0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
394 tayangan4 halaman

Laporan Pendahuluan Asma pada Anak

Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai dengan mengi, batuk, dan sesak napas berulang terutama pada malam atau pagi akibat penyumbatan saluran pernapasan. Asma disebabkan oleh faktor autonom, imunologis, infeksi, endokrin dan psikologis. Tujuan penatalaksanaan asma adalah mencapai kontrol asma sehingga pasien dapat hidup normal tanpa hambatan aktivitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
394 tayangan4 halaman

Laporan Pendahuluan Asma pada Anak

Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai dengan mengi, batuk, dan sesak napas berulang terutama pada malam atau pagi akibat penyumbatan saluran pernapasan. Asma disebabkan oleh faktor autonom, imunologis, infeksi, endokrin dan psikologis. Tujuan penatalaksanaan asma adalah mencapai kontrol asma sehingga pasien dapat hidup normal tanpa hambatan aktivitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian

Asma adalah penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang


ditandai dengan adanya mengi, batuk, dan rasa sesak di dada yang berulang
dan timbul terutama pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan
saluran pernapasan. (Infodatin, 2017)

Patofisiologi

Penyakit asma dianggap merupakan Etiologi


penyakit yang disebabkan karena
adanya penyempitan bronkus saja, Asma merupakan gangguan kompleks yang melibatkaan
sehingga terapi utama pada saat itu faktor autonom, imunologis, infeksi, endokrin dan
adalah suatu bronkodilator, seperti psikologis dalam berbagai tingkat pada berbagai individu.
betaegonis dan golongan
1) Faktor imunologis
metil ksantin saja. Namun, para ahli
Pada beberapa penderita yang disebut asma ekstrinsik
mengemukakan konsep baru yang
atau alergik, eksaserbasi terjadi setelah pemaparan
kemudian digunakan hingga kini, yaitu
terhadap faktor lingkungan seperti debu rumah,
bahwa asma merupakan penyakit
tepungsari, dan ketombe.
inflamasi pada saluran pernafasan, yang
ditandai dengan bronkokonstriksi, 2)Faktor endokrin
inflamasi, dan respon yang berlebihan
terhadap rangsangan Asma dapat lebih buruk dalam hubungannya dengan
(hyperresponsiveness). (Zullies, 2016). kehamilan dan menstruasi, terutama premenstruasi, atau
dapat timbul pada saat wanita menopause. Asma
membaik pada beberapa anak saat pubertas.

3) Faktor psikologis

Faktor emosi dapat memicu gejala-gejala pada beberapa


anak dan dewasa yang berpenyakit asma, tetapi
“penyimpangan” emosional atau sifat-sifat perilaku yang
Manifestasi Klinik dijumpai pad anak asma tidak lebih sering daripada anak
dengan penyakit cacat kronis yang lain.(Nelson, 2013).
Menurut Zullies (2016), tanda dan gejala pada
penderita asma dibagi menjadi 2, yakni :

1. Stadium dini

Faktor hipersekresi yang lebih menonjol

- Batuk dengan dahak bisa dengan maupun tanpa


pilek

Faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih


dominan :

- Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum

2. Stadium lanjut/kronik

- Batuk, ronchi

- Sesak nafas berat dan dada seolah-olah tertekan


Pengkajian
Komplikasi

Bila serangan asma sering terjadi dan telah berlangsung lama, maka
a) Biodata Pasien
akan terjadi emfisema dan mengakibatkan perubahan bentuk toraks, b) Keluhan Utama
yaitu toraks menbungkuk ke depan dan memanjang. Pada foto rontgen
toraks terlihat diafragma letaknya rendah, gambaran jantung c) Riwayat Penyakit
menyempit, corakan hilus kiri dan kanan bertambah. Pada asma kronik Sekarang
dan berat dapat terjadi bentuk dada burung dara dan tampak sulkus
Harrison. d) Riwayat Penyakit Dahulu

e) Riwayat Penyakit
Keluarga

Penatalaksanaan

Tujuan utama penatalaksanaan Asma adalah mencapai


asma terkontrol sehingga penderita asma dapat hidup
normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas
sehari-hari. Diagnosa Keperawatan

- Bersihan jalan Nafas Tidak


Efektif

- Pola Nafas Tidak Efektif


Pemeriksaan penunjang
- Gangguan Pertukaran Gas
Menurut Ngastiyah (2013), ada beberapa
pemeriksaan diagnostik bagi para penderita asma,
antara lain :

1) Uji faal paru

2) Foto toraks

3) Pemeriksaan darah
Intervensi Keperawatan

- Monitor Pola Nafas

- Monitor Bunyi Nafas


Daftar Pustaka
Tambahan
PPNI. (2016). _Standar Diagnosis Keperawatan
- Monitor Adanya Sumbatan
Indonesia _. Jakarta Dewan Pengurus Pusat
Jalan Nafas
Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Auskultasi Bunyi Nafas
PPNI. (2018). _Standar Intervensi Keperawatan
Indonesia _. Jakarta Dewan Pengurus Pusat - Monitor Saturasi Oksigen
Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Dokumentasikan Hasil
PPNI. (2018). _Standar Luaran Keperawatan Pemantauan
Indonesia _. Jakarta Dewan Pengurus Pusat
Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Paulina Anugraeni Abenita Pery. 2019 "Asuhan


Keperawatan Di Ruangan Kenanga Rsud Prof.
Dr. W. Z Johannes Kupang".
LAPORAN PENDAHULUAN
ASMA

Disusun Oleh :

ALIFIA NOOR AISYAH RANNA

40902000005

PROGRAM D-III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2022
Pathway Asma

Faktor Antigen yang Mengeluarkan Edema


Pencetus mediator Permiabilitas mukosa,sekresi
terikat IGE pada
histamin, kapiler produktif,kontri
(Alergen, permukaan sel
platelet, meningkat ksi otot polos
Stress, Cuaca) mast atau basofi
bradikinin, dll meningkat

Spasme otot polos


Konsentrasi O2 dalam
sekresi kelenjar Hiperkapnea Gelisah darah menurun
bronkus meningkat (ansietas)

Suplai O2 ke
Koma Hipoksemia
Penyempitan/obstruksi otak menurun
proksimal dari bronkus pada
tahap ekspirasi dan inspirasi

Gangguan Asidosis Suplai darah dan


pertukaran gas Metabolik O2 kejantung
Mucus berlebihan, batuk, berkurang
wheezing, dan sesak napas

Suplai O2 kejaringan Perfusi jaringan Penurunan


menurun perifer cardiac output
Tekanan pasrtial oskigen
dialveoli menurun
Penurunan curah Tekanan darah
jantung menurun

Penyempitan jalan
pernapasan
Kelemahan dan
Penurunan nafsu keletihan
Peningkatan makan:
kerja otot Hiperventilasi Kebutuhan O2
Ketidakseimbangan
pernafasan meningkat
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh Intoleransi
Aktivitas

Ketidakefektifan Ketidakefektifan Retensi O2


bersihan jalan Asidosis
pola napas
napas Respiratorik

Anda mungkin juga menyukai