0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan31 halaman

Analisis Biaya Relevan dalam Pengambilan Keputusan

Makalah ini membahas tentang relevan cost dalam pengambilan keputusan manajerial. Relevan cost merupakan biaya yang berbeda antara alternatif yang dipertimbangkan dan dapat dihindari. Biaya terbenam dan biaya masa depan yang sama antara alternatif dianggap tidak relevan. Makalah ini menjelaskan konsep dasar relevan cost dan membedakan biaya relevan dengan yang tidak.

Diunggah oleh

Dilla Bachtiar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan31 halaman

Analisis Biaya Relevan dalam Pengambilan Keputusan

Makalah ini membahas tentang relevan cost dalam pengambilan keputusan manajerial. Relevan cost merupakan biaya yang berbeda antara alternatif yang dipertimbangkan dan dapat dihindari. Biaya terbenam dan biaya masa depan yang sama antara alternatif dianggap tidak relevan. Makalah ini menjelaskan konsep dasar relevan cost dan membedakan biaya relevan dengan yang tidak.

Diunggah oleh

Dilla Bachtiar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

RELEVAN COST

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Manajemen

Dosen Pengampu:

Hj. Ninik Anggraini. SE., MSA., Ak., CA

Oleh:

1.

2.

3.

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

2021/2022
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan dalam

menyelesaikan makalah tepat waktu. Tanpa rahmat dan pertolongan-Nya, kami tidak akan

mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik. Tidak lupa shalawat serta salam tercurahkan

kepada Nabi agung Muhammad SAW yang syafa’atnya kita nantikan kelak.

Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,

sehingga makalah “Relevan Cost” dapat diselesaikan. Makalah ini disusun guna memenuhi

tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan

baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan

terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki

makalah ilmiah ini.

Demikian yang dapat penulis sampaikan. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Kediri, 06 Oktober 2021

Penyusun
DAFTAR ISI
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebuah perusahaan umumnya harus selalu bersaing dengan pesaingnya dengan

banyaknya produk baru yang selalu muncul di [Link] dituntut untuk beradaptasi

terhadap perkembangan pasar, yang menjadikan manajer selalu dihadapkan oleh pengambilan

keputusan agar perusahaan tidak tertinggal dari pesaingnya dan sesuai dengan perkembangan

produk di pasaran. Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi manajemen yang

paling penting didalam semua organisasi, baik organisasi kecil maupun organisasi yang

besar. Pengambilan keputusan dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Pengambilan keputusan jangka pendek, merupakan pengambilan keputusan

yang dilakukan manajer jika terjadi kondisi khusus dan hasilnya tidak terlalu

berpengaruh terhadap kondisi perusahaan.

2. Pengambilan keputusan jangka panjang, merupakan pangambilan keputusan

yang dilakukan manajer dan akan berpengaruh besar terhadap kondisi

perusahaan di masa mendatang.

Dalam proses pengambilan keputusan, biaya dan manfaat dari suatu alternatif harus

dibandingkan dengan biaya dan manfaat dari alternatif lain. Pengambilan keputusan dapat

dikatakan benar dan tepat apabila dapat dipertanggung jawabkan. Yang penulis akan bahas

adalah pengambilan keputusan jangka pendek pada suatu perusahaan, dengan metoda yang

akan diterapkan adalah analisis relevant cost. Supaya berhasil dalam pengambilan keputusan,

manajer mestilah mempunyai alat-alat untuk membantu mereka dalam membedakan biaya

yang relevan dengan yang tidak relevan, sehingga yang tidak relevan ini dapat disisihkan dari
kerangka pengambilan keputusan. Ray H. Garrison mendefinisikan relevant cost sebagai

berikut:

“Relevant cost merupakan suatu biaya yang berlaku pada suatu keputusan tertentu, dalam arti

bahwa biaya itu akan mempunyai hubungan dengan alternatif yang dipilih manajer.”

1.2 Rumusan Masalah

1.

2.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:

1. Membantu manajemen dalam penerapan relevant cost sebagai alat bantu dalam

mengambil keputusan.

2. Membantu manajemen untuk meneliti kondisi apa saja yang memungkinkan

perusahaan untuk menggunakan relevant cost.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar

Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi dasar manajer. Manajer

senantiasa dihadapkan pada masalah keputusan produk apa yang dijual, metode produk apa

yang digunakan, apakah membuat ataukah membeli suku cadang, harga berapa yang

ditetapkan, saluran distribusi apa yang digunakan, apakah menerima pesanan khusus dengan

harga khusus dan lain sebagainya. Dalam keadaan yang paling baik pun, pengambilan

keputusan merupakan tugas yang sulit dan rumit. Kesulitan ini biasanya dipersulit tidak

hanya oleh satu atau dua cara bertindak saja, tetapi oleh sejumlah besar cara bertindak yang

dapat diambil dalam setiap situasi tertentu apapun yang sedang dihadapi perusahaan.

Dalam pengambilan keputusan, biaya selalu merupakan faktor utama. Biaya satu

alternatif harus dibandingkan dengan biaya alternatid lain sebagai satu langkah dalam proses

pengambilan keputusan. Masalahnya adalah bahwa beberapa biaya yang berkaitan dengan

suatu alternatif kemungkinan tidak RELEVAN bagi keputusan yang akan diambil. Agar

pengambilan keputusan berhasil, manajer harus mempunyai alat yang tersedia baginya untuk

membantu mereka membedakan antara biaya relevan dengan biaya tak relevan sedemikian

rupa sehingga biaya tidak relevan dapat dieliminir dari kerangka kerja keputusan.
2.2 Konsep Biaya untuk Pengambilan Keputusan

2.2.1 Pengenalan Biaya Relevan

Biaya apa yang relevan dalam pengambilan keputusan? Yaitu seluruh biaya adalah

relevan dalam pengambilan keputusan, terkecuali biaya yang tidak dapat dihindari. Biaya

yang tidak dapat dihindari meliputi dua kategori :

1. Biaya terbenam

2. Biaya masa depan yang tidak berbeda antara alternatif yang ada.

Biaya terbenam adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan yang tidak dapat dihindari tanpa

memandang cara bertindak yang diputuskan manajer untuk diambil. Jika demikian halnya,

biaya ini tidak mempunyai relevansi dengan kejadian di masa mendatang dan harus diabaikan

dalam pengambilan keputusan. Demikian pula apabila biaya masa depan akan dikeluarkan

tanpa memandang cara bertindak yang dapat diambil manajer, maka biaya ini kemungkinan

tidak dapat membantu apapun dalam rangka memutuskan cara bertindak yang terbaik. Biaya

yang demikian ini tidak dapat dihindari, dan oleh sebab itu tidak relevan dengan keputusan

manajer.

Dinyatakan dengan cara lain, biaya relevan dalam suatu keputusan adalah biaya (dan

penghasilan) yang berbeda diantara alternatif yang dipertimbangkan, untuk mengenali biaya

yang merupakan biaya diferensial dan oleh karenanya juga merupakan biaya relevan, maka

pendekatan manajer terhadap analisis biaya harus meliputi langkah-langkah berikut :

1. Menghimpun seluruh biaya yang berkaitan dengan masing-masing alternatif yang

dipertimbangkan.

2. Mengeliminir biaya yang merupakan biaya terbenam.


3. Mengeliminir biaya yang tidak berbeda antara alternatif.

4. Mengambil keputusan berdasarkan pada data biaya lain yang tersisa. Biaya ini akan

menjadi biaya differensial atau biaya yang dapat dihindari, dan oleh sebab itu biaya

ini relevan bagi keputusan yang akan diambil.

2.2.2 Kekacauan Istilah

Biaya dapat menjadi sangat berguna untuk beberapa tujuan, dan memungkinkan

menghitung besarnya dengan tepat, tetapi biaya masih dapat menjadi tidak relevan dalam

situasi pengambilan keputusan tertentu. Misal, biaya program advertensi tahun lalu pasti akan

bermanfaat untuk tujuan penentuan pendapatan netto akuntansi tahun tersebut dan kita dapat

menghitung besarnya biaya dengan tepat, bagaimana pun juga, biaya ini tidak akan

mempunyai relevansi dalam suatu keputusan mengenai apakah perusahaan akan membeli

Mesin A ataukah Mesin B yang akan dipakai pada lini perikatan.

2.3 Biaya Terbenam Bukanlah Biaya Relevan

Salah satu pelajaran konsepsial tersulit yang harus manajer pelajari adalah bahwa

biaya terbenam tidak pernah relevan dalam keputusan. Kecenderungan ingin melibatkan

biaya terbenam ke dalam kerangka kerja keputusan sangatlah kuat terutama dalam kasus nilai

buku peralatan lama. Di bawah ini memfokuskan pada nilai buku peralatan lama, dan

kemudian mempertimbangkan jenis biaya terbenam lain pada bagian lain bab ini. Kita akan

melihat bahwa tanpa memperhatikan jenis biaya terbenam yang terlibat, kesimpulan selalu

sama, yaitu biaya terbenam tidak dapat dihindari dan oleh karenanya harus dieliminir dari

kerangka kerja keputusan manajer.

2.3.1 Nilai Buku Peralatan Lama

Misalkan data sebagai berikut :


_______________________________________________________________________

Mesin Lama Mesin Baru yang Diusulkan

Harga pokok mula-mula 10.000 Harga menurut daftar baru 12.000

Nilai buku yang tersisa 8.000 Umur yang diharapkan 4 tahun

Umur yang tersisa 4 tahun Nilai jual 4 tahun yang

Nilai jual saat ini 3.000 akan datang 0

Nilai jual 4 tahun yang Biaya operasi variable

akan datang 0 per tahun 15.500

Biaya operasi variable Hasil penjualan per tahun 50.000

per tahun 20.000

Hasil penjualan per tahun 50.000

_______________________________________________________________________

Apakah sebaiknya menjual mesin lama dan membeli mesin baru? Beberapa manajer akan

mengatakan sebaiknya mesin lama tidak dijual, oleh karena penjualan mesin lama akan

mengakibatkan “kerugian” sebesar $5.000 :


______________________________________

Mesin Lama

Nilai buku yang tersisa $8.000

Nilai jual saat ini $3.000

Rugi jika dijual saat ini $5.000

______________________________________

Dengan adanya kerugian potensial ini jika mesin lama dijual, maka ada

kecenderungan umum bagi manajer untuk beralasan bahwa, “kami telah melakukan investasi

dalam mesin lama, oleh sebab itu saat ini kami tidak mempunyai pilihan tetapi memanfaatkan

mesin lama sampai investasi kami tertutup kembali seutuhnya”. Manajer akan cenderung

memikirkan cara ini meskipun mesin baru jelas lebih efisien dibandingkan mesin lama.

Sekalipun menarik untuk memikirkan bahwa kesalahan masa lalu dapat di koreksi hanya

dengan menggunakan unsur yang terlihat. Investasi yang sudah dibuat dalam mesin lama

merupakan biaya terbenam. Bagian investasi ini yang tersisa pada buku perusahaan (nilai

buku 8.000) tidak boleh dipertimbangkan dalam keputusan mengenai apakah membeli mesin

baru ataukah tidak. Kita dapat membuktikan pernyataan yang tegas ini dengan analisis

berikut :
Total biaya dan 4 tahun

Pendapatan

Mempertahankan Biaya Membeli mesin

Mesin Differensial Baru

Penjualan $200.000 -0- $200.000

Biaya Variabel ( 80.000) 18.000 ( 62.000)

Biaya Depresiasi mesin baru 0 (12.000) ( 12.000)

Depresiasi mesin lama, atau

penghapusan nilai buku ( 8.000) -0- ( 8.000)

Nilai jual mesin lama -0- 3.000 3.000

Total pendapatan netto

selama 4 tahun $112.000 $9.000 $121.000

*Untuk tujuan pelaporan ekstern, nilai buku yang tersisa atas mesin lama sebesar

$8.000 dan nilai jual $3.000 akan disatukan dan di kurangkan sebagai angka tunggal

“kerugian” $5.000.

Pemusatan pada biaya relevan. Apakah biaya dalam contoh diatas relevan dalam keputusan

yang menyangkut mesin baru? Mengikuti langkah-langkah yang sudah dirancang


sebelumnya, kita akan mengeliminir (a) biaya terbenam dan (b) biaya masa depan yang tidak

berbeda di antara alternatif yang ada.

1. Biaya terbenam :

a. Sisa nilai buku mesin lama ($8.000)

2. Biaya masa depan yang tidak berbeda :

a. Hasil penjualan per tahun ($50.000)

b. Biaya variable per tahun (sampai sebatas $15.500)

Biaya yang tersisa lainnya akan membentuk dasar bagi suatu keputusan, Analisisnya adalah :

Biaya Differensial -- 4 tahum

Penurunan biaya variabel yang diharapkan

dari mesin baru ($4.500* per tahun X 4 tahun) ($18.000)

Harga pokok mesin baru (12.000)

Nilai jual mesin lama 3.000

Keuntungan netto mesin baru 9.000

 20.000 – 15.000 = 4.500


Perlu diperhatikan bahwa pos-pos tersebut di atas merupakan pos-pos yang sama

dengan pos-pos yang terdapat pada kolom tengah analisis sebelumnya dan menunjukkan

biaya dan pendapatan yang berbeda diantara dua alternatif.

Depresiasi dan biaya relevan. Oleh karena nilai buku peralatan lama bukanlah suatu

biaya relavan, maka terdapat kecenderungan untuk menganggap bahwa depresiasi jenis

apapun adalah tidak relevan dalam proses pengambilan keputusan. Ini bukan anggapan yang

benar. Depresiasi tidak relevan dalam proses pengambilan keputusan hanya jika depresiasi itu

menyangkut biaya terbenam. Perhatikan dari laporan rugi laba perbandingan pada seksi

sebelumnya bahwa depresiasi $12.000 atas mesin baru tampak dalam kolom tengah sebagai

pos yang relevan dalam rangka mencoba menaksir keinginan membeli mesin baru, sedang

depresiasi mesin lama tidaklah relevan. Perbedaannya adalah bahwa investasi ke dalam mesin

baru belum dilaksanakan, dan oleh karenanya tidak menunjukkan depresiasi biaya terbenam.

2.4 Biaya Masa Depan yang Tidak Berbeda Bukanlah Biaya Relevan

Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, apabila perusahaan akan menanggung biaya

tanpa memperhatikan keputusan yang dibuat, maka biaya ini sama sekali tidak dapat

memberitahu perusahaan mengenai keputusan mana yang terbaik. Satu-satunya cara suatu

biaya masa depan dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan dengan

menjadikannya berbeda di antara alternatif yang dipertimbangkan.

2.4.1 Contoh Biaya Masa Depan yang Tidak Relevan

Mesin akan berharga pokok $10.000 dan mempunyai umur manfaat 10 tahun.

Struktur biaya dan penjualan perusahaan per tahun dengan dan tanpa mesin baru ditunjukkan

di bawah :
Biaya saat Biaya yang di-

ini harapkan dari

mesin baru

Jumlah satuan yang diproduksi $5.000 $5.000

Harga jual per satuan 10 10

Biaya bahan baku langsung per 4 4

satuan

Biaya tenaga kerja langsung per 3 2

Satuan

Biaya overhead pabrik variabel 1 1

per satuan

Biaya tetap lain-lain 4.000 4.000

Biaya tetap mesin baru 0 0

Mesin baru menjanjikan penghematan biaya tanpa tenaga kerja langsung 1 per satuan

tetapi akan meningkatkan biaya tetap 1.000 per periode. Seluruh biaya lainya maupun total

jumlah satuan yang diproduksi akan tetap sama. Mengikuti langkah-langkah yang dirancang

sebelumnya, maka analisisnya :


1. Mengeliminir biaya terbenam. (tidak ada biaya terbenam ditunjukkan dalam contoh

diatas)

2. Mengeliminir biaya masa depan (dan pendapatan masa depan) yang tidak berbeda :

a. Harga jual per satuan tidak berbeda.

b. Harga bahan baku langsung per satuan tidak berbeda.

c. Biaya overhead variabel per satuan tidak berbeda.

d. Total “biaya tetap lain-lain” tidak berbeda.

Analisa ini benar-benar menyisakan biaya tenaga kerja per satuan dan biaya tetap

yang ada kaitannya dengan mesin baru sebagai biaya differensial :

Penghematan biaya tenaga kerja langsung

(penghematan biaya 1 per satuan

untuk $5.000 satuan) $5.000

Dikurangi kenaikan biaya tetap $1.000

Penghematan biaya neto setahun yang

dijanjikan oleh mesin baru $4.000

Ketelitian cara penyelesaian ini dapat dibuktikan dengan melihat pada seluruh pos

data biaya (baik data biaya yang relevan maupun data yang tidak relevan) untuk dua alternatif

selama suatu periode, dan selanjutnya membandingkan hasil pendapatan neto.


PERAGAAN 13-1

Analisis biaya Differensial

5.000 satuan yang diproduksi dan dijual

Metode pada Biaya Mesin baru

saat ini Differensial

Penjualan $50.000 --0-- $50.000

Biaya variabel :

Bahan baku langsung $20.000 --0-- $20.000

Tenaga kerja langsung 15.000 $5.000 10.000

Overhead variabel 5.000 --0-- 5.000

Total biaya variabel $40.000 $35.000

Contribution margin $10.000 $15.000

Dikurangi biaya tetap :

Lain-lain 4.000 --0-- 4.000

Mesin baru --0-- (1.000) 1.000

Total biaya tetap 4.000 5.000

Pendapatan netto $6.000 $4.000 $10.000

2.4.2 Mengapa Memisahkan Biaya Relevan

Pada contoh sebelumnya, kita menggunakan dua metode yang berbeda yang

menunjukkan bahwa pembelian mesin baru patut dilakukan. Pertama, kita hanya

mempertimbangkan biaya relevan, dan kedua, kita mempertimbangkan seluruh biaya, baik

biaya yang relevan maupun biaya yang tidak relevan. Kita memperoleh jawaban yang sama

menurut dua pendekatan tersebut. Ini akan menjadi alami untuk bertanya ”Apa sebab susah-
susah memisahkan biaya relevan apabila total biaya saja sudah akan dapat menyelesaikan

persoalan dengan hasil yang sama baiknya? Keinginan memisahkan biaya relevan setidak-

tidaknya di karenakan dua alasan.

Pertama, jarang sekali tersedia informasi yang mencukupi untuk mempersiapkan

laporan rugi laba terinci seperti yang kita lakukan pada contoh sebelumnya. Oleh karena data

yang tersedia biasanya hanya terbatas, maka pembuat keputusan harus mengetahui

bagaimana mengakui mana biaya yang relevan dan mana yang tidak relevan.

Kedua, pemakaian biaya yang tidak relevan bersama-sama dengan biaya yang relevan

dapat mengaburkan keadaan, dan menjauhkan perhatian pembuat keputusan dari persoalan

yang keadaannya sungguh-sungguh kritis. Lagi pula, selalu ada bahaya jika sebagian data

yang tidak relevan digunakan tidak semestinya, yang akhirnya menghasilkan keputusan yang

tidak benar. Pendekatan yang terbaik adalah memisahkan pos-pos yang relevan dan

memusatkan segenap perhatian langsung dan pada pos-pos yanh relevan ini dan pada

pengaruhnya terhadap keputusan yang di buat.

Analisis biaya relevan, digabungkan dengan pendekatan kontribusi terhadap laporan

rugi laba, memberikan suatu alat yang ampuh untuk pengambilan keputusan dalam situasi

khusus, yaitu situasi yang tidak rutin atau situasi luar biasa.

2.5 Penambahan dan Pengurangan Jenis Produk

Keputusan yang menyangkut bilamana mengurangi jenis produk lama dan bilamana

menambah jenis produk baru merupakan keputusan tersulit di antara keputusan tersulit yang

harus dibuat manajer.

2.5.1 Ilustrasi Analisis Biaya

PERAGAAN 13-2
Jenis produk the Discount Drug Company

Total Obat- Alat Perabot-

Obatan kecantikan an

Penjualan $250.000 $125.000 $ 75.000 $ 50.000

Dikurangi biaya variabel 150.000 50.000 25.000 30.000

Contribution margin $145.000 $ 75.000 $ 50.000 $ 20.000

Dikurangi biaya tetap :

Gaji $ 50.000 $ 29.500 $ 12.500 $ 8.000

Advertensi 15.000 1.000 7.500 6.500

Jasa umum 2.000 500 500 1.000

Depresiasi-aktiva tetap 5.000 1.000 2.000 2.000

Sewa 20.000 10.000 6.000 4.000

Asuransi 3.000 1.000 500 500

Administrasi umum 30.000 15.000 9.000 9.000

Total biaya tetap $125.000 $ 59.000 $ 38.000 $ 28.000

Pendapatan (kerugian)

Netto $ 20.000 $ 16.000 $ 12.000 $ (8.000)


Dalam rangka memutuskan apakah jenis produk akan dikurangi, mana yang akan

membutuhkan alasan sebagai berikut :

Apabila jenis perabotan dihentikan pembuatannya, maka perusahaan akan kehilangan

contribution margin per bulan $ 20.000 yang pada saat ini tersedia untuk membantu menutup

biaya tetap. Bagaimana juga, dengan menghentikan pembuatan jenis produk ini dapat

dimungkinkan untuk menghindari biaya tetap tertentu tersebut. Contoh, dimungkinkan untuk

menghentikan karyawan tertentu, atau dimungkinkan untuk mengurangi biaya advertensi.

Apabila dengan menghentikan pembuatan jenis perabotan ini perusahaan mampu

menghindari lebih banyak biaya tetap dibanding hilangnya contribution margin, maka

perusahaan akan berada pada kondisi yang lebih baik kalau jenis perabotan dihentikan

pembuatannya, oleh karena pendapatan netto keseluruhan akan bertambah baik. Di lain

pihak, apabila perusahaan tidak mampu menghindari biaya tetap sebanyak contribution

margin yang hilang, maka jenis perabotan harus dipertahankan.

Untuk menunjukkan bagaimana manajer akan melanjutkan analisis jenis produk,

dimisalkan bahwa manajemen the Discount Drug Company telah menganalisa biaya yang

dibebankan di ketiga jenis produk dan menetapkan sebagai berikut :

1. Gaji menunjukkan gaji yang dibayarkan kepada karyawan yang bekerja secara

langsung dalam masing-masing bidang jenis produk. Seluruh karyawan yang

mengerjakan perabotan dapat diberhentikan apabila jenis perabotan dihentikan

pembuatannya.

2. Advertensi menunjukkan advertensi langsung masing-masing jenis produk dan

dapat dihindari apabila jenis produk dihentikan pembuatannya.


3. Jasa umum menunjukkan biaya jasa umum untuk perusahaan keseluruhan. Jumlah

yang dibebankan ke masing-masing jenis produk menunjukkan suatu alokasi

berdasarkan ruangan yang ditempati.

4. Depresiasi menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk memamerkan

berbagai jenis produk. Meskipun relatif baru, tetapi pembuatan aktiva tetap ini

berdasarkan pesanan dan akan mempunyai nilai jual kembali yang murah apabila

jenis perabotan dihentikan pembuatannya.

5. Sewa menunjukkan sewa atas seluruh bangunan gedung perusahaan dan

dialokasikan ke jenis produk atau atas dasar dollar penjualan. Berdasarkan perjanjian

kontrak-sewa jangka panjang, ditetapkan sewa per tahun $ 20.000.

6. Asuransi menunjukkan asuransi persediaan yang tersimpan dalam masing-masing

tempat penyimpanan dari tiga tempat penyimpanan jenis produk.

7. Biaya administrasi umum menunjukkan biaya akuntansi, biaya pembelian dan

biaya manajemen umum, yang dialokasikan ke jenis produk atas dasar dollar

penjualan. Total biaya administrasi tidak akan berubah apabila perabotan dihentikan

pembuatannya.

Biaya yang dapat dan yang tidak dapat dihindari apabila jenis produk dihentikan

pembuatannya :

Total Tidak Dapat di-

Biaya dapat hindari

Dihindari
Gaji $8.000 $8.000

Advertensi 6.500 6.500

Jasa umum 1.000 $1.000

Depresiasi—aktiva tetap 2.000 2.000

Sewa 4.000 4.000

Asuransi 5.00 500

Administrasi umum 6.000 6.000

Total biaya tetap $28.000 $13.000 $15.000

*Biaya ini menunjukkan (1) biaya terbenam atau (2) biaya yang tidak akan berubah tanpa

memperhatikan apakah jenis perabotan dipertahankan atau dihentikan pembuatannya.

2.5.2 Bentuk Perbandingan

Beberapa manajer lebih senang mendekati keputusan jenis ini dengan mempersiapkan

laporan rugi laba perbandingan yang menunjukkan pengaruh adanya dan tidak adanya jenis

produk yang dipermasalahkan terhadap perusahaan sebagai suatu keseluruhan. Analisis

perbandingan jenis ini untuk the Discount Drug Company ditunjukkan pada Peragaan 13-3.

2.5.3 Hati-hati Terhadap Biaya Tetap yang Dialokasikan

Kesimpulannya untuk tidak menghentikan pembuatan jenis perabotan rupanya

bertentangan dengan data yang ditunjukkan pada Peragaan 13-2. Bahwa jenis perabotan
menunjukkan kerugian netto daripada keuntungan netto. Keterangan mengenai ketidak-

konsistenan yang nyata ini setidaknya sebagian terletak pada common fixed costs yang

dialokasikan ke jenis produk.

PERAGAAN 13-3

Analisis jenis produk bentuk perbandingan

Perbedaan Kenaikan

Memperta- Menghen- atau (penurunan;

hankan tikan Pendapatan

perabotan perabotan netto

Penjualan $ 50.000 $ 0 ($ 50.000)

Dikurangi biaya variabel 30.000 0 30.000

Contribution margin $ 20.000 $ 0 ($ 20.000)

Dikurangi biaya tetap :

Gaji $ 8.000 $ 0 $ 8.000

Advertensi 6.000 0 6.500

Jasa umum 1.000 1.000 0

Depresiasi-aktiva tetap 2.000 2.000 0


Sewa 4.000 4.000 0

Asuransi 500 0 500

Administrasi umum 6.000 6.000 0

Total biaya tetap $28.000 $13.000 $15.000

Pendapatan (kerugian) netto ($ 8.000) ($13.000) ($ 5.000)

Toko roti dan kue mendistribusikan produknya melalui saluran salesman, masing-

masing mengisi truk dengan berbagai macam produk di pagi hari dan seharian penuh

mendatangi langganan di suatu daerah yang sudah ditetapkan. Dengan keyakinan bahwa

beberapa jenis produk lebih dapat menguntungkan dibanding lainnya, manajemen meminta

suatu analisis penjualan dan biaya produk. Akuntansn yang bertugas mengalokasikan seluruh

biaya produksi dan biaya pemasaran ke produk mendapatkan suatu laba netto untuk masing-

masing produk. Angka-angka yang dihasilkan membuktikan bahwa beberapa produk terjual

dengan mendatangkan suatu kerugian, dan manajemen menghentikan pembuatan produk

tersebut. Bagaimanapun juga, ketika perubahan ini menampakkan hasilnya, keuntungan

perusahaan keseluruhan turun. Selanjutnya terbukti bahwa, dengan menghentikan pembuatan

beberapa produk, hasil penjualan berkurang tak sepadan penurunan biaya oleh karena biaya

produksi bersama dan biaya penjualan akan terus berlangsung agar dapat membuat dan

menjual produk lainnya.

PERAGAAN 13-4

Jenis produk The Discount Drug Company – penyusunan kembali kedalam bentuk

kontribusi (dari Peragaan 13-2)


2.6 Keputusan Membuat atau Membeli

Banyak langkah terlibat dalam usaha menyampaikan produk jadi ke langganan.

Pertama, bahan mentah harus diperoleh melalui penambangan, perboran, penanaman hasil

panen, peternakan hewan, dan lain sebagainya. Kedua, bahan mentah ini harus diproses untuk

membersihkan segala kotoran atau untuk menyadap bahan yang dikehendaki dan bermanfaat

dari sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Ketiga, bahan mentah yang dapat

dimanfaatkan harus diolah menjadi bentuk yang dikehendaki untuk dijadikan sebagai bahan

masukan dasar bagi produk yang dibuat. Keempat pembuatan produk jadi benar-benar harus

berlangsung, dengan beberapa produk yang mungkin berasal dari masukan bahan mentah

dasar yang sama (sebagai contohnya, beberapa jenis pakaian yang berbeda berasal dari

masukan kain dasar yang sama). Dan akhirnya, produk jadi harus didistribusikan ke

langganan akhir.

Apabila perusahaan terlibat dengan lebih dari satu langkah ini, maka perusahaan

tersebut dikatakan terpadu secara vertikal. Perpaduan vertikal sangat lazim. Beberapa

perusahaan berjalan sepanjang mengendalikan seluruh aktivitas yang menyangkut produknya,

mulai dabusi akhir produk jadi. Perusahaan lain puas memadukan pada skala yang ri

penambangan bahan mentah atau penanaman hasil panen sampai distrikurang besar, dan

mereka tidak akan lebih dari menghasilkan suku cadang yang dibuat untuk digabungkan ke

dalam produk akhirnya.

Keputusan memproduksi suku cadang yang dibuat sendiri daripada membeli suku

cadang dari supplier, sering disebut keputusan "membuat atau membeli". Sesungguhnya,
setiap keputusan apapun yang menyangkut perpaduan vertikal merupakan keputusan

membuat atau membeli, oleh karena perusahaan sedang memutuskan apakah memenuhi

kebutuhannya sendiri daripada membeli dari luar.

2.6.1 Keuntungan perpaduan

Beberapa keuntungan tertentu timbul dari perpaduan. Perusahaan yang terpadu sedikit

bergantung pada suppliernya, dan mampu menjamin arus suku cadang dan bahan baku untuk

produksi secara lebih lancar dibanding perusahaan yang tidak terpadu. Contoh, kelambatan

suku cadang utama supplier dapat mengakibatkan operasi perusahaan yang tidak terpadu

akan berhenti beberapa bulan, sedang perusahaan yang terpadu yang membuat suku

cadangnya sendiri akan mampu melanjutkan operasi. Juga, beberapa perusahaan merasa

bahwa mereka dapat mengendalikan kualitas yang lebih baik kalau membuat suku cadang

dan bahan mentahnya sendiri daripada kalau bergantung pada norma pengendalian kualitas

supplier. Di samping itu, perusahaan yang terpadu mendapat keuntungan dari suku cadang

dan bahan mentah yang "dibuat" sendiri daripada yang "dibeli" dari supplier, dan juga

keuntungan dari operasi regulernya.

Keuntungan perpaduan diimbangi oleh berbagai resiko. Perusahaan yang membuat

suku cadangnya sendiri menghadapi resiko terputusnya hubungan jangka panjang dengan

supplier, yang ternyata akan membahayakan dan mengganggu perusahaan. Sekali hubungan

dengan supplier terputus, seringkali sulit dijalin kembali. Apabila permintaan produk menjadi

ramai, perusahaan mingkin tidak mempunyai kapasitas yang mencukupi untuk melanjutkan

pembuatan seluruh suku cadangnya sendiri, tetapi kemudian akan mengalami kesulitan dalam

mencoba meminta bantuan dari supplier yang sudah putus hubungan. Di samping itu,

perubahan teknologi sering mengakibatkan lebih mahal kalau meneruskan memproduksi suku

cadang sendiri dibanding kalau membeli dari supplier luar, tetapi perubahan biaya ini tidak
jelas bagi perusahaan. Pendek kata, faktor-faktor tersebut memberikan kesan bahwa

meskipun keuntungan tertentu dapat diperoleh perusahaan yang terpadu, namun keputusan

membuat atau membeli harus dipertimbangkan secara seksama sebelum langkah apapun

dilakukan yang ternyata mahal dalam jangka panjang.

2.6.2 Contoh membuat atau membeli

Untuk memberikan ilustrasi, memisalkan bahwa Bonner Company saat ini membuat

bagian suku cadang yang kecil-kecil yang digunakan untuk pembuatan salah satu jenis

produk utama perusahaan. Departemen akuntansi Bonner Company melaporkan "biaya"

pembuatan sendiri bagian suku cadang sebagai berikut :

Bonner Company baru saja menerima tawaran dari supplier luar yang akan

menyediakan 8.000 bagian suku cadang setahun dengan harga perusahaan per satuanny $ 15.

Haruskah Bonner Company menghentikan pembuatan sendiri bagian suku cadang dan mulai

membelinya dari supplier luar ? Untuk membuat keputusan ini, menejer harus memusatkan

lagi pada biaya diferensial. Sebagaimana yang kita lihat sebelumya, biaya diferensial dapat

diperoleh dengan jalan mengeliminasi biaya yang tidak dapat dihindari dari data biaya; jadi,

dengan mengeliminasi (1) biaya terbenam dan (2) biaya masa depan yang akan selalu ada

tanpa memperhatikan apakah bagian suku cadang ini diproduksi sendiri ataukah dibeli dari

sup plier luar. Biaya yang lainnya yang masih tersisa setelah melakukan eliminasi ini akan

menjadi biaya yang dapat dihindari perusahaan kalau membeli bagian suku cadang dari

supplier luar. Apabila biaya ini lebih kecil dibanding harga beli dari supplier luar, maka
perusahaan harus melanjutkan memproduksi sendiri bagian suku cadangnya dan menolak

tawaran supplier luar. Dengan demikian, perusahaan boleh membeli dari supplier luar hanya

apabila harga beli dari supplier luar lebih murah ibanding biaya yang dapat dihindari sendiri

sebagai akibat menghentikan pembuatan sendiri bagian suku cadang.

Dengan melihat data di atas, pertama kali perhatikan bahwa depresiasi peralatan khusus

merupakan salah satu "biaya" pembuatan sendiri bagian suku cadang. Oleh karena peralatan

sudah terlanjur dibeli, maka hal ini menunjukkan suatu biaya terbenam. Perhatikan juga

bahwa perusahaan mengalokasikan sebagian biaya overhead umum ke bagian suku cadang.

Oleh karena biaya ini merupakan common costs bagi semua elemen yang diproduksi dalam

pabrik, maka biaya ini akan tetap tidak berubah sekalipun bagian suku cadang dibeli dari

supplier luar, oleh karena itu, biaya yang dialokasikan ini bukan biaya diferensial (sebab

tidak akan berbeda antara alternatif membuat atau membeli) dan harus dieliminir dari

kerangka kerja keputusan menejer bersama-sama dengan biaya terbenam.

Biaya variabel pembuatan sendiri bagian suku cadang (bahan baku, tenaga kerja, dan

overhead variabel) merupakan biaya diferensial, oleh karena biaya variabel dapat dihindari

kalau membeli bagian suku cadang dari supplier luar. Apabila pengawas dapat diberhentikan

kerjanya dan gajinya dapat dihindari kalau membeli bagian suku cadang dari supplier luar,

maka biaya gaji ini juga akan merupakan biaya diferensial dan relevan bagi keputusan.

Dengan memisalkan bahwa baik biaya variabel maupun gaji pengawas dapat dihindari kalau

membeli bagian suku cadang dari supplier luar, maka bentuk analisisnya tampak pada

Peragaan 13-5.

Oleh karena biaya melanjutkan membuat sendiri bagian suku cadang lebih murah $ 4

per satuan, maka Bonner Company harus menolak tawaran supplier luar. Bagaimanapun juga,
ada satu faktor tambahan yang mungkin ingin dipertimbangkan juga oleh perusahaan

sebelum mencapai suatu keputusan akhir. Faktor ini adalah biaya kesempatan ruangan yang

saat ini digunakan untuk memproduksi sendiri bagian suku cadang.

2.6.3 Masalah biaya kesempatan

Apabila ruangan yang saat ini digunakan memproduksi bagian suku cadang akan

menganggur jika tidak digunakan untuk keperlų an tersebut, maka Bonner Company harus

melanjutkan memproduksi sendiri bagian suku cadangnya dan tawaran supplier harus ditolak,

seperti yang kita nyatakan di atas. Ruang yang menganggur yang tidak mempunyai kegunaan

alternatif itu mempunyai biaya kesempatan nol. Tetapi bagaimana jika ruang yang saat ini

digunakan memproduksi bagian suku cadang itu tidak akan menganggur begitu saja, tetapi

sedikitnya dapat digunakan untuk beberapa tujuan lain ? Dalam hal ini, ruangan akan

mempunyai biaya kesempatan yang harus dipertimbangkan di dalam rangka menilai

keinginan terhadap tawaran supplier. Berapakah besarnya biaya kesempatan tersebut ?

Besarnya biaya kesempatan tersebut akan sebesar marjin bagian yang dapat diperoleh dari

alternatif terbaik penggunaan ruangan.

Untuk mengilustrasikan, memisalkan bahwa ruang yang saat ini digunakan

memproduksi bagian suku cadang dapat digunakan memproduksi suatu jenis produk baru

yang akan menghasilkan marjin bagian $ 50.000 setahun. Di bawah kondisi ini, Bonner

Company akan berada pada kondisi yang lebih baik jika menerima tawaran supplier dan

memanfaatkan ruangan yang tersedia untuk memproduksi jenis produk baru :

2.7 Pemanfaatan Sumber Daya Ekonomi yang Langka


Perusahaan sering dihadapkan pada masalah penentuan sumber daya ekonomi yang

langka akan dimanfaatkan ada misalnya mempunyai luas lantai yang terbatas dan oleh karena

tidak dapat menyediakan setiap jenis produk yang mungkin dapat diakan. Perusahaan

manufaktur mempunyai sejumlah jam mesin yang tas dan sejumlah jam kerja langsung yang

terbatas yang tersedia kepentingannya. Ketika kapasitas terpakai sepenuhnya, perusahaan

memutuskan pesanan mana yang akan diterima dan pesanan mana yang ditolak. Dalam

mengambil keputusan ini, pendekatan kontribusi lah penting, oleh karena perusahaan akan

menghendaki memilih bertindak yang akan memaksimumkan total contribution marginnya.

2.7.1 Kontribusi dalam hubungannya dengan sumber daya ekonomi yang langka

Untuk memaksimumkan total contribution margin, perusahaan seharusnya tidak perlu

meningkatkan produk yang mempunyai contribution margin individual tertinggi.

Contribution margin total akan dimaksimisasi oleh peningkatan produk atau penerimaan

pesanan yang menjanjikan contribution margin lebih tinggi dalam kaitannya dengan sumber

daya ekonomi perusahaan.

Salah satu kendala sumber daya ekonomi yang lebih umum adalah jumlah rupiah

advertensi yang tersedia. Perusahaan secara khusus memusatkan upayanya pada jenis produk

yang menjanjikan contribution margin terbesar per rupiah advertensi yang dibelanjakan.

Kendala sumber daya ekonomi yang umum lainnya adalah luas lantai. Berbagai toko eceran

yang memberikan potongan dan penyalur makanan yang memberikan potongan

memanfaatkan konsep contribution margin maksimum per kaki persegi dengan memusatkan

pada jenis produk yang mempunyai perputaran cepat, dengan cara demikian menghasilkan

kontribusi dengan jumlah besar dalam ruangan yang tersedia dalam jumlah kecil.

2.8 Biaya Produk Bersama dan Pendekatan Kontribusi


2.8.1 Keputusan menjual atau memproses lebih lanjut

Biaya produk bersama tidak relevan dalam keputusan yang berkenaan dengan

penyelesaian produk sejak saat pemisahan. Alasannya adalah bahwa ketika mencapai saat

pemisahan, biaya produk bersama sudah dikeluarkan dan oleh karenanya merupakan biaya

terbenam. Dalam kasus contoh perusahaan sabun di atas, biaya produk bersama yang

dialokasikan sebesar $ 150.000 itu tidak akan diperkenankan mempengaruhi penyelesaian

sisa buangan sejak saat pemisahan. Analisis akan menunjukkan :

Keputusan jenis ini dikenal sebagai keputusan "menjual atau memproses lebih lanjut".

Sebagai pedoman umum, akan selalu menguntungkan melanjutkan pemrosesan produk

bersama setelah saat pemisahan sepanjang tambahan penghasilan dari pemrosesan tersebut

melebihi tambahan biaya pemrosesan lebih lanjut. Biaya produk bersama yang telah

dikeluarkan sampai saat pemisahan merupakan biaya terbenam, dan selalu tidak relevan

dalam keputusan yang berkenaan dengan penyelesaian lebih lanjut sejak saat pemisahan.

Untuk memberikan contoh lebih lanjut suatu keputusan menjual atau memproses lebih

lanjut, memisalkan bahwa tiga produk dihasilkan dari satu masukan bahan baku tunggal. Data

biaya dan penghasilan sehubungan dengan produk ditunjukkan pada peragaan 13-7, bersama-

sama dengan suatu analisis produk mana yang harus di jual pada saat pemisahan dan mana

yang harus diproses lebih lanjut. Sebagaimana tampak dalam peragaan, produk B dan C

keduanya harud diproses lebih lanjut ; produk A harus dijual pada saat pemisahan.

Anda mungkin juga menyukai