0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan13 halaman

RPP Instalasi Penerangan Listrik SMK

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini membahas pembelajaran mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik untuk siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Kota Sungai Penuh. Materi pembelajaran terkait prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan tiga fasa pada gedung bangunan. Tujuan pembelajaran antara lain agar siswa dapat memahami dan menerapkan prosedur pemasangan instalasi penerangan secara benar. Metode

Diunggah oleh

Sukma Angraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan13 halaman

RPP Instalasi Penerangan Listrik SMK

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini membahas pembelajaran mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik untuk siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Kota Sungai Penuh. Materi pembelajaran terkait prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan tiga fasa pada gedung bangunan. Tujuan pembelajaran antara lain agar siswa dapat memahami dan menerapkan prosedur pemasangan instalasi penerangan secara benar. Metode

Diunggah oleh

Sukma Angraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 2 KOTA SUNGAI


PENUH
Mata Pelajaran : INSTALASI PENERANGAN LISTRIK
Komp. Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Kelas/Semester : XI/1
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Alokasi Waktu : 1 pertemuan x 10 JP (1 JP = 45 menit )
Pertemuan Ke : 9

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Teknik Instalasi Tenaga Listrik pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI 4: Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja
Teknik Instalasi Tenaga Listrik Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan
mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan [Link] keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar (KD)


3.9 Menerapkan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung
4.9 Memasang komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator KD pada KI Pengetahuan
3.9.1 Memahami peraturan pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung
3.9.2 Mengidentifikasi komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung
3.9.2 Menjelaskan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung
3.9.3 Menginterpretasikan gambar kerja instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung
3.9.4 Menjelaskan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung
3.9.5 Menerapkan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung
3.9.6 Menerapkan prosedur pengujian hasil instalasi penerangan 3 fasa bangunan
gedung

Indikator KD pada KI Keterampilan


4.9.1 Menerapkan komponen pada instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung
4.9.2 Mempersiapkan Alat dan bahan yang dipergunakan untuk memasang komponen
instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung
4.9.3 Melaksanakan pemasangan instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung
4.9.4 Melaksanakan pengujian hasil pemasangan instalasi penerangan 3 fasa bengunan
gedung

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi, peserta didik dapat :
1. Memahami peraturan pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan
gedung dengan benar dan percaya diri
2. Mengidentifikasi komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung dengan
benar dan percaya diri
3. Menjelaskan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan
gedung dengan benar dan percaya diri
4. Menginterpretasikan gambar kerja instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung
dengan benar dan percaya diri
5. Menjelaskan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan
gedung dengan benar dan percaya diri
6. Menerapkan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan
gedung dengan benar dan percaya diri
7. Menerapkan prosedur pengujian hasil instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung
dengan benar dan percaya diri

Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan praktikum, peserta didik dapat :


8. Menggunakan komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung secara benar
dengan penuh percaya diri.
9. Menerapkan komponen pada instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung secara
benar dengan penuh percaya diri.
10. Mempersiapkan Alat dan bahan yang dipergunakan untuk memasang komponen
instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung secara benar dengan penuh
tanggungjawab.
11. Melaksanakan pemasangan instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung secara benar
dengan kuat dan rapi.
12. Melaksanakan pengujian hasil pemasangan instalasi penerangan 3 fasa bengunan
gedung secara benar dengan penuh percaya diri.

E. Materi Pembelajaran
1. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011.
2. Prosedur pemasangan instalasi penerangan 3 fasa sesuai PUIL 2011.
3. Gambar Kerja Instalasi Penerangan
Materi selengkapnya ada pada Lampiran 1

F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


a. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
b. Model Pembelajaran : Discovery Learning, Project Based Learning
c. Metode Pembelajaran : Ceramah, curah pendapat, kerja kelompok, presentasi,
Gamification
G. Langkah–langkah Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN 9
Sintak Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Membuka pelajaran dengan salam
pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran.
2. memeriksa kehadiran peserta didik,
3. Mengkondisikan kesiapan peserta didik
untuk mengikuti proses pembelajaran.
4. Mengkaitkan materi yang akan
dipelajari dengan materi yang sudah
dipelajari sebelumnya.
5. Mengajukan pertanyaan materi yang
45 menit
sudah dipelajari terkait dengan instalasi
penerangan 3 fasa bangunan gedung
6. Memberikan gambaran manfaat
mempelajari materi yang akan
dipelajari.
7. Memberikan motivasi peserta didik
dengan menampilkan daftar harga jasa
pemasangan instalasi listrik.
8. Menyampaikan ruang lingkup materi
pokok dan tujuan pembelajaran
9. Menyampaikan strategi pelaksanaan
pembelajaran
10. Menyampaikan teknik penilaian
Kegiatan Inti 1. Pemberian 1. Mengamati
stimulus  Mengamati video/gambar tentang
instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung
 Menggali informasi tentang
instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung
 Mengajak siswa untuk observasi
gedung bangunan 3 fasa di sekolah:
 Gedung bengkel Teknik
Otomasi Industri - perwakilan
gedung old
 Gedung Perpustakaan -
perwakilan gedung terbaru
2. Identifikasi  Gedung Ruang Bima/Aula –
permasalahan perwakilan gedung dengan
fungsi utama penerangan
 Gedung Teori – perwakilan
gedung dengan fungsi utama
penerangan dengan banyak
saklar (26 ruang) 360
menit
2. Menanya
 Peserta didik diminta untuk
membentuk kelompok, setiap
kelompok beranggotakan 4-5 orang
dan memberi nama kelompok
dengan nama komponen
 Menugaskan setiap kelompok
untuk membuat pertanyaan terkait
dengan hasil pengamatan yang
sudah diketahui dan yang belum
diketahui tentang komponen
instalasi penerangan 3 fasa
bangunan gedung

3. Mengumpulkan informasi
 Guru memberikan informasi
3. Mengumpulk tentang instalasi penerangan 3 faa
an data bangunan gedung
 Peserta didik diminta melakukan
diskusi dan tanya jawab tentang
instalasi penerangan 3 faa
bangunan gedung
 Menugaskan peserta didik secara
individu atau kelompok untuk
meng-uraikan tentang instalasi
penerangan 3 fasa bangunan
gedung

4. Mengasosiasi
 Sesuai dengan kelompok pada
pertemuan sebelumnya, guru
meminta peserta didik untuk
berdiskusi tentang ciri-ciri
4. Mengolah penerangan 3 fasa bangunan
data gedung.
5. Verifikasi/Pe  Peserta didik secara kelompok
mbuktian diminta untuk membandingkan
penerangan 3 fasa bangunan
gedung dan 1 fasa.
5. Mengkomunikasikan
 Setiap kelompok membuat laporan
hasil diskusi tentang ciri-ciri,
penerangan 3 fasa bangunan gedung
dan karakteristik nya kemudian
dilanjutkan dengan menyajikan
hasilnya dalam bentuk presentasi.
 Guru memberi umpan balik dan
penguatan materi.
6. Generalisasi/
Menarik
kesimpulan

Penutup 1. Membuat rangkuman/simpulan


pelajaran
2. Melakukan evaluasi dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan 45 menit
3. Memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran
4. Menyampaikan rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya
H. MATERI

Menerapkan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 pasa


bangunan gedung

1) Panel Distribusi Listrik


Untuk mengalirkan energi listrik dari pusat atau gardu I nduk stepdown ke beban listik
(konsumen) harus melewati pane daya dan panel distribusi listrik. Panel daya adalah tempat
untuk menyalurkan dan mendstribusika energi listrik dari gardu listrik step down ke panel-
panel distribusinya. Sedangkan pael distribusi daya adalah tempat menyalurkan dan
mendistribusikan energi listrik dari panel daya ke beban (konsumen) baik untuk instalasi
tenaga meupun untuk instalasi penerangan.

Perhatikan gambar diagram satu garis pael daya dan panel distribusi listrik di bawah ini.

Gambar 1. Diagram satu garis panel daya

Panel daya maupun panel distribusi daya merupakan keharusan, hal tersebut akan
memudahkan :

a. Pembagian energi listrik secara merata dan tepat


b. Pengamanan instalasi dan pemakaian listrik
c. Pemeriksaan, perbaikan atau pemeliharaan
Untuk itu di dalam pembuatan panel harus diperhatikan hal-hal yang penting agar:

a. Mudah dilayani dan aman


b. Dipasang pada tempat yang mudah dicapai
c. Di depan panel ruangannya harus bebas
d. Panel tidak boleh ditempatkan di posisi yang lembab
Perlu diketahui juga dalam pemasangan instalasi panel distribusi listrik harus memperhatikan
sesuai dengan puil

a. Semua penghantar/kabel harus disusun rapi


b. Semua komponen harus dipasang rapi
c. Semua bagian yang bertegangan harus dilindungi
d. Semua komponen terpasang dengan kuat
e. Jika terjadi gangguan tidak akan meluas
f. Mudah diperluas/dikembangkan jika diperlukan
g. Mempunyai keandalaan yang tinggi.

2) Bahan Kerja
1. Fitting Lampu E27
Fiting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai
pemegang atau tempat bola lampu. Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan
dalam pemasangan / menempatkan fitting lampu, antara lain:
Fitting lampu sejenis Edison dan jenis bayonet harus dipasang dengan bagian
tengah hantaran fasa, sedangkan kontak luar (ulir) dari fitting dihubungkan pada
hantaran netral.
Fiting lampu jenis Edison harus dipasang dengan cara menghubungkan kontak
dasarnya pada penghantar fase, dan kontak luarnya pada penghantar netral.
Lampu pijar untuk penggunaan umum pada rangkaian penerangan cabang tidak
boleh dilengkapi dengan kaki Edison (E 27), bila dayanya lebih dari 300 watt, juga
tidak boleh dengan kaki Goliath (E 40). Bilamana daya lebih dari 1500 watt hanya
kaki atau alat lain tertentu yang dapat digunakan. Dalam ruang lembab, tidak boleh
mempergunakan fitting lampu pijar yang bersaklar Seluruh bagian luar fiting lampu
yang dipasang dalam ruang berdebu, lembab, sangat panas,berisi bahan mudah
terbakar, atau mengandung bahan korosi, harus terbuat dari bahan porselin atau bahan
isolasi lain yang sederajat. Terlepas dari keadaan ruang seperti disebutkan di atas,
bagian luar fiting lampu yang bertegangan lebih dari 300 V ke bumi, harus selalu
terbuat dari bahan porselin atau bahan isolasi lain yang sederajat. Bagian luar dari
fitting lampu harus dibuat dari bahan porselin, atau bahan isolasi lain yang sederajat.

2. Sakelar
Sakelar ialah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan
listrik, atau untuk menghubungkannya. Ada beberapa persyaratan yang perlu
diperhatikan dalam pemasangan / menempatkan sakelar, antara lain: Jika dikehendaki,
penerangan darurat atau bagian-bagiannya, dapat dinyalakan dari sumber utama untuk
suatu bagian, asalkan pada segala kemungkinan kedudukan sakelar, ketika sedang
digunakan penerangan normal, penerangan darurat akan menyala ketika terjadi
kegagalan pada sumber utama. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sakelar
majemuk atau beberapa sakelar tunggal yang menjalankan beberapa kontaktor
khususnya pada sistem instalasi jenis A, jenis B atau dengan menyalakan lampu pada
jenis C. Sakelar harus dipasang sehingga :

a) bagian yang dapat bergerak, tidak bertegangan pada waktu sakelar dalam keadaan
terbuka atau tidak menghubung;

b) kedudukan kontak semua tuas sakelar dan tombol sakelar dalam satu instalasi harus
seragam; misalnya akan menghubung jika tuasnya didorong ke atas atau tombolnya
ditekan. Setiap sakelar atau pemutus sirkit harus mampu menyambung dan memutus
arus yang dapat mengalir dalam keadaan penggunaan alat tersebut dan harus berfungsi
sedemikian hingga tidak membahayakan operator. Setiap sakelar atau pemutus sirkit
kutub tunggal harus beroperasi pada penghantar aktif dari sirkit yang dihubungkan
padanya.

Gambar 2. Saklar Seri

Gambar 3. simbol diagram lokasi dan diagram pengawatan

Gambar 4. sakelar tunggal


3. Kotak Kontak atau Stopkontak
Menurut PUIL 2000 halaman 10 dan 11, kotak kontak ialah susunan gawai
pemberi dan penerima arus yang dapat dipindah-pindahkan, untuk menghubungkan
dan memutuskan saluran ke dan dari bagian instalasi. Kontak tusuk meliputi :

a) kotak kontak –bagian kontak tusuk yang merupakan gawai pemberi arus;tusuk
kontak –bagian kontak tusuk yang merupakan gawai penerima arus.

Gambar 5. simbol diagram lokasi dan diagram pengawatan

4. Kabel NYA
Kabel NYA adalah kabel yang mempunyai isolasi berupa PVC, dengan inti
tembaga tunggal yang pejal. Kabel NYA banyak digunakan dalam instalasi listrik
perumahan, yang merupakan kabel udara dengan karakteristik tidak tahan terhadap
panas. Untuk itu, pemasangan kabel NYA harus dilindungi oleh pipa PVC atau pipa
aluminium untuk mencegah terjadinya kerusakan fisik seperti keratin tikus, terbakar,
dll.

Kabel rumah tanpa selubung berisolasi PVC (yaitu NYA, NYAF) dan berisolasi
karet (NGA), tidak boleh dipasang di dalam atau pada kayu, dan tidak boleh pula
langsung pada, di dalam, atau di bawah plasteran.

Tabel 7.13-1 Faktor pengisian maksimum

Jumlah penghantar dalam pipa Faktor pengisian%

1 50

2 40

3 atau lebih 35
Jumlah luas penampang seluruh penghantar
Faktor pengisian = X 100%
Luas penampang dalam pipa

5. Lampu Pijar
Menurut PUIL 2000, Lampu untuk penggunaan umum pada sirkuit penerangan
tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Edison E27 jika dayanya lebih dari 300 W,
juga tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Goliath E40 jika dayanya melebihi 1500
W. Di atas 1500 W hanya boleh digunakan pangkal lampu atau gawai lampu yang
khusus. Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran
arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya.

I. Media, Alat dan Sumber


1. Media : Power Point.
2. Alat : LCD, laptop, proyektor, spidol, dan papan tulis.
3. Sumber Belajar
a) Prih Sumarjati. Teknik Pemanfaatan Tenaga listrik : Jilid I. Jakarta :
Direktur Pembinaan SMK.
b) Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). Jakarta: Badan
Standarisasi Nasional
c) Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011). Jakarta : Kementrian
Energi dan Sumber Daya Mineral

J. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi dan soal
Kompetensi Indikator Indikator Soal Jenis soal
Dasar Soal
3.7. 3.1.1 Menjelaskan 1. Siswa dapat Tes 1. Sebutkan persyaratan
Menerapkan cara menjelaskan tertuli yang harus dipenuhi
prosedur pemasangan instalasi lampu s oleh komponen
penerangan instalasi listrik yang
pemasangan pipa
pada bangunan akan dipasang ?
komponen instalasilistrik gedung 2. Jenis pengaman
instalasi bangunan
otomat apakah yang
listrik industri kecil 2. Siswa dapat sering digunakan
bangunan menyebutkan untuk instalasi rumah
industri 3.1.2 Menjelaskan jenis-jenis
kecil cara pengisian lampu dan
kabel pada sumber cahaya 3. Syarat-syarat yang
pipa instalsi penerangan harus diketahui oleh
pada bangunan dalam pemasangan
3.1.3 Menjelaskan gedung instalasi listrik
cara adalah syarat
pemasangan 3. Siswa dapat ekonomis, syarat
menjelaskan keandalan, dan
syarat-syarat syarat keamanan.
komponen yang harus Yang dimaksud
instalasi listrik diketahui dalam dengan syarat
pemasangan Keandalan
3.1.4 Memilih instalasi listrik (kelangsungan kerja)
komponen- adalah
komponen 4. Siswa dapat ……………………
memilih ………………
yang
komponen- 4. Nama komponen
digunakan instalasi penerangan
komponen yang
pada sistim digunakan pada lampu dari gambar
pemasangan sistim di bawah ini adalah
instalasi lampu pemasangan
penerangan instalasi lampu a………….
pada bangunan penerangan
gedung. pada bangunan
gedung
3.1.5Mengelompokk b…………….
an sistim 5. Siswa dapat
pemasangan mengelompokk
an sistim
instalasi lampu
pemasangan
penerangan instalasi lampu c………
pada bangunan penerangan
gedung pada bangunan
gedung.

d…………...

e……………

f………..

5. Pemasangan sakelar
di luar tembok (out
bow) dilengkapi
dengan…………
sebagai tempat
dudukan.
Kunci Jawaban :
1. suatu rangkaian beberapa komponen listrik dari sumber ke beban yang saling
berhubungan satu sama lainnya secara listrik, yang terletak pada suatu tempat atau
ruangan tertentu. Instalasi ini berupa titik cahaya sehingga terbentuklah suatu sistem
yang mempunyai fungsi untuk penerangan.
2. Otomat H
3. Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjaminsecara baik. Jadi
instalasi listrik harus direncana sedemikian rupasehingga kemungkinan terputusnya atau
terhentinya aliran listrik adalahsangat kecil.
4. a. saklar
b. Fitting
c. MCB
d. Kabel NYA
e. Stop kontak
f. kotak sekering
5. Roset
Kriteria penilaian :
1. Soal no. 1. Skor 0,4
2. Soal no. 2. Skor 0,8
3. Soal no. 1. Skor 2,0
4. Soal no. 1. Skor 0,4
5. Soal no. 1. Skor 0,4
6. Skor maksimal adalah 4

Pengolahan Nilai

Jumlah skor yang diperoleh


Rumus pengolahan Nilai adalah Nilai = x 4 = ……
Jumlah skor maksimal

1. Tugas untuk dikerjakan di rumah :

2. Tes tertulis

Lembar Penilaian Pengetahuan

Skor per butir soal


Total
NO NAMA SISWA 1 2

0,80 0,80 4,00


1

Sungai Penuh, Juli 2020


Mengetahui :
Wakabid. Kurikulum, Guru Mata Pelajaran,

ARIF HARIANTO, [Link] RAMLI SIMANJUNTAK, [Link]


NIP. 19700623 199703 1 004 NIP. 19640228 199203 1 008

Anda mungkin juga menyukai