0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan11 halaman

SAP Terapi Bermain untuk Anak RSUD

Terapi bermain mewarnai buah-buahan dilakukan untuk mengurangi kecemasan anak di rumah sakit. Terapi ini dilaksanakan selama 30 menit di ruang bermain poli klinik anak RSUD Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe untuk anak usia pra sekolah. Tujuannya adalah membuat anak merasa nyaman dan dapat beradaptasi dengan baik selama dirawat.

Diunggah oleh

bulan hasan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan11 halaman

SAP Terapi Bermain untuk Anak RSUD

Terapi bermain mewarnai buah-buahan dilakukan untuk mengurangi kecemasan anak di rumah sakit. Terapi ini dilaksanakan selama 30 menit di ruang bermain poli klinik anak RSUD Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe untuk anak usia pra sekolah. Tujuannya adalah membuat anak merasa nyaman dan dapat beradaptasi dengan baik selama dirawat.

Diunggah oleh

bulan hasan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TERAPI BERMAIN

PADA ANAK
DI RUANG POLI KLINIK ANAK RSUD. PROF. DR. HI. ALOEI
SABOE

OLEH :
1. APRIANI AHMAD
2. LARAS ADEPUTRI BUDITOMO
3. SITI AINUN HASAN
4. WIRADITA GUMALANGIT

PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN XVI


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2022
SATUAN ACARA PENYULUHAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK DI

RSUD. PROF. DR. HI. ALOEI SABOE

Pokok Bahasan           : Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit


Sub Pokok Bahasan   : Terapi Bermain mewarnai buah-buahan
Tujuan                         : Mengoptimalkan tingkat ketakutan dan kecemasan anak
Tempat                        : Ruang bermain poli klinik anak
Waktu                         : 30 menit
Sasaran                       : Klien Di Ruang PoliKlinik Anak

1.1 Pendahuluan

Hospitalisasi adalah suatu keadaan krisis yang terjadi pada anak, hal ini
dikarenakan anak dalam kondisi sakit dan dirawat di rumah sakit. Keadaan ini
membuat anak berusaha beradaptasi dengan lingkungan yang baru yaitu
lingkungan rumah sakit sehingga kondisi tersebut dapat meningkatkan stressor
yang menimbulkan kecemasan, marah, sedih, takut, dan merasa bersalah
(Hockenberry & Wilson, 2011). Menurut Hery (2017) dengan melakukan
permainan anak dapat terlepas dari ketegangan dan stress yang ditimbulkan
selama proses hospitalisasi terjadi, dengan bermain anak dapat mengalihkan rasa
sakit dan cemasnya dengan permainan (distraksi).
Bermain merupakan kegiatan anak – anak yang dilakukan berdasarkan
keinginan dari anak untuk mengatasi kecemasan, stress, dan adaptasi baru di
lingkungan yang baru. Fungsi dari bermain adalah untuk perkembangan sensoris
dan motorik, perkembangan intelektual, perkembangan sosial, perkembangan
kesadaran diri serta juga kreativitas dari anak (Wong dalam Heri Saputro, 2017).
Menurut Setiawati, dkk (2019) stress yang terjadi akibat proses hospitalisasi pada
anak usia prasekolah sangat berpengaruh pada perawatan dan proses
penyembuhan pada saat anak dirawat di rumah sakit. Menurut Suryanti (2011)
salah satu permainan yang bisa dilakukan kepada anak pra sekolah yaitu dengan
mewarnai gambar, hal ini karena sesuai tahap perkembangan anak mulai
menyukai dan mengenal warna yang ada di sekitarnya.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Wowling, dkk tahun
2014 yang berjudul pengaruh terapi bermain mewarnai gambar terhadap tingkat
kecemasan pada anak usia pra sekolah akibat hospitalisasi di RSUP. Prof. DR.
Kandou Manado didapatkan hasil yaitu dari 30 responden yang mengikuti terjadi
penurunan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi.
dari sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain mewarnai gambar di RSUP.
Prof. DR. Kandou Manado. Analisis menggunakan uji Paired Sample t-test
diperoleh nilai p ≤ α = 0,05. Menurut Deswita (2016) bahwa terapi bermain
mewarnai gambar lebih baik dalam menurunkan skor kecemasan dibandingkan
dengan terapi bermain puzzle. Hal ini dibuktikan berdasarkan dari hasil penelitian
yang sudah dilakukan dengan menggunakan desain quasi eksperimen dengan
pendekatan non equivalen comparison group pretest-posttest terhadap 30
responden yang terbagi menjadi 2 group dengan hasil terdapat perbedaan
bermakna penurunan skor kecemasan pada kedua kelompok, dan mewarnai
gambat dapat menurunkan skor kecemasan lebih baik dibandingkan dengan
bermain puzzle (dengan perbedaan rata – rata = 5,93 poin)
Menurut data yang diambil dari KPPA RI (2018) bahwa anak yang
menjalani rawat inap di RS swasta adalah sebesar 46,92%. Di ruang anak rumah
sakit Siloam Lippo Village didapatkan bahwa pada tanggal 29 Oktober 2019
terdapat 30% anak usia pra sekolah dari 13 pasien. Dari hasil observasi yang
dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2019 75% anak usia pra sekolah tampak
adanya kecemasan yang dibuktikan dengan tidak mau berinteraksi dengan perawat
atau petugas kesehatan selama dirawat di rumah sakit.
Berdasarkan masalah dan teori yang sudah dijelaskan di atas, tim penulis
tertarik untuk melakukan terapi bermain dengan mewarnai kepada anak usia pra
sekolah untuk menurunkan kecemasan akibat hospitalisasi di ruangan anak
RSUD. Prof. Dr. [Link] Saboe
1.2 Tujuan Kegiatan :
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah dilakukan terapi bermain mewarnai selama 1x30 menit, anak
diharapkan bisa merasa tenang selama perawatan dan tidak takut lagi terhadap
petugas kesehatan sehingga anak merasa nyaman dan dapat beradaptasi dengan
baik selama dirawat di Rumah Sakit.
1.2.1 Tujuan Khusus
Setelah dilakukan terapi bermain mewarnai selama 1x30 menit diharapkan
anak usia pra sekolah dapat :
 Anak mampu bersosialisasi dengan orang lain yang ada di rumah sakit.
 Anak menjadi tenang dan kooperatif
 Anak mampu mengenal bentuk buah – buahan
1.3 Sasaran Peserta
Anak usia pra sekolah dengan rentang umur 3 – 6 tahun tidak mempunyai
penyakit menular dan bersedia ikut dalam terapi bermain mewarnai
1.4 Media
Gambar buah – buahan yang sudah diprint dalam kertas ukuran A4, pensil
warna atau krayon.
1.5 Pelaksanaan
Hari / Tanggal : Senin, 23 Mei 2022
Tempat : Ruang bermain poli klinik anak
Sasaran : Pasien anak usia prasekolah (3-6 tahun)
Metode : Mewarnai gambar buah – buahan
1.6 Tata letak
1.7 Tugas dan tanggung Jawab
Presenter : Laras Adeputri Buditomo
Fasilitator : Wiradita Gumalangit, Siti Ainun Hasan, Apriani Ahmad

1.8 Susunan Acara Pelaksanaan


Waktu Durasi Kegiatan Media Respon PIC
10.00- 10 Persiapan: - Perlengkapan Siti Ainun
10.10 menit -Menyiapkan ruangan peralatan dan Hasan
wib -Menyiapkan dan perserta siap.
mengumpulkan
anak-anak dan
keluarga yang
mendampingi
10.10- 5 menit Pembukaan: - -Peserta membalas Wiradita
1015 -Mengucapkan salam salam Gumalangit
wib -Memperkenalkan diri -Peserta
memperkenalkan
diri
10.15- 25 Pelaksanaan: -Kertas -Mendengarkan Laras
10.35 menit -Menjelaskan media bergamba penjelasan. Adeputri
wib yang akan dijadikan r -Bersiap-siap
permainan -Pensil untuk mewarnai
Buditomo
-Menjelaskan tentang warna
permainan beserta -Meja lipat
peralatan yang akan
digunakan.
-Meminta peserta
bersiap-siap untuk
memulai mengambil
kertas bergambar,
pensil dan mewarnai
dengan dengan
kreasi masing-
masing-masing

10.35- 5 menit Evaluasi/Kesimpulan - -Mendengarkan Apriani


10.40 -Menyampaikan Ahmad
wib kesimpulan
permainan
10.40- 5 menit Penutup: - -Menjawab salam Wiradita
10.45 -Mengucapkan salam penutup Gumalangit
wib penutup
-Membagikan sticker
kepada peserta.

1.9 Kriteria Evaluasi


1. Evaluasi struktur
a) 50% pasien anak usia 3-6 tahun mengikuti terapi bermain
mewarnai
b) Terapi aktivitas diselenggarakan tepat waktu di ruang bermain Poli
klinik anak

2. Evaluasi Proses
a) Semua peserta mengikuti dari awal sampai akhir acara
b) Semua peserta aktif dan antusias mewarnai gambar buah - buahan
3. Evaluasi Hasil
a) 50% peserta menyelesaikan mewarnai gambar buah – buahan
sesuai dengan waktu yang disepakati
b) 50% peserta anak mampu bersosialisasi dengan tenaga kesehatan
yang ada di rumah sakit
LAMPIRAN MATERI

2.1 Usia Preschool

Usia preschool atau pra sekolah merupakan usia emas dimana seorang anak
dalam masa tumbuh kembangnya memerlukan banyak stimulus. Pada masa ini
merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan berbagai pontensi dan
kemampuan antara lain motorik halus, motorik kasar, sosial, emosi serta
kognitifnya (Mulyasa, 2012). Di samping itu u s i a prasekolah adalah masa
dimana terjadinya peningkatan kecerdasan dari 50% menjadi 80%. Peningkatan
ini dapat tercapai secara maksimal bila lingkungan sekitar mampu memberikan
rangsangan dan stimulasi yang tepat kepada anak itu sendiri, tetapi
apabila anak tidak mampu memperoleh rangsangan dan stimulasi dengan
tepat maka otak anak tidak akan mampu berkembang dan berfungsi secara
maksimal.

2.2 Bermain

Bermain merupakan hal yang sangat dekat dengan dunia anak – anak, dunia
anak adalah dunia bermain, yakni dunia yang penuh spontanitas dan
menyenangkan, sesuatu yang dilakukan dengan penuh semangat karena
merupakan hal yang menyenangkan. Arti kata bermain menurut KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) adalah melakukan sesuatu untuk bersenang – senang.
Kegiatan bermain juga merupakan bagian dari proses belajar anak – anak, dimana
saat bermain aspek fisik, psikis, kognitif dan emosional turut dibentuk. Sigmund
Freud dengan teori psikoanalisis mengatakan bahwa bermain dapat
mengekspresikan dorongan impulsive sebagai cara mengurangi kecemasan
(Mutiah, 2010). Bagi anak – anak yang sedang menjalani perawatan di rumah
sakit, bermain juga merupakan bagian dari terapi sebab bermain memiliki nilai
terapeutik. Anak – anak yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit,
cenderung mengalami perasaan takut, cemas, nyeri, bosan dan stress.
2.2.1 Manfaat Bermain di Rumah Sakit

1) Membantu anak merasa lebih aman di lingkungan yang asing


2) Membantu mengurangi stres akibat perpisahan dan perasaan rindu rumah
3) Alat untuk melepaskan ketegangan dan ungkapan perasaan
4) Meningkatkan interaksi dan perkembangan sikap yang positif terhadap
orang lain
5) Sebagai alat ekspresi ide-ide dan minat
6) Sebagai alat untuk mencapai tujuan terapeutik
7) Menempatkan anak pada peran aktif dan memberi kesempatan pada anak
untuk menentukan pilihan.

2.2.2 Prinsip Bermain Di Rumah Sakit

Terapi bermain yang dilaksanakan di rumah sakit tetap harus memperhatikan


kondisi kesehatan anak. Beberapa prinsip permainan pada anak dirumah sakit
yaitu:
1) Permainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang
dijalankan pada anak.
2) Permainan yang tidak membutuhkan banyak energi, singkat dan
sederhana.
3) Pilihlah jenis permainan yang tidak melelahkan anak
4) Permainan harus mempertimbangkan keamanan anak, pilih alat permainan
yang aman untuk anak, tidak tajam, tidak merangsang anak untuk berlari-
lari dan bergerak secara berlebihan
5) Melibatkan orang tua saat anak bermain merupakan satu hal yang harus
diingat.

2.3 Mewarnai

Salah satu kegiatan bermain yang dapat dan aman dilakukan dirumah sakit
adalah mewarnai, kegiatan mewarnai melibatkan beberapa organ tubuh seperti
otak, tangan, mata, anggota gerak serta daya fikir anak dilatih. Beberapa manfaat
positif yang dihasilkan dari kegiatan mewarnai adalah:

1) Melatih aktivitas motoric


2) Sebagai media berekspresi
3) Melatih mengenal warna
4) Melatih anak menggenggam
5) Meningkatkan konsentrasi
6) Melatih kemampuan bekerjasama
7) Melatih mengenal garis batas bidang

Mewarnai gambar adalah salah satu permainan yang cocok untuk


dilakukan anak usia pra sekolah, dimana anak mulai menyukai dan mengenal
warna serta mengenal bentuk-bentuk benda di sekelilingnya (Suryanti, 2011).
Mewarnai gambar buah-buahan adalah salah satu cara memberikan edukasi pada
anak pra sekolah mengenai makanan sehat, dimana anak usia pra sekolah
mengalami tumbuh kembang yang pesat sehingga membutuhkan zat gizi yang
baik (Hartono, 2017).
DAFTAR PUSTAKA

Hartono, S. H. (2017). 6 Cara Mengajarkan Prasekolah Mengenal Pola Maka


Sehat. [Link]
mengenal-pola-makan-sehat?page=all diakses Oktober 2019

Mulyasa, H. E. (2012). Manajemen PAUD. PT. Remaja Rosdakarya Offset.


Bandung.

Suryanti. (2011). Pengaruh Terapi Bermain Mewarnai dan Origami Terhadap


Tingkat Kecemasan Sebagai Efek Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra Sekolah
di RSUD dr. R. Goetheng Tarunadibrata Purbalingga. Jurnal Kesehatan
Samodra Ilmu

Anda mungkin juga menyukai