Rencana Keselamatan Konstruksi RSUD Lamandau
Rencana Keselamatan Konstruksi RSUD Lamandau
IDENTITAS PROYEK
LOKASI :
KAB. LAMANDAU
ANGGARAN : DPPA SKPD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LAMANDAU TAHUN
ANGGARAN 2021-2022
DISUSUN OLEH:
Nomor :
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
A. KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI
1. Identifikasi isu internal yang akan dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan
pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi di antaranya:
a. Tata kelola, struktur organisasi, peran dan akuntabilitas;
b. Kebijakan, tujuan, dan strategi untuk mencapainya;
c. Kemampuan dan pemahaman dalam hal sumber daya, pengetahuan, dan kompetensi (seperti
modal, waktu, sumber daya manusia, proses, sistem, dan teknologi);
d. Hubungan dengan, serta persepsi dan nilai-nilai dari, pekerja;
e. Pengaturan waktu kerja;
f. Kondisi kerja; dan
g. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas.
2. Identifikasi isu eksternal yang akan dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan
pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi di antaranya:
a. Lokasi pekerjaan, sosial, budaya,
b. teknologi, dan alam;
Subkontraktor, pemasok, mitra dan penyedia, teknologi baru, dan munculnya pekerjaan baru;
c. Pengetahuan baru tentang produk dan pengaruhnya terhadap kesehatan dan keselamatan;
d. Hubungan dengan kepentingan pengguna jasa terkait dengan pekerjaan konstruksi;
e. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas.
*
Tabel A-1. Contoh Identifikasi dan Penetapan Isu Eksternal dan Internal
DAFTAR IDENTIFIKASI ISU EKSTERNAL DAN INTERNAL
PAKET PEKERJAAN: Pembangunan Gedung RSUD Lamandau (Multi Years)
1. Jadwal Pekerjaan di percepat, Pekerja bekerja lebih Kinerja Eksternal Threat Surat Perintah Kerja Kebutuhan: Keinginan:
dari 1 shif (SPK) - sesuai jadwal - Tidak mengganggu aktifitas
- sesuai metode kerja
Harapan: Harapan:
- tidak terjadi kecelakaan & - metode kerja aman terhadap
penyakit akibat kerja lingkungan
- proyek tdk dihentikan/ tdk
didemo
2. Struktur organisasi Keselamatan Penambahan personil Kinerja Strength Internal Struktur Keinginan : Keinginan:
Konstruksi dalam pekerjaan Organisas - Penambahan Personil - Tidak mengganggu aktifitas
diharapkan penerapan SMKK
lebih efektif;
Harapan Harapan:
- tidak terjadi kecelakaan & metode kerja aman terhadap
penyakit akibat kerja lingkungan
TTD TTD
b. Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja yang menggambarkan hubungan kerja antara Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dengan Kantor Pusat Penyedia Jasa. Prosedur dan/atau petunjuk kerja
ditandatangani oleh Direktur Utama Penyedia Jasa. Isi prosedur dan/atau petunjuk kerja sekurang-
kurangnya meliputi:
1. Tugas, tanggung jawab dan wewenang Tim Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Kantor Pusat
Penyedia Jasa;
2. Hubungan kerja antara Tim Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Kantor Pusat Penyedia Jasa;
3. Jadwal pelaporan kinerja pelaksanaan pekerjaan khususnya terkait Keselamatan Konstruksi pada
* pimpinan puncak Penyedia Jasa di Kantor Pusat;
4. Kendala yang dihadapi terkait pelaksanaan pekerjaan khususnya terkait masalah Keselamatan
Konstruksi dan alternatif solusi pemecahan masalah tersebut yang membutuhkan bantuan
dukungan dari pimpinan puncak Penyedia Jasa di Kantor Pusat.
Diagram A-2. Contoh Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi Unit
Keselamatan Konstruksi
Dalam rangka Pengadaan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PADANG – LB. ALUNG –
PADANG PANJANG – PADANG LUAR, PADANG PANJANG – BTS. KOTA SOLOK pada
Kelompok Kerja (Pokja) Kelompok Kerja (POKJA) Pemilihan 10 BP2JK Wilayah Sumatera Barat,
Berkomitmen melaksanakan Konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accidet, dengan
memastikan bahwa ketentuan seluruh pelaksanaan Konstruksi :
Bulan Ke.
No. Elemen Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
2 Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst. Dst.
Minggu Ke.
No. Uraian Pekerjaan Bobot
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
SESUAI JADWAL
PELAKSANAAN
Jumlah Bobot Rencana
Selisih
Penjelasan :
1 Akibat, Nilai 1 : Luka Ringan 3 Resiko = Akibat x Peluang
Nilai 2 : Luka Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian
2 Peluang, Nilai 1 : Luka Ringan 4 Tingkat Resiko Kegiatan : Nilai 1 - 2 = Resiko Rendah
Nilai 2 : Luka Sedang Nilai 3 - 4 = Resiko Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian Nilai 6 - 9 = Resiko Tinggi
I Pekerjaan Persiapan
1 Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan dan - Terjatuh, tergelincir, terjepit, jalan akses rusak
2 Foto Dokumentasi - Tergelincir, terjatuh, alat rusak Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 4 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
3 Uitset - Terjatuh, terkilir serta terluka, terkena paku Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan danSepatu
Memakai RompiSafety Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
4 Bowplank - Terjatuh, terkilir serta terluka, terkena paku Kecelakaan berat Kerja Memakai Masker dan Kaca Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
5 Biaya Penyelenggaraan Keamanan, Kesehatan,dan Keselamatan Konstruksi - Tertular Virus covid - 19 UU No.13 Tahun 2003 Mata Pelindung Sanksi Bagi Pekerja yang
Tentang Ketenaga Memakai Helm Proyek Tidak Memakai APD
kerjaan Tidak Bercanda Dalam
UU No. 18 Tahun 1999 Bekerja
Berhati - Hati
Tentang Jasa Konstruksi
1 PEKERJAAN PENGECATAN BAHAYA Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 4 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
5. Lantai 5 - Terjatuh dari ketinggian Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan dan Rompi Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
a. Cat Eksterior Weathershield - Mata Terkena Cipratan Cat Kecelakaan berat Kerja Memakai Sepatu Safety Berat Memberikan Peringatan atau - 2 1 1 Berat
UU No.13 Tahun 2003 Memakai Masker dan Kaca Sanksi Bagi Pekerja yang
Tentang Ketenaga Mata Pelindung Tidak Memakai APD
kerjaan Memakai Helm Proyek
RESIKO UU No. 18 Tahun 1999 Tidak Bercanda Dalam
- Meninggal Tentang Jasa Konstruksi Bekerja
- Luka Berhati - Hati
- Cacat
TTD
1. Pekerjaan Persiapan - Tergelincir, terjatuh, alat rusak Terganggu nya Permennaker 1 penggunaan 2 2 4 Kecil Administratif N/A N/A N/A N/A
- Terjatuh, terkilir serta terluka, terkena paku
kesehatan tubuh tentang meja kursi
- Terjatuh, terkilir serta terluka, terkena paku lingkungan ergonomis,
- Tertular Virus covid - 19 kerja 2 penempatan 1 1 1
barang dan
rak lemari,
3 memasang AC dan 1 1 1
ventilasi yang cukup
2 PEKERJAAN PENGECATAN - Terjatuh dari ketinggian Tertimbun Permenaker 1 Pasang Turap 3 5 15 Besar Administratif N/A N/A N/A N/A
- Mata Terkena Cipratan Cat meninggal 01/1980 2 Pasang rambu 3 5 15
peringatan
bahaya longsor
TTD
Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan rutin dan non-rutin
Identifikasi Bahaya/ Tipe Kecelakaan : Menetapkan karakteristik kondisi bahaya/ tindakan bahaya sesuai dengan peraturan terkait
Dampak Bahaya : Paparan /konsekuensi yang timbul akibat kondisi bahaya dan tindakan bahaya
Kekerapan : Tingkat frekuensi terjadinya peristiwa bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Keparahan : Tingkat keparahan / kerugian / dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Tingkat Risiko : Perpaduan Nilai Tingkat Kekerapan dan Nilai Tingkat Keparahan
Skala Prioritas : Urutan pelaksanaan pengendalian yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat risiko (besar, sedang, dan kecil)
Perundangan atau Persyaratan Lain : Acuan dalam melakukan pengendalian risiko
Pengendalian Risiko : Kegiatan yang dapat mengendalikan baik mengurangi maupun menghilangkan dampak bahaya yang timbul
Peluang Perbaikan : Nilai positif yang dapat dikembangkan berdasarkan dampak bahaya yang timbul
Tingkat
Deskripsi Definisi
Kekerapan
5 Hampir pasti terjadi - Besar kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 2 kali dalam 1 tahun
4 Sangat mungkin terjadi - Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada hampir semua kondisi
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 1 tahun terakhir
3 Mungkin terjadi - Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi tertentu
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan 2 kali dalam 3 tahun terakhir
2 Kecil kemungkinan terjadi - Kecil kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi tertentu
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 3 tahun terakhir
1 Hampir tidak pernah terjadi - Dapat terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi tertentu
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 3 tahun terakhir
Tabel B-5 Penetapan Tingkat Keparahan
Skala Konsekuensi
Tingkat Keselamatan
Lingkungan
Keparahan Manusia
Peralatan Material
(Pekerja & Masyarakat)
5 Timbulnya fatality lebih dari Terdapat peralatan utama Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran
1 orang meninggal dunia; yang rusak total lebih dari mendatangkan material baru udara/air/tanah /suara yang
atau Lebih dari 1 orang cacat satu dan mengakibatkan yang membutuhkan waktu mengakibatkan keluhan dari pihak
pekerjaan berhenti selama lebih dari 1 minggu dan masyarakat;atau
lebih dari 1 minggu mengakibatkan pekerjaan
Terjadi kerusakan lingkungan di Taman
Nasional yang berhubungan dengan
flora dan fauna; atau
Rusaknya aset masyarakat sekitar
secara keseluruhan Terjadi kerusakan
yang parah terhadap akses jalan
masyarakat.
4 Timbulnya fatality 1 orang Terdapat satu peralatan Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran
meninggal dunia; atau 1 utama yang rusak total dan mendatangkan material baru udara/air/tanah /suara namun tidak
orang cacat tetap mengakibatkan pekerjaan yang membutuhkan waktu adanya keluhan dari pihak
berhenti selama 1 minggu lebih dari 1 minggu dan
mengakibatkan pekerjaan Terjadi kerusakan lingkungan yang
berhubungan dengan flora dan
fauna;atau
Rusaknya sebagian aset masyarakat
sekitar
Terjadi kerusakan sebagian akses jalan
masyarakat
3 Terdapat insiden yang Terdapat lebih dari satu Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran udara/ air/
mengakibatkan lebih dari 1 peralatan yang rusak dan mendatangkan material baru tanah / suara yang mempengaruhi
pekerja dengan penanganan memerlukan perbaikan dan yang membutuhkan waktu lingkungan kerja;atau
perawatan medis rawat inap, mengakibatkan pekerjaan lebih dari 1 minggu dan tidak
kehilangan waktu kerja berhenti selama kurang dari mengakibatkan pekerjaan Terjadi kerusakan lingkungan yang
tujuh hari berhenti berhubungan dengan tumbuhan di
lingkungan kerja;atau
Terjadi kerusakan akses jalan di
lingkungan kerja
2 Terdapat insiden yang Terdapat satu peralatan yang Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran udara /air/
mengakibatkan 1 pekerja rusak, memerlukan perbaikan mendatangkan material baru tanah / suara yang mempengaruhi
dengan penanganan dan mengakibatkan yang membutuhkan waktu sebagian lingkungan kerja;atau
perawatan medis rawat inap, pekerjaan berhenti selama kurang dari 1 minggu, namun
kehilangan waktu kerja lebih dari 1 hari tidak mengakibatkan Terjadi kerusakan sebagian akses jalan
pekerjaan berhenti di lingkungan kerja
1 Terdapat insiden yang Terdapat satu peralatan yang Tidak mengakibatkan Tidak mengakibatkan gangguan
penanganannya hanya rusak, memerlukan perbaikan kerusakan material lingkungan
melalui P3K, tidak dan mengakibatkan
kehilangan waktu kerja pekerjaan berhenti selama
kurang dari 1 hari
Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan rutin dan non-rutin
Identifikasi Bahaya/ Tipe Kecelakaan : Menetapkan karakteristik kondisi bahaya/ tindakan bahaya sesuai dengan peraturan terkait
Dampak Bahaya : Paparan /konsekuensi yang timbul akibat kondisi bahaya dan tindakan bahaya
Kekerapan : Tingkat frekuensi terjadinya peristiwa bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Keparahan : Tingkat keparahan / kerugian / dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 5)
Tingkat Risiko : Perpaduan Nilai Tingkat Kekerapan dan Nilai Tingkat Keparahan
Skala Prioritas : Urutan pelaksanaan pengendalian yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat risiko (besar, sedang, dan kecil)
Perundangan atau Persyaratan Lain : Acuan dalam melakukan pengendalian risiko
Pengendalian Risiko : Kegiatan yang dapat mengendalikan baik mengurangi maupun menghilangkan dampak bahaya yang timbul
Peluang Perbaikan : Nilai positif yang dapat dikembangkan berdasarkan dampak bahaya yang timbul
Tingkat
Deskripsi Definisi
Kekerapan
5 Hampir pasti terjadi - Besar kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 2 kali dalam 1 tahun
4 Sangat mungkin terjadi - Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada hampir semua kondisi
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 1 tahun terakhir
3 Mungkin terjadi - Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi tertentu
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan 2 kali dalam 3 tahun terakhir
2 Kecil kemungkinan terjadi - Kecil kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi tertentu
- Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 3 tahun terakhir
Peningkatan kesegaranjasmani
- ......................................
D, Kinerja Pengamanan
3 Peraturan Pemerintah
Nomor : 28 Tahun 2000
Tentang : Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi
Nomor : 29 Tahun 2000
Tentang : Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
Nomor : 30 Tahun 2000
Tentang : Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi
Nama Perusahaan : PT. JAYA SEMANGGI ENJINIRING kso PT. GRIYA FORTUNA BUUN
Pekerjaan : Pembangunan Gedung RSUD Lamandau (Multi Years)
Lokasi : Kab. Lamandau
Tanggal dibuat : Jakarta, 03 Desember 2021
Penjelasan :
1 Akibat, Nilai 1 : Luka Ringan 3 Resiko = Akibat x Peluang
Nilai 2 : Luka Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian
2 Peluang, Nilai 1 : Jarang terjadi 4 Tingkat Resiko Kegiatan : Nilai 1 - 3 = Resiko Kecil
Nilai 2 : Kadang-kadang terjadi Nilai 4 - 6 = Resiko Sedang
Nilai 3 : Sering terjadi Nilai 7 - 9 = Resiko Tinggi
Sasaran Program
No Pengendalian Risiko (Sesuai Kolom Tabel 6 IBPRP)
Jadwal Bentuk Indikator Penanggung
Uraian Tolak Ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya
Pelaksanaan Monitoring Pencapaian Jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
I Pekerjaan Persiapan
1 Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan dan Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan dipakai Perlengkapan APD Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
Foto Dokumentasi Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Uitset Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Masker dipakai Perlengkapan APD
Bowplank Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Helm dipakai Perlengkapan APD
Biaya Penyelenggaraan Keamanan, Kesehatan,dan Keselamatan
Memakai Helm
Konstruksi
Proyek Pengadaan Helm Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja
-
1 PEKERJAAN PENGECATAN Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan dipakai Perlengkapan APD Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
5. Lantai 5 Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
a. Cat Eksterior Weathershield Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Masker dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Helm dipakai Perlengkapan APD
Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja
- -
TTD
C.1.2 Material
1 Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB)
Memuat Informasi terkait dengan pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa Lembar Data
Keselamatan Bahan (LDKB) dari pemasok.
2 Daftar Material Impor
Memuat daftar material impor yang akan digunakan pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi sekurang-kurangya
terdiri dari jenis material, jumlah material, negara asal, dan jadwal pengiriman barang. Daftar material impor
ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
NIHIL
C.1.3 Biaya
Perhitungan Biaya SMKK mengacu pada Sub lampiran huruf E.
C.2 Kompetensi
a. Daftar Personil
Memuat daftar personil yang ikut dalam Pelaksanaan PekerjaanKonstruksi. Kebutuhan personil disesuaikan dengan
ketentuan yang sebagai berikut:
1 Ahli K3 Konstruksi/Petugas Keselamatan Konstruksi:
a. Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi memiliki sertifikat:
- Ahli Utama K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan ketentuan batang tubuh;
- Ahli Madya K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan ketentuan batang tubuh;
- Ahli Muda K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesua dengan ketentuan batang tubuh;
- Petugas Keselamatan Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi risiko kecil.
b. Jumlah Anggota Unit Keselamatan Konstruksi berdasarkan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi sesuai
dengan Tabel 14.
2 Petugas Medis
Dibutuhkan petugas medis untuk pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko besar dan akses terbatas menuju
fasilitas kesehatan.
3 Petugas P3K bersertifikat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4 Petugas peran kebakaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.
5 Pemberi aba-aba (flagman)
Setiap melakukan pekerjaan pengangkatan atau pekerjaan yang berhubungan dengan lalu lintas dibutuhkan 1
orang personil pemberi aba-aba (flagman)
6 Petugas Keamanan (security) sesuai dengan kebutuhan pengendalian risiko keamanan.
7 Supervisor perancah/ Teknisi perancah (scafolder)
8 Tukang las (welder)
Memiliki sertifikat tukang las (welder) berdasarkan jenis pekerjaan.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI YEARS)
b. Sertifikat Personil
Memuat sertifikat personil yang ikut dalam Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi pada Tabel 12 Contoh Daftar Personil
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
C.3 Kepedulian
a. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja peningkatan kepedulian Keselamatan Konstruksi
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja peningkatan kepedulian Keselamatan Konstruksi berdasarkan tingkat
risiko yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Ahli Teknik Terkait. Prosedur dan/atau
petunjuk kerja peningkatan kepedulian Keselamatan Konstruksi sekurang-kurangnya berisi:
- Terdapat jadwal pelatihan dan sosialisasi SMKK kepada para pekerja yang ditandatangani oleh Kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Terdapat komitmen untuk mencegah perilaku tidak selamat dalam rangka pencegahan kecelakaan.
- Terdapat program pembinaan budaya Keselamatan Konstruksi yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dan Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi untuk seluruh tingkatan termasuk pekerja.
b. Analisis kebutuhan pelatihan dan sosialisasi SMKK
Memuat analisis kebutuhan pelatihan dan sosialisasi SMKK.
c. Pelatihan
Memuat jenis pelatihan yang akan dilaksanakan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI YEARS)
C.4 Komunikasi
Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya melalui safety talk yang terdiri dari safety morning,
toolbox meeting/safety briefing, HSE meeting, safety induction dan secara tertulis melalui sarana seperti spanduk, rambu,
banner, billboard, sticker, pamflet, majalah dinding, papan pengumuman, dll.
a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi (safety induction)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Induksi Keselamatan Konstruksi (safety induction) yang ditandatangani
oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. induksi Keselamatan
Konstruksi (construction safety induction) dilakukan untuk pekerja baru/pekerja yang dipindah tugaskan, tamu,
pemasok, dan pihak-pihak terkait pada pelaksanaan pekerjaan yang akan masuk ke dalam area Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi.
- Untuk pekerja baru/ pekerja yang dipindah tugaskan dijelaskan mengenai komitmen dan kebijakan keselamatan
konstruksi, risiko dan bahaya yang dihadapi dalam melakukan pekerjaan, pengendalian risiko yang dapat
dilakukan serta program penerapan SMKK pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
- Untuk tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai peraturan Keselamatan Konstruksi yang
berlaku di loaksi pekerjaan, prosedur evakuasi dalam keadaan darurat, dan menjelaskan area-area yang
b. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning) yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Pertemuan pagi hari (safety
morning) diikuti oleh seluruh pekerja setiap pagi sebelum pekerjaan dimulai untuk menyampaikan masalah-masalah
tentang Keselamatan Konstruksi secara umum pada pelaksanaan konstruksi hari itu.
c. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting) yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Pertemuan kelompok kerja
(toolbox meeting) diikuti oleh kelompok pekerja sebelum pekerjaan dimulai untuk menyampaikan masalah-masalah
tentang Keselamatan Konstruksi secara khusus pada pelaksanaan konstruksi yang akan dilakukan.
d. Prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting) yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Rapat
Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting) dipimpin oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi
dan/atau Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan diikuti oleh seluruh Kepala Unit Kerja.
e. Prosedur dan/atau petunjuk kerja penerapan informasi bahaya-bahaya
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja penerapan informasi bahaya-bahaya sesuai tingkat risiko atas
pekerjaan yang dilaksanakan yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI YEARS)
Waktu
No Jenis Pelatihan Target Peserta PIC
Pelaksanaan
Dasar-dasar
1 Keselamatan Pelaksana Lapangan Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Konstruksi
Pedoman Keselamatan Pelaksana Lapangan
2 Konstruksi Kepala Tukang, Tukang, danDirektur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Pekerja
Basic Waste Personel Bagian Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Management Gudang
Tanggap Darurat Tim Tanggap Darurat Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Pengenalan P3K Pelaksana Lapangan Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Traffic Management Pelaksana Lapangan Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
driver
K3 Listrik ME Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Housekeeping Semua pekerja Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
K3 Pekerjaan Galian Pekerja galian Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
K3 Pekerjaan Pembersihan Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
K3 Pekerjaan PengecoranPekerja pengecoran Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
C.4. Komunikasi
Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya melalui safety talk yang terdiri
dari safety morning, toolbox meeting/safety briefing, HSE meeting, safety induction dan secara
tertulis melalui sarana seperti spanduk, rambu, banner, billboard, sticker, pamflet, majalah dinding,
a. Prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi (safety induction)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Induksi Keselamatan Konstruksi (safety induction) yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi. Induksi Keselamatan Konstruksi (construction safety induction) dilakukan untuk pekerja
baru/pekerja yang dipindah tugaskan, tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait pada pelaksanaan
pekerjaan yang akan masuk ke dalam area Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
> Untuk pekerja baru/pekerja yang dipindah tugaskan dijelaskan mengenai komitmen dan
kebijakan keselamatan konstruksi, risiko dan bahaya yang dihadapi dalam melakukan pekerjaan,
pengendalian risiko yang dapat dilakukan serta program penerapan SMKK pada Pelaksanaan
> Untuk tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai peraturan Keselamatan
Konstruksi yang berlaku di loaksi pekerjaan, prosedur evakuasi dalam keadaan darurat, dan
menjelaskan area-area yang berbahaya.
b. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning) yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi. Pertemuan pagi hari (safety morning) diikuti oleh seluruh pekerja setiap pagi sebelum
pekerjaan dimulai untuk menyampaikan masalah-masalah tentang Keselamatan Konstruksi secara
c. Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting) yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi. Pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting) diikuti oleh kelompok pekerja sebelum
pekerjaan dimulai untuk menyampaikan masalah- masalah tentang Keselamatan Konstruksi secara
Waktu
No Jenis Komunikasi PIC
Pelaksanaan
Induksi Keselamatan Konstruksi
1 Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
(safety induction)
2 Pertemuan pagi hari (safety morning) Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Pertemuan kelompok kerja (toolbox
3 Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
meeting)
Rapat Keselamatan Konstruksi
4 Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
(construction safety meeting)
5 HSE Statistic Board Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Papan Pengumuman Keselamatan
6 Direktur dan Petugas K3 Sesuai Jadwal Pelaksanaan
Konstruksi
C.5. Informasi Terdokumentasi
a. Seluruh pekerjaan harus memiliki informasi terkait dengan pengendalian pekerjaan
baik berupa prosedur, petunjuk kerja, petunjuk teknis operasi, dan lain-lain yang
b. Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengendalian dokumen atas semua dokumen yang
dimiliki dan ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
Semua informasi baik itu informasi internal maupun eksternal yang berkaitan dengan program,
kinerja, penerapan K3 dan penanganan kecelakaan kerja akan didokumentasikan dengan baik serta
disimpan untuk jangka waktu 10 tahun sebagai bukti otentik.
D.1.3 Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
No :
Pengawas Pekerjaan :
Departemen :
Nama Pekerja :
Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan Gedung RSUD Lamandau (Multi Years)
Tanggal Pekerjaan :
1 Pekerjaan Persiapan Terjadi kecelakaan lalu lintas dengan pengguna jalan umum Memperhatikan rambu-rambu dijalan Akses
Jatuh dari Andang Kerja Menggunakan APD Standar SNI Pengawas Pekerja,Direktur
Terjadi Kecelakaan akibat terjatuh dari andang kerja Bekerja sesuai dengan Metode Pelaksanaan dan Petugas K3
Terluka akibat kena peralatan kerja Menjalankan Instruksi Kerja dengan baik
2 PEKERJAAN PENGECATAN Terjatuh pada saat melaksanakan Pekerjaan Memperhatikan rambu-rambu kerja
Terluka Akibat kena peralatan kerja Menggunakan APD Standar SNI Pengawas Pekerja,Direktur
Terinjak benda tajam/pecahan kaca Bekerja sesuai dengan Metode Pelaksanaan dan Petugas K3
Gangguan kesehatan atau gangguan fisik Menjalankan Instruksi Kerja dengan baik
Dr. Ning Agustina, MM Biliater Sitorus IR. JHON HERNELIS IRFAN FADILLAH WIDIANTO
NIP. 198000805 200903 2 004 Petugas K3 Konstruksi Pelaksana Leadfirm KSO
DAFTAR HADIR
KEHADIRAN KETERANGAN
NO NAMA DISKUSI (Menyetujui/Tidak
*Ceklis Menyetujui)
1 Pekerja 1
2 Pekerja 2
3 Pelaksana Lapangan
4 Ahli K3 Konstruksi/Petugas K3 Konstruksi
5 Pengawas/Pengguna Jasa
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
Pembangunan Gedung RSUD Lamandau (Multi Years)
b.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
Pembangunan Gedung RSUD Lamandau (Multi Years)
Perencanaan operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh upaya pengendalian,
diantaranya :
2 Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi penanggung jawab kegiatan SMK3
b. Penyedia Jasa harus melaporkan kecelakaan berat, kasus kematian, dan kejadian berbahaya kepada Komite
Keselamatan Konstruksi dalam waktu 2 x 24 jam untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan evaluasi dan kinerja K3 adalah :
Rekapitulasi kecelakaan kerja dengan mengacu pada pelaporan dan penyelidikan kecelakaan yang sudah dibuat.
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan katagori sesuai dan tidak sesuai
tolok ukur sebagaimana dalam Perencanaan Keselamatan Konstruksi
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peninjauan ulang untuk diambil
tindakan perbaikan.
Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan, pengawasan, pelatihan dan
pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek.
TTD
TEGUH PRASETYO, ST
Penanggung Jawab Teknis
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD LAMANDAU (MULTI
YEARS)