RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 2 KOTA SUNGAI
PENUH
Mata Pelajaran : INSTALASI PENERANGAN LISTRIK
Komp. Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Alokasi Waktu : 1 pertemuan x 10 JP (1 JP = 45 menit )
Pertemuan Ke : 7
A. Kompetensi Inti (KI)
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar. Dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Dasar – dasar Teknik Ketenagalistrikan pada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masayarakat nasional, regional, dan internasional.
KI 4: Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Dasar –
dasar Teknik Ketenagalistrikan. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan
mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
poduktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komuniatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar (KD)
3.7 Menerapkan prosedur pemasangan komponen Instalasi Listrik Bangunan Industri
Kecil.
4.7 Memasangan Instalasi Listrik Bangunan Industri Kecil.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator KD pada KI Pengetahuan
3.7.1. Mengimplementasikan prosedur pemasangan instalasi penerangan listrik pada
bangunan industry kecil.
3.7.2. Mengimplementasikan prosedur pemasangan instalasi motor listrik pada bangunan
industry kecil.
Indikator KD pada KI Keterampilan
4.7.1. Memasang instalasi penerangan listrik pada bangunan industri kecil.
4.7.2. Memasang instalasi motor listrik pada bangunan industri kecil.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok, peserta didik dapat memahami
gambar instalasi listrik bangunan industry kecil sesuai dengan jujur.
2. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menganalisis komponen
peralatan listrik yang dipergunakan pada instalasi penerangan pada bangunan industry
kecil sesuai dengan PUIL dengan jujur.
3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan prosedur
pemasangan komponen peralatan listrik yang dipergunakan pada instalasi penerangan
pada bangunan industry kecil sesuai dengan jujur.
4. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menganalisis komponen
peralatan listrik yang dipergunakan pada instalasi motor listrik pada bangunan industry
kecil sesuai dengan PUIL dengan jujur.
5. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan prosedur
pemasangan komponen peralatan listrik yang dipergunakan pada instalasi motor listrik
pada bangunan industry kecil sesuai dengan PUIL dengan jujur.
6. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat melaksanakan prosedur
pemasangan komponen Instalasi Bangunan Industri Kecil secara berkelompok dengan
teliti serta memperhatikan aspek K3 dan sesuai dengan PUIL dengan jujur.
E. Materi Pembelajaran
1. Macam-macam industry kecil.
2. Contoh layout instalasi listrik bangunan industry kecil.
3. Komponen instalasi penerangan listrik yang dipergunakan.
4. Komponen instalasi motor listrik yang dipergunakan.
5. Prosedur pemasangan instalasi penerangan listrik sesuai dengan PUIL.
6. Prosedur pemasangan instalasi motor listrik sesuai dengan PUIL.
F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran
a. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
b. Model Pembelajaran :- Discovery Learning
- Project Based Learning
c. Metode Pembelajaran : Ceramah, kerja kelompok, presentasi, praktik.
G. Langkah–langkah Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN 7
Alokasi
Kegiatan Sintak Pembelajaran Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Membuka pelajaran dengan salam
pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran.
2. memeriksa kehadiran peserta
didik,
3. Mengkondisikan kesiapan peserta
didik untuk mengikuti proses
pembelajaran.
4. Mengkaitkan materi yang akan
dipelajari dengan materi yang
sudah dipelajari sebelumnya.
5. Mengajukan pertanyaan materi
yang sudah dipelajari terkait
dengan macam-macam industry
45 menit
kecil
6. Memberikan gambaran manfaat
mempelajari materi yang akan
dipelajari.
7. Memberikan motivasi peserta
didik dengan menampilkan
macam-macam gambar /video
industry kecil
8. Menyampaikan ruang lingkup
materi pokok dan tujuan
pembelajaran
9. Menyampaikan strategi
pelaksanaan pembelajaran
10. Menyampaikan teknik penilaian
Kegiatan Inti 1. Pemberian stimulus 1. Mengamati
Mengamati gambar tentang
peralatan/komponen instalasi
listrik pada bangunan
360
industry kecil
menit
Membaca buku atau modul
tentang instalasi bangunan
komersial
Menggali informasi tentang
instalasi bangunan industry
kecil
2. Menanya
Peserta didik diminta untuk
membentuk kelompok, setiap
kelompok beranggotakan 4-5
orang dan memberi nama
kelompok dengan nama
bilangan.
Menugaskan setiap kelompok
untuk menjawab pertanyaan
terkait dengan hasil
pengamatan yang sudah
diketahui dan yang belum
2. Identifikasi diketahui tentang pengertian
permasalahan industry kecil, bangunan
industry kecil dan
pemasangan instalasinya
contoh industry kecil adalah
industry yang hanya berisi
beberapa pekerja saja dan
macam-macam contoh
3. Mengumpulkan data industry kecil yang
berkembang di Indonesia
3. Mengumpulkan informasi
Guru memberikan informasi
tentang salah satu jenis
industry kecil, contoh
industry/ toko roti dan system
instalasi listrik yang
dirangkai/ dirangcang pada
toko tersebut.
Peserta didik diminta
melakukan diskusi dan tanya
jawab serta mencari contoh
bangunan industry kecil yang
lain. Masing-masing
4. Mengolah data kelompok mencari dan
5. Verifikasi/Pembuktian memilih industry bangunan
kecil untuk dibuat rangkaian
instalasi listrik pada
bangunan tesebut dari
berbagai sumber.
Menugaskan peserta didik
secara kelompok untuk
menggambar layout banguan
industry kecil yang dipilih,
menentukan komponen
instalasi listrik pada
bangunan tersebut
6. Generalisasi/Menarik berdasarkan kemampuan
kesimpulan mereka
4. Mengasosiasi
Sesuai dengan kelompok
pada pertemuan sebelumnya,
guru meminta peserta didik
untuk berdiskusi tentang
prosedur pemasangan instasi
penerangan listrik dan
instalasi motor listrik.
Peserta didik secara
kelompok diminta untuk
membandingkan prosedur
pemasangan instalasi
bangunan listrik kecil dengan
contoh yang sudah diberikan
di awal.
5. Mengkomunikasikan
Setiap kelompok membuat
laporan hasil diskusi tentang
industry bangunan kecil yang
mereka pilih, menentukan
komponen yang diperlukan
dalam instalasi tersebut,
memjelaskan prosedur
pemasangan komponen
tersebut sesuai dengan PUIL
dengan menyajikan hasilnya
dalam bentuk presentasi.
Guru memberi umpan balik
dan penguatan materi.
Penutup 1. Membuat rangkuman/simpulan
pelajaran
2. Melakukan evaluasi dan/atau
refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan
3. Memberikan umpan balik 45 menit
terhadap proses dan hasil
pembelajaran
4. Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
H. MATERI
Menentukan sistem pemasangan instalasi lampu penerangan pada bangunan gedung
a. Persyaratan Instalasi Listrik
Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini adalah untuk terselenggaranya
dengan baik instalasi listrik. Peraturan ini lebih diutamakan pada keselamatan manusia terhadap
bahaya sentuhan serta kejutan arus, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya dan
keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik.
Persyaratan ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan, pemasangan,
pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya. Persyaratan umum
instalasi listrik ini tidak berlaku untuk :
Bagian dari instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan
berita dan isyarat.
Bagian dari instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan
kereta rel listrik.
Instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang
digerakkan secara mekanik.
b. Ketentuan Yang Terkait :
Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini, harus pula diperhatikan ketentuan yang
terkait dengan dokumen berikut :
Undang undang no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Undang-undang No. 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan.
Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah RI No. 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga
Listrik.
Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik.
c. Syarat-syarat Instalasi Listrik
Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik dan peraturan mengenai kelistrikan yang
berlaku, harus diperhatikan pula syarat-syarat dalam pemasangan instalasi listrik, antara lain :
Syarat ekonomi
Instalasi listik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga keseluruhan dari instalasi itu mulai
dari perencanaan, pemasangan dan pemeliharaannya semurah mungkin, kerugian daya listrik harus
sekecil mungkin.
Syarat keamanan
Instalasi listrik harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat
kecil. Aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan terjaminnya peralatan
dan benda-benda disekitarnya dari kerusakan akibat dari adanya gangguan seperti: gangguan
hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih dan sebagainya.
Syarat keandalan (kelangsungan kerja)
Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik. Jadi instalasi
listrik harus direncana sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya atau terhentinya aliran
listrik adalah sangat kecil.
d. Komponen Pokok Instalasi Listrik
Komponen pokok instalasi listrik adalah perlengkapan yang paling pokok dalam suatu
rangkaian listrik. Komponen yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik banyak macam
dan ragamnya. Namun, pada dasarnya komponen instalasi listrik dapat dikelompokan sebagai
berikut:
Bahan penghantar listrik;
Bahan Isolasi (Isolator Rol);
Pipa Instalasi;
Kotak Sambung;
Sakelar;
Fitting;
Perlengkapan Bantu.
A. Penghantar Listrik
Konduktor berinsulasi adalah konduktor yang mempunyai insulasi tapi tanpa selubung (biasa
dikenal sebagai kabel NYA), hanya diizinkan dipasang dalam konduit, berumbung atau talang
kabel. Kabel berselubung (biasa dikenal sebagai kabel NYM dan NYY), dapat dipasang pada
hampir semua metode pemasangan.
1. Bahan Isolasi
Bahan isolasi atau isolator dibuat dari porselen atau bahan lain yang sedrajat. Misalnya PVC,
dengan diameter yang besar ¾”. Pemasangan isolator ini harus kuat sehingga tidak ada gaya
mekanis lebih pada hantaran yang ditunjang. Untuk instalasi dalam gedung, bahan ini sering
disebut dengan rol isolator yang dipasang pada langit-langit bagian atas. Pemasangan rol isolator
ini harus diatur sehingga jarak bebas antara hantaran-hantaran yang berlainan fasa tidak kurang
dari tiga sentimeter, dan jarak antara titik-titik tumpunya tidak lebih dari 1 meter.
2. Pipa Instalasi
Pipa instalasi berfungsi sebagai pelindung hantaran dan sekaligus perapi instalasi. Pipa
instalasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pipa baja yang dicat meni (sering disebut pipa union);
pipa PVC; pipa fleksibel. Di pasaran, pipa-pipa instalasi terdapat dalam potongan empat meter
dengan diameter yang bervariasi. Syarat umum pipa instalasi ialah harus cukup tahan terhadap
tekanan mekanis, tahan panas, dan lembab serta tidak menjalarkan api. Selain itu, permukaan luar
maupun dalam pipa harus licin dan rata.
3. Kotak Sambung
Penyambungan atau pencabangan hantaran listrik pada instalasi dengan pipa harus dilakukan
dalam kotak sambung. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sambungan atau percabangan
hantaran dari gangguan yang membahayakan. Pada umumnya bentuk sambungan yang digunakan
pada kotak sambung ialah sambungan ekor babi (pig tail), kemudian setiap sambungan ditutup
dengan las dop setelah diisolasi.
4. Sakelar
Fungsi sakelar adalah untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik dari sumber ke
pemakai/beban. Sakelar terdiri dari banyak jenis tergantung dari cara pemasangan, sistem kerja,
dan bentuknya. Berdasarkan sisten kerjanya, sakelar dibagi menjadi tujuh.
5. Fitting
Fitting adalah suatu komponen listrik tempat menghubungkan lampu dengan kawat-kawat
hantaran. Ada bermacam-meacam fitting, di antaranya fitting duduk, fitting gantung, fitting
bayonet, dan fitting kombinasi stop kontak seperti tampak gambar dibawah. Fitting terbuat dari
bahan isolasi, yaitu bakelit atau porselen.
6. Papan Hubung Bagi
Panel bagi di dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi
sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar merata
dan seimbang. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara lain rel (busbar), sakelar utama,
pengaman, pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator.
7. Rating Pengaman
Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL harus sama dengan atau lebih besar dari arus
nominal beban (I pengaman > I nominal). Pengaman yang digunakan dalam instalasi listrik adalah
pemutus rangkaian (MCB) untuk pengaman tiap kelompok beban dan pemutus rangkaian pusat
(MCCB) untuk pengaman seluruh kelompok beban. Besarnya rating arus MCB maupun MCB
diperhitungkan arus beban yang dipikul atau dipasang di dalam instalasi agar memenuhi syarat
keamanan.
8. Perlengkapan Bantu
a. Klem (sengkang)
Klem digunakan untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-
langit. Klem dapat terbuat dari besi maupun bahan PVC. Ukurannya disesuaikan dengan
ukuran pipa. Klem dipasang menggunakan sekrup atau paku dengan jarak antara satu dengan
lainnya tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan pipa lurus memanjang. Adapun jarak
klem dengan kotak sambung, sakelar, stop kontak atau komponen lainnya maksimum 10 cm.
Untuk meninggikan pemasangan pipa dipakai klem dengan pelana.
b. Lengungan siku (elbow)
Untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan pemasangan instalasi, pabrik pipa juga
menyediakan penyambung siku untuk jalan pipa yang berbelok siku-siku. Penggunaan
lengkungan siku lebih mudah daripada harus membengkokkan pipannya.
c. Sambungan pipa (sock)
Pemasangan pipa instalasi tidak selamannya menggunakan pipa utuh. Untuk menghemat
bahan, seringkali diperlukan penyambungan pipa. Penyambungan pipa ini dapat dilakukan
dengan memasang penyambung pipa (sock) yang pengerjaannya sangat praktis.
d. Las dop
Setelah sambungan-sambungan yang terdapat pada kotak sambung dipilin dengan baik
dan kuat dengan benang kasur. Sebaiknya sambungan itu ditutup dengan las dop. Ini
dimaksudkan agar antara masing-masing sambungan tidak bersinggungan sehingga tidak
membahayakan kita. Las dop dibuat dari bahan isolasi porselen atau plastik.
9. Perkabelan Instalasi di Dalam Tembok (Inbow)
Dalam pelaksanaan pemasangan instalasi listrik mengacu pada ketentuan-ketentuan yang
berlaku seperti :
1) Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000).
2) Peraturan/persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja setempat.
3) Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik yang membuat peralatan, mesin dan material
yang dipakai.
4) Peraturan PLN setempat.
Dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan di atas, pekerjaan listrik yang meliputi pengadaan,
pemasangan instalasi listrik penerangan satu fasa satu group untuk bangunan, pemeriksaan dan
pengujian serta pengesahan dari semua peralatan/material akan bekerja dengan baik. Berbeda
dengan instalasi di luar tembok (outbow), pemasangan instalasi dalam tembok ini (inbow) harus
membuat ruangan dalam tembok. Tujuan pembuatan ini adalah untuk memberikan tempat bagi
bahan-bahan listrik yang akan dipasang. Selain itu untuk menempatkan komponen-komponen
instalasi dibutuhkan sebuah dos. Jika pemasangan instalasi di luar tembok menggunakan klem
maka untuk pemasangan instalasi dalam tembok menggunakan paku. Fungsi paku adalah untuk
menahan agar pipa dan dos yang terpasang tidak goyah sebelum dilapisi semen. Gambar di bawah
memperlihatkan pemasangan pipa dan dos dalam instalasi dalam tembok.
I. Media, Alat dan Sumber
1. Media : Power Point.
2. Alat : LCD, laptop, proyektor, spidol, dan papan tulis.
3. Sumber Belajar
a) Prih Sumarjati. Teknik Pemanfaatan Tenaga listrik : Jilid I. Jakarta : Direktur
Pembinaan SMK.
b) Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). Jakarta: Badan
Standarisasi Nasional
c) Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011). Jakarta : Kementrian
Energi dan Sumber Daya Mineral
J. Penilaian Hasil Belajar
1. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi dan soal
Kompetensi Indikator Indikator Soal Jenis soal
Dasar Soal
3.7. 3.1.1 Menjelaskan 1. Siswa dapat Tes 1. Sebutkan persyaratan
Menerapkan cara menjelaskan tertuli yang harus dipenuhi oleh
prosedur pemasangan instalasi lampu s komponen
penerangan pada instalasi listrik yang akan
pemasangan pipa
bangunan gedung dipasang ?
komponen instalasilistrik
2. Jenis pengaman otomat
instalasi bangunan 2. Siswa dapat apakah yang sering
listrik industri kecil menyebutkan digunakan untuk instalasi
bangunan jenis-jenis lampu rumah
industri 3.1.2 Menjelaskan dan sumber
kecil cara pengisian cahaya
kabel pada penerangan pada 3. Syarat-syarat yang harus
pipa instalsi bangunan gedung diketahui oleh dalam
pemasangan instalasi
3.1.3 Menjelaskan 3. Siswa dapat listrik adalah syarat
cara menjelaskan ekonomis, syarat
pemasangan syarat-syarat keandalan, dan syarat
komponen yang harus keamanan. Yang
diketahui dalam dimaksud dengan syarat
instalasi listrik
pemasangan Keandalan
3.1.4 Memilih instalasi listrik (kelangsungan kerja)
adalah
komponen-
4. Siswa dapat …………………………
komponen …………
memilih
yang komponen- 4. Nama komponen
digunakan komponen yang instalasi penerangan
pada sistim digunakan pada lampu dari gambar di
pemasangan sistim bawah ini adalah
instalasi lampu pemasangan
instalasi lampu a………….
penerangan
penerangan pada
pada bangunan
bangunan gedung
gedung.
3.1.5Mengelompokk 5. Siswa dapat b…………….
mengelompokkan
an sistim
sistim
pemasangan pemasangan
instalasi lampu instalasi lampu
c………
penerangan penerangan pada
pada bangunan bangunan
gedung gedung.
d…………...
e……………
f………..
5. Pemasangan sakelar di
luar tembok (out bow)
dilengkapi
dengan…………
sebagai tempat dudukan.
Kunci Jawaban :
1. suatu rangkaian beberapa komponen listrik dari sumber ke beban yang saling berhubungan
satu sama lainnya secara listrik, yang terletak pada suatu tempat atau ruangan tertentu.
Instalasi ini berupa titik cahaya sehingga terbentuklah suatu sistem yang mempunyai fungsi
untuk penerangan.
2. Otomat H
3. Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjaminsecara baik. Jadi
instalasi listrik harus direncana sedemikian rupasehingga kemungkinan terputusnya atau
terhentinya aliran listrik adalahsangat kecil.
4. a. saklar
b. Fitting
c. MCB
d. Kabel NYA
e. Stop kontak
f. kotak sekering
5. Roset
Kriteria penilaian :
1. Soal no. 1. Skor 0,4
2. Soal no. 2. Skor 0,8
3. Soal no. 1. Skor 2,0
4. Soal no. 1. Skor 0,4
5. Soal no. 1. Skor 0,4
6. Skor maksimal adalah 4
Pengolahan Nilai
Jumlah skor yang diperoleh
Rumus pengolahan Nilai adalah Nilai = x 4 = ……
Jumlah skor maksimal
1. Tugas untuk dikerjakan di rumah :
2. Tes tertulis
Lembar Penilaian Pengetahuan
Skor per butir soal
Total
NO NAMA SISWA 1 2
0,80 0,80 4,00
3
4
Sungai Penuh, Juli 2020
Mengetahui :
Wakabid. Kurikulum, Guru Mata Pelajaran,
ARIF HARIANTO, [Link] RAMLI SIMANJUNTAK, [Link]
NIP. 19700623 199703 1 004 NIP. 19640228 199203 1 008