Keluarga Berencana di Tujuan Keluarga
masa pandemi Covid-19 Keluarga berencana Berencana
Keluarga berencana merupakan usaha untuk Menurut Kemenkes, (2014) tujuan dari
mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui program keluarga berencana
promosi, perlindungan, dan bantuan dalam dan pelayanan kontrasepsi adalah: 21
mewujudkan hak-hak reproduksi serta a. Mencegah terjadinya ledakan penduduk
penyelenggaraan pelayanan, pengaturan dan dengan cara menekan Laju
dukungan yang diperlukan untuk membentuk Pertumbuhan Penduduk (LPP).
keluarga dengan usia kawin yang ideal, mengatur b. Mengatur kehamilan dengan cara
jumlah, jarak, dan usi ideal melahirkan anak, menunda usia perkawinan hingga
mengatur kehamilan dan membina ketahanan benar-benar matang., menunda kehamilan,
serta kesejahteraan anak (BKKBN, 2015). menjarangkan
kehamilan.
c. Membantu dan mengobati kemandulan
Dosen Mata Kuliah: atau infertilisasi bagi
pasangan yang telah menikah lebih dari satu
Hasnawati Nukuhuly,S,ST.,[Link] tahun dan ingin
memiliki anak tetapi belum mendapat
Di susun oleh: keturunan.
Meylisa Sopacua d. Sebagai married conseling atau nasehat
Noviyan Aztry Kuhuwael perkawinan bagi remaja
Nur Sabilla Mony atau pasangan yang akan menikah
Nur'aini Latukau e. Tercapainya norma keluarga kecil yang
bahagia dan sejahtera serta
Nur'aini Salaputa
membentuk keluarga yang berkualitas.
Poltekkes Kemenkes Maluku
Prodi Kebidanan Ambon
2020-2021
4. Bagi akseptor Suntik diharapkan datang ke
petugas kesehatan
sesuai jadwal dengan membuat perjanjian
Jenis-jenis kontrasepsi sebelumnya. Jika tidak
memungkinkan, dapat menggunakan
Pesan Bagi Masyarakat
kondom yang dapat diperoleh dengan
a. Kontrasepsi suntik terkait Pelayanan Keluarga menghubungi petugas PLKB atau kader
b. Kondom Berencana Pada melalui telfon.
Apabila tidak tersedia bisa menggunakan
c. Pil kontrasepsi
cara tradisional (pantang
d. Implan 1. Tunda kehamilan sampai kondisi pandemi berkala atau senggama terputus)
e. IUD atau Spiral berakhir 5. Bagi akseptor Pil diharapkan dapat
2. Akseptor KB sebaiknya tidak datang ke menghubungi petugas PLKB atau kader atau
f. MOW (Medis Operatif Wanita)
petugas Kesehatan, kecuali yang mempunyai Petugas Kesehatan via telfon untuk
g. MOP (Medis Operatif Pria) keluhan, dengan syarat membuat perjanjian mendapatkan Pil KB.
terlebih dahulu dengan petugas Kesehatan. 6. Ibu yang sudah melahirkan sebaiknya
3. Bagi akseptor IUD/Implan yang sudah langsung menggunakan KB
Pasca Persalinan (KBPP)
habis masa pakainya, jika tidak
7. Materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
memungkinkan untuk datang ke petugas
(KIE) serta pelaksanaan
Bagaimana dengan Kesehatan dapat menggunakan kondom
konseling terkait KB dapat diperoleh secara
Keluarga berencana di yang dapat diperoleh dengan menghubungi online atau konsultasi
petugas PLKB atau kader melalui telfon. via telpon
masa covid-19 ini? Apabila tidak tersedia bisa
menggunakan cara tradisional (pantang
berkala atau senggama terputus).
Referensi:
BKKBN. Keluarga Berencana dan
Kontrasepsi. Cetakan ke-5. Jakarta.
Pustaka Sinar Harapan. 2015
(BKKBN, 2015).