Ppt
Strategi Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT)”
A. Pengertian dan prinsip Strategi Pembelajaran Value Clarification Tecnique
1. Pengertian
Model pembelajaran value clarification technique (VCT) merupakan model pembelajaran yang berfokus
pada pengembangan nilai atau karakter yang ada dalam diri siswa, baik melalui permasalahan,
benar/salah, baik/buruknya suatu nilai yang akhirnya diharapkan nilai yang telah diklarifikasi tersebut
menjadi karakter yang tertanam dalam diri siswa
Pengertian VCT Menurut Kokom Komalasari (2010, hlm. 98) dalam literaturnya menyatakan bahwa
Model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) merupakan pendidikan moral berdasarkan
pembelajaran berbuat memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan perbuatan moral dan
mendorong mereka untuk melihat diri mereka sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam
pergaulan dengan sesama sebagai warga dari suatu masyarakat yang harus mengambil bagian dalam
suatu proses demokras
2. Prinsip
a) Penerapan nilai dan pengubahan sikap dipengarui banyak faktor antara lain faktor potensi diri,
kepekaan emosi, intelektual dan faktor lingkungan, norma nilai masyarakat, sistem pendidikan dan
lingkungan keluarga dan lingkungan bermain.
b). Sikap dan perubahan sikap dipengaruhi oleh stimulasi yang diterima siswa dan kekuatan nilai yang
telah tertanam atau dimiliki pada diri siswa.
C.)Nilai, moral, dan norma dipengaruhi oleh faktor perkembangan, sehingga guru harus
mempertimbangkan tingkat perkembangan moral (moral development) dari setiap siswa. Tingkat
perkembangan moral untuk siswa dipengaruhi oleh usia dan pengaruh lingkungan terutama pengaruh
sosial.
B. Sintaksis (langkah-langkah) Strategi Pembelajaran Value Clarification Tecnique
Menurut John Jarolimek ada 3 Tingkat VCT
[Link] Memilih
a) Memilih secara bebas
Artinya kesempatan untuk menentukan pilihan yang menurutnya baik. Nilai yang dipaksakan
tidak akan menjadi miliknya secara penuh.
b) Memilih dari beberapa alternatif.
Artinya, untuk menentukan pilihan dari beberapa alternatif pilihan secara bebas.
c) Memilih setelah dilakukan analisis pertimbangan konsekuensi yang akan timbul sebagai akibat
pilihannya.
2. Menghargai
1. Adanya perasaan senang dan bangga dengan nilai yang menjadi pilihannya, sehingga nilai tersebut
akan menjadi bagian integral dari dirinya.
2. Menegaskan nilai yang sudah menjadi bagian integral dalam dirinya di depan umum. Artinya, bila kita
menganggap nilai itu suatu pilihan, maka kita akan berani dengan penuh kesadaran untuk menunjukkan
di depan orang lain.
Beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam mengimplementasikan VCT melalui proses dialog:
[Link] penyampaian pesan melalui proses pemberian nasihat, yaitu memberikan pesan-pesan moral
yang membuat guru dianggap baik.
[Link] memaksa siswa untuk memberi respons tertentu apabila memang siswa tidak
menghendakinya.
[Link] dialog dilaksanakan secara bebas dan terbuka. Sehingga siswa akan mengungkapkan
perasaannya secara jujur dan apa adanya.
C. Tujuan Strategi Pembelajaran Value Clarification Tecnique
[Link] mengukur atau mengetahui tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai.
[Link] kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimilikinya baik tingkatannya maupun sifatnya
(positif dan negatifnya) untuk kemudian dibina ke arah peningkatan dan pembetulannya.
[Link] menanamkan nilai-nilai tertentu kepada siswa melalui cara yang rasional dan diterima siswa,
sehingga pada akhirnya nilai tersebut akan menjadi milik siswa.
D. Dampak Startegi Pembelajaran Value Clarification Tecnique
1. Kelebihan VCT
b). Mampu membina dan menanamkan nilai dan moral pada ranah Internal side.
b) Mampu mengklasifikasi/ menggali dan mengungkapkan isi peran materi yang disampaikan
selanjutnya akan memudahkan bagi guru untuk menyampaikan makna/pesan nilai/moral.
3). Mampu mengklasifikasi dan menilai kualitas nilai moral diri siswa, melihat nilai yang ada pada orang
lain dan memahami nilai moral yang ada dalam kehidupan nyata.
[Link]
a) Sistem nilai dimiliki dan tertanam pada guru/dosen, peserta didik dan masyarakat yang kurang atau
tidak baku dapat mengganggu tercapainya target nilai baku yang akan dicapai/nilai etik.
c) Sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru/dosen dalam mengajar terutama memerlukan
kemampuan/keterampilan bertanya tingkat tinggi yang mampu mengungkap dan menggali nilai yang
ada dalam diri peserta didik.
d) Memerlukan kreativitas guru/dosen dalam menggunakan media yang tersedia di lingkungan terutama
yang aktual dan faktual sehingga dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.