0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
543 tayangan3 halaman

Eter dan Kloroform dalam Anestesi

Eter dan kloroform adalah bahan anestesi umum yang berbahaya. Eter menyebabkan kontraksi otot jantung dan dilatasi pembuluh darah, sementara kloroform dapat merusak hati dan bersifat karsinogenik. Kedua zat ini diabsorpsi dan diekskresi melalui paru-paru, dengan efek samping seperti iritasi pernafasan dan muntah. Mencit digunakan sebagai hewan coba karena siklus reproduksinya yang cepat

Diunggah oleh

Mariana Rena
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
543 tayangan3 halaman

Eter dan Kloroform dalam Anestesi

Eter dan kloroform adalah bahan anestesi umum yang berbahaya. Eter menyebabkan kontraksi otot jantung dan dilatasi pembuluh darah, sementara kloroform dapat merusak hati dan bersifat karsinogenik. Kedua zat ini diabsorpsi dan diekskresi melalui paru-paru, dengan efek samping seperti iritasi pernafasan dan muntah. Mencit digunakan sebagai hewan coba karena siklus reproduksinya yang cepat

Diunggah oleh

Mariana Rena
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Uraian Bahan :

1. Eter
Nama resmi                :  AETHER  ANAESTHETICUS
Nama lain                   :  Eter anestesi/etoksietana.
RM/BM                        :  C4H1o0/74,12
Pemerian                   :   Cairan transparan; tidak  berwarna; bau khas; rasa manis dan
membakar. Sangat mudah menguap; sangat mudah terbakar; campuran uapnya dengan
oksigen, udara atau dinitrogenoksida pada kadar tertentu dapat meledak.
Kelarutan                    :  Larut dalam 10 bagian air; dapat bercampur dengan etanol (95%)
P, dengan kloroform P, dengan minyak lemak dan dengan minyak atsiri.
Farmakodinamik   : Eter melakukan kontraksi pada otot jantung, terapi in vivo ini
dilawan oleh meningginya aktivitas simpati sehingga curah jantung tidak berubah, eter
menyebabkan dilatasi pembuluh darah kulit
Farmakokinetik          : Eter diabsorpsi dan diekskresi melalui paru-paru, sebagian kecil
diekskresi urin, air susu, dan keringat
Efek samping             : Iritasi  saluran  pernafasan,  depresi  nafas, mual, muntah, salivasi
Penyimpanan            : Dalam wadah  kering tertutup rapat, terlindung dari cahaya; di
tempat sejuk.
Khasiat                  :  Anastesi umum.
Mekanisme kerja  : eter melakukan kontraksi pada otot jantung, terapi in vivo ini dilawan
oleh meningginya aktivitas simpati sehingga curah jantung tidak berubah, eter
menyebabkan dilatasi pembuluh darah kulit. Eter diabsorpsi dan diekskresi melalui paru-
paru, sebagian kecil diekskresi urin, air susu, dan keringat.

2.   Kloroform
Nama resmi                :  CHLOROFORMUM
Nama lain                   :  kloroform
RM/BM                        :  CHCl3/119,38
Pemerian                    : Cairan,  mudah  menguap; tidak berwarna; bau khas; rasa manis
dan membakar.
Kelarutan                   :   Larut dalam lebih kurang 200 bagian air; mudah larut dalam
etanol mutlak P, dalam eter P, dalam sebagian besar pelarut organik,
dalam minyak atsiri dan dalam minyak lemah.
Farmakodinamik      :  Kloroform dapat menurunkan stabilitas kecepatan kontraksi obat,
gelisah
Farmakokinetik         :   diabsopsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna, konsentarasi
tertinggi dalam plasma dicapai dalm waktu ½ jam dan masa paruh
plasma antara 1-3 jam, obat ini tersebar keseluruh cairan tubuh.
Metabolisme oleh enzim mikrosom hati. Sebagian parasetamol
dikonjugasi dengan asam glukoronat dan sebagian kecil lainnya de ngan
asam sulfat.(11;318)
Efek samping             : Merusak hati dan bersifat karsinogenik
Penyimpanan                      : Dalam wadah tertutup baik bersumbat kaca, terlindung dari
cahaya.
Kegunaan                   : Anastesi umum.
Mekanisme kerja        : merusak sel hati melalui metabolik reaktif yaitu radikal
triklorometil. Radikal ini secara kovalen mengikat protein dan lipid jenuh
sehingga terbentuk peroksidasi lipid pada membrane sel yang akan
menyebabkan kerusakan yang dapat mengakibatkan pecahnya membrane
sel peroksidasi lipid yang menyebabkan penekanan pompa Ca2+
mikrosom yang dapat menyebabkan gangguan awal hemostatik Ca2+ sel
hati yang dapat menyebabkan kematian sel.

Karakteristik hewan coba


 Mencit (Mus musculus) (8 : 94-95)
Masa pubertas           : 35 hari
Masa beranak                        : Sepanjang tahun
Masa hamil                 : 19-20 hari
Jumlah sekali lahir    : 4-12 ekor
Masa tumbuh             : 6 bulan
Masa menyusui         : 21 hari
Frekuensi kelahiran : 4 tiap tahun
Suhu tubuh                : 37,9oC-39,2oC
Laju respirasi              : 136-216 per menit
Tekanan darah          : 147 per 106 mmHg
Volume darah                        : 7,3 % berat badan
Luas permukaan       : 92 K3g3 dimana,
                                        K = 11,4 dan  g = berat badan.

Anda mungkin juga menyukai