Analisis Topologi Jaringan SMK Muhammadiyah
Analisis Topologi Jaringan SMK Muhammadiyah
MUHAMMADIYAH PALOPO
IHWALDI
1604411217
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada
Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer
Universitas Cokroaminoto Palopo
IHWALDI
1604411217
Menyetujui:
Pembimbing II, Pembimbing I,
Mengesahkan:
Ketua Program Studi Dekan Fakultas
Informatika, Teknik Komputer,
Tanggal: Tanggal:
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU
Jalan Latammacelling No. 19 Kota Palopo 91913 – Sulawesi Selatan
Telepon (0471) 22111, Fax. (0471) 325055. Website http.//[Link]
SURAT PERNYATAAN
KEASLIAN NASKAH SKRIPSI
Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama : Ihwaldi
NIM : 1604411217
Program Studi : Informatika
Fakultas : Teknik Komputer
Menyatakan bahwa naskah Skripsi Saya dengan Judul:
ANALISIS TOPOLOGI JARINGAN PADA SMK MUHAMMADIYAH PALOPO
Adalah benar merupakan karya asli saya yang dibuat berdasarkan serangkaian gagasan, rumusan,
metode, dan penelitian yang telah saya laksanakan sendiri. Sumber informasi dalam karya ini telah
dituliskan sesuai dengan kaidah pengutipan yang berlaku dan telah dicantumkan dalam daftar
pustaka dan belum pernah dipublikasikan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan
apabila dikemudian hari ditemukan keterangan yang tidak benar maka saya bertanggung jawab atas
segala akibat yang ditimbulkan.
Ihwaldi
1604411217
ABSTRAK
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah dapat menganalisis
topologi jaringan pada laboratorium SMK Muhammadiyah Palopo dengan
menganalisis komponen jaringan baik hardware maupun software untuk
mendapatkan hasil kinerja perngkat jaringan yang lebih optimal. Metode
penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penilitian kualitatif, dimana
pengambilan data menggunakan metode observasi, metode wawancara dan
metode studi pustaka ini melakukan pengamatan langsung pada laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo agar mendapatkan data yang terkait
dengan penelitian. Pada penggunaan jaringan LAN di laboratorium komputer
banyak client yang menggunakan jaringan secara bersamaan sehingga koneksi
menjadi lambat. Terdapat client yang tidak mendapat IP, diakibatkan terserang
oleh virus. Untuk itulah penulis melakukan penelitian pada jaringan laboratorium
SMK Muhammadiyah Palopo agar dapat membantu menangani permasalahan
yang terjadi. LAN tergolong jaringan komunikasi kecepatan tinggi dan sifatnya
dipengaruhi oleh media transmisi bersama dengan topologi dan protokol yang
digunakan.
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
judul “Analisis Topologi Jaringan pada SMK Muhammadiyah Palopo”. Adapun
maksud dan tujuan penyusunan skripsi ini adalah untuk melengkapi salah satu
persyaratan akademik bagi setiap mahasiswa Informatika Fakultas Teknik
Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo untuk dapat menyelesaikan
pendidikan strata satu.
Penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan dalam menyajikan sebuah
karya tulis yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Oleh karena itu kritik dan
saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. Ucapan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam proses
penyusunan Skripsi, penulis yakin bantuan dan perhatian yang telah diberikan
tidak dapat dihitung dengan materi. Penulis doakan semoga semua pihak yang
telah memberikan masukan baik tenaga maupun pikiran di dalam penulisan ini
selalu diberikan kemudahan dan kelancaran, pada karya ilmiah ini penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Drs. H. Hanafie Mahtika, M.S., selaku Rektor Universitas
Cokroaminoto Palopo yang selalu menjadi panutan bagi seluruh mahasiswa.
2. Ibu Rusmala, [Link]., [Link]., selaku Dekan Fakultas Teknik Komputer
Universitas Cokroaminoto Palopo yang telah memudahkan segala perizinan
penelitian.
3. Bapak Muhammad Idam Rusdi, S.T., [Link]., selaku Ketua Program Studi
Informatika, Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo.
4. Bapak Aswar Anas, [Link]., [Link]., selaku Pembimbing I dalam penyusunan
skripsi ini, terima kasih atas bimbingan dan kesabarannya serta motivasi yang
selalu diberikan.
5. Bapak Abdullah Syukur, [Link]., [Link]., selaku Pembimbing II terima kasih atas
segala arahan dan bimbingannya.
6. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo khusus Dosen
Program Studi Informatika yang telah memberikan arahan serta ilmu
vi
pengetahuan kepada penulis selama penulis di kampus Universitas
Cokroaminoto Palopo.
7. Kedua orang tua, keluarga dan saudara yang tidak henti-hentinya mendoakan
serta memberikan dorongan materil maupun moril sehingga skripsi ini dapat
terselesaikan tepat waktu.
8. Rekan-rekan Mahasiswa/i, teman-teman dan sahabat yang telah banyak
memberikan masukan dan dorongan hingga selesainya skripsi ini.
9. Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis yang
tidak sempat penulis sebut satu persatu.
Penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-setulusnya atas segala
kebaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas budi baik semuanya. Akhir
kata semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi semua pihak yang membutuhkan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna sehingga
penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan
pendidikan di masa yang akan datang.
Ihwaldi
vii
RIWAYAT HIDUP
viii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... ii
ABSTRAK ............................................................................................................. iii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iv
RIWAYAT HIDUP.......................................................................................... vi
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL............................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... x
DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN ....................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 3
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................... 3
1.4 Manfaat Penelitian................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori............................................................................. 4
2.2 Hasil Penelitian yang Relevan ...................................................... 11
2.3 Kerangka Pikir .............................................................................. 13
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ............................................................................. 22
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................... 22
3.3 Batasan Penelitian ........................................................................ 22
3.4 Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 23
3.5 Tahap Penelitian ........................................................................... 24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ............................................................................ 29
4.2 Pembahasan .................................................................................. 33
ix
Halaman
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan.............................................................................. 39
5.2 Saran........................................................................................ 39
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 41
x
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Deskripsi SMK Muhammadiyah Palopo ......................................................20
2. Waktu Penelitian ...........................................................................................23
3. Spesifikasi komputer server ..........................................................................25
4. Spesifikasi Komputer Client .........................................................................25
5. IP Address Client ..........................................................................................31
xi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Local Area Network ....................................................................................... 6
2. Metropolitan Area Network ........................................................................... 8
3. Wide Area Network ........................................................................................ 9
4. Topologi Bus .................................................................................................. 10
5. Topologi Ring ................................................................................................ 12
6. Topologi Star.................................................................................................. 13
7. Topologi Mesh ............................................................................................... 14
8. Local Area Network ....................................................................................... 15
9. 7 lapisan OSI Layer ........................................................................................ 16
10. Model Application Layer ............................................................................... 17
11. Model Transport Layer .................................................................................. 18
12. Model Network Layer .................................................................................... 18
13. Model Data-link Layer .................................................................................. 19
14. Model Physical Layer .................................................................................... 19
15. SMK Muhammadiyah Palopo ........................................................................ 20
16. Kerangka Pikir ............................................................................................... 22
17. Skema Penelitian ............................................................................................ 26
18. Skema jaringan LAN laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo 34
19. Rekomendasi skema jaringan LAN laboratorium komputer SMK
Muhammadiyah Palopo ................................................................................. 38
xii
DAFTAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Angket Instrumen Penelitian ......................................................... 43
Lampiran 2 Dokumentasi Penelitian ................................................................. 52
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
2. Jaringan Komputer
a. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah himpunan interkoneksi sebuah jaringan komputer
yang dapat menghubungkan anatara 2komputer autonomous ke komputer yang
banyak dengan menggunakan media transmisi sebuah kabel (wireless). Bila
5
MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal hanya lingkup areanya
saja yang berbeda satu diantaranya diantara yang lainnya.
Dari penjelasan di atas maka dapat di simpulkan bahwa jenis jaringan
komputer terbagi atass tiga yaitu LAN (Local Area Network), MAN
(Metropolitan Area Network), WAN (Wide Area Network).
c. Tipe jaringan
Menurut fungsi komputer pada sebuah jaringan,maka tipe jaringan
komputer dapat dibedahkan menjadi dua tipe,yaitu:
1) Jaringan peer to peer atau point to point
Pada jaringan peer to peer setiap komputer yang terhubung pada jaringan
dapat berkomunikasi dengan komputer-komputer lain secara langsung tanpa
melalui komputer perantara. Pada jaringan tipe ini sumber daya komputer terbagi
pada seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut,baik sumber daya
yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak dan datanya.
Mengingat kondisi seperti di atas,maka sebuah komputer yang terhubung
dalam jaringan peer to peer pada prinsipnya mampu untuk bekerja sendiri sebagai
sebuah komputer stand alone. Untuk membangun sebuah jaringan seperti ini anda
bisa menggunakan komputer-komputer yang memiliki kemampuan yang setara
karena keamanan dalam jaringan tersebut diatur dan dikontrol oleh masing-
masing komputer dalam jaringan tersebut.
Tipe jaringan seperti ini sesuai untuk anda pergunakan dalam
membangun sebuah workgroup dimana masing-masing pengguna komputer bisa
saling berbagi pakai penggunaan perangkat keras komputer bisa saling berbagi
pakai penggunaan perangkat keras komputer dan pada umumnya di situ tidak
begitu diperlukan pengaturan keamanan data di antara anggota workgroup
tersebut,dibawah ini menunjukan skema logika sebuah jaringan peer to peer:
8
Dari gambar 1.1 di atas tampak bahwa masing-masing komputer dalam sebuah
jaringan peer to peer terhubung secara langsung keseluruh komputer yang terdapat
dalam jaringan ke seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut.
2) Jaringan Client-Server
Berbeda dengan jaringan peer to peer, pada client-server terdapat sebuah
komputer yang berfungsi sebagai server sedangkan komputer-komputer yang lain
berfungsi sebagai client sesuai namanya maka komputer server berfungsi dan
bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan [Link]
bentuk pelayanan yang di berikan komputer server ini adalah:
a) Disk sharing, yaitu berupa penggunaan kapasitas disk secara bersama-
sama pada komputer client.
b) Print sharing yaitu berupa penggunaan perangkat printer secara bersama-
sama.
c) Penggunaan perangkat-perangkat lain secara bersama, demikian pula
dengan data dan sistem aplikasi yang ada.
d) Mengatur keamanan jaringan dan dalam jaringan.
e) Mengatur dan mengontrol hak dan waktu akses perangkat-perangkat yang
ada dalam jaringan.
Pada sebuah jaringan komputer dimungkinkan untuk digunakannya lebih
dari satu komputer server, bahkan dengan kemampuan dan fasilitas yang berbeda.
9
Dapat di simpulkan bahwa tipe jaringan terbagi atas dua tipe di antaranya
1) Jaringan peer to peer atau point to point merupakan Pada jaringan peer to
peer setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi
dengan komputer-komputer lain secara langsung tanpa melalui komputer
perantara
2) Jaringan Client-Server
bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut
10
sepaksi yang dipergunakan benar-benar matcing atau tidak. Karena kalau tidak
sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang
dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat,tidak mencapai kemampuan
maksimalnya. Topologi ini juga sering dipergunakan pada jaringan dengan
berbasis fiber optik (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk
menghubungkan dengan client atau node).
Gambar.3Topologi Bus
Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat
dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan
membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang
menggunakan lebih banyak kabel dari pada bus dan karena semua komputer dan
perangkat terhubung kecentral point. Jadi bila ada salah satu komputer atau
perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang
lainnya (jaringan)
Kelebihan:
a. Keterandalan terbesar diantara topologi yang lain.
b. Mudah dikembangkan.
c. Keamanan data tinggi.
14
e) Topologi Mesh
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap
perangkat terhubung secara langsung keperangkat lainnya yang ada didalam
jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi
langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). Dengan demikian
maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini
15
dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat
terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap
perangkat harus memiliki sebnyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
Gambar. 8 Hub
b) Repeater
Reapeter merupakan alat yang dapat menerima sinyal digital dan
memperkuat-nya untuk diteruskan kembali. Repeater juga dapat memperjauh
jarak transmisi data. Disamping itu, repeater dapat memperkecil naice pada sinyal
transmisi yang datang.
Repeater juga bekerja pada level physical layer dalm model jaringan OSI.
Tugas utama dari repeater adalah menerima sinyal dari satu kabel LAN dan
memancarkannya kembali ke kabel LAN yang lain
Pada jaringan wireles, repeater diletakan pada gedung-gedung yang tinggi,
menara pemancar, atau dipuncak gunung. Hal ini bertujuan agar sinyal yang
menerima atau dipancarkan dapat diterima dengan baik. Dengan adanya repeater,
jarak gelombang yang dapat ditempu oleh jaringan wireless juga menjadi semakin
jauh.
17
Gambar. 9 Repeater
c) Bridge
Bridge adalah alat yang dapat menghubungkan sebuah LAN dengan LAN
yang lain, apabila keduanya menggunakan teknologi yang sama misalanya
dengan teknologi Ethernet. Bridge bekerja pada level dan link layer pada model
jaringan OSI. Oleh sebab itu, bridge dapat menyambugkan jaringan menggunakan
metode transmisi atau medium access control yang berbeda . bridge juga mampu
mempelajari alamat link pada setiap perangkat yang tersambung dengannya dan
mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.
Fungsi lain dari bridge adalah dapat memisahkan suatu paket data yang
harus dikirimkan pada jaringannya sendiri atau pada jaringan yang lain, apabila
kedua jaringan saling terhubung. Bridge juga dapat men-copy frame data dari
suatu jaringan ke jaringan yang lain, asalkan jaringan konunikasi tersebut masih
terhubung.
Keuntungan menggunakan bridge:
a) Bridge lebih mudah kita pasang dan kita rawat.
b) Bridge cukup sederhana dan harganya lebih murah dari pada router.
c) Bridge cenderung mampu menagani trafik yang lebih tinggi.
Kerugian menggunakan bridge:
a) Alamat fisik pada suatu statiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang
lain.
b) Frame broadcast dilewatkan bridge keseluruh LAN, hal ini dapat
menyebabkan trafik melebih kapasitas medium jaringan.
c) Kesalahan dalam mengkofigurasi bridge menyebabkan bridge memutarkan
tanpa henti
d) Bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume trafik yang relatif rendah.
18
Gambar. 10 Bridge
d) Router
Router merupakan suatu alat atau program aplikasi yang berfungsi
menentukan pada titik mana suatu paket data harus diteruskan ke jaringan yang
lain. Router akan memilih jalan terdekat untuk melewatkan paket aplikasi data.
Aplikasi-aplikasi yang berada pada router, jika telah terinstal pada sebuah
komputer dinamakan PC Router.
Fungsi utama router adalah untuk me-routing-kan paket-paket data dengan
dengan suatu segmen jaringan yang berbeda. Pada hubungan jaringan yang lebih
global seperti internet, diperlukan adanya router.
Keuntunganmenggunakan router:
a) Router dapat kita gunakan pada topologi jaringan apapun.
b) Dalam router terdapat suatu trafikbroadcast yang dapat memperkecil beban
network.
c) Router tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu seperti yang dialami
jika menggunakan bridge.
d) Router umumnya dapat lebih mudah kita konfigurasi dari pada bridge
e) Router dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem dan mengatur
perioritas antar protokol.
f) Router membentuk penghalang antar LAN, sehingga memungkinkan
masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.
Kerugian menggunakan router:
g) Router pada lapisan network OSI hanya meneruskan trafik yang sesuai
dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.
19
Gambar.11 Router
e) Modem
Modem merupakan kependekan dari modulator demodulator. Alat ini
memungkinkan PC, mini computer, atau mainframe untuk menerima dan
mengirim paket data dalam bentuk digital melalui saluran telepon. Modem
digunakan menghubungkan PC dengan internet. Cara menghubungkan PC dengan
internet ada beberapa macam, yaitu dengan menggunakan line telepon, kabel
modem, satelit, ADSL (Asymm etric Digital Subscribe Line), dan lain
sebagainya.
Terdapat dua macam modem yang dapat kita gunakan yaitu modem internal
dan modem eksternal.
Modem internal berupa sebuah kartu yang terdapat kita pasangkan pada
salah satu slot komputer dan menggunakan power supply dari PC. Sementara
modem eksternal biasanya terletak di dalam case tersendiri, menggunakan power
supply terpisah, dan pada umunya memiliki adaptor. Modem eksternal
tersambung pada komputer menggunakan kabel serial yang terkoneksi pada port
serial di bagian belakang PC.
Keuntungan Modem Internal:
a) Memudahkan kita dalam hal pemasangan.
b) Tidak menggunakan banyak kabel.
20
c) Harganya biasanya lebih murah, karena tidak memiliki case dan power
supply terpisah.
d) Menghemat tempat dan biaya untuk membeli kabel serial dan kartu serial
tambahan.
e) Mencegah penggunaan lain untuk bertindak iseng terhadap modem, karena
terletak di dalam komputer.
f) Switch
Swicth hampir sama dengan Hub. Perbedaan antara swicth dengan Hub
adalah:
a) Kecepatan akses swicth lebih besar dibandingkan hub
b) Swicth hanya mentransfer data yang diterimanya,kemudian meneruskan
hanya pada port yang dituju saja. Adapun hub membroadcast data yang
masuk pada semua port yang dimilikinya.
Untuk jaringan yang lebih luas seperti internet,swicth masih tetap
membutuhkan router untuk dapat meneruskan paket-paket data,
sebagaimana hub. Swicth juga mampu melakukan fungsi routing,sehingga
dinamakan dengan IP swicth. Namun demikian, hanya beberapa swicth saja
yang mampu melakukan hal ini
Gambar. 14 Switch
Dari penjelasan di atas mengenai perangkat bantu jaringan komputer dapat
di simpulkan bahwa terdapat 6 perangkat bantu jaringan yaitu:
1) Hub merupakan alat yang mempunyai fungsi sebagai tempat untuk
menerima file-file data dari komputer untuk kemudian meneruskan-nya ke
komputer atau tempat lain pada suatu jaringan
2) Repeater merupakan alat yang dapat menerima sinyal digital dan
memperkuat-nya untuk diteruskan kembali. Repeater juga dapat
memperjauh jarak transmisi data. Disamping itu, repeater dapat
memperkecil naice pada sinyal transmisi yang datang.
3) Bridge adalah alat yang dapat menghubungkan sebuah LAN dengan LAN
yang lain, apabila keduanya menggunakan teknologi yang sama misalanya
dengan teknologi Ethernet.
22
Identifikasi Masalah
Bagaimana mengecek kecepatan pengiriman data nya, ,perangkat-perangkat
yang bisa terhubung
Jenis Penelitian
Kualitatif penelitian ini adalah metode penelitian untuk melihat kondisi objek
yang alamiah, dimana teknik pengumpulan data di lakukan secara gabungan
Jenis Penelitian
Wawancara
Observasi
Wawancara yang akan dilakukan
Mengamati secara langsung tetapi
yaitu wawancara terstruktur yang
tidak ikut secara langsung dalam
dilaksanakan secara terencana
kegiatan atau proses yang sedang
dengan berpedoman pada daftar
diamati
pertanyaan yang telah
Analisis
Berdasarkan hasil pengumpulan data maka dilakukan analisis pada sistem
topologi jaringan yang berjalan,topologi yang digunakan,dan optimal atau
tidak penerapan topologi tersebut pada lokasi penelitian.
Uji Coba
Proses uji coba dilakukan pada topologi jaringan yang digunakan pada lokasi
penelitian dengan metode menggunakan topologi yang ada pada lokasi
penelitian untuk melakukan proses sharing, dan juga ujicoba lain dengan
melihat koneksi antar komputer yang terkoneksi pada topologi yang
adadilokasi penelitian
Hasil Akhir
Hasil akhir yang diharapkan adalah didapatkannya sistem
topologi yang optimal serta bertambahnya pemahaman
dan cara mengelolah topologi ditempat peneliti
atau tenaga pengajar. Oleh karena itu topologi jaringan yang terinstalasi harus
dalam kondisi baik. Untuk dapat mencapai jaringan yang baik tentunya harus
didukung dengan beberapa hardware atau perangkat keras yang baik. Berikut ini
merupakan penjelasan dari perangkat-perangkat yang digunakan pada topologi
jaringan star di Laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo.
a. Komputer
Komputer memiliki poin penting dalam konstruksi topologi jaringan star
yang ada di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo. Client
komputer yang menjadi media untuk menerima dan mengirim data informasi atau
perintah. Dengan memanfaatkan beberapa software pendukung yang berada pada
sistem operasi Windows. Beberapa komputer yang ada di laboratorium komputer
SMK Muhammadiyah Palopo sebagian besar sistem operasinya memakai
Windows 7 (64bit) dan sisanya memakai Windows 10.1 (64bit). Topologi
jaringan star pada laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo
menggunakan metode Client–Server. Berdasarkan wawancara terhadap teksnisi
sekolah, komputer client dan server maintenance secara berkala setiap pergantian
semester.
b. Server
Server pada laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo digunakan
untuk menyimpan file dan juga sebagai tempat instalasi beberapa software yang
nantinya akan digunakan oleh client yang ada pada laboratorim tersebut. Server
yang ada di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo di gunakan oleh
Guru. Pada dasarnya, fungsi dari server untuk menyediakan sumber daya layanan
bagi client. Selain itu server di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah
Palopo digunakan untuk menyimpan data data penting sekolah yang di atur oleh
admian atau teknisi lab dan juga di gunkan sebagai tempat penyimpanan data oleh
siswa. Berdasarkan hasil observasi dan hasil kuesioner yang di dapatkan di tempat
penilitian (lampiran 1) dapat dilihat bahwa keadaan server pada laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo berungsi dengan baik.
c. Komputer Client
Komputer client pada laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo
berfungsi sebagai tempat kerja siswa untuk memproses pembelajaran data dari
34
No Client IP Addres
Client 1 [Link]
Client 2 [Link]
Client 3 [Link]
Client 4 [Link]
Client 5 [Link]
Client 6 [Link]
Client 7 [Link]
Client 8 [Link]
Client 9 [Link]
Client 10 [Link]
Client 11 [Link]
Client 12 [Link]
Client 13 [Link]
Client 14 [Link]
Client 15 [Link]
Client 16 [Link]
Client 17 [Link]
Client 18 [Link]
Client 19 [Link]
Client 20 [Link]
35
d. Media Transmisi
Media transmisi atau penghubung untuk topologi jaringan star yang
digunakan di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo adalah kabel.
Kabel yang digunakan ada 2 jenis. Yaitu kabel Fiber Optik (FO) dan kabel UTP.
Transmisi penghubung antara komputer client siswa dengan computer server
digunakan kabel UTP kategori 5, dengan menggunakan fitting connector RJ45
yang diinstalasi secara straight sistem. Kabel UTP ini disambungkan dari switch
ke komputer client. Begitupun dengan komputer server, penyambungan kabel
UTP pada switch sehingga komputer client siswa dapat berhubungan dengan
komputer server. Analisis yang dilakukan pada laboratorium komputer SMK
Muhammadiyah Palopo menunjukkan bahwa terdapat beberapa kabel media
transmisi yang mengalami gangguan sehingga dapat mempegaruhi kinerja client
e. Switch
Penggunaan switch pada instalasi jaringan topologi star di laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo menggunka Switch D-link Des 1024R.
Switch yang digunakan tersebut memiliki 24 port. Penggunan switch ini memiliki
beberapa keunggulan dibandingkan dengan Hub. Switch dapat langsung mengirim
data tepat pada alamat yang dituju, sedangkan Hub tidak. Penguunaan switch pada
laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo belumlah maksimal.
Penggunaan switch terlalu banyak mengakibatkan banyaknya port-port switch
yang tidak terpakai. Selain itu kecepatan pengiriman data tidak dapat maksimal
karena harus melalui 3 buah switch. Penggunaan switch yang berlebihan dapat
mempengaruhi kinerja konektor sehingga untuk pengaplikasian switch pada
laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo cukup menggunakan 1 buah
swith saja.
f. Modem
Penggunan Modem pada instalasi jaringan topologi star di laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo adalah modem TD-W8961N yang
menggunakan provider Indihome 20 Mbps. Modem pada instalasi topologi
jaringan star di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo adalah
untuk menghubungkan jaringan dengan internet sehingga komputer client siswa
dan computer server yang terhubung dengan jaringan dapat mengakses konseksi
36
internet. Penggunaan modem ini cukup efisien untuk topologi star jika hanya
dipakai untuk jaringan yang menghubunngkan 20 client pada laboratorium.
g. Printer
Penggunaan printer pada instalasi jaringan topologi star di laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo ada yaitu printer EPSON L-360. Terdapat
2 buah printer dalam ruangan, teteapi hanya 1 printer yang terhubung dengan
jaringan Local Area Network pada laboratorium komputer SMK Muhammadiyah
Palopo berfungsi untuk mencetak tugas praktek siswa.
a. Kelebihan
Instalasi topologi jaringan star yang digunakan di suatu tempat pasti
memiliki kelebihan masing-masing karena bentuk jaringan harus memerlukan
penyesuaian dengan kondisi tempat dan keadaan dari jaringan tersebut. Begitupun
dengan topologi jaringan star yang diinstalasikan di laboratorium komputer SMK
Muhammadiyah Palopo. Jaringan Local Area Network (LAN) di laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo memiliki beberapa kelebihan sebagai
berikut :
1. Penggunaan instalasi topologi yang tepat seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, topologi star memiliki beebrapa keunggulan dibandingkan
dengan topologi yang lainnya. Topologi ini sangat cocok di gunakan untuk
diinstalasikan di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo karena
ruangan yang tidak terlalu besar dan mudah untuk diimplementasikan. Jadi
menggunakan topologi star sudah cukup untuk dapat menguhubungkan
komputer dalam jaringan.
2. Penggunaan concentrator atau penghubung yang tepat. Consentrator yang
digunakan adalah switch. Concentrator yang dipilih sudah tepat karena switch
dapat mengirim data langsung menuju alamat yang dituju sedangkan hub
tidak. Hub mengirimkan data ke semua alamat yang terhubung dengan
jaringan. Hal ini menyebabkan kecepatan switch lebih cepat dibanding
dengan hub.
3. Tingkat keamanan terhadap server yang terkondisikan. Keamanan server
dapat terpantau karena penggunaan server hanya terdiri dari satu buah
39
komputer saja, Server hanya bisa di akses oleh Guru yang mengajar pada saat
itu.
b. Kekurangan
Terdapat kelebihan maka ada kekurangan. Berikut merupakan kekurangan
dari topologi jaringan star yang diinstalasikan pada laboratorium komputer SMK
Muhammadiyah Palopo.
1. Penggunaan Switch yang terlalu banyak digunakan dalam topologi jaringan
star. Hal ini dapat menyebabkab kecepatan akses terhadap jaringan menjadi
kurang efisien dan tidak optimal.
2. Pemasangan instalasi kabel yang kurang rapi. Penggunaan kabel pada lab
tidak memiliki ruangan kabel atau cable room sehingga sulit untuk
mendeteksi kerusakan atau troubleshooting pada jaringan
3. Kecepatan akses jaringan yang kurang merata, akses kecepatan jaringan yang
kurang merata disebabkan oleh penggunaan switch yang terhuung dengan
switch lagi dan lalu di hubungan dengan switch lagi yang dapat
mengakibatkan beberapa komputer client yang harus melalui tiga buah switch
untuk bisa mengakses ke komputer server. Hal ini dapat membuat kecepatan
akses tiap komputer client tidak sama.
yang tiba-tiba terputus dari jaringan. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan pada
kabel yang menghubungkan workstation atau komputer client dengan jaringan.
Namun karena instalasi kabel yang buruk, kerusakan kabel tersebut susah untuk
dideteksi. Seharusnya disediakan ruang kabel atau cable room untuk dapat
memudahkan mendeteksi kerusakan terhadap penghubung dalam jaringan. Kabel
yang rusak juga dikarenakan perawatan jaringan yang kurang terhadap jaringan.
Seharusnya perawatan dilakukan setiap seminggu sekali atau bahkan seminggu
dua kali. Jaringan terus dipantau tiap dua kali seminggu dan di perbaiki langsung
jika ada kerusakan. Tentunya harus ada orang yang ahli dalam bidang perawatan
ini. Seperti menyediakan IT Support khusus yang bekerja dan stand by di
laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo. Sehingga jaringan akan
mudah diketahui kerusakannya dan bisa dengan mudah diperbaiki.
4. Pengembangan Topologi Jaringan pada Laboratorium komputer SMK
Muhammadiyah Palopo
Analisis yang telah di lakukan oleh penulis terhadap topologi jaringan Local
Area Network yang ada di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo
menghasilkan beberapa solusi terhadap Troubleshooting yang terjadi. Lebih baik
dilakukan perbaikan terhadap jaringan tersebut agar dapat memaksimalkan kinerja
fungsi perangkat jaringan Local Area Network.
Berdasarkan hasil Instrumen peneletian (Lampiran 4) yang di berikan
kepada dua orang responden yang juga merupakan operator dan tenaga pengajar
pada SMK Muhammadiyah Palopo oleh peneliti dapat dilihat bahwa keadaan
komponen jaringan pada laboratorium komputer cukup memadai dengan keadaan
yang 90% cukup baik, akan tetapi pada bagian client 17, 18, 19 dan 20 yang
berada cukup jauh dari client server mendapatkan beberapa trouble berupa akses
data yang lebih lambat dibandingkan dengan client lainnya, dengan keadaan
konektor dan paket bandwith yang cukup memadai peneliti dapat menyimpulkan
bahwa sumber dari troubleshoting jaringan LAN yang ada pada laboratorium
SMK Muhammadiyah Palopo terdapat pada tidak efisiennya penggunaan switch
hub, yang dimana pada sebuah ruangan yang hanya memiliki 21 client
menggunakan tiga buah switch, dengan melihat keadaan Switch Hub TL-
SF1024M pada Laboratorium SMK Muhammadiyah Palopo yang memiliki
41
kondisi yang baik dengan memiliki 24 port maka peneliti menyimpulkan bahwa
dengan memaksimalkan jumlah port switch hub dengan cukup menggunakan dua
buah switch hub dapat membuat instalasi jaringan pada lab akan lebih efisien,
berikut princiannya.
a. Rekomendasi Topologi yang Digunakan
Setelah melakukan analisis penulis dapat menentukan sudut pandang dari
topologi yang digunakan bahwa sudah efisien dengan menggunakan topologi star.
Topologi star ini sangat cocok untuk digunakan di laboratorium komputer SMK
Muhammadiyah Palopo karena ruangan yang tidak terlalu besar, dapat lebih
mudah untuk mendistribusikan jaringan dan sumber daya lainnya dengan
menggunakan topologi star untuk ruangan yang terdiri dari lebih dari satu lantai.
Komputer server hanya terdiri dari satu buah CPU sehingga tidak memungkinkan
untuk memberikan izin terhadap setiap komputer client siswa yang akan
mengakses komputer lain atau melakukan transfer data dengan computer client
siwa lainnya yang terhubung pada jaringan tersebut. Maka dengan menggunakan
instalasi topologi star komputer client dapat melakukan transfer data langsung
terhadap komputer client lain tanpa harus memiliki izin atau dari server setiap
akan melakukan komunikasi. Cukup hanya dengan meminta izin sekali, maka
komputer client dapat melakukan komunikasi dengan computer lainnya saat itu
dan untuk waktu-waktu berikutnya. Penggunaan jaringan dengan topologi star
dapat mengizinkan tiap komputer client dapat langsung berkomunikasi tanpa
harus melalui server terlebih dahulu, tetapi dengan syarat mendapata izin pada
komunikasi pertama atau dengan kata lain proses pembelajaran antara guru dan
siswa dapat lebih optimal.
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil setelah menganalisa dan mempelajari
sistem instalasi topologi jaringan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa
topologi jaringan komputer yang berada di laboratorium komputer SMK
Muhammadiyah Palopo sebagai berikut:
1. Instalasi topologi jaringan star terdiri dari 1 komputer server dan 20
komputer client siswa yang dihubungkan dengan menggunakan switch.
Laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Palopo menggunakan 2 buah
concentrator switch Switch D-Link des 1204R sebagai penghubungnya
dengan jumlah port sebanyak 24port yang menghubungkan server, client,
modem, dan printer dalam laboratorim komputer SMK Muhammadiyah
Palopo.
2. Kelebihan topologi jaringan pada SMK Muhammadiyah Palopo yaitu,
Keamanan server yang dapat terkondisikan, keamanan server dapat
terpantau karena server hanya hanya menggunakan satu buah komputer dan
pemilihan concentrator yang tepat. Sedankan kekuranganya yaitu,
Kecepatan akses jaringan yang tidak merata, Instalasi kabel yang tidak rapi
Pemasangan kabel tidak rapi serta penggunaan switch yang terlalu banyak.
3. Kendala yang terjadi pada ketidakstabilan jaringan dikarenakan penggunaan
switch yang terlalu banyak yang juga mempengaruhi kecepatan akses
kejaringan menjadi relatif lebih lambat dari yang seharusnya.
4. Pengembangan yang dilakukan pada topologi jaringan di laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo yaitu mengefisienkan penggunaan
hardware berupa pemakaian switch yang terlalu banyak dan merapikan jalur
kabel LAN yang menghubungkan topologi star.
5.2 Saran
Skripsi ini diharapkan dapat memberikan suatu referensi baik dalam
penulisan ataupun teknisi dimasa yang akan datang. Besar harapan penulis
44
kiranya saran dan kritik yang bersifat merancang dan membangun dapat
disimpulkan kepada penulis. Adapun saran yang dapat penulis sarankan yaitu:
1. Untuk penggunaan Topologi Star pada jaringan LAN di laboratorium
komputer SMK Muhammadiyah Palopo dan juga penggunaan switch sebagai
konsentratornya sudah tepat. Namun untuk penggunaan switch belum
maksimal. Penggunaan switch terlalu banyak. Padahal komputer yang
terhubung hanya 20 komputer client atau workstation dan 1 CPU server.
Switch banyak digunakan pada baris tersendiri sehingga mengakibatkan
berkurangnya kecepatan akses ke jaringan. Sebaiknya switch digunakan
secara maksimal, sehingga switch yang digunakan lebih sedikit. Itu akan
membuat kecepatan akses data menjadi lebih cepat.
2. Melakukan maintenance jaringan setidaknya dua kali dalam satu bulan untuk
mengatasi kendala troubleshooting yang terjadi pada instalasi jaringan Local
Area Network untuk meminimalisir kerusakan yang akan lebih parah di
kemudian hari baik pada hardware maupun software komputer
DAFTAR PUSTAKA
Herlambang, Moch Linto, dan Aziz Catur L. 2008. Panduan Lengkap Menguasai
Router Masa Depan Menggunakan Mikrotik OS. Andi Publisher. Jakarta.
MADCOMS. 2010. Panduan Lengkap Microsoft Windows Server 2008. CV. Andi
Office. Yogyakarta
Puspita Sari Rita dan Rahadjeng Riyana Indra. 2018. Analisis Jaringan Local
Area Network (LAN) Pada [Link] Prosisko Vol. 5. Mustika Ratu Tbk
Jakarta Timur.
Nama : Ihwaldi
Judul penelitian : Analisis Topologi Jaringan pada SMK Muhammadiyah
Palopo
Lokasi penelitian : Laboratorium Komputer SMK Muhammadiyah Palopo
Konektor Client 17
Konektor Client 18
Konektor Client 19
Konektor Client 20
Konektor Client 21
3. Client Keadaan Client Server (PC Guru)
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 1
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 2
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 3
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 4
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 5
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 6
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 7
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 8
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 9
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 10
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 11
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 12
IP Addres : [Link]
49
Keadaan PC Client 13
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 14
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 15
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 16
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 17
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 18
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 19
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 20
IP Addres : [Link]
Keadaan PC Client 21
IP Addres : [Link]
Responden,
Topologi star sering digunakan dalam laboratorium komputer karena kemampuannya untuk menghubungkan semua komputer dengan fleksibilitas tinggi. Jika satu komputer mengalami kerusakan, tidak akan mempengaruhi komputer lainnya karena tiap komputer terhubung langsung ke titik pusat (hub atau switch). Hal ini memudahkan deteksi dan isolasi masalah, dan memungkinkan penambahan atau pengurangan perangkat tanpa mengganggu jaringan lainnya .
Pemilihan jenis topologi jaringan harus mempertimbangkan biaya instalasi, kecepatan akses data yang diinginkan, ukuran area, dan tingkat konektivitas yang dibutuhkan . Setiap jenis topologi seperti bus, ring, star, tree, atau mesh memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing yang harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik instansi, seperti efisiensi biaya, stabilitas, kemudahan pengembangan, dan keamanan .
Topologi star di SMK Muhammadiyah Palopo meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran dengan menghubungkan semua komputer di laboratorium memungkinkan akses internet cepat, penggunaan printer bersama, serta akses ke database dan program aplikasi yang relevan untuk pembelajaran . Jaringan ini memudahkan pengawasan tugas siswa dan memfasilitasi pembelajaran praktis, meski menghadapi tantangan kecepatan akses jaringan yang tidak merata akibat konfigurasi switch yang berlebihan .
Switch dalam topologi star berfungsi sebagai pengontrol pusat yang menghubungkan semua komputer dalam jaringan, yang memfasilitasi pengiriman data langsung ke tujuan yang tepat, berbeda dengan hub yang mengirimkan data ke semua perangkat . Dalam lingkungan pendidikan seperti di laboratorium SMK Muhammadiyah Palopo, switch membantu menyederhanakan pengelolaan jaringan dan meningkatkan keamanan data serta kapasitas bandwidth .
Topologi ring menghubungkan beberapa komputer sehingga membentuk jalur melingkar seperti cincin, di mana setiap komputer terhubung ke dua komputer lainnya . Keunggulannya termasuk laju data yang tinggi dan dapat melayani lalu lintas data yang padat. Tidak diperlukan host, dan dapat melayani berbagai media pengirim. Namun, kerusakan pada satu titik dapat menghentikan kerja seluruh jaringan .
Topologi tree memadukan elemen-elemen dari topologi bus dan star dalam struktur hierarkis, di mana perangkat di tingkat lebih rendah terhubung dengan perangkat di tingkat lebih tinggi. Hal ini memungkinkan pengelolaan jaringan yang baik dan deteksi kesalahan yang mudah . Namun, kinerja topologi ini bisa lambat dan bergantung pada hub, di mana gangguan pada perangkat tingkatan tinggi dapat mempengaruhi perangkat tingkat rendah .
Topologi mesh menawarkan keamanan yang baik karena setiap perangkat terhubung secara langsung dengan perangkat lainnya, memastikan tidak ada titik lemah sentral yang dapat menimbulkan masalah keamanan . Selain itu, besar bandwidth dan komunikasi data secara cepat juga menjadi keunggulannya karena data bisa langsung dikirimkan melalui jalur yang paling efisien tanpa harus lewat perangkat pusat tertentu .
Kelemahan topologi bus termasuk potensi kegagalan komunikasi jika kabel utama putus dan kesulitan mendeteksi gangguan pada kabel yang sangat panjang . Selain itu, tabrakan data dapat terjadi jika banyak klien mengirimkan pesan secara bersamaan, yang dapat menurunkan kecepatan komunikasi .
Topologi peer-to-peer memungkinkan setiap komputer untuk berkomunikasi langsung dengan lainnya tanpa melalui perangkat perantara, sehingga setiap komputer memiliki peran yang setara dalam jaringan . Sedangkan pada topologi client-server, terdapat komputer server yang bertugas melayani dan mengontrol semua komputer dalam jaringan tersebut. Komunikasi antar perangkat dalam jaringan ini bergantung pada server .
Repeater memperkuat sinyal digital yang diterima dan memperpanjang jarak transmisi data, sehingga memperluas jangkauan sinyal dalam jaringan wireless . Dengan penempatan yang strategis seperti di gedung-gedung tinggi atau menara pemancar, repeater dapat memperkecil noise dan memastikan bahwa sinyal dapat diterima dengan baik di area yang lebih luas .