0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan5 halaman

Skema Pelepasan Beban Sistem Tenaga Listrik

1. Pelepasan beban merupakan fenomena yang mengizinkan beberapa beban dilepas untuk menjaga kestabilan sistem ketika terjadi penurunan frekuensi akibat ketidakseimbangan suplai dan beban.

Diunggah oleh

Jan Silalahi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan5 halaman

Skema Pelepasan Beban Sistem Tenaga Listrik

1. Pelepasan beban merupakan fenomena yang mengizinkan beberapa beban dilepas untuk menjaga kestabilan sistem ketika terjadi penurunan frekuensi akibat ketidakseimbangan suplai dan beban.

Diunggah oleh

Jan Silalahi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Pelepasan Beban
Pelepasan beban merupakan fenomena sistem tenaga listrik yang mengizinkan
beberapa beban lepas dalam rangka memelihara kestabilan sistem tenaga listrik.
Pelepasan beban dapat terjadi akibat penurunan frekuensi karena adanya
ketidakseimbangan antara daya aktif yang dibangkitkan generator dan konsumsi beban.
Penurunan frekuensi tersebut apabila tidak cepat diatasi dapat menyebabkan pemadaman
total yang dapat menimbulkan kerugian bagi sistem tenaga listrik, dalam hal ini adalah
hilangnya produksi suatu perusahaan minyak, dan memberikan efek negatif terhadap
generator yang masih aktif bekerja. Efek negatif tersebut antara lain adalah pemanasan
pada generator, vibrasi rotor dan terjadinya eksitasi lebih.
Pelepasan beban dapat dilakukan secara manual maupun otomatis, hal ini
bergantung kepada besar penurunan frekuensi yang terjadi pada sistem tenaga listrik.
Semakin besar kelebihan beban yang terjadi maka semakin besar pula penurunan
frekuensi yang terjadi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka pelepasan
beban pun semakin cepat dilakukan.
`Setiap pembangkit listrik memiliki karakteristik rating frekuensi kerja yang
berbeda. Hal ini juga dipengaruhi oleh besar frekuensi nominalnya. Oleh sebab itu, untuk
mendapatkan nilai frekuensi kerja dan waktu tunda rele frekuensi yang sesuai dan tidak
membahayakan generator diperlukan suatu standar frekuensi generator yang sesuai
dengan jenis penggerak utamanya.
2. Perancangan Skema Pelepasan Beban
Pelepasan beban dapat dilakukan apabila memenuhi beberapa syarat, syarat
tersebut harus dipenuhi agar tidak menimbulkan permasalahan bagi sistem tenaga listrik
setelah pelepasan beban. Syarat tersebut antara lain:
a. Pelepasan beban dilakukan bertahap
b. Beban yang dilepaskan seminimal mungkin
c. Beban yang dipilih harus memenuhi kriteria tertentu yang tidak merugikan
perusahaan apabila dilepas
d. Pelepasan beban dilakukan tepat guna yaitu pada saat benar-benar terjadi penurunan
frekuensi akibat beban lebih
3. Simulasi Pelepasan Beban
Dengan mengacu kepada syarat pelepasan beban tersebut dapat dirancang suatu
skema pelepasan beban bagi sistem tenaga listrik CNOOC SES Ltd. Untuk mendapatkan
skema pelepasan beban akibat frekuensi rendah yang sesuai bagi sistem tenaga listrik
CNOOC SES Ltd. dibutuhkan pemilihan frekuensi kerja under frequency relay dan beban
yang dilepaskan yang tepat pada setiap tahapan pelepasan beban. Untuk mendapatkan
nilai-nilai tersebut, beberapa hal yang harus dilakukan adalah :
a. Membuat kombinasi generator lepas untuk memprediksi besarnya beban lebih yang
mungkin terjadi pada sistem tenaga listrik.
b. Menghitung penurunan frekuensi yang mungkin terjadi dari setiap kombinasi
generator lepas dengan menggunakan persamaan swing generator.
c. Memperkirakan nilai frekuensi saat pemutus tenaga bekerja dimana under frequency
relay pertama kali bekerja pada saat frekuensi sistem 59,5 Hz dan waktu kerja rele 50
ms serta waktu kerja pemutus tenaga 100 ms.
d. Menghitung kecepatan pemulihan frekuensi yang diharapkan setelah pelepasan beban
dilakukan dan beban yang harus dilepaskan untuk mendapatkan kecepatan pemulihan
tersebut.
e. Memilih beban yang harus dilepas berdasarkan kriteria tertentu.
4. Kombinasi Generator Lepas
Simulasi pelepasan beban dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0 dapat
terjadi apabila terdapat penurunan frekuensi sistem. Penurunan frekuensi tersebut
didapatkan apabila terjadi ketidakseimbangan suplai daya aktif dan kebutuhan beban.
Untuk mendapatkan ketidakseimbangan daya tersebut maka dibuatlah skenario generator
lepas. CNOOC SES Ltd. memiliki 9 unit generator dengan penggerak utama adalah
tenaga gas. Masing-masing generator memiliki spesifikasi yang berbeda. Karena
perbedaan tersebut maka dibuat beberapa kombinasi generator lepas yang dapat
menggambarkan kemungkinan beban lebih yang terjadi pada sistem tenaga listrik.
5. Laju Penurunan Frekuensi
Langkah kedua yang harus dilakukan untuk mendapatkan nilai frekuensi kerja
rele dan besar beban efektif yang harus dilepaskan pada setiap tahap pelepasan beban
setelah membuat kombinasi generator lepas adalah menghitung laju penurunan frekuensi
setiap kombinasi generator lepas. Untuk dapat menghitung besar laju penurunan
frekuensi digunakan persamaan swing generator

Keterangan :
df/dt : Laju Penurunan Frekuensi
Ps : Kelebihan Beban
G : Rata-rata MVA Generator (16,4 MVA)
H : Rata-rata Konstanta Inersia Generator
f0 : Frekuensi Nominal
Nilai rata-rata konstanta inersia dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini:

6. Frekuensi Pemutus Tenaga Kerja


Untuk mendapatkan nilai beban yang dilepaskan sesuai dengan kebutuhan sistem
tenaga listrik, maka frekuensi yang digunakan sebagai acuan perhitungan kebutuhan
beban yang dilepaskan bukan frekuensi saat rele frekuensi bekerja melainkan frekuensi
saat pemutus tenaga benar-benar bekerja. Pada tahap ini diasumsikan rele frekuensi
pertama kali bekerja saat terjadi penurunan frekuensi pada saat 59,5 Hz dan tidak
memiliki waktu tunda. Untuk mendapatkan nilai frekuensi saat pemutus tenaga benar-
benar bekerja digunakan rumus sebagai berikut.

Dimana Ttrip= waktu yang digunakan sistem sesaat sebelum frekuensi turun
hingga pemutus tenaga benar-benar bekerja. Waktu trip dipengaruhi oleh 3 waktu, yaitu:
a. waktu pick-up
b. waktu rele
c. waktu pemutus tenaga
Waktu pick-up adalah waktu yang digunakan sistem sesaat sebelum frekuensi
turun hingga rele pertama kali bekerja (59,5 Hz). Sedangkan waktu rele adalah waktu
yang digunakan rele untuk menghantarkan sinyal penurunan frekuensi ke pemutus tenaga
(50 ms) dan waktu pemutus tenaga adalah waktu yang digunakan pemutus tenaga untuk
membuka kontaknya untuk melepas beban (100 ms).
7. Laju Pemulihan Frekuensi dan Perhitungan Beban yang Dilepaskan
Untuk mendapatkan nilai beban efektif yang dilepaskan, sebelumnya harus
dihitung laju pemulihan frekuensi yang diharapkan ketika terjadi pelepasan beban. Pada
skema pelepasan beban ini diharapkan frekuensi pulih dalam kurun waktu 5 detik setelah
pelepasan beban dan frekuensi akhir setelah pemulihan adalah frekuensi nominal (60 Hz).
Laju pemulihan frekuensi dapat dihitung dengan menggunakan rumus

Dimana :
df/dt : laju pemulihan frekuensi
f : frekuensi saat pemutus tenaga benar-benar bekerja
t : waktu pemulihan yang diharapkan (5s)
Dari perhitungan laju pemulihan frekuensi tersebut dapat diperkirakan nilai beban yang
dilepaskan pada setiap tahap dengan menggunakan persamaan swing generator sebagai
berikut:

Keterangan :
Pgen : Daya aktif generator (MW)
Pload : Daya aktif yang dibutuhkan beban (MW)
Ploadshedding : Daya yang dilepaskan (MW)
8. Pemilihan Beban yang Dilepaskan
Pada suatu sistem tenaga listrik milik perusahaan minyak dan gas, pelepasan
beban adalah fenomena sistem tenaga listrik yang dihindari. Hal ini berkaitan dengan
kerugian ekonomis yang ditimbulkan oleh hilangnya sejumlah produksi minyak dan gas
akibat pelepasan beberapa anjungan. Oleh sebab itu, untuk membatasi besarnya kerugian
diperlukan pemilihan beban berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
a. Sumber air
b. Anjungan yang bermasalah pasir
c. Anjungan monopod
d. kW/BOPD

Daftar Pustaka
 Hidayat, Fani Irfan. (2004). Simulasi Pelepasan Beban Pada Sistem Tenaga Listrik.
Depok: Departemen Elektro Fakultas Teknik UI.
 Karim, Khairuddin., Adi Soeprijanto, Mauridhi Hery Purnomo. (2008). Pelepasan Beban
Otomatis Menggunakan ANN-CBP-FLC Pada Sistem Tenaga Listrik Industri Besar.
Yogyakarta: Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi
 A Status Report On Methods Used For System Preservation During Underfrequency
Condition. (1975). New York: IEEE Committe Report.

Anda mungkin juga menyukai