100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
816 tayangan15 halaman

Komponen Safety Device Mesin Kapal

Dokumen tersebut membahas tentang sistem keselamatan interlock yang digunakan untuk mencegah keadaan berbahaya pada mesin. Sistem ini terdiri dari komponen seperti kompresor udara, tabung penyimpan udara, regulator tekanan, dan selenoid valve yang mengatur aliran udara bertekanan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan mesin secara aman.

Diunggah oleh

wahid muwahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
816 tayangan15 halaman

Komponen Safety Device Mesin Kapal

Dokumen tersebut membahas tentang sistem keselamatan interlock yang digunakan untuk mencegah keadaan berbahaya pada mesin. Sistem ini terdiri dari komponen seperti kompresor udara, tabung penyimpan udara, regulator tekanan, dan selenoid valve yang mengatur aliran udara bertekanan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan mesin secara aman.

Diunggah oleh

wahid muwahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SYSTEM SAFETY DEVICE

1. PENGERTIAN INTERLOCK SYSTEM


Interlock adalah fitur yang membuat keadaan dua mekanisme atau fungsi
saling bergantung. Ini dapat digunakan untuk mencegah keadaan yang tidak
diinginkan dalam mesin keadaan-terbatas, dan dapat terdiri dari perangkat atau
sistem elektrik, elektronik, atau mekanis. Dalam sebagian besar aplikasi, interlock
digunakan untuk membantu mencegah mesin rusak operatornya atau merusak
dirinya sendiri dengan mencegah satu elemen berubah status karena keadaan
elemen lain, dan sebaliknya. Mesin induk dilengkapi dengan interlock yang
mencegah terjadinya kerusakan pada saat terjadi over heat.
Interlock sistem adalah suatu peralatan atau sistem peralatan yang dirancang
untuk mengamankan suatu peralatan yang satu terhadap lainnya. Disini interlock
sistem mengambil aksi seluruh fungsi keamanan, agar dapat dicegah adanya
situasi yang membahayakan baik untuk peralatannya sendiri maupun manusia.
Interlock menjamin peralatan tersebut dioperasikan dengan benar. Sistem
interlock ini harus memproteksi peralatan terus menerus selama sistem bekerja. Ia
tidak boleh gagal hanya karena adanya signal palsu, dan ia membandingkan
signal-signal yang diterimanya secara kontinyu.

2. KOMPONEN–KOMPONEN PENDUKUNG INTERLOCK


1. Kompresor Udara
Kompresor berfungsi untuk membangkitkan atau menghasilkan udara
bertekanan dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian
disimpan di dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem
pneumatik). Kompresor dilengkapi dengan tabung untuk menyimpan udara
bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah dan tekanan yang diperlukan.
Tabung udara bertekanan pada kompresor dilengkapi dengan katup pengaman,
bila tekanan udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka
secara otomatis.

6
7

Gambar 1. Kompresor Udara.

2. Tabung Udara
Berfungsi sebagai penampung udara yang dikompresi dari kompressor
dengan tekanan 30 bar sehingga selain dilengkapi indikator tekanan (pressure
indicator), main air receiver juga dilengkapi dengan safety valve yang
berfungsi secara otomatis melepaskan udara yang tekanannya melebihi tekanan
yang telah ditetapkan.

Gambar 2. Tabung Udara


8

3. Regulator
Alat bantu dan alat ukur merupakan bahan objek yang dapat memudahkan
pengguna untuk mengukur dan mengatur besaran suatu tekanan. Terdapat
berbagai jenis alat bantu dan ukur diantaranya, Thermometer yang digunakan
untuk mengukur suhu, penggaris digunakan untuk mengukur panjang suatu benda,
Regulator biasanya digunakan untuk mengukur suatu tekanan gas yang akan
dipakai, dan lain sebagainya. Mengatur adalah mengendalikan suatu objek
sehingga dapat memberikan besaran yang hendak dipakai ingin melakukan
pengukuran dengan menggunakan alat bantu. Regulator adalah alat pengatur
tekanan yang berfungsi sebagai penyalur dan mengatur serta menstabilkan
tekanan gas yang keluar dari tabung supaya aliran gas menjadi konstan.

Gambar 3. Regulator
9

4. Selenoid Valve
Selenoid valve adalah katup yang digerakan oleh energi listrik melalui
solenoida, mempunyai kumparan sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk
menggerakan piston yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC, solenoid
valve pneumatic atau katup (valve) solenoida mempunyai lubang masukan dan
lubang keluaran. Lubang masukan berfungsi sebagai terminal atau tempat udara
bertekanan masuk atau supply (service unit).
Lubang pembuangan berfungsi sebagai terminal atau tempat tekanan angin
keluar yang dihubungkan ke pneumatic, dan lubang pembuangan berfungsi
sebagai saluran untuk mengeluarkan udara bertekanan yang terjebak saat plunger
bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve pneumatic bekerja. Solenoid
valve adalah elemen kontrol yang paling sering digunakan dalam fluidics. Tugas
dari solenoid valve adalah untuk mematikan, release, dose, distribute atau mix
fluids. Solenoid Valve banyak sekali jenis dan macamnya tergantung type dan
penggunaannya, namun berdasarkan modelnya solenoid valve dapat dibedakan
menjadi dua bagian yaitu solenoid valve single coil dan solenoid valve double coil
keduanya mempunyai cara kerja yang sama. Solenoid valve banyak digunakan
pada banyak aplikasi. Solenoid valve menawarkan switching cepat dan aman,
keandalan yang tinggi, awet/masa service yang cukup lama, kompatibilitas media
yang baik dari bahan yang digunakan, daya kontrol yang rendah dan design yang
kompak. Solenoid valve pneumatic adalah katup yang digerakan oleh energi
listrik, mempunyai kumparan sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk
menggerakan plunger yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC. Solenoid
valve pneumatic atau katup (valve) solenoida mempunyai lubang keluaran, lubang
masukan, lubang jebakan udara dan lubang Inlet Main. Lubang Inlet Main,
berfungsi sebagai terminal / tempat udara bertekanan masuk atau supply (service
unit), lalu lubang keluaran (Outlet Port) dan lubang masuk berfungsi sebagai
terminal atau tempat tekanan angin keluar yang dihubungkan ke pneumatic,
sedangkan lubang jebakan udara berfungsi untuk mengeluarkan udara bertekanan
yang terjebak saat plunger bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve
pneumatic bekerja.
10

Gambar 4. Selenoid Valve

Solenoid valve mempunyai banyak variasi dalam hal kegunaan atau


kebutuhan dari mesin tersebut, diantara kegunaan solenoid valve adalah:
 Digunakan untuk menggerakan tabung cylinder.
 Digunakan untuk menggerakan piston valve.
 Digunakan untuk menggerakan blow zet valve.
 Dan masih banyak lagi.

Prinsip Kerja Selenoid Valve


Prinsip kerja dari solenoid valve yaitu katup listrik yang mempunyai koil
sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil
tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan piston pada
bagian dalamnya ketika piston bertekanan yang berasal dari supply (service unit),
pada umumnya solenoid valve pneumatic ini mempunyai tegangan kerja 100/200
VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.
11

Keterangan Gambar :

A - Input side
B - Diafragma
C - Pressure chamber
D - Pressure relief passage
E - Solenoid
F - Output side

Gambar 5. Bagian-bagian Dari Selenoid Valve

Gambar 6. Selenoid Pneumatic

Prinsip kerja dari solenoid valve yaitu katup listrik yang mempunyai koil
sebagai penggeraknya dimana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil
tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan plunger
pada bagian dalamnya ketika plunger berpindah posisi maka pada lubang keluaran
dari solenoid valve pneumatic akan keluar udara bertekanan yang berasal dari
supply (service unit), pada umumnya solenoid valve pneumatic ini mempunyai
tegangan kerja 100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja
DC.
12

Gambar 7. Struktur Fungsi Solenoid Valve Pneumatic


Berikut keterangan gambar Solenoid Valve Pneumatic:

1. Valve Body
2. Terminal masukan (Inlet Port)
3. Terminal keluaran (Outlet Port)
4. Manual Plunger
5. Terminal slot power suplay tegangan
6. Kumparan gulungan (koil)
7. Spring
8. Plunger
9. Lubang jebakan udara (exhaust from Outlet Port)
10. Lubang Inlet Main
11. Lubang jebakan udara (exhaust from inlet Port)
12. Lubang plunger untuk exhaust Outlet Port
13. Lubang plunger untuk Inlet Main
14. Lubang plunger untuk exhaust inlet Port
13

Dibawah ini dapat dilihat cara kerja plunger selenoid valve pneumatic dalam
menyalurkan udara bertekanan kedalam tabung pneumatic (silinder pneumatik
kerja tunggal), yang telah saya animasikan.

Gambar 8. Skema Langkah Kerja Selenoid Valve

Kompresor diaktifkan dengan cara menghidupkan penggerak mula umumnya


motor listrik. Udara akan disedot oleh kompresor kemudian ditekan ke dalam
tangki udara hingga mencapai tekanan beberapa bar. Untuk menyalurkan udara
bertekanan ke seluruh sistem (sirkuit pneumatic) diperlukan unit pelayanan atau
service unit yang terdiri dari penyaring (filter), katup kran (shut off valve) dan
pengatur tekanan (regulator). Service unit ini diperlukan karena udara bertekanan
yang diperlukan di dalam sirkuit pneumatik harus benar-benar bersih, tekanan
operasional pada umumnya hanyalah sekitar 7 bar. Selanjutnya udara bertekanan
disalurkan dengan bekerjanya solenoid valve pneumatic ketika mendapat tegangan
input pada kumparan dan menarik plunger sehingga udara bertekanan keluar dari
outlet port melalui selang elastis menuju katup pneumatik (katup pengarah/inlet
port pneumatic). Udara bertekanan yang masuk akan mengisi tabung pneumatik
(silinder pneumatik kerja tunggal) dan membuat piston bergerak maju dan udara
bertekanan tersebut terus mendorong piston dan akan berhenti di lubang outlet
port pneumatic atau batas dorong piston.
14

5. Fuel cut off device


Perangkat penghentian bahan bakar untuk mesin pembakaran internal yang
memiliki pasokan bahan bakar berarti ke mesin. Perangkat ini terdiri dari alat
penghenti bahan bakar untuk memotong pasokan bahan bakar untuk melindungi
mesin dari tingkat rpm tidak normal ketika kecepatan mesin melebihi nilai
referensi cut-off bahan bakar pada rentang kecepatan yang relatif lebih tinggi.
Perangkat ini lebih lanjut terdiri dari kondisi balap mendeteksi sarana dan sarana
untuk menentukan nilai referensi cut-off bahan bakar untuk memberikan nilai
pertama untuk kondisi mesin dimuat dan nilai kedua yang lebih rendah untuk
kondisi balap mesin. Dalam kondisi balap, nilai referensi cut-off bahan bakar
semakin berkurang.

Gambar 9. Fuel Cut Off Selenoid


15

3 MAIN ENGINE SAFETY DEVICE ATAU TRIPS

Gambar 10. Skema Safety Main Engine

 Safety Devices
 Crankcase Relief Door
 Scavenge Space Relief Door
 Cylinder Head Relief Valve
 Starting Air Relief Valve
 Starting Airline Flame Trap
 Oil Mist Detector

 Rotation Direction Interlock


 Turning Gear Interlock
16

 Safety Trips
 Over Speed
 L.O Low Press
 Camshaft L.O Low Press
 JCW Low Press
 Piston Cooling Low Press
 Thrust Bearing High Temp
 Main Bearing High Temp Trip
 OMD Alarm (2 pass, if excessive oil mist in ccase)
 Spring Air Low Press (if air spring provided for exh vv instead of springs)

 ME Slow Down
 L.O High Temp
 JCW High Temp
 Piston Cooling High Temp
 OMD Alarm (1 pass)
 Control Air Low Press
 Thrust Bearing L.O
 Scavenge Air High Temp
 Exh Gas High Temp

4 OVERSPEED TRIP IN DIESEL ENGINE


Sebuah perjalanan kecepatan lebih adalah fitur keselamatan yang disediakan
pada mesin diesel kapal untuk membatasi akselerasi yang tidak terkendali dari
mesin, yang menyebabkan kegagalan mekanis atau kecelakaan yang tidak
diinginkan. Untuk mencegah kecepatan mesin diesel melampaui rentang
kecepatan yang ditentukan sebelumnya, sebuah perjalanan kecepatan lebih tinggi
digunakan dalam mesin diesel. Sebuah mesin diesel dirancang untuk tekanan
mekanik yang terkait dengan gaya sentripetal dan sentrifugal dari bagian yang
bergerak di dalamnya dalam rentang operasional yang ditentukan.
17

Gaya sentrifugal berbanding lurus dengan kuadrat kecepatan rotasi,


meningkat cepat dengan peningkatan kecepatan. Kekuatan koneksi mekanis dapat
diatasi dengan tekanan yang berlebihan karena peningkatan kecepatan
operasional. Ini dapat menyebabkan putusnya bagian yang berputar atau
kerusakan pada mesin itu sendiri. Oleh karena itu, kecepatan berlebih merupakan
bahaya keselamatan yang serius dan dapat menyebabkan situasi yang fatal. Over
speed memiliki dampak yang tinggi pada mesin diesel. Jadi ada banyak cadangan
aman gagal untuk perjalanan mesin. Dalam sinyal tripping normal dari rangkaian
pengawasan darurat menggerakkan sirkuit shut down darurat, tetapi dalam kasus
kecepatan berlebih ada tindakan pencegahan kusus seperti Pneumatic over speed
trip device. Ketika mesin berjalan, pasokan udara pneumatik (pneumatic) dengan
tekanan yang ditentukan ke mesin harus selalu terbuka. Pneumatik pada perangkat
speed trip dipasang pada multihousing dan bertindak langsung pada rak bahan
bakar. Jika perangkat over speed trip diaktifkan, udara bertekanan bertindak pada
piston dalam silinder yang menempel pada multihousing.

Gambar 11. Main Engine


18

Karena perubahan mendadak beban pada mesin diesel, kecepatan mesin dapat
bervariasi. Meskipun disediakan untuk mengontrol kecepatan mesin diesel,
kecepatannya mungkin tidak terkendali, merusak mesin. Dengan demikian, untuk
ini lebih dari perjalanan kecepatan digunakan. Tidak peduli apa pun jenis over
speed yang digunakan mesin, tujuan utama dari over speed trip adalah memotong
pasokan bahan bakar ke silinder mesin jika kecepatan mesin naik di atas tingkat
tertentu. Mencegah over speed pada mesin tujuanya untuk mengurangi
kemungkinan kecepatan yang tidak terkendali dan bencana sangat penting dan
dapat dilakukan dengan dua metode:
a). Mekanis selama perjalanan cepat.
b). Elektronik selama perjalanan cepat.

Electronic Over Speed Trip


Untuk memahami perjalanan elektronik selama kecepatan, tata letak normal dari
sistem dijelaskan di bawah ini. Elektronik berjalan kecepatan terdiri dari:
a) Sensor kecepatan yang dipasang di flywheel
Sensor kecepatan magnetik lebih disukai di mesin genset. Karena
diskontinuitas permukaan aktuator (gigi-gigi dari flywheel) tegangan sangat
tertarik pada kumparan pick off sensor, menghasilkan gelombang analog
listrik. Gelombang ini yang dibuat oleh flywheel dibaca oleh sensor.
b) Satuan kondisi sinyal
Unit ini bertindak sebagai penerima ke sensor kecepatan. Fungsi dasar dari
pengkondisi sinyal adalah untuk mengubah satu jenis sinyal elektronik yang
mungkin sulit dibaca ke jenis lain ke dalam format yang lebih mudah dibaca.
c) Unit Deteksi dan Perbandingan
Ada nilai yang ditetapkan biasanya 10% di atas kecepatan terukur dan
berfungsi sebagai nilai dasar untuk unit ini. Output unit kondisi sinyal terus
dideteksi dan dibandingkan dengan nilai yang ditetapkan.
d) Unit sinyal perjalanan
Jika perbedaan antara nilai yang ditetapkan dan yang dideteksi berada di atas
batas, maka memberikan sinyal perjalanan yang pada mematikan generator.
19

Gambar 12. Over Speed trip

5. L.O PREASSURE TRIP DAN ALARM


Tekanan minyak pelumas rendah tekanan minyak rendah atau los tekanan
minyak dapat menghancurkan mesin dalam waktu singkat. Oleh karena itu,
kebanyakan mesin sedang hingga besar akan berhenti pada rendah atau
kehilangan tekanan minyak. Rugi dari tekanan minyak dapat mengakibatkan
mesin akan tersendat, hidrolik mekanik juga akan berhenti karena kurangnya
minyak ke guvernur. Sensor tekanan oli biasanya berhenti mesin. Sensor tekanan
minyak pada mesin besar biasanya memiliki dua setpoint tekanan rendah. Satu
setpoint memberikan peringatan dini dari tekanan oli yang tidak normal, fungsi
alarm saja. Setpoint kedua dapat diatur untuk mematikan mesin sebelum tetap
kerusakan sudah selesai.

6. EXHAUST TEMPERATURES
Dalam mesin diesel, suhu buang sangat penting dan dapat memberikan
sejumlah besar impormasi mengenai pengoperasian mesin. Suhu knalpot yang
tinggi tidak dapat mengindikasikan kelebihan beban mesin atau kemungkinan
buruk karena pemuatan yang tidak memadai (efek pendinginan) dalam operasi
engine. extanded dengan suhu knalpot tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada
katup buang, piston, dan silinder, suhu buang biasanya hanya menyediakan alarm.
20

7. HIGH CRANKCASE PRESSURE


Tekanan bak mesin tinggi biasanya disebabkan oleh pukulan berlebihan
(tekanan gas dalam silinder bertiup oleh cincin piston dan ke dalam kotak engkol)
.kondisi tekanan tinggi menunjukkan mesin dalam kondisi buruk. Tekanan bak
mesin tinggi biasanya hanya sebagai fungsi alarm.

Common questions

Didukung oleh AI

Suhu knalpot yang tinggi dapat mengindikasikan beban berlebih pada mesin atau pendinginan yang tidak memadai, yang dapat menyebabkan kerusakan pada katup buang, piston, dan silinder. Untuk memitigasi risiko tersebut, sistem mesin harus memantau dan mengatur suhu operasi, serta mengeluarkan alarm bila suhu knalpot melampaui batas yang ditetapkan. Pemeliharaan rutin dan inspeksi sistem pendingin juga penting untuk memastikan efisiensi termal dan mencegah overheating .

Solenoid valve menggerakkan tabung cylinder dalam sistem pneumatic dengan menggunakan energi listrik untuk mengaktifkan koil internal, yang menciptakan medan magnet dan menarik plunger. Gerakan plunger membuka jalur udara bertekanan yang mengalir dari inlet port ke outlet port, memasuki tabung pneumatic. Udara bertekanan ini mendorong piston di dalam tabung, mengakibatkan gerakan linear. Mekanisme ini memungkinkan kontrol presisi atas gerakan tabung cylinder berdasarkan aktivasi dan deaktivasi solenoid .

Solenoid valve dalam sistem pneumatic bekerja dengan menggunakan energi listrik untuk menggerakkan koil, yang kemudian menciptakan medan magnet dan menggerakan plunger di dalam valve. Ketika plunger bergerak, valve ini memungkinkan udara bertekanan untuk keluar melalui lubang keluaran (outlet port), yang kemudian digunakan untuk menggerakkan tabung pneumatic, piston, atau memutar sistem mekanis lainnya. Manfaat utama solenoid valve adalah kemampuannya untuk menawarkan switching yang cepat dan aman, serta memiliki keandalan dan daya tahan yang tinggi, sehingga cocok digunakan dalam berbagai aplikasi kontrol fluida .

Perangkat fuel cut-off mempengaruhi kinerja mesin pembakaran internal dengan memotong pasokan bahan bakar ketika mesin mencapai kondisi rpm berlebih atau masuk ke zona kecepatan yang tidak aman. Dalam kondisi ini, perangkat mengurangi suplai bahan bakar untuk menghindari kerusakan mesin akibat rpm yang terlalu tinggi. Hal ini melindungi mesin dari potensi kegagalan mekanis yang bisa terjadi karena tekanan berlebihan yang disebabkan oleh kecepatan operasional yang tidak sesuai. Dengan demikian, fuel cut-off device memastikan mesin tetap berada di dalam parameter operasional aman .

Prinsip kerja interlock dapat diterapkan dalam keselamatan mesin utama dengan memastikan setiap bagian sistem tidak dapat beroperasi atau berubah status secara independen apabila kondisi tertentu tidak terpenuhi. Misalnya, interlock dapat diimplementasikan untuk mencegah start mesin jika tekanan oli tidak cukup aman atau untuk mengaktifkan alarm dan sistem pengereman bila suhu atau tekanan tertentu melebihi batas aman. Dengan pengaturan seperti ini, interlock memitigasi risiko operasional dan melindungi baik mesin maupun operator dari kemungkinan bahaya .

Sensor kecepatan dalam sistem over speed trip pada engine diesel berperan dalam mendeteksi kecepatan putaran flywheel. Sensor ini, biasanya magnetik, mendeteksi perubahan pada permukaan actuators seperti gigi dari flywheel dan mengirimkan tegangan dalam bentuk gelombang analog ke unit kondisi sinyal. Data kecepatan ini kemudian dikondisikan dan dibandingkan dengan nilai batas yang telah ditetapkan. Jika kecepatan yang terdeteksi melebihi batas aman, sistem akan memicu unit sinyal perjalanan untuk mematikan mesin guna mencegah kerusakan .

Tekanan minyak pelumas rendah dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin, termasuk keausan berlebih dan kegagalan mekanis. Sistem biasanya memiliki sensor tekanan minyak yang memicu alarm atau penghentian mesin ketika tekanan mendekati tingkat berbahaya. Setpoint pertama sensor memberikan peringatan dini hanya berupa alarm, sedangkan setpoint kedua diatur untuk langsung mematikan mesin guna mencegah kerusakan lebih lanjut .

Mencegah terjadinya over speed pada mesin diesel sangat penting untuk menghindari kegagalan mekanis yang dapat menyebabkan kerusakan mesin atau kecelakaan fatal. Tekanan mekanik pada mesin dapat meningkat secara signifikan dengan kecepatan yang tidak terkendali karena gaya sentripetal dan sentrifugal pada bagian yang bergerak. Over speed trip digunakan untuk memotong pasokan bahan bakar ke silinder mesin jika kecepatan mesin naik di atas tingkat yang ditetapkan, menggunakan perangkat mekanis atau elektronik untuk memicu trip ketika kecepatan abnormal terdeteksi .

Fungsi utama dari sistem interlock dalam mesin keadaan-terbatas adalah untuk memastikan bahwa setiap elemen tidak dapat mengubah statusnya tanpa adanya sinyal atau kondisi yang tepat dari elemen lain yang bergantung, sehingga mencegah keadaan yang tidak diinginkan. Sistem ini membantu menjaga agar operasi mesin tidak merusak dirinya sendiri atau melukai operatornya dengan memutus atau mengubah aliran jika suatu kondisi tidak terpenuhi .

Perangkat speed trip pada mesin diesel menyertakan fitur-fitur keselamatan seperti pemutus pasokan bahan bakar dan mekanisme pneumatik untuk menurunkan suplai udara bila kecepatan mesin melebihi batas yang ditetapkan. Mereka kritis karena fungsi-fungsi ini melindungi mesin dari akselerasi tak terkendali yang dapat memicu kegagalan mekanis. Dengan mengontrol kecepatan, sistem menjaga kekuatan koneksi mekanis dan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh tekanan berlebih dari peningkatan kecepatan operasional .

Anda mungkin juga menyukai