MATERI SUPLEMEN PENGETAHUAN PEMBEKALAN KEPROFESIAN
KEBIJAKAN DAN PERATURAN
TENTANG BANGUNAN
GEDUNG 2022 (1 JP)
BALAI PENERAPAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
KEBIJAKAN & PERATURAN
PERSYARATAN TATA RUANG
PERENCANAA N BANGUNAN
OUTLINE GEDUNG
DOKUMEN PERENCANAAN
TENAGA AHLI PERENCANAAN
KEBIJAKAN BANGUNAN GEDUNG
KEBIJAKAN PEMERINTAH
terkait
Penyelenggaraan Bangunan Gedung
Mendorong terbitnya Perda Bangunan
Gedung di Kab/Kota sebagai payung dalam
penyelenggaraan Bangunan Gedung.
Mendorong implementasi Perda Bangunan
Gedung di kab/kota:
• IMB, TABG, SLF, dan Pendataan
Bangunan Gedung
4
Terlaksananya penerapan
pendataan bangunan gedung.
3
30% kabupaten/kota telah
melaksanakan SLF pada 2019
2
50% bangunan gedung
ber-IMB pada 2019 TA R G E T YA N G
1
A K A N D I C A PA I
Kegiatan Fasilitasi Implementasi Perda
Bangunan Gedung dimaksudkan sebagai
bentuk pembinaan teknis bagi
kabupaten/kota, demi tercapainya:
PERATURAN BANGUNAN GEDUNG
Permen PU 05/2007 Pedoman
A Teknis Pembangunan Rumah
Susun Sederhana Bertingkat Tinggi.
Permen PU 25/2007 Pedoman
B Sertifikat Laik Fungsi Bangunan
Gedung.
Permen PU 24/2008 Pedoman
C Pemeliharaan dan Perawatan
Bangunan Gedung.
Permen PU 25/2008 Pedoman
Permen PU 29/2006 Pedoman
D Teknis Penyusunan Rencana Induk
Sistem Proteksi Kebakaran.
Persyaratan Teknis Bangunan Gedung
7
Permen PU 20/2009 Pedoman Teknis
A Manajemen Proteksi Kebakaran di
Perkotaan.
Permen PU 16/2010 Pedoman
B Teknis Pemeriksaan Berkala
Bangunan Gedung.
Permen PU 17/2010 Pedoman
C Teknis Pendataan Bangunan
Gedung.
Permen PU 18/2010 Pedoman
Permen PU 26/2008 Persyaratan Teknis Sistem D Revitalisasi Kawasan.
Proteksi Kebakaran Pada Bangunan dan Lingkungan.
8
Permen PU 11/2014 Pengelolaan Air Hujan pada Bangunan Gedung dan Persilnya.
Permen PUPR 01/2015 Bangunan Gedung Cagar Budaya yang Dilestarikan.
Permen PUPR 02/2015 Bangunan Gedung Hijau.
Permen PUPR 06/2017 Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor:
05/PRT/M/2016 Tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung.
Permen PUPR 14/2017 Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung
SE Menteri PUPR Nomor 10/SE/M/2016 Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan Gedung dan Sertifikat Laik
Fungsi Bangunan Gedung untuk Bangunan Gedung Usaha Menegah Kecil dan Mikro Seluas 1.300 M2
dengan Menggunakan Desain Prototipe.
SE Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR nomor 86/SE/DC/2016 tanggal 29 Desember 2016
tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bangunan Gedung Hijau.
mengatur
9
mengatur
FUNSGI P E R S YAR ATA N P E N Y E L E N GAR AAN
P E RAN
P E M B I N AAN
MAS YAR A K AT
S ANKS I
10
FUNGSI PERSYARATAN PENYELENGGARAAN
HUNIAN PERSYARATAN PEMBANGUNAN
KEAGAMAAN ADMINISTRATIF PEMANFAATAN
USAHA PERSYARATAN PELESTARIAN
SOSIAL DAN BUDAYA TEKNIS PEMBONGKARAN
11
PERAN MASYARAKAT
□ memantau dan menjaga ketertiban
penyelenggaraan;
□ memberi masukan kepada Pemerintah dan/atau Pemerintah
Daerah dalam penyempurnaan peraturan, pedoman, & standar
teknis di bidang bangunan gedung;
□ menyampaikan pendapat & pertimbangan kepada instansi yang
berwenang terhadap penyusunan rencana tata bangunan dan
lingkungan, rencana teknis bangunan gedung tertentu, dan
kegiatan penyelenggaraan yang menimbulkan dampak penting
terhadap lingkungan;
□ melaksanakan gugatan perwakilan terhadap bangunan gedung
yang mengganggu, merugikan, dan/atau membahayakan
kepentingan umum.
PEMBINAAN
□ Pemerintah menyelenggarakan pembinaan bangunan gedung
secara nasional untuk meningkatkan pemenuhan persyaratan dan
tertib penyelenggaraan bangunan gedung.
□ Pemerintah Daerah melaksanakan pembinaan penyelenggaraan
bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di daerah.
□ Sebagian penyelenggaraan dan pelaksanaan pembinaan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
bersama-sama dengan masyarakat yang terkait dengan bangunan
gedung.
□ Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam melaksanakan
pembinaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan
ayat (3) melakukan pemberdayaan masyarakat yang belum
mampu untuk memenuhi persyaratan
The Power of PowerPoint | [Link] 13
SANKSI
ADMINISTRATIF PIDANA
- Pembekuan sertifikat laik fungsi
- Peringatan tertulis,
bangunan gedung;
- Pembatasan kegiatan pembangunan,
- Pencabutan sertifikat laik fungsi
- Penghentian sementara atau tetap pada pekerjaan
bangunan gedung; atau
pelaksanaan pembangunan,
- Perintah pembongkaran
- Penghentian sementara atau tetap pada bangunan gedung.
- pemanfaatan bangunan gedung;
- Pencabutan iin mendirikan bangunan Gedung;
- Pembekuan izin mendirikan bangunan gedung;
- Pencabutan izin mendirikan bangunan gedung;
- Pencabutan sertifikat laik fungsi bangunan Gedung
- Perintah pembongkaran bangunan gedung.
Peraturan Menteri PU Nomor 29 Tahun 2006
Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung
Persyaratan Keandalan Bangunan
01
Persyaratan Keselamatan
02 Persyaratan Kesehatan
03
Persyaratan Kenyamanan
04 Persyaratan Kemudahan
Selamat, sehat, nyaman, dan memberikan kemudahan bagi penghuni dan/atau
pengguna bangunan gedung, serta efisien, serasi, dan selaras dengan lingkungannya
16
Persyaratan Tata Bangunan
Peruntukan lokasi
PP-No-8-Thn-2013-tentang-KETELITIAN-PETA
NAMA UNSUR PENGERTIAN SIMBO
L/NOT
ASI
Peristiwa alam Kawasan yang diperuntukkan bagi
kegiatan wisata alam
Pariwisata budaya Kawasan yang diperuntukkan bagi
kegiatan wisata budaya
Taman buatan Kawasan yang diperuntukkan bagi
kegiatan wisata buatan
Kawasan Kawasan yang secara teknis dapat
permukiman digunakan untuk permukiman yang
aman dari bahaya bencana alam
maupun buatan manusia, sehat dan
mempunyai akses untuk Sesuai RTRW
kesempatan berusaha Sesuai RDTR
Sesuai RTBL 17
Persyaratan Tata Bangunan
4. Rencana Tata Bangunan
1. Peruntukan lokasi dan Lingkungan (RTBL);
dan intensitas
bangunan gedung;
5. Pembangunan
bangunan gedung di atas
dan/atau di bawah
tanah, air dan/atau
prasarana/sarana umum.
2. Arsitektur bangunan gedung; 3. Pengendalian
dampak lingkungan;
Bangunan gedung yang berkualitas sesuai
dengan fungsinya, andal, serasi, selaras dengan
lingkungannya 15
I N T E N S I TA S
BANGUNAN
Koefisien Dasar Bangunan Jumlah
1
Lantai Bangunan Koefisien Lantai
Bangunan Menjaga keseimbangan
daya dukung lahan.
2
Mencerminkan keserasian
bangunan dengan
lingkungan 3
Menjamin kesehatan dan
kenyamanan pengguna serta
masyarakat pada umumnya.
20
A R S I T E K T U R B A N G U N A N G E D U N G
P E N AM P I L AN B AN G U N AN K E S E I M B AN G AN , K E S E R AS I AN
TATA R U AN G - D AL AM
GEDUNG & K E S E L AR A S AN D E N GAN
L I N G K U N GAN B AN G U N AN
□Penempatan dinding-dinding penyekat GEDUNG
dan lubang-lubang pintu/jendela
diusahakan sedapat mungkin simetris
□Keseimbangan,keserasiandan
terhadap sumbu-sumbu denah bangunan
keselarasan dengan lingkungan
mengantisipasi terjadinya kerusakan
bangunan gedung adalah perlakuan
akibat gempa
terhadap lingkungan di sekitar
□ Ruangan dalam bangunan harus
bangunan gedung yang menjadi
mempunyai tinggi yang cukup untuk
pertimbangan penyelenggaraan
fungsi yang diharapkan
□memperhatikan bentuk dan bangunan gedung baik dari segi
□Bangunan atau bagian bangunan yang sosial, budaya, maupun dari segi
karakteristik arsitektur lingkungan
mengalami perubahan perbaikan,
yang ada di sekitarnya ekosistem
perluasan, penambahan, tidak boleh
□Keserasian dengan bangunan menyebabkan berubahnya □RTH,RTHP,GSB,Parkir,Sirkulasi,
yang dilestarikan tersebut fungsi/penggunaan utama Signage, dst
21
Persyaratan Keandalan Bangunan
Persyaratan keselamatan bangunan gedung;
Umum PERENCANAAN
beban muatan, KONSTRUKSI
bahaya kebakaran, MENGACU KEPADA SNI
bahaya petir YANG BERLAKU
bahaya kelistrikan.
Struktur Bangunan Gedung
kuat, kokoh, dan stabil dalam memikul beban/kombinasi beban dan memenuhi
persyaratan keselamatan (safety), serta memenuhi persyaratan kelayanan (serviceability)
selama umur layanan yang direncanakan dengan mempertimbangkan fungsi bangunan
gedung, lokasi, keawetan, dan kemungkinan pelaksanaan konstruksinya.
beban muatan tetap maupun beban muatan sementara yang timbul akibat gempa, angin,
pengaruh korosi, jamur, dan serangga perusak
Sistem proteksi kebakaran pasif dan aktif
22
PERSYARATAN KESEHATAN BANGUNAN GEDUNG
Persyaratan Sistem Penghawaan
Setiap bangunan gedung harus mempunyai ventilasi alami dan/atau ventilasi
mekanik/buatan sesuai dengan fungsinya
Persyaratan Sistem Pencahayaan
Setiap bangunan gedung untuk memenuhi persyaratan sistem pencahayaan harus
mempunyai pencahayaan alami dan/atau pencahayaan buatan, termasuk pencahayaan
darurat sesuai dengan fungsinya.
Persyaratan Sanitasi
Sistem plumbing, penyaluran air hujan, pembuangan air kotor, sampah
Persyaratan Penggunaan Bahan Bangunan Gedung
Bahan bangunan gedung yang digunakan harus aman bagi kesehatan pengguna
bangunan gedung dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Bahan bangunan yang mengandung racun, memantulkan cahaya secara berlebihan.
24
PERSYARATAN KENYAMANAN BANGUNAN GEDUNG
kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang, kenyamanan
termal dalam ruang, kenyamanan pandangan (visual), serta
kenyamanan terhadap tingkat getaran dan kebisingan
25
PERSYARATAN KEMUDAHAN
BANGUNAN GEDUNG
Permen PUPR No.14 Tahun 2017
Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung
Persyaratan kemudahan meliputi kemudahan
hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung,
serta kelengkapan fasilitas prasarana dan sarana
dalam pemanfaatan bangunan gedung
26
27
Permen PU 11/2014
Pengelolaan Air Hujan pada Bangunan Gedung dan Persilnya.
28
PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG
Proses perencanaan teknis
Pelaksanaan konstruksi
Kegiatan pemanfaatan
Pelestarian
Pembongkaran
29
PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG
DOKUMEN PERENCANAAN
Setiap bangunan gedung negara harus memiliki dokumen
perencanaan, yang dihasilkan dari proses perencanaan teknis, baik
yang dihasilkan oleh Penyedia Jasa Perencana Konstruksi, Tim
Swakelola Perencanaan, atau yang berupa Disain Prototipe.
30
LINGKUP DOKUMEN PERENCANAAN
- Gambar rencana teknis (arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal, serta tata
lingkungan);
- Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), yang meliputi persyaratan umum, administratif,
dan teknis bangunan
- Rencana anggaran biaya pembangunan;
- Laporan-laporan terkait:
1) Laporan Arsitektur;
2) Laporan Perhitungan Struktur Termasuk Laporan Penyelidikan Tanah;
3) Laporan Perhitungan Mekanikal Dan Elektrikal;
4) Laporan Perhitungan IT (Informasi & Teknologi);
5) Laporan Tata Lingkungan.
31
TENAGA AHLI PERENCANAAN DENGAN
LINGKUP DAN KOMPLEKSITAS
PEKERJAAN
Tenaga Ahli Arsitektur;
Tenaga Ahli Struktur;
Tenaga Ahli Utilitas (M&E);
Tenaga Ahli Estimasi Biaya;
32
TENAGA AHLI PERENCANAAN DENGAN
LINGKUP DAN KOMPLEKSITAS
PEKERJAAN
LINGKUP TANGGUNG JAWAB PERENCANA
Konsep perencanaan
Pra-rencana
Value engineering
Pengembangan rencana
Rencana detail
• Gambar detil
• rencana kerja dan syarat-syarat
• rincian volume pelaksanaan pekerjaan,
• rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi
• pengawasan berkala
33