Kualitas Guru Melalui Micro Teaching
Kualitas Guru Melalui Micro Teaching
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia-Nya Kami dapat menyelesaikan Makalah Micro Teaching tentang “Penelitian
kualitas guru” dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga tidak lupa
Kami berterima kasih kepada Ibu Dra. Rosdiana M,Pd selaku Dosen mata kuliah Micro
Teaching yang telah memberikan tugas ini kepada Kami. Kami sangat berharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
Keterampilan Dasar Mengajar . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, Kai berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah Kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Terimakasih……
Kelompok IV
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
[Link] Belakang
[Link] Masalah
[Link] Penelitian
D. Manfaat Penelitian
A. Kajian teori
[Link] Penelitian
[Link]
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kualitas guru sampai saat ini tetap menjadi persoalan yang penting (crucial).Menjadi
persoalan yang crucial karena pada kenyataannya keberadaan guru di berbagai jenjang,dari
taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas oleh sebagaian kalangan dinilai dari jauh
dari performa yang [Link] memainkan peran penting dalam transformasi budaya
melalui sistem persekolahan,khususnya dalam menata interaksi peserta didik dengan sumber
belajar untuk mencapai hasil belajar yang [Link] itu diperlukan guru yang
memiliki kemampuan akademik dan profesional yang memadai,mutu kepribadian yang
menatap, serta menghayati profesinya sebagai guru.
Pentingnya micro teaching dalam membentuk calon guru profesional yang apabila
tidak dilakukan secara efektif,akan menimbulkan kekhawatiran terhadap merosotnya mutu
pembelajaran pada semua jenjang pendidikan akibat lemahnya pembekalan nilai profesional
pada mahasiswa atau calon guru selama menempuh pendidikan di perguruan
[Link] fakultas keguruan (school of education) di perguruan tinggi tidak siap
menghasilkan guru yang [Link] tidak sungguh menguasai bahan ajar dan
tidak menguasai cara mengajar di kelas.
Micro teaching merupakan kegiatan yang sangat vital bagi setiap mahasiswa. Untuk
memenuhi tuntutan agar dapat menempatkan kemandirian yang utuh dan profesional di
bidang [Link] beranggapan bahwa asal lulus pasti dapat mengajar,karena sudah
belajar dan memiliki banyak teori yang berkaitan dengan cara-cara [Link]
kenyataan banyak masalah yang timbul saling bertautan satu sama lain,baik segi
tempat,waktu praktik maupun aspek-aspek yang berasal dari diri mahasiswa atau praktikan.
Micro teaching secara teknis bertolak dari asumsi bahwa kemampuan mahasiswa
dalam mengelola pembelajaran yang kompleks dapat dirinci dan dipisahkan menjadi unsur
yang lebih kecil,dimana masing-masing dapat [Link] ini akan jauh lebih efektif dan
efisien,apabila dibandingkan dengan pendekatan latihan secara global.
Dalam micro teaching,seorang mahasiswa dapat bertindak sebagai peserta didik dan
dapat bertindak sebagai guru serta sebagai observer tergantung dari tugas dan gilirannya yang
dilakukan secara langsung dalam real classroom. Dalam hal ini akan banyak ditemukan
secara cepat dan tepat pada saat di depan kelas. Calon guru yang melakukan micro teaching
akan berdampak cukup signifikan memenuhi maksud proses belajar [Link]
demikian,mahasiswa harus langsung di depan kelas berhadapan dengan praktikan lain yang
berperan siswa untuk menyampaikan pesan atau misi satuan pelajaran yang padat dan
kompleks,maka akan dirasakan sebagai beban yang [Link] pada hakikatnya ia sendiri
baru belajar atau mengajar.
Pelaksanaan interaksi belajar mengajar yang tidak dapat menjadi petunjuk tentang
pengetahuan seorang guru dalam mengakumulasi dan mengaplikasikan segala pengetahuan
keguruannya. Ada tidaknya interaksi merupakan tanggung jawab guru, sehingga perlu
mendapatkan perhatian khusus. Suatu cara untuk menumbuhkan interaksi ini adalah dengan
mengajukan pertanyaan atau permasalahan kepada siswa. Tetapi satu hal yang lebih penting
ialah kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta
kegiatankegiatan yang meliputi: (1) Sikap tanggap terhadap perhatian, keterlibatan,
ketidakacuhan, ketidakterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. (2) Mengelola kelas
secara efektif dengan memberikan perhatian visual (mengalihkan pandangan dari satu
kegiatan ke kegiatan lain) dan perhatian verbal (memberikan komentar, penjelasan dan
pertanyaan). (3) Memusatkan perhatian kelompok. (4) Memberikan petunjuk yang jelas. (5)
Menegur apabila terjadi tingkah laku siswa yang mengganggu kelas. Usman (2006: 98)
Mahasiswa FIP Pendidikan Masyarakat yang telah melaksanakan program micro teaching ini
diharapkan benar-benar siap mengajar di suatu [Link]-unsur yang membuat
mahasiswa setiap melaksanakan micro teaching antara lain mata kuliah tindakan kelas
pendidikan masyarakat,perkembangan peserta didik,perencanaan pembelajaran pendidikan
masyarakat,strategi pembelajaran pendidikan masyarakat, dan penilaian hasil belajar
pendidikan masyarakat yang telah ditempuh dengan tuntas oleh mahasiswa,kesiapan psikis
dan kesehatan mahasiswa.
Meskipun pelaksanaan micro teaching ini telah memperoleh bekal mental dan ilmu serta
kepribadian,tetapi dalam pelaksanaannya pada saat ini masih dipandang sebagai suatu
kegiatan formalitas [Link] ini terlihat dari segi pelaksanaan yang masih kurang
efektif,misalnya mahasiswa sering berkompromi dengan mahasiswa lain dalam praktek micro
teaching untuk memberikan jawaban atas soal yang diberikan kepada temannya saat praktek
mengajar dan menganggap paham dengan apa yang telah diajarkan oleh temannya sendiri.
Padahal untuk membentuk seorang guru yang profesional harus siap dengan kondisi apapun,
materi maupun siswa yang diajarnya.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka timbul keinginan dari peneliti untuk
mengkaji lebih dalam tentang “Analisis Kesiapan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan
Program Studi pendidikan masyarakat Dalam Melaksanakan Program Microteaching di
Universitas negeri medan 2012”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, fokus penelitian ini yaitu “Bagaimana
kesiapan mahasiswa FIP Pendidikan Masyarakat UNIMED 2012 dalam menghadapi
microteaching? Fokus penelitian ini, kemudian dirinci dalam dua sub fokus yaitu:
[Link] Penelitian
Peneliti ini secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran kesiapan mahasiswa FKIP
UMS dalam menghadapi microteaching.
Secara khusus dan lebih rinci penelitian ini ditujukan untuk mengindentifikasi,
menggambarkan dan mengkaji yaitu :
[Link] Penelitian
Penelitian ini sangat penting dilakukan, karena akan menghasilkan informasi yang secara
rinci, akurat dan aktual, yang akan memberikan jawaban dari permasalahan penelitian baik
secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis sebagai langkah pengambangan pengetahuan
dibidang pendidikan dan secara praktis terwujud aktual yaitu berupa tindakan-tindakan yang
baru dan nyata dan dapat diterapkan secara langsung ke dunia pendidikan. 1. Manfaat
Teoritis Mengkaji secara ilmiah persiapan pelaksanaan microteaching dalam upaya
meningkatkan kompetensi mahasiswa praktikan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi
khasanah ilmu pengetahuan bidang pendidikan khususnya Pendidikan Matematika.
Manfaat Praktis a. Bagi mahasiswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu
mahasiswa agar lebih siap dalam microteaching. b. Bagi dosen, hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan masukan kepada dosen pada umumnya dan dosen matematika
pada khususnya tentang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi microteaching. c. Bagi
lembaga pendidikan universitas, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan
pertimbangan untuk meningkatkan kualitas program microteaching. d. Bagi peneliti
selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi peneliti
selanjutnya
BAB II
[Link] Teori
1. Micro Teaching
Menurut Amobi dan Irwan dalam barnawi dan [Link] (2016,hlm.14) tentang
perkembangan micro teaching sebagai berikut :
Kilic dalam Barnawi dan [Link] (2016,hlm.16) menjelaskan tentang micro teaching
sebagai berikut :
Artinya micro teaching merupakan pertemuan pengajaran yang diperkecil dan juga
sistem partisipasi terkontrol yang memungkinkan untuk berkonsentrasi pada keterampilan
mengajar tertentu, manajemen kelas,dan penggunaan televisi sirkuit tertutup untuk
memberikan umpan balik segera.
Penggunaan micro teaching dalam program pelatihan guru karena ada sejumlah
pertimbangan-pertimbangan yang [Link] Setyawan dalam Barnawi dan
[Link] (2016,hlm.20) mengatakan bahwa pertimbangan yang mendasari penggunaan
program micro teaching ialah sebagai berikut :
1). Untuk mengatasi kekurangan waktu yang diperlukan dalam latihan mengajar secara
tradisional.
Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa micro teaching adalah
suatu metode pelatihan praktik mengajar dalam lingkup kecil dengan tujuan untuk
mengembangkan keterampilan dasar mengajar calon guru.
Menurut Barnawi dan [Link] (2016,hlm.24) micro teaching bagi calon guru
berfungsi memberikan pengalaman baru dalam belajar mengajar,sedangkan bagi guru,micro
teaching berfungsi memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik atas
kinerja mengajarnya.
Micro teaching berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh umpan balik atas kinerja
mengajar [Link] micro teaching,baik calon guru maupun dapat memperoleh
informasi tentang kekurangan dan kelebihannya dalam mengajar. Apa saja kelebihan yang
perlu dipertahankan dan apa saja kekurangan yang dapat [Link] itu,melalui micro
teaching guru dapat mencoba metode dan model pembelajaran baru sebelum digunakan pada
kelas yang sebenarnya.
Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi micro teaching untuk
membina dan memberikan gambaran kepada mahasiswa para calon guru untuk bertindak
layaknya guru,karena dengan adanya praktik micro teaching,calon guru dapat mengetahui
kekurangan dan kelebihan pada saat mengajar,kekurangan dapat diperbaiki,kelebihan dapat
dipertahankan atau ditingkatkan,sehingga mahasiswa calon guru sudah siap mengajar di
sekolah.
Sukirman dalam Barnawi dan [Link] (2016, hlm.27) menjelaskan tujuan micro
teaching adalah sebagai berikut :
3).Untuk melatih penampilan dan keterampilan mengajar yang dilakukan secara bagian demi
bagian secara spesifik agar diperoleh kemampuan maksimal sesuai dengan tuntutan
profesional sebagai tenaga seseorang guru.
4).Untuk memberikan kesempatan kepada calon maupun para guru berlatih dan mengoreksi
serta menilai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki (self evaluation) dalam hal
keterampilan mengajarnya.
5). Untuk memberikan kesempatan kepada setiap berlatih (calon guru maupun para guru)
meningkatkan dan memperbaiki kelebihan dan kekurangannya sehingga guru selalu berusaha
meningkatkan layanannya kepada siswa.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan micro teaching adalah untuk
menjadikan calon guru dan menjadikan calon guru menjadi seseorang guru yang profesional
agar memiliki sopan santun dan perilaku seseorang guru melalui praktik micro teaching.
D. Manfaat Micro Teaching
Menurut Barnawi dan [Link] (2016,hlm.27) micro teaching memiliki banyak sekali
[Link] ini dirasakan mulai dari program pelatihan guru,manfaat untuk pihak-pihak yang
terlibat,dan proses menemukan cara mengajar yang lebih [Link] teaching sangat
bermanfaat dalam menyukseskan program pelatihan mengajar bagi guru.
Menurut Brown dan Ametrong dalam Barnawi dan [Link] (2016,hlm.30) mencatat
hasil riset tentang micro teaching,sebagai berikut:
1).Korelasi antara micro teaching dan praktik keguruan sangat [Link],seseorang yang
berpenampilan baik dalam micro teaching akan baik pula dalam praktik mengajar di kelas.
2).Praktikan yang terlebih dahulu menempuh program micro teaching ternyata lebih
baik/lebih terampil daripada praktik yang tidak mengikuti pengajaran micro teaching.
3).Praktik yang menempu micro teaching menunjukan prestasi mengajar yang lebih tinggi.
4).Bagi praktikan yang telah memiliki kemampuan tinggi dalam pengajaran,micro teaching
kurang bermanfaat.
5).Setelah mengikuti micro teaching ,praktikan dapat menciptakan interaksi dengan siswa
secara lebih baik.
6).Penyajian model rekaman mengajar lebih baik daripada model lisan sehingga lebih
signifikan dengan keterampilan mengajar.
Berdasarkan pernyataan di atas manfaat micro teaching ternyata tidak hanya untuk
mahasiswa calon guru saja tetapi untuk berbagai pihak salah satunya adalah perguruan tinggi
untuk berbagai pihak seperti salah satunya adalah perguruan tinggi yang menjadikan micro
teaching sebagai salah satu program pelatihan calon guru,karena pada intinya manfaat micro
teaching adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa yang akan datang.
1). Mahasiswa atau calon guru harus menyusun satuan pembelajaran (SP) atau rencana
pembelajaran (RP) atau skenario,lama penyajian antara 10 sampai 15 menit,ditulis rapi dan
diserahkan kepada dosen pembimbing sebelum tampil untuk mencocokan apa yang ditulis
sesuai dengan apa yang dipraktikan.
Berikut ini tahapan micro teaching menurut Halimah (2013,hlm.90) sebagai berikut :
Tahap pertama,mahasiswa calon guru atau praktikan dibimbing untuk memahami dan
mendalami serta memiliki gambaran secara umum konsep dan makna keterampilan dasar
mengajar dalam proses belajar mengajar, menggunakan secara tepat,menyinergikan
keterampilan satu dan lainnya serta ketepatan kapan dan dalam kondisi yang bagaimana
keterampilan satu dan lainnya digunakan pada tahap ini idealnya para calon guru selain
diperkenalkan pada konsep-konsep secara teoritis juga harus melihat contoh-contoh
penerapan teori tersebut secara praktis melalui tayangan video aplikasi [Link]
demikian,para mahasiswa calon guru atau praktikan dapat menyinergikan pengetahuan
mereka untuk digunakan pada realita pengajaran yang dipadukan dengan keterampilan dasar
mengajar.
Tahap kedua ini,para mahasiswa calon guru atau praktikan secara nyata
mempraktikan keterampilan mengajar secara berulang,dengan harapan jika praktikan sudah
berulang kali melakukan praktik akan mengetahui kekurangannya pada keterampilan yang
mereka pelajari untuk dikuasai dan terampil untuk menggunakannya dalam proses belajar
[Link] tahapan ini praktikan sudah dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran
mulai dari RPP,media yang akan digunakan dan segala sesuatu yang dipersyaratkan bagi guru
profesional dimasa yang mendatang.
Tahap ketiga ini merupakan kilas balik praktikan dengan mempelajari hasil dari
observasi teman sejawat yang akan memberikan informasi setelah melihat secara langsung
pelaksanaan kegiatan praktik mengajar. Para rekan sejawat dan dosen pembimbing atau
dosen luar biasa akan memberikan penilaian berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan
praktikan yang selanjutnya akan didiskusikan dan sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja
sebagai calon guru profesional.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan micro teaching berguna
untuk profesionalitas calon guru salah satunya kedisplinan dalam menyiapkan segala hal
sebelum dan sesudah pembelajaran,seperti menyiapkan RPP,media yang akan
digunakan,serta evaluasi setelah pembelajaran selesai yang dilaksanakan.
[Link] Mengajar
Keterampilan membuka pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam
kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi murid agar minat dan perhatiannya
terpusat pada apa yang [Link] demikian usaha tersebut akan memberikan efek
yang positif bagi kegiatan [Link] kata lain,kegiatan yang dilakukan oleh guru
dimaksudkan untuk menciptakan suasana mental siswa agar terpusat hal-hal yang
dipelajarinya.
Keterampilan menutup pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri
pelajaran,tujuannya adalah
(a) Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran.
(c) Membantu siswa agar mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah
dikuasainya dengan hal-hal yang baru saja dipelajarinya.
[Link] Menjelaskan
[Link] Bertanya
a).Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang dibicarkan.
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan
kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku [Link] keterampilan memberi
penguatan:
d).Mengelimir tingkah laku siswa yang negatif dan membina tingkah laku positif siswa.
e).Memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan
nyata
f).Memberi kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan
dan minatnya
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses percakapan yang teratur dan melibatkan
sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka,dengan tujuan
berbagai informasi atau pengalaman,mengambil keputusan,memecahkan suatu
[Link],pengertian keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil ialah
keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat melaksanakan diskusi
kelompok kecil dengan efektif.
a). Siswa dapat memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau
masalah yang harus dipecahkan oleh mereka.
d).Membina hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa dengan siswa,sehingga
kegiatan pembelajaran menjadi efektif.
Kehidupan akan lebih menarik jika penuh dengan [Link] dalam kegiatan belajar
[Link] dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan
untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan
[Link] mengadakan variasi ini dapat juga dipakai untuk penggunaan
keterampilan mengajar yang lain,seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya memberi
penguatan,menjelaskan dan sebagainya.
b).Memumpuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara
mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
[Link] Mengajar Perorangan Dan Kelompok Kecil
d).Membentuk hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa maupun antara siswa
dengan siswa
b) Memberi kesempatan memecahkan masalah untuk berlatih memecahkan masalah dan cara
hidup secara rasional dan demokratis.
c) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan sikap sosial dan semangat
gotong royong
B. Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian terdahulu merupakan informasi dasar rujukan yang penulis gunakan dalam
penelitian ini. Berdasarkan survei yang penulis lakukan, ada beberapa penelitian yang
mempunyai relevansi dengan yang peneliti lakukan, adapun penelitian-penelitian tersebut
adalah :
Dari beberapa hasil penelitian terdahulu, secara umum terdapat persamaan dan perbedaan
dengan penelitian yang akan dilakukan diantaranya menggunakan metode survey, terdapat
persamaan di variabel X yaitu micro teaching dan variabel Y yaitu keterampilan mengajar,
sedangkan perbedaanya yaitu tempat pelaksanaan penelitian dan waktu penelitian. Perbedaan
utama penelitian yang akan dilakukan dibandingkan dengan penelitian terdahulu adalah
pengaruh praktik micro teaching terhadap keterampilan mengajar mahasiswa program studi
Pendidikan Biologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unpas tahun akademik
2017/2018.
C. Kerangka Pemikiran
Menurut Sekaran dalam Sugiyono (2013, hlm. 91) kerangka berfikir merupakan model
konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Konsep dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh praktik micro
teaching terhadap keterampilan mengajar mahasiswa program studi Pendidikan Biologi dan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unpas tahun akademik 2017/2018. Dengan demikian
peneliti merumuskan kerangka pemikiran dalam peta konsep berikut:
D. Asumsi dan Hipotesis
1. Asumsi Asumsi dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah micro teaching yang
mempunyai pengaruh terhadap keterampilan mengajar para mahasiswa program studi
Pendidikan Biologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar tahun akademik 2017/2018 karena
mahasiswa akan belajar untuk menjadi guru yang professional, kreatif, dan terfokus.
2. Hipotesis Menurut Arikunto dalam Deris Dwi (2017, hlm. 28) hipotesis dapat diartikan
sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai
terbukti melalui data yang terkumpul. Jadi hipotesis atau jawaban sementara dari penelitian
ini adalah praktik micro teaching berpengaruh besar terhadap keterampilan mengajar
mahasiswa program studi Pendidikan Biologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP
Unpas tahun akademik 2017/2018.
3.
BAB III
METODE PENELITIAN
[Link] Penelitian
Metode penelitian adalah cara atau jalan ditempuh sehubungan dengan penelitian
yang dilakukan ,yang memiliki langkah-langkah yang [Link] (2017,hlm.2)
menyatakan “metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan dan kegunaan.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh micro teaching terhadap keterampilan mengajar para mahasiswa FIP UNIMED
tahun akademik 2017/2018. Untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh dari dua variable
tersebut maka penelitian ini akan menggunakan metode survey,dengan alasan bahwa data
tentang keterampilan mengajar dapat dihimpun dengan survey karena keterampilan mengajar
sifatnya tidak bisa dinilai.
B. Desain Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh micro teaching terhadap keterampilan
mengajar para mahasiswa FIP Unimed tahun akademik 2017/[Link] dengan hal
tersebut,maka dalam pelaksanaan penelitian ini akan menggunakan pendekatan jenis
penelitian kuantitatif yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan (Pada
mahasiswa Program Studi pendidikan masyarakat Fakultas ilmu pendidikan Unimed tahun
akademik 2017/2018) dan metode penelitian yang digunakan adalah survey.
[Link] dan merumuskan masalah yang akan diteliti pada mahasiswa program studi
pendidikan masyarakat FIP Unimed tahun akademik 2017/2018 mengenai micro teaching
terhadap keterampilan mengajar.
[Link] teori micro teaching dan keterampilan mengajar yang akan digunakan dalam
pemecahan masalah.
3. Dalam perumusan hipotesis penelitian ini adalah praktik micro teaching berpengaruh
positif terhadap keterampilan mengajar para mahasiswa program studi pendidikan
masyarakat FIP Unimed tahun akademik 2017/2018.
[Link] hasil pengumpulan data dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 20.0 for
windows.
[Link] kesimpulan serta melaporkan hasil penelitian pada pihak yang bersangkutan
dengan penelitian.
Berdasarkan desain penelitian di atas dapat kita simpulkan sebelum penelitian dimulai kita
harus melihat masalah yang dihadapi mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FIP
Unimed tahun 2017/2018 akademik yaitu kurang optimalnya keterampilan mengajar
mahasiswa,dilihat dari keterampilan mahasiswa pada saat melakukan presentasi di depan
[Link] masalah tersebut dibuatlah penelitian yang berjudul “Pengaruh Praktik Micro
Teaching Terhadap Keterampilan Dasar Mengajar Para Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Masyarakat FIP UNIMED Tahun akademik 2017/2018.” Diharapkan dengan
penelitian ini keterampilan mengajar mahasiswa meningkat.
Teori yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu praktik micro teaching dan
keterampilan dasar [Link] micro teaching diharapkan dapat membuat mahasiswa
lebih percaya diri pada saat tampil di depan kelas dan untuk mengoptimalkan keterampilan
mengajar mahasiswa pada saat akan memasuki praktik lapangan.
Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan pengumpulan
datanya menggunakan angket,sebelum pembuatan angket terlebih dahulu harus membuat
operasional variabel untuk acuan pembuatan pertanyaan [Link] instrumen penelitian
selesai dibuat penelitian harus melakukan uji validitas dan uji reabilitas sebelum angket
benar-benar di ujikan pada program studi yang akan [Link] dalam penelitian ini
mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FIP UNIMED Tahun akademik 2017/2018
dengan jumlah populasi yang akan diteliti 221 orang. Setelah data terkumpul perhitungan
yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi dengan menggunakan aplikasi
SPSS versi 20.0 for windows.
[Link] Penelitian
[Link] Penelitian
a. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Unimed Tahun Akademik
2017/2018 berfokus pada program studi pendidikan masyarakat. Berdasarkan data yang
diperoleh dari website akademik fKIP Unimed ,jumlah populasi mahasiswa program studi
pendidikan masyarakat tahun akademik 2017/2018 sebanyak 221 [Link] data dan
jumlah mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FKIP Unimed Tahun Akademik
2017/2018.
[Link]
N=N/1+N(e)2
Dimana :
N=Ukuran Sampel
N= Ukuran Populasi
E= Batas Populasi
N=N/1+N(e)2=221/1+221(5%)2=221/1.5525=142.3510~142 orang
[Link] Penelitian
Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda,orang atau yang menjadi pusat
perhatian objek penelitian yang akan digunakan penelitian ini yaitu terdiri dari :
b).Keterampilan Mengajar
[Link] Variabel
[Link] Data
Untuk memperoleh data-data yang peneliti perlukan dan dianggap relevan dengan
masalah yang peneliti [Link] dengan menggunakan teknik pengumpulan data dan
[Link] merupakan data utama yang digunakan untuk mengumpulkan informasi
terkait respon atau tanggapan mahasiswa terhadap praktik micro teaching.
[Link] Penelitian
Instrumen (2016,hlm.112) mengatakan “ Instrumen penelitian adalah alat bagi peneliti yang
digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi relevan dengan permasalahan
penelitian.”Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang belum
standar,sehingga untuk menghindari dihasilkannya data tidak sahih terlebih dahulu dilakukan
uji coba terhadap instrument tersebut. Instrumen untuk mengumpulkan data dalam penelitian
ini berupa format data dalam penelitian ini berupa format kuesioner/angket yang dibuat
sebagai berikut.
Instrument penelitian ini dapat dibuat dalam bentuk [Link] instrumen ini akan
membantu peneliti dalam menjelaskan pengaruh praktik micro teaching terhadap
keterampilan mengajar.
Analisis data dilakukan dengan tujuan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan
dalam penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh praktik micro teaching terhadap
keterampilan mengajar [Link] analisis data yang akan dilakukan sebagai berikut:
a. Uji Validitas
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang diberikan kepada
responden,kemudian yang dilakukan pengujian terhadap instrumen untuk mengukur tingkat
kebaikan instrumen maka dapat dilakukan analisis validitas dan realibilitas. Validitas
menunjukkan sejauh mana relevansi pertanyaan terhadap apa yang ditanyakan atau apa yang
ingin diukur dalam apa [Link] menentukan kevalidan dari item kuesioner peneliti
akan menggunakan program SPSS versi 20.0 for windows dengan ketentuan tanda (*) yang
berarti signifikan 0,05 dan (**) signifikan 0,01
[Link] Realiabilitas
[Link] rata –rata persepsi mahasiswa tentang praktik micro teaching terhadap
keterampilan [Link]-rata akan dicari dengan menggunakan program SPSS versi 20.0
for windows.
[Link] mengetahui rata-rata persepsi mahasiswa tentang praktik micro teaching tehadap
keterampilan mengajar,peneliti akan menafsirkan rata-rata dengan kriteria sebagai berikut .
2. Uji Hipotesis
Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan
antara variabel bebas atau independen dan [Link] perumusan hipotesis nol (HO)
dan hipotesis alternatif (HA) adalah sebagai berikut:
Ha:pyx=0= Terdapat pengaruh praktik micro teaching terhadap keterampilan mengajar para
mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FIP Unimed Tahun Akademik 2017/2018 .
[Link] Hipotesis
Pengujian ini menguji koenfisiensi korelasi yang ada pada sampel untuk diberlakukan pada
seluruh populasi dimana sampel [Link] penelitian dilakukan pada seluruh populasi
maka tidak diperlukan pengujian signifikasi terhadap koefisien korelasi yang [Link]
ini berarti peneliti tidak merumuskan dan menguji instrumen statistik dan perhitungan uji
hipotesis ini menggunakan program SPSS versi 20.0 for windows.
Hipotesis yang akan diuj dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan
signifikan antara variabel bebas atau independen terhadap variabel terikat atau
[Link] hasil uji normalitas memperlihatkan distribusi data normal maka hipotesis
diuji melalui analisis regresi linier atau analisis regresi [Link] hasil uji normalitas
memperlihatkan distribusi data dan tidak normal maka hipotesis diuji melalui analisis uji
[Link] uji normalitas dalam penelitian ini akan menggunakan program SPSS
versi 20.0 for [Link] ini merupakan pedoman untuk memberikan interpretasi
koefisien determinasi korelasi.
[Link] Pembahasan
Setelah peneliti berhasil mengolah data dan uji hipotesis,peneliti akan membuat rencana
untuk [Link] akan menjawab yang telah [Link] langkah
pembahasan sebagai berikut:
a. Membandingkan antara hasil uji hipotesis dengan teori yang digunakan dan kondisi nyata
subjek penelitian,sehingga diketahui faktor-faktor penyebab dari besarnya persentase
pengaruh variabel praktik micro teaching (X) terhadap keterampilan mengajar variabel (Y)
[Link] Penelitian
[Link] masalah ,dengan melihat fenomena atau masalah yang ada, dan memfokuskan
ini masalahnya
[Link] Pelaksanaan
[Link] masalah
[Link] instrumen
[Link] instrumen
Pengolahan data ini meliputi analisis data dengan menggunakan pengujian statistik,yaitu :uji
validitas,realiabilitas ,normalitas,dan uji hipotesis
[Link] Penelitian
[Link]
Perencanaan dalam suatu pembelajaran harus didasarkan pada hal apa yang ingin
dicapai,dalam hal pembuatan schedule pembelajaran serta standar yang [Link]
adanya perencanaan diharapkan pembelajaran micro teaching dapat sesuai yang diharapkan.
[Link]
Pelaksanaan pembelajaran micro teaching harus sesuai dengan perencanaan yang ada,dimana
penerapan schedule dalam pembelajaran ini harus sesuai yang dijadwalkan serta adanya
kesiapan dari segi sarana dan prasarana dari pengampu maupun dari mahasiswanya itu
[Link] dapat tercapai suatu pembelajaran efektif dan efisien serta pencapaian target
yang sudah direncanakan akan tercapai.
[Link] harus sudah datang paling lambat 20 menit sebelum jadwal praktikum micro
teaching yang sudah ditentukan
b) Putri :Jilbab putih polos,baju putih polos lengan panjang (minimal sampai setengah
paha),rok hitam
a).Penguasan Materi
c).Media Pembelajaran
Selain itu manfaat laboratorium micro teaching di fakultas ilmu pendidikan universitas negeri
medan dan keguruan Unimed dapat diambil antara lain:
[Link] latihan berlangsung calon guru dapat memusatkan perhatian secara objektif
[Link] efisiensi dan efektivitas penggunaan sekolah dalam waktu praktik mengajar
yang relative singkat
[Link] atau Pengawasan
[Link] ada laptop untuk praktek monster CD jarang digunakan,yang sering digunakan
adalah papan tulis
[Link] yang tidak sesuai dengan jadwal kadang molor berbenturan dengan kelas lain
[Link] praktek sering dengan membaca dari asisten dosennya dan jarang memberi
pengarahan atau memberikan pengarahan atau menjelaskan dari asisten
g. Hasol dari praktek laboratorium micro teaching tidak diberikan (hasil cd) padahal sudah
membayar
Sementara itu tanggapan mahasiswa lain yang menyatakan bahwa tempat micro
teaching terasa panas dan ruangan yang digunakan hanya satu, peralatannya kurang memadai
seperti LCD, monitor dan kamera shooting kurang efisien.
3. Langkah –Langkah Mengatasi Problem
[Link] reschedule jadwal pembelajaran micro teaching dengan beberapa catatan yaitu
setiap tidak ada kegiatan
b. Asisten atau petugas bagian peralatan selalu mengecek sebelum digunakan dalam
pembelajaran micro teaching
[Link] membuat catatan dalam setiap kegiatab pembelajaran micro teaching tentang kendala
maupun kekurangannya,diharapkan dilakukan penerapan atau perbaikan dari kekurangan
tersebut
e. Kelengkapan peralatan lebih diutamakan terutama untuk AC dengan ruangan yang kecil
dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak terasa panas.
Pengelolaan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada laboratorium micro teaching
penelitian didasarkan pada perencanaan,pelaksanaan sampai pada evaluasi atas pelaksanaan
yang [Link] didasarkan pada jadwal pembelajaran, sedangkan pelaksanaan
didasarkan pada saat pelaksanaan dimana kesiapan peralatan,mahasiswa maupun dosen
pengampu dan proses dari pembelajaran apakah dapat berjalan sesuai apa yang ditargetkan.
Evaluasi didasarkan pada hasil diperoleh dari mahasiswa dalam melakukan test baik praktek
maupun [Link] proses dari perencanaan,pelaksanaan maupun evaluasi didasarkan
konsep [Link] mengatur perencanaan maupun pelaksanaan dengan pengelolaan
pembelajaran setelah proses dari evaluasi itu sendiri.
Manajemen ini perlukan dalam rangka mengatur proses dari perencanaan sampai evaluasi
dapat berjalan dengan [Link] proses pengaturan kemungkinan timbul suatu
permasalahan baik dari perencanaan sampai [Link] penelitian ini membahas
problematika dari manajemen dalam pembelajaran tersebut dari proses perencanaan sampai
evaluasi dan pemecahannya.
Penelitian ini menjelaskan tentang laboratorium micro teaching di fakultas ilmu pendidikan
dan keguruan pendidikan masyarakat universitas negeri [Link] umum pola
pembelajaran dalam dunia masih [Link] lebih meningkatkan system
pembelajaran yang baik dengan penggunaan media pembelajaran yang
[Link] pembelajaran yang diukur dari sejauh mana prasarana (media
pembelajaran) digunakan secara optimal oleh para dosen dalam pembelajaran
Penggunaan media dalam pembelajaran untuk meningkatkan tingkat verbalisme yang tinggi
juga membantu para dosen dalam menjelaskan materi perkuliahan,tetapi sebagaian besar
dosen memiliki kelemahan dalam mendesign media [Link] laboratorium
bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi merupakan fasilitas pembelajaran yang harus ada
laboratorium micro teaching fakultas ilmu pendidikan dan keguruan sudah berdiri sejak tahun
1998 dijadikan media dan sarana untuk belajar mahasiswa dalam latihan melaksanakan
keterampilan mengajar sebelum mereka diterjunkan dalam praktik pengalaman lapangan
(PLL).
Kelebihan program micro teaching di fakultas ilmu pendidikan dan keguruan universitas
negeri medan adalah dapat mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat
kelemahan/kelebihan serta mempunyai motivasi untuk memperbaikinya setiap ada hasil yang
tidak sesuai harapan serta dengan adanya pembelajaran ini dapat menunjang pelaksanaan
praktik program pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa terutama untuk mahasiswa ilmu
pendidikan dan keguruan universitas negeri medan.
Program micro teaching memiliki tahapan yang terdiri dari pra observasi,catatan observasi
mengambil,analisis strategi,dan [Link] praktik micro teaching dilaksanakan
berdasarkan hasil evaluasi kegiatan praktik pembelajaran [Link] micro teaching
didesain; (a) ada kuliah tatap muka untuk belajar teori mengajar,dan (b) praktik untuk berlatih
di laboratorium micro teaching. Sebelum mahasiswa melakukan praktik micro teaching
mereka diberi pembekalan tentang etika,dan kompetensi.
[Link]/persiapan mengajar
[Link] mengajar
1. Sistem Pengelolaan
Kesiapan dalam semua peralatan untuk dapat digunakan dalam pembelajaran micro teaching.
Pembelajaran mikro merupakan metode pembelajaran atas dasar performa yang tekniknya
dengan cara melatihkan komponen-komponen kompetensi dasar mengajar (teaching skill)
dalam proses pembelajaran yang disederhanakan ditinjau dari aspek kompetensi
mengajar,penguasaan materi,pengelolaan peserta didik,maupun mengelola
[Link] mikro diarahkan dalam rangka pembentukan [Link] konteks
penelitian ini pada aspek pembelajaran yang diajarkan yaitu kelemahan-kelemahan praktik
micro teaching yang konvensional tersebut system dan modelnya perlu dikembangkan ke
sistem dan model [Link] mandiri dalam pelaksanaan praktik perlu
dikembangkan ke system kerjasama.
Selain itu kekurangan dalam pengelolaan dari laboratorium micro teaching adalah seringnya
peralatan yang mendukung mati atau [Link] peralatan yang mati yang tidak
diperbaiki adalah sebagai berikut .
Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa terdapat beberapa peralatan yang rusak
sehingga sedikit mengganggu pelaksanaan pembelajaran micro [Link] manajemen
hal ini merupakan suatu permasalahan,dimana setiap peralatan harus dicek keberadaan masih
hidup atau mati,atau sudah habis masa kalibrasinya atau [Link] kalibrasi sebuah alat
tidak cek tanggalnya akan berdampak ketidakuratan data yang diperoleh,sehingga
pembelajaran yang diterapkan akan sia-sia saja.
Hal lain yang terjadi dalam penerapan manajemen atau pengelolaan yang terkendala adalah
tidak tepatnya jadwal pembelajaran dari beberapa kelas,yang seharusnya dilaksanakan tidak
dapat dilaksanakan disebabkan ada beberapa hal,seperti tidak ada pengampu maupun tidak
ada,tidak mahasiswa yang datang,demikian pula terjadi benturan antara kelas satu dengan
kelas yang lainnya dengan jadwal yang sama pada hari jam yang sama.
Laboratorium fakultas ilmu pendidikan dan keguruan yang di kampus IV Universitas Negeri
Medan ,didirikan di atas seluas 500 [Link] tersebut dari 2 lantai. Lantai 1
dipergunakan untuk laboratorium biologi dan kimia. Lantai 2 untuk laboratorium micro
teaching.
Secara fisik,laboratorium micro teaching memiliki 4 ruangan utama yang terdiri dari:
1). 1 Buah convention room, yang dipergunakan untuk ruang konferensi dan ruang
pembelajaran dengan kapasitas 60 orang
2).1 buah ruangan praktik pengajaran micro teaching, yang dipergunakan untuk ruang praktik
mengajar mikro dengan kapasitas 25 orang
4). 1 buah ruangan teknisi,yang digunakan untuk proses rekaman pengajaran mikro dan
pengambilan gambar.
Selain itu,laboratorium micro teaching juga dilengkapi dengan 2 gudang sebagai tempat
penyimpanan barang-barang.
[Link] Pengelolaan Laboratorium
[Link]
Pengelolaan jadwal ini merupakan sangat penting, dengan hanya memiliki 2 ruangan
kelas laboratorium micro teaching harus memberikan pembelajaran kurang lebih 7 kelas
setiap [Link] itu manfaat laboratorium micro teaching di fakultas ilmu pendidikan
dan keguruan Universitas Negeri Medan dapat diambil antara lain: Mengembangkan dan
membina keterampilan tertentu calon guru dalam [Link] mengajar terkontrol
dan dapat dilatihkan.
Perbaikan atau penyempurnan secara cepat dapat segera dicermati latihan penguasaan
keterampilan mengajar lebih baik. Saat latihan berlangsung calon guru dapat memusatkan
perhatian secara objektif. Menurut dikembangkan pada observasi yang sistematis dan
objektif. Mempertinggi efisiensi dan efektivitas penggunaan sekolah dalam waktu praktik
mengajar yang relative singkat.
Pembuatan jadwal ini juga dosen pengampu maupun asisten laboratorium serta
tanggung jawab apabila proses pembelajaran laboratorium ini tidak dapat [Link]
pengelolaan pada laboratorium micro teaching didasarkan konsep perencanaan penentuan
jadwal.
Pembelajaran mikro merupakan metode pembelajaran atas dasar performa yang tekniknya
dilakukan dengan cara melatihkan komponen-komponen kompetensi dasar mengajar
(teaching skill) dalam proses pembelajaran yang disederhanakan ditinjau dari aspek
kompetensi mengajar, penguasaan materi, pengelolaan peserta didik,maupun mengelola
[Link] mikro diarahkan dalam rangka pembentukan [Link] konteks
penelitian ini pada aspek pembelajaran yang diajarkan yaitu kelemahan-kelemahan praktik
micro teaching yang konvensional tersebut sistem dan modelnya perlu dikembangkan ke
sistem dan model [Link] mandiri dalam pelaksanaan praktik perlu
dikembangkan ke system kerjasama.
Pengelolaan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada laboratorium micro teaching
penelitian didasarkan pada perencanaan ,pelaksanaan sampai pada evaluasi atas peaksanaan
yang [Link] didasarkan pada jadwal pembelajaran,sedangkan pelaksanaan
didasarkan pada saat pelaksanaan dimana kesiapan peralatan,mahasiswa maupun dosen
pengampu dan proses dari pembelajaran apakah dapat berjalan sesuai apa yang ditargetkan.
Evaluasi didasarkan pada hasil yang diperoleh dari mahasiswa dalam melakukan test baik
praktek maupun [Link] proses dari perencanaan,pelaksanaan maupun evaluasi
didasarkan konsep [Link] mengatur perencanaan maupun pelaksanaan dengan
pengelolaan pembelajaran setelah proses dari evaluasi itu sendiri. Manajemen ini perlukan
dalam rangka mengatur proses dari perencanaan sampai evaluasi dapat berjalan dengan baik.
Dalam proses pengaturan kemungkinan timbul dari perencaan sampai [Link]
penelitian ini membahas problematika dari manajemen dalam pembelajaran tersebut dari
proses perencanaan sampai evaluasi dan pemecahannya.
Evaluasi didasarkan pada hasil yang diperoleh dari mahasiswa dalam melakukan test baik
praktek maupun [Link] proses dari perencanaan,pelaksanaan maupun evaluasi
didasarkan konsep [Link] mengatur perencanaan maupun pelaksanaan dengan
pengelolaan pembelajaran setelah proses dari evaluasi itu sendiri.
Manajemen ini diperlukan dalam rangka mengatur proses dari perencanaan sampai evaluasi
dapat berjalan dengan [Link] proses pengaturan kemungkinan timbul suatu
permasalahan baik dari perencanaan sampai [Link] penelitian ini membahas
problematika dari manajemen dalam pembelajaran tersebut dari proses perencanaan sampai
evaluasi dan pemecahannya.
BAB V
[Link]
Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan untuk mengetahui
pengaruh pembelajaran mikro terhadap kesiapan mengajar mahasiswa program pengalaman
lapangan fakultas ilmu pendidikan pendidikan masyarakat dan universitas negeri
medan ,dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
B. Saran
[Link] yang masih berada di kategori sedang dalam penguasan keterampilan menyusun
rencana pengajaran dan keterampilan mengajar setelah [Link] dengan lebih serius
dalam belajar mengenai keterampilan menyusun rencana pembelajaran seperti berlatih dalam
penyusunan materi pelajaran,sampai dengan melakukan penilaian/evaluasi dalam
pembelajaran,serta lebih rajin berlatih mengenai berbagai macam keterampilan mengajar
terutama pada keterampilan yang masih dalam kategori sedang seperti keterampilan menutup
pelajaran ,keterampilan menjelaskan, keterampilan mengadakan variasi,keterampilan
mengelola kelas, dan keterampilan membimbing [Link] begitu mahasiswa dapat
menguasai dengan baik kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki ketika akan mengajar.
[Link] peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi
kesiapan mengajar. Faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor fisiologis yaitu fisik,psikologis
yaitu mental dan materi,dan pengalaman