0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan18 halaman

Jenis-Jenis Penelitian: Dasar dan Terapan

Bab ini membahas jenis-jenis penelitian yang dikelompokkan menjadi: 1) penelitian kuantitatif dan kualitatif berdasarkan datanya, 2) penelitian dasar dan terapan berdasarkan penerapan hasilnya, 3) penelitian eksperimen, historis, deskriptif, korelasional, tindakan, kasus, dan pengembangan berdasarkan metode dan prosesnya.

Diunggah oleh

desi fitriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan18 halaman

Jenis-Jenis Penelitian: Dasar dan Terapan

Bab ini membahas jenis-jenis penelitian yang dikelompokkan menjadi: 1) penelitian kuantitatif dan kualitatif berdasarkan datanya, 2) penelitian dasar dan terapan berdasarkan penerapan hasilnya, 3) penelitian eksperimen, historis, deskriptif, korelasional, tindakan, kasus, dan pengembangan berdasarkan metode dan prosesnya.

Diunggah oleh

desi fitriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

JENIS-JENIS PENELITIAN
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat
Bab ini mengemukakan materi tentang jenis-jenis penelitian yang meliputi jenis
penelitian ditinjau dari: data; penerapan hasil; metode dan proses. Jenis penelitian
menurut data dikelompokkan menjadi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jenis
penelitian menurut penerapan hasil terdiri dari penelitian dasar dan terapan.
Sedangkan jenis penelitian menurut metode dan proses terdiri dari penelitian
eksperimen, penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian korelasional,
penelitian tindakan, penelitian kasus, dan penelitian pengembangan.
2. Relevansi
Bab ini membantu mahasiswa memenuhi capaian pembelajaran yang berkaitan
dengan jenis-jenis penelitian. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan
karakteristik setiap metode penelitian.
3. Capaian Pembelajaran
Kemampuan akhir yang harus dicapai mahasiswa mempelajari bab ini adalah
mahasiswa dapat memenuhi dan menerapkan metode penelitian yang akan
digunakan dalam penelitian untuk keperluan penulisan tugas akhirnya.

B. JENIS-JENIS PENELITIAN
1. Jenis Penelitian Menurut Data
Jenis penelitian ditinjau dari data dikembangkan menjadi penelitian kuantitatif
dan kualitatif. Uraian lebih rinci tentang penelitian kuantitatif dan kualitatif disajikan
pada Bab VIII.

2. Jenis Penelitian Menurut Penerapan Hasil


a. Penelitian Dasar
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure
research) atau penelitian pokok (fundamental research) adalah penelitian yang
diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada
pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru. Peneliti yang
melakukan penelitian dasar memiliki tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan
tanpa memikirkan pemanfaatan secara langsung dari hasil penelitian tersebut.

47
Penelitian dasar justru memberikan  sumbangan besar terhadap pengembangan
serta pengujian teori-teori yang akan mendasari penelitian terapan.
Menurut Jujun S. Sumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau
murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang
sebelumnya belum pernah diketahui. Penelitian dasar lebih diarahkan untuk
mengetahui, menjelaskan, dan memprediksikan fenomena-fenomena alam dan
sosial. Hasil penelitian dasar mungkin belum dapat dimanfaatkan secara langsung
akan tetapi sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik.
Menurut Sukmadinata (2009), tujuan dari penelitian dasar adalah sebagai
berikut.

1) Untuk menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar dan hukum-hukum


ilmiah.
2) Untuk meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah.

Penelitian dasar ini tidak ditujukan secara langsung untuk mendapatkan


pemecahan bagi suatu permasalahan khusus. Penelitian dasar dilakukan untuk
memverifikasi teori yang sudah ada atau untuk mengetahui lebih jauh tentang
sebuah konsep. Hal pertama kali yang harus dilakukan dalam penelitian dasar
adalah pengujian konsep atau hipotesis awal dan kemudian pembuatan kajian lebih
dalam serta kesimpulan tentang fenomena yang diamati.
Penelitian dasar sebagai setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu
tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak segera dipakai
namun dalam waktu jangka panjang akan terpakai.
Penelitian murni tidak dibayang-bayangi oleh pertimbangan penggunaan dari
penemuan tersebut untuk masyarakat. Perhatian utama adalah kesinambungan dan
integritas dari ilmu dan filosofi. Penelitian murni bisa diarahkan ke mana saja, tanpa
memikirkan ada tidaknya hubugnan dengan kejadian-kejadian yang diperlukan
masyarakat. Proses pemikiran si peneliti bisa membawanya kemana saja, tanpa
memikirkan sudut apa dan arah mana yang akan dituju.
Tingkat generalisasi hasil penelitian dasar bersifat abstrak dan umum serta
berlaku secara universal. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan
masalah praktis akan tetapi prinsip-prinsip atau teori yang dihasilkannya dapat

48
mendasari pemecahan masalah praktis. Dengan kata lain, hasil penelitian dasar
dapat mempengaruhi kehidupan praktis.

b. Penelitian Terapan
Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan
kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan
yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan
dapat diartikan sebagai penyelidikan yang hati-hati, sistematik, dan terus menerus
terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera untuk
keperluan tertentu (M. Nazir, 1988).
Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah-masalah
tertentu. Tujuan utama penelitian terapan adalah pemecahan masalah sehingga
hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individu
atau kelompok maupun untuk keperluan industri atau politik dan bukan untuk
wawasan keilmuan semata (Sukardi, 2003). Dengan kata lain penelitian terapan
adalah satu jenis penelitian yang hasilnya dapat secara langsung diterapkan untuk
memecahkan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menguji manfaat dari teori-
teori ilmiah serta mengetahui hubungan empiris dan analisis dalam bidang-bidang
tertentu.
Menurut Jujun S. Sumantri (1985) penelitian terapan merupakan penelitian
yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Penelitian terapan
ialah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah
dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk
keperluan praktis.
Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan bersifat umum,
bukan rekomendasi berupa tindakan langsung. Setelah sejumlah studi
dipublikasikan dan dibicarakan dalam periode waktu tertentu, pengetahuan tersebut
akan mempengaruhi cara berpikir dan persepsi para praktisi. Penelitian terapan
lebih difokuskan pada pengetahuan teoretis dan praktis dalam bidang-bidang
tertentu bukan pengetahuan yang bersifat universal misalnya bidang kedokteran,
pendidikan, atau teknologi. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut,
menyarankan teori dan praktek baru serta pengembangan metodologi untuk
kepentingan praktis.

49
Ciri-ciri penelitian terapan adalah sebagai berikut.
1) Penelitian terapan merupakan kegiatan ilmiah untuk menemukan kebenaran
yang objektif.
2) Penelitian terapan memerlukan penggunaan metode yang tepat/ relevan.
3) Penelitian terapan perlu mempergunakan teori-teori dan pengalaman yang
bersifat terpakai.
4) Data yang terkumpul harus lengkap dan objektif.
5) Penelitian terapan tidak hanya menyajikan data, tetapi harus disertai juga dengan
pengolahan data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
6) Penelitian terapan perlu dilaporkan secara jelas dan sistematis, dengan mengikuti
pola berpikir ilmiah yang objektif, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh dari penelitian terapan, adalah sebagai berikut.

1) Penelitian evaluasi, yaitu penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan


atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih
alternatif tindakan.
2) Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang
lebih tinggi.
3) Penelitian tindakan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan
sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.

Contoh penelitian terapan, antara lain: peningkatan kualitas pembelajaran,


pengaruh pemupukan terhadap tanaman, pengaruh implementasi kurikulum
terhadap mutu pendidikan dan sebagainya. Kelebihan dari penelitian terapan adalah
dapat dengan cepat digunakan dalam jangka pendek, praktis tidak memakan waktu
yang lama. Karena mudah dan cepatnya hasil yang didapat dari metode penelitian
terapan banyak lembaga yang menggunakan metode tersebut serta dari kemudahan
dan efisiensi metode yang diberikannya. Kekurangannya ialah apabila dari hasil
penelitian tersebut diinterpretasikan secara salah, penginterpretasi yang salah dapat
menyebabkan dampak yang fatal hasil yang digunakan bisa menjadi dampak buruk.

50
3. Jenis Penelitian Menurut Metode dan Proses
a. Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen adalah penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel lain dengan kontrol yang ketat (Sedarmayanti dan
Syarifudin, 2002). Menurut Yatim Riyanto (dalam Zuriah, 2006) penelitian
eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti di dalam
melakukan kontrol terhadap kondisi. Sugiyono (2012:109) menambahkan penelitian
eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk
mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang
terkendalikan. Penelitian eksperimen menggunakan suatu percobaan yang
dirancang secara khusus guna membangkitkan data yang diperlukan untuk
menjawab pertanyaan penelitian (Margono, 2005). Dalam melakukan eksperimen
peneliti memanipulasikan suatu stimulan, treatment atau kondisi-kondisi
eksperimental, kemudian mengobservasi pengaruh yang diakibatkan oleh adanya
perlakuan atau manipulasi tersebut.

Penelitian eksperimen bertujuan (Zuriah, 2006): (1) menguji hipotesis yang


diajukan dalam penelitian; (2) memprediksi kejadian atau peristiwa di dalam latar
eksperimen; (3) menarik generalisasi hubungan antar variabel.
Penelitian eksperimen pada umumnya lebih menekankan pada pemenuhan
validitas internal, yaitu dengan cara mengontrol, mengendalikan, mengeliminir
pengaruh faktor-faktor di luar yang dieksperimenkan yang dapat mempengaruhi
hasil eksperimen. Uraian lengkap tentang penelitian eksperimen terdapat pada Bab
IX.

b. Penelitian Historis
Metode historis merupakan prosedur pemecahan masalah dengan
menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan masa lalu untuk
memahami kejadian atau suatu keadaan yang berlangsung pada masa lalu. Hasil
dari penelitian historis dapat dipergunakan untuk meramalkan kejadian atau
keadaan masa yang akan datang. Metode Historis lebih memusatkan pada data

51
masa lalu berupa peninggalan atau artefak, dokumen, arsip, dan tempat-tempat
yang dianggap keramat. Tujuan penelitian historis adalah membuat rekontruksi
masa lampau secara objektif, dan sistematis dengan mengumpulkan,
memverifikasikan, menginterpretasi, mensintesa dan menuliskan menjadi kisah
sejarah. (Kuntowijoyo, 1995).
Prosedur analitis sejarah ialah cara kerja sejarawan untuk menganalisa
dokumen-dokumen yang ada sebagai bukti yang dapat dipercaya mengenai masa
lampau manusia. Langkah-langkah atau cara kerja sejarawan dalam penelitian
historis, yaitu sebagai berikut .
1) Pengumpulan objek yang berasal dari suatu zaman dan pengumpulan bahan-
bahan tertulis dan lisan yang relevan (heuristik)
2) Menyingkirkan bahan-bahan yang tidak otentik (kritik sumber/verifikasi)
3) Menyimpulkan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang
otentik (interpretasi )
4) Penyusunan kesaksian dan bukti-bukti yang dapat dipercaya menjadi suatu kisah
atau tulisan bersejarah (historiografi )
Kuntowijoyo membagi penelitian historis menjadi empat tahapan berikut.

1) Heuristik, yaitu mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang


diperlukan. Sumber sejarah dapat berupa sumber tulisan, lisan, audio visual,
primer, dan sekunder.
2) Kritik/verifikasi, yaitu melakukan seleksi terhadap sumber-sumber sejarah yang
telah ditemukan. Kritik sejarah dapat berupa otensitas atau keaslian sumber (kritik
ekstern) dan kredibelitas atau dapat dipercaya (kritik intern)
3) Interpretasi, yaitu memberikan penafsiran terhadap data-data yang telah diperoleh
selama penelitian sehingga menjadi sebuah urutan peristiwa yang kronologis.
Interpretasi terbagi atas analisis dan sintesis.
4) Sintesa, yaitu proses penulisan dalam bentuk hasil penelitian.
Mengacu pada pendapatnya Gray, et al. sebagaimana yang dikutip oleh
Sjamsuddin (2007) bahwa terdapat enam tahapan yang harus ditempuh dalam
penelitian historis yaitu sebagai berikut.
1) Memilih judul atau topik yang sesuai.
2) Mengusut semua evidensi (bukti) yang relevan dengan topik.
3) Membuat catatan yang ditemukan ketika penelitian sedang berlangsung.

52
4) Mengevaluasi secara kritis semua evidensi yang telah berhasil dikumpulkan (kritik
sumber).
5) Menyusun hasil penelitian ke dalam suatu pola yang benar atau sistematika
tertentu.
6) Menyajikan dan mengkomunikasikannya kepada pembaca dalam suatu cara yang
dapat menarik perhatian sehingga dapat dimengerti.

Peneliti memasukkan langkah-langkah di atas yaitu memilih judul atau topik


yang sesuai, mengusut semua evidensi (bukti) yang relevan dengan topik, dan
membuat catatan yang ditemukan ketika penelitian sedang berlangsung ke dalam
langkah heuristik. Langkah mengevaluasi secara kritis semua evidensi yang telah
berhasil dikumpulkan sebagai langkah kritik sumber. Langkah menyusun hasil
penelitian ke dalam suatu pola yang benar atau sistematika tertentu, dan menyajikan
serta mengkomunikasikannya kepada pembaca dalam suatu cara yang dapat
menarik perhatian, sehingga dapat dimengerti sebagai langkah interpretasi dan
historiografi. Pada tahapan historiografi yang disajikan oleh Sjamsuddin, langkah
penulisan dan interpretasi dinyatakan sebagai kegiatan yang tidak terpisahkan,
dengan kata lain “bersamaan” atau simultan (Sjamsuddin, 1996).

c. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu
gejala, peristiwa atau kejadian yang terjadi. Penelitian deskriptif memusatkan
perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat
penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha
mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa
memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Penelitian deskriptif
dilakukan dengan memusatkan perhatian kepada aspek-aspek tertentu dan sering
menunjukkan hubungan atara berbagai variabel. Variabel yang diteliti bisa tunggal
(satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel. Penelitian deskriptif bertujuan untuk
menjelaskan fenomena atau karakteristik individual, situasi, atau kelompok tertentu
secara akurat.
Jenis- jenis penelitian deskriptif adalah sebagai berikut.
1) Survey (Survei)

53
2) Case Study (Studi Kasus)
3) Correlation Study (Studi Korelasi)
4) Comparative Study (Studi Perbandingan)
5) Prediction Study (Studi Prediksi)
6) Evaluation Study (Studi Evaluasi)
Penelitian deskriptif sesuai karakteristiknya memiliki langkah-langkah tertentu
dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
1) Rumusan Masalah
Metode penelitian manapun harus diawali dengan adanya masalah, yakni
pengajuan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang jawabannya harus dicari
menggunakan data dari lapangan. Pertanyaan masalah mengandung variabel-
variabel yang menjadi kajian dalam studi ini. Dalam penelitian deskriptif peneliti
dapat menentukan status variabel atau mempelajari hubungan antar variabel.
2) Menentukan jenis informasi yang diperlukan
Dalam hal ini peneliti perlu menetapkan informasi apa yang diperlukan untuk
menjawab pertanyaan atau masalah yang telah dirumuskan. Apakah informasi
kuantitatif ataukah kualitatif.
3) Menentukan prosedur pengumpulan data
Ada dua unsur penelitian yang diperlukan, yakni instrumen atau alat pengumpul
data dan sumber data atau sampel yakni dari mana informasi itu sebaiknya
diperoleh. Dalam penelitian ada sejumlah alat pengumpul data antara lain tes,
wawancara, observasi, kuesioner, sosiometri. Alat-alat tersebut lazim digunakan
dalam penelitian deskriptif. Misalnya untuk memperoleh informasi mengenai
langkah-langkah guru mengajar, alat atau instrumen yang tepat digunakan adalah
observasi atau pengamatan. Cara lain yang mungkin dipakai adalah wawancara
dengan guru mengenai langkah-langkah mengajar. Agar diperoleh sampel yang
jelas, permasalahan penelitian harus dirumuskan se khusus mungkin sehingga
memberikan arah yang pasti terhadap instrumen dan sumber data.
4) Menentukan prosedur pengolahan informasi atau data
Data dan informasi yang telah diperoleh dengan instrumen yang dipilih dan
sumber data atau sampel tertentu masih merupakan informasi atau data kasar.
Informasi dan data tersebut perlu diolah agar dapat dijadikan bahan untuk
menjawab pertanyaan penelitian.
5) Menarik kesimpulan penelitian

54
Berdasarkan hasil pengolahan data di atas, peneliti menyimpulkan hasil penelitian
deskriptif dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian dan
mensintesiskan semua jawaban tersebut dalam satu kesimpulan yang
merangkum permasalahan penelitian secara keseluruhan.

d. Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan
pengumpulan data guna menentukan apakah ada hubungan dan tingkat hubungan
antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting,
karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat
mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian.
Penelitian korelasional mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni
sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel
lain. Derajat hubungan variabel-variabel dinyatakan dalam satu indeks yang
dinamakan koefisien korelasi. Koefisien korelasi dapat digunakan untuk menguji
hipotesis tentang hubungan antar variabel atau untuk menyatakan besar kecilnya
hubungan antara kedua variabel.
Tujuan penelitian korelasi adalah mendeteksi sejauh mana variasi-variasi
pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain
berdasarkan pada koefisien korelasi.
Penelitian korelasional yang bertujuan menguji hipotesis, dilakukan dengan
cara mengukur sejumlah variabel dan menghitung koefisien korelasi antara variabel-
variabel tersebut, agar dapat ditentukan variabel-variabel mana yang berkorelasi.
Misalnya peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang sekiranya
berhubungan dengan kompetensi profesional kepala sekolah. Semua variabel yang
ada kaitannya (misal latar belakang pendidikan, supervisi akademik, dan lain-lain)
diukur, lalu dihitung koefisien korelasinya untuk mengetahui variabel mana yang
paling kuat hubungannya dengan kemampuan manajerial kepala sekolah. Kekuatan
hubungan antar variabel penelitian ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang
angkanya bervariasi antara -1 sampai +1. Koefisien korelasi adalah besaran yang
diperoleh melalui perhitungan statistik berdasarkan kumpulan data hasil pengukuran
dari setiap variabel. Koefisien korelasi positif menunjukkan hubungan yang
berbanding lurus atau kesejajaran, koefisien korelasi negatif menunjukkan hubungan

55
yang berbading terbalik atau ketidaksejajaran. Angka 0 untuk koefisien korelasi
menunjukkan tidak ada hubungan antar variabel. Makin besar koefisien korelasi baik
itu pada arah positif ataupun negatif, makin besar kekuatan hubungan antar variabel.
Dalam suatu penelitian korelasional, paling tidak terdapat dua variabel yang harus
diukur sehingga dapat diketahui hubungannya. Disamping itu dapat pula dianalisis
hubungan antara dari tiga variabel atau lebih.
Faktor yang cukup berpengaruh terhadap besar kecilnya koefisien korelasi
adalah keterandalan instrumen yang digunakan dalam pengukuran. Tes hasil belajar
yang terlalu mudah bagi anak pandai dan terlalu sukar untuk anak bodoh akan
menghasilkan koefisien korelasi yang kecil. Oleh karena itu instrumen yang tidak
memiliki keterandalan yang tinggi tidak akan mampu mengungkapkan derajat
hubungan yang bermakna atau signifikan.
Jenis penelitian korelasional diantaranya yaitu: (1) penelitian hubungan; (2)
penelitian prediktif; dan (3) korelasi multivariat. Adapun langkah-langkah dalam
melakukan penelitian korelasional yaitu: (1) menentukan masalah; (2) menentukan
subjek; (3) mengumpulkan data; dan (4) analisis data.

e. Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleleksi-diri yang
dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan)
untuk memperbaiki praktek yang dilakukan sendiri. Dengan demikian akan diperoleh
pemahaman mengenai praktek tersebut dan situasi di mana praktek tersebut
dilaksanakan. Terdapat dua esensi penelitian tindakan yaitu perbaikan dan
keterlibatan. Hal ini mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area
yaitu: (1) memperbaiki praktek; (2) pengembangan profesional; (3) memperbaiki
keadaan atau situasi di mana praktek tersebut dilaksanakan.
Penelitian tindakan bertujuan untuk mengungkap penyebab masalah dan
sekaligus memberikan langkah pemecahan terhadap masalah. Langkah-langkah
pokok yang ditempuh akan membentuk suatu siklus sampai dirasakannya ada suatu
perbaikan. Siklus pertama dan siklus-siklus berikutnya yaitu: penetapan fokus
masalah penelitian; perencanaan tindakan perbaikan; pelaksanaan tindakan
perbaikan, observasi, dan interpretasi; analisis dan refl eksi; dan perencanaan
tindak lanjut.

56
Menurut Grundy dan Kemmis (1990), penelitian tindakan memiliki dua tujuan
pokok, yaitu meningkatkan (improve) dan melibatkan (involve). Penelitian tindakan
bertujuan meningkatkan bidang praktik, meningkatkan pemahaman praktik yang
dilakukan oleh praktisi, dan meningkatkan situasi tempat praktik dilaksanakan.
Penelitian tindakan juga berusaha melibatkan pihak-pihak yang terkait. Jika
penelitian tindakan dilaksanakan di sekolah, pihak yang terkait adalah, antara lain,
kepala sekolah, guru, siswa, karyawan, dan orang tua siswa.
Tujuan meningkatkan dan melibatkan dalam penelitian tindakan hendaknya
saling menunjang, karena pada dasarnya penelitian tindakan adalah suatu bentuk
penelitian sosial. Pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan praktik yang sedang
diteliti hendaknya dilibatkan dalam semua tahapan kegiatan penelitian:
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian. Selama kegiatan penelitian
tindakan berlangsung diharapkan pihak-pihak yang terkait langsung dengan
kegiatan praktik juga ikut terlibat dalam proses penelitian.
Jenis penelitian tindakan (Kemmis & Taggart,1982) yaitu :
1) Penelitian tindakan diagnosis
2) Penelitian tindakan partisipan
3) Penelitian tindakan empiris
4) Penelitian eksperimental

Secara garis besar, langkah-langkah dalam penelitian tindakan meliputi


perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pemantauan (monitoring atau
observing), dan penilaian (reflecting atau evaluating) (Kemmis dan McTaggart,
1982). Keempat langkah pokok ini membentuk satu siklus. Penelitian tindakan
merupakan strategi yang berkelanjutan. Siklus yang terdiri dari empat langkah
tersebut diulang sehingga membentuk spiral: perumusan kembali rencana,
perbaikan tindakan, pencarian fakta lebih banyak, dan analisis ulang.

f. Penelitian Kasus
Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus merupakan pengujian secara
rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan
dokumen atau satu peristiwa tertentu. Surachrnad (1982) membatasi pendekatan

57
studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu
kasus secara intensif dan rinci.
Menurut Yin (1987) study kasus merupakan suatu inkuiri empirik untuk
meneliti suatu fenomena kontemporer dalam konteks yang sebenarnya. Yin
memberikan batasan yang lebih bersifat teknis dengan penekanan pada ciri-cirinya.
Ary, Jacobs, dan Razavieh (1985) menjelaskan bahwa dalam studi kasus
hendaknya peneliti berusaha menguji unit atau individu secara mendalarn. Para
peneliti berusaha menernukan sernua variabel yang penting.
Penelitian studi kasus biasa digunakan untuk mengamati dan meneliti sebuah
objek permasalahan yang diteliti secara lebih intensif dan mendalam dengan tujuan
memcahkan permasalahan dari objek kasus tersebut serta mencari penyelesaian
dan solusi dari permasalahan itu.
Menurut Arikunto (2006), studi kasus merupakan suatu penelitian yang
dilakukan secara intensif, terperinci, dan mendalam terhadap suatu organisasi,
intuisi atau gejala-gejala tertentu. Dalam Studi kasus peneliti mencoba untuk
mencermati individu atau satu unit secara mendalam. Umumnya studi kasus
dilakukan karena kebutuhan pemecahan masalah.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli mengenai pengertian penelitian studi
kasus, dapat disimpulkan bahwa studi kasus merupakan suatu kegiatan untuk
meneliti sebuah kasus atau permasalahan yang ada di lembaga pendidikan, maupun
dalam proses pembelajaran secara intensif, rinci, dan lebih mendalam untuk
mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut. Dan yang terpenting dalam
penelitian studi kasus ini adalah harus adanya suatu objek yang diteliti sebagai
kasus.
Penelitian studi kasus dapat dibedakan dalam beberapa jenis, yaitu.
1) Studi kasus kesejarahan mengenai organisasi, dipusatkan pada perhatian
organisasi tertentu dan dalam kurun waktu tertentu, dengan rnenelusuri
perkembangan organisasinya. Studi ini sering kurang memungkinkan untuk
diselenggarakan, karena sumbernya kurang mencukupi untuk dikerjakan secara
minimal.
2) Studi kasus observasi, mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalui
observasi peran serta atau pelibatan (participant observation), sedangkan fokus
studinya pada suatu organisasi tertentu. Bagian-bagian organisasi yang menjadi

58
fokus studinya antara lain: (a) suatu tempat tertentu di dalam sekolah; (b) satu
kelompok siswa; (c) kegiatan sekolah.
3) Studi kasus sejarah hidup, yang mencoba mewawancarai satu orang dengan
maksud mengumpulkan narasi orang pertama dengan kepemilikan sejarah yang
khas. Wawancara sejarah hidup biasanya mengungkap konsep karier,
pengabdian hidup seseorang, dan lahir hingga sekarang, masa remaja, sekolah,
topik persahabatan dan topik tertentu lainnya.
4) Studi kasus kemasyarakatan, merupakan studi tentang kasus kemasyarakatan
(community study) yang dipusatkan pada suatu lingkungan tetangga atau
masyarakat sekitar (kornunitas), bukannya pada satu organisasi tertentu
bagaimana studi kasus organisasi dan studi kasus observasi.
5) Studi kasus analisis situasi, jenis studi kasus ini mencoba menganalisis situasi
terhadap peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya terjadinya pengeluaran siswa
pada sekolah tertentu, maka haruslah dipelajari dari sudut pandang semua pihak
yang terkait, mulai dari siswa itu sendiri, teman-temannya, orang tuanya, kepala
sekolah, guru dan mungkin tokoh kunci lainnya.
6) Mikroethnografi, merupakan jenis studi kasus yang dilakukan pada unit organisasi
yang sangat kecil, seperti suatu bagian sebuah ruang kelas atau suatu kegiatan
organisasi yang sangat spesifik pada anak-anak yang sedang belajar
menggambar.

Langkah-Langkah Penelitian Studi Kasus adalah sebagai berikut.


1) Pemilihan kasus: dalam pemilihan kasus hendaknya dilakukan secara bertujuan
(purposive) dan bukan secara rambang. Kasus dapat dipilih oleh peneliti dengan
menjadikan objek orang, lingkungan, program, proses, dan masyarakat atau unit
sosial. Ukuran dan kompleksitas objek studi kasus haruslah masuk akal, sehingga
dapat diselesaikan dengan batas waktu dan sumber-sumber yang tersedia.
2) Pengumpulan data: terdapat beberapa teknik dalarn pengumpulan data, tetapi
yang lebih dipakai dalarn penelitian kasus adalah observasi, wawancara, dan
analisis dokumentasi. Peneliti sebagai instrurnen penelitian, dapat menyesuaikan
cara pengumpulan data dengan masalah dan lingkungan penelitian, serta dapat
mengumpulkan data yang berbeda secara serentak.
3) Analisis data: setelah data terkumpul peneliti dapat mulai mengagregasi,
mengorganisasi, dan mengklasifikasi data menjadi unit-unit yang dapat dikelola.

59
Agregasi merupakan proses mengabstraksi hal-hal khusus menjadi hal-hal umum
guna menemukan pola umum data. Data dapat diorganisasi secara kronologis,
kategori atau dimasukkan ke dalam tipologi. Analisis data dilakukan sejak peneliti
di lapangan, sewaktu pengumpulan data dan setelah semua data terkumpul atau
setelah selesai dan lapangan.
4) Perbaikan (refinement): meskipun semua data telah terkumpul, dalam pendekatan
studi kasus hendaknya dilakukan penyempurnaan atau penguatan
(reinforcement) data baru terhadap kategori yang telah ditemukan. Pengumpulan
data baru mengharuskan peneliti untuk kembali ke lapangan dan barangkali harus
membuat kategori baru, data baru tidak bisa dikelompokkan ke dalam kategori
yang sudah ada.
5) Penulisan laporan: laporan hendaknya ditulis secara komunikatif, rnudah dibaca,
dan mendeskripsikan suatu gejala atau kesatuan sosial secara jelas, sehingga
rnernudahkan pembaca untuk mernahami seluruh informasi penting. Laporan
diharapkan dapat membawa pembaca ke dalam situasi kasus kehidupan
seseorang atau kelompok.

Ciri-ciri studi kasus yang baik adalah sbagai berikut.


1) Menyangkut sesuatu yang luar biasa, yang berkaitan dengan kepentingan umum
atau bahkan dengan kepentingan nasional.
2) Batas-batasnya dapat ditentukan dengan jelas, kelengkapan ini juga ditunjukkan
oleh kedalaman dan keluasan data yang digali peneliti, dan kasusnya mampu
diselesaikan oleh penelitinya dengan baik dan tepat meskipun dihadang oleh
berbagai keterbatasan.
3) Mampu mengantisipasi berbagai alternatif jawaban dan sudut pandang yang
berbeda-beda.
4) Studi kasus mampu menunjukkan bukti-bukti yang paling penting saja, baik yang
mendukung pandangan peneliti maupun yang tidak mendasarkan prinsip
selektifitas.
5) Hasilnya ditulis dengan gaya yang menarik sehingga mampu terkomunikasi pada
pembaca.

g. Penelitian Pengembangan
Uraian lengkap dari penelitian pengembangan terdapat pada Bab XIII.

60
4. Rangkuman
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa jenis penelitian dapat ditinjau
berdasarkan: data; penerapan hasil; metode dan proses. Jenis penelitian menurut
data dikelompokkan menjadi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian
menurut penerapan hasil terdiri dari penelitian dasar dan terapan. Sedangkan jenis
penelitian menurut metode dan proses terdiri dari penelitian eksperimen, penelitian
historis, penelitian deskriptif, penelitian korelasional, penelitian tindakan, penelitian
kasus, dan penelitian pengembangan.

5. Latihan/Tugas/Lembar Kerja
Tugas Kelompok
Diskusikanlah materi yang telah diuraikan di atas dan lengkapi wawasan Anda
dengan membaca berbagai referensi dan presentasikan hasil diskusi Anda.
Tugas individu
Tulislah perbedaan antara jenis-jenis penelitian yang telah dibahas ditinjau dari
pengertian, tujuan, manfaat, rancangan, instrumen, dan teknik pengumpulan data.

Pustaka
Lestari., K.E. dan Yudhanegara. M.R. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika.
Bandung. Refika Aditama.
Setyosari., P. 2013. Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan. Jakarta.
Prenadamedia Group.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:
Alfabeta
Sukardi.2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan
[Link]: Bumi Aksara.
Syaodih Sukmadinata, Nana. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosda Karya.

C. PENUTUP
1. Tes Formatif

Soal 1:
Tujuan dari penelitian dasar adalah....
A. memverifikasi teori dengan mengembangkan hipotesis
B. menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar dan hukum ilmiah

61
C. memahami fenomena sosial dan mengembangkan konsep dengan
grounded
D. menjelaskan gejala sosial, menguji, dan melakukan eksperimen atas
kebenaran suatu teori
E. mengembangkan produk

Soal 2:
Penelitian yang bukan merupakan jenis penelitian tindakan menurut Kemmis &
Taggart (1982) yaitu....
A. Penelitian tindakan diagnosis
B. Penelitian tindakan partisipan
C. Penelitian tindakan empiris
D. Penelitian eksperimental
E. Penelitian historis
Soal 3:
Studi kasus merupakan suatu inkuiri empirik untuk meneliti suatu fenomena
kontemporer dalam konteks yang sebenarnya. Pendapat tersebut dikemukakan
oleh....
A. Bogdan dan Bikien (1982)
B. Surachrnad (1982)
C. Suharsimi (2006)
D. Yin (1987)
E. Ary, Jacobs, dan Razavieh (1985)
Soal 4:
Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang ....
A. berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain
dengan kontrol yang ketat
B. diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta
diarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan
teori baru
C. merupakan prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan data
masa lalu atau peninggalan-peninggalan masa lalu

62
D. berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, atau kejadian yang
terjadi
E. Merupakan penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna
menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua
variabel atau lebih.

Soal 5:
Jenis penelitian menurut metode dan proses terdiri dari beberapa penelitian
kecuali....
A. Penelitian korelasional
B. Penelitian tindakan
C. Penelitian kasus
D. Penelitian terapan
E. Penelitian historis

2. Umpan Balik dan Tindak Lanjut


Cocokkanlah jawaban Saudara dengan Kunci jawaban Tes Formatif yang
terdapat di bagian akhir buku ajar ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar,
kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
saudara dalam materi Bab IV ini.
Rumus:
Jumlah jawaban Saudara yang benar
Tingkat Penguasaan (TP)= ×100 %
10

Arti tingkat penguasaan yang Saudara capai:

90% ≤ TP≤ 100% : baik sekali


80% ≤ TP < 90% : baik
70% ≤ TP < 80% : sedang
< 70% : kurang

63
Bila Saudara telah mencapai tingkat penguasaan lebih dari 80%, berarti
Saudara sudah dapat melanjutkan mempelajari Bab V, jika belum maka Saudara
harus mempelajari kembali materi yang belum Saudara kuasai.

64

Anda mungkin juga menyukai