Pengertian
Tim Efektif
9
10
When a group of people come together and dedicate
themselves towards a common goal, incredible things are
possible -Saul L. Miller.
"A team is a small number of people with
complementary skills who are committed to a
common purpose, performance goals, and
approach for which they are mutually accountable."
(Katzenbach and Smith, 1993)
Effective team is Teams that are able to
achieve their purpose
11
Tahapan
Membangun Tim
Efektif
ADJOURNING
PERFORMING
NORMING
STORMING
FORMING
12
Anggota sangat bersemangat,
antusias, bangga, optimis.
Anggota juga ada yang merasa
FORMING pesimis, ragu, was-was.
Anggota tim bersifat sopan
untuk menghindari konflik.
Anggota tim saling berkenalan
PERAN PEMIMPIN TIM: dan bersosialisasi.
FACILITATIONS OF
CONTACT
Anggota tim akan mencari
batasan-batasan perilaku yang
diterima dalam tim 13
Konflik peran dan kerjasama.
Anggota bingung dan kecewa.
STORMING Semakin menguat seiring dengan
ketidakjelasan peran dan tujuan
tim serta adanya persaingan
diantara para anggota.
PERAN PEMIMPIN TIM:
Defensif dan saling menyalahkan.
CONFLICT MANAGEMENT
Mengeluh terhadap beban kerja.
Saling berargumentasi terhadap
kesalahan.
14
Fokus tim sudah tertuju pada
pencapaian tujuan,
Tujuan tim sudah dipahami
NORMING oleh semua anggota tim berikut
dengan tahapan pekerjaan dari
peran-peran masing-masing
anggota tim.
PERAN PEMIMPIN TIM: Kesepakatan terhadap aturan
TRUST MANAGEMENT tim sudah disepakati dan tim
siap untuk melakukan
kerjasama. 15
Tim sudah bekerja sangat baik
karena telah timbulnya rasa
memiliki yang kuat terhadap
PERFORMING tujuan tim.
Semua anggota tim melakukan
tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Adanya rasa saling bertanggung
PERAN PEMIMPIN TIM:
jawab.
FACILITATIONS OF
WORK/CONTACT
Bangga menjadi bagian dari tim
16
Tim telah mencapai tujuannya
dimana tim mungkin saja
dibubarkan.
ADJOURNING Pembubaran tim karena telah
habis masa waktu tim bekerja
atau tujuan telah tercapai.
Terbentuk ikatan yang kuat
PERAN PEMIMPIN TIM:
di antara anggota dan rasa
APRESIASI TERHADAP
SELURUH ANGGOTA TIM
menjadi bagian tim yang
mungkin sudah tertanam.
17
Komposisi Tim yang
Efektif Pemimpin: tumpuan tim,
koordinator dan organisator.
Pembentuk: pemberi motivasi
Pemikir: penyedia gagasan
Pengevaluasi: evaluasi kerja
tim
Penyelidik: info dan jejaring
Pekerja tim: memecah konflik
Penyelaras akhir: memandu
18
Peran Kepemimpinan
Dalam Membangun Proaktif menjalin hubungan
Tim anggota tim
Mengilhami kerja tim
Memberikan dukungan
Mendorong anggota untuk
bekerja
Mengakui prestasi anggota
Menempatkan nilai tinggi
pada kerja tim.
19
Kolaborasi Tim
Sukses dan Efektif Sasaran tim kerja Jelas
Keterampilan anggota tim
relevan
Saling percaya
Komitmen yang disatukan
Komunikasi yang baik
Keterampilan negosiasi
Dukungan Internal dan
Eksternal
20
2 Karakteristik Tim Efektif
Tujuan tim jelas dan menggugah
Struktur tim berorientasi hasil
Anggota tim kompeten
Komitmen bersama tim
Iklim kerjasama yang kondusif
Standar ukuran keberhasilan tim
Dukungan dan penghargaan eksternal
Kepemimpinan yang berprinsip
21
Karakteristik Tim Efektif (Larson dan Lafasto) :
Clear & Elevate Goal
Result Driven Structure
Competent Team Member
Unified Commitment
Collaborative Climate
Standards of Excellence
External Support and Recognition
Principled Leadership
22
Tujuan Tim Jelas dan Mengunggah:
Modal untuk menjadi tim efektif.
Fokus kerja dari setiap anggota tim
Ketidakjelasan tujuan berpengaruh
pada efektivitas tim dan membuat
anggota timkehilangan fokus dan
semangat
23
Struktur Tim yang Berorientasi Hasil:
Struktur tim adalah hal mendasar
dari sebuah tim efektif.
Struktur berpengaruh nyata pada
efektivitas tim.
Tim efektif memiliki struktur yang
sesuai dengan proses yang akan
dijalani dan tujuan yang ingin
dicapai.
24
Anggota Tim yang Kompeten :
Penting dimiliki oleh sebuah tim
yang efektif.
Kompetensi ini sangat dibutuhkan
bagi sebuah tim efektif:
• Keterampilan dan kemampuan
bekerja bersama dengan orang
lain dan keinginan untuk
berkontribusi pada pencapaian
tujuan tim
25
Komitment Bersama Dalam Tim :
Merupakan “team spirit” bagi
individu dan juga tim.
Melahirkan “sense of loyalty”,
“sense of excitement”,
antusiasme dan dedikasi.
Merasa memiliki (taking
ownership) atas tujuan tim
26
Iklim Kerjasama yang Kondusif :
Anggota tim berkomunikasi secara
terbuka
Bersama memecahkan masalah
Saling membantu dalam mencari
pemecahan setiap hambatan dalam
rangka mencapai tujuan tim
27
Standar Ukuran Keberhasikan Tim :
Ukuran keberhasilan membuat
personil tim terdorong untuk
mencapainya.
Ukuran ini terkait kinerja.
Ukuran ini memberikan informasi
sejauh mana insentif/disinsentif yang
akan diterima oleh personil tim
terkait dengan kesuksesan dan
kegagalan.
28
Dukungan dan Penghargaan
Eksternal :
Dukungan dan penghargaan
dari pihak di luar tim
merupakan mesin pendorong
bagi sebuah tim.
Tim pelayanan akan semakin
berkomitmen untuk mencapai
kinerja terbaiknya.
29
Kepemimpinan yang Berprinsip :
Pemimpin berperan : role model,
inspirator, motivator, mentor,
coach, counselor bagi timnya.
Pemimpin Tim efektif harus:
• Mampu membangun visi yang
jelas dan menggugah bagi
timnya.
• Mampu mengelola perubahan
untuk mencapai visi/tujuan tim.
• Mampu menumbuhkan potensi-
potensi anggotanya
30
3 Strategi Menumbuhkan Tim Efektif
Strategi menyusun tujuan tim
Strategi menyusun struktur Tim
Strategi mewujudkan tim kompeten
Strategi meningkatkan komitmen tim
Strategi membangun kerjasama kondusif
Strategi meningkatkan standar
keberhasilan
Strategi meningkatkan dukungan pihak
luar
31
Strategi Menyusun Tujuan Tim :
Tujuan dibuat semaksimal mungkin
dapat mencerminkan nilai-nilai yang
dimiliki oleh semua anggota tim.
Gunakan kata-kata yang menggugah
untuk menjelaskan tujuan tim
Tetapkan tujuan yang tinggi namun
tetap mungkin dicapai.
Hindari tujuan yang
membingungkan.
Tujuan harus spesifik dan terukur.
32
Strategi Menyusun Struktur Tim :
Menentukan struktur dan tata laksana tim
Buat struktur yang menungkinkan adanya
feedback
Struktur dioptimalkan guna komunikasi
antar anggota maupun dengan pihak luar
berjalan lanacer
Menciptakan lingkungan kerja yang
mendukung inovasi untuk pencapaian
tujuan
33
Strategi Mewujudkan Tim
Kompeten :
Rekruit anggota tim yang sesuai
kompetensinya dengan
kebutuhan tim.
Pengembangan kompetensi
anggota tim dengan:coaching,
mentoring, counseling,
training
Membangun tim dengan
meningkatkan kekuatan unik
setiap orang
34
Strategi Meningkatkan Komitmen Tim :
Meminta masukan anggota tim.
Memastikan anggota tim mempunyai
nilai sangat berharga.
Membangun identitas tim yang
inklusif dimana semua anggota tim
merasa bagian dari tim.
Menjelaskan kepada anggota tim
tentang keterkaitan kontribusi tim
terhadap kesuksesan organisasi.
35
Strategi Membangun Kerjasama Kondusif :
Memfasilitasi anggota tim.
Menciptakan tradisi-tradisi yang
mewujudkan kebersamaan dalam tim.
Memberikan dukungan kepada anggota
baru dalam tim.
Memperlihatkan semangat yang dapat
memberikan energi pada anggota tim
Menggunakan kegagalan sebagai peluang
pembelajaran dan perbaikan.
36
Strategi Meningkatkan Standar
Keberhasilan :
Menentukan target kinerja yang terukur
Melakukan evaluasi pencapaian kinerja
Melakukan perayaan untuk menghargai
pencapaian kinerja
Menunjukkan tingkat urgensi kepada tim
Menunjukkan intensitas yang memotivasi
Memberikan pengakuan terhadap
anggota tim
Memberikan umpan balik secara personal
kepada anggota tim.
37
Strategi Meningkatkan Dukungan Pihak
Luar :
Mengkomunikasikan visi/tujuan tim
terhadap stakeholder (internal /
eksternal)
Menciptakan hubungan tim dengan
stakeholder.
Menunjukan kepada stakeholder
eksternal bahwa tim memainkan
peranan penting dalam pencapaian
tujuan
Menunjukkan keberhasilan tim.
38
4 Stakeholder
• Perorangan, dapat berasal dari
masyarakat/tokoh masyarakat/tokoh
agama/pejabat organisasi publik/swasta yang
berpengaruh ataupun terpengaruh oleh
sebuah kebijakan.
• Para pihak, lintas pelaku, atau pihak-pihak
yang terkait dengan suatu isu atau suatu
rencana
• Kelompok atau individu yang dapat
memengaruhi dan atau dipengaruhi oleh
suatu pencapaian tujuan tertentu. 39
Jenis/Kelompok Stakeholder
• Primer: dipengaruhi langsung (+/ –)
• Sekunder: tidak langsung dipengaruhi (+ / –)
• Utama: memiliki pengaruh (+ / –)
• Internal: dalam organisasi (unit kerja)
• Eksternal: luar organisasi (unit kerja)
40