SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Bantuan Hidup Dasar
Sasaran : Klien
Tempat : Puskesmas Tanjung Ria
Hari, tanggal : Sabtu, 23 April 2022
Waktu : 30 menit (09.00 – 09.30)
A. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Intruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, klien mampu
memahami tentang bantuan hidup dasar pada orang dewasa.
2. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit diharapkan sasaran
dapat :
a. Menyebutkan pengertian bantuan hidup dasar
b. Menjelaskan tujuan dari BHD
c. Menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan sebelum
melakukan tindakan BHD
d. Menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan BHD pada
orang dewasa.
B. Kegiatan Penyuluhan
1. Metode
a. Tanya Jawab
2. Materi
a. Pengertian BHD
b. Tujuan dari BHD
c. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan tindakan
BHD
d. Langkah-langkah melakukan BHD
3. Media
a. Leaflet
C. Langkah Kegiatan
No Kegiatan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Sasaran Waktu
a. Penyuluh
mempersiapkan
rencana
pembelajaran
b. Penyuluh
mempersiapkan
media pembelajaran
Pra kegiatan
1. sesuai dengan tujuan 5 menit
pembelajaran
pembelajaran
c. Penyuluh
mempersiapkan dan
mencek lingkungan
yang akan
mempengaruhi
proses pembelajaran
a. Mengucapkan salam a. Menjawab salam
b. Memperkenalkan b. Menanggapi dan
diri memberi respon
c. Menjelaskan tujuan c. Menyimak
Membuka
2. pembelajaran dan penjelasan yang 5 menit
Pembelajaran
kontrak waktu diberikan
d. Appersepsi d. Mengungkapkan
pengetahuan
yang dimiliki
a. Menjelaskan materi a. Mendengarkan
pembelajaran dan menyimak
materi yang
diberikan
b. Memberikan b. Mengajukan
3. Kegiatan inti kesempatan kepada beberapa 15 menit
sasaran untuk pertanyaan dari
bertanya materi yang
diberikan
c. Menjawab c. Menyimak
pertanyaan yang jawaban yang
diberikan diberikan
a. Bertanya sebagai a. Menjawab
bahan evaluasi dengan benar
Kegiatan menutup b. Menyimpulkan b. Mendengarkan
4. 5 menit
pembelajaran materi yang telah dan menyimak
disampaikan
c. Mengucapkan salam c. Menjawab salam
D. Evaluasi
1. Prosedur : Post Test
2. Bentuk : Lisan
3. Jenis : Essay
E. Sumber Belajar
1. Sartono, Masudik & Suhaeni. (2014). Basic Trauma Cardiac Life
Support. Bekasi:Gadar Medik Indonesia
2. Soemitro. M.P.,Andiani & Saputra. (2016). Penanganan Gawat
Darurat Basic I. Bandung:RSUP [Link] Sadikin Bandung
F. Lampiran
1. Uraian Materi
2. Pertanyaan dan Kunci Jawaban
LAMPIRAN MATERI
BANTUAN HIDUP DASAR
A. Pengertian BHD
Bantuan hidup dasar merupakan suatu rangkaian tindakan yang berurutan
yang dilakukan pada korban yang mengalami suati keadaan henti jantung dan
henti nafas (Soemitro. M.P.,Andiani & Saputra, 2016).
Bantuan hidup dasar adalah serangkaian penyelematan hidup pada korban
henti jantung (Sartono, Masudik & Suhaeni, 2014).
B. Tujuan BHD
Untuk mengembalikan fungsi jantung dan paru-paru seperti normal
Mempertahankan aliran oksigen ke otak dan ke seluruh tubuh
Memberikan bantuan ekternal pada korban yang mengalami henti jantung
atau henti nafas
C. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum tindakan BHD
1. Dilakukan segera ditempat kejadian bila lokasi aman
2. Penolong harus mendahulukan keselamatan dirinya
3. Jika berada dilokasi yang berbahaya, sebaiknya korban dipindahkan dulu
ketempat aman
4. Korban diletakan pada permukaan yang datar dan keras dengan posisi
terlentang
D. Langkah-langkah melakukan BHD
1. Lakukan cek kesadaran
Panggil identitas korban
Tepuk-tepuk didaerah pundak
Gambar 1. Cek kesadaran
2. Bila ada respon
Minta bantuan pada teman atau orang sekitar untuk menghubungi
ambulan atau orang yang berkompeten
Hal yang penting disebutkan saat meminta tolong: lokasi dan
keadaan korban
3. Pindahkan korban ketempat aman
4. Periksa nadi karotis (di daerah leher geser 1-2 cm kekanan atau kekiri dari
pertengahan jakun) dan periksa pernafasan dengan melihat pergerakan
dada
5. Bila nadi karotis tidak teraba, lakukan Resusitasi Jantung Paru dengan
cara:
a. Letakan kedua telapak tangan dengan saling menumpuk, satu pangkal
talapak tangan diletakan di tengah tulang dada dan telapak tangan yang
satunya diletakan diatas telapak tangan yang pertama dengan jari-jari
saling mengunci.
b. Dengan posisi badan tegak lurus, penolong menekan dinding dada
korban dengan tenaga dari berat badannya secara teratur sebanyak 30
kali dengan kedalaman sekitar 5 cm.
c. Beri kesempatan dada mengembang maksimal setelah diberi tekanan
d. Tangan tidak boleh dilepas dari permukaan dada atau merubah posisi
tangan pada saat melakukan kompresi.
e. Pemeriksaan jalan napas
Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan
napas oleh benda asing. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan
dahulu, kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari
telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain,
sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan
menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. Mulut dapat dibuka
dengan tehnik Cross Finger, dimana ibu jari diletakkan berlawanan
dengan jari telunjuk pada mulut korban.
f. Membuka jalan napas
Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan. Pembebasan jalan
napas dapat dilakukan dengan cara tengadah kepala topang dagu (Head
tilt – chin lift) dan Manuver Pendorongan Mandibula. Teknik
membuka jalan napas yang direkomendasikan untuk orang awam dan
petugas kesehatan adalah tengadah kepala topang dagu.
g. Berikan 2 kali bantuan nafas dari mulut ke mulut, satu kali/detik
Gambar 4.
Pemberian nafas dari mulut kemulut
h. Bantuan nafas yang diberikan harus efektif ditandai dengan dada
korban jelas terangkat saat diberi bantuan nafas
i. Ulangi poin a-g sebanyak 4 kali
6. Evaluasi
Setelah melakukan Resusitasi Jantung Paru sebanyak 5 kali, lakukan
evaluasi dengan memeriksa kembali nadi karotis dan pernafasan
Jika nadi karotis tidak teraba, lakukan kembali RJP sebanyak 5 kali
Jika nadi karotis teraba, namun tidak bernafas, lakukan bantuan
nafas sebanyak 10-12 kali per menit
Jika nadi karotis teraba dan terlihat bernafas, berikan posisi
recovery pada korban
Gambar 5.
Posisi Recovery
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BANTUAN HIDUP DASAR
OLEH :
PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKADEMI
KEPERAWATAN RS. MARTHEN INDEY
JAYAPURA
2022