat
Jalan Tanggungan BPJS Dirumah Sakit Bathesda Yogyakarta . Skripsi, Univrsitas
Muhammadiah Surakarta.

Siti, Z. I. (2015). Komunikasi Terapeutik Perawat Berhubungan Dengan Kepuasan Pasien.


Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia,
[Link]/[Link]

Sutari, S. E. (2017). Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Di 7
provinsi Di Indonesia . Jurnal Managemen Keperawatan, 239.

Utama.P.Y., Prihatinin, A.E., & Listiorini,S. (2013) Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat
Inap Rumah Sakit Sultan Agung Semarang Dilihat Dari Dimensi Kualitas Pelayanan.
Jurna Ilmu Administrasi Bisnis, Vol. 2, No. 2, 1-9.
Widyasari, H. H. (2019). Kepuasan Pasien Terhadap Penerapan Keselamatan Pasien Di Rumah
Sakit. Jurnal Keperawatan Indonesia, Doi:10.7454/jki.v22il.615.

Yunuarti, S., Parjo, & Irsan, A. (2015). Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Rumah Sakit
Dengan Tingkat Kepuasan Paisen BPJS di Ruang Perawatan RSUD Sultas Syarif
Mohammad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2015. Skipsi, Universitas Tanjungpura
Pontianak.

Anda mungkin juga menyukai