TUGAS TUTORIAL 3
PENDIDIKAN IPS di SD
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
NAMA : GEZA ZULFI MEYLINDA
KELAS : 1A
NIM : 856461126
POKJAR/KELAS : PAYUNG SEKAKI/ 1A
TUTOR : SANTI NOVITA, S.S,M.A
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
PEKANBARU
1. Jelaskan apa pengertian dari metode, media, dan sumber belajar dalam
pembelajaran IPS di SD!
Jawab :
a. Metode mengajar adalah kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang guru dalam
menyampaikan materi pelajaran IPS kepada peserta didk tingkat SD.
Dalam memilih metode, perlu memperhatikan hal-hal berikut standar kompetensi,
kompetensi dasar kemampuan guru terhadap materi dan metode yang dipilih, jumlah
peserta didik, situasi dan kondisi belajar, fasilitas yang dimiliki, dan evaluasi yang
dipakai. Dalam mengajar suatu pokok bahasan perlu adanya beberapa metode
pembelajar.
Metode-metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas
yaitu metode ceramah, metode diskusi, kelompok, panel, studi kasus, metode
brainstorming, diskusi formal, metode tanya jawab, dan metode kerja kelompok
b. Media adalah sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran
perasaan dan kemauan seseorang sehingga dapat mendorong tercapainya proses
belajar. Media juga digunakan sebagai bahan guru dalam memahami memudahkan
siswa memahami pelajaran. Media dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu:
- Media visual, merupakan media yang hanya dapat dipandang
terdiri atas:
1. Media visual yang tidak diproyeksikan, yaitu media yang tidak dapat
dipantulkan pada layar
2. Media visual yang diproyeksikan, yaitu media yang dapat diproyeksikan atau
dipantulkan pada layer.
- Media audio, merupakan jenis media yang hanya dapat didengar.
- Media audiovisual, merupakan media yang dapat didengar dan juga dapat
dipandang
c. Sumber belajar adalah segala bentuk penyajian bahan atau materi yang dapat
dijadikan sumber untuk belajar. Contohnya: buku-buku, majalah, surat kabar, peta,
rekaman, dll. Beberapa media yang dapat dijadikan sumber belajar seperti siaran
radio dan televisi.
2. Buatlah contoh cara merancang dan menerapkan metode, media dan sumber
belajar IPS SD kelas tinggi dengan menggunakan salah satu pendekatan (kognitif,
social, personal, modifikasi perilaku, dan ekspository) dan apa alas an anda
memilih pendekatan tersebut?
Jawab :
Disini saya menggunakan cara merancang dan menerapkan metode, media dan sumber
belajar melalui pendekatan ekspositori karena pendekatan ekspositori ini secara tersirat
sudah diterapkan pada RPP. Dimana RPP pada kurikulum 2013 dilaksanakan dengan
pendekatan saintifik yang mana pendekatan saintifik ini merupakan bentuk kompleks
dari pendekatan ekspositori.
Contoh : Pembelajaran Pada kelas 6 tema 3 (tokoh dan penemuannya) subtema 1
(penemu yang mengubah dunia) semester 1.
Kompetensi Dasar
- Menganalisis perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia
Materi Pokok
- Perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia
Hasil Belajar
- Mendeskripsikan perubahan sosial budaya dalam kehidupan masyarakat sebelum dan setelah
ada listrik
Indikator
- Mengidentifikasi perubahan sosial budaya dalam kehidupan masyarakat
- Melaporkan perubahan sosial budaya masyarakat
Langkah-langkah Merancang dan Menyusun metode pembelajaran IPS di SD
berdasarkan pendekatan ekspositori
1. Melakukan kegiatan pendahuluan
a. Menjelaskan tujuan pembelajaran
siswa mampu mengidentifikasi perubahan sosial budaya dalam kehidupan
masyarakat atas ditemukannya listrik dengan tepat
siswa mampu melaporkan perubahan sosial budaya masyarakat dengan
ditemukannya listrik dalam bentuk peta pikiran dengan sistematis
b. Mengemukakan pokok-pokok materi yang disajikan
“Materi yang akan kita bahas pada pembelajaran ini yaitu pengaruh listrik
terhadap kehidupan dan peradaban manusia”
c. Memancing pengalaman peserta didik yang relevan dengan materi pelajaran yang
akan disampaikan
“Coba kamu perhatikan bola lampu yang ada di rumah kamu, kemudian kamu
nyalakan bola lampu tersebut. Menurutmu apa perbedaan antara masa sebelum
ada listrik Dan setelah ada listrik”
2. Menyajikan bahan pelajaran dengan memperhatikan factor-faktor
a. Perhatian peserta didik, guru harus dapat menyiapkan mental peserta didik agar
dapat memperhatikan pembelajaran
b. Menjelaskan materi pelajaran
“ listrik adalah salah satu penemuan yang sangat penting dan sangat berpengaruh
terhadap kehidupan dan peradaban manusia. Selain itu listrik juga merupakan
salah satu bentuk energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Saat ini, hampir
semua pekerjaan manusia menggunakan dan membutuhkan listrik. Sebagai
contoh di rumah, kita membutuhkan listrik untuk memasak nasi, menghidupkan
mesin pompa air, menyetrika, menyalakan lampu, mengisi baterai HP dan lain-
lain”
c. Kegiatan pembelajaran sedapat mungkin bervariasi, guru menggunakan berbagai
metode dan media pembelajaran untuk mendukung kegiatan pembelajaran
d. Umpan balik dari siswa untuk guru
Sebelum pembelajaran dimulai Ibu mau bertanya dulu kira-kira cahaya apa yang
dimanfaatkan oleh orang zaman dahulu sebelum adanya listrik?
e. Motivasi, guru harus menimbulkan motivasi dalam pembelajaran agar siswa
dapat merasakan bahwa pembelajaran sangat bermakna dan penting bagi siswa
3. Menutup pelajaran dengan kegiatan sebagai berikut
a. Menarik kesimpulan
“jadi banyak perbedaan, antara masa sebelum ada listrik dan setelah ada listrik.
Dengan adanya listrik dapat mempermudah pekerjaan dan aktivitas manusia.”
b. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menanggapi kembali bahan
pelajaran yang telah dipelajari dengan menghubungkan mata pelajaran lain.
Salah satu manfaat listrik yaitu sebagai penerang dimalam hari, salah satu nya
lampu yang ada dirumah dan sekolah. Lampu ini menggunakan rangkai listrik
seri. kira-kira ada yang tahu kenapa listrik dirumah menggunakan rangkaian seri?
c. Melaksanakan penilaian akhir untuk mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan
pembelajaran.
Memberikan tugas pada buku pokok peserta didik.
d. Tindak lanjut
Melakukan pengayaan kepada peserta didik
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a. Evaluasi
b. Evaluasi aspek kognitif
c. Evaluasi tentang nilai sikap
d. Evaluasi keterampilan IPS
Jawab :
a. Evaluasi atau penilaian adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat
keberhasilan dan efisiensi suatu program. Pada dasarnya aspek yang dinilai dari
evaluasi yaitu program yang terdiri dari tingkat keberhasilan dan tingkat efisiensi
pelaksanaan.
Dengan adanya evaluasi maka kita dapat mengetahui ketercapaiannya tujuan
pembelajaran yang direncanakan.
Evaluasi dapat dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam merencanakan dan
melaksanakan suatu program, namun dapat pula diserahkan kepada pihak lain yang
dianggap ahli dan tidak terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Dalam melakukan evaluasi pembelajaran, diperlukannya alat ukur untuk
mengukur prestasi belajar siswa. Alat ukur yang digunakan berupa tes. Tes adalah
himpunan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. Dalam tes prestasi belajar,
yang diukur adalah Tingkat kemampuan siswa dalam menguasai bahan pembelajaran
yang diberikan guru.
b. Evaluasi aspek kognitif adalah penilaian yang dilakukan atas dasar kemampuan
dalam mengenal sesuatu yang mengacu pada proses seseorang memperoleh
pengetahuan yang ada dalam dirinya sendiri. Proses dalam memperoleh pengetahuan
ini dapat diperoleh melalui beberapa hal sesuai dengan aspek yang terdapat dalam
pengukuran ranah kognitif. Pengukuran ranah koginitif dibagi menjadi dua yaitu :
1) Evaluasi yang mempunyai tingkatan lebih rendah, meliputi hal-hal berikut:
a) Evaluasi yang mengungkap pengetahuan (knowledge)
b) Evaluasi yang mengungkap pemahaman (comprehension)
c) Evaluasi yang mengungkap penerapan (application)
2) Evaluasi yang mempunyai tingkatan yang lebih tinggi, meliputi hal-hal berikut:
a) Analisis (analysis)
b) Sintesis (synthesis)
c) Evaluasi (evaluation)
c. Nilai merupakan ukuran tentang baik buruk, tentang tata-laku yang telah mendalam
dalam kehidupan. Nilai juga merupakan cerminan dari diri seseorang. Sedangkan
sikap adalah keadaan yang ada pada diri manusia yang menggerakkan untuk
bertindak.
Dalam Proses pembelajaran nilai dan sikap sosial termasuk dalam ranah afektif.
Evaluasi efektif yaitu penilaian yang dilakukan berkaitan dengan sikap dan nilai
yang mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.
Ranah afektif terjadi apabila adanya interaksi social antara seseorang dengan orang
lain, dengan kelompok atau antar kelompok. Untuk dapat terjadi interaksi social
harus ada kontak social dan komunikasi
Evaluasi tentang nilai sikap sosial, terjadi apabila ada interaksi sosial antara:
a) Orang per orang
b) Orang per orang dengan kelompok masyarakat
c) Kelompok dengan kelompok
d. Evaluasi keterampilan IPS merupakan penilaian yang dialakukan terhadap
kemampuan baik fisik maupun mental di bidang ilmu pengetahuan sosial. Dalam
proses pembelajaran, keterampilan IPS termasuk dalam ranah psikomotorik. Ranah
psikomotorik merupakan ranah yang menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan
kerja otot. Mata pelajaran yang berorientasi pada psikomotor adalah mata pelajaran
yang menekankan pada reaksi-reaksi fisik dan keterampilan tangan. Keterampilan itu
sendiri menunjukkan tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas.
Evaluasi keterampilan IPS adalah beberapa kemampuan baik fisik maupun mental
dibidang IPS, keterampilan dasar dalam proses berpikir dan berkarya dibidang ilmiah
dibagi 9 yaitu:
1. Mengobservasi atau mengamati 6. Menyusun kesimpulan sementara
2. Membuat hipotesis 7. Memprediksikan
3. Merencanakan penelitian/ eksperimen 8. Mengaplikasikan
4. Mengendalikan variable 9. Mengkomunikasikan
5. Menginterprestasikan/ menafsirkan data
4. Buatlah contoh cara merancang dan menerapkan alat evaluasi pembelajaran IPS
SD dengan menggunakan salah satu aspek (kognitif, nalai dan sikap sosial, serta
keterampilan IPS) yang membuat materi pokok, hasil belajar, indicator materi dan
indicator tes dengan memilih salah satu materi pelajaran IPS SD kelas tinggi (kelas
4,5 dan 6) berdasarkan K13
Jawab :
NO KOMPETENSI KELAS MATERI HASIL BELAJAR INDIKATOR HASIL INDIKATOR ASPEK TES / SOAL
DASAR POKOK BELAJAR TES YANG
DIUKU
R
1 - Menganalisis VI Perubahan Mendeskripsikan - Mengidentifikasi - Siswa dapat Ingatan 1. Yang termasuk dalam
Tema 3 sosial perubahan sosial perubahan sosial menyebutkan manfaat adanya listrik
perubahan Subtema perubahan adalah …
budaya budaya dalam budaya dalam
sosial budaya 1 dalam kehidupan kehidupan social yang a. Penggunaan lampu
terjadi pada sebagai cahaya
rangka masyarakat masyarakat
dalam rangka saat sebelum penerang di malam
modernisasi sebelum dan
dan setelah hari
modernisasi bangsa setelah ada listrik adanya listrik b. Penggunaan
Indonesia magicom sebagai
bangsa
penanak nasi
Indonesia c. Penggunaan kipas
sebagai sarana
pendingin
d. Penggunaan setrika
dari arang
e. Penggunaan televisi
sebagai sarana
hiburan
- Siswa dapat Pemaha 2. Uraikan manfaat listrik
mendeskripsik man pada masa sebelum dan
an keadaan setelah adanya listrik!
sosial sebelum
dan setelah
adanya listrik
Merancang Dan Menerapkan Alat Evaluasi Pembelajaran IPS SD Dengan Menggunakan Aspek Kognitif
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan
a. Berorientasi pemecahan masalah
b. Humanistik (wawasan bidang interkeilmuan)
c. Wilayah (geografi)
d. Metode proyek
e. Kurun waktu (time line)
Jawab :
a. Berorientasi pemecahan masalah adalah pendekatan ynag digunakan dalam
mempelajari IPS terpadu dengan maksud mengubah keadaan yang aktual menjadi
keadaan seperti yang kita kehendaki dengan memperhatikan prosedur pemecahan
yang sistematis, mengkesampingkan kemungkinan pemecahan yang lain.
b. Pendekatan humanistik ialah suatu pendekatan dalam kegiatan pembelajaran yang
menyoroti suatu topik/tema yang termasuk bidang ilmu tertentu dengan berbagai
displin ilmu lain yang relevan (terkait) sehingga peserta didik dapat melihat
masalah/topik tersebut lengkap dan terpadu. Namun demikian tema pokok tetap
menajdi fokus utama sehingga sorotan disiplin ilmu yang lain hanya bersifat
perlengkap (supplementary).
c. Pendekatan wilayah adalah pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran
IPS mengenai suatu wilayah ditinjau dari berbagai aspek kehidupan yang ada di
wilayah secara mendalam yang merupakan kekhasan wilayah tersebut dengan
menggunakan kata tanya apa dimana kapan mengapa dan bagaimana sehingga dapat
membedakan dengan wilayah disekitarnya.
d. Pengertian pendekatan metode proyek adalah suatu jenis kegiatan memecahkan
masalah yang dilakukan oleh perseorangan atau kelompok kecil. Berbeda dengan
kegiatan problem solving, dalam metode proyek ini biasanya dihasilkan produk nyata,
seperti peta, maket, model, diorama, yang mempunyai nilai intrinsik bagi pesrta didik
yang menghasilkan.
Metode proyek juga bisa memungkinkan penyaluran minat peserta didik dan dilatih
untuk menelaah dan memandang suatu materi pelajaran dalam konteks yang kebih
luas. Sehingga pengetahuan yang diperoleh peserta didik lebih berarti dan kegiatan
pembelajaran IPS lebih menjadi menarik karena penegtahuan dapat bermanfaat
baginya untuk lebih mengapresiasikan lingkungannya, memahami, serta memecahkan
masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
e. Kurun waktu (time line) adalah pendekatan ynag digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar untuk memecahkan masalah dengan menekankan urutan waktu kejadian
(kronologis) sehingga dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangannya.
Konsep waktu yang ditinjau dari segi ilmu dan filsafat, yakni masa lampau, masa kini
dan masa depan. Masa kini hanya amat pendek sajar karena masa kini lekas
menghilang sehingga secara praktis yang ada hanya masa lampau dan masa depan.
Adapun penerapan pada pendekatan waktu dalam kegiatan belajar mengajar, berarti
kita mempelajari sejarah. Di dalam sejarah terdapat tiga konsep mengenai waktu yang
berdasarkan ruang, matematika dan asosiasi.