0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
360 tayangan38 halaman

Kualitas Guru Melalui Micro Teaching

Makalah ini membahas tentang penelitian kualitas guru yang dilakukan oleh kelompok 4 program studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan program microteaching.

Diunggah oleh

Rebecca Eka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
360 tayangan38 halaman

Kualitas Guru Melalui Micro Teaching

Makalah ini membahas tentang penelitian kualitas guru yang dilakukan oleh kelompok 4 program studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan program microteaching.

Diunggah oleh

Rebecca Eka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MINI RISET MICRO TEACHING

PENELITIAN KUALITAS GURU

Dosen Pengampu : [Link],[Link]

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 4

ANASTASIA WAANA 1193371011

DESNI INSANI HAREFA 1192171010

MEILINDA YANTI GEA 1192171011

SASMITA MARIA MALAU 1193371006

REBECCA EKA CHRISTY 1193371007

HERMAN SUHDI 1192171009

PRODI S1 PENDIDIKAN MASYARAKAT

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia-Nya Kami dapat menyelesaikan Makalah Micro Teaching tentang “Penelitian
kualitas guru” dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga tidak lupa
Kami berterima kasih kepada Ibu Dra. Rosdiana M,Pd selaku Dosen mata kuliah Micro
Teaching yang telah memberikan tugas ini kepada Kami. Kami sangat berharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
Keterampilan Dasar Mengajar . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, Kai berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah Kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


[Link] makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi Kami maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-
kata yang kurang berkenan.

Terimakasih……

Medan, 12 April 2022

Kelompok IV
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

[Link] Belakang

[Link] Masalah

[Link] Penelitian

D. Manfaat Penelitian

BAB II Kajian Teori dan Kerangka Pemikiran

A. Kajian teori

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

[Link] Penelitian

[Link]

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kualitas guru sampai saat ini tetap menjadi persoalan yang penting (crucial).Menjadi
persoalan yang crucial karena pada kenyataannya keberadaan guru di berbagai jenjang,dari
taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas oleh sebagaian kalangan dinilai dari jauh
dari performa yang [Link] memainkan peran penting dalam transformasi budaya
melalui sistem persekolahan,khususnya dalam menata interaksi peserta didik dengan sumber
belajar untuk mencapai hasil belajar yang [Link] itu diperlukan guru yang
memiliki kemampuan akademik dan profesional yang memadai,mutu kepribadian yang
menatap, serta menghayati profesinya sebagai guru.

Kemampuan tersebut diasumsikan dapat membekali calon guru khususnya mahasiswa


dalam melaksanakan tugas mengajar dengan segala tuntutan dan [Link] guru
yang memiliki keterampilan yang akan dapat merenungkan dan memaknai kembali
pengajaran dan pembelajaran yang mereka rangkai sehingga penguasaan keterampilan
mengajar di kelas dapat [Link] tetapi kenyataannya,sebagian mahasiswa
kompetensi mengajarnya belum memenuhi tuntunan mahasiswa yang [Link]
materi yang diajarkan saja tidaklah cukup. Ia harus dapat menyampaikan materi pelajaran
tersebut dengan [Link] “ dengan baik” disini sudah inheren didalamnya,bicara
jelas,pemilihan metode yang tepat,penggunaan pendekatan pembelajaran yang
sesuai,penggunaan media pembelajaran efektif,sampai pada penampilan fisiknya (gerak-gerik
di kelas,mimik muka,ekspresi,dan sebagainya).

Dalam meningkatkan kompetensinya,Universitas Negeri Medan khususnya fakultas


ilmu pendidikan (FIP) program studi pendidikan masyarakat,melakukan pembaharuan di
berbagai [Link] satunya adalah pembelajaran mikro (micro teaching).

Pentingnya micro teaching dalam membentuk calon guru profesional yang apabila
tidak dilakukan secara efektif,akan menimbulkan kekhawatiran terhadap merosotnya mutu
pembelajaran pada semua jenjang pendidikan akibat lemahnya pembekalan nilai profesional
pada mahasiswa atau calon guru selama menempuh pendidikan di perguruan
[Link] fakultas keguruan (school of education) di perguruan tinggi tidak siap
menghasilkan guru yang [Link] tidak sungguh menguasai bahan ajar dan
tidak menguasai cara mengajar di kelas.

Persiapan mahasiswa program studi pendidikan masyarakat terhadap pelaksanaan


micro teaching telah diatur dalam rangkaian perkuliahan mahasiswa selama lima semester
[Link]-langkah yang telah ditempuh prodi pendidikan masyarakat antara lain
menanamkan perilaku baik terhadap mahasiswa yang nantinya menjadi calon guru selama
masa [Link] pendidikan bagi mahasiswa memerlukan banyak hal,termasuk
kesempatan kepada mereka untuk berlatih [Link] kuliah micro teaching merupakan
mata kuliah wajib tempuh dan wajib lulus bagi mahasiswa S1 [Link] teaching
bertujuan membentuk dan mengembangkan kompetensi dasar mengajar sebagai bekal
praktek mengajar di sekolah dalam program PPL. Karena mata kuliah ini,mahasiswa dibekali
keterampilan mengajar dan kelak menginginkan mereka menjadi guru yang profesional,maka
dibutuhkan keefektifan dalam pelaksanaan micro teaching.

Micro teaching merupakan kegiatan yang sangat vital bagi setiap mahasiswa. Untuk
memenuhi tuntutan agar dapat menempatkan kemandirian yang utuh dan profesional di
bidang [Link] beranggapan bahwa asal lulus pasti dapat mengajar,karena sudah
belajar dan memiliki banyak teori yang berkaitan dengan cara-cara [Link]
kenyataan banyak masalah yang timbul saling bertautan satu sama lain,baik segi
tempat,waktu praktik maupun aspek-aspek yang berasal dari diri mahasiswa atau praktikan.

Micro teaching secara teknis bertolak dari asumsi bahwa kemampuan mahasiswa
dalam mengelola pembelajaran yang kompleks dapat dirinci dan dipisahkan menjadi unsur
yang lebih kecil,dimana masing-masing dapat [Link] ini akan jauh lebih efektif dan
efisien,apabila dibandingkan dengan pendekatan latihan secara global.

Dalam micro teaching,seorang mahasiswa dapat bertindak sebagai peserta didik dan
dapat bertindak sebagai guru serta sebagai observer tergantung dari tugas dan gilirannya yang
dilakukan secara langsung dalam real classroom. Dalam hal ini akan banyak ditemukan
secara cepat dan tepat pada saat di depan kelas. Calon guru yang melakukan micro teaching
akan berdampak cukup signifikan memenuhi maksud proses belajar [Link]
demikian,mahasiswa harus langsung di depan kelas berhadapan dengan praktikan lain yang
berperan siswa untuk menyampaikan pesan atau misi satuan pelajaran yang padat dan
kompleks,maka akan dirasakan sebagai beban yang [Link] pada hakikatnya ia sendiri
baru belajar atau mengajar.

Pelaksanaan interaksi belajar mengajar yang tidak dapat menjadi petunjuk tentang
pengetahuan seorang guru dalam mengakumulasi dan mengaplikasikan segala pengetahuan
keguruannya. Ada tidaknya interaksi merupakan tanggung jawab guru, sehingga perlu
mendapatkan perhatian khusus. Suatu cara untuk menumbuhkan interaksi ini adalah dengan
mengajukan pertanyaan atau permasalahan kepada siswa. Tetapi satu hal yang lebih penting
ialah kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta
kegiatankegiatan yang meliputi: (1) Sikap tanggap terhadap perhatian, keterlibatan,
ketidakacuhan, ketidakterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. (2) Mengelola kelas
secara efektif dengan memberikan perhatian visual (mengalihkan pandangan dari satu
kegiatan ke kegiatan lain) dan perhatian verbal (memberikan komentar, penjelasan dan
pertanyaan). (3) Memusatkan perhatian kelompok. (4) Memberikan petunjuk yang jelas. (5)
Menegur apabila terjadi tingkah laku siswa yang mengganggu kelas. Usman (2006: 98)

Mahasiswa FIP Pendidikan Masyarakat yang telah melaksanakan program micro teaching ini
diharapkan benar-benar siap mengajar di suatu [Link]-unsur yang membuat
mahasiswa setiap melaksanakan micro teaching antara lain mata kuliah tindakan kelas
pendidikan masyarakat,perkembangan peserta didik,perencanaan pembelajaran pendidikan
masyarakat,strategi pembelajaran pendidikan masyarakat, dan penilaian hasil belajar
pendidikan masyarakat yang telah ditempuh dengan tuntas oleh mahasiswa,kesiapan psikis
dan kesehatan mahasiswa.

Meskipun pelaksanaan micro teaching ini telah memperoleh bekal mental dan ilmu serta
kepribadian,tetapi dalam pelaksanaannya pada saat ini masih dipandang sebagai suatu
kegiatan formalitas [Link] ini terlihat dari segi pelaksanaan yang masih kurang
efektif,misalnya mahasiswa sering berkompromi dengan mahasiswa lain dalam praktek micro
teaching untuk memberikan jawaban atas soal yang diberikan kepada temannya saat praktek
mengajar dan menganggap paham dengan apa yang telah diajarkan oleh temannya sendiri.
Padahal untuk membentuk seorang guru yang profesional harus siap dengan kondisi apapun,
materi maupun siswa yang diajarnya.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka timbul keinginan dari peneliti untuk
mengkaji lebih dalam tentang “Analisis Kesiapan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan
Program Studi pendidikan masyarakat Dalam Melaksanakan Program Microteaching di
Universitas negeri medan 2012”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, fokus penelitian ini yaitu “Bagaimana
kesiapan mahasiswa FIP Pendidikan Masyarakat UNIMED 2012 dalam menghadapi
microteaching? Fokus penelitian ini, kemudian dirinci dalam dua sub fokus yaitu:

1. Bagaimanakah peran dan usaha mahasiswa dalam menyiapkan microteaching

2. Bagaimana kinerja mahasiswa peserta praktek pengajaran mikro dalam memeragakan


keterampilan mengajar?

[Link] Penelitian

Peneliti ini secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran kesiapan mahasiswa FKIP
UMS dalam menghadapi microteaching.

Secara khusus dan lebih rinci penelitian ini ditujukan untuk mengindentifikasi,
menggambarkan dan mengkaji yaitu :

1. Kesiapan mahasiswa dalam menghadapi microteaching.

2. Peran dan usaha mahasiswa dalam menghadapi microteaching.

3. Ketrampilan mahasiswa dalam praktek pengajaran microteaching.

[Link] Penelitian

Penelitian ini sangat penting dilakukan, karena akan menghasilkan informasi yang secara
rinci, akurat dan aktual, yang akan memberikan jawaban dari permasalahan penelitian baik
secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis sebagai langkah pengambangan pengetahuan
dibidang pendidikan dan secara praktis terwujud aktual yaitu berupa tindakan-tindakan yang
baru dan nyata dan dapat diterapkan secara langsung ke dunia pendidikan. 1. Manfaat
Teoritis Mengkaji secara ilmiah persiapan pelaksanaan microteaching dalam upaya
meningkatkan kompetensi mahasiswa praktikan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi
khasanah ilmu pengetahuan bidang pendidikan khususnya Pendidikan Matematika.

Manfaat Praktis a. Bagi mahasiswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu
mahasiswa agar lebih siap dalam microteaching. b. Bagi dosen, hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan masukan kepada dosen pada umumnya dan dosen matematika
pada khususnya tentang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi microteaching. c. Bagi
lembaga pendidikan universitas, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan
pertimbangan untuk meningkatkan kualitas program microteaching. d. Bagi peneliti
selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi peneliti
selanjutnya
BAB II

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

[Link] Teori

1. Micro Teaching

a. Pengertian Micro Teaching

Menurut Amobi dan Irwan dalam barnawi dan [Link] (2016,hlm.14) tentang
perkembangan micro teaching sebagai berikut :

Micro teaching mulai dikembangkan pada awal 1960 di universitas stanford,ketika


paham behaviorisme dalam psikologi (behavioral pyschology) mulai memengaruhi proses
pembelajaran. Paham behaviorisme menganggap bahwa belajar merupakan proses perubahan
tingkah [Link] ini menekankan pentingnya umpan balik dalam proses
[Link] guru yang sedang berlatih menjadi guru yang memiliki perilaku yang
benar memperkuat hal-hal yang mengundang respons positif dari orang lain dan menghindari
hal-hal yang mengundang respons negatif dari orang lain. Ketika calon guru memperoleh
respons negatif dari dosen pembimbing atau rekan-rekannya maka ia harus sedikit demi
sedikit [Link] balik akan terasa besar manfaatnya apabila fokus
kemampuan yang dipelajari dipersempit. Hal ini memunculkan gagasan micro teaching yang
mempersempit tujuan pelatihan dan menyederhanakan proses pengajaran.

Lakshmi dalam Barnawi dan [Link] (2016,hlm.15) menjelaskan:

Bahwa pada 1963,Stanford University memperkenalkan sebagai program pendidikan


eksperimental yang didukung Ford Foundation Program, pendidikan ini menyiratkan elemen
mikro yang secara sistematis berusaha menyederhanakan kompleksitas proses
[Link] pengajaran ini kemudian menyebar ke sejumlah perguruan tinggi di
amerika dan eropa dalam program pendidikan [Link] pada 1971, micro teaching
mulai berkembang di kawasan asia,terutama malaysia,filipina,dan indonesia.

Kilic dalam Barnawi dan [Link] (2016,hlm.16) menjelaskan tentang micro teaching
sebagai berikut :

Micro teaching merupakan metode yang digunakan di lingkungan pendidikan guru


dan lingkungan belajar mengajar [Link] micro teaching sekelompok calon guru
berlatih untuk menguasai keterampilan-keterampilan dasar mengajar, mempraktikan kegiatan
mengajar, dan berdiskusi untuk membahas tentang masalah-masalah yang ditemukan. Proses
belajar mengajar direkam dalam sebuah video dengan pantauan dosen pembimbing. Calon
guru saling bertukar peran, ada suatu saat menjadi guru dan ada pula yang suatu saat menjadi
siswa. Cara seperti ini telah digunakan di banyak lembaga pendidikan guru.
Menurut Lakshmi dalam Barnawi dan [Link] (2016,hlm,17) micro teaching is
ascaled down teaching encounter and also a system of controlled practice that make it
possible to concentrate on specific teaching skills,classroom management,and the use of
closed circuit television to give immediate feedback.

Artinya micro teaching merupakan pertemuan pengajaran yang diperkecil dan juga
sistem partisipasi terkontrol yang memungkinkan untuk berkonsentrasi pada keterampilan
mengajar tertentu, manajemen kelas,dan penggunaan televisi sirkuit tertutup untuk
memberikan umpan balik segera.

Penggunaan micro teaching dalam program pelatihan guru karena ada sejumlah
pertimbangan-pertimbangan yang [Link] Setyawan dalam Barnawi dan
[Link] (2016,hlm.20) mengatakan bahwa pertimbangan yang mendasari penggunaan
program micro teaching ialah sebagai berikut :

1). Untuk mengatasi kekurangan waktu yang diperlukan dalam latihan mengajar secara
tradisional.

2).Keterampilan mengajar yang kompleks dapat diperinci menjadi keterampilan-keterampilan


yang mengajar yang khusus dan dapat dilatih secara berurutan.

3).Micro teaching dimaksudkan untuk memperluas kesempatan latihan mengajar.

Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa micro teaching adalah
suatu metode pelatihan praktik mengajar dalam lingkup kecil dengan tujuan untuk
mengembangkan keterampilan dasar mengajar calon guru.

B. Fungsi Micro Teaching

Menurut Barnawi dan [Link] (2016,hlm.24) micro teaching bagi calon guru
berfungsi memberikan pengalaman baru dalam belajar mengajar,sedangkan bagi guru,micro
teaching berfungsi memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik atas
kinerja mengajarnya.

Suwarna dalam Barnawi dan [Link] (2016,hlm.25) mengatakan:

Micro teaching berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh umpan balik atas kinerja
mengajar [Link] micro teaching,baik calon guru maupun dapat memperoleh
informasi tentang kekurangan dan kelebihannya dalam mengajar. Apa saja kelebihan yang
perlu dipertahankan dan apa saja kekurangan yang dapat [Link] itu,melalui micro
teaching guru dapat mencoba metode dan model pembelajaran baru sebelum digunakan pada
kelas yang sebenarnya.

Dari pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi micro teaching untuk
membina dan memberikan gambaran kepada mahasiswa para calon guru untuk bertindak
layaknya guru,karena dengan adanya praktik micro teaching,calon guru dapat mengetahui
kekurangan dan kelebihan pada saat mengajar,kekurangan dapat diperbaiki,kelebihan dapat
dipertahankan atau ditingkatkan,sehingga mahasiswa calon guru sudah siap mengajar di
sekolah.

[Link] Micro Teaching

Menurut Barnawi dan [Link] (2016,hlm.25-26) mengemukaan tentang tujuan micro


teaching sebagai berikut:

Tujuan utama micro teaching ialah untuk membekali dan/atau meningkatkan


performance calon guru atau guru dalam mengadakan kegiatan belajar mengajar melalui
pelatihan keterampilan [Link] teaching dimaksudkan untuk meningkatkan
performance guru atau calon guru yang menyangkut keterampilan [Link] teaching
digunakan untuk mempertemukan antara teori dan praktik pengajaran pada mahasiswa calon
guru. Selain itu,micro teaching digunakan untuk menyiapkan calon guru sebelum praktik
mengajar di sekolah.

Awalnya micro teaching bertujuan untuk mengatasi persoalan praktik mengajar di


[Link] pamong jarang menguasai teknik-teknik untuk membantu orang yang sedang
kesulitan dalam belajar [Link] pamong lebih cenderung menilai daripada
membimbing sehingga menghambat pencapaian tujuan praktik mengajar di [Link]-
lebih antara mahasiswa dengan supervisor di sekolah memiliki pandangan yang berbeda
tentang cara pendekatan yang baik dalam mengajar.

Sukirman dalam Barnawi dan [Link] (2016, hlm.27) menjelaskan tujuan micro
teaching adalah sebagai berikut :

1).Untuk memfasilitasi,melatih,dan membina calon maupun para guru dalam hal


keterampilan dasar mengajar (teaching skills).

2).Untuk memfasilitasi,melatih,dan membina calon maupun para guru agar memiliki


kompetensi yang diharapkan oleh ketentuan undang-undang maupu\n peraturan pemerintah.

3).Untuk melatih penampilan dan keterampilan mengajar yang dilakukan secara bagian demi
bagian secara spesifik agar diperoleh kemampuan maksimal sesuai dengan tuntutan
profesional sebagai tenaga seseorang guru.

4).Untuk memberikan kesempatan kepada calon maupun para guru berlatih dan mengoreksi
serta menilai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki (self evaluation) dalam hal
keterampilan mengajarnya.

5). Untuk memberikan kesempatan kepada setiap berlatih (calon guru maupun para guru)
meningkatkan dan memperbaiki kelebihan dan kekurangannya sehingga guru selalu berusaha
meningkatkan layanannya kepada siswa.

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan micro teaching adalah untuk
menjadikan calon guru dan menjadikan calon guru menjadi seseorang guru yang profesional
agar memiliki sopan santun dan perilaku seseorang guru melalui praktik micro teaching.
D. Manfaat Micro Teaching

Menurut Barnawi dan [Link] (2016,hlm.27) micro teaching memiliki banyak sekali
[Link] ini dirasakan mulai dari program pelatihan guru,manfaat untuk pihak-pihak yang
terlibat,dan proses menemukan cara mengajar yang lebih [Link] teaching sangat
bermanfaat dalam menyukseskan program pelatihan mengajar bagi guru.

Menurut Brown dan Ametrong dalam Barnawi dan [Link] (2016,hlm.30) mencatat
hasil riset tentang micro teaching,sebagai berikut:

1).Korelasi antara micro teaching dan praktik keguruan sangat [Link],seseorang yang
berpenampilan baik dalam micro teaching akan baik pula dalam praktik mengajar di kelas.

2).Praktikan yang terlebih dahulu menempuh program micro teaching ternyata lebih
baik/lebih terampil daripada praktik yang tidak mengikuti pengajaran micro teaching.

3).Praktik yang menempu micro teaching menunjukan prestasi mengajar yang lebih tinggi.

4).Bagi praktikan yang telah memiliki kemampuan tinggi dalam pengajaran,micro teaching
kurang bermanfaat.

5).Setelah mengikuti micro teaching ,praktikan dapat menciptakan interaksi dengan siswa
secara lebih baik.

6).Penyajian model rekaman mengajar lebih baik daripada model lisan sehingga lebih
signifikan dengan keterampilan mengajar.

Berdasarkan pernyataan di atas manfaat micro teaching ternyata tidak hanya untuk
mahasiswa calon guru saja tetapi untuk berbagai pihak salah satunya adalah perguruan tinggi
untuk berbagai pihak seperti salah satunya adalah perguruan tinggi yang menjadikan micro
teaching sebagai salah satu program pelatihan calon guru,karena pada intinya manfaat micro
teaching adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa yang akan datang.

E. Prosedur Micro Teaching

Asril (2017,hlm.49) menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan pembelajaran micro teaching


terdiri dari:

1). Mahasiswa atau calon guru harus menyusun satuan pembelajaran (SP) atau rencana
pembelajaran (RP) atau skenario,lama penyajian antara 10 sampai 15 menit,ditulis rapi dan
diserahkan kepada dosen pembimbing sebelum tampil untuk mencocokan apa yang ditulis
sesuai dengan apa yang dipraktikan.

2).Bagi mahasiswa yang tidak tampil,bertugas sebagai supervisor,observer tertulis,observer


lisan, sekaligus sebagai peserta didik di kelas.
[Link] Micro Teaching

Berikut ini tahapan micro teaching menurut Halimah (2013,hlm.90) sebagai berikut :

1).Tahap pertama (tahap kognitif)

Tahap pertama,mahasiswa calon guru atau praktikan dibimbing untuk memahami dan
mendalami serta memiliki gambaran secara umum konsep dan makna keterampilan dasar
mengajar dalam proses belajar mengajar, menggunakan secara tepat,menyinergikan
keterampilan satu dan lainnya serta ketepatan kapan dan dalam kondisi yang bagaimana
keterampilan satu dan lainnya digunakan pada tahap ini idealnya para calon guru selain
diperkenalkan pada konsep-konsep secara teoritis juga harus melihat contoh-contoh
penerapan teori tersebut secara praktis melalui tayangan video aplikasi [Link]
demikian,para mahasiswa calon guru atau praktikan dapat menyinergikan pengetahuan
mereka untuk digunakan pada realita pengajaran yang dipadukan dengan keterampilan dasar
mengajar.

2). Tahap kedua (tahap pelaksanaan)

Tahap kedua ini,para mahasiswa calon guru atau praktikan secara nyata
mempraktikan keterampilan mengajar secara berulang,dengan harapan jika praktikan sudah
berulang kali melakukan praktik akan mengetahui kekurangannya pada keterampilan yang
mereka pelajari untuk dikuasai dan terampil untuk menggunakannya dalam proses belajar
[Link] tahapan ini praktikan sudah dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran
mulai dari RPP,media yang akan digunakan dan segala sesuatu yang dipersyaratkan bagi guru
profesional dimasa yang mendatang.

3).Tahapan ketiga (tahapan balikan)

Tahap ketiga ini merupakan kilas balik praktikan dengan mempelajari hasil dari
observasi teman sejawat yang akan memberikan informasi setelah melihat secara langsung
pelaksanaan kegiatan praktik mengajar. Para rekan sejawat dan dosen pembimbing atau
dosen luar biasa akan memberikan penilaian berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan
praktikan yang selanjutnya akan didiskusikan dan sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja
sebagai calon guru profesional.

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan micro teaching berguna
untuk profesionalitas calon guru salah satunya kedisplinan dalam menyiapkan segala hal
sebelum dan sesudah pembelajaran,seperti menyiapkan RPP,media yang akan
digunakan,serta evaluasi setelah pembelajaran selesai yang dilaksanakan.
[Link] Mengajar

[Link] Keterampilan Mengajar

Menurut Wijarini dan Ilma (2017,hlm.150) mengatakan bahwa keterampilan


mengajar merupakan kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus dimiliki oleh
seseorang pendidik baik ia sebagai guru ataupun sebagai seseorang dosen dalam kegiatan
belajar mengajar agar berjalan secara efektif dan efisien.

Menurut Kusnadi dalam Lisa (2015,hlm.11) menjelaskan tentang keterampilan


mengajar sebagai berikut :

Keterampilan mengajar adalah kecakapan/kemampuan yang dimiliki seorang guru


dalam melakukan pengajaran kepada siswanya sehingga siswa dapat dipahami materi
pelajaraan yang diajarkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran serta terjadi perubahan
pada siswa baik dari segi kognitif,afektif,maupun [Link] manfaat keterampilan
mengajar,guru dapat mewujudkan tujuan pembelajaran yang diinginkan yaitu memberi
kemampuan kepada siswa menguasai mata pelajaran yang [Link] suatu
proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran yang
disampaikan guru.

Berdasarkan pernyataan di atas,pengertian dari keterampilan mengajar adalah sebuah


tahapan kegiatan seseorang guru dalam proses mengajar seperti mengkondisikan
kelas,menjelaskan materi,penggunaan model serta media,dan lain-lain yang bertujuan untuk
menyikapi peserta didik agar tercipta suasana yang harmonis dari guru dan peserta didik
untuk mencapai tujuan pembelajaran.

[Link] Keterampilan Mengajar

Sa’ud (2013,hlm.55-71) menjelaskan bahwa ada sembilan komponen dalam keterampilan


mengajar yaitu sebagai berikut :

1). Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

a).Keterampilan Membuka Pelajaran

Keterampilan membuka pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam
kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi murid agar minat dan perhatiannya
terpusat pada apa yang [Link] demikian usaha tersebut akan memberikan efek
yang positif bagi kegiatan [Link] kata lain,kegiatan yang dilakukan oleh guru
dimaksudkan untuk menciptakan suasana mental siswa agar terpusat hal-hal yang
dipelajarinya.

b).Keterampilan Menutup Pelajaran

Keterampilan menutup pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri
pelajaran,tujuannya adalah
(a) Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran.

(b) Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam membelajarkan pada siswa.

(c) Membantu siswa agar mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah
dikuasainya dengan hal-hal yang baru saja dipelajarinya.

[Link] Menjelaskan

Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran ialah keterampilan menyajikan


informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya
hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lainnya,misalnya antara sebab dan akibat,
definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui. Penyampian informasi
yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok,merupakan ciri utama
kegiatan [Link] penjelasan merupakan suatu aspek yang sangat penting
dalam kegiatan seorang [Link] di dalam kelas cenderung dipenuhi oleh kegiatan
pembicaraan,baik oleh guru sendiri,oleh guru dan siswa,maupun antara siswa dengan siswa.

[Link] Bertanya

Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan mengajar bertanya tingkat dasar


dan keterampilan mengajar bertanya tingkat [Link] bertanya tingkat dasar
mempunyai komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis
[Link] tingkat laju merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar
dan fungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa dan mendorong mereka agar
dapat mengambil insiatif sendiri.

Tujuan pertanyaan yang diajukan kepada siswa,yaitu:

a).Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang dibicarkan.

b).Memusatkan perhatian siswa pada suatu masalah yang sedang di bahas.

c).Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat siswa dalam belajar.

d).Mengembangkan cara belajar siswa aktif.

e).Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.

f).Mendorong siswa mengemukakan pendapat dalam diskusi.

g).Menguji dan mengukur hasil belajar.


[Link] Memberi Penguatan

Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan
kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku [Link] keterampilan memberi
penguatan:

a).Meningkatkan perhatian siswa pada pelajaran

b).Meningkatkan motivasi belajar siswa

c).Memudahkan siswa untuk belajar

d).Mengelimir tingkah laku siswa yang negatif dan membina tingkah laku positif siswa.

[Link] Menggunakan Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah sarana pembelajaran yang digunakan sebagai perantara


dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektivitas dalam mencapai tujuan
[Link] keterampilan menggunakan media pembelajaran yaitu:

a).Memperjelas penyajian pesan agar terlalu verbalistis

b).Mengatasi keterbatasan ruang waktu,dan daya indera

c).Memperlancar jalannya proses pembelajaran

d).Menimbulkan kegairahan belajar

e).Memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan
nyata

f).Memberi kesempatan pada siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan
dan minatnya

[Link] Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses percakapan yang teratur dan melibatkan
sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka,dengan tujuan
berbagai informasi atau pengalaman,mengambil keputusan,memecahkan suatu
[Link],pengertian keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil ialah
keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat melaksanakan diskusi
kelompok kecil dengan efektif.

Tujuan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,yaitu:

a). Siswa dapat memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau
masalah yang harus dipecahkan oleh mereka.

b).Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan


berkomunikasi.
c).Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

[Link] Mengelola Kelas

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi


belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar
mengajar.

Tujuan keterampilan mengelola kelas yaitu:

a).Mendorong siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran

b).Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuan


pembelajaran

c).Mengendalikan siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang


menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran

d).Membina hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa dengan siswa,sehingga
kegiatan pembelajaran menjadi efektif.

[Link] Mengadakan Variasi

Kehidupan akan lebih menarik jika penuh dengan [Link] dalam kegiatan belajar
[Link] dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan
untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan
[Link] mengadakan variasi ini dapat juga dipakai untuk penggunaan
keterampilan mengajar yang lain,seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya memberi
penguatan,menjelaskan dan sebagainya.

Tujuan keterampilan mengadakan variasi,yaitu:

a).Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran

b).Memumpuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara
mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
[Link] Mengajar Perorangan Dan Kelompok Kecil

Tujuan keterampilan mengajar perorangan:

a).Memberikan rasa pertanggung jawab yang lebih besar kepada siswa

b). Mengembangkan daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada siswa

c).Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih aktif

d).Membentuk hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa maupun antara siswa
dengan siswa

Tujuan keterampilan mengajar kelompok kecil:

a) Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui dinamika kelompok

b) Memberi kesempatan memecahkan masalah untuk berlatih memecahkan masalah dan cara
hidup secara rasional dan demokratis.

c) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan sikap sosial dan semangat
gotong royong

B. Penelitian Terdahulu

Hasil penelitian terdahulu merupakan informasi dasar rujukan yang penulis gunakan dalam
penelitian ini. Berdasarkan survei yang penulis lakukan, ada beberapa penelitian yang
mempunyai relevansi dengan yang peneliti lakukan, adapun penelitian-penelitian tersebut
adalah :

Dari beberapa hasil penelitian terdahulu, secara umum terdapat persamaan dan perbedaan
dengan penelitian yang akan dilakukan diantaranya menggunakan metode survey, terdapat
persamaan di variabel X yaitu micro teaching dan variabel Y yaitu keterampilan mengajar,
sedangkan perbedaanya yaitu tempat pelaksanaan penelitian dan waktu penelitian. Perbedaan
utama penelitian yang akan dilakukan dibandingkan dengan penelitian terdahulu adalah
pengaruh praktik micro teaching terhadap keterampilan mengajar mahasiswa program studi
Pendidikan Biologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unpas tahun akademik
2017/2018.

C. Kerangka Pemikiran

Menurut Sekaran dalam Sugiyono (2013, hlm. 91) kerangka berfikir merupakan model
konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
diidentifikasi sebagai masalah yang penting.

Konsep dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh praktik micro
teaching terhadap keterampilan mengajar mahasiswa program studi Pendidikan Biologi dan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unpas tahun akademik 2017/2018. Dengan demikian
peneliti merumuskan kerangka pemikiran dalam peta konsep berikut:
D. Asumsi dan Hipotesis

1. Asumsi Asumsi dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah micro teaching yang
mempunyai pengaruh terhadap keterampilan mengajar para mahasiswa program studi
Pendidikan Biologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar tahun akademik 2017/2018 karena
mahasiswa akan belajar untuk menjadi guru yang professional, kreatif, dan terfokus.

2. Hipotesis Menurut Arikunto dalam Deris Dwi (2017, hlm. 28) hipotesis dapat diartikan
sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai
terbukti melalui data yang terkumpul. Jadi hipotesis atau jawaban sementara dari penelitian
ini adalah praktik micro teaching berpengaruh besar terhadap keterampilan mengajar
mahasiswa program studi Pendidikan Biologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP
Unpas tahun akademik 2017/2018.

3.
BAB III

METODE PENELITIAN

[Link] Penelitian

Metode penelitian adalah cara atau jalan ditempuh sehubungan dengan penelitian
yang dilakukan ,yang memiliki langkah-langkah yang [Link] (2017,hlm.2)
menyatakan “metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan dan kegunaan.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh micro teaching terhadap keterampilan mengajar para mahasiswa FIP UNIMED
tahun akademik 2017/2018. Untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh dari dua variable
tersebut maka penelitian ini akan menggunakan metode survey,dengan alasan bahwa data
tentang keterampilan mengajar dapat dihimpun dengan survey karena keterampilan mengajar
sifatnya tidak bisa dinilai.

Menurut Indrawan (2016,hlm.53) “metode survey merupakan salah satu metode


penelitian kuantitatif yang sering digunakan oleh para peneliti [Link] tersebut
bertujuan ingin melihat bagaimana kejadian-kejadian berlangsung pada waktu tertentu
terjadi,dan adakah dampaknya pada kejadian yang lain. Hal yang terakhir itu disebut metode
sebab akibat (causal).”

Selain model penelitian,dalam penelitian perlu adanya pendekatan yang


[Link] penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif yang akan
dilakukan menggunakan angka-angka,pengolahan statistik,struktur dan percobaan control
(Nana Syaodih,2016,hlm .53) .Hal ini dilakukan karena data yang diperoleh berupa angka.

B. Desain Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh micro teaching terhadap keterampilan
mengajar para mahasiswa FIP Unimed tahun akademik 2017/[Link] dengan hal
tersebut,maka dalam pelaksanaan penelitian ini akan menggunakan pendekatan jenis
penelitian kuantitatif yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan (Pada
mahasiswa Program Studi pendidikan masyarakat Fakultas ilmu pendidikan Unimed tahun
akademik 2017/2018) dan metode penelitian yang digunakan adalah survey.

Sugiyono (2014,hlm.23) menyatakan “Desain Penelitian harus spesifik,jelas dan rinci,


ditentukan secara mantap sejak awal,menjadi pegangan langkah demi langkah.” Penelitian
kualitatif menurut sugiyono (2017,hlm.30) sebagai berikut . Berdasarkan pendapat menurut
ahli di atas bahwa desain penelitian harus spesifik, jelas dan rinci,ditentukan secara mantap
sejak awal,menjadi pegangan langkah demi langkah sebagai berikut:

[Link] dan merumuskan masalah yang akan diteliti pada mahasiswa program studi
pendidikan masyarakat FIP Unimed tahun akademik 2017/2018 mengenai micro teaching
terhadap keterampilan mengajar.
[Link] teori micro teaching dan keterampilan mengajar yang akan digunakan dalam
pemecahan masalah.

3. Dalam perumusan hipotesis penelitian ini adalah praktik micro teaching berpengaruh
positif terhadap keterampilan mengajar para mahasiswa program studi pendidikan
masyarakat FIP Unimed tahun akademik 2017/2018.

4. Membuat instrument penelitian yang telah diuji kevalidannya dan dinyatakan


[Link] populasi dan sampel yang telah dijadikan subjek [Link]
instrument kepada sampel yang akan diteliti mengumpulkan data.

5. Membangun penyelidikan melalui metode survey berdasarkan hipotesis penelitian dan


menggunakan angket sebagai teknik pengumpulan data.

[Link] hasil pengumpulan data dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 20.0 for
windows.

[Link] kesimpulan serta melaporkan hasil penelitian pada pihak yang bersangkutan
dengan penelitian.

Berdasarkan desain penelitian di atas dapat kita simpulkan sebelum penelitian dimulai kita
harus melihat masalah yang dihadapi mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FIP
Unimed tahun 2017/2018 akademik yaitu kurang optimalnya keterampilan mengajar
mahasiswa,dilihat dari keterampilan mahasiswa pada saat melakukan presentasi di depan
[Link] masalah tersebut dibuatlah penelitian yang berjudul “Pengaruh Praktik Micro
Teaching Terhadap Keterampilan Dasar Mengajar Para Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Masyarakat FIP UNIMED Tahun akademik 2017/2018.” Diharapkan dengan
penelitian ini keterampilan mengajar mahasiswa meningkat.

Teori yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu praktik micro teaching dan
keterampilan dasar [Link] micro teaching diharapkan dapat membuat mahasiswa
lebih percaya diri pada saat tampil di depan kelas dan untuk mengoptimalkan keterampilan
mengajar mahasiswa pada saat akan memasuki praktik lapangan.

Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan pengumpulan
datanya menggunakan angket,sebelum pembuatan angket terlebih dahulu harus membuat
operasional variabel untuk acuan pembuatan pertanyaan [Link] instrumen penelitian
selesai dibuat penelitian harus melakukan uji validitas dan uji reabilitas sebelum angket
benar-benar di ujikan pada program studi yang akan [Link] dalam penelitian ini
mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FIP UNIMED Tahun akademik 2017/2018
dengan jumlah populasi yang akan diteliti 221 orang. Setelah data terkumpul perhitungan
yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi dengan menggunakan aplikasi
SPSS versi 20.0 for windows.
[Link] Penelitian

[Link] Penelitian

Subjek penelitian menurut Arikunto (2010,hlm.152),merupakan sesuatu yang sangat


penting kedudukannya didalam penelitian,subjek penelitian harus ditata sebelum penelitian
siap untuk mengumpulkan [Link] akan dijadikan subjek dalam penelitian ini adalah
mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FIP Unimed tahun akademik 2017/2018.

a. Populasi

Sugiyono (2017,hlm.80) mengatakan bahwa ,”Populasi adalah wilayah generalisasi


yang teridiri dari subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Unimed Tahun Akademik
2017/2018 berfokus pada program studi pendidikan masyarakat. Berdasarkan data yang
diperoleh dari website akademik fKIP Unimed ,jumlah populasi mahasiswa program studi
pendidikan masyarakat tahun akademik 2017/2018 sebanyak 221 [Link] data dan
jumlah mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FKIP Unimed Tahun Akademik
2017/2018.

[Link]

Sugiyono (2017,hlm.81) mengatakan,”Sampel adalah Bagian dari jumlah karakteristik


yang dimiliki oleh populasi tersebut.”Sedangkan teknik sampling adalah teknik pengambilan
[Link] penelitian ini teknik sampling yang digunakan sampel acak,dan peneliti
menggunakan rumus slovin dalam husein umar (2013,hlm.78) perhitungan sampel dengan
tingkat kesalahan sebesar 5%,berikut rumus slovin yaitu:

N=N/1+N(e)2

Dimana :

N=Ukuran Sampel

N= Ukuran Populasi

E= Batas Populasi

Berdasarkan penjelasan diatas,maka dengan menggunakan rumus slovin,ukuran


sampel dapat dihitung sebagai berikut :

N=N/1+N(e)2=221/1+221(5%)2=221/1.5525=142.3510~142 orang
[Link] Penelitian

Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda,orang atau yang menjadi pusat
perhatian objek penelitian yang akan digunakan penelitian ini yaitu terdiri dari :

a).Praktik Micro Teaching

b).Keterampilan Mengajar

[Link] Variabel

Menurut sugiyono (2012,hlm.61) mengatakan “Variabel terikat merupakan variabel


yang dipengaruhi atau menjadi akibat,karena adanya variabel [Link] dependen dari
penelitian ini adalah keterampilan mengajar para mahasiswa.”

[Link] Data Dan Instrumen Penelitian

[Link] Data

Untuk memperoleh data-data yang peneliti perlukan dan dianggap relevan dengan
masalah yang peneliti [Link] dengan menggunakan teknik pengumpulan data dan
[Link] merupakan data utama yang digunakan untuk mengumpulkan informasi
terkait respon atau tanggapan mahasiswa terhadap praktik micro teaching.

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara


memberikan seperangat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya (sugiyono,2017,hlm.142) .Berdasarkan penjelasan di mengenai angket maka
teknik ini digunakan oleh penulis untuk dapat mengungkapkan data dari variabel bebas (X)
yaitu praktik micro [Link] yang disediakan dengan skala likert.

[Link] Penelitian

Instrumen (2016,hlm.112) mengatakan “ Instrumen penelitian adalah alat bagi peneliti yang
digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi relevan dengan permasalahan
penelitian.”Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang belum
standar,sehingga untuk menghindari dihasilkannya data tidak sahih terlebih dahulu dilakukan
uji coba terhadap instrument tersebut. Instrumen untuk mengumpulkan data dalam penelitian
ini berupa format data dalam penelitian ini berupa format kuesioner/angket yang dibuat
sebagai berikut.

Instrument penelitian ini dapat dibuat dalam bentuk [Link] instrumen ini akan
membantu peneliti dalam menjelaskan pengaruh praktik micro teaching terhadap
keterampilan mengajar.

Menurut sugiyono (2017,hlm.93),mengatakan “Skala likert digunakan untuk mengukur


sikap,pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social
“.Alternatif jawaban dalam skala likert yang digunakan diberi skor sebagai berikut .
3. Rancangan Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan tujuan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan
dalam penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh praktik micro teaching terhadap
keterampilan mengajar [Link] analisis data yang akan dilakukan sebagai berikut:

a. Uji Validitas

Menurut Nana Syaodih (2016,hlm.228) mengatakan,validitas instrumen menunjukkan


bahwa hasil dari suatu pengukuran menggambarkan segi atau aspek yang diukur.

Menurut Sugiyono (2017,hlm.121) mengatakan instrumen yang valid berarti alat


ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu [Link] berarti instrumen
tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang diberikan kepada
responden,kemudian yang dilakukan pengujian terhadap instrumen untuk mengukur tingkat
kebaikan instrumen maka dapat dilakukan analisis validitas dan realibilitas. Validitas
menunjukkan sejauh mana relevansi pertanyaan terhadap apa yang ditanyakan atau apa yang
ingin diukur dalam apa [Link] menentukan kevalidan dari item kuesioner peneliti
akan menggunakan program SPSS versi 20.0 for windows dengan ketentuan tanda (*) yang
berarti signifikan 0,05 dan (**) signifikan 0,01

[Link] Realiabilitas

Menurut Nana Syaodih (2016,hlm.299) mengatakan “Realiabilitas berkenaan dengan


tingkat keajegan atau ketetapan hasil [Link] instrumen memiliki tingkat
realibilitas yang memadai,bila instrumen tersebut digunakan mengukur aspek yang diukur
beberapa kali hasilnya sama atau relatif sama.”

Menurut Riduwan dan Sunarto (2011,hlm.348) mengatakan “Realiabilitas


menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk
digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah dikatakan baik.”
Dengan demikian suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes
tersebut dapat memberikan hasil yang [Link] realiabilitas akan menggunakan jika
SPSS versi 20.0 for [Link] pedoman untuk penafsiran realiabilitas adalah.

Dengan demikian suatu instrumen dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan


yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang [Link] realiabilitas akan
menggunakan program SPSS versi 20.0 for windows.
F. Teknik Analisis Data

1. Analisis Data Deskriptif

[Link] rata –rata persepsi mahasiswa tentang praktik micro teaching terhadap
keterampilan [Link]-rata akan dicari dengan menggunakan program SPSS versi 20.0
for windows.

[Link] mengetahui rata-rata persepsi mahasiswa tentang praktik micro teaching tehadap
keterampilan mengajar,peneliti akan menafsirkan rata-rata dengan kriteria sebagai berikut .

2. Uji Hipotesis

a. Hipotesis Yang Diajukan

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan
antara variabel bebas atau independen dan [Link] perumusan hipotesis nol (HO)
dan hipotesis alternatif (HA) adalah sebagai berikut:

Ho:pyx=0=Tidak terdapat pengaruh praktik micro teaching terhadap keterampilan mengajar


program studi pendidikan masyarakat FIP Unimed Tahun akademik 2017/2018

Ha:pyx=0= Terdapat pengaruh praktik micro teaching terhadap keterampilan mengajar para
mahasiswa program studi pendidikan masyarakat FIP Unimed Tahun Akademik 2017/2018 .

b. Uji Normalitas Data

Normalitas data merupakan suatu asumsi terpenting dalam statistik parametrik,sehingga


pengujian terhadap normalitas data harus dilakukan agar asumsi dalam statistik parametrik
dapat [Link] uji normalitas dalam penelitian ini akan menggunakan program
SPSS versi 20.0 for windows .Kriteria uji normalitas data adalah jika hasil yang muncul pada
pengolahan data yaitu 0,05 melalui SPSS versi 20.0 for windows.

[Link] Hipotesis

Pengujian ini menguji koenfisiensi korelasi yang ada pada sampel untuk diberlakukan pada
seluruh populasi dimana sampel [Link] penelitian dilakukan pada seluruh populasi
maka tidak diperlukan pengujian signifikasi terhadap koefisien korelasi yang [Link]
ini berarti peneliti tidak merumuskan dan menguji instrumen statistik dan perhitungan uji
hipotesis ini menggunakan program SPSS versi 20.0 for windows.

Hipotesis yang akan diuj dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan
signifikan antara variabel bebas atau independen terhadap variabel terikat atau
[Link] hasil uji normalitas memperlihatkan distribusi data normal maka hipotesis
diuji melalui analisis regresi linier atau analisis regresi [Link] hasil uji normalitas
memperlihatkan distribusi data dan tidak normal maka hipotesis diuji melalui analisis uji
[Link] uji normalitas dalam penelitian ini akan menggunakan program SPSS
versi 20.0 for [Link] ini merupakan pedoman untuk memberikan interpretasi
koefisien determinasi korelasi.

[Link] Pembahasan

Setelah peneliti berhasil mengolah data dan uji hipotesis,peneliti akan membuat rencana
untuk [Link] akan menjawab yang telah [Link] langkah
pembahasan sebagai berikut:

a. Membandingkan antara hasil uji hipotesis dengan teori yang digunakan dan kondisi nyata
subjek penelitian,sehingga diketahui faktor-faktor penyebab dari besarnya persentase
pengaruh variabel praktik micro teaching (X) terhadap keterampilan mengajar variabel (Y)

[Link] faktor –faktor penyebab munculnya pengaruh berdasarkan kepada indikator


variabel praktik micro teaching (X) terhadap keterampilan mengajar variabel (Y)

[Link] kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan

[Link] Penelitian

Penelitian ini dibagi menjadi empat tahapan yaitu:persiapan penelitian,pelaksanaan


penelitian,pengolahan data penelitian,dan kesimpulan penelitian.

1. Tahap Persiapan Penelitian

[Link] masalah ,dengan melihat fenomena atau masalah yang ada, dan memfokuskan
ini masalahnya

[Link] penelitian untuk mengetahui keterampilan mengajar [Link]


penelitian ini dilakukan penyebaran angket kepada mahasiswa program studi pendidikan
masyarakat FIP Unimed tahun akademik 2017/2018

[Link] Pelaksanaan

[Link] masalah

b. Mengajukan judul penelitian

c. Menyusun Proposal Penelitian

d. Revisi proposal penelitian

[Link] instrumen

[Link] instrumen

[Link] instrumen pada mahasiswa

[Link] evaluasi dari penerapan

[Link] kesimpulan dari hasil penelitian


[Link] hipotesis

[Link] Pengolahan Data Dan Penelitian

Pengolahan data ini meliputi analisis data dengan menggunakan pengujian statistik,yaitu :uji
validitas,realiabilitas ,normalitas,dan uji hipotesis

[Link] Kesimpulan Penelitian

Pengambilan kesimpulan dengan cara menafsirkan/menginterprestasikan data yang telah


diolah ,dianalisis,dan disajikan kemudian dikaitkan dengan hipotesis statistik serta membuat
kesimpulan dari hasil penelitian terkait dengan variabel penelitian.
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

[Link] Penelitian

[Link] Pemanfaatan Laboratorium Micro Teaching

Manajemen pemanfaatan laboratorium micro teaching dipengaruhi oleh banyak


[Link]-faktor yang mempengaruhi seperti dari faktor schedule atau jadwal
pembelajaran,peralatan maupun dari pihak dosen ,asisten,teknisi dan mahasiswa itu sendiri.

[Link]

Perencanaan dalam suatu pembelajaran harus didasarkan pada hal apa yang ingin
dicapai,dalam hal pembuatan schedule pembelajaran serta standar yang [Link]
adanya perencanaan diharapkan pembelajaran micro teaching dapat sesuai yang diharapkan.

[Link]

Pelaksanaan pembelajaran micro teaching harus sesuai dengan perencanaan yang ada,dimana
penerapan schedule dalam pembelajaran ini harus sesuai yang dijadwalkan serta adanya
kesiapan dari segi sarana dan prasarana dari pengampu maupun dari mahasiswanya itu
[Link] dapat tercapai suatu pembelajaran efektif dan efisien serta pencapaian target
yang sudah direncanakan akan tercapai.

Berdasarkan ketentuan teknis pelaksanaan perkuliahan micro teaching Fakultas Ilmu


Pendidikan dan Keguruan Unimed semester genap tahun akademik 2012/[Link]
perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian kelas berdasarkan dengan jadwal yang
sudah ditentukan oleh pengelola program micro [Link] berdasarkan ketentuan
teknis bahwa pelaksanaan setiap mahasiswa harus membawa CD sebagai proses
[Link] itu dalam ketentuan teknis bahwa setiap mahasiswa harus mentaati tata
tertib.

Ketentuan tata tertib micro teaching ini adalah sebagai berikut :

[Link] harus sudah datang paling lambat 20 menit sebelum jadwal praktikum micro
teaching yang sudah ditentukan

[Link] menggunakan whiteboard sebagai media [Link] media tempel yang


sudah disediakan

[Link] yang digunakan

a) Putra:Kemeja putih polos lengan panjang celana panjang hitam

b) Putri :Jilbab putih polos,baju putih polos lengan panjang (minimal sampai setengah
paha),rok hitam

4).Praktikan putra yang berambut gondrong dilarang mengikuti kegiatan praktikan


5).Diluar kegiatan praktikum,mahasiswa dilarang membuat kegaduhan dalam laboratorium
micro teaching ,demi kelancaran proses rekaman

Perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian kelas

1. Ketepatan perencanaan pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran

2. Pengaturan mahasiswa dan ruang kelas

a).Penguasan Materi

[Link] materi dengan sistematis

[Link] materi dengan jelas

b).Strategi Pembelajaran aktif

[Link] pemilihan strategi pembelajaran aktif

[Link] menggunakan strategi pembelajaran aktif

c).Media Pembelajaran

[Link] pemilihan media pembelajaran

[Link] menggunakan media pembelajaran

d).Evaluasi Pembelajaran Dan Tindak Lanjut

[Link] kegiatan evaluasi

[Link] dan tidak lanjut

Selain itu manfaat laboratorium micro teaching di fakultas ilmu pendidikan universitas negeri
medan dan keguruan Unimed dapat diambil antara lain:

1. Mengembangkan dan membina keterampilan tertentu calon guru dalam mengajar

[Link] mengajar terkontrol dan dapat dilatihkan

[Link] atau penyempurnaan secara cepat dapat segera mencermati

[Link] penguasaan keterampilan mengajar lebih baik

[Link] latihan berlangsung calon guru dapat memusatkan perhatian secara objektif

[Link] dikembangkan pada observasi yang sistematis dan objektif

[Link] efisiensi dan efektivitas penggunaan sekolah dalam waktu praktik mengajar
yang relative singkat
[Link] atau Pengawasan

Pengawasan atau pelaksanaan harus dilakukan,dimana pengawasan dilakukan tidak


hanya pada mahasiswa,akan tetapi pengampu,dimana apakah materi yang diberikan dapat
diterima dan apakah materi yang diberikan sudah sesuai dengan standar yang [Link]
ini sangat perlu untuk mengetahui sejauh mana target pencapaian dari pembelajaran micro
teaching ini dapat dicapai.

2. Problem Dalam Pemanfaatan Laboratorium Micro Teaching

Beberapa permasalahan yang timbul dari pelaksanaan pembelajaran micro teaching


menurut beberapa rekan-rekan :

Menurut mahasiswa ,program kependidikan menyatakan beberapa point yaitu:

[Link] jarang datang

[Link] atau ruangan untuk micro teaching kurang memuaskan

[Link] ada laptop untuk praktek monster CD jarang digunakan,yang sering digunakan
adalah papan tulis

[Link] yang tidak sesuai dengan jadwal kadang molor berbenturan dengan kelas lain

[Link] praktek sering dengan membaca dari asisten dosennya dan jarang memberi
pengarahan atau memberikan pengarahan atau menjelaskan dari asisten

[Link] micro teaching panas

g. Hasol dari praktek laboratorium micro teaching tidak diberikan (hasil cd) padahal sudah
membayar

problem adalah manajemen laboratorium micro teaching yang disampaikan


mahasiswa menyatakan bahwa awal masuk dosen tidak tepat waktu tidak adanya sound
system,hanya ada 2 tempat yang bisa digunakan dan papan tulis kurang [Link]
penerapan pengajaran seringkali lebih dari waktu untuk melakukan pembelajaran.

Sementara itu tanggapan mahasiswa lain yang menyatakan bahwa tempat micro
teaching terasa panas dan ruangan yang digunakan hanya satu, peralatannya kurang memadai
seperti LCD, monitor dan kamera shooting kurang efisien.
3. Langkah –Langkah Mengatasi Problem

Langkah-langkah mengatasi problem manajemen adalah menerapkan beberapa hal yaitu:

[Link] reschedule jadwal pembelajaran micro teaching dengan beberapa catatan yaitu
setiap tidak ada kegiatan

b. Asisten atau petugas bagian peralatan selalu mengecek sebelum digunakan dalam
pembelajaran micro teaching

[Link] membuat catatan dalam setiap kegiatab pembelajaran micro teaching tentang kendala
maupun kekurangannya,diharapkan dilakukan penerapan atau perbaikan dari kekurangan
tersebut

[Link] penambahan ruangan sehingga tidak ada tabrakan dalam pembelajaran

e. Kelengkapan peralatan lebih diutamakan terutama untuk AC dengan ruangan yang kecil
dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak terasa panas.

[Link] Dalam Mengatasi Problem

Pengelolaan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada laboratorium micro teaching
penelitian didasarkan pada perencanaan,pelaksanaan sampai pada evaluasi atas pelaksanaan
yang [Link] didasarkan pada jadwal pembelajaran, sedangkan pelaksanaan
didasarkan pada saat pelaksanaan dimana kesiapan peralatan,mahasiswa maupun dosen
pengampu dan proses dari pembelajaran apakah dapat berjalan sesuai apa yang ditargetkan.

Evaluasi didasarkan pada hasil diperoleh dari mahasiswa dalam melakukan test baik praktek
maupun [Link] proses dari perencanaan,pelaksanaan maupun evaluasi didasarkan
konsep [Link] mengatur perencanaan maupun pelaksanaan dengan pengelolaan
pembelajaran setelah proses dari evaluasi itu sendiri.

Manajemen ini perlukan dalam rangka mengatur proses dari perencanaan sampai evaluasi
dapat berjalan dengan [Link] proses pengaturan kemungkinan timbul suatu
permasalahan baik dari perencanaan sampai [Link] penelitian ini membahas
problematika dari manajemen dalam pembelajaran tersebut dari proses perencanaan sampai
evaluasi dan pemecahannya.

[Link] didasarkan pada perencanaan,pelaksanaan sampai pada evaluasi pelaksanaan


yang [Link] didasarkan pada jadwal pembelajaran,sedangkan pelaksanaan
didasarkan pada saat pelaksanaan dimana kesiapan peralatan,mahasiswa maupun dosen
pengampu dan proses dari pembelajaran apakah dapat berjalan sesuai apa yang
[Link] didasarkan pada hasil yang diperoleh dari mahasiswa dalam melakukan
test baik praktek maupun [Link] proses dari perencanaan,pelaksanaan maupun
evaluasi didasarkan konsep manajemen.

[Link] pengaturan perencanaan maupun pelaksanaan dengan pengelolaan


pembelajaran setelah proses dari evaluasi itu [Link] ini perlukan dalam rangka
mengatur proses dari perencanaan sampai evaluasi dapat berjalan dengan baik. Dalam proses
pengaturan kemungkinan timbul suatu permasalahan baik dari perencanaan sampai
[Link] penelitian ini membahas problematika dari manajemen dalam pembelajaran
tersebut dari proses perencanaan sampai evaluasi dan pemecahannya.

[Link] Permasalahan Pemanfaatan Laboratorium Micro Teaching

Penelitian ini menjelaskan tentang laboratorium micro teaching di fakultas ilmu pendidikan
dan keguruan pendidikan masyarakat universitas negeri [Link] umum pola
pembelajaran dalam dunia masih [Link] lebih meningkatkan system
pembelajaran yang baik dengan penggunaan media pembelajaran yang
[Link] pembelajaran yang diukur dari sejauh mana prasarana (media
pembelajaran) digunakan secara optimal oleh para dosen dalam pembelajaran

Penggunaan media dalam pembelajaran untuk meningkatkan tingkat verbalisme yang tinggi
juga membantu para dosen dalam menjelaskan materi perkuliahan,tetapi sebagaian besar
dosen memiliki kelemahan dalam mendesign media [Link] laboratorium
bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi merupakan fasilitas pembelajaran yang harus ada
laboratorium micro teaching fakultas ilmu pendidikan dan keguruan sudah berdiri sejak tahun
1998 dijadikan media dan sarana untuk belajar mahasiswa dalam latihan melaksanakan
keterampilan mengajar sebelum mereka diterjunkan dalam praktik pengalaman lapangan
(PLL).

Untuk lancarnya praktikum micro teaching dilakukan pengaturan disesuaikan dengan


[Link] penggunaan laboratorium disesuaikan dengan kondisi ruangan laboratorium
serta kesiapan pengampu dalam memberikan pembelajaran micro [Link] jadwal
penggunaan laboratorium micro teaching adalah sebagai berikut.

Jumlah mahasiswa jurusan KI yang mengikuti pembelajaran micro teaching sebanyak 32


orang dengan dosen yang mengajar Bapak Ismail SM, [Link] mahasiswa jurusan
PAI sebanyak 98 orang dengan dosen yang mengajar Ibu Lift Anis Ma’shumah,[Link]

Berdasarkan jadwal diatas menunjukkan bahwa, laboratorium micro teaching memberikan


pelayanan pada hari senin sampai kamis,yang dimulai pukul 07.00 WIB sampai jam kuliah
terakhir pada jam VI atau 17.45 WIB. Pengelolaan jadwal ini merupakan sangat
penting,dengan hanya memiliki 2 ruangan kelas laboratorium micro teaching harus
memberikan pembelajaran kurang lebih 7 kelas setiap minggunya.

[Link] Program Micro Teaching

Kelebihan program micro teaching di fakultas ilmu pendidikan dan keguruan universitas
negeri medan adalah dapat mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat
kelemahan/kelebihan serta mempunyai motivasi untuk memperbaikinya setiap ada hasil yang
tidak sesuai harapan serta dengan adanya pembelajaran ini dapat menunjang pelaksanaan
praktik program pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa terutama untuk mahasiswa ilmu
pendidikan dan keguruan universitas negeri medan.
Program micro teaching memiliki tahapan yang terdiri dari pra observasi,catatan observasi
mengambil,analisis strategi,dan [Link] praktik micro teaching dilaksanakan
berdasarkan hasil evaluasi kegiatan praktik pembelajaran [Link] micro teaching
didesain; (a) ada kuliah tatap muka untuk belajar teori mengajar,dan (b) praktik untuk berlatih
di laboratorium micro teaching. Sebelum mahasiswa melakukan praktik micro teaching
mereka diberi pembekalan tentang etika,dan kompetensi.

Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam pembelajaran micro teaching:

[Link] (pemahaman konsep pembelajaran micro teaching)

[Link] model dan diskusi

[Link]/persiapan mengajar

[Link] mengajar

[Link] feedback/umpan balik

Sistem pengelolaan dan pengoperasian peralatan micro teaching

1. Sistem Pengelolaan

Sistem pengelolaan pembelajaran micro teaching dirumuskan oleh dosen pembimbing


perkuliahan agar perkuliahan dapat berjalan dengan baik,hendaknya setiap dosen terlebih
dahulu menyusun konsep-konsep tentang keterampilan yang akan dibimbingkan.

Konsep-konsep tentang keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan seperti pembuatan


jadwal atau schedule penggunaan laboratorium micro [Link] pembuatan
jadwal atau schedule ini sangat penting sehingga penggunaan laboratorium micro teaching
dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Perlunya pembuatan jadwal atau sehedule ini,diharapkan tidak berbenturan antara


penggunaan kelas satu dengan kelas [Link] jadwal ini juga dosen pengampu
maupun asisten laboratorium serta tanggung jawab apabila proses pembelajaran laboratorium
ini tidak dapat [Link] pengelolaan data laboratorium micro teaching didasarkan
konsep perencanaan penentuan jadwal.

[Link] Pengoperasian Peralatan

Sistem pengoperasian peralatan dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh seseorang


operator/teknisi,adapun langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam pengoperasian
peralatan micro teaching.

Kesiapan dalam semua peralatan untuk dapat digunakan dalam pembelajaran micro teaching.

[Link] Laboratorium Micro Teaching

Pembelajaran mikro merupakan metode pembelajaran atas dasar performa yang tekniknya
dengan cara melatihkan komponen-komponen kompetensi dasar mengajar (teaching skill)
dalam proses pembelajaran yang disederhanakan ditinjau dari aspek kompetensi
mengajar,penguasaan materi,pengelolaan peserta didik,maupun mengelola
[Link] mikro diarahkan dalam rangka pembentukan [Link] konteks
penelitian ini pada aspek pembelajaran yang diajarkan yaitu kelemahan-kelemahan praktik
micro teaching yang konvensional tersebut system dan modelnya perlu dikembangkan ke
sistem dan model [Link] mandiri dalam pelaksanaan praktik perlu
dikembangkan ke system kerjasama.

Selain itu kekurangan dalam pengelolaan dari laboratorium micro teaching adalah seringnya
peralatan yang mendukung mati atau [Link] peralatan yang mati yang tidak
diperbaiki adalah sebagai berikut .

Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa terdapat beberapa peralatan yang rusak
sehingga sedikit mengganggu pelaksanaan pembelajaran micro [Link] manajemen
hal ini merupakan suatu permasalahan,dimana setiap peralatan harus dicek keberadaan masih
hidup atau mati,atau sudah habis masa kalibrasinya atau [Link] kalibrasi sebuah alat
tidak cek tanggalnya akan berdampak ketidakuratan data yang diperoleh,sehingga
pembelajaran yang diterapkan akan sia-sia saja.

Hal lain yang terjadi dalam penerapan manajemen atau pengelolaan yang terkendala adalah
tidak tepatnya jadwal pembelajaran dari beberapa kelas,yang seharusnya dilaksanakan tidak
dapat dilaksanakan disebabkan ada beberapa hal,seperti tidak ada pengampu maupun tidak
ada,tidak mahasiswa yang datang,demikian pula terjadi benturan antara kelas satu dengan
kelas yang lainnya dengan jadwal yang sama pada hari jam yang sama.

b. Keberadaan Fisik Laboratorium Micro Teaching

Laboratorium fakultas ilmu pendidikan dan keguruan yang di kampus IV Universitas Negeri
Medan ,didirikan di atas seluas 500 [Link] tersebut dari 2 lantai. Lantai 1
dipergunakan untuk laboratorium biologi dan kimia. Lantai 2 untuk laboratorium micro
teaching.

Secara fisik,laboratorium micro teaching memiliki 4 ruangan utama yang terdiri dari:

1). 1 Buah convention room, yang dipergunakan untuk ruang konferensi dan ruang
pembelajaran dengan kapasitas 60 orang

2).1 buah ruangan praktik pengajaran micro teaching, yang dipergunakan untuk ruang praktik
mengajar mikro dengan kapasitas 25 orang

3). 1 buah ruangan observasi,yang dipergunakan untuk mengobservasi terhadap praktik


mengajar mikro dengan kapasitas 15 orang,dan dilengkapi dengan TV monitor

4). 1 buah ruangan teknisi,yang digunakan untuk proses rekaman pengajaran mikro dan
pengambilan gambar.

Selain itu,laboratorium micro teaching juga dilengkapi dengan 2 gudang sebagai tempat
penyimpanan barang-barang.
[Link] Pengelolaan Laboratorium

Struktur pengelolaan laboratorium micro teaching fakultas ilmu pendidikan dn


keguruan semester genap tahun akademik 2012/2013 adalah sebagai berikut:

Kepala Laboratorium Micro Teaching adalah [Link] Hasmil Hashona,M.A,Sekretaris


Laboratorium micro teaching adalah [Link],M.S.I,sedangkan staf laboratorium micro
teaching terdiri dari: [Link] Khalif,M.S.C,Anisa Adiwerna Putri,M.S.C dan Nur Rahmah
[Link]

[Link]

1. Manajemen Micro Teaching

Analisis hasil penelitian menjelaskan tentang kondisi manajemen atau pengelolaan


micro teaching di kampus Universitas Negeri Medan yang dapat dijelaskan dari staf
laboratorium micro teaching kendala yang terjadi adalah adanya kerusakan pada peralatan
yang mendukung proses pembelajaran micro teaching. Kendala ini sebenarnya tidak cukup
berarti dengan beberapa memberikan pada perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian
kelas berdasarkan dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pengelola program micro
teaching.

Dimana berdasarkan ketentuan teknis bahwa pelaksanaan setiap mahasiswa harus


membawa CD sebagai proses [Link] itu dalam ketentuan teknis bahwa setiap
mahasiswa harus menataati tata [Link] tata tertib micro teaching ini adalah sebagai
berikut :Praktikan harus sudah datang paling lambar 20 menit sebelum jadwal praktikum
micro teaching yang sudah ditentukan.

Dilarang menggunakan whiteboard sebagai media [Link] media tempel


yang sudah [Link] luar kegiatan praktikum,mahasiswa dilarang membuat kegaduhan
dalam laboratorium micro teaching,demi kelancaran proses rekaman.

Berdasarkan jadwal diatas menunjukkan bahwa,laboratorium micro teaching


memberikan pelayanan pada hari senin sampai kamis,yang dimulai dari pukul 07.00 Wib
sampai jam kuliah terakhir pada jam VI atau 17.45 Wib.

Pengelolaan jadwal ini merupakan sangat penting, dengan hanya memiliki 2 ruangan
kelas laboratorium micro teaching harus memberikan pembelajaran kurang lebih 7 kelas
setiap [Link] itu manfaat laboratorium micro teaching di fakultas ilmu pendidikan
dan keguruan Universitas Negeri Medan dapat diambil antara lain: Mengembangkan dan
membina keterampilan tertentu calon guru dalam [Link] mengajar terkontrol
dan dapat dilatihkan.

Perbaikan atau penyempurnan secara cepat dapat segera dicermati latihan penguasaan
keterampilan mengajar lebih baik. Saat latihan berlangsung calon guru dapat memusatkan
perhatian secara objektif. Menurut dikembangkan pada observasi yang sistematis dan
objektif. Mempertinggi efisiensi dan efektivitas penggunaan sekolah dalam waktu praktik
mengajar yang relative singkat.

Kelebihan program micro teaching di fakultas ilmu pendidikan dan keguruan


universitas negeri medan adalah dapat mengembangkan kemampuan mawas diri,melihat
kelemahan/kelebihan serta mempunyai motivasi untuk memperbaikinya setiap ada hasil yang
tidak sesuai harapan serta dengan adanya pembelajaran ini dapat menunjang pelaksanaan
praktik program pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa terutama untuk mahasiswa Fakultas
ilmu pendidikan dan keguruan universitas negeri medan . Langkah –langkah yang dapat
ditempuh dalam pembelajaran micro teaching:

Pengenalan (Pemahaman konsep pembelajaran micro teaching) Penyajian model dan


diskusi, perencanaan/persiapan [Link] mengajar dan diskusi feedback/ umpan
[Link] pengelolaan pembelajaran micro teaching dirumuskan oleh dosen pembimbing
perkuliahan agar perkuliahan dapat berjalan dengan baik,hendaknya setiap dosen terlebih
dahulu menyusun konsep-konsep tentang keterampilan yang akan dibimbingkan.

Konsep-konsep tentang keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan seperti


pembuatan jadwal atau schedule penggunaan laboratorium micro teaching. Perencanaan
pembuatan jadwal atau schedule ini sangat penting sehingga penggunaan laboratorium micro
teaching dapat dimanfaatkan [Link] pembuatan jadwal atau schedule
ini,diharapkan tidak berbenturan antara penggunaan kelas satu dengan kelas lainnya.

Pembuatan jadwal ini juga dosen pengampu maupun asisten laboratorium serta
tanggung jawab apabila proses pembelajaran laboratorium ini tidak dapat [Link]
pengelolaan pada laboratorium micro teaching didasarkan konsep perencanaan penentuan
jadwal.

Sistem pengoperasian peralatan dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh seseorang


operator/teknisi,adapun langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam pengoperasian
peralatan micro teaching. Kesiapan dalam semua peralatan untuk dapat digunakan dalam
pembelajaran micro teaching.

Pembelajaran mikro merupakan metode pembelajaran atas dasar performa yang tekniknya
dilakukan dengan cara melatihkan komponen-komponen kompetensi dasar mengajar
(teaching skill) dalam proses pembelajaran yang disederhanakan ditinjau dari aspek
kompetensi mengajar, penguasaan materi, pengelolaan peserta didik,maupun mengelola
[Link] mikro diarahkan dalam rangka pembentukan [Link] konteks
penelitian ini pada aspek pembelajaran yang diajarkan yaitu kelemahan-kelemahan praktik
micro teaching yang konvensional tersebut sistem dan modelnya perlu dikembangkan ke
sistem dan model [Link] mandiri dalam pelaksanaan praktik perlu
dikembangkan ke system kerjasama.

1. Problem Manajemen Laboratorium Micro Teaching

Problem adalah manajemen laboratorium micro teaching yang disampaikan mahasiswa


matematika 2007 menyatakan bahwa awal masuk dosen tidak tepat waktu tidak adanya sound
system ,hanya ada 2 tempat yang bisa digunakan dan papan tulis kurang [Link]
penerapan pengajaran lebih dari waktu untuk melakukan pembelajaran

Pengelolaan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada laboratorium micro teaching
penelitian didasarkan pada perencanaan ,pelaksanaan sampai pada evaluasi atas peaksanaan
yang [Link] didasarkan pada jadwal pembelajaran,sedangkan pelaksanaan
didasarkan pada saat pelaksanaan dimana kesiapan peralatan,mahasiswa maupun dosen
pengampu dan proses dari pembelajaran apakah dapat berjalan sesuai apa yang ditargetkan.

Evaluasi didasarkan pada hasil yang diperoleh dari mahasiswa dalam melakukan test baik
praktek maupun [Link] proses dari perencanaan,pelaksanaan maupun evaluasi
didasarkan konsep [Link] mengatur perencanaan maupun pelaksanaan dengan
pengelolaan pembelajaran setelah proses dari evaluasi itu sendiri. Manajemen ini perlukan
dalam rangka mengatur proses dari perencanaan sampai evaluasi dapat berjalan dengan baik.
Dalam proses pengaturan kemungkinan timbul dari perencaan sampai [Link]
penelitian ini membahas problematika dari manajemen dalam pembelajaran tersebut dari
proses perencanaan sampai evaluasi dan pemecahannya.

Penelitian didasarkan pada perencanaan,pelaksanaan sampai pada evaluasi atau pelaksanaan


yang dilakukan. Perencanaan didasarkan pada jadwal pembelajaran, sedangkan pelaksanaan
didasarkan pada saat pelaksanaan dimana kesiapan peralatan,mahasiswa maupun dosen
pengampu dan proses dari pembelajaran apakah dapat berjalan sesuai apa yang ditargetkan.

Evaluasi didasarkan pada hasil yang diperoleh dari mahasiswa dalam melakukan test baik
praktek maupun [Link] proses dari perencanaan,pelaksanaan maupun evaluasi
didasarkan konsep [Link] mengatur perencanaan maupun pelaksanaan dengan
pengelolaan pembelajaran setelah proses dari evaluasi itu sendiri.

Manajemen ini diperlukan dalam rangka mengatur proses dari perencanaan sampai evaluasi
dapat berjalan dengan [Link] proses pengaturan kemungkinan timbul suatu
permasalahan baik dari perencanaan sampai [Link] penelitian ini membahas
problematika dari manajemen dalam pembelajaran tersebut dari proses perencanaan sampai
evaluasi dan pemecahannya.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

[Link]

Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan untuk mengetahui
pengaruh pembelajaran mikro terhadap kesiapan mengajar mahasiswa program pengalaman
lapangan fakultas ilmu pendidikan pendidikan masyarakat dan universitas negeri
medan ,dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

[Link] penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran mikro


terdapat pada kategori sedang,artinya mahasiswa fakultas ilmu pendidikan pendidikan
masyarakat yang dalam penelitian ini terdiri pendidikan masyarakat,pendidikan guru sekolah
dasar,pendidikan bimbingan konseling,pendidikan guru anak usia dini,setelah mengikuti
pembelajaran mikro sudah mampu dalam menyusun rencana pembelajaran dan mampu
mengaplikasikan berbagai keterampilan mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

[Link] mengajar mahasiswa fakultas ilmu pendidikan pendidikan masyarakat dan


pendidikan guru anak usia dini .Artinya mahasiswa telah memiliki kesiapan mengajar ketika
akan mengajar dihadapan peserta didik.

[Link] mikro berpengaruh terhadap kesiapan mengajar mahasiswa PPL Fakultas


ilmu pendidikan pendidikan masyarakat dan pendidikan guru sekolah dasar (UNIMED)

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian mengenai pengaruh pembelajaran mikro


terhadap kesiapan mengajar mahasiswa program pengalaman lapangan fakultas ilmu
pendidikan pendidikan masyarakat dan pendidikan guru sekolah dasar universitas negeri
medan diatas,maka saran-saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

[Link] yang masih berada di kategori sedang dalam penguasan keterampilan menyusun
rencana pengajaran dan keterampilan mengajar setelah [Link] dengan lebih serius
dalam belajar mengenai keterampilan menyusun rencana pembelajaran seperti berlatih dalam
penyusunan materi pelajaran,sampai dengan melakukan penilaian/evaluasi dalam
pembelajaran,serta lebih rajin berlatih mengenai berbagai macam keterampilan mengajar
terutama pada keterampilan yang masih dalam kategori sedang seperti keterampilan menutup
pelajaran ,keterampilan menjelaskan, keterampilan mengadakan variasi,keterampilan
mengelola kelas, dan keterampilan membimbing [Link] begitu mahasiswa dapat
menguasai dengan baik kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki ketika akan mengajar.

[Link] peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi
kesiapan mengajar. Faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor fisiologis yaitu fisik,psikologis
yaitu mental dan materi,dan pengalaman

Anda mungkin juga menyukai